Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

PRAKTIUM ELEKTRONIKA I ( ELS2103)

PERCOBAAN 1 DIODA : KARAKTERISTIK DAN APLIKASI


Rosmauli Siringoringo ( 14S17011) – S1 Teknik Elektro
Assisten : Yogi Sirait
Waktu Praktikum: 08.00-11.50/ 15 Februari 2019
Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Institut Teknologi Del

Abstrak

In this first lab, we will discuss the characteristic an d application of diodes, namely ordinary diodes (Germanium
and Silicon) and Zener diodes. Diodes make by semiconductors, semiconductors are basic elements of electronic
components such as diodes, transistor and an IC. Semiconductors or half conductors are called because this
material is not made and pure conductor is called because this material is not made of pure conductor material.
Understand the use of diodes in rectifier circuits . The aspects that we will consider in this lab are the cut-in
voltage, breakdown and also the slope of the curve. We will also understand the use of diodes for clipper and
clamper circuits. And also study the effect of simple filters on a DC source.

Keyword : Diode, Breakdown, Cut-in, Zener diode, Semiconductor.

I. PENDAHULUAN Dioda merupakan komponen aktif dua kutub yang


bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus
Dalam setiap praktium kita akan memperoleh hasil listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju )
yang kita sebut sebagai data.Maka haruslah data itu dan menghambat arus dari arah sebaliknya ( kondisi
diperoleh dengan pemahaman dan dikuasai sebagai panjar mundur). Terdapat dua karakteristik diode
pemahaman mengenai instrumentasi laboratorium. yakni diode tipe N dan tipe P. tipe N yakni saat arus
mengalir dari sisi N atau katode, dan tipe P yakni saat
Tujuan dari praktikum modul 01 Dioda :
arus mengalir dari sisi anode.
Karakterisrtik dan Aplikasi memiliki tujuan yaitu
sebagai berikut : Dioda memiliki fungsi yaitu berguna dalam
penyearah, pengaman apabila terjadi kesalahan pada
1. Memahami karakteristik dioda biasa dan
arus listrik yang mengalir terbalik, dan juga sebagai
dioda Zener.
peredam.
2. Memahami penggunaan dioda dalam
rangkaian penyearah 2.2 Dioda Germanium
3. Mempelajari pengaruh filter sederhana pada
Diode Gemanium adalah diode menjadikan
suatu sumber DC
germanium sebagai bahan dasar dan yang paling
4. Memahami penggunaan dioda rangkaian mendominasi. Dioda germanium memiliki
Clipper dan Campler. karakteristik fisik berupa bentuknya yang kecil dan
berujung lonjong, juga mempunyai sepasang kaki
II. TINJAUAN PUSTAKA yang berkutup negative dan positif. Biasanya alat ini
digunakan sebagai rangkaian radio penerima dan
2.1. Dioda pemancar sederhana atau TX. Tegangan masuk
kekomponen hanya hilang 0,3 volt.
2.3 Dioda Silikon
Dioda Silikon merupakan salah satu dari jenis diode,
diode ini memiliki bahan silicon sebagai bahan yang
mendominasinya. Diode silicon biasa dijumpai di
rangkaian adaptor, power supply dan lainnya.
Tegangan hilang diode ini yaitu 0,7 volt.

Gambar 1. Rangkaan Clipper dengan diode


2.4 Dioda Zener
Dioda Zener merupakan diode yang terbuat dari
silicon dan Zener. Namun bahan zener lah yang Sedangkan rangkaian clamper digunakan sebagai
paling mendominasi sehingga disebut diode zener. pemberi offst tegangan DC, maka tegagan yang akan
Dioda ini berfungsi sebagai penyetabil arus atau dihasilkan adalah tegangan input yang ditambah
stabilizer. Diode ini tidak memiliki tegangan hilang. dengan tegangan DC.

2.5 Dioda Sebagai Penyearah


Salah satu fungsi diode adalah sebagai penyearah,
penyearah dimaksud adalah mengubah arus AC
menjadi DC. Pada jala-jala yang masuk merupakan
arus bolak-balik, namun diode akan mengubah nya
menjadi arus searah. Tegangan pada rangkaian
penyearah gelombang didapat sebagai berikut.
1
𝑉𝑜 = 𝑉𝑝 − 𝑉𝑟
2 Gambar 2. Rangkaian Clamper
Ket :
Vp = Magnitude tegangan puncak (Vp) sinyal AC
Vr = Tegangan Ripple
III. PROSEDUR PERCOBAAN

𝑉𝑝 3.1 Alat dan Komponen


𝑉𝑟 =
2𝑓𝐶𝑅 Alat-alat yang dipakai dalam praktikum kali ini
Untuk rangkaian penyearah gelombang penuh besar adalah :
resistansi output efektif dapat dihitung :
1 1. Kit praktikum Karakteristik Dioda &
𝑅𝑜 = rangkaian Penyearah 1 buah
4𝑓𝐶
2. Sumber tegangan DC 2 buah
2.6 Rangkaian Clamper dan Clipper 3. Osiloskop 1 buah
Rangkaian Clipper merupakan rangkaian yang dibuat 4. Dioda 1N4001/1N4002 3 buah
guna membatasi tegangan agar tidak melebihi dari 5. Dioda Zener 2 buah
suatu tegangan tertentu. 6. Resistor Variabel 1 buah
7. Resistor 150 KΩ 1 buah
8. Kapasitor 10 µF 1 buah
9. Breadboard 1 buah

3.2 Langkah Kerja

3.2.1 Karakteristik Dioda


7. Lepaskan resistor Rm dan hubungkan lagi
CT trafo dari ground secara langsung.
Lepaskan hubungan resistansi beban RL dari
rangkaian penyearahan dan filter.
8. Hubungkan resistor variable pada output
rangkaian penyearah di arat, ubah nilai
resistansi hingga diperoleh tegangan output
sebesar setengah tegangan output dalam
keadaan tanpa beban
Gambar 3. Pengukuran Karakteristik Dioda 9. Lepaskan resistor variable dari rangkaian
dan ukur nilai resisransinya dengan
1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar,
menggunakan multimeter
hubungkan dengan osiloskop, untuk
10. Susun rangkaian penyearah gelombang
mengawali gunakan DC offset nol untuk
penuh 2 dioda seperti pada gambar
sinyal dari generator sinyal.
2. Gunakan mode X-Y
3. Tekan tombol invert untuk channel B
4. Amati tegangan Cut-in, brakdownd, dari
gambar
5. Ulangi langkah 2 untuk diode lainnya.
6. Catat hasilnya

3.2.2 Penyearah dan Filter

1. Susun rangkaian seperti gambar berikut 3.2.3. Rangkaian Clipper

1. . Buatlah rangkaian berrikut pada breadboar

2. Amati dengan menggunakan osiloskop


sinyal output yang diperoleh dan gambarkan
Gambar 4. Rangkaian Filter
bentuk sinyalnya
3. Susun rangkaian seperti gambar berikut
2. Amati gelombang, frekuensi, dan pengaruh
pemasangan kapasitor.
3. Ulang langkah untuk suatu nilai C konstan,
ubah besarnya beban
4. Lepaskan hubungan CT trafo dengan
Ground
5. Hubungkan resistor zrm dari CT trafo ke 4. Bandingkan hasil percobaan kedua
Ground seperti yang ditunjukkan oleh rangkaian diatas
gambar di bawah ini.
6. Gunakan osiloskop untuk melihat arus pada 3.2.5. Rangkaian Clamper
resistor ini,
1. Buatlah gambar rangkaian pada breadboard
seperti gambar

2. Amati sinyal dengan menggunakan


osiloskop Gambar . Outpuh CH 1 dan CH 2 pada osiloskop
3. Berilah analisis.

4.HASIL DAN ANALISIS


4.1 Hasil percobaan 1
Jenis Cut- in Breakdown
Silikon 0,8 volt -
Germanium 0,4 volt -
Zener 0,6 volt 4,6 volt
Tabel 1-1 Pengukuran tegangan breakdown dan cut
in
Dari hasil percobaan yang kami lakukan terdapat
perbedaan yang terdapat pada hasil tampilan
osiloskop. Hal ini terdapat pada tegangan cut-in pada
diode silicon, germanium maupun zener.
Pada diode silicon tegangan cut-in yang didapatkan
pada praktikum yakni bernilai 0,8 volt, dan sementara
hasil sebenarnya yaitu 0,7 volt.
Begitu pula pada hasil cut in germanium, hasil yang
kami dapatkan yaitu 0,4 volt, namun tegangan batas
sebenarnya adalah 0,3 volt.
Dan tegangan zener berkisar pada 0,7 volt.
Hasil breakdown yang kami dapatkan yaitu, pada
diode silicon dan germanium tidak kami dapatkan
nlai breakdown nya, walau sebenarnya diode silicon
ddan germanium pun memiliki breakdown namun
tegangannya sangat tinggi sehingga pada generator
sinyal tidak dapat menampilkan sinyal
breakdownnya, namun pada diode zener kami
mendapatkan nilai breakdown pada 4,6 volt. Sinyal Gambar. Tampilan karakteristik diode siliskon
tersebut tampak setelah kami memperbesar
amplitudennya yakni tegangan yang terjadi tepat
sebelum masuk ke diode. Hal ,ini membuktikan
bahwa karakteristik setiap diode berbeda-beda.
Resis Tegan Tegangan
Kapasita
Rangkaian diamati tansi gan Ripple
nsi (µf)
(Ω) (V) perhitungan

Penyearahan 27 2200 7.6 1.27


Gelombang
27 1000 0.755 0.28
setengah dalam
resistansi konstan 27 470 0.71 0.56
Penyearahan 180 2200 14.8 0.37
Gelombang
setengah dalam
kapasitansi konstan 1000 2200 18.7 0.11
Penyearahan 27 2200 0.75 0.13
Gelombang penuh
Gambar. Tampilan karakteristik diode germanium dalam resistansi 27 1000 0.75 0.28
konstan 27 470 0.71 0.56
Penyearahan 27 2200 0.76 0.13
Gelombang penuh
180 2200 15 0.38
dalam kapasitansi
konstan 1 2200 18.5 0.08
Penyearahan 27 2200 0.76 0.13
Gelombang penuh
jembatan dioda 27 1000 0.74 0.27
dengan resistansi
konstan 27 470 0.71 0.56
Penyearahan 180 2200 15.05 0.38
Gelombang penuh
jembatan dioda
dengan kapasitansi
konstan 1000 2200 0.74 3.35
Gambar. Tampilan karakteristik diode zener
Frekuensi Frekuensi Resistansi
Pada gambar hasil percobaan diatas dapat diketahui Tegangan Arus max
tegangan arus Output
jika diode mengubah sinyal dari gelombang AC pengamatan (mA)
Ripple dioda (Ω)
menjadi gelombang DC (yaitu tampilan sinyal
horizontal pada osiloskop), hal ini merupakan fungsi 5.43 50.2 50,2 0,5 0.2
diode yakni sebagai penyearah.
1.3 50.23 50,23 0,48 0.2
4.2 Data pengamatan penyearahan dan filter 2 50.3 50,3 0,48 0.2
1.6 50.3 50,3 0,52 0.2
0.123 38.8 38,8 0,52 0.2
0.11 50.2 50,2 0,52 0.2
0.9 50.2 50,2 0,52 0.2
0.41 50.2 50,2 0,47 0.2
0.83 50.3 50,3 0,48 0.2
0.15 50.3 50,3 0,48 0.2
0.123 50.3 43 0,47 0.2
0.58 50.2 50,2 0,48 0.2
0.34 50.2 50,2 0,54 0.2
0.05 50.2 50,2 0,49 0.2
0.26 50.2 50,2 1,16 0.2
3.2 50.2 50,2 0,49 0.2 kapasitansi dan resistansi untuk mempertahankan
tegangannya.
Tabel hasil pengamatan
DAFTAR PUSTAKA
Pada percobaan kali ini kita akan mencari tegangan [1] Siagian Pandapotan. Petunjuk Praktikum
ripple dengan mengganti kapasitansi ataupun Elektronika. ELS2203. Laboratorium Dasar Teknik
resistansi dalam suatu rangkaian. Kita akan Elektro. Institut Teknologi Del, Sitoluama, 2015.
membandingkan hasil dari perhitungan dan [2]Stan Amos & Mike James, 2000. Principles of
pengamatan terhadap rangkaian dan mengukurnya Transistor Circuits. London : Bristish Library
dengan menggunakan multimeter. Cataloguing in Publication data
Rumus yang digunakan untuk menghitung tegangan
ripple yaitu ;
𝑉𝑝
𝑉𝑟 =
2𝑓𝐶𝑅
Maka, setelah didapatkan hasil pengamatan secara
langsung dan juga dari perhitungan kami pun
membandingkan hasil yang kami peroleh. Dan hasil
yang kami peroleh berbeda dari hasil perhitungan
langsung, terdapat perbedaan dikisaran 0,0x dengan
hasil pengamatan. Hal ini mungkin saja diakibatkan
oleh praktikan yang tidak memasang ranngkain
dengan tepat atau kelalaian dalam menghitung.
Semakin kecil kapasitansi filter maka ripple tegangan
tampak semakin besar. Dan dapat diamati juga
semakin besar resistansi beban pada rangkaian
penyearah, maka semakin kecil tegangan ripplenya.
Lalu, karakteristik rangkaian penyearah gelombang
penuh dan jembatan hampir sama dengan
karakteristik penyearah gelombang setengah,, yaitu
saat kapasitansi filternya semakin besar maka
tegangan ripple nya akan semakin kecil, begitu pula
sebaliknya.

V.KESIMPULAN
Pada praktikum kali ini, kami membahas mengenai
karakteristik diode dan aplikasinya. Dan yang dapat
kami simpulkan yaiut diode memiliki karakteristik
pada tiap jenis diodanya. Yaitu seperti diode silicon,
diode germanium dan diode zener. Karakteristik yang
dimaksdu yaitu terdapat pada tegangan cut-in dan
tegangan breakdown nya. Tegangan cut in yang
dimaksud adalah tegangan yang dibutuhkan diode
untuk merespon. Kemiringan karakteristik kurva
berbeda tiap jenis diodanya. Diode berfungsi sebagai
penyearah gelombang. Penyearah dimaksud yaitu
mengubah gelombang AC menjadi DC. Penyearah
gelombang penuh memiliki tegangan ripple yang
lebih kecil dan lebih pendek dibanding dengan
tegangan ripple penyearah setengah gelombang.
Tegangan ripple pun tergantung pada besarnya