Anda di halaman 1dari 4

Pakan unggas

A. Keadaan bahan pakan.


harus menjamin bahwa semua bahan baku telah memenuhi standar kualitas, yaitu :

· Tidak terdapat benda asing pada bahan baku dan ransum.

· Butiran dan bahan lain mempunyai ukuran dan bentuk yang sesuai.

· Ransum diproduksi sesuai dengan formulasi,

· Pellet dan crumble mempunyai ukuran yang sempurna dan ketahanan yang sesuai dengan
standar.

· Tidak terjadi kontaminasi silang antara ransum dengan bahan lain,

· Tidak ada kehilangan vitamin atau bahan baku mikro lainnya,

· Tidak terdapat bahan atau mikroorganisme berbahaya,

· Segregasi yang minimum,

· Pembungkus bersih dan rapi,

· Kualitas ransum sesuai dengan permintaan konsumen.

B. Cara penyimpanan bahan pakan .

Ada kalanya bahan pakan tersebut dikemas dengan menggunakan kardus, kaleng maupun
drum. Bahan-bahan ini biasanya terdiri dari obat-obatan, vitamin dan asam amino. Untuk
bahan –bahan ini sistem penyimpanannya sama seperti penyimpanan di dalam gudang, tetapi
memerlukan persyaratan dan perlakuan khusus sesuai dengan karakteristik bahannya.

C. Proses pengolahan pakan

 Proses pengeringan ( drying )

Semua jenis bahan baku dipastikan dalam kondisi kering.

 Proses penggilingan ( milling )

Dilakukan pada bahan baku yang berbentuk butiran seperti jagung, bungkil kacang kedelai,
bungkil kelapa untuk diolah menjadi tepung halus.

 Proses pencampuran ( mixing )


Bertujuan mencampur semua bahan baku dan bahan tambahan pada komposisi tertentu sehingga
dapat diproses menjadi pakan.

 Proses pembutiran ( pelleting )

Bertujuan membentuk hasil dari pencampuran menjadi bentuk tertentu seperti pellet taupun
bentuk memanjangdll. Sehingga dapat menghigieniskan pakan yang dapat dipotong sesuai
ukuran.

 Proses pendinginan ( cooling )

Proses ini bertujuan mendinginkan pakan dan dapat mengurangi tingkat kelembaban pada
pakan.

 Proses penghancuran ( crumbling )

Khusus digunakan utnuk produk crumble, yang bertujuan menghancurkan pellet yang sudah
dibentuk tadi menjadi butiran kecil dan halus.

 Proses pengayakan ( screening )

Proses ini memisahkan sesuai ukuran, ada saringan pada mesin pengayak untuk di masukkan ke
penampungan selanjutnya akan dikemas.

 Proses pengemasan ( packing )

Prosuk dari pakan yang sudah jadi, bisa berupa tepung ataupun butiran ( pellet ), selanjutnya
dicurahkan dari tenpat penambungan ( bin ) pada masing – masing karung baik plastik, karung
untuk ditimbang

D. Cara pemberian pakan


Pakan diletakan di tempat wadah yang kering, bersih dan tidak ada mikroorganisme yang
masuk

E. Cara penyimpanan pakan.


Menurut Kushartono (2002), untuk menghindari timbulnya jasad-jasad pengganggu
selama penyimpanan perlu adanya tindakan pencegahan sebagai berikut :

1. Menjaga kebersihan gudang;


2. Bahan pakan jangan disimpan terlalu lama;
3. Hindari kemasan yang rusak;
4. Perhatikan kadar air bahan, batas simpan yang baik, kandungan air tidak lebih dari 13%;
5. Pemakaian bahan baku first in first out (FIFO);
6. Bahan baku pakan diletakkan diatas pallet.
Oto Laksono dalam Sihombing (2012) menyatakan bahwa yang terpenting bukanlah khusus
gudangnya, tetapi pemenuhan syarat seperti temperatur, kelembaban, kebersihan, layout,
serta bebas dari kontaminasi. Beberapa parameter untuk gudang yang baik yaitu : terhindar
dari matahari langsung, terhindar dari hujan dan bocor, temperature dikisaran 30oC – 34oC,
kelembaban tidak lebih dari 70% dan bebas dari hama kutu dan tikus, tidak bercampur
dengan bahan kimia seperti pupuk, pestisida dan racun tikus. Layout atau desain yang baik
adalah cukup luas untuk mengatur FIFO (first in first out).Memiliki catatan stok yang rapi
dan cukup jarak antara dinding terhadap tumpukan (atau antar tumpukan). Sementara untuk
bahan baku, keperluan gudang akan sangat bergantung pada jenis bahan tersebut.

Pakan satwa liar

A. Keadaan bahan pakan


 Daging sapi, ayam dan ikan harus segar
 Rumput, buah buahan juga harus segar dan masih fres

B. Cara penyimpanan bahan pakan


Daging sapi, ayam, ikam di letakan di ruangan pendingin di suhu -2Cc
kalau buah bias di ruangan pendingin di suhu 16C, kalau rumput gajah,
atau daun langsung di ambil dari kebun.
C. Proses pengolahan pakan
Ada yang langsung di kasih perpotong, ada juga yang di campur, ada juga
di campur dengan kosentrat
D. Cara pemberian pakan
Makanan hanya di letakkan atau di taruh di tempat yang sudah di sediakan
atau bias juga langsung di kasih ke hewannya
E. Cara peyimpanan pakan
 Tempat penyimpanan diusahakan di tempat yang kering/tidak lembab
(kelembaban tak lebih dari 70%),disimpan diruang pendingin temperatur
di kisaran 15-C sampai 17-C ,terhindar sinar matahari langsung.

 Hindari kontak langsung dengan lantai/dinding, simpan pakan diruangan


pedingin
 Teknik penyimpanan yang biasa di gunakan adalah sistem FIFO (first in
first out/Masuk Pertama, Keluar Pertama) supaya lebih mudah mengontrol
keluar masuknya pakan dan kualitas pakan tetap terjaga.
 Atur penumpukan pakan yang mudah diambil sesuai dengan urutan masuk
atau pembuatan pakan.
 Perhatikan jarak antar tumpukan dan antara tumpukan dengan dinding
(tidak terlalu sempit untuk memudahkan pakan keluar masuk)
 Pakan daging dan ikan dipisahkan ditempat pendingin yang lebih dingin
sekitar -2c
 Pakan buah” ,sayuran diruang pendingin 15c sampai 17 c .