Anda di halaman 1dari 36

BAB I

MANUAL MUTU PUSKESMAS ANGGERAJA

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan strata pertama


yang bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan di satu wilayah tertentu.
Upaya kesehatan yang diselenggarakan termasuk upaya promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif.

Sejalan dengan peningkatan pembangunan disegala bidang maka


perubahan system nilai di masyarakat semakin berkembang.
Departemen kesehatan menyadari betul tantangan tersebut dengan
mempertimbangkan perkembangan masalah serta kecenderungan-
kecenderungan pembangunan kesehatan kedepan salah satu strategi utama
adalah mewujudakan Visi Depkes “Masyarakat Sehat, Mandiri dan
berkualitas”. Peningkatan mutu dan kinerja Puskesmas merupakan kontak
pertama dari pelayanan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas menjadi
kebutuhan dasar manusia dalam mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan, menanggulangi penyakit untuk kelangsungan hidup manusia,
dalam upaya peningkatan mutu perlu dilakukan pemantauan secara berkala
terhadap aspek-aspek yang mempengaruhi kerja sarana kesehatan dalam
memberikan pelayanan kesehatan serta bagaimana pembinaan yang
dilakukan oleh institusi terkait.
Tingginya persaingan mutu pelayanan kesehatan saat ini memacu
unit-unit pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta untuk terus
menerus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatannya. Disamping itu
perubahan yang sangat cepat di abad 21 ini menyebabkan setiap individu
maupun organisasi yang mau terus survive untuk juga siap berubah setiap

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 1


saat. Mengantisipasi dan menghadapi hal tersebut diatas PUSKESMAS
ANGGERAJA dituntut untuk memaksimalkan daya saingnya melalui perbaikan
secara terus menerus terhadap layanan jasa yang diberikan untuk
meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pedoman sistem Manajemen Mutu kemudian disebut Pedoman mutu


yang merupakan kerangka dari Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan di
Puskesmas Anggeraja. Manual mutu adalah dokumen yang digunakan untuk:

a. Mengkomunikasikan kebijakan dan sasaran mutu kepada seluruh staff


puskesmas.
b. Memberikan gambaran tentang puskesmas dalam mengelola
organisasi demi tercapainya target mutu yang telah ditentukan sesuai
indikator yang ada
1. Profil organisasi
a. Gambaran umum Puskesmas Anggeraja
Puskesmas Anggeraja terletak di jalan Atlanta No 6 – Cakke
Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi selatan.
Dengan luas wilayah 125,34 km persegi, yang terbagi dalam 15 desa /
Kelurahan yaitu:
Kelurahan Lakawan
Kelurahan Mataran
Kelurahan Tanete
Desa Saruran
Desa Batunoni
Desa Singki
Desa Siambo
Desa Tindalun
Desa Bambapuang
Desa Mendatte
Desa Tampo

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 2


Desa Bubun Lamba
Desa Mampu
Desa Saludewata
Desa Pekalobean
Puskesmas Anggeraja dibatasi oleh wilayah, antara lain :
Sebelah utara : berbatasan dengan kecamatan masalle dan
Kecamatan Alla
Sebelah timur : berbatasan dengan Kecamatan Malua dan
Kecamatan Baraka
Sebelah selatan : berbatasan dengan kecamatan Enrekang
Sebelah barat : berbatasan dengan kecamatan Enrekang
b. Visi Puskesmas Anggeraja
“Terwujudnya Puskesmas Anggeraja Sebagai Pusat Pelayana
Kesahatan Yang Prima Bermutu Dan Terjangkau Munuju kecamatan
Anggeraja Sehat 2022”
c. Misi Puskesmas Anggeraja adalah :

1. Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi SDM dalam


peningkatan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan

2. Mengembangan sarana dan mutu pelayanan sesuai kebutuhan


masyarakat

3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup


bersih dan sehat

4. Mengembangkan system informasi manajemen kesehatan yang


profesional

d. Struktur organisasi
Struktur organisasi Puskesmas Anggeraja dapat dilihat pada lampiran
1 (halaman 1)

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 3


e. Motto Puskesmas Anggeraja
“ SEBAGAI MITRA MASYARAKAT, SIPAKARIORIO MENUJU
SEHAT”
f. Tata nilai : SIPAKARIORIO
S : Solid
I : Ikhlas
P : Profesional
A : Apresiatif
K : Kreatif
A : Amanah
R : Ramah
I : Inisiatif
O : Objektif
R : Responsif
I : Inovatif
O : Optimis, dengan mengaplikasikan nilai Budaya : 6 S
1) S : senyum
2) S : salam
3) S : sapa
4) S : sentuh
5) S : sopan
6) S : santun, dan DISIPLIN
D : Datang tepat waktu
I : Isi dafta hadir
S : Siap melaksanakan tugas
I : Ingat berdoa sebelum bekerja
P : Patuh pada aturan dan tata tertib
L : Laporkan hasil kerja pada atasan
I : Instruksi segera dilakukan
N : Norma – norma jangan dilanggar

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 4


g. Kebijakan mutu
1) Kami jajaran pengelola dan seluruh staf Puskesmas
Anggeraja berkomitmen untuk memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat denagn memperhatikan
kebutuhan masyarakat. Kami berkomitmen untuk
memperbaiki proses pelayanan berdasarkan fakta.
2) Kebijakan teknis dalam perbaikan mutu dan keselamatan
pasien ada pada lampiran pedoman ini.
h. Proses pelayanan (proses bisnis)
1) Penyelenggara UKM
2) Penyelenggara UKP
2. Kebijakan Mutu
Seluruh staf Puskesmas Anggeraja berkomitmen untuk
menyelenggarakan pelayanan yang berfokus pada masyarakat,
memperhatikan keselamatan masyarakat dan melakukan
penyempurnaan yang berkelanjutan. Kebijakan mutu dituangkan dalan
keputusan kepala Puskesmas yang meliputi kebijakan mutu pelayanan
klinis dan kebijakan mutu pelayanan UKM dan UKP.
Indikator Mutu Manajerial meliputi :
a. Membuat data pencapaian kegiatan pokok tahun lalu
b. Menyusun RUK melalui analisa dan perumusan masalah
berdasarkan prioritas.
c. Menyusun RPK
d. Melaksanakan Mini Lokakarya Bulanan
e. Melaksanakan Mini Lokakarya Tribulanan (Lintas Sektor)
f. Membuat data 10 penyakit terbanyak setiap bulan
g. Membuat dan mengirim laporan bulanan ke Kabupaten/Kota tepat
waktu
h. Membuat kartu inventaris barang dan menempatkan di masing-
masing ruangan

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 5


i. Melaksanakan up dating daftar inventaris alat
j. Memcatat penerimaan dan pengeluaran obat di setiap pelayanan
k. Membuat kartu stok untuk setiap jenis obat/bahan di gudang obat
secara rutin
l. Menerapkan FIFO dan FEFO
m. Membuat laporan penggunaan obat dipuskesmas
n. Ada catatan uang masuk-keluar dalam buku kas
o. Kepala puskesmas melakukan pemeriksaan keuangan secara
berkala
p. Ada daftar/catatan kepegawaian petugas
q. Membuat uraian tugas dan tanggung jawab semua petugas
r. Membuat rencana kerja bulanan petugas sesuai dengan tugas,
wewenang dan tanggung jawab
s. Ada penilaian DP3 tepat waktu

INDIKATOR UKM
I. UKM ESENSIAL :
1. Promkes
1) Melaksanakan orientasi promosi kesehatan bagi kader
2) Melaksanakan penyuluhan kelompok
3) Mendampingi pelaksanaan SMD dan MMD tentang Kesehatan
4) Melaksanakan advokasi kepada kepala desa tentang
pemanfaatan dana desa untuk UKBM
5) Melaksanakan kunjungan rumah sebagai intervensi Promosi
Kesehatan PIS-PK
6) Melaksanakan penggalangan dukungan ormas/kelompok
potensial dalam pelaksanaan GERMAS
2. Kesling
1) Penyehatan Air
2) Hygiene dan Sanitasi Makanan dan Minuman
3) Penyehatan tempat Pembuangan Sambah dan Limbah

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 6


4) Penyehatan Lingkungan pemukiman dan Jamban keluarga
5) Pengawasan Sanitasi Tempat – tempat Umum
6) Pengamanan Tempat Pengelola Pestisida
7) Kesehatan Kerja
8) Kesehatan Olahraga
3. KIA-KB
1) Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (K4)
2) Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (K4)
3) Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan Pelayanan
persalinan oleh tenaga kesehatan
4) Cakupan Pelayanan Ibu Nifas lengkap sesuai standar
5) Jumlah Desa Melaksanakan Kelas Ibu hamil
6) Cakupan Kunjungan Neonatus Pertama (KN 1)
7) Cakupan Neonatus dengan komplikasi yg ditangani
8) Cakupan Kunjungan bayi
9) Cakupan Pelayanan Anak Balita
10) Cakupan Pelayanan Kesehatan anak Balita Sakit yang
dilayani MTBS
11) Cakupan Peserta Didik kelas 1 yang mendapat penjaringan
Kesehatan
12) Jumlah Sekolah Dasar (SD/MI/SDLB) yang dilakukan
penjaringan kesehatan bagi peserta didik kelas 1
13) Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana
14) Cakupan KB Pasca Persalinan (Ibu menggunakan
kontrasepsi langsung sesudah melahirkan s/d 42 hari
sesudah melahirkan
4. GIZI
1) Presentase Bayi dengan berat badan lahir rendah (berat
badan < 2500gram)
2) Presentase Bayi yang baru lahir mendapat IMD

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 7


3) Presentase Bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat ASI
Ekslusif
4) Presentase Balita Kurus yang mendapat makanan tambahan
5) Presentase kasus balita gizi buruk yang mendapat
perawatan
6) Presentase Balita mempunyai buku KIA/KMS
7) Presentase Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang
mendapat makanan tambahan
8) Presentase ibu hamil anemia
9) Presentase Rumah Tangga mengonsumsi garam beryodium
10) Cakupan Pemberian Kapsul Vitamin A Balita, Bufas dan
Tablet Tambah Darah (TTD) Bumil dan Remaja Putri
(Rematri)
11) Pemantauan Pertumbuhan Balita
5. Pencegahan dan penanggulangan penyakit (P2M)
1) Penemuan penderita pneumonia balita
2) Pelayanan kesehatan orang dengan TBC
3) Pelayanan Imunisasi
4) SKD dan Respon KLB
5) Penderita kusta yang yang selesai berobat
6) Penderita DBD yang ditangani
7) Balita dengan diare yang ditangani
8) Kasus PMS dan HIV/AIDS yang di tangani
9) Kecacingan dan Filariasis
10) Kasus Hepatitis yang ditemukan dan ditangani
11) Kasus Typhoid yang ditemukan dan ditangani
12) Kasus Malaria yang ditemukan dan ditangani
13) Kasus Zoonosis yang diobati dan di tangani
6. PERKESMAS

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 8


1) Kegiatan Asuhan Keperawatan Penderita TB Paru Yang
Dibina
2) Kegiatan Asuhan Keperawatan Penderita Kusta Yang
Dibina
3) Kegiatan Asuhan Keperawatan pada Keluarga dengan Ibu
Hamil, Melahirkan,nifas resti, dengan kelainan yang dibina
4) Kegiatan Asuhan Keperawatan pada keluarga bayi resti
(pnemonia berat, BBLR ) yang dibina
5) Kegiatan Asuhan Keperawatan pada keluarga dengan
tetanus neonatorium yang dibina (optional)
6) Kegiatan Asuhan Keperawatan pada keluarga dengan anak
balita risti yang dibina
7) Kegiatan Asuhan Keperawatan pada keluarga dengan Usila
Risti Yang dibina
8) Kegiatan Asuhan Keperawatan pada keluarga dengan
Penyakit Menular resiko tinggi
9) Pembinaan keluarga yang punya kartu sehat/KIS/Miskin
10) Kegiatan Asuhan Keperawatan kelompok khusus yang
dibina
11) Kegiatan Asuhan Keperawatan Masyarakat yang di bina
12) Pemberdayaan dalam upaya kemandirian keluarga lepas
asuh
13) Pemberdayaan dalam upaya kemandirian kelompok lepas
asuh
II. UKM PENGEMBANGAN
1. Usila
Jumlah Lansia umur ≥ 60 tahun yang mendapat pelayanan
2. Kesehatan Indra
a) Penilaian ketajaman indera penglihatan dan pendengaran
pada murid kelas 1 dan kelas 7

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 9


b) Presentase jml pemeriksaan ketajaman penglihatan dan
pendengaran pada penduduk usia produktif
c) Presentase jml rujukan kasus katarak ke FKRTL
d) Presentase jml deteksi dini gangguan penglihatan pada balita

3. Kesehatan jiwa
a) Presentasi penderita gangguan jiwa berat yang mendapatkan
pengobatan sesuai standar
b) Presentase jml deteksi dini gangguan mental emosional pada
penduduk usia produktif
c) Presentase sekolah yang menyelenggarakan upaya
pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan
NAPZA
d) Presentase deteksi dini gangguan mental emosional dan
perilaku pada umur 4 - 10 tahun
e) Presentase deteksi dini gangguan mental emosional dan
perilaku pada umur 11 - 18 tahun
4. Kesehatan olahraga
a) Pembinaan Kebugaran anak SD
b) Kelompok Kesehatan Olah Raga di Masyarakat
5. Kesehatan gigi dan mulut
1) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut/ penjaringan di PAUD/TK
2) % Apras yang dijaring di PAUD/TK/Posyandu, dll
3) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut / penjaringandi SD/MI
4) Cakupan murid SD/MI yang diperiksa/dijaring Gigi dan Mulut
5) Cakupan murid SD/MI yang mendapatkan perawatan gigi dan mulut
6) % murid kelas 1 SD/MI yang dilakukan penjaringan
7) % SD/MI yang melaksanakan UKGS tahap III
8) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut/ penjaringan di SMP-
SMA/Mts-MA
9) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut / penjaringan di UKBM
termasuk posyandu (UKGM)

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 10


10) Index DMF-T kelompok umur 12 th
11) Index DMF-T seluruh kelompok usia
12) Prevalensi Karies semua kelompok usia
13) Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut
14) Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di SEKOLAH
15) Pelaksanaan Sikat Gigi Bersama di UKGM termasuk posyandu
16) % UKBM yang melaksanakan UKGM
6. Kestrad
1) Pendataan dan Pembinaan Penyehat Tradisional (Hatra)
2) Pembentukan Kelompok Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan
Akupressur
3) Pembinaan Kelompok Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan
Akupressur
4) Penyuluhan dan sosialisasi Kesehatan Tradisional
5) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional (Akupunktur,
Akupressur, Herbal, konseling asman)
7. Kesker
1) Pos UKK terbentuk
2) Menerapkan Program Kesehatan Kerja

Indikator layanan klinis meliputi :

1. Ruang Pendaftaran dan RM


1) Ketepatan dan kelengkapan identitas pasien
2) Waktu tunggu pendaftaran pasien dan penyediaan RM < 10
menit
3) Kepuasan pasien
2. Poli Pemeriksaan Umum
1) Kelengkapan assesment medis
2) Prosedur pengobatan sesuai SOP
3) Kepuasan Pasien
3. Runag Kesehatan Gigi dan Mulut

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 11


1) Kelengkapan informed consent setelah mendapatkan informasi
yang jelas
2) Kelengkapan odontogrom
3) Kepuasan Pasien
4. Ruang KIA/KB
1) Pelayanan ANC terpadu
2) Kepatuhan akseptor KB
3) Kepuasan pasien
5. Ruang Persalinan
1) Tidak terjadi kematian ibu karena persalinan
2) Persalinan APN
3) Kepuasan Pasien
6. Ruang Nifas
1) Konseling ASi Ekslusive
2) Konseling KB
3) Kepuasan pasien
7. UGD
1) Penggunaan APD
2) Kepatuhan hand hygiene
3) Kepuasan pasien
8. Ruang Rawat inap
1) Pelaksanaan pemberian obat tepat waktu
2) Kepuasan Pasien
9. Laboratorium
1) Penggunaan APD
2) Ketepatan pengambilan sampel
3) Kepuasan pasien
10. Konseling Gizi
1) Pemberian konseling gizi pasien rawat inap sesuai dengan
kondisi dan kebutuhan pasien

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 12


2) Kepuasan pasien
11. Konseling Sanitasi
1) Pemberian konseling sanitasi pasien berbasis lingkungan
2) Kepuasan pasien
12. Ruang Farmasi
1) Ketepatan pemberian obat
2) Pemberian informasi obat
3) Kepuasan pasien
3. Proses Pelayanan
a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat
b. Penyelenggaraan Pelayanan Klinis
B. Ruang Lingkup
Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan standar akreditasi
Puskesmas, yang meliputi : persyaratan umum sistem manajemen mutu,
tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya , proses pelayanan
yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat, yang
meliputi : upaya kesehatan esensial, upaya kesehatan pengembangan dan
Pelayanan Klinis
Dalam penyelenggaraan UKM dan pelayanan klinis memperhatikan
keselamatan sasaran /pasien dengan menerapkan manajemen risiko.
a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Esensial
1). Upaya Promosi Kesehatan
2). Upaya kesehatan Lingkungan
3). Upaya Kesehatan ibu & Anak serta KB
4). Upaya perbaikan Gizi masyarakat
5). Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit
6). Upaya perkesmas
b. Upaya kesehatan masyarakat pengembangan meliputi :
1). Upaya kesehatan jiwa
2). Upaya kesehatan gigi masyarakat

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 13


3). Upaya kesehatan tradisional komplementer
4). Upaya kesehatan olahraga
5). Upaya kesehatan indera
6). Upaya Kesehatan lansia
7). Upaya kesehatan kerja
c. Upaya kesehatan perorangan meliputi :
1). Unit pemeriksaan umum
2). Unit pemeriksaan gigi dan mulut
3). Unit pemeriksaan KIA/KB
4). Unit Gawat darurat
5). Unit layanan Gizi
6). Unit kamar bersalin
7). Unit ruang nifas
8). Unit rawat inap
9). Unit kefarmasian
10) Unit Laboratorium
C. Tujuan
Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi puskesmas dalam
membangun sistem manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan UKM
maupun untuk penyelenggaraan pelayanan klinis.

D. Landasan hukum dan acuan


1. Undang-undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan (Lembaran
Negara RI tahun 2009 no. 144, Tambahan lembaga Negara RI No.
5063);
2. Undang-undang RI No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 Tentang pusat
pelayanan Kesehatan masyarakat (Berita Negara Republik Indonesia
tahun 2014 No.1676)

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 14


4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.46 tahun 2015
Tentang akreditasi Puskesmas, klinik pratama, tempat praktik
mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter
5. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Nomor
430/182/KEP/DINKES/I/2017 tentang SPM Puskesmas Kabupaten
Enrekang;
Acuan yang digunakan dalam penyusunan Manual mutu ini adalah : Standar
Akreditasi Puskesmas.

E. Istilah dan defenisi (urutkan sesuai abjad)


1. Dokumen : surat yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai
bukti keterangan
2. Efektifitas:
3. Efisiensi: ketetapan cara dalam menjalankan sesuatu dengan baik dan
tepat ( tidak membuang waktu, tenaga dan biaya)
4. Kepuasan pelanggan: semua bentuk kepuasan yang dibuktikan melalui
survey dan kotak kepuasan pelanggan
5. Korektif:suatu tindakan yang diambil untuk menghilangkan akar masalah
dari suatu masalah sehingga masalah yang sama tidak terulang kembali
6. Kebijakan mutu :
7. Koreksi : upaya perbaikan atau pembetulan terhadap adanya suatu
kejadian atau hasil yang tidak sesuai
8. Pelanggan : semua yang berkunjung dan menggunakan fasilitas layanan
puskesmas
9. Koreksi :upaya perbaikan atau pembetulan terhadap adanya suatu
kejadian atau hasil yang tidak sesuai
10. Pedoman mutu :acuan penyelenggaraan sistem manajemen puskesmas
11. Proses :rangkaian tindakan, pembuatan atau pengolahan yang
menghasilkan produk
12. Perencanaan mutu : perencanaan yang dilakukan untuk mencapai mutu

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 15


13. Prasarana: segala sesuatu yang merupakan penunjang utama
terselenggaranya suatu proses yang sifatnya tidak bergerak seperti
gedung dll.
14. Rekaman :hasil dari suatu kegiatan
15. Sasaran mutu :indikator yang digunakan sebagai tolok ukur dalam
pelayanan puskesmas
16. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat di gunakan sebagai alat dan
bahan untuk mencapai maksud dan tujuan yang sifatnya bergerak seperti
kursi, meja, dan lain-lain
17. Tindakan preventif: tindakan yang dilakukan oleh pihak yang diberi
wewenang menentukan kebijakan sebelum pelanggaran terjadi

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 16


BAB II

SYSTEM MANAJEMEN MUTU DAN SISTEM PENYELENGGARAAN


PELAYANAN

A. Persyaratan umum
Puskesmas Anggeraja menetapkan, mendokumentasikan,
memelihara, sistem manajemen mutu sesuai dengan standar akreditasi
Puskesmas. Sistem ini disususn untuk memastikan telah diterapkannya
persyaratan pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaran pelayanan
kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya Puskesmas maupun
pelayanan klinis, yang meliputi kejelasan proses pelayanan dan interaksi
proses dalam penyelenggaraan pelayanan, kejelasan penanggung jawab,
penyediaan sumber daya,penyelenggaraan pelayanan itu sendiri mulai dari
perencanaan yang berdasar kebutuhan masyarakat/pelanggan, verifikasi
terhadap rencana yang disusun, pelaksanaan pelayanan, dan verifikasi
terhadap proses pelayanan dan hasil-hasil yang dicapai, monitoring dan
evaluasi serta upaya penyempurnaan yang berkesinambungan.
B. Pengendalian dokumen
Secara umum dokumen-dokumen dalam sistem manajemen mutu yang
disusun meliputi:
 Dokumen level 1: Kebijakan

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 17


Menjelaskan kebijakan manajemen dan ringkasan bagaimana
Puskesmas Anggeraja menerapkan sistem manajemen mutu
berdasarkan standar akreditasi. Pedoman Mutu menjadi referensi dari
prosedur-prosedur yang berlaku di Puskesmas Anggeraja.
 Dokumen level 2 : pedoman/manual
Adalah dokumen yang memberi informasi yang konsisten ke dalam
maupun keluar tentang system menajemen mutu. Manual mutu
disusun, ditetapkan, dan dipelihara oleh organisasi.
 Dokumen level 3: Standar Operasional Prosedur
Menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan suatu aktifitas. Tujuan
utama penyusunan SOP ini agar berbagai proses kerja rutin terlaksana
dengan efisien, efektif, konsisten/ seragam dan aman, dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan melalui pemenuhan standar yang
berlaku.
 Dokumen level 4: rekaman-rekaman sebagai catatan sebab akibat
pelaksanaan kebijakan, pedoman, dan prosedur.
Adalah dokumen yang menjadi bukti objektif dari kegiatan yang
dilakukan atau hasil yang dicapai sesuai kegiatan yang direncanakan.
C. Pengendalian rekaman implementasi
 Menetapkan SOP terdokumentasi
 Mendefinisikan pengendalian yang diperlukan untuk:
- Identifikasi
- Penyimpanan
- Perlindungan
- Pengambilan
- Lama simpan
- Pemusnahan

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 18


BAB III

TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

A. Komitmen manajemen
Kepala Puskesmas, penanggung jawab manajemen mutu,
penanggung jawab upaya, penanggungjawab pelayanan klinis, dan seluruh
staf Puskesmas bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan
yang ada pada manual mutu ini.
B. Fokus pada sasaran/pasien
Pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas dilakukan dengan
berfokus pada masyarakat. Masyarkat dilibatkan mulai dari identifikasi
kebutuhan dan harapan pelanggan, perencanaan penyelenggaraan upaya
Puskesmas dan pelayanan klinis, pelaksanaan pelayanan, monitoring dan
evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.
C. Kebijakan mutu
Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan
yang berfokus pada pelanggan, memperhatiakn keselamatan masyarakat, dan
melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan. Kebijakan mutu dituangkan
dalam surat keputusan Kepala Puskesmas yang meliputi kebijakan mutu
pelayanan klinis dan kebijakan mutu pelayanan UKM.

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 19


D. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan pencapaian Sasaran
Kinerja/Mutu
Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar
pelayanan minimal yang meliputi indicator-indikator pelayanan klinis,
indikator penyelenggaraan upaya Puskesmas. Perencanaan disusun
dengan memperhatiakn kebutuhan dan harapan masyarakat, hak dan
kewajiban masyarakat, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang
ditetapkan.
Perencanaan mutu Puskesmas dan keselamatan pasien berisi
program-program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi:
1. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP.
2. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien.
3. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas.
4. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga.
5. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien.
6. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium.
7. Peningkatan mutu pelayanan obat.
8. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan
pasien.

E. Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi


Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi (jelaskan tanggung
jawab dan wewenang mulai dari Kepala, wakil manajemen mutu/penanggung
jawab mutu, penanggung jawab UKM, tanggung jawab pelayanan klinis, dan
seluruh karyawan dalam peningkatan mutu, dapat dilihat pada lampiran 11
(halaman… )
F. Wakil manajemen mutu/penanggung jawab manajemen mutu
Kepala Puskesmas menunjuk seorang wakil manajemen mutu yang
bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Puskesmas

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 20


 Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan,
dan dipelihara
 Melaporkan kepada manajemen kinerja dari sistem manajemen mutu
dan kinerja pelayanan
 Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan
harapan sasaran/pasien
G. Komunikasi internal
Komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop (mini
lokakarya), pertemuan, diskusi, email, sms, memo dan media lain yang tepat
untuk melakukan komunikasi.

BAB IV

TINJAUAN MANAJEMEN

A. PERTEMUAN TINJAUAN MANAJEMEN


Pertemuan tinjauan manajemen adalah pertemuan yang dilakukan oleh
manajemen secara periodic untuk meninjau kinerja system manajemen mutu
dan kinerja pelayanan/ penyelenggaraan kegiatan puskesmas / FKTP untuk
memastikan kelanjutan, kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas dari system
manajemen mutu dan system pelayanan /penyelenggaraan kegiatan UKM
maupun UKP.
Pertemuan tinjauan manajemen dipimpin oleh penanggung jawab mutu.
Pertemuan tinjauan manajemen mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Dilakukan secara berkala pertemuan tinjauan manajemen sebaiknya
dilakukan paling sedikit dua kali setahun. Pertemuan ini menggunakan
forum lokakarya mini yang dilaksanakan tiap semester yang merupakan
forum untuk evaluasi kinerja semester.
2. Direncanakan dengan baik. Sebelum menyelenggarakan pertemuan
tinjauan manajemen, penanggung jawab mutu membahas dengan kepala
puskesmas rencana untuk menyelenggarakan pertemuan tinjauan

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 21


manajemen. Dalam pembahasan dengan kepala puskesmas didiskusikan
tentang tujuan, waktu, jadwal penyelenggaraan, agenda, input
tinjauan,proses tinjauan, dan luaran yang diharapkan.
3. Didokumentasikan dengan baik. Kegiatan pertemuan tinjauan manajemen
harus didokumentasikan dengan baik, mulai dari undangan pertemuan,
daftar hadir, agenda pertemuan, proses tinjauan, notulen pelaksanaan
pertemuan, dan rekomendasi hasil pertemuan.
4. Mengevaluasi efektivitas penerapan system manajemen mutu dan
dampaknya pada mutu/kinerja.
5. Mengevaluasi efektifitas system pelayanan UKP dan penyelenggaraan
kegiatan UKM
6. Membahas perubahan yang perlu dilakukan. Pembahasan dalam
pertemuan tinjauan manajemen menghasilkan rekomendasi-rekomendasi
untuk melakukan perubahan yang mengarah pada perbaikan. Perubahan
dapat berupa perbaikan system pelayanan, system manajemen mutu,
system manajemen, kebijakan, dan prosedur.
7. Hasil pertemuan harus ditindaklanjuti. Berdasarkan rekomendasi yang
dihasilkan dalam pertemuan tinjauan manajemen, direncanakan kegiatan
tindak lanjut.
8. Pelaksanaan tindak lanjut harus dipantau. Ketua tim mutu bersama dengan
tim mutu mempunyai kewajiban untuk memantau tindak lanjut terhadap
rekomendasi tinjauan manajemen.
9. Pihak manajemen dan pelaksana yang terkait diundang dalam pertemuan
10. Pertemuan diawali dengan pembahasan hasil dan tindak lanjut pertemuan
tinjauan manajemen sebelumnya.
11. Dilaksanakan dengan agenda yang jelas. Agenda pertemuan tinjauan
manajemen harus di susun oleh penanggung jawab manajemen mutu.
12. Menghasilkan luaran. Rencana perbaikan, rencana peningkatan kepuasan

pelanggan, rencana pemenuhan sumber daya, rencana perubahan-

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 22


perubahan untuk mengakomodasi persyaratan yang diminnta oleh

pelanggan/ pengguna.

B. TUJUAN PERTEMUAN TINJAUAN MANAJEMEN


TUJUAN UMUM:
Pertemuan tinjauan manajemen bertujuan untuk memastikan terselenggaranya
pelayanan kesehatan yang bermutu melalui pembahasan permasalahan-
permasalahan yang terkait dengan operasional FKTP secara bersama,
melibatkan seluruh pegawai dan dilaksanakan secara berkesinambungan.
TUJUAN KHUSUS
1. Terlaksananya pertemuan tinjauan manajemen mutu di FKTP sesuai
dengan persyaratan yang berlaku
2. Terbitnya kesepakatan tindak lanjut dari proses-proses terkait implementasi
system manajemen mutu
3. Tersedianya kriteria untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan
4. Teridentifikasinya peluang yang cukup untuk melakukan perbaikan terus
menerus (continuous improvement)
C. AGENDA PERTEMUAN TINJAUAN MANAJEMEN
Pertemuan tinjauan manajemen dipimpin oleh ketua tim mutu dengan agenda
sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh ketua tim mutu
pada pembukaan pertemuan tinjauan manajemen, penanggung jawab
mutu menyampaikan tujuan dan agenda pertemuan tinjauan manajemen.
2. Pengarahan oleh kepala puskesmas
Kepala puskesmas diberi kesempatan untuk memberikan arahan pada
pertemuan tinjauan manajemen untuk menyampaikan prioritas
permasalahan yang perlu dibahas dan prioritas perbaikan yang akan
dilakukan oleh puskesmas
3. Pembahasan hasil pertemuan tinjauan manajemen yang lalu

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 23


Hasil pertemuan tinjauan manajemen yang lalu, rekomendasi, tindak
lanjut, dan hasil-hasil yang sudah dicapai, serta hambatan dalam
pelaksanaan tindak lanjut harus dibahas. Tjndak lanjut yang belum dapat
diselesaikan perlu dibahas untuk mengatasi hambatan yang ada.
4. Pembahasan hasil audit internal
Hasil audit internal terutama yang dapat diselesaikan perlu dibahas pada
pertemuan tinjauan manajemen untuk dapat ditindaklanjuti.
5. Pembahasan umpan balik/keluhan masyarakat.
Umpan balik keluhan masyarakat, upaya menanggapi umpan balik juga
harus dibahas dalam pertemuan tinjauan manajemen.
6. Pembahasan hasil penilaian kinerja.
Hasil survey keluhan masyarakat perlu disampaikan, untuk ditindaklanjuti
dalam upaya memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
7. Pembahasan hasil penilaian kinerja.
Pertemuan tinjauan manajemen membahas capaian kinerja selama satu
semester, untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan kegiatan satu
semester mendatang. Perubahan srategi dalam mencapai target kinerja
dapat dibahas dalam pertemuan.
8. Masalah-masalah operasional yang terkait dengan system manajemen
mutu, dan pelayanan UKM dan UKP.
9. Rekomendasi untuk perbaikan. Keseluruhan pembahasan yang dilakukan
dalam pertemuan tinjauan manajemen menghasilkan rekomendasi untuk
ditindak lanjuti.
10. Rencana perbaikan /perubahan yang perlu dilakukan
Berdasarkan rekomndasi disusun rencana perbaikan berupa kegiatan-
kegiatan yang akan dilakukan
11. Penutup.
Ketua tim mutu menutup pertemuan dengan membacakan kesimpulan
dan rekomendasi.
D. MASUKAN (INPUT) PERTEMUAN TINJAUAN MANAJEMEN

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 24


Masukan yang akan dibahas dalam pertemuan tinjauan manajemen antara lain
adalah:
1. Hasil audit internal
Auditor internal menyampaikan laporan audit internal, dan menyampaikan
hasil –hasil audit intenal terutama temuan-temuan yang belum dapat di
selasaikan
2. Umpan balik yang disampaikan oleh masyarakat
Umpan balik keluhan masyarakat yang diperoleh antara lain dari kotak
saran, keluhan yang disampaikan, hasil temu kader, dan mekanisme lain,
di bahas untuk dilakukan tindak lanjut perbaikan
3. Kinerja pelayanan, baik kenerja hasil maupun kinerja proses
Capaian kinerja dibahas pada pertemuan untuk menindaklanjuti kinerja
yang belum mencapai target yang diharapkan
4. Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
Tindakan perbaikan maupun pencegahan yang telah dilakukan juga perlu
dibahas baik hasil-hasil yang telah dicapai maupun yang belum tercapai
untuk dapat dilakukan penyelesaian
5. Tindak lanjut terhadap hasil tinjauan manajemen yang lalu
Hasil tinjauan manajemen yang lalu di bahas untuk mengetahui
pelaksanaan tindak lanjut terhadap rekomendasi pertemuan tinjauan
manajemen yang lalu. Hambatan dibahas untuk dilakukan upaya
mengatasi hambatan dalam menindaklanjuti rekomendasi yang lalu.
6. Kebijakan mutu dan kebijakan pelayanan UKP dan kebijakan
penyelenggaraan kegiatan UKM.
Berdasarkan pembahasan pada pertemuan tinjauan manajemen, kebijakan
mutu dan kebijakan pelayanan dapat diubah dalam upaya perbaikan
kinerja
7. Perubahan yang perlu dilakukan terhadap sistem manajemen mutu/sistem
pelayanan UKP

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 25


Berdasarkan pembahasan dalam pertemuan, perubahan juga dapat
dilakukan baik pada system manajemen mutu, system pelayanan UKP,
system manajemen dan system penyelenggaraan UKM.
E. Hasil (Luaran) Pertemuan tinjauan Manajemen
Hasil yang diharapkan dari tinjauan manajemen adalah peningkatan
efektifitas sistem manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan
persyaratan pelanggan, dan identifikasi perubahan-perubahan, termasuk
penyediaan sumber daya yang perlu dilakukan untuk melanjutkan tindak
lanjut.
F. Langkah-langkah Persiapan dan Pelaksanaan Pertemuan Tinjauan
Manajemen
Langkah-langkah persiapan dan pelaksanaan pertemuan Tinjauan Manajemen
perlu dituangkan dalam stndar operasional prosedur, yang memuat antara lain
tahapan sebagai berikut :
1. Ketua tim mutu bersama dengan Kepala Puskesmas menyiapkan
pertemuan tinjauan manajemen : rencana waktu, tempat, agenda, dan
siapa saja yang diundang dalam pertemuan
2. Ketua tim mutu mengundang peserta pertemuan
Kepala Puskesmas dan para penanggung jawab/coordinator, dan
pelaksana adalah peserta yang harus diundang dalam pertemuan tinjauan
manajemen
3. Ketua tim mutu meminpin pertemuan sesuia dengan agenda yang disusun.
Pertemuan diawali dengan pembukaan oleh Penggung jawab mutu,
dilanjutkan arahan oleh Kepala Puskesmas, untuk seterusnya dilaksanakan
sesuai dengan agenda yang disusun.
4. Ketua tim mutu memberikan simpulan, rekomendasi, dan garis besar
rencana tindak lanjut yang akan dilakukan termasuk batasan waktu untuk
melaksanakan tindak lanjut.

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 26


5. Ketua tim mutu melakukan pemantauan perbaikan setelah pertemuan
tinjauan manajemen. Tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil pertemuan
tinjauan manajemen dipantau oleh penanggung jawab mutu.
Dengan memperhatikan langkah-langkah pelaksanaan pertemuan tinjauan
manajemen, ketua tim mutu mempunyai peran penting dalam persiapan,
pelaksanaan yang terdiri dari : Undangan, daftar hadir, dan notulen rapat,
agenda pertemuan, materi tinjauan, dan rencana tindak lanjut.

BAB V

MANAJEMEN SUMBER DAYA

A. Penyediaan sumber daya


Kepala Puskesmas berkewajiban menyediakan sumber daya yang
dibutuhkan untuk penyelenggaraan pelayanan di Puskesmas. Penyediaan
sumber daya meliputi : baik untuk penyelenggaraan UKM maupun pelayanan
klinis.
B. Manajemen sumber daya manusia
Penyediaan sumber daya manusia, proses rekrutmen,proses kredensial,
proses pelatihan dan peningkatan kometensi.
C. Infrastruktur

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 27


Bentuk pengelolaan prasarana disini mencakup kegiatan penetapan
penyediaan dan pemeliharaan terhadap seluruh prasarana atau seluruh
fasilitas yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian pada persyaratan jasa
yang ditetapkan pelanggan.

Prasarana yang disediakan Puskesmas Anggeraja dalam kegiatan


rasionalnya mencakup:

 Kantor/ruang administrasi, ruangan pemeriksaan umum, ruang


pemeriksaan KIA, ruang pemeriksaan gigi/mulut, ruang
laboratorium, ruang farmasi, ruang pendaftaran, ruang gudang
obat, ruang gizi, ruang bersalin, ruang rawat inap, unit gawat
darurat (UGD), ambulance, dan sarana pendukungnya.

 Peralatan proses dan peralatan pendukungnya (baik perangkat


keras maupun lunak)

 Sarana komunikasi dan transportasi.

D. Lingkungan kerja
Puskesmas Anggeraja menetapkan dan menyediakan lingkungan
kerja yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian pada persyaratan jasa yang
ditetapkan, termasuk dalam kategori ini adalah lingkungan kerja kantor,
ruangan-ruangan dan daerah sekitar lingkungan internal kantor dan eksternal
sekitar.
E. Sumber Dana
Sumber dana JKN dan BOK

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 28


BAB VI

PENYELENGGARAAN PELAYANAN
A. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
1. Perencanaan UKM, akses dan pengukuran kinerja
2. Proses yang berhubungan dengan sasaran :
a. Penetapan persyaratan sasaran
b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran
c. Komunikasi dengan sasaran
3. Pembelian pihak pertama
4. Penyelenggaraan UKM
a. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya
b. Validasi proses penyelenggaraan upaya

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 29


c. Identifikasi dan mampu telusur
d. Hak dan kewajiban sasaran
e. Pemeliharaan barang milik masyarakat (jika ada)
f. Manajemen risiko dan keselamatan
5. Pengukuran, analisis dan penyempurnaan Sasaran Kinerja UKM:
a. Umum
b. Pemantauan dan pengukuran
1) Kepuasan masyarakat
2) Audit data
3) Pemantauan dan pengukuran proses
4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan
c. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
d. Analisis data
e. Peningkatan berkelanjutan
f. Tindakan korektif
g. Tindakan preventif
B. Pelayanan klinis (Upaya Kesehatan Perseorangan):
a. Perencanaan Pelayanan Klinis
b. Proses yang berhubungan dengan masyarakat
c. Pembelian/pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis:
1) Proses pembelian
2) Verifikasi barang yang dibeli
3) Kontrak dengan pihak ketiga
d. Penyelenggaraan pelayanan klinis:
1) Pengendalian proses pelayanan klinis
2) Validasi proses pelayanan
3) Identifikasi dan ketelusuran
4) Hak dan kewajiban pasien
5) Pemeliharaan barang milik pasien (specimen, rekam medis,dsb)
6) Manajemen risiko dan keselamatan pasien

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 30


e. Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan pasien:
a. Penilaian indicator kinerja klinis
b. Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien
c. Pelaporan insiden keselamatan pasien
d. Analisis dan tindak lanjut
e. Penerapan manajemen risiko
f. Pengukuran, analisis, dan penyempurnaan:
1) Umum
2) Pemantauan dengan pengukuran:
a) Kepuasan pasien
b) Audit internal
c) Pemantauan dan pengukuran proses,kinerja
d) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan
3) Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
4) Analisis data
5) Peningkatan berkelanjutan
6) Tindakan korektif
7) Tindakan preventif

BAB VII

PENUTUP

Demikian manual mutu dibuat dan telah disahkan oleh Kepala


Puskesmas Anggeraja untuk dijadikan acuan dalam bertindak dan mengambil
keputusan dalam rangka menjalankan sistem serta tugas dan tanggung jawab
masing-masing sesuai dengan kapasitas dan wewenang yang telah diberikan.

Bagi kami, apabila Puskesmas Anggeraja lolos dalam Penilaian


Akreditasi dan mendapat Sertifikasi Akreditasi, bukan merupakan hasil akhir dari
proses implementasi mutu, tetapi merupakan awal dari penerapan kualitas secara
sistematis dan terorganisir karena Total Sistem Mutu terdiri dari aspek

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 31


pelaksanaan implementasi sistem kualitas dan peningkatan kualitas secara terus
menerus

Harapan kami komitmen yang sudah terbentuk tetap terjaga dan tetap
kokoh sehingga improvement learning selalu berjalan untuk memenuhi tuntutan
konsumen global.

Visi Puskesmas Anggeraja :

“Terwujudnya Puskesmas Anggeraja Sebagai

Pusat Pelayana Kesahatan Yang Prima Bermutu

Dan Terjangkau Munuju kecamatan Anggeraja

Sehat 2022”

Misi Puskesmas Anggeraja adalah :

1. Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi

SDM dalam peningkatan pelayanan kesehatan

secara berkelanjutan

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 32


2. Mengembangan sarana dan mutu pelayanan

sesuai kebutuhan masyarakat

3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk

berperilaku hidup bersih dan sehat

4. Mengembangakn system informasi manajemen

kesehatan yang profesional

Struktur organisasi

Struktur organisasi Puskesmas Anggeraja dapat

dilihat pada lampiran 1 (halaman 1)

Motto Puskesmas Anggeraja

“ SEBAGAI MITRA MASYARAKAT, SIPAKARIORIO

MENUJU SEHAT”

Tata nilai : SIPAKARIORIO

S : Solid

I : Ikhlas

P : Profesional

A : Apresiatif

K : Kreatif

A : Amanah

R : Ramah

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 33


I : Inisiatif

O : Objektif

R : Responsif

I : Inovatif

O : Optimis, dengan mengaplikasikan nilai


Budaya : 6 S

1) . S : senyum

2) . S : salam

3) . S : sapa

4) . S : sentuh

5) . S : sopan

6) . S : santun, dan DISIPLIN

D : Datang tepat waktu

I : Isi dafta hadir

S : Siap melaksanakan tugas

I : Ingat berdoa sebelum bekerja

P : Patuh pada aturan dan tata tertib

L : Laporkan hasil kerja pada atasan

I : Instruksi segera dilakukan

N : Norma – norma jangan dilanggar

Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 34


Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 35
Manual Mutu Puskesmas Anggeraja 2018 36