Anda di halaman 1dari 109
NERVOUS SYSTEM NEUROHISTOLOGY
NERVOUS SYSTEM
NEUROHISTOLOGY
HAPPY HARMONO
HAPPY HARMONO
NERVOUS SYSTEM NEUROHISTOLOGY HAPPY HARMONO
ORGANISASI dr NERVOUS SYSTEM
ORGANISASI dr NERVOUS SYSTEM
Nervous System CNS PNS ANS CRANIAL BRAIN SYMPATHETIC NERVES SPINAL SPINAL PARA- CORD NERVES SYMPATHETIC
Nervous
System
CNS
PNS
ANS
CRANIAL
BRAIN
SYMPATHETIC
NERVES
SPINAL
SPINAL
PARA-
CORD
NERVES
SYMPATHETIC

Secara anatomis jaringan saraf dibagi:

Sistem saraf pusat (SSP / CNS)

1. Medula spinalis

2. Otak besar (cerebrum)

3. Otak kecil (cerebelum)

Sistem saraf tepi (SST / PNS)

(cerebrum) 3. Otak kecil (cerebelum)  Sistem saraf tepi (SST / PNS) 1. Ganglion 2. Sabut-sabut
(cerebrum) 3. Otak kecil (cerebelum)  Sistem saraf tepi (SST / PNS) 1. Ganglion 2. Sabut-sabut

1. Ganglion

2. Sabut-sabut saraf

3. Akhiran saraf

(cerebrum) 3. Otak kecil (cerebelum)  Sistem saraf tepi (SST / PNS) 1. Ganglion 2. Sabut-sabut
(cerebrum) 3. Otak kecil (cerebelum)  Sistem saraf tepi (SST / PNS) 1. Ganglion 2. Sabut-sabut

Neuron (Sel Saraf):

Merupakan satuan terkecil atau unit struktural fungsional sistem saraf.

Semua neuron dapat merangsang neuron lain yang berhubungan melalui sinaps.

merangsang neuron lain yang berhubungan melalui sinaps.  Struktur Neuron terdiri dari: 1. Perikarion 2. Akson

Struktur Neuron terdiri dari:

1. Perikarion

2. Akson (neorit)

3. Dendrit

neuron lain yang berhubungan melalui sinaps.  Struktur Neuron terdiri dari: 1. Perikarion 2. Akson (neorit)
Perikarion  Bentuk dan ukuran bermacam-macam yaitu bulat, ovoid, pipih, piramid dll.  Inti :

Perikarion

Bentuk dan ukuran bermacam-macam yaitu bulat, ovoid, pipih, piramid dll.

Inti : besar, bulat, vasikuler (open face type) dan letak ditengah-tengah.

Warnanya pucat, mengandung nukleolus yang besar, satu atau lebih.

Kadang-kadang terdapat seks kromatin (badan dari Barr) sebagai satelit nukleolus.

yang besar, satu atau lebih.  Kadang-kadang terdapat seks kromatin (badan dari Barr) sebagai satelit nukleolus.
Perikarion Sitoplasma terdiri dari :  Plasma membran  Mitokondria  Golgi apparatus  Badan

Perikarion

Sitoplasma terdiri dari :

Plasma membran Mitokondria

Golgi apparatus

Badan Nissl yaitu Endoplasmik Retikulum Kasar pada perikarion dan dendrit, tidak terdapat pd akson dan akson hillock.

dan dendrit, tidak terdapat pd akson dan akson hillock.  Neurofibril yaitu serabut halus dalam perikarion,

Neurofibril yaitu serabut halus dalam perikarion,

akson dan dendrit.

Inklusion.

pd akson dan akson hillock.  Neurofibril yaitu serabut halus dalam perikarion, akson dan dendrit. 

Prosesus Sel Saraf yaitu:

Lanjutan sitoplasma dari perikarion

Terdiri dari 1 akson dan 1 atau lebih dendrit

Dendrit menghantar rangsangan ke arah perikarion

dari perikarion  Terdiri dari 1 akson dan 1 atau lebih dendrit  Dendrit menghantar rangsangan

SISTEM SARAF TEPI / PERIFER

(SST / PNS)

Terdiri atas :

A. Ganglia

Yaitu kumpulan perikarion yg terdpt diluar S.S.P.

Ganglia terdiri 2 macam:

1. Ganglia kraniospinal (sensoris):

Ganglia terdiri 2 macam: 1. Ganglia kraniospinal (sensoris):  Terletak pd radiks posterior saraf spinal. 

Terletak pd radiks posterior saraf spinal.

Sel ganglionnya pseudounipoler dan mempunyai 1 akson yg bercabang sbg huruf T.

pd radiks posterior saraf spinal.  Sel ganglionnya pseudounipoler dan mempunyai 1 akson yg bercabang sbg

Terdpt sel ganglion yg kecil dgn sabut saraf tak bermielin dari sel ganglion

yg besar dgn sabut saraf bermielin.

dari sel ganglion yg besar dgn sabut saraf bermielin.  Tiap sel ganglion diliputi oleh selapis

Tiap sel ganglion diliputi oleh selapis sel pipih yaitu sel satelit atau ampisit yg analog dgn sel neuroglia

Tiap sel ganglion diliputi oleh selapis sel pipih yaitu sel satelit atau ampisit yg analog dgn

pd S.S.T

Tiap sel ganglion diliputi oleh selapis sel pipih yaitu sel satelit atau ampisit yg analog dgn
Sitoplasma berisi Nissl bodies

Sitoplasma

berisi

Nissl

bodies

Sitoplasma berisi Nissl bodies

2. Ganglion otonomik

(ganglion viseral dari motorik):

Sel ganglionnya lebih kecil drpd sel ganglion kraniospinal

Sel ganglionnya multipoler meskipun ada yg

unipoler maupun bipolar

multipoler meskipun ada yg unipoler maupun bipolar Letak : - Plexus submucosus dari Meissner (rasa raba)
multipoler meskipun ada yg unipoler maupun bipolar Letak : - Plexus submucosus dari Meissner (rasa raba)

Letak : - Plexus submucosus dari Meissner (rasa raba)

- Plexus mientirikus Aurbach (di otot polos)

- Sebagai ganglia kranial dlm dinding organ

dari Meissner (rasa raba) - Plexus mientirikus Aurbach (di otot polos) - Sebagai ganglia kranial dlm

Sabut-sabut Saraf

Terdapat 2 macam :

1. Sabut saraf tak bermielin:

Pada SSP diliputi sel-sel glia sebagai akson kecil

pada SST diliputi oleh selubung (sel) Schwan (Neurolema)

pada SST diliputi oleh selubung (sel) Schwan (Neurolema) 2. Sabut saraf bermielin :  Pada SSP

2. Sabut saraf bermielin:

selubung (sel) Schwan (Neurolema) 2. Sabut saraf bermielin :  Pada SSP selubung mielin dari sel-sel

Pada SSP selubung mielin dari sel-sel glia

pada SST selubung mielin sama dengan sel-sel Schwan

saraf bermielin :  Pada SSP selubung mielin dari sel-sel glia  pada SST selubung mielin
 Peripheral nerve
 Peripheral
nerve

Sel Schwan (Neurolema) yaitu sel selubung akson Saraf perifer.

Schwan (Neurolema) yaitu sel selubung akson Saraf perifer.  Sel Satelit (Amfisit) yaitu sel yang mengikuti

Sel Satelit (Amfisit) yaitu sel yang mengikuti perikarion.

Schwan (Neurolema) yaitu sel selubung akson Saraf perifer.  Sel Satelit (Amfisit) yaitu sel yang mengikuti
Schwan (Neurolema) yaitu sel selubung akson Saraf perifer.  Sel Satelit (Amfisit) yaitu sel yang mengikuti

1. Selubung mielin

Selaput sel Schwan yang tersusun melingkar- lingkar, kompak dan terputus-putus sekitar akson.

tiap sel Schwan membentuk satu segmen atau

internod selubung mielin akson dengan inti sel Schwan terletak ditengah dan di luar lapisan yang kompak.

Schwan terletak ditengah dan di luar lapisan yang kompak.  pada akhir tiap Internod terdapat celah

terletak ditengah dan di luar lapisan yang kompak.  pada akhir tiap Internod terdapat celah yang

pada akhir tiap Internod terdapat celah yang disebut Nodus Ranvier

selubung mielin pada sistem saraf pusat dibentuk oleh sel glia yaitu oligodendrosit.

disebut “ Nodus Ranvier ”  selubung mielin pada sistem saraf pusat dibentuk oleh sel glia

2. Jaringan Ikat Pada Sabut Saraf Tepi terdiri :

Epineurium, yaitu selubung jaringan ikat yang meliputi seluruh sabut saraf perifer (tepi).

Perineurium, yaitu selubung jaringan ikat yang meliputi berkas- berkas saraf perifer.

Endoneurium, yaitu jaringan ikat yang meliputi tiap sabut saraf dalam berkas saraf.

berkas- berkas saraf perifer.  Endoneurium, yaitu jaringan ikat yang meliputi tiap sabut saraf dalam berkas
3. Synaps: Yaitu suatu kontak khusus antara membran dari sel saraf dan sel saraf atau

3. Synaps:

Yaitu suatu kontak khusus antara membran dari sel saraf dan sel saraf atau dari sel saraf dari organ efektor (otot, kelenjar).

atau dari sel saraf dari organ efektor (otot, kelenjar). Macam-macam hubungan Synaps:  Akso-dendritik ialah akson

Macam-macam hubungan Synaps:

Akso-dendritik ialah akson dengan dendrit neuron lain

Akso-somatik ialah akson dengan perikarion neuron lain

Akso-aksonik ialah akson dengan akson neuron lain.

lain  Akso-somatik ialah akson dengan perikarion neuron lain  Akso-aksonik ialah akson dengan akson neuron
lain  Akso-somatik ialah akson dengan perikarion neuron lain  Akso-aksonik ialah akson dengan akson neuron

Akhiran Saraf

Macam-macamnya:

- Korpuskulum Vater Paccini untuk rangsang

tekanan dan getaran

- Korpuskulum Meissner untuk rangsang sentuh

- Korpuskulum Krause untuk rangsangan dingin atau mekano reseptor.

- Korpuskulum Rufini utk rangsang kontraksi neuromuscular spindle sbg mekano reseptor terhdp rentangan.

mekano reseptor. - Korpuskulum Rufini utk rangsang kontraksi neuromuscular spindle sbg mekano reseptor terhdp rentangan.
mekano reseptor. - Korpuskulum Rufini utk rangsang kontraksi neuromuscular spindle sbg mekano reseptor terhdp rentangan.
mekano reseptor. - Korpuskulum Rufini utk rangsang kontraksi neuromuscular spindle sbg mekano reseptor terhdp rentangan.

SISTEM SARAF PUSAT (S.S.P)

1. MEDULA SPINALIS

Terdiri atas bagian-bagian:

1. Substansia grisea (abu-abu)

Terdiri atas bagian-bagian: 1. Substansia grisea (abu-abu) 2. Substansia alba (putih) 3. Meninges (selubung jaringan

2. Substansia alba (putih)

3. Meninges (selubung jaringan ikat)

Terdiri atas bagian-bagian: 1. Substansia grisea (abu-abu) 2. Substansia alba (putih) 3. Meninges (selubung jaringan ikat)

1. Substansia grisea, terdiri:

1. Substansia grisea, terdiri:  perikarion dan dendrit-dendrit  sabut-sabut saraf tak bermielin dan beberapa yang

perikarion dan dendrit-dendrit

sabut-sabut saraf tak bermielin dan beberapa yang bermielin

pembuluh darah kecil

sel neuroglia terdiri :

 pembuluh darah kecil  sel neuroglia terdiri : a. Astrosit protoplasmic b. Oligodendrosit c. Mikroglia

a. Astrosit protoplasmic b. Oligodendrosit c. Mikroglia

d. Sel ependym

2.

Substansia alba terdiri atas:

2. Substansia alba terdiri atas:  sabut-sabut saraf bermielin dan beberapa tak bermielin  sel neuroglia

sabut-sabut saraf bermielin dan beberapa tak bermielin

sel neuroglia terdiri :

a- astrosit fibrous, b- oligodendrosit dan c- mikroglia beberapa pembuluh darah

 sel neuroglia terdiri : a- astrosit fibrous, b- oligodendrosit dan c- mikroglia  beberapa pembuluh
 sel neuroglia terdiri : a- astrosit fibrous, b- oligodendrosit dan c- mikroglia  beberapa pembuluh

2. CEREBRUM (OTAK BESAR)

Terdiri bagian-bagian:

Korteks: substansia grisea otak besar

Medula: substansia alba otak besar Pusat-pusat subcortikal

Korteks: substansia grisea otak besar  Medula: substansia alba otak besar  Pusat-pusat subcortikal  Meninges

Korteks: substansia grisea otak besar  Medula: substansia alba otak besar  Pusat-pusat subcortikal  Meninges

Meninges

Korteks: substansia grisea otak besar  Medula: substansia alba otak besar  Pusat-pusat subcortikal  Meninges

1.

Korteks Otak Besar / Substansia Grisea

Terdiri 6 lapisan yang batasnya tak jelas, dari luar :

1. lapisan molekuler,

2. lapisan granuler luar,

3. lapisan sel piramid,

4. lapisan granuler dalam,

5. lapisan piramid dalam,

6. lapisan sel polimorf

dalam, 5. lapisan piramid dalam, 6. lapisan sel polimorf 2. Medula Otak Besar / Substansia Alba
dalam, 5. lapisan piramid dalam, 6. lapisan sel polimorf 2. Medula Otak Besar / Substansia Alba

2. Medula Otak Besar / Substansia Alba

Terdiri sabut-sabut saraf bermielin yang berjalan kesegala jurusan.

polimorf 2. Medula Otak Besar / Substansia Alba  Terdiri sabut-sabut saraf bermielin yang berjalan kesegala

3. Subcortikal

Merupakan substansia grisea yang

dikelilingi substansia alba.

Terdiri atas :

terutama perikarion, sabut saraf

alba.  Terdiri atas : terutama perikarion, sabut saraf bermielin dari tak bermielin, sel-sel neuroglia, beberapa

bermielin dari tak bermielin, sel-sel

neuroglia, beberapa tempat terdapat

campuran antara substansia grisea

dan substansia alba yang disebut substansia retikularis

beberapa tempat terdapat campuran antara substansia grisea dan substansia alba yang disebut substansia retikularis

3. CEREBELUM (OTAK KECIL)

Terdiri bagian-bagian:

Korteks: substansia grisea otak kecil Medula : substansia alba otak kecil Meninges

Terdiri bagian-bagian:  Korteks: substansia grisea otak kecil  Medula : substansia alba otak kecil 
Terdiri bagian-bagian:  Korteks: substansia grisea otak kecil  Medula : substansia alba otak kecil 
Terdiri bagian-bagian:  Korteks: substansia grisea otak kecil  Medula : substansia alba otak kecil 

1.

Korteks Otak Kecil : Substansia Grisea

Terdiri 3 lapis dengan batas jelas, yaitu :

1. Lapisan molekuler

lapisan terluar mengandung sedikit perikarion dan banyak sabut saraf tak bermielin

sedikit perikarion dan banyak sabut saraf tak bermielin 2. Lapisan sel Purkinye Terdiri dari sel-sel Purkinye
sedikit perikarion dan banyak sabut saraf tak bermielin 2. Lapisan sel Purkinye Terdiri dari sel-sel Purkinye

2. Lapisan sel Purkinye

Terdiri dari sel-sel Purkinye dimana

perikarionnya besar berbentuk seperti piala

tak bermielin 2. Lapisan sel Purkinye Terdiri dari sel-sel Purkinye dimana perikarionnya besar berbentuk seperti piala
3. Lapisan granular  Terdiri dari perikarion kecil yang mempunyai 3-6 dendrit pendek

3. Lapisan granular Terdiri dari perikarion kecil yang mempunyai 3-6 dendrit pendek

3. Lapisan granular  Terdiri dari perikarion kecil yang mempunyai 3-6 dendrit pendek

2.

Medula otak kecil

Susunan dari fungsinya seperti medula otak besar

Terdapat Macam-macam Sel Neurolgia:

Astrosit

Oligodendrosit Mikroglia

Sel Ependym

otak besar  Terdapat Macam-macam Sel Neurolgia:  Astrosit  Oligodendrosit  Mikroglia Sel Ependym 

otak besar  Terdapat Macam-macam Sel Neurolgia:  Astrosit  Oligodendrosit  Mikroglia Sel Ependym 
otak besar  Terdapat Macam-macam Sel Neurolgia:  Astrosit  Oligodendrosit  Mikroglia Sel Ependym 

Astrosit:

Merupakan neuroglia terbesar, intinya bulat, terletak ditengah dan warnanya agak pucat, prosesusnya panjang dan banyak mempunyai pedikel-pedikel yang melebar pada ujung- ujungnya

dan warnanya agak pucat, prosesusnya panjang dan banyak mempunyai pedikel-pedikel yang melebar pada ujung- ujungnya
dan warnanya agak pucat, prosesusnya panjang dan banyak mempunyai pedikel-pedikel yang melebar pada ujung- ujungnya

Terdapat 2 macam astrosit

Astrosit protoplasmik , terdpt dalam substansia grisea otak dari medula spinalis,

sitoplasmanya tampak berbutir-butir,

prosesusnya mempunyai banyak cabang yang lebih pendek dari pada prosesus

astrosit fibrous dan relatif lebih tebal.

dari pada prosesus astrosit fibrous dan relatif lebih tebal.  Astrosit Fibrous, terdapat dalam substansia alba,

Astrosit Fibrous, terdapat dalam substansia

alba, prosesusnya panjang, tipis, halus dan

jarang bercabang, dengan Impregnasi perak terlihat sitoplasmanya ada fibril

Oligodendrosit

Bentuknya jauh lebih kecil dari pada Astrosit dari prosesusnya kurang banyak

dari lebih pendek dari pada prosesus

neuroglia lain, terdapat dalam substansia grisea dari substansia alba, sitoplasmanya

gelap dan mengandung mitokondria,

alba, sitoplasmanya gelap dan mengandung mitokondria, ribosom dari mikrotubulus, intinya kecil, bulat dan

ribosom dari mikrotubulus, intinya kecil, bulat dan menunjukkan kromatin yang

memadat (gelap).

dan mengandung mitokondria, ribosom dari mikrotubulus, intinya kecil, bulat dan menunjukkan kromatin yang memadat (gelap).
dan mengandung mitokondria, ribosom dari mikrotubulus, intinya kecil, bulat dan menunjukkan kromatin yang memadat (gelap).
Mikroglia  Badan sel kecil, padat dan pipih, intinya gelap dan pipih, prosesusnya pendek dan

Mikroglia

Badan sel kecil, padat dan pipih, intinya gelap dan pipih, prosesusnya pendek dan

dan pipih, intinya gelap dan pipih, prosesusnya pendek dan mempunyai banyak saluran kecil sehingga tampak seperti

mempunyai banyak saluran kecil sehingga tampak seperti pada tanaman berduri,

terdapat dalam substansia grisea dan

substansia alba, mempunyai sifat makrofag

tampak seperti pada tanaman berduri, terdapat dalam substansia grisea dan substansia alba, mempunyai sifat makrofag
tampak seperti pada tanaman berduri, terdapat dalam substansia grisea dan substansia alba, mempunyai sifat makrofag

Sel Ependim Sel ini melapisi rongga otak dan medula spinalis dan terendam dalam cairan serebrospinal, pada embrio sel ini mempunyai cilia, sel ini pada pleksus koroideus merupakan sel kubis

dalam cairan serebrospinal, pada embrio sel ini mempunyai cilia, sel ini pada pleksus koroideus merupakan sel

3 Meninges

Merupakan pembungkus jaringan ikat pada S.S.P, terdiri atas lapisan:

-Durameter (pakhimenings),

-Arakhnoid (leptomenings), dan -Piamater.

jaringan ikat pada S.S.P, terdiri atas lapisan: -Durameter (pakhimenings), -Arakhnoid (leptomenings), dan -Piamater.

1. Durameter, merupakan meninges paling luar, terdiri jaringan ikat padat yg

berhubungan langsung dgn periosteum

tulang tengkorak, durameter senantiasa terpisah dari arakhnoid oleh suatu ruang

subdural

langsung dgn periosteum tulang tengkorak, durameter senantiasa terpisah dari arakhnoid oleh suatu ruang subdural

Arakhnoid, mempunyai 2 komponen yaitu suatu lapisan yang berhubungan dengan duramater dan trabekula yang

menghubungkan lapisan tersebut dengan

piameter.

Ruang diantara trabekula membentuk ruang

dengan piameter. Ruang diantara trabekula membentuk ruang subarakhnoid yang berisi cairan serebrospinal dan sama

subarakhnoid yang berisi cairan serebrospinal dan sama sekali terpisah dari

trabekula membentuk ruang subarakhnoid yang berisi cairan serebrospinal dan sama sekali terpisah dari ruang subdural

ruang subdural

trabekula membentuk ruang subarakhnoid yang berisi cairan serebrospinal dan sama sekali terpisah dari ruang subdural

Piameter, piameter mengandung banyak pembuluh darah, tahan terhadap trauma, terutama karena membentuk lapisan cairan dalam ruang subarakhnoid.

banyak pembuluh darah, tahan terhadap trauma, terutama karena membentuk lapisan cairan dalam ruang subarakhnoid.
BELAJAR
BELAJAR

SELANJUTNYA

BELAJAR  SELANJUTNYA
BELAJAR  SELANJUTNYA

Central Nervous System

(neuron cell bodies)

Central Nervous System (neuron cell bodies)

Peripheral Nervous System

(nerve fibres)

Peripheral Nervous System (nerve fibres)
Cross section of a peripheral nerve
Cross section
of a peripheral nerve

Longitudinal section

Longitudinal section

Peripheral Nervous System (motor end plates)

Peripheral Nervous System (motor end plates)
terimakasih
terimakasih