Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI

BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 101751

Nurasyiyah Harahap
Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara
E-mail: nurasyiyahhrp@gmail.com

ABSTRAK
Kebersihan lingkungan sekolah memunculkan motivasi siswa untuk datang belajar
kesekolah dengan giat, sehingga motivasi belajar meningkat. Terlihat pada mata pelajaran
IPA Bab 3, siswa dapat memahami materi menjaga kebersihan lingkungan. Kementrian
lingkungan hidup ditahun 2006 membuat program adiwiyata yang salah satu programnya
mendorong untuk menciptakan kesadaran kebersihan lingkungan teruntuk di sekolah,
dengan sekolah mendapat penghargaan adiwiyata siswa juga lebih rajin datang ke sekolah
dan lebih termotivasi untuk belajar sehingga hasil belajarnya meningkat. Maka penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kebersihan lingkungan sekolah terhadap
motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas I Sekolah Dasar Negeri 101751 Kelambir
Lima Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini sebanyak 37 orang. Dari penelitian
yang dilakukan dari siklus I berdasarkan analisis data menunjukan bahwa: (1) motivasi
belajar siswa dari 37 orang siswa mengikuti tes, terdapat 18 orang atau 48,64% yang
termotivasi dalam belajar sementara 19 siswa atau 51,35% yang belum termotivasi dalam
belajar. (2) Pada siklus II dari 37 siswa terdapat 35 siswa atau 94,60% termotivasi dalam
belajar dan hanya 2 orang saja atau 5,40% yang motivasi belajarnya masih rendah.

Kata Kunci : kebersihan, lingkungan sekolah, motivasi belajar, siswa sekolah dasar

PENDAHULUAN Maka dibutuhkan kerjasama


Kebersihan menurut Kamus Besar dalam menjaga kebersihan lingkungan
Bahasa Indonesia (2009: 253) adalah agar tercipta rasa kenyaman bagi
keadaan bebas dari kotoran termasuk seluruh warga sekolah. Bagi siswa agar
di dalamnya debu, sampah, dan bau. hasil belajar siswa semakin meningkat
Sehingga setiap manusia perlu menjaga sesuai dengan harapan maka
kebersihan agar terbebas dari penyakit kebersihan lingkungan sekolah sangat
dan udara menjadi bersih. Kebersihan diperlukan sebagai salah satu motivasi
lingkungan dimulai dari lingkungan siswa untuk belajar.
yang paling sering melakukan kegiatan Tetapi sering sekali dijumpai
kita yaitu lingkungan tempat kita lingkungan sekolah yang di sana sini
beraktivitas seperti lingkungan sekolah, masih ditemukan sampah-sampah
lingkungan sekolah merupakan tempat ruangan kelas yang tidak rapi fasilitas
bagi siswa, guru dan warga sekolah kebersihan seperti kamar-mandi dan
melakukan aktivitas belajar bagi siswa kantin yang masih kotor bahkan masih
guru sebagai pendidikan dan dapat dikategorikan jauh dari kata
pembersih sekolah membersihkan bersih. Ini merupakan hal yang harus
lingkungan di sekolah. jadi perhatian serius dan adanya tindak
lanjut dalam penanganannya. Sehingga

2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 181


aktivitas belajar siswa di sekolah Serdang mendapatkan ilmu
memberikan suasana yang lebih pengetahuannya di sekolahnya dan
menyenangkan dan hasil belajar siswa mereka menjadi termotivasi untuk
meningkat karena merasa nyaman datang ke sekolah dikarenakan
berada di sekolah dan lingkungan kebersihan lingkungan di sekolah
sekolahnya bersih rapi serta udaranya mereka bersih dan udaranya segar
segar. Dengan keadaan sekolah yang sehingga tiada ragu bagi siswa untuk
seperti ini mampu memberi energi datang ke sekolah dengan senangnya.
positif bukan hanya kepada siswa Dengan demikian sesuai dengan
tetapi seluruh warga sekolah juga latar belakang di atas penulis tertarik
merasa betah untuk berada di sekolah untuk meneliti pengaruh kebersihan
karena lingkungan yang bersih. lingkungan sekolah terhadap motivasi
Pada tahun 2006 Kementerian belajar siswa pada pembelajaran IPA di
Lingkungan Hidup melakukan SDN 101751 Kelambir Lima Kab. Deli
pengembangan yang dinamakan Serdang.
program Adiwiyata. Adapun salah satu Adapun dalam memilih metode
programnya adalah mendorong penelitian dalam hal ini penulis
terciptanya keinginan dan kesadaran mendapati banyak model penelitian
warga terkhusus sekolah mau tindakan yang dapat diadopsi dan
melaksanakan program ini menjadi diimplementasikan dalam pendidikan
sebuah dorongan peduli lingkungan nonformal. Namun secara singkat,
dalam melestarikan lingkungan hidup. penelitian tindakan terdiri dari empat
Sekolah yang telah mendapatkan tahapan dasar yang saling terkait dan
predikat Adiwiyata dianggap telah berkesinambungan yang menunjukan
berhasil membentuk karakter peduli suatu siklus, yaitu: (1) Perencanaan
terhadap lingkungan. Hal ini yang (planning), (2) Pelaksanaan (acting),
dilakukan di SDN 101751 mengikuti (3) Pengamatan (observing), (4)
program Adiwiyata selain ingin Refleksi (reflecting).
membuat lingkungan sekolah bersih Penelitian tindakan kelas (PTK)
dan udara segar yang dapat menjadi terdiri dari langkah-langkah
salah satu motivasi bagi siswa untuk mengidentifikasi dan merumuskan
belajar serta mendapatkan masalah, menganalisis masalah,
penghargaan dari Menteri Lingkungan merumuskan hipotesis tindakan,
Hidup. membuat rencana tindakan dan
Kebersihan lingkungan sekolah pemantauannya, melaksanakan
menjadi perhatian nasional dengan tindakan dan mengamatinya,
harapan agar siswa yang datang ke mengelola dan menafsirkan data, dan
sekolah termotivasi belajar sehingga melaporkan identifikasi masalah
hasil belajar mereka juga menjadi lebih merupakan langkah yang menentukan.
meningkat yang disebabkan oleh Masalah yang akan diteliti harus
kebersihan lingkungan sekolah. Siswa dirasakan dan diidentifikasi oleh
SDN 101751 Kelambir Lima Kab. Deli peneliti sendiri. Penelitian ini dilakukan

2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 182


pada siswa kelas 1 SD Negeri 101751 motivasi siswa untuk giat belajar
Kelambir Lima Kab. Deli Serdang. terkhusus mata pelajaran IPA.
Subjek dalam penelitian ini adalah
siswa kelas 1 SD negeri 101751 kelambir LANDASAN TEORITIS
Lima Kab. Deliserdang yang berjumlah Kebersihan yang dimaksudkan di
37 orang. Objek dalam penelitian ini sini merupakan keadaan bebas dari
adalah ada pengaruh kebersihan segala jenis kotoran, baik berupa debu,
lingkungan terhadap motivasi belajar sampah, bau dan sebagainya. Setiap
siswa dalam pembelajaran IPA yang orang perlu menjaga kebersihan agar
berkenaan tentang kebersihan terbebas dari penyakit dan udara
lingkungan sekolah. menjadi bersih. Kebersihan lingkungan
Pada saat tindakan dilaksanakan dimulai dari lingkungan yang paling
maka pengumpulan data dilakukan. sering melakukan kegiatan kita yaitu
Data yang dikumpulkan mencakup lingkungan tempat kita beraktivitas
semua yang dilakukan oleh siapapun seperti lingkungan sekolah. Lingkungan
yang ada dalam situiasi terkait, sekolah adalah suatu tempat bagi para
perubahan-perubahan yang perlu siswa, guru dan warga sekolah lainnya
dilakukan, pengaruh suatu kegiatan melakukan berbagai aktivitas dan
pada peserta penelitian (sikap kegiatan belajar mengajar, baik siswa
motivasi, prestasi), pola interaksi yang maupun guru.
terjadi, dan proses yang berlangsung. Sebab itu dibutuhkan kerjasama
Pada saat pelaksaan observasi pada semua pihak dalam menjaga
siklus I memiliki 3 (tiga) kategori yaitu, kebersihan lingkungan sekolah agar
baik, cukup dan kurang. Hasil tercipta rasa kenyaman bagi seluruh
observasi tersebut dapat dilihat pada warga sekolah tersebut. Adapun
tabel I. Tiap kategori memiliki poin- manfaatnya bagi siswa, yakni agar hasil
poin masing-masing, ada 6 komponen belajarnya semakin meningkat sesuai
kegiatan siswa yang terdapat dalam yang diharapkan. Jelaslah bahwa
lembaran observasi, 1 poin untuk kebersihan lingkungan sekolah sangat
menyatakan kategori baik, 3 poin diperlukan sebagai salah satu motivasi
untuk kategori cukup, dan 2 poin siswa untuk belajar.
untuk kategori kurang. Maka dapat Adapun fungsi lingkungan
diambil kesimpulan pada saat belajar sekolah dapat membantu peserta didik
dilakukan sudah terdapat hasil yang dalam berinteraksi dengan semua yang
baik namun masih belum sesuai ada di lingkungan sekolah sekitarnya
dengan hasil yang diharapkan, karena dengan mampunya para peserta didik
terlihat kurang serius dan kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan
termotivasi siswa dalam belajar. Maka di sekolah maka akan tercapai tujuan
siswa diajak untuk ikut serta dalam dalam pembelajaran tersebut. Dengan
menjaga dan membuat lingkungan kebersihan lingkungan tergugah
sekolah menjadi bersih sehingga ada motivasi siswa untuk belajar dengan
baik agar mendapatkan hasil belajar

2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 183


yang benar-benar memuaskan bagi laku serta tindakan manusia. Motivasi
siswa. dapat menjadi efektif dan tepat sasaran
Sedangkan istilah ‘motivasi’ ketika dilakukan sesuai dengan teori
berasal dari bahasa Latin movere yang dan ditarafkan pada objek yang tepat.
bermakna bergerak, dalam proses Ketika seorang anak didik
belajar maka motivasi merupakan menjadi tekun dalam dalam belajar,
salah satu faktor yang menentukan hampir dapat dipastikan dia
adanya keberhasilan bagi siswa dalam termotivasi dengan sesuatu itu adanya
belajar. Adapun motivasi belajar bagi lingkungan sekolah yang bersih
siswa dapat dipengaruhi salah satunya sehinggater motivasi untuk belajarnya
adanya faktor dari lingkungan sekolah. dengan semangat.
Motivasi dapat dipandang sebagai Meskipun para ahli
sumber dorongan mental yang mampu mendefenisikan motivasi dengan cara
menggerakkan perilaku manusia, dan gaya yang berbeda-beda, namun
termasuk perilaku dalam belajar esensinya menuju kepada maksud yang
sehingga dengan adanya dorongan sama, motivasi ialah bahwa:
tadi dapat meningkatnya hasil belajar 1. Suatu kekuatan (power) atau tenaga
pada siswa. (forces) atau daya
Menurut Sardiman yang dikutip 2. Suatu keadaan yang kompleks dan
Umar dan Lasula (2000) motivasi kesiap sediaan dalam diri individu
memiliki fungsi yang baik dalam untuk bergerak kearah tujuan
kegiatan belajar karena dengan adanya tertentu, baik disadari maupun tidak
motivasi akan mempengaruhi kegiatan disadari.
belajar sehubungan dengan hal Belajar (learning), seringkali
tersebut, ada 3 hal fungsi : didefenisikan sebagai perubahan yang
1. Mendorong manusia untuk berbuat secara relatif berlangsung lama pada
sebagai penggerak atau motor yang masa berikutnya yang diperoleh
melepaskan energi kemudian dari pengalaman-
2. Menentukan arah dan perbuatan pengalaman tersebut terdapat aspek,
yakni kearah tujuan yang hendak bentuk dan manifestasinya mutlak
dicapai. diperoleh oleh para pendidik,
3. Menyeleksi perbuatan, yakni khususnya para guru. Kekeliruan atau
menentukan perbuatan-perbuatan ketidaklengkapan persepsi mereka
apa yang harus dikerjakan dan serasi terhadap proses belajar dan hal-hal
guna mencapai tujuan. lain yang berkaitan dengannya
Menurut M. Utsman Najati, pembelajaran yang dicapai peserta
motivasi adalah kekuatan penggerak didik. Kalau kita lihat secara
yang mengakibatkan aktivitas pada tradisionalnya belajar itu menambah
makhluk hidup, dan menimbulkan dan mengumpulkan sejumlah
tingkah laku serta mengarahkan pengetahuan, di sini yang dipentingkan
menuju tujuan tertentu. Motivasi selalu adalah pendidikan intelektual.
berhubungan dengan sikap dan tingkah

2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 184


Menurut Hilgard dan Bower, lingkungan alam sekitarnya dengan
dalam buku Theori of Learning (1975) baik. Oleh sebab itu ilmu-ilmu alam
mengemukakan, belajar berhubungan atau sains amat dipentingkan dalam
dengan perubahan tingkah laku belajar teknis.
seseorang terhadap suatu situasi 2. Belajar Praktis (practical learning)
tertentu yang disebabkan oleh Yang dimaksud praktis adalah
pengalamannya secara berulang-ulang belajar bagaimana seseorang dapat
dalam situasi itu di mana perubahan berinteraksi dengan lingkungan
tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan sosialnya yaitu dengan orang-orang
atau dasar kecenderungannya, respon di sekelilingnya dengan baik.
pembawaan, atau keadaan-keadaan Kegiatan belajar ini lebih
sesaat seseorang misalnya kelelahan mengutamakan terjadinya interaksi
dan sebagainya. yang harmonis antara sesama
Belajar pada hakikatnya adalah manusia. Untuk itu bidang-bidang
proses interaksi terhadap semua situasi ilmu yang berhubungan dengan
yang ada di sekitar individu siswa. sosiologi, komunikasi, psikologi,
Menurut Sudjana yang dikutip Rusman antopologi dan semacamnya, amat
(2013), belajar juga merupakan proses diperlukan. Sesunggguhnya
melihat, mengamati, dan memahami demikian, mereka percaya bahwa
sesuatu. Kegiatan pembelajaran pemahaman dan keterampilan
dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu seseorang dalam mengelola
guru dan siswa. lingkungan alamnya tidak dapat
Sedangkan menurut Surya yang dipisahkan dengan kepentingan
juga dikutip oleh Rusman (2013), manusia pada umumnya. Oleh
belajar dapat diartikan sebagai suatu sebab itu, interaksi yang benar
proses yang dilakukan oleh individu antar individu dengan lingkungan
untuk memperoleh perubahan perilaku alamnya hanya akan tampak dari
baru secara keseleruhan, sebagai hasil kaitan atau relevansinya dengan
dari pengalaman individu itu sendiri kepentingan manusia.
dalam berinteraksi dengan 3. Belajar Emansipator (emancipatory
lingkungannya. learning)
Hubermas, sebagaimana dikutip Lain halnya dengan belajar
Asri menyebutkan membedakan 3 emansipatoris. Belajar
macam atau tipe belajar yakni: emansipatoris menekankan upaya
1. Belajar Teknis (technical learning) agar seseorang mencapai suatu
Di mana seseorang dapat pemahaman dan kesadaran yang
berinteraksi dengan lingkungannya tinggi akan terjadinya perubahan
alamnya sercara benar. atau transformasi budaya dalam
Pengetahuan dan keterampilan apa lingkungan sosialnya. Dengan
yang dibutuhkan dan perlu pengertian demikian maka
dipelajari agar mereka dapat dibutuhkan pengetahuan dan
menguasai dan mengelola keterampilan serta sikap yang

2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 185


benar untuk mendukung terjadinya dalam belajar yang disebabkan
transformasi kultu tersebut. Untuk lingkungan sekolah yang sudah bersih
itu ilmu-ilmu yang berhubungan ini disebabkan kurang pekanya siswa
dengan budaya dan bahasa amat terhadap respon untuk adanya
diperlukan pemahaman dan motivasi dalam diri siswa untuk mau
kesadaran terhadap transformasi belajar dengan baik.
kultur ini lah yang oleh hHabermes Dalam pembelajaran IPA
dianggap sebagai tahap belajar terdapat himbauan untuk menjaga
yang paling tinggi, sebab kebersihan lingkungan agar pada saat
transformai kultural adalah tujuan belajar siswa-siswa dapat
pendidikan yang paling tinggi. berkonsentrasi, dan siswa menjadi
Dengan adanya siswa sehat dengan kebersihan lingkungan
melaksanakan kegiatan belajar yang sekolah dan dihimbau semua wajib
merupakan kegiatan yang terjadi pada untuk menjaga kebersihan lingkungan
semua siswa tanpa mengenal batas usia sekolah agar sekolah menjadi bersih,
dan berlangsung seumur hidup (long rapi, udara segar serta memberi
live education). Belajar juga kenyamanan terhadap semua
merupakan usaha yang dilakukan masyarakat yang berada di lingkungan
seseorang melalui interaksi dengan sekolah.
lingkungannya untuk melakukan Serta kesehatan siswa dan para
perubahannya. Dengan demikian hasil guru terpelihara belajar mengajar
dari kegiatan belajar adalah berupaya menjadi sangat menyenangkan
perubahan perilaku yang relatif sehingga dengan lingkungan bersih
permanen pada diri orang yang telah siswa dapat meningkatkan konsentrasi
mengikuti proses belajar, perubahan belajar mereka dan hasil dari belajar
tersebut diharapkan adanya perubahan mereka juga dapat meningkat sesuai
perilaku positif. dengan harapan yang diinginkan oleh
Pada pembelajaran IPA di SD semua pihak, baik itu orang tua dan
terkhus kelas 1 yang disajikan pada Bab guru. Kebersihan lingkungan
3 berisikan mengenai menjaga merupakan ujung tombak dalam
lingkungan dari materi ini diambil permulaan pembelajaran karena
apakah kebersihan lingkungan dapat dengan bersih lingkungan sekolah
berpengaruh terhadap motivasi belajar maka membuat suasana belajar
siswa dan setelah siswa termotivasi menjadi menyenagkan.
dalam belajar apakah terdapat Hasil dan Pembahasan
perubahan dalam hasil belajar siswa, Siklus I
dan siswa dihimbau untuk mampu Dari hasil siklus I terlihat hasil
menjaga kebersihan lingkungan belajar siswa dalam pelajaran IPA
sekolah terutama sebagai sarana terlihat dari 37 siswa D = 18 / 37 x
tempat mereka belajar.Tetapi 100 % =48,64% yang termotivasi
hambatan yang dihadapi di lapangan untuk belajar sedangkan hasil dari
siswa yang merasa kurang termotivasi siswa yang kurang termotivasi belajar
2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 186
IPA tentang kebersihan lingkungan Serdang. Maka dapat di tarik
sekolah dari 37 siswa D = 19 / 37 x kesimpulan masih rendahnya motivasi
100 % = 51,35 % yang mengalami siswa terhadap belajar dengan
terdapat kurang berpengaruh kebersihan lingkungan di sekolah.Maka
kebersihan lingkungan terhadap perlu adanya pembenahan dalam dan
motivasi belajar siswa SD Negeri adanya tindakan pada tahap
101751 Kelambir Lima Kab. Deli selanjutnya.
Tabel 1. Deskripsi aktivitas siswa siklus I
No Aktivitas Siswa Kategori
1 Adanya motivasi siswa dalam belajar Baik
2 Keseriusan siswa dalam belajar Kurang
3 Suasana kelas pada saat proses belajar Cukup
4 Keaktifan siswa dalam belajar Cukup
5 Kerjasama antar siswa Cukup
6 Keikutsertaan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah Kurang
Tabel 2. Pengelompokan adanya motivasi belajar siswa siklus I
Kategori F %
Termotivasi 18 48,64
Tidak termotivasi 19 51,35
Jumlah 37 100
Tabel 3. Persentasi dan pengelompokan tingkat motivasi belajar siswa siklus I
Interval persentasi motivasi belajar siswa Tingkat motivasi F %
belajar
90% - 100 % Sangat Tinggi 1 3
80 % - 89 % Tinggi 4 11
65 % - 79 % Sedang 13 35
55 % - 64 % Rendah 17 46
0 % - 54 % Sangat rendah 2 5
Jumlah 37 100

Siklus II belajarnya mampu membuat


Berdasarkan dari observasi yang munculnya motivasi belajar siswa pada
telah dilakukan terhadap motivasi pembelajaran IPA sudah maksimal dan
belajar siswa memiliki 3 kategori yaitu tergolong baik, disebabkan keikutan
baik, cukup, dan kurang. Hasil serta siswa dalam menjaga lingkungan
observasi tersebut dapat dilihat pada sekolah menjadi bersih sehingga susana
tabel 4. Di mana tiap kategori belajar menjadi menyenangkan dan
mempunyai pin masing-masing. kondusif di siklus II.
Terdapat 6 komponen pilihan yang Pada akhir siklus II diberikan tes
tertera dalam lembaran observasi serta akhir. Dengan persentasi motivasi
ada 5 poin untuk kategori baik dan 1 belajar siswa pada pelajaran IPA di
poin kategori cukup, dan 0 poin untuk kelas 1 dilihat pada tabel 5.
kategori kurang. Hasil observasi
tersebut menunjukan bahwa kegiatan
di dalam kelas yang bersih suasana
2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 187
Tabel 4. Deskripsi Aktivitīas Siswa Siklus II
No Aktivitas Siswa Kategori
1 Adanya motivasi siswa dalam belajar Baik
2 Keseriusan siswa dalam belajar Baik
3 Suasana kelas pada saat proses belajar Baik
4 Keaktifan siswa dalam belajar Baik
5 Kerjasama antar siswa Cukup
6 Keikutsertaan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah Baik
Tabel 5. Pengelompokan terdapat motivasi belajar siswa siklus II
Kategori F %
Termotivasi 35 95
Tidak termotivasi 2 5
Jumlah 37 100
Tabel 6. Persentasi dan pengelompokan tingkat motivasi belajar siswa siklus II
Interval persentasi motivasi belajar siswa Tingkat motivasi F %
belajar
90 % - 100 % Sangat tinggi 26 70
80 % - 89 % Tinggi 6 16
65 % - 79 % Sedang 3 9
55 % - 64 % Rendah 2 5
0 % - 64 % Sangat rendah 0 0
Jumlah 37 100
Berdasarkan hasil data belajar Berdasarkan rekapitulasi hasil dari
siklus II yang telah diperoleh maka siklus I dan siklus II ada 36 siswa yang
terdapat motivasi belajar siswa dalam terdapat pengaruh kebersihan
belajar pelajaran IPA terlihat 94,60 % lingkungan sekolah terhadap motivasi
siswa termotivasi belajar setelah belajar siswa pada pembelajaran IPA di
lingkungan sekolah bersih dan siswa kelas 1 SD Negere 101751 Kelambir
merasanyaman untuk belajar.Ini Lima Tahun Ajaran 2016/2017.
terlihat pada siklus II sempel 37 siswa
kelas 1 di SD Negeri 101751 kelambir
lima D = 35 / 37 x 100 = 94,60 % 100

yang terdapat pengaruh kebersihan 80


lingkungan terhadap motivasi belajar Tidak
60 Termotivasi
siswa SDN pada pelajaran IPA.
Sedangkan yang tidak terdapat 40 Termotivasi

pengaruh kebersihan lingkungan 20


terhadap motivasi belajar siswa SDN 0
pada pelajaran IPA hanya 2 orang Jumlah Persen
siswa 5,40%. Hal ini menunjukan nilai
siklus II siswa Mengalami Pengaruh KESIMPULAN
kebersihan lingkungan terkhusus Dengan kebersihan lingkungan di
lingkungan sekolah terhadap motivasi sekolah maka motivasi siswa belajar
belajar siswa pada pelajaran IPA. semakin meningkat. Siswa yang
motivasi belajarnya rendah tergolong
2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 188
19 siswa 51,35 % pada kondisi awal Umar Tirtahasahardja, La Sula (2000)
siswa yangf tergolong rendah motivasi Pengantar Pendidikan, Jakarta
belajar IPA nya terlihat pada siklus I, Cipta
sedangkan siswa yang termotivasi
belajar IPA 35 siswa 94,60 %
mengalami peningkatan setelah
lingkungan sekolah bersih.
Terdapat pengaruh kebersihan
lingkungan terhadap motivasi belajar
siswa pada pembelajaran IPA di kelas 1
SD Negeri 101751 Kelambir Lima Kab.
Deli Serdang.

DAFTAR PUSTAKA
Abdulah Ishak, (2012) Penelitian
Tindakan Kelas dalam
Pendidikan Nonformal,
Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
Hamzah, (2003) Teori Motivasi dan
Pengukuran, Jakarta : Bumi
Aksara
Iskandar, (2012) Psikologi Pendidikan
Sebuah Orientasi Baru. Jakarta
: Referensi Gaung Persada
Press Grup.
.............., (2012) Psikologi Pendidikan
Sebuah Orientasi Baru. Jakarta
: Referensi Gaung Persada
Press Grup.
Rusman, (2013) Belajar dan
Pembelajaran Berbasis
Komputer, Bandung : Alfa
beta.
Sardiman, (2003) Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar,
Jakarta : Raja Grafindo
Persada.
Shaleh, Wahab (2004) Psikologi Suatu
Pengantar Dalam Perspektif
Islam, Jakarta : Prenada Media
Syah Muhibbin, (1995) Psikologi
Pendidikan dengan
Pendekatan Baru, Bandung
Remaja Rosda Karya.

2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 189