Anda di halaman 1dari 4

PERGAULAN GADO-GADO

Adegan 1

Mc memanggi. Seluruh pemain masuk (diiringi musik) selanjutnya ambil posisi duduk
sebagian di kiri dan sebagian di kanan, sebagian berdiri.

Isteri : He Penonton! Buah pinang kulit serabut/ manis-manis kue bidara/ duduk
tenang jangan ribut/ orang sukses mau bicara…. Saya sama bapak anak-anak ini keluarga
sukses. Nama saya Titin Kartini, ini suami saya Bejo. Disingkat jadi TeKaBe. Kayak nama
partai!
Suami : Partai itu PeKaBe!
Isteri : Anak saya namanya Kartimun. Anak saya cantiknya luar biasa. Ya Pak yah?
Duh tuh anak luar biasa. Sering juara. di kelas peringkatnya nomor sepatu. Pada saat teman-
teman belum pada datang, juga paling cantik di kelas. Saking cantiknya, banyak yang ngejar-
ngejar: anak-anak cowo, bahkan gurunya. Eh, orang kantin juga ngejar-ngejar sampe ke
rumah! Heh tuh anak mujur bener nasibnya. Iya kan pak?
Suami : Iyah…
Isteri : Kata guru olahraganya, Pak Lasiran, anak saya juara untuk bidang lompat
pagar. Setiap hari ga pernah alpa, sekolah terus. Minggu kegiatannya ekskul, ekskul musik:
Piano. Kemana-mana juga dia suka bawa piano. Tanggal merah dia sekolah terus. Si
Kartimun, walaupun ga diberi uang jajan tetep bias jajan. Soal cari duit tuh anak pinter
banget. Padahal ga bawa duit, masuk pasar eh pulang bawa sayuran. Yah pak yah!
Isteri : (kesal) Begini yah Bu. Hari ini kita mau makan apa yah?
Isteri : Cita-citanya… cita-citanya apa pak?
Suami : (sinis) pilot
Isteri : Iya pilot. Disekitar sini kan belum ada orang yang cita-citanya pilot. Emang
sih teman-temannya bercita-cita pengan jadi pemulung. Pemulung itu bukan cita-cita, nasib…
Suami : Bu, pelan-pelan. Bapak juga pemulung.
Isteri : walaupun pemulung tapi kan bapak bukan pemulung biasa. Kalau bapak kan
spesialis pemulung sandal di masjid.
Teater 15pas mempersembahkan: Pergaulan Gado-gado
Orang 1,2,3 : (masuk) Kartimun… Kartimun.. Kartimun. (Nyanyi) Kartimun, kangkung
kacang kol 2x . Terong-terong ! Hejahe-jahe, Kartimun, Cabe, Kangkung toge… 3x . Bapak-
Ibu, apakah Kartimun ada dirumah? Kami ingin ngajak belajar bersama
Isteri : Kartimun, anakku cantik luar biasa, tidak ada dirumah. Dia sedang menuntut
ilmu, gunamencapai cita-cita masa depan agar brguna bagi nusa, bangsa, dan agama.
(Nyanyi) Indonesia tanah airku! Merah darahku! Merah punggungku, merah bibirku…..
Suami : Bu bukan begitu. (Nyanyi) Indonesia tanah air beta…..
Isteri : Cukup, pak.
Orang 1,2,3 : Tapi, bu, sekolah kan diliburkan. Guru-gurunya rapat. Bener bu!
Isteri : Ahhh kalian ini. Bo-ing banget. Hari gini sekolah gurunya rapat, gak
mungkiiiiiiin.
Orang 1,2,3 : Begini loh Bu, Kartimun dalam beberapa hari ini tidak masuk sekolah. Biar
tidak tertinggal pelajaran, kami mau mengajaknya belajar bersama.
Suami : Bu…
Isteri : Ahhh, pergi-pergi kalian. Tadi anakku berangkat kok. Kami juga mau ke
arisan! Ayo Pak!
Out

Adegan 2
Orang 4, 5 dan 6 adalah para siswa yang selain rajin sekolah juga rajin usaha, ada yang
jual Koran ada pula yang jualan makanan. Masing-masing membawa dagangannya. Di
suatu tempat…
Orang 4 : Moy, nanti lulus SMA kamu mau kuliah ke mana?
Orang 5 : Mau masuk ke UNTER
Orang 6 : UNTAR kali…
Orang 5 : UNTER Universitas Terkenal
Orang 4 : Aku mau masuk UGD, Universitas Gawat Darurat. Kamu mau kemana?
Orang 6 : Aku mau masuk fakultas kedodoran, eh kedokteran gigi. Spesialis gigi taring.
Orang 5 : (memandang ke satu arah) Eh, ada teman kita tuh, malu, ngumpet yuk …..
Orang 4 : Jangan

Teater 15pas mempersembahkan: Pergaulan Gado-gado

Orang 6 : Gak usah malu. Kita kan jualan untuk biaya sekolah.
Orang 4 : Kita kann tidak melakukan kesalahan.
Orang 5 : Yasudah. Kamu yang hadapi duluan.
Orang 1,2,3 : (masuk) Hai Kawan-kawan…. Ngapain kalian disini?
Orang 4,5,6 : Jualan dong
Orang 1,2,3 : Bagus….. Bagaimana laku dagangannya?
Orang 4,5,6 : Alhamdulillah…
Orang 1,2,3 : Kalian lihat Kartimun gak?
Orang 4,5,6 : Nggak tuh?
Orang 4 : (mengingat) Tapi… Ah… Mudah-mudahan bukan
Orang 1 : Maksudmu?
Orang 4 : (ragu) Cuma mirip kali… Aku melihat orang mirip Kartimun digandeng
cowok, jalan, lalu naik taksi kearah kota. Tapi mudah-mudahan bukan Kartimun.
Orang 5 : Aku juga pernah lihat dia turun dari sedan, dandanannya menor.
Orang 5,6 : Memangnya ada apa sih?
Orang 3 : Kita cuma khawatir kalau Kartimun…..
Orang 2 : Terlibat pergaulan gado-gado…..
Orang 4 : Siapa yang jadi kacangnya?
Orang 3 : Eh! Kalian dagangnya sudah selesai?
Orang 6 : emang mau beli?
Orang 2 : Iya, aku mau beli.
Orang 4,5,6 : Habis……………. Alhamdu…..
Koor : ……lillah……..

Teater 15pas mempersembahkan: Pergaulan Gado-gado

Adegan 3
Isteri : (mengamuk, menarik kuping anaknya sambil mengomel) Kartimun…….
Kamu kemana saja selama ini hah? Kemana? Ini anakmu pak. Ini anakmu. Bukan anakku ,
bukan… bukan…
Suami : Ini anak kita Bu, anak kita…
Isteri : Tidak!
Suami : Anak kita.
Isteri : Dasar Bapak sih. Bagaimana sih jadi bapak, tidak becus mendidik anak!
Suami : Anakku, memangnya kemana saja kamu selama ini?
Kartimun : Sekolah.
Suami : Sekolah dimana?
Krtimun : Dimana-mana. Di warnet, d mall, di….. ya dimana saja-lah…
Suami : Astagfirullah
Kartimun : (Bingung) Memang kenapa bu?
Isteri : Ini kamu tidak lulus…… Apa kata Dunia…..Anak keluarga sukses tidak
lulus!
Petugas : (Masuk) Saya Polisi. Anak ibu saya tangkap.
Suami-isteri : (Terkejut) Memangnya kenapa?
Petugas : Anak Bapak-ibu diketahui sebagai pengedar obat-obat terlarang

KARTIMUN DITANGKAP, IBU-BAPAKNYA MERADANG.


EPILOG:
Kartimun, anak yang di bangga-banggakan ibu-bapaknya itu gagal memperoleh ijazah. Dia
tidak lulus. Gaya hidupnya yang glamour, suka keluyuran dan seing meninggalkan sekolah
menjadi penyebabnya. Selain itu kebiasaan buruk dan keterlibatannya dengan pengedaran
barang haram mengantarkannya ke pintu penjara. Sementara itu teman-temannya sekolahnya
yang rajin belajar dan berusaha tengah sibuk mempersiapkan diri untuk pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi demi menggapai cita-cita bagi masa depan yang gemilang.