Anda di halaman 1dari 4

Sumber : buku Histologi Dasar Junqueira: Teks & Atlas karya Anthony mescher

JARINGAN EPITEL

ASAL EPITEL

1.Jaringan epitel berasal dari

ektoderm (melapisi bagian luar tubuh)

o kulit, mulut, hidung, anus

endoderm (membatasi organ)

o system pernafasan, saluran pencernaan, kelenjar pencernaan

mesoderm (membatasi rongga tubuh).

o endotel pelapis pembuluh darah, ginjal

pada umumnya mesoderm ini akan menjadi jaringan pengikat atau otot

Epitel yang berbentuk membran dan berasal dari mesoderm ada dua macam yaitu :

1. Endothelium
Endotel merupakan susunan sel-sel yang membatasi permukaan dalam pembuluh darah, jantung dan
pembuluh limfe.
2. Mesothelium
Mesotel merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang menutupi
beberapa organ tertentu seperti yang melapisi peritoneum, pleura, dan pericardium.

LETAK EPITEL
Epitel terdapat baik di luar (kulit) maupun bagian rongga tubuh. Lapisan terluar kulit terdiri
dari epitel pipih berlapis dan sel epitel keratin.

Jaringan yang melapisi bagian dalam mulut, kerongkongan, dan bagian rektum terdiri dari
epitel pipih berlapis yang mukosanya tidak berkeratin.

Permukaan lain yang memisahkan rongga tubuh dari lingkungan luar dilapisi oleh epitel
pipih selapis atau epitel transisi.
Sumber : dasar-dasar histologi karya Judith ramaley

Nutrisi Jaringan Epitel

Pada umumnya jaringan epitel tidak memiliki pembuluh darah sehingga nutrisi untuk sel-sel
didapatkan dengan cara tidak langsung. Nutrisi dan O2 yang berasal dari kapiler pada jaringan
pengikat di bawah epitel harus lebih dulu menembus membrana basalis, selanjutnya nutrisi akan
menyebar ke seluruh bagian epitel dengan cara difusi melalui substasi interseluler.

Jenis hubungan antar sel epitel


Hubungan antar sel biasanya disebut adesi. Adesi adalah modifikasi permukaan sel
sehingga sel dapat melakukan hubungan dengan sekitarnya untuk dapat bertahan hidup.
Hubungan antar sel dibagi menjadi 4, yaitu :

Desmosom
Desmosome atau macula adhaerens biasanya berbentuk bulat atau oval. Hubungan tersebut
memberikan kesan bahwa dua sel yang berdekatan tersebut menempel satu sama lain. Bila jumlah
desmosome berkurang, maka sel-sel tersebut mudah terlepas seperti pada kelainan kulit tertentu.

Bentuk ini banyak dijumpai pada epitel berlapis yang banyak mengalami tekanan, seperti pada
epidermis dan cervix, sel epitel leher Rahim. Hubungan ini melibatkan filamen aktin
(mikrofilamen) yang berada di sitoskeleton.

Adherens Junction
Hubungan ini sama saja dengan desmosom. Hanya saja, adheren junction melibatkan
filamen intermediet yang ada di sitoskeleton. Filamen intermediet adalah bagian dari
sitoskeleton yang memiliki diameter 8-12 nm lebih besar dari mikrofilamen.

Tight junction
Tight junction adalah hubungan antar sel yang sangat erat sehingga terjadi kontak
langsung antar kedua membran. Hubungan ini dihubungan oleh protein kompleks yang
terdapat di masing-masing membran sel. Contoh tight junction terdapat pada sel epitel
usus.

Gap Junction
Gap junction merupakan hubungan interseluler yang mempunyai kategori hubungan komunikasi
antar sel. Gap junction tersusun oleh molekul-molekul protein yang menonjol dari membrane sel
membentuk suatu struktur yang membatasi saluran yang dinamakan connexon. Connexon ini diduga
menghubungkan antara dua sel yang berdampingan melalui isi yang mengalir di dalamnya. Connexon
ini berukuran separuh dari panjang saluran yang dibentuk. Kedua connexon tersebut bertemu
sedemikian rupa sehingga antara dua membran sel yang berhadapan dipisahkan oleh celah (gap)
sebesar 2-4 nm. Saluran dalam gap junction dapat mengalirkan molekul-molekul yang larut dalam air
antara sel-sel yang berdekatan, sehingga gap junction dapat dikatakan menghubungkan sel-sel secara
metabolisme dan listrik.
Modul upi : struktur tubuh dan gerak pada makhluk
hidup karya wildan yatim
Klasifikasi jaringan epitel :
Jaringan epitel digolongkan menjadi 2 golongan utama menurut struktur dan fungsinya :
1. epitel penutup
jaringan yang sel2nya tersusun dalam lapisan seperti membrane yang melapisi rongga
tubuh
pengelompokan berdasarkan jumlah lapisan sel dan morfologinya:
A. epitel selapis pipih
terdiri dari selapis sel yang bentuknya pipih. Terdapat pada alveoli, paru2,
glomerulus ginjal, jantung dan pada bagian tubuh yang terlindung dan jarang
mengalami pergesekan yang kuat.
B. Epitel selapis kubus
Terdiri dari selapis yang berbentuk kubus, terdapat pada saluran ginjal,
kelenjar pernafasan.
C. Epitel selapis silindris
Terdiri dari selapis yang berbentuk silindrisdengan inti sel terletak agak ke
basal, terdapat pada usus, empedu.
D. Epitel berlapis pipih
sel jaringan epitel pipih berlapis (kompleks) tersusun sangat rapat dan epitel
paling luar berbentuk pipih dan lapisan paling dalam berbentuk kubus atau
silindris. Rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, dan rongga
hidung banyak tersusun oleh jaringan ini.
E. Berlapis kubus
Sel2nya terdiri dari 1-2 lapisan dan berbentuk kubus. Terdapat pada kelenjar
keringat, folikel ovarium.
F. Berlapis silindris
Selnya berlapis-lapis dan sel paling atas berbentuk silindris. Terdapat di
saluran uretra, kelenjar mamae wanita
G. Transisional
Selnya berlapis-lapis dan sel paling atas berbentuk bulat dan besar, bila
direnggangkan sel tsb tdk robek dan menjadi pipih. Terdapat pada kandung
kemih

H. Berlapis semu
Sel epitelnya satu lapis dan semuanya melekat pada membrana basalis tapi
hanya sebagian sel yang mencapai permukaan. Terdapat pada saluran kemih
pria, tuba eustachius.

2. Epitel kelenjar

Epitel kelenjar dibentuk oleh sel-sel yang khusus untuk bersekresi. Sel-sel epitel kelenjar dapat mensintesis,
menyimpan dan mensekresi protein. Epitel yang membentuk kelenjar tubuh dapat digolongkan menurut berbagai
kriteria.

1. Kelenjar Eksokrin

1. Memiliki bagian sekresi yang mengandung sel yang khusus untuk sekresi.
2. Memiliki duktus yang mengangkut sekret ke luar dari kelenjar.
3. Duktus yang dimiliki dapat sederhana (tidak bercabang) atau majemuk (dengan 2 atau lebih cabang).
4. Sekresi masuk ke sistem duktus.
5. Bagian sekretorik dapat tubular (dapat pendek atau panjang dan bergelung ) atau asinar (bundar atau
globular).
6. Setiap jenis bagian sekretorik dapat bercabang.
7. Kelenjar majemuk dapat mempunyai bagian sekretorik tubular, asinar atau tubuloasinar.
8. Dapat bersifat uniselular atau multiselular.

Kelenjar eksokrin juga dapat diklasifikasikan secara fungsional berdasarkan cara pengeluaran produk sekretorik
dari sel , yaitu :

a. Sekresi merokrin (terkadang disebut “ekrin")


Melibatkan eksositosis tipikal protein atau glikoprotein. Sekresi ini adalah modalitas sekresi yang paling banyak
dan sering ditemukan. Misalnya: pankreas, yang mengeluarkan sekretnya tanpa kehilangan sel.

b. Sekresi holokrin
Melibatkan pengisian sel dengan produk sekretorik yang kemudian sel menjadi rusak dan terlepas. Hal ini
tampak jelas pada kelenjar sebasea kulit yang mengeluarkan sekret dengan komponen selnya.

2. Kelenjar Endokrin

1. Tidak memiliki duktus.


2. Memiliki banyak vaskularisasi.
3. Produk sekretoriknya masuk ke aliran darah (kapiler) untuk disebarkan ke seluruh tubuh.
4. Kelenjar endokrin dapat berupa sel-sel tunggal (kelenjar uniselular) seperti pada organ-organ
pencernaan sebagai enteroendokrin.
5. Kelenjar endokrin dapat dijumpai pada kelenjar campuran seperti pada pankreas dan organ reproduksi
pria dan wanita.