Anda di halaman 1dari 24

H a l | 110

BAB 9
INSTRUMENTASI UNTUK APLIKASI KELAUTAN

9.1 Pendahuluan
Dalam desain sistem laut, instrumentasi khusus digunakan oleh para insinyur
laut dan kelautan untuk mengukur karakteristik laut. Meters (meteran air),
anemometers (alat pengukur arah dan kecepatan angin), pengukur gelombang
dan pengukur pasang surut air laut, pemeriksaan multi parameter, pengukur
regangan, load cells (lubang yang diberi beban), kecepatan, sistem laser,
samplers air, termistor, sistem akustik dan lain-lain, digunakan untuk
mengevaluasi karakteristik fisik yang diperlukan untuk desain sistem laut dan
model dari sistem ini digunakan di laboratorium. Perlindungan terhadap
lingkungan laut memerlukan pemantauan lingkungan laut, menggunakan
banyak instrumen yang sama dan instrumen laboratorium canggih lainnya
untuk menentukan konsentrasi kontaminan yang kecil tapi beracun pada
perairan laut dan sedimen. Insinyur laut menggunakan sistem instrumen
untuk mengukur karakteristik lautan, danau, muara, dan sungai. Fasilitas
laboratorium seperti cekungan gelombang, open channel flumes (saluran air
terbuka), towing basins (kolam penarik), recirculation flumes (saluran air
yang berputar kembali), circulation water tunnels (saluran air yang berputar),
dan wave tanks (tangki gelombang), instrumen yang sama digunakan untuk
mengukur perilaku fisik dari model sistem laut.
Sistem instrumen terdiri dari transduser atau sensor, penentu sinyal, dan alat
pembacaan atau layar. Terdapat sejumlah atribut yang diharapkan terhadap
instrumen seperti yang dijelaskan oleh Williams (1973) yaitu akurat, sensitif,
rugged (tidak datar), tahan lama, nyaman, sederhana, hemat biaya, dan
mudah dipahami. Semua instrumen tidak dapat memenuhi semua kebutuhan
tersebut, tetapi harus memenuhi sebanyak mungkin kriteria-kriteria yang
disebutkan diatas. Keakuratan instrumen didefinisikan berdasarkan beberapa
parameter seperti ketidakpastian (error), sensitivitas, dan pengulangan.
Ketidakpastian atau kesalahan adalah perbedaan antara nilai yang terukur dan
nilai sebenarnya dari parameter. Sensitivitas menjelaskan bagaimana
perubahan dalam hasil parameter diukur dalam perubahan output dari
instrumen. Pengulangan adalah ukuran dari kemampuan instrumen untuk
menghasilkan hasil yang sama saat dilakukan pengukuran parameter berulang
atau berurutan. Errors (kesalahan) dapat bersifat sistematis atau acak, dan
kesalahan sistematis dapat diperbaiki melalui kalibrasi instrumen. Kalibrasi
adalah perbandingan pengukuran instrumen untuk standar yang dikenal dan
menjadi proses penting untuk setiap program pengukuran.
H a l | 111

9.2 Suhu
Suhu didefinisikan sebagai keadaan termal (panas) tubuh dan berhubungan
dengan skala suhu Celcius atau Fahrenheit. Untuk badan air seperti lautan,
muara, danau dan sungai, suhu adalah sifat umum yang diukur, dan kisaran
suhu paling baik adalah -2 sampai 40°C. Akurasi yang diperlukan terhadap
pengukuran laut adalah ±0.02°C, dan di muara dan di wilayah pesisir,
persyaratan akurasi khusus adalah ±0,2°C.Untuk pengukuran meteorologi,
akurasi mendekati ± 0,5°C secara umum dicapai.
Termometer dan pirometer digunakan untuk mengukur suhu air. Termometer
liquid in glass (cairan dalam kaca) seperti merkuri yang diisi pada
termometer telah digunakan untuk pengukuran samudera laut selama hampir
100 tahun. Termometer lain terdiri dari bohlam atau kapiler tabung yang diisi
dengan cairan dimana dimensinya berubah untuk memperlihatkan hasil
variasi temperatur. Ujung bulb (bola lampu) atau tabung terhubung dengan
tabung Bourdon sehingga pemuaian dan penyusutan cairan di dalam tabung
Bourdon menghasilkan gerak mekanis yang bergerak pada perangkat
indikator.
Bathythermograph dikembangkan pada tahun 1930 untuk mengukur suhu di
kedalaman pada bagian atas laut, Gambar 9-1. Tabung berisi cairan yang
membungkus sirip ekor dan melekat pada stylus (jarum/pena untuk menulis
diatas stensil) yang bergerak jika terjadi perubahan suhu. Tekanan bellows
(pengembus) bergerak pada slide (tempat meluncur) akibat perubahan
tekanan dan gerakan tegak lurus terhadap gerakan suhu akibat stylus. Slide
bergerak dalam satu arah dengan perubahan mendalam, sedangkan stylus
dengan suhu bergerak dalam arah tegak lurus dengan variasi suhu.

Gambar 9.1. Sketsa bathythermograph secara mekanik. Dicetak ulang dengan izin dari
Williams, 1973, Oceanographic Instrumentation. (Referensi dikutip lengkap).

Resistance thermometers juga sering digunakan. Ada empat jenis resistance


thermometers yaitu termistor platinum, tembaga, nikel dan semi-konduktor.
Jenis termistor yang umum digunakan adalah sensor untuk mengukur suhu.
Expendable bathythermograph yang menggunakan termistor sebagai sensor
suhu ditunjukkan pada Gambar 9-2. Distribusi temperatur ditentukan oleh
thermistor, dan waktu digunakan untuk menentukan kedalaman. Perangkat
H a l | 112

ini dirancang untuk digunakan dalam kolom air dengan laju konstan.
Termometer kristal kuarsa adalah jenis lain dari termometer di mana
frekuensi resonansi kristal berbeda berdasarkan suhu. Jenis sensor sangat
stabil, akurat, dan mudah dilakukan input ke komputer.

Gambar 9.2. Skema expendable bathythermograph. Dicetak ulang dengan izin dari
Williams, 1973, Oceanographic Instrumentation. (Referensi dikutip lengkap)

Pirometer mampu mengukur suhu di wilayah yang luas dan memberikan


gambar sinoptik dengan baik. Instrumen ini menggunakan termometer
inframerah yang dapat digunakan dari pesawat dan satelit. Keakuratan
perangkat ini kurang bagus dibandingkan dengan termometer, tetapi
memiliki keuntungan karena pengukuran suhu dapat dilakukan pada daerah
yang luas dalam waktu yang relatif singkat.

9.3 Kedalaman
Metode paling umum untuk menentukan kedalaman air adalah dengan
menggunakan perangkat acoustic (akustik) yang umumnya dikenal sebagai
depth sounder (alat yang membunyikan sesuatu seperti alarm di kedalaman).
Perangkat ini mengirimkan sinyal suara dari transduser, dan sinyal
dipantulkan ke dasar laut dan kembali ke transduser. Kedalaman dapat
ditentukan jika kecepatan suara dalam air diketahui. Pengetahuan tentang
kecepatan suara merupakan fungsi salinitas dan suhu dari water column
(kolom air) dan pengetahuan ini diperlukan. Lokasi yang tepat dari
transduser juga harus diketahui. Transduser ini biasanya terletak di bagian
bawah kapal dan kapal lain atau instrumen. Skema dari depth sounder kapal
ditunjukkan pada Gambar 9-3.
Metode lain untuk menentukan kedalaman air adalah untuk mengukur
panjang kabel dan sudut kabel yang mendukung perangkat atau instrumen
pada ujung kabel (Gambar 9-4). Arus dan gerak kapal menyebabkan kabel
melengkung yang semestinya lurus sehingga ini menyebabkan terjadinya
H a l | 113

error (kesalahan). Prosedur ini adalah perkiraan yang baik untuk kedalaman
sensor di ujung kabel dan perkiraan untuk perangkat tekanan ukur lainnya.

Gambar 9.3. Depth sounder kapal. (Dicetak ulang dengan izin dari Raytheon Marine
Company).

Gambar 9.4. Panjang kabel dan sudut yang digunakan untuk mengukur kedalaman sensor

Persamaan hidrostatik adalah hubungan antara tekanan (p) pada suatu titik
dan berat jenis ( ) dan tinggi kolom cairan (h) di atas titik.
p=h (9-1)
Elemen aneroid, atau spring bellow, terdiri dari ruang yang menekan pegas
dalam bentuk bellow (Gambar 9-5). Jika tekanan meningkat, bellow
dikompresi dan gerakan digunakan untuk menggerakkan transduser listrik.
Tabung Bourdon dengan fluid filled curved tube (tabung berbelok dan berisi
cairan yang penuh) adalah sensor untuk tekanan. Curvature (kelengkungan)
H a l | 114

fluid filled tube cenderung untuk lurus karena perubahan tekanan. Perubahan
kelengkungan dapat terjadi pada perangkat mekanis atau elektrik yang
menunjukkan tekanan. Dengan penggunaan persamaan hidrostatik, kedalaman
dapat dievaluasi. Bahan semi-konduktor mengalami perubahan resistance
(resistensi) ketika tekanan diterapkan pada bahan yang berubah, dan bahan ini
sering digunakan sebagai perangkat tekanan penginderaan.

Gambar 9.5. Contoh bellow dan Bourdon tube pressure sensors


(sensor tekanan tabung Bourdon)

Sinyal output dari sensor tekanan dikondisikan menggunakan beberapa jenis


pengkondisi sinyal seperti pengukur regangan, transformer diferensial linear,
variabel osilator frekuensi, potensiometer, dan photocells. Pengukur regangan
sering digunakan dengan unsur-unsur aneroid dan tabung Bourdon.
Transformer diferensial linear terhubung dengan elemen aneroid dan
mengubah gerak mekanik sehingga menghasilkan listrik. Potensiometer
adalah perangkat yang digunakan paling umum untuk mengkonversi gerakan
mekanis dari sensor tekanan menjadi sinyal listrik. Salah satu kesulitan dalam
merancang kedalaman atau sensor tekanan adalah berbagai macam tekanan
instrumen yang harus diukur. Untuk mencapai akurasi yang diinginkan,
sensor tekanan terbatas pada tekanan tertentu atau menggunakan kisaran
kedalaman.

9.4 Salinitas
Air laut merupakan larutan yang berisi unsur-unsur yang umumnya dikenal
yaitu klorida (55%), sulfat (7,7%), natrium (30,6%), magnesium (3,7%). dan
kalium (1,1%). Jumlah total bahan terlarut dalam air laut disebut salinitas,
dan salinitas didefinisikan sebagai jumlah total bahan padat dalam gram yang
terkandung dalam satu kilogram air laut (Pickard 1975). Satuan salinitas
adalah bagian per seribu (ppt,0/00).Salinitas di laut bervariasi antara 33 dan
370/00 dalam 99% air laut dengan rata-rata 350/00. Di daerah pesisir,
salinitas umumnya kurang dari 350/00 sebagai akibat dari limpasan sungai
dan di daerah tropis salinitas lebih besar karena penguapan. Di daerah laut
H a l | 115

dimana perubahan salinitas lebih dari kedalaman air biasanya kurang dari
10/00, dan pengukuran salinitas sangat akurat (yaitu ± 0,02% o). Di daerah
pesisir, salinitas bervariasi 5 sampai 100/00 selama siklus pasang surut dan di
daerah pesisir, keakuratan pengukuran salinitas ± 0,10/00 adalah memuaskan.
Hubungan antara salinitas dan chlorinity adalah
S0/00 = 1,80665 CI0/000 (9-2)
dan hubungan antara salinitas dan konduktivitas listrik (Williams 1973)
adalah
S0/00 = -0,08996 + 28,2972 R 15 + 12,80832 R152
= 5,98624 R154 -1,3231R155 (9-3)
dimana
R15 = konduktivitas sampel pada 15°C dan 1 atmosfir (9-4)
konduktivitas air pada 15°C dan 1 atmosfer dengan salinitas 35 0/00

Pada tahun 1978 skala salinitas ditetapkan untuk mendefinisikan salinitas


dalam rasio K15 dari konduktivitas listrik air laut pada suhu 15°C dan
tekanan atmosfer standar dengan larutan klorida kalium pada suhu dan
tekanan yang sama (Pickard dan Emery 1993. Penjelasan rinci tentang
definisi salinitas dan skala salinitas praktis (PSS 78) dijelaskan oleh Lewis
(1980).

Gambar 9-6 Salinometer laboratorium. (Dicetak ulang dengan izin dari Guildline
Instruments Inc.).
H a l | 116

Penentuan salinitas laboratorium dilakukan dengan sampel air yang


dikumpulkan dari lingkungan lepas pantai dan pesisir ditentukan berdasarkan
titrasi kimia dengan menggunakan salinometers laboratorium. Refractometers
juga digunakan didasarkan pada fakta bahwa indeks bias air adalah fungsi
dari salinitas. Refractometers mencapai akurasi 0,050/00. Kebanyakan
salinometers laboratorium mengukur konduktivitas dan kemudian dikonversi
ke salinitas menggunakan persamaan di atas. Salinometers laboratorium
(Gambar 9-6) mencapai akurasi ± 0,003 0/00.
Konduktivitas listrik air laut merupakan fungsi dari suhu dan padatan terlarut.
Setiap instrumen yang menggunakan konduktivitas sebagai ukuran salinitas
harus memperhitungkan pengaruh suhu melalui temperature compensation
circuit (rangkaian penggantian suhu) atau harus menyertakan pengukuran
suhu sampel dalam proses evaluasi salinitas. Elektroda dan sel induksi adalah
dua jenis sensor yang biasa digunakan untuk mengukur konduktivitas. Jenis
elektroda mensyaratkan bahwa elektroda logam bare (telanjang) dicelupkan
dalam sampel air untuk menentukan hambatan listrik antara elektroda.
Fouling bermasalah untuk immersed (perendaman) jangka panjang seperti
hari atau bulan, tapi jenis sensor ini lebih murah dan sederhana. Walaupun
sensor kurang akurat, tetapi ini dapat diterima untuk lingkungan pesisir dan
air payau. Sel induksi yang menggunakan electrodeless, kurang rentan
terhadap korosi dan fouling tetapi memiliki akurasi yang lebih baik walaupun
ini lebih rumit dan lebih mahal. Ini tetap menjadi pilihan umum untuk
pengukuran oseanografi. Contoh dua instrumen jenis elektroda konduktivitas
dan temperatur ditunjukkan pada Gambar 9-7.

Gambar 9-7. Contoh instrumen konduktivitas elektroda dan suhu yang digunakan di
lapangan dan laboratorium. (Dicetak ulang dengan izin dari ENDECO / YSI Inc).

9.4 Instrumen Multiparameter


Untuk pengukuran pesisir dan laut, sistem instrumen umumnya
menggabungkan pengukuran konduktivitas (salinitas), temperatur, dan
kedalaman menjadi instrumen tunggal yang disebut probe multiparameter
(CTD atau STD). Dalam banyak kasus, sensor lingkungan lain seperti
H a l | 117

oksigen terlarut, pH, kekeruhan, reduced oxygen potential/potensi oksigen


berkurang (REDOKS), arus air, dan kecepatan suara ditambahkan ke sistem
probe, dan dapat diangkat dan diturunkan melalui kolom air pada kabel yang
melekat pada winch (mesin derek) oseanografi. Sistem lain ditempatkan
secara in-situ pada moored system (sistem yang ditambatkan) atau melekat
pada fixed pile (tumpukan tetap), dan data disimpan dalam memori komputer
atau pada pita magnetik. Contoh probe multiparameter ditunjukkan pada
Gambar 9-8.

Gambar 9-8 Contoh probe multiparameter lapangan. (Dicetak ulang dengan izin dari
Hydrolab Corporation dan Interocean Systems Inc).

Sensor yang ditempatkan pada sistem probe multiparameter tergantung pada


pengukuran yang dibutuhkan dan pilihan produsen. Sensor konduktivitas
dapat berupa elektroda atau jenis induktif. Salinitas kemudian dihitung dari
konduktivitas dan pengukuran suhu. Sensor suhu umumnya adalah termistor,
H a l | 118

dan sensor kedalaman adalah transduser strain gauge semikonduktor. Sensor


kecepatan suara mengirim sinyal suara melalui known path (jalur yang
diketahui), dan waktu untuk menempuh jarak known path digunakan untuk
menentukan kecepatan suara.
Oksigen terlarut dalam air laut diperlukan untuk mendukung kehidupan laut,
dan merupakan parameter yang sering diukur. Sensor yang biasa digunakan
adalah jenis membran polargraphic. Membran memisahkan sel polargraphic
dari air, dan membran permeabel terhadap oksigen terlarut. Beberapa sensor
memerlukan aliran air melewati membran dan menggunakan beberapa jenis
stirrer (pengaduk) untuk memindahkan sampel air melewati sensor. Suhu dan
salinitas mempengaruhi kelarutan oksigen terlarut dalam air, dan pengukuran
dari masing-masing sensor digunakan untuk memperbaiki pengaruh
pengukuran oksigen terlarut.
Sensor pH menggabungkan referensi dan pengukuran elektroda ke dalam
sensor tunggal dan mengukur pH pada skala 1 sampai 14. pH air laut sekitar
8,5. Sensor turbidity (kekeruhan) umumnya adalah jenis transmissometer
yang menggunakan sumber cahaya dan photosensor yang dikalibrasi dengan
jarak terpisah. Redaman sumber cahaya yang diketahui oleh turbid water (air
keruh) diukur.

9.5 Pengukuran Arus Air


Air laut dan perairan pesisir bergerak terus menerus dan dalam kebanyakan
kasus dipengaruhi oleh turbulensi. Arus, gerakan umum dari air dihasilkan
oleh tindakan mekanis dari angin dan aktivitas termal pemanasan yang tidak
merata. Gaya lain seperti gaya Coriolis dan gaya sentrifugal juga
mempengaruhi arus. Gaya gravitasi menyebabkan arus pasang surut. Arus
permukaan biasanya mendekati 1 knot atau kurang tetapi dapat mencapai
nilai lebih dari 5 knot. Nilai-nilai pasang surut yang lebih tinggi ditemukan di
dekat pantai. Arus non-tidal (bukan pasang surut) terjadi dengan kecepatan
setinggi 6 knot terletak di dekat permukaan dan disebabkan oleh badai atau
angin topan. Terdapat pengecualian seperti yang ditemukan di Gulf Stream
dan equatorial undercurrents (arus yang terpendam di khatulistiwa). Arus laut
dalam biasanya kecil (yaitu 0,02-0,2 knot, 1 sampai 10 cm/s). Arus vertikal
biasanya 1 sampai 3 kali lipat lebih kecil dari nilai arus horizontal. Di
beberapa lokasi pantai dan muara, arus vertikal kurang dan tidak dapat
diabaikan. Banyak pengukuran yang dilakukan hanyalah pengukuran
horisontal, tetapi beberapa instrumen yang lebih baru mengukur tiga
komponen arus (kecepatan).
Arus diukur secara langsung maupun tidak langsung. Metode langsung
mengukur aliran itu sendiri, dan metode tidak langsung mengukur beberapa
sifat media untuk infer (menduga) aliran. Instrumen tidak langsung yang
umum digunakan adalah electromagnetic current meter di mana gradien
H a l | 119

potensial listrik yang dihasilkan oleh konduktor bergerak (air laut) dalam
medan magnet bumi yang diukur. Dua elektroda ditempatkan dalam volume
air dan beda potensial diukur. Contoh electromagnetic current meter
ditunjukkan pada Gambar 9-9.
Metode langsung pengukuran arus dicirikan sebagai Lagrangian atau Euler.
Metode Lagrangian menggunakan objek mengapung untuk menentukan
besarnya arus dan arah dengan mengukur posisi objek dalam fungsi waktu.
Metode Euler menempatkan instrumen pada lokasi tetap dan menentukan
arus yang melewatinya. Perangkat drift (alat pengapung) adalah bentuk tertua
dari sistem pengukuran untuk menentukan arus. Botol ditutup dengan catatan
penemu memperhatikan waktu dan tempat botol dan ini adalah salah satu
teknik tertua. Drogues digunakan dengan cara yang sama dan menjadi apung
positif (arus permukaan) dan apung negatif (arus bawah). Bentuk lain dari
pengukuran arus Lagrangian adalah penggunaan pelacak radioaktif dan
pewarna fluorescent. Alat pengapung yang terendam dilacak oleh perangkat
sonik. Kapal tanpa propulsi juga dapat digunakan untuk menghitung arus
permukaan dengan menggunakan sistem posisi navigasi yang akurat untuk
menentukan gerak mereka. Beberapa contoh perangkat drifter (pengapung)
ditunjukkan pada Gambar 9-10.

Gambar 9-9. Contoh electromagnetic current meter. (Dicetak ulang


dengan izin dari Interocean Systems Inc).
H a l | 120

Gambar 9-10. Alat ukur arus dengan drifter (pengapung).

Metode langsung Euler termasuk open propellers (baling-baling terbuka)


(Gambar-9-11), savonius rotors, dan ducted propellers (baling-baling
disalurkan) (Gambar 9-12), dan acoustic Doppler current meter (Gambar 9-
13) untuk pengukuran open water (air terbuka). Alat ukur laboratorium
termasuk hot wire anemometers (anemometer dengan kawat panas) (Gambar
9-14), laser Doppler anemometers (Gambar 9-15), dan acoustic Doppler
velocimeters (Gambar 9-16).

Gambar 9-11. Open propeller small current meter. (Dicetak ulang dengan izin dari Ott
Company).
H a l | 121

Gambar 9-12. Savonius rotor (Dicetak ulang dengan izin dari Interocean Systems Inc) dan
ducted propelled current meters. (Dicetak ulang dengan izin dari ENDECO / YSI Inc).

Gambar 9-13. Acoustic Doppler current meter (Dicetak ulang dengan izin dari RD
Instruments).

Gambar 9-14. Hot wire anemometer probes. (Dicetak ulang dengan izin dari DANTEC).
H a l | 122

Gambar 9-15. Contoh tiga beam laser Doppler anemometer. (Dicetak ulang dengan izin dari
DANTEC).

Gambar 9-16. Acoustic Doppler velocimeter untuk laboratorium. (Dicetak ulang dengan
izin dari SonTek).

9.5 Meteorologi
Instrumentasi untuk pengukuran data meteorologi termasuk sensor yang
mengukur kecepatan dan arah angin, tekanan udara, suhu udara, dan
kelembaban. Gambar 9-17 menunjukkan sensor arah angin yang dipasang di
ekor baling-baling, berputar bebas pada sumbu vertikal. Arah angin
ditentukan oleh integral flux-gate compass menunjukan arah Utara.
Kecepatan angin diukur dengan menggunakan teknik penghitungan vortex
(pusaran air). Kecepatan angin diberikan dalam mil per jam (mph), mil laut
per jam (kts), dan kilometer per jam (kph). Ketinggian standar sensor angin
adalah 10 m (33 kaki) di atas permukaan laut. Arah angin ditunjukkan dalam
derajat. Sensor suhu adalah hermetically sealed platinum resistance
thermometer (thermometer resistensi platinum ditutup rapat) sedangkan
sensor kelembaban dibuat dari bahan berpori yang memungkinkan
kelembaban bergerak bebas masuk dan keluar dari sensor. Perubahan
kepadatan sama dengan resistance, dan perubahan resistance diubah menjadi
H a l | 123

kelembaban relatif. Sealed solid state transducer digunakan untuk mengukur


tekanan udara. Sinyal sensor ini dapat direkam menggunakan berbagai alat
perekam seperti strip chart recorder (perekam grafik strip), alat pengukur
analog, digital display (layar digital), magnetic tape (pita magnetik), atau
solid state memory.

Gambar 9-17. Wind speed and direction vortex anemometer. (Dicetak ulang dengan izin
dari InterOcean Systems, Inc.).

9.5 Gelombang dan Pasang


Beberapa alat ukur gelombang dan pasang untuk mengukur perbedaan
tekanan permukaan air untuk mengevaluasi gelombang dan iklim tide
(pasang). Salah satu jenis sensor gelombang (tekanan) adalah silicon
semiconductor strain gauge dimana alat ukur menyeimbangkan dan
menggabungkan low pass hydraulic filter pada satu sisi transduser yang
berbeda. Sensor ini dipisahkan dari air oleh oil filled diaphragm. Instalasi
kedalaman untuk pengukuran ini adalah 0 sampai 60 m, tetapi kedalaman
yang lebih besar mungkin untuk diukur. Instrumen dapat ditempatkan dalam
seafloor, diinstal dalam moored system (sistem yang ditambatkan), atau
berdekatan dengan piling seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9-18.
H a l | 124

Gambar 9-18. Contoh instalasi alat ukur gelombang dan alat ukur pasang surut

Rekaman data dipilih untuk menilai tingkat, waktu dan periode, dan data ini
direkam pada pita kaset magnetik atau dalam memori solid state. Pengukuran
dapat diatur untuk merekam setiap 0,5s dan mengumpulkan 1024 poin data
dan setelah itu kegiatan merekam dihentikan. ini dapat dilakukan setiap tiga
jam dan berlangsung sekitar 30 hari sebelum pengukuran ini diganti.
Pendekatan lain adalah mengatur instrumen untuk merekam selama 15 menit
setiap tiga jam. Pada saat instrumen sudah diperoleh, kaset atau
mikroprosesor memberikan data yang diperlukan untuk analisis komputer.
Instrumen ini didukung oleh baterai alkaline, dan lamanya waktu instrumen
tetap berada dalam air tergantung pada tingkat pengumpulan data. Contoh
jenis meteran gelombang dan meteran tide (pasang surut) ditunjukkan pada
Gambar 9-19.

Gambar 9-19. Contoh meteran gelombang dan meteran tide. (Dicetak ulang dengan izin dari
Interocean Systems Inc).
H a l | 125

Tipe lain dari alat ukur gelombang adalah gelombang orbital dengan
pelampung yang sama seperti ditunjukkan pada Gambar 9-20. Instrumen ini
menyediakan sarana untuk mengukur arah gelombang dan dorongan
gelombang. Sensor termasuk pitch, roll, compass, dan instrumentasi
accelerometer yang terletak di dalam pressure housing, dan pasokan
elektronik dan baterai terletak di dalam bola. Sistem ini dapat ditambatkan
atau mengambang bebas, dan data dapat disimpan secara internal atau
dikirimkan oleh radio yang dihubungkan ke pantai atau satelit. Tipe lain dari
pengukuran gelombang buoy (pelampung) disebut wave rider buoy
diproduksi di Belanda, dan juga menggunakan accelerometer untuk
mengukur tinggi gelombang.

Gambar 9-20 Receiver dan Wave Track Buoy. (Dicetak ulang dengan izin dari ENDECO /
YSI Inc)

Alat ukur tide (pasang surut) menggunakan pelampung dan transduser


tekanan untuk menentukan variasi pasang surut. Buoyant float ditempatkan
dengan tenang dan mengikuti pasang surut air tapi tidak merespon gelombang
dalam waktu singkat. Float device (alat yang mengapung) terhubung secara
mekanis pada tinta pena sistem pencatatan pena untuk merekam ketinggian
air. Sistem ini digunakan di perairan yang dilindungi seperti teluk dan muara.
Sensor tekanan seperti yang digunakan dalam alat pengukur gelombang dan
alat ukur regangan semi-konduktor silikon umum digunakan di perairan
pantai serta teluk dan muara. Alat ukur tide (pasang) seperti yang ditunjukkan
pada Gambar 9-21 melalui low pass hydraulic filter menghilangkan
gelombang dalam waktu singkat karena angin dan baling-baling perahu.
Seperti pengukuran gelombang yang telah disebutkan sebelumnya, pengukur
tide ini dapat dipasang pada tambatan kaku, dibawah gunung, atau melekat
pada tumpukan tetap. Data dicatat pada pita magnetik kaset, dan instrumen
ini didukung oleh baterai alkaline dan diharapkan dapat bertahan sampai 60
hari.
H a l | 126

Gambar 9-21. Alat ukur pasang surut dengan jenis sensor tekanan. (Dicetak ulang dengan
izin dari Interocean Systems Inc)

lat ukur gelombang adalah instrumen penting untuk mengukur tingkat air dan
tinggi gelombang di laboratorium. Referensi terbaik pengukuran laboratorium
untuk aplikasi pesisir adalah Hughes (1993). Ada dua jenis utama alat
pengukur gelombang yang digunakan di laboratorium, dan ini adalah alat
ukur gelombang resistance (resistansi) dan capacitance (kapasitansi). Gambar
9-22 menunjukkan alat ukur gelombang resistance. Jenis pengukur
gelombang laboratorium ini memiliki dua kawat sejajar yang dipisahkan oleh
fixed wazzu distance (jarak wazzu tetap), dan kabel yang berorientasi normal
terhadap arah ketika gelombang lewat. Konduktansi antara kabel yang akan
diukur adalah sama dengan konduktansi panjang kawat yang terendam di
bawah permukaan air. Konduktansi berbeda berdasarkan suhu dan
konduktansi air, dan beberapa pengukur resistance memiliki compensating
circuits. Kalibrasi diperlukan. Akurasi biasanya ±1 mm, dengan resolusi ±0,1
mm (Sharp, 1981).
Jenis alat ukur kapasitansi ditunjukkan pada Gambar 9-22 (Markle dan Greer
1992). Sensor ini terdiri dari sebuah kawat tipis yang terpisah terikat kencang
pada struktur pendukung. Kawat yang terpisah ini bertindak sebagai kapasitor
dimana kawat dan air berfungsi sebagai dasar. Kapasitansi berbeda secara
linear sebagai perubahan elevasi permukaan air laut. Kawat yang dipisah
harus bebas dari retakan. Sirkuit elektronik menentukan variasi kapasitansi
sebagai tegangan output yang dikonversi menjadi perubahan elevasi
permukaan laut setelah konstanta kalibrasi yang tepat digunakan. Keuntungan
utama dari alat pengukur gelombang kapasitansi adalah biaya rendah,
linearitas yang baik dan respon dinamik, dan stabilitas baik.
H a l | 127

Gambar 9-22. Stainless steel, batang ganda, jenis re sistance (Zimmerman 1995) dan jenis
kapasitansi (Markle dan Greer 1992) alat ukur gelombang laboratorium. Dicetak ulang
dengan izin dari Markle dan Greer, 1992, “Crescent City Instumented Model Dolos Study;
Coastal Model Investigation” (Referensi dikutip secara lengkap) dan Zimmerman dan
Randall, 1995, “Operational Analysis of a Plunger-Type Wave maker and Design of a
Diffraction Experiment on a Detached Breakwater” (Referensi dikutip secara lengkap).

9.6 Samplers Air


Pengumpulan sampel dari air laut, air teluk, atau air danau diperlukan untuk
kalibrasi dan analisis laboratorium, mengetahui kandungan bahan kimia atau
kandungan biologi dari sampel. Samplers air adalah perangkat yang melekat
pada garis winch dan diturunkan ke kedalaman tertentu air dari kapal
permukaan. Samplers kecil dinyatakan dalam 1 liter samplers besar dalam 10
liter. Secara normal, perangkat terbuka di bagian atas dan bawah ketika
sedang diturunkan untuk kedalaman sampling. Berat kecil (disebut
messenger) melekat pada garis winch dan release. Messenger weight slides
ke bawah garis dan kontak memicu mekanisme yang menutup bawah dan atas
bukaan. Beberapa samplers dapat ditambatkan ke garis winch dan dapat
dipicu oleh berat messenger yang sama ketika dipasang secara tepat. Sampler
air atau sampler adalah winched (dikerek) ke permukaan dan isinya
dikosongkan pada wadah yang tepat melalui spout (cerat) khusus pada
sampler. Kemudian, kontainer dikirim ke laboratorium di kapal atau di darat
untuk dianalisis lebih lanjut. Contoh samplers air diilustrasikan pada Gambar
9-23.
H a l | 128

Gambar 9-23. Contoh dari samplers air yang digunakan oleh insinyur laut dan insinyur
kelautan.

9.6 Samplers Sedimen


Perangkat untuk mengumpulkan sampel sedimen termasuk tube dan grab
samplers. Inti sampler adalah tabung dengan ujung terbuka didorong secara
vertikal ke sedimen sampai pada kedalaman yang diinginkan. Sampler
tersebut kemudian ditarik dari tanah sedangkan sampel sedimen disimpan
dalam tabung. Tabung dengan thin walled plastic tube liner dapat dihilangkan
dengan sampel lengkap. Metode umum untuk mendorong samplers dalam
sedimen adalah dengan gravitasi karena large weight berbentuk hidrodinamis
dipasang di atas tabung. Dalam aplikasi laut, tabung dan weight dijatuhkan
melalui air, dan tabung menembus sedimen dasar laut. Garis tali kawat
biasanya melekat corer dan reeled kembali ke kapal pendukung permukaan
dengan menggunakan winch. Sampel inti dihilangkan, didinginkan, dan
dikembalikan ke laboratorium untuk analisis. Perangkat coring yang umum
digunakan pada perairan dangkal untuk mendapatkan sampel inti mulai dari
0,61-1,8 m (2 sampai 6 ft) adalah corer Phleger seperti yang ditunjukkan
pada Tabel 9-1.
H a l | 129

Tabel 9-1. Contoh peralatan sedimen sampel

Nama
Ilustrasi Berat (lb) Deskripsi
perangkat
Peterson Grab 40-90 Mengumpulkan sampel dengan
2
daerah 1 ft hingga kedalaman 1 ft
tergantung pada jenis sedimen.

Shipek 150 Mengumpulkan sampel dengan


2
daerah dari 64 in sampai
kedalaman 4in.

Ekman 9 Hanya berfungsi untuk sedimen


lunak meliputi daerah hingga 64
2
in hingga kedalaman sekitar 6in.

Ponar 45-60 Mengumpulkan sampel meliputi


2
daerah dari 81 in hingga
kedalaman 1 ft. Tidak efektif pada
tanah liat.

Drag Bucket Bervariasi Mengumpulkan sediment slice


dekat permukaan dan dalam
beberapa ukuran dan bentuk.

Phleger Corer 20-90 Sampel inti diperoleh dengan self-


weight penetration atau dengan
mendorong barel dalam
sedimen. Kedalaman penetrasi
tergantung pada sedimen dengan
2 sampai 6 ft dicapai dalam
sedimen lunak.
Piston Corer Lihat Gambar 9-24 200-300 Contoh batu yang diambil oleh
self-weight dan tekanan air.
Kedalaman penetrasi hingga 80 ft.

Grab samplers adalah instrumen sampling yang sering digunakan untuk


memperoleh sampel permukaan sedimen laut, muara, atau danau. Beberapa
perangkat yang lebih umum ditabulasikan dalam Tabel 9-1. Pada dasarnya
perangkat ini scoop atau bite (mengambil) sedimen permukaan dengan jaws
dan kemudian menutup sehingga sampel dapat diambil. Perangkat ini jatuh ke
dasar laut sama dengan perangkat coring dengan garis winch yang
terpasang. Setelah rahang ditutup akibat mengalami kontak pada bagian bawah
atau mekanisme tripping, sampler adalah winched ke permukaan dan
membawa kapal pendukung. Sampel sedimen kemudian dapat dianalisis di
papan atau disimpan untuk analisis di laboratorium setelah kapal kembali ke
pelabuhan. Samplers ini relatif murah dan mudah digunakan.
H a l | 130

Sampel sedimen yang lebih dalam dapat diperoleh dengan menggunakan piston
corer yang mampu menembus ke dasar laut sebanyak 25 m (82 kaki). Sebuah
corer piston ditunjukkan pada Gambar 9-24 menunjukkan core barrel dan top
weight pada kapal sebelum dijatuhkan ke samping. Corer diperbolehkan jatuh
bebas ke dasar laut. Corer mencapai seafloor dan terus menembus sedimen,
dan sampel sedimen dipaksa ke dalam silinder. Tegangan pada kabel menarik
piston dalam core barrel up sampai top untuk meminimalkan gangguan pada
sampel. Corer dengan sampel sedimen di dalam diderek ke permukaan dan
diambil. Core dalam dapat diperoleh dengan menggunakan teknik pengeboran
putar seperti yang digunakan di kapal pengeboran minyak dan platform
pengeboran. Teknik-teknik ini telah digunakan pada kapal penelitian
oseanografi seperti Glomar Challenger and JOIDES Resolution untuk
mengumpulkan core pada Ocean Drilling Program.

Gambar 9-24. Contoh piston corer diturunkan dari KNorr Kapal Penelitian .
dari Knorr kapal penelitian. (Dicetak ulang dengan izin dari Woods Hole Oceanographic
Institute).

9.6 Derek Oseanografi


Menurunkan dan menaikkan instrumentasi laut dari kapal, platform lepas
pantai, dan dermaga tetap umumnya dilakukan dengan winch. Derek ini
memiliki drum untuk menyimpan kabel (biasanya tali kawat atau kabel
elektromekanis), dan kabel yang dijalankan dilampirkan dalam frame A, atau
struktur lainnya di kapal untuk memungkinkan instrumen akan diturunkan pada
bagian sisi. Manual, listrik, dan hidrolik power digunakan untuk menggerakkan
winch. Contoh derek oseanografi diilustrasikan pada Gambar 9-25.
H a l | 131

Gambar 9-25. Jenis winches yang digunakan dalam penelitian dan operasi laut. (Dicetak
ulang dengan izin dari InterOcean System Inc.).

Derek adalah bagian penting peralatan kapal dan digunakan untuk tugas seperti
coring, towing, gips hidrografi, pengambilan sampel air, mid and deep water
trawls, buoy laying, dan menggunakan benda-benda besar. Geladak winches
diklasifikasikan sebagai tugas ringan, hidrografi, dan tugas berat. Derek
dengan tugas ringan berdiameter kecil dengan kawat untai tunggal atau kabel
listrik dengan drum tunggal kecil. Sebuah sistem fairlead sederhana
digunakan, dan sistem penggerak bisa manual, listrik, atau hidrolik dan
mungkin portabel. Winch hidrografi agak lebih berat, lebih kasar, dan kawat
diameter lebih besar sehingga membuatnya menjadi efektif untuk pengambilan
sampel air, trawl plankton, dan pengukuran hidrografi. Hal ini umumnya
H a l | 132

dipasang pada bingkai yang dilas dan biasanya memiliki kecepatan variabel
untuk membalikkan motor listrik, rem magnetik, rantai drive, dan memiliki
perangkat level-wind. Magnetik rem digunakan dalam kasus dimana terjadi
kehilangan tenaga listrik, dan level-wind menjamin kabel berlapis baik seperti
gulungan ke drum. Derek tugas berat digunakan untuk trawl yang berat,
penahan, dan pekerjaan lain yang membutuhkan beban besar. Contohnya
adalah coring laut dengan winch beban lebih dari 10 ton. Coring laut
membutuhkan kekuatan besar untuk menarik perangkat coring setelah
menembus jauh ke dasar laut. Kecepatan mengangkat tinggi diperlukan untuk
menghemat waktu kapal di stasiun sambil memperbaiki instrumen. Persamaan
yang berguna untuk memperkirakan tenaga kuda winch dan panjang
penyimpanan kawat drum (Interocean 1985) adalah
P= (9-5)

dimana W adalah beban dalam pound, V adalah kecepatan kabel yang


diinginkan (ft/min), dan E adalah efisiensi drive. Pendekatan masuk akal untuk
panjang kawat yang dapat disimpan pada winch drum adalah ...
L= (dd + h) (9-5)

dimana L adalah panjang garis (ft) yang sesuai pada drum, h adalah tinggi
badan (dalam) tali kawat pada drum ketika penuh, d d adalah diameter gendang
(dalam), w adalah lebar gendang (dalam), dan dr adalah diameter tali kawat
(di).

9.6 Perangkat Release Underwater


Dalam teknik laut ada banyak contoh yang membutuhkan instrumen, mooring
line, atau jangkar akan dibebaskan dari dasar laut. Di perairan yang khas dalam
tidak praktis untuk menggunakan penyelam dan / atau kendaraan yang
dioperasikan jarak jauh untuk jenis kegiatan. Namun, rilis perangkat dapat
menangani banyak dekat juta pound, dan mekanisme rilis ini digerakkan baik
oleh motor listrik atau hidrolik dengan sinyal kontrol yang keras kabel, akustik,
atau dari timer.
Rilis akustik telah dikembangkan yang beroperasi pada beberapa frekuensi
transponder interogasi. Seperti diilustrasikan dalam Gambar 9-26, peralatan
untuk sistem rilis akustik termasuk pemancar perintah, penerima akustik,
transponder, dan display jangkauan. Sistem rilis menggunakan nada
pengkodean sekuensial aman yang menghilangkan masalah yang dihasilkan
dari kebisingan ambient dan distorsi multipath.
Jangkar rilis rig, Gambar 9-26, digunakan untuk pembebasan drillships dan
kapal pengeboran semi-submersible dari sistem mooring mereka. Ini digunakan
untuk dengan cepat meninggalkan situs pengeboran saat kondisi cuaca yang
H a l | 133

tidak menguntungkan muncul. Kemudian, kapal dapat kembali ke situs tersebut


dan menyambung kembali ke sistem mooring tanpa harus me-reset jangkar.

Gambar 9-26. Contoh sistem acoustic dan rig anchor release. (Dicetak ulang dengan izin
dari InterOcean System Inc.).