Anda di halaman 1dari 15

Menyitasi Sebuah Jurnal

Secara umum sitasi jurnal dengan sistem Vancouver adalah sebagai berikut:

Banyak ketentuan yang digunakan dengan menggunakan sistem ini. Berikut adalah ketentuan yang
cukup penting untuk diperhatikan:
Nama Pengarang (Authors)
1. Urutkan nama pengarang sesuai dengan yang tertera dalam jurnal.
2. Taruhlah nama terakhir (last name) atau nama keluarga (family) pengarang dibagian depan untuk
setiap pengarang.
3. Ubah nama depan dan nama tengah yang tertera ke dalam inisial, maksimal dua inisial sesuai
urutan nama depan dan tengah.

4. Gunakan koma dan spasi untuk membedakan nama pengarang yang satu dengan lainnya.
5. Akhiri informasi nama pengarang dengan menggunakan titik.
6. Jika halaman merupakan suatu pertimbangan dan jumlah pengarang cukup banyak, maka dapat
menggunakan 3 pengarang pertama atau 6 pengarang pertama. Nama pengarang terakhir diikuti
dengan koma dan spasi kemudian berikan “et al.” atau “and others.”

7. Hilangkan jabatan, pangkat, titel, atau tanda kehormatan lainnya yang mengikuti nama pengarang

8. Jika organisasi adalah pemilik dari artikel atau jurnal, maka ikuti ketentuan berikut
Hilangkan “the” dalam menggunakan nama organisasi
9. Jika dalam publikasi disertakan divisi organisasi yang bersangkutan, masukkan divisi tersebut
setelah nama organisasi dan dipisahkan dengan koma. Jika ada lebih dari 2 divisi pisahkan dengan
titik koma
10. Jika nama pengarang atau pemilik tidak ditemukan, maka ketentuan yang berlaku adalah sebagai
berikut
11. Jika ditemukan nama editor atau translator, mulailah sitasi dengan nama editor atau translator,
kemudian akhiri dengan koma dan berikan informasi tentang peranan orang tersebut.
12. Jika tidak ditemukan baik nama pengarang, pemilik, editor, ataupun translator, mulailah dengan
judul dari artikel tersebut. Jangan menggunakan anonymous.

Judul Tulisan / Artikel


1. Masukan judul artikel sesuai dengan yang tertera dalam jurnal/publikasi.
2. Kapitalkan hanya huruf pertama dari kata pertama dalam judul. Huruf kapital juga digunakan
dalam akronim, dan inisial.
3. Gunakan titik dua diikuti dengan spasi untuk memisahkan judul dengan subjudul.
4. Akhiri judul artikel dengan titik walaupun ada tanda tanya atau tanda seru dalam judul artikel
tersebut.
5. Jangan memasukkan header dalam sebuah jurnal (“case report study”, “case control study”)
sebagai judul tulisan, kecuali daftar isi menyebutkan bahwa header tersebut termasuk dalam
judul tulisan.
Nama Jurnal
1. Masukan nama jurnal sesuai dengan bahasa aslinya.
2. Gunakan abreviasi nama jurnal yang telah disepakati secara internasional.
3. Gunakan huruf capital dalam mengawali setiap huruf dalam nama jurnal termasuk abreviasinya.
4. Ada beberapa ketentuan dalam menetapkan abreviasi suatu jurnal.
5. Gunakan abreviasi yang sesuai untuk bahasa Inggris pada umumnya (bisa dilihat di ) dan
kapitalkan huruf pertamanya. Hilangkan kata “articles”, kata hubung, dan preposisi. Contoh: “of”,
“the”, “at”, dan sebagainya
6. Bisa melihat daftar susunan yang ditetapkan oleh beberapa publikasi seperti MedLine, PubMed,
dan sebagainya.
7. Akhiri nama jurnal dengan menggunakan titik dan spasi.

Tanggal Publikasi
1. Tanggal publikasi diurut mulai dari tahun, bulan dan hari publikasi.
2. Bulan disingkat berdasarkan tiga huruf pertama.
3. Akhiri informasi tanggal publikasi dengan titik dua.
4. Terkadang beberapa jurnal memberikan suplemen (supplement), bagian (parts), atau
edisi/nomor khusus (special number). Ini semua diletakkan setelah tanggal. Gunakan abreviasi
berikut : Suppl, Pt, Spec No
5. Gunakan hanya nomor arab saja.
6. Terkadang suplemen diberikan nama daripada diberikan nomor. Jika demikian, gunakan
singkatan yang telah disepakati secara internasional.
7. Akhiri suplemen, bagian, atau nomor khusus dengan titik dua.
Nomor Volume dan Nomor Isu
1. Hindari penggunaan kata “volume” atau “vol”. Nomor saja sudah cukup untuk menunjukan
volume jurnal tersebut.
2. Gunakan angka arab untuk nomor volume dan nomor isu. Pisahkan multipel volume dengan
garis strip (-), misal 5-6, 10-11. Untuk nomor isu diletakkan di dalam kurung.
3. Jika tidak ditemukan nomor volume jurnal, berikan titik koma setelah tanggal publikasi diikuti
oleh nomor isu (yang diletakkan dalam kurung).
4. Hindari penggunaan “number”, “num”, “no” atau kata-kata lainnya yang ingin menunjukkan
nomor isu.
5. Akhiri nomor isu dengan titik dua.

Lokasi dan Halaman


1. Jangan mengulang nomor halaman kecuali diikuti oleh huruf.
2. Akhiri lokasi atau halaman dengan menggunakan titik.
3. Jika halaman tidak berurutan, gunakan tanda koma dan spasi untuk memisahkan antara
halaman satu dengan lainnya.
4. Jika dalam satu jurnal tidak disertakan halaman, maka tulis jumlah halaman yang dikutip.
Misalkan mengutip 5 halaman maka tulislah [5 p.]. Letakkan dalam kurung kotak.

Menyitasi Sebuah Buku


Secara umum bentuk sitasi sebuah buku adalah sebagai berikut
Ketentuan sitasi sebuah buku dengan sistem Vancouver hampir mirip dengan ketentuan sitasi
sebuah jurnal. Berikut hanya dijelaskan perbedaannya, sedangkan yang tidak dibahas pada bagian
ini semuanya persis sama seperti saat mensitasi jurnal.
Edisi Buku
Bagian ini penting untuk dicantumkan, sehingga pembaca tahu edisi berapa yang digunakan oleh
penulis (karena setiap edisi pasti ada beberapa perubahan di dalamnya!). Berikut ini adalah
ketentuan dalam mencantumkan edisi buku.
1. Edisi buku diletakkan setelah judul buku.
2. Gunakan abreviasi untuk kata-kata yang umum digunakan. Misalkan ed. (edition), spec.
(special), transl. (translation).
3. Kapitalkan hanya huruf pertama dalam pernyataan edisi.
4. Gunakan angka arab. Sebagai contoh second menjadi 2nd dan III menjadi 3rd.
5. Akhiri edisi dengan titik.
6. Jika buku tidak mencantumkan nomor edisinya, anggap saja buku itu merupakan edisi pertama.

Editor dan Penulis/Pemilik Kedua (Secondary Author) Dari Keseluruhan Buku


Yang dimaksud dengan secondary author adalah mereka yang memodifikasi pekerjaan dari pemilik
utama. Sebagai contoh editor, translator, dan ilustrator. Berikut adalah ketentuan ketika mensitasi
sebuah buku yang memiliki secondary author.
1. Letakkan nama dari secondary author setelah pernyataan edisi buku.
2. Untuk nama, ikuti format yang umum dalam sistem Vancouver (lihat penamaan saat mensitasi
jurnal)
3. Berikan tanda koma di akhir nama editor diikuti kata ‘editor’, diakhir nama ilustrator dengan
koma diikuti kata ‘ilustrator’, dan lain sebagainya.
4. Akhiri informasi secondary author dengan titik.
5. Jika tidak ada pemilik utama dari buku tersebut, pindahkan secondary author menjadi pemilik
utama.
Penerbit Untuk Keseluruhan Buku
Berikut adalah ketentuan untuk mencantumkan penerbit.
1. Cantumkan penerbit sesuai yang tertera dalam publikasinya. Gunakan kapitalisasi huruf sesuai
dengan yang tertera dalam buku.
2. Abreviasikan penerbit yang telah diketahui oleh umum jika diperlukan, tetapi tetap harus
dipertimbangkan ketika menyingkat nama penerbit untuk menghindari kebingungan pembaca.
3. Apabila divisi dari penerbit tersebut dicantumkan dalam buku, maka nama penerbit ditaruh di
awal kemudian diikuti oleh nama divisi tersebut.
4. Jika ditemukan lebih dari satu penerbit, pilihlah penerbit yang ada diurutan paling atas atau satu
penerbit yang dicetak dengan huruf besar atau ditebalkan.
5. Jika tidak ditemukan nama penerbit, maka tulislah “publisher unknown” dalam kolom
kotak. Akhiri informasi penerbit dengan titik koma.

Lokasi / Halaman
Untuk mencantumkan lokasi halaman dalam sebuah buku sedikit berbeda dengan cara
mencantumkan halaman dalam sebuah jurnal.
1. Jangan menghitung bagian berikut sebagai halaman: introductory material, lampiran, indeks,
walaupun dalam sebuah buku bagian ini diberikan halaman.
2. Berikan nomor halaman dihalaman teks tersebut dikutip diikuti huruf p.
3. Untuk buku yang terdiri lebih dari satu volume, kutip total nomor dari keseluruhan volume
termasuk volume dari halaman yang dikutip.
4. Jika dalam buku tidak terdapat halaman, maka hitung jumlah halaman yang anda kutip,
kemudian tambahkan ”leaves”.

 Akhiri informasi lokasi/halaman dengan titik.


Bagaimana Cara Merujuk Kepustakaan di Dalam Karya?
Setelah kita mengetahui bagaimana cara menulis daftar pustaka ala Vancouver dengan benar,
sekarang akan dibahas bagaimana menuliskan rujukan dalam paragraf suatu karya. Berikut adalah
beberapa ketentuan dan penjelasan dalam menulis rujukan dalam sebuah kalimat/paragraf.
1. Sistem Vancouver menggunakan sistem penomoran untuk menyatakan sumber yang digunakan
dalam tulisan. Apresiasi penulis terhadap penulis karya yang dikutipnya diwujudkan dalam
nomor ini.
2. Nomor ini bersifat statis, artinya nomor yang digunakan di dalam paragraf manapun selalu sama
ketika mengutip dari sumber yang sama.
3. Nomor ini ditulis disebelah kanan koma atau titik, dan disebelah kiri titik dua atau titik
koma. Angka rujukan tersebut dapat ditulis superscript atau dalam kurung
Cara Penulisan Daftar Rujukan Menurut Gaya Vancuover
I MADE BAKTA
Unit Epidemiologi Klinik FK UNUD/RSUP Sanglah
Pendahuluan
Makalah ilmiah merupakan kebutuhan esensial bagi masyarakat ilmiah.
Makalah yang dipublikasikan
pada jurnal ilmiah merupakan sarana penyebaran informasi ilmiah, sedangkan makalah yang
diajukan pada pertemuan ilmiah merupakan sarana komunikasi ilmiah yang sangat efektif. Hasil
suatu penelitian belumlah sempurna jika belum d
ipublikasikan pada suatu jurnal ilmiah. Penyebaran
informasi ini memungkinkan peneliti lain untuk memverifikasi atau memfalsikasi hasil tersebut, yang
pada akhirnya menuju suatu kebenaran ilmiah.
Makalah ilmiah mempunyai struktur baku. Pada umumnya, naskah
ilmiah mempunyai format yang
terdiri dari: judul, identitas pengarang, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan,
kesimpulan, ucapan terima kasih dan daftar rujukan1. Daftar rujukan atau daftar pustaka (
reference
)
merupakan bagian dari suatu makalah
yang memuat sumber informasi dari mana pengarang merujuk
suatu data atau informasi. Setiap majalah mempunyai aturan sendiri dalam menulis daftar rujukan.
Namun demikian, terdapat beberapa jenis cara penulisan daftar rujukan yang telah diterima secara
luas
. Cara penulisan daftar rujukan yang baik dan benar seringkali oleh para redaksi jurnal ilmiah
dianggap sebagai indikator ketelitian dan kecermatan dari si penulis makalah2.
Dalam naskah ini akan dibahas suatu cara penulisan daftar rujukan menurut gaya Van
couver
(
Vancouver style
). Gaya ini merupakan cara penulisan daftar rujukan yang paling banyak dipakai oleh
jurnal biomedik di seluruh dunia. Sampai tahun 1997, gaya ini telah dipakai oleh lebih dari 500 jurnal
biomedik di seluruh dunia1.
Riwayat Timbulnya
Gaya Vancouver
Sekelompok editor jurnal kedokteran berbahasa Inggeris berkumpul di Vancouver, British Columbia,
Kanada, pada 1978, untuk membicarakan petunjuk umum format manuskrip yang akan diterbitkan
pada jurnal tersebut. Kelompok ini kemudian disebut s
ebagai
Vancouver Group
. Kelompok ini
berkembang, kemudian secara resmi disebut sebagai
"the International Committee of Medical Journal
Editors"
. Petunjuk umum tentang penulisan naskah yang disusun oleh grup ini dikenal
sebagai
"Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journal"
. Di dalamnya
mengandung petunjuk mengenai tata cara penulisan daftar rujukan. Tata cara ini dikenal sebagai
gaya Vancouver atau
"Vancouver style".
Kelompok ini bertemu setiap tahun. Pad
a Januari 1997 telah
diterbitkan
"Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals"
edisi
kelima1,3,4,5,6.
Tujuan Membuat Daftar Rujukan
Rujukan diperlukan sebagai sumber informasi dalam proses penelitian, baik dalam menyusun latar
bel
akang penelitian maupun metode serta dalam pembahasan hasil. Dalam bagian
-
bagian ini kita
memerlukan hasil
-
hasil penelitian orang lain sebagai rujukan. Semua data tentang sumber informasi
ini ditulis dalam daftar rujukan.
Tujuan membuat daftar rujukan ini
adalah:
1.
Memberikan penghormatan secukupnya kepada sumber informasi yang telah kita kutip.
2.
Memungkinkan pembaca untuk menelusuri sumber asli dari rujukan itu, baik untuk tujuan
verifikasi maupun sebagai sumber informasi ya
ng lebih lengkap.
Jenis Gaya Penulisan Daftar Rujukan
Pada dasarnya, terdapat 3 gaya penulisan daftar rujukan:
1.
Sistem nama dan tahun, dalam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut abjad. Gaya
ini disebut gaya Harvard (
Harvard style
).
2.
Sistem nomor, da
lam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut urutan pemunculan
dalam naskah. Sistem ini terkenal sebagai gaya Vancouver (
Vancouver style
).
3.
Sistem nomor tetapi daftar rujukan disusun menurut abjad. Sebetulnya, sistem ini merupakan
gabungan antara kedua
sistem di atas.
Masing
-
masing sistem mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing
-
masing. Gaya Harvard
terutama memberi kejelasan mengenai sumber dan tahun informasi, tetapi banyak mengambil tempat
dalam naskah. Sedangkan gaya Vancouver bersifat sangat ri
ngkas. Gaya Harvard banyak dipakai
dalam tesis, disertasi serta laporan penelitian, tetapi jurnal biomedik sebagian besar memakai gaya
Vancouver7.
Unsur
-
unsur Daftar Rujukan
Daftar rujukan mengandung unsur
-
unsur sebagai berikut:
1.
Penulis: mencakup penulis u
tama dan penulis pendamping (
coauthor
). Jika penulis lebih dari
6, maka hanya ditulis 6, kemudian dibelakangnya ditulis et al. (berasal dari et ali). Nama
keluarga (
family name
) ditulis pertama kemudian diikuti singkatan nama pertama dan nama
tengah. Untuk
etnis yang tidak mempunyai nama keluarga, nama terakhir dianggap sebagai
nama keluarga. Gelar kesarjanaan tidak perlu ditulis1,7.
2.
Judul: mencakup judul, subjudul makalah dalam jurnal, bab atau bagian buku dan judul,
subjudul majalah, buku atau monografi7.
3.
Fakta
-
fakta penerbitan: mencakup tempat (kota), penerbit, waktu penerbitan (datum), dan jika
perlu volume dan atau edisi (kecuali edisi pertama). Tempat penerbitan (kota) dituliskan
nama lengkap resmi kota tempat buku tersebut diterbitkan. Jika lebih dari
satu kota, tulis yang
pertama saja. Untuk kota yang tidak terkenal, tuliskan juga negaranya. Nama penerbit
dituliskan tepat menurut gaya yang dipakai penerbit. Datum penerbitan adalah datum hak
cipta (
copyright date
). Tuliskan datum terakhir bila terdapat
lebih dari satu datum. Untuk
majalah maka perlu dituliskan volume majalah. Untuk majalah dengan nomor halaman yang
berurutan dalam satu volume maka nomor majalah (issue) dan tanggal penerbitan majalah
tidak usah disebutkan. Nomor halaman yang dikutip ditu
lis halaman awal dan halaman akhir.
Hilangkan angka yang tidak memberi tambahan informasi. Monograf halaman tidak perlu
ditulis7.
Cara Penulisan Daftar Rujukan Menurut Gaya Vancouver
1.
Rujukan diberi nomor sesuai dengan pemunculannya untuk pertama kali dalam naskah.
Sumber rujukan ditulis dalam naskah memakai angka (Arab) dalam kurung (parentheses).
Nomor rujukan pada keterangan gambar atau tabel urutannya sesuai dengan pemunculannya
dal
am naskah1,3,4,5,6.
2.
Judul jurnal disingkat sesuai dengan singkatan menurut Index Medicus. Daftar singkatan ini
dapat juga diakses pada
library's web site
(http://www.nlm.nih.gov).
3.
Hindarkan memakai abstrak sebagai rujukan. Naskah yang telah diterima oleh s
uatu majalah,
tetapi belum diterbitkan diberi tanda
"in press"
atau
"forthcoming"
. Penulis harus mendapat
izin tertulis untuk dapat melakukan kutipan serta kepastian tentang penerbitannya. Naskah
yang sudah dikirim ke suatu majalah, tetapi belum mendapat k
epastian tentang diterima atau
tidak, disebutkan sebagai
"unpublished observations"
. Naskah ini jika sangat penting dapat
dipakai sebagai bahan rujukan dengan izin tertulis dari penulis naskah tersebut1.
4.
Hindari memakai sumber
"personal communication"
atau
"hubungan pribadi" kecuali jika
merupakan informasi esensial. Harus didapatkan keterangan/izin tertulis dari sumber tentang
akurasi isi komunikasi tersebut1,3,4.
5.
Semua rujukan harus diverifikasi oleh penulis dari dokumen asli1.
Contoh
-
contoh Penulisan Daf
tar Rujukan Menurut Gaya Vancouver
Di bawah ini diberikan contoh cara penulisan daftar rujukan dalam berbagai bentuk yang sesuai
dengan gaya Vancouver edisi tahun 19971:
A.
Artikel jurnal baku (
standard journal article
)
1.
a. Pengarang 6 atau kurang:
Mandrelli F, Annino L, Rotoli B. The GIMEMA ALL 0813 trial: analysis of 10
-
year
follow
-
up. Br J Haematol 1996;92:665
-
72.
b. Pengarang lebih dari 6:
Owens DK, Sanders GD, Harris RA, McDonald KM, Heidenreich PA, Dembitzer AD,
et al. Cost
-
Effectiveness of I
mplantable Cardioverter Defibrillators Relative to
Amiodarone for Prevention of Sudden Cardiac Death. Ann Intern Med 1997;126:1
-
12.
2.
Organisasi sebagai pengarang
The Cardiac Society of Australia and New Zealand. Clinical exercise stress testing.
Safety and
performance guidelines. Med J Aust 1996;164:282
-
4.
3.
Pengarang tidak disebutkan
Cancer in South Africa [editorial]. S Afr Med J 1994;84:15.
4.
Volume dengan suplemen
Aulitzky WE, Despres D, Rudolf G, Aman C, Peschel C, Huber C. Recombinant
Interferon Beta in
Chronic Myelogenous Leukemia. Semin Hematol 1993;30 Suppl
3:14
-
6.
5.
Volume dengan bagian (part)
Ozben T, Nacitarhan S, Tuncer N. Plasma and urine sialic acid in non
-
insulin
dependent diabetes mellitus. Ann Clin Biochem 1995;32(Pt 3):303
-
6.
6.
No penerbitan ma
jalah (issue) tanpa nomor volume
Turan I, Wredmark T, Fellander
-
Tsai L. Arthroscopic ankle arthrodesis in rheumatoid
arthritis. Clin Orthop 1995;(320):110
-
4
7.
Tidak ada nomor penerbitan majalah (issue) maupun nomor volume
Browell DA, Lennard TW. Immunologi
c status of cancer patient and the effects of
blood transfusion on antitumor responses. Curr Opin Gen Surg 1993:325
-
33.
8.
Tipe artikel yang perlu disebutkan
Enzensberger W, Fisher PA. Metronome in Parkinson's disease [letter]. Lancet
1996;347:1337.
Clement
C, De Bock R. Hematological complications of hantavirus nephropathy
(HVN) [abstract]. Kidney Int 1992:42:1285.
B.
Buku dan monograf lain
1.
Pengarang pribadi (personal author)
Armitage P, Berry G. Statistical Methods in Medical Research. 2nd ed. Oxford (UK):
B
lackwell Science;1994.
2.
Organisasi sebagai pengarang
Institute of Medicine (US). Looking at the future of the Medicaid programs.
Washington:The Institute;1992.
3.
Buku ajar dengan editor dan bab yang mempunyai pengarang tersendiri
Editor lebih dari 6
Hillma
n S. Iron Deficiencies and Other Hypoproliverative Anemias. In: Fauci AS,
Braunwald E, Isselbacher KJ, Wilson JD, Martin JB, Kasper DL, et al., editors.
Harrison's Principle of Internal Medicine. 14th ed. New York: McGraw
-
Hill; 1998.
p.634
-
7.
Editor sampa
i dengan 6
Lee GR. Iron Deficiency and Iron
-
Deficiency Anemia. In: Lee GR, Foerster J,
Lukens J, Paraskevas F, Greer JP, Rodgers GM, editors. Wintrobe's Clinical
Hematology. 10th ed. Baltimore: Williams & Wilkins; 1999. p. 979
-
1010.
Catatan:
gaya Vanc
ouver sebelumnya memakai titik koma, bukan p sebelum nomor
halaman.
4.
Prosiding pertemuan ilmiah
Kimura J, Shibasaki H, editors. Recent advances in clinical neurophysiology.
Proceedings of the 10th International Congress of EMG and Clinical
Neurophysiology:
1995 Oct 15
-
19; Kyoto, Japan. Amsterdam:Elsevier; 1996.
Yang tidak diterbitkan oleh penerbit resmi
Bakta IM. Aspek Imunologi anemia aplastik. Naskah Lengkap Kongres Nasional Ke
-
VIII Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia; 11
-
13 Oktober 1
997;
Surabaya, Indonesia.
5.
Makalah dalam suatu pertemuan ilmiah
Bengstsson S, Solheim BG, Enforcement of data protection, privacy and security in
medical informatics. In: Lun KC, Degoulet P, Piemme TE, Rienhoff O, editors.
MEDINFO 92. Proceedings of the 7th World Congress on Medical Informatics; 1992
Sep 6
-
10; Geneva,
Switzerland. Amsterdam: North
-
Holland; 1992. p. 1561
-
5.
6.
Laporan teknis atau laporan ilmiah
Smith P, Golladay K. Payment for durable medical equiptment billed during skilled
nursing facility stays. Final report. Dallas (TX): Dept. of Health and Human Servi
ces
(US). Office of Evaluation and Inspections; 1994 Oct. Report No.: HHSI
-
GOEI69200860.
WHO ScientificGroup. Intestinal protozoan and helminthic infection. Geneva: World
Health Organization; 1981. Technical Report Series No. 666.
7.
Disertasi dan tesis
Kap
lan SJ. Post
-
hospital home health care: the elderly access and utilization.
[dissertation]. St Louis (MO): Washington Univ.; 1995.
Sutarga IM. Faktor
-
faktor risiko terjadinya anemia ibu hamil di wilayah Puskesmas
Abiansemal II Kecamatan Abiansemal Kab, Da
ti II Badung, Bali [thesis]. Surabaya:
Universitas Airlangga; 1994.
C.
Bahan publikasi lain
1.
Artikel surat kabar
Mullery S. Doctors must figth child labor.Asian Medical News September 1996; Sect.
A:1 (col.1
-
3).
Joesoef D. Mendambakan Utopia. Kompas 1998 Jan
8;Sect. A:4(col.5).
2.
Artikel jurnal dalam format elektronik
Morse SS. Factors in the emergence of infectious diseases. Emerg Infect Dis [serial
online] 1995 Jan
-
Mar [cited 1996 Jun 5];1(1):[24 secreens]. Available from: URL:
http://www.cdc.gov/ncidod/EID/eid.htm.
3.
Monograf dalam format elektronik
4.
CDI, clinical derma
tology illustrated [monograph on CD
-
ROM]. Reeves JRT, Mailbach
H. CMEA Multimedia Group, producers. 2nd ed. Version 2.0 San Diego: CMEA;
1995.
5.
File komputer
Hemodynamics III. The ups and downs of hemodynamics [computer program].
Version 2.2. Orlando (FL):
Compuiterized Educational Systems; 1993.
D.
Bahan yang akan dipublikasikan
1.
In press
Leshner AI. Molecular mechanisms of coccaine addiction. N Eng J Med. In press
1996.
Contoh singkatan beberapa jurnal yang penting
Di bawah ini diberikan beberapa contoh cara
membuat singkatan jurnal biomedik yang sering dipakai
sebagai sumber rujukan, sesuai dengan Index Medicus4,5.
Nama jurnal
Singkatan
Acta Medica Scandina
Acta Med Scand
Acta Paediatrica Scandinavia
Acta Paediatr Scand
AIDS: An International Bimonthly Journal
AIDS
American Family Physician
Am Fam Physician
The American Journal of Cardiology
Am J Cardiol
The American Journal of Clinical Nutrition
Am J Clin Nutr
American Journal of Diseases of Children
Am J Dis Child
American Journal of Epidemiology
Am J Epidemiol
American Journal of Hospital Pharmacy
Am J Hosp Pharm
The American Journal of Human Genetics
Am J Hum Genet
The American Journal of Medicine
Am J Med
American Journal of Obstetrics and Gynecology
Am J Obstet Gynecol
The American Journal of Pathology
Am J Pathol
The American Journal of Psychiatry
Am J Psychiatry
The American Journal of Public Health
Am J Public Health
AJR: American Journal of Rontgenology
AJR
The American Journal of Surgery
Am J Surg
American Review of Respiratory Disease
Am Rev Respir Dis
Anaesthesia
Anaesthesia
Anaesthesia and Intensive Care
Anaesth Intensive Care
Annals of Clinical Biochemistry
Ann Clin Biochem
Annals of Clinical and Laboratory Science
Ann Clin Lab Sci
Annals of Internal Medicine
Ann Int Med
The Annals of Otology, Rhinology and Laryngology
Ann Otol Rhinol Laryngol
Annals of Rheumatic Disease
Ann Rheum Dis
Annals of Royal College of Surgeons of England
Ann R Coll Surg Engl
Annals of Surgery
Ann Surg
Annals of Thoracic Surgery
Ann Thorac Surg
Archives of Dermatology
Arch Dermatol
Archives of General Psychiatry
Arch Gen Psychiatry
Archives of Internal Medicine
Arch Int Med
Archives of Neurology
Arch Neurol
Archives of Ophthalmology
Arch Ophthalmol
Archives of Otolaryngology
Arch Otolaryngol
Archives of Pathology and Laboratory Medicine
Arch Pathol Lab Med
Archives of Surgery
Arch Surg
Arthritis and Rheumatism
Arthritis Rheum
Blood
Blood
Brain
Brain
British Heart Journal
Br Heart J
British Journal of Haematology
Br J Haematol
British Journal of Obstetrics and Gynaecology
Br J Obstet Gyaecol
British Journal of Radiology
Br J Radiol
British Journal of Surgery
Br J Surg
British Medical Journal
Br Med J
Cancer
Cancer
Chest
Chest
Circulation
Ciculation
Circulation Research
Circ Res
Clinical Pharmacology and Therapeutics
Clin Pharmacol Ther
Diabetes
Diabetes
Endocrinology
Endocrinology
Gastroeneterology
Gastroenterology
Geriatrics
Geriatrics
Gut
Gut
Hematology/Oncology Clinics of North America
Hematol Oncol Clin North Amer
Human Pathology
Human Pathol
JAMA; Journal of American Medical Association
JAMA
Journal of Allergy and Clinical Immunology
J Allergy Clin Immunol
Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism
J Clin Endocrinol Metab
Journal of Clinical Investigation
J Clin Invest
Journal of Clinical Pathology
J Clin Pathol
Journal of Experimental Medicine
J Exp Med
Journal of Immunology
J Immunol
Journal of Infectious Disease
J Infect Dis
Journal of Neurosurgery
J Neurosurg
Journal of Pathology
J Pathol
Journal of Pediatrics
J Pediatr
Journal of Physiology
J Physiol
Journal of Urology
J urol
Lancet
Lancet
Medical Clinics of North America
Med Clin North Amer
Medicine (Baltimore)
Medicine (Baltimore)
New England Journal of Medicine
N Engl J Med
Obstetric and Gynecology
Obstet Gynecol
Pediatric Clinics of North America
Pediatr Clin North Amer
Pediatrics
Pediatrics
Physiological Reviews
Physiol Rev
Postgraduate Medicine
Postgrad Med
Radiology
Radiology
Seminars in Hematology
Semin Hematol
Seminars in Roentgenology
Semin Roentgenol
Surgery
Surgery
Ringkasan
Rujukan merupakan bagian penting dari suatu artikel ilmiah. Tujuan membuat rujukan dalam suatu
makalah ilmiah adalah untuk memberikan penghormatan terhadap ide dan penemuan para ahli
sebelumnya dan untuk menuntun pembaca pada informasi lebih lanjut.
Sekelo
mpok editor majalah kedokteran bertemu di Vancouver pada 1978 untuk membuat aturan
umum format naskah
-
naskah yang akan diajukan kepada majalah
-
najalah tersebut. Kelompok ini
dikenal sebagai kelompok Vancouver dan petunjuk umum ini dikenal sebagai gaya Vanc
ouver
(
Vancouver style
). Gaya ini telah diterima dan dipakai oleh lebih dari 500 jurnal biomedik di seluruh
dunia. Gaya Vancouver merupakan suatu
sistem yang merujuk kepada sumber rujukan memakai
nomor yang diurut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah. Dalam daftar rujukan yang
bersumber dari majalah maka ditulis: nama pengarang dan pengarang pembantu, judul artikel, nama
majalah (yang disingkat
sesuai dengan Index Madicus), tahun penerbitan, nomor volume majalah,
serta halaman. Untuk sumber rujukan dari buku atau monograf: nama pengarang dan pengarang
pembantu, judul buku, edisi, kota tempat diterbitkan, nama penerbit, serta tahun penerbitan. Tel
ah
pula diberikan contoh
-
contoh menulis daftar rujukan yang berasal dari majalah, buku, monograf,
sumber
-
sumber lainnya yang dipublikasikan, serta sumber
-
sumber yang tidak dipublikasikan.
Daftar Pustaka
1.
International Committee of Medical Journal Editors. U
niform Requirements for Manuscripts
Submitted to Biomedical Journals. Ann Intern Med 1997; 126 : 36
-
47.
2.
Day RA. How to Write & Publish a Scientific Journal. 4th ed. New York : Cambridge University
Press; 1994.
3.
International Committee of Medical Journal E
ditors. Uniform Requirements for Manuscripts
Submitted to Biomedical Journals. JAMA 1993; 269: 2282
-
6.
4.
International Committee of Medical Journal Editors. Uniform Requirements for Manuscripts
Submitted to Biomedical Journals. Ann Intern Med 1988; 108 : 258
-
65.
5.
International Committee of Medical Journal Editors. Uniform Requirements for Manuscripts
Submitt
ed to Biomedical Journals.Br Med J 1978; 1: 1334
-
6.
6.
Huth E. Manuscript requirements: the advance from Vancouver. Br Med J 1981; 282: 55
-
6.
7.
Cornain S. Berbagai Cara Penulisan Daftar Rujukan dan Penunjukannya di dalam Makalah
Ilmiah. Dalam: Tjokronegoro
A, Setiadji VS, Markam S, editors. Peranan Editor dalam
Penerbitan Buku & Majalah Ilmiah. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia; 1989. p. 95
-
110.