Anda di halaman 1dari 2

Nama : Gilang Alifio Abdilah Kusuma

NIM : 19407141009

Jurusan : Ilmu Sejarah A

Dosen : Dra. Dina

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA YANG


KUAT
Pancasila merupakan warisan yang luar biasa yang mengacu pada nilai

nilai luhur, yang bersifat orisinal dan tahan pada perubahan zaman. Namun, upaya

untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut terasa lemah. Tak ada kegairahan lagi yang

tinggi yang mampu mengartikulasikan Pancasila terus-menerus agar kokoh dalam

kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memang tidak berlebihan jika Pancasila diakui sebagai fungsi yang dapat

menyatukan masyarakat dan wilayah Nusantara yang begitu luas, dengan latar

belakang suku, budaya, bahasa, serta adat istiadat. Namun perwujudan fungsi

tersebut terkesan setengah hati dan juga banyak yang tidak peduli jika Pancasila

diganggu oleh ideologi lain.

Pengertian ideologi sendiri berasal dari gabungan dua kata majemuk, yaitu

idea dan logos yang berartikan gagasan atas pemikiran sedalam-dalamnya yang

merupakan pemikirian dari suatu filsafat. Ideologi sendiri bersifat terbuka, karena

ideoogi merupakan gagasan mnyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai

mutlak bagaimana manusia harus hidup dn bertindak.


Ideologi nasional terceminkan dalam Pembukaan Undang-Undang tahun

1945 adalah ideologi perjuangan, yaitu semangat jiwa perjuangan bangsa untuk

mewujudkan negara yang merdeka , bersatu, berdaulat, dan adil dan makmur.

Pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran yang dijiwai

pancasila, kemudian dijabarkan lebih lanjutvdalam pasal-pasal Batang Tubuh

UUD 1945. Dengan kata lain bahwa hal ini memenuhi syarat untuk memuat

ajaran, doktrin, teori dan ide bngsa indonesiayang diyakini kebenarannya.