Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEPERAWATAAN

IBU POST PARTUM

Disusun Oleh :
KELOMPOK 3B
Feno Maelani (142012017065)
Raka dya sanjaya (142012017079)
Tri melinawati (142012017087)
Rizka permata bunda (142012017226)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
PROGRAM S1 KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK
2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap wanita menginginkan Persalinan nya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi
dengan sempurna. Ada dua cara persalinan yaitu persalinan lewat vagina yang lebih lebih dikenal
dengan persalinan alami dan persalinan caesar atau section caesarea (Veibymiaty Sumelung,
Dkk, 2014).Seksio Sesarea (SC) adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan di mana
irisan dilkakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerektomi) untuk mengeluarkan bayi.
Bedah caesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak
memungkinkan karena beresiko kepada komplikasi medis lainya (Purwoastuti, Dkk, 2015).
WHO memperkirakan bahwa angka persalinan dengan bedah caesar adalah sekitar 10% sampai
15% dari semua proses persalinan dinegara-negara berkembang dibandingkan dengan 20% di
Britania Raya dan 23% di Amerika Serikat (Purwoastuti, Dkk, 2015). Pada beberapa keadaan,
tindakan Seksio Sesarea ini bisa direncanakan atau diputuskan jauh-jauh sebelumnya. Operasi ini
disebut operasi sesarea elektif. Kondisi ini dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah
kesehatan pada ibu atau menderita suatu penyakit, sehingga tidak memungkin untuk melahirkan
secara normal (Purwoastuti, Dkk, 2015).
Beberapa kerugian dari persalinan yang dijalani melalui bedah Seksio Sesarea yaitu adanya
komplikasi yang dapat terjadi antara lain cedera kandung kemih, cedera pada pembuluh darah,
cedera pada usus dan infeksi pada rahim. Dalam hal ini bakteri merupakan sumber penyebab
infeksi yang mengakibatkan terhambatnya proses penyembuhan luka (Norman, Dkk, 2011).
Menurut WHO (World Health Organisation) Tahun 2011 Angka Kematian Ibu (AKI) di negara-
negara Asia Tenggara seperti Malaysia (29/100.000 kelahiran hidup), Thailand (48/100.000 KH),
Vietnam (59/100.000 KH), serta Singapore (3/100.000 kelahiran hidup. Dibandingkan dengan
negara-negara maju, angkanya sangat jauh berbeda seperti Australia (7/100.000 kelahiran hidup)
dan Jepang (5/100.000 kelahiran hidup) (WHO 2011). Berdasarkan data SDKI, angka kematian
ibu (AKI) di indonesia masih sangat memprihatinkan karena jumlah kematan ibu di indonesia
pada tahun 2012 mengalami peningkatan yaitu 359/100.000 kelahiran hidup (KH), padahal pada
tahun 2007 AKI di indonessia adalah 228/100.000 kelahiran hidup(KH). Di indonesia penyebab
terbesar kematian ibu selama tahun 2010-2013 masih tetap sama yaitu perdarahan 30,3%,
hipertensi 27,1%, dan infeksi 7,3%. Sedangkan di Sulawesi Selatan penyebab angka kematian
ibu pada tahun 2013 sebanyak 115 orang (0,8%), dan angka kematian ibu hamil sebanyak 18
orang (15,6%), ibu bersalin sebanyak 59 orang (51,3%), ibu nifas sebanyak 38 orang (33%)
(Dinas kesehatan provinsi sulawesi selatan 2013).
Data yang diperoleh dari rekam medik RSKDIA Pertiwi Makassar pada tahun 2014 sampai
2015 jumlah ibu nifas dengan indikasi Seksio sesarea yaitu pada tahun 2014 periode bulan
januari sampai desember yaitu 1181 orang dari 4936 orang ibu nifas dan tahun 2015 periode
bulan januari sampai desember sebanyak 1351 orang dari 4515 orang ibu nifas. Berdasarkan
hasil uraian diatas salah satu penyebab angka kematian ibu yaitu perdarahan sehingga
membutuhkan penanganan dan mendapatkan pemantauan khususnya pada pasca persalinan
karena tindakan operasi agar dapat menurunkan terjadinya berbagai komplikasi pada ibu Post
Seksio Sesarea (SC), maka dengan adanya kasus ini sehingga saya tertarik untuk menerapkan
prinsip-prinsip Manajemen.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pada masa nifas
2. Untuk mengetahui etiologi pada masa nifas
3. Untuk mengetahui patofisiologi pada masa nifas
4. Untuk mengetahui tanda dan gejala pada masa nifas
5. Untuk mengetahui komplikasi pada masa nifas
6. Untuk mengetahui pemerisaan penunjang pada masa nifas
7. Untuk mengetahui penatalaksanaan pada masa nifas
8. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada masa nifas
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Periode masa nifas (puerperium) adalah periode waktu selama 6-8 minggu setelah
persalinan. Proses ini dimulai setelah selesainya persalinan dan berakhir setelah alat-alat
reproduksi kembali seperti keadaan sebelum hamil/tidak hamil sebagai akibat dari adanya
perubahan fisiologi dan psikologi karena proses persalinan (Saleha, 2009).
1. Tahap Masa Nifas
Tahapan yang terjadi pada masa nifas adalah sebagai berikut :
a. Periode immediate postpartum
Masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan 24 jam. Pada masa ini sering terdapat
banyak masalah, misalnya pendarahan karena atonia uteri. Oleh karena itu, bidan dengan
teratur harus melakukan pemeriksaan kontraksi uterus, pengeluaran lokia, tekanan darah,
dan suhu.
b. Periode early postpartum (24 jam-1 minggu)
Pada fase ini bidan memastikan involusi uteri dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan,
lokia tidak berbau busuk, tidak demam, ibu cukup mendapatkan makanan dan cairan, serta
ibu dapat menyusui dengan baik.
c. Periode late postpartum (1 minggu- 5 minggu)
Pada periode ini bidan tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan sehari-hari serta
konseling KB (Saleha, 2009).
d. Tujuan asuhan masa nifas
Asuhan yang diberikan kepada ibu nifas bertujuan untuk meningkatkan kesejahtaraan fisik
dan pisikologis bagi ibu dan bayi, pencegahan diagnosa dini dan pengobatan komplikasi
pada ibu, merujuk ibu keasuhan tenaga ahli bilamana perlu, mendukung dan memperkuat
keyakinan ibu serta meyakinkan ibu mampu melaksanakan perannya dalam situasi keluarga
dan budaya yang khusus, imunisasi ibu terhadap tetanus dan mendorong pelaksanaan
metode yang sehat tentang pemberian makan anak, serta peningkatan pengembangan
hubungan yang baik antara ibu dan anak (Sulistyawati, 2009).
e. Perubahan fisiologis pada masa nifas
1) Perubahan sistem reproduksi
Perubahan-perubahan alat genital ini dalam keseluruhan disebut involusi. Disamping
involusi ini, terjadi juga perubahan-perubahan penting lain, yakni hemokonsentrasi dan
timbulnya laktasi. Yang terakhir ini karena pengaruh lactogenic hormone dari kelenjer
hipofisis terhadap kelenjar-kelenjar mammae.
a) UterusTinggi fundus dan kontraksi uterus, akibat proses involusi TFU mengalami
penurunan sampai keadaan sebelum hamil. Kontraksi keras pada uterus berarti baik, dan
sebaliknya.
Involusi uterus TFU
Hari ke-1 Setinggi pusat
Hari ke-2 1-2 jari dibawah
pusat
Hari ke-3 Pertengahan simpisis
Hari ke-7 3 jari diatas simpisis
Hari ke-9 1 jari diatas simpisis
Hari ke-10 atau ke-12 Tidak teraba dari luar
Sumber : Sarwono, 2007

b) Lochea
Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina selama masa
nifas. Jenis – Jenis Lochea menurut Suherni (2009), yaitu :
1) Lochea rubra (Cruenta) : ini berisi darah segar sisa – sisa selaput ketuban, sel –
sel desidua, vernix caseosa, lanugo dan meconium, selama 2 hari pasca
persalinan.
2) Lochea sanguinolenta : warnanya merah kuning berisi darah dan lender. Ini
terjadi pada hari ke – 3 – 7 pasca persalinan.
3) Lochea serosa : berwarna kuning dan cairan ini tidak berdarah lagi pada hari ke –
7 – 14 pasca persalinan.
4) Lochea alba : cairan putih yang terjadinya pada hari setelah 2 minggu pasca
persalinan.
5) Lochea parulenta : ini karena terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau
busuk.
6) Lochiotosis : lochea tidak lancar keluarnya.

c) Endometrium
Perubahan pada endometrium adalah trombosis, degenerasi, dan nekrosis ditempat
implantasi plasenta. Pada hari pertama tebal endometrium 2,5 mm, mempunyai
permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua, dan selaput janin. Setelah tiga hari mulai
rata, sehingga tidak ada pembentukan jaringan parut pada bekas implantasi plasenta
(Saleha, 2009).

d) Serviks
Perubahan yang terjadi pada servik ialah bentuk servik agak mengangah seperti corong,
segera setelah bayi lahir. Bentuk ini disebabkan oleh corpus uteri yang dapat mengadakan
kontraksi, sedangkan servik tidak berkontraksi sehingga seolah-olah pada perbatasan
antara korvus dan servik berbentuk semacam cincin (Sulistyawati, 2009).

e) Perubahan sistem pencernaan


Sering terjadi konstipasi pada ibu setelah melahirkan. Hal ini disebabkan karena makanan
padat dan kurang berserat selama persalinan. Disamping itu rasa takut buang air besar,
sehubungan dengan jahitan pada perinium, jangan sampai lepas dan jangan takut akan
rasa nyeri. Buang air besar harus dilakukan tiga sampai empat hari setelah persalinan
(Sulistyawati, 2009).

f) Perubahan perkemihan
Saluran kencing kembali normal dalam waktu 2-8 minggu, tergantung pada keadaan
sebelum persalinan, lamanya partus kala dua dilalui, besarnya tekanan kepala yang
menekan pada saat persalinan (Rahmawati, 2009).

g) Perubahan sistem muskuloskeletal


Otot-otot uterus berkontraksi segera setelah melahirkan. Pembuluh-pembuluh darah yang
berada diantara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan
pendarahan setelah plasenta dilahirkan. Ligamen-ligamen, diafragma pelvis, serta fasia
yang meregang pada waktu persalinan, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih
kembali sehingga tak jarang uterus jatuh kebelakang dan menjadi retropleksi karena
ligamentum rotundum menjadi kendor. Tidak jarang pula wanita mengeluh
kandungannya turun setelah melahirkan karena ligamen, fasia, jaringan penunjang alat
genetalia menjadi kendor. Stabilisasi secara sempurna terjadi pada 6-8 minggu setelah
persalinan (Sulistyawati, 2009).

h) Perubahan tanda-tanda vital


1) Suhu tubuh wanita inpartu tidak lebih dari 37,2 derajat celsius. Sesudah partus dapat
naik kurang lebih 0,5 derajat celsius dari keadaan normal, namun tidak akan melebihi 8
derajat celsius. Sesudah dua jam pertama melahirkan umumnya suhu badan akan kembali
normal. Nila suhu lebih dari 38 derajat celsius, mungkin terjadi infeksi pada pasien.
2) Nadi berkisar antara 60-80 denyutan permenit setelah partus, dan dapat terjadi
Bradikardia. Bila terdapat takikardia dan suhu tubuh tidak panas. Mungkin ada
pendarahan berlebihan atau ada vitium kordis pada penderita pada masa nifas umumnya
denyut nadi labil dibandingkan dengan suhu tubuh.
3) Pernafasan akan sedikit meningkat setelah partus kemudian kembali seperti keadaan
semula.
4) Tekanan darah pada beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi postpartum akan
menghilang dengan sendirinya apabila tidak terdapat penyakit-penyakit lain yang
menyertainya dalam setengah bulan tanpa pengobatan (Saleha, 2009)

B. Etiologi
Dalam masa nifas,alat-alat genitalia internal maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih
kembali seperti keadaan sebelum hamil.Perubahan-perubahan alat genital ini dalam
keseluruhannya disebut involusi(winknjosastro,2006:237). Setelah bayi lahir, uterus yang selama
persalinan mengalami kontraksi dan retraksi akan menjadi keras, sehingga dapat menutup
pembuluh darah besar yang bermuara pada bekas implantasi plasenta. Otot rahim terdiri dari tiga
lapis otot membentuk anyaman sehingga pembuluh darah dapat tertutup sempurna, dengan
demikian terhindari dari perdarahan post partum (Manuaba, 1998 : 190).

C. Patofisiologi
Terjadinya infeksi Masa nifas sama dengan patofisiologi infeksi yang terjadi pada sistem
tubuh yang lain. Masuknya mikroorganisme kedalam organ reproduksi dapat menyebabkan
(infeksi lokal) atau bahkan menyebar ke organ lain(infeksi sistemik). Infeksi sistemik lebih
berbahaya daripada infeksi lokal, bahkan dapat menyebabkan kematian bila terjadi sepsis (Dewi
Maritalia, 2012).

D. Tanda Dan Gejala


Jika ibu melihat hal-hal berikut ini atau memperhatikan bahwa ada seseuatu yang tidak
beres atau melihat salah satu dari hal-hal berikut ini, maka ibu tersebut akan perlu menemui
seseorang bidan dengan segera:
a. Perdarahan hebat atau peningkatan perdarahan secara tiba-tiba (melebihi biasa atau jika
pendarahan tersebut membasahi lebih dari 2 pembalut saniter dalam waktu setengah jam)
b. Pengeluaran cairan vagina dengan bau busuk yang keras.
c. Rasa nyeri di perut bagian bawah atau punggung
d. Sakit kepala yang terus-menerus, nyeri epigastrik, atau masalah penglihatan
e. Pembengkakan pada wajah dan tangan
f. Demam, muntah, rasa sakit sewaktu buang air seni, atau merasa tidak enak badan
g. Payudara yang memerah, panas dan atau sakit
h. Kehilangan selera makan untuk waktu yang berkepanjangan
i. Rasa sakit, warna merah, kelembutan dan atau pembengkakan pada kaki
j. Merasa sangat sedih dan tidak mampu mengurus diri sendiri atau bayi
k. Merasa sangat letih atau bernafas terengah-engah

E. Komplikasi
Definisi perdarahan pervaginam 500 ml atau lebih, sesudah anak lahir atau setelah kala 3.
Kalau terjadi perdarahan, maka tinggi rahim akan bertabah naik, tekanan darah menurun, dan
denyut nadi ibu menjadi cepat.
a. Klasifikasi klinis
Perdarahan pasca persalinan primer yakni, perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama,
penyebab : atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, dan robekam jalan lahir.
b. Etiologi dan faktor predisposisi
1) Atonia uteri(75%), atau uteri tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan
fundus uteri (plasenta lahir).
2) Robekan (laserasi, luka) jalan lahir atau robekan yang terjadi pada jalan lahir.
3) Retensio plasenta dan sisa plasenta (plasenta tertahan di dalam rahim baik sebagian
ataupun seluruhnya).
4) Inversio uterus (uterus keluar dari rahim)
5) Gangguan pembekuan darah (koagulasi)

F. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang dilakukan apabila terjadi indikasi pemeriksaan dilakukan untuk


screening terhadap penyakit-penyakit yang menyertai ibu nifas pada kondisi ibu normal tidak
dilakukan pemeriksaan penunjang

1.Pemeriksaan Hemoglobin
2. Pemeriksaan protein urine
3. Pemeriksaan urine reduksi

G. Penatalaksanaan

Penataksanaan dalam masa awal nifas Semua ibu memerlukan pengamatan yang cermat
dan penilaian dalam awal masa postpartum/nifas. Dalam rumusan penentuan waktu asuhan nifas
awal selama 2-6 jam pertama dan beberapa hari berikut.

1. Asuhan nifas awal


Selama 2-6 jam pertama dan dalam beberapa hari pertama, dilakukan kegiatan pemeriksaan fisik
dan penilaian, yang komponen-komponennya meliputi:
a. Kesehatan umum: bagaimana perasaan ibu
b. Tanda-tanda vital
c. Fundus
d. Lokia
e. Kantung kemih
Parameter Temuan normal Temuan abnormal

a. Kesehatan umum  Letih  terlalu


b. Tanda-tanda vital  TD,140/90, mungkin bisa letih, lemas
naik dari tingkat disaat  TD
persalinan 1-3 hari >140/90
postpartum  Lembek
 Suhu tubuh < 38c  Diatas
 Denyut:60-100 ketinggian
 Kuat, berkontraksi baik. fundus saat
 Tidak berada diatas masa
ketinggian postpartum

c. fundus

Bila data-data yang terkumpul adalah normal, maka ibu aman ditinggalkan sendirian bersama
keluarganya.

2. Asuhan Nifas Awal berdasarkan rumusan kunjungan I : 6-8 jam setelah persalinan Paling
sedikit ada 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru
lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi
Adapun kunjungan pertama (I) dilakukan pada waktu 6-8 jam setelah persalinan.
Tujuan dari kinjungan pertama ini adalah untuk:
a. Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
b. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan; rujuk bila perdarahan berlanjut.
c. Memberikan penjelasan konseling pada ibu atau salah seorang anggota keluarga
bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
d. Permberian ASI awal
e. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
f. Menjaga bayi tetap sehat dengan carah mencegah hipotermia.
Jika petugas kesehatan (menolong persalinan) sebaiknya tetap mengawassi atau tinggal
bersama ibu kurang lebih 2 jam pertama setelah persalinan atau sampai ibu dalam keadaan stabil.
Dapat disimpulkan bahwa proses-proses penatalaksanaan pada masa awal nifas ini pada dasarnya
digunakan untuk:
 Mendeteksi komplikasi dan perlunya perujukan.
 Memberikan konseling pada ibu dan keluarga mengenai cara mencegah perdarahan,
mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik dan mempraktikkan kebersihan
yang aman.
 Memfasilitasi hubungan dan ikatan batin antara ibu dan bayi.
 Memulai dan mendorong pemberian ASI.

D. Penatalaksanaan Dalam Masa Nifas Berikutnya

1. Asuhan Nifas Selama 2-6 Hari dan 2-6 minggu Setelah Kelahiran
Asuhan nifas yang dilakukan selama 2-6 hari setelah melahirkan dan 2-6 minggu setelah
melahirkan bertujuan untuk:
a. Memastikan bahwa ibu sedang dalam proses penyembuhan yang aman.
b. Memastikan bahwa bayi sudah bisa menyusu tanpa kesulitan dan bertambah berat
badannya.
c. Memastikan bahwa ikatan batin antara ibu dan bayi sudah terbentuk.
d. Memprakarsai penggunaan kontrasepsi.
e. Menganjurkan ibu membawa bayinya untuk control (kerumah sakit/rumah bersalin atau
posyandu).

H. Asuhan Keperawatan

1. PENGKAJIAN
1. Pengumpulan data
Data Objektif
Nama, umur, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, pendidikan, pekerjaan, agama, suku,
bangsa, riwayat persalinan, nama suami, usia.
Riwayat kesehatan
Hal yang perlu dikaji dalam riwayat kesehatan adalah:

a. keluhan yang dirasakan ibu saat ini


b. adakah kesulitan dan gangguan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, misalnya pola
makan, buang air kecil atau buang air besar, kebutuhan istirahat dan mobilisasi
c. riwayat tentang persalinan
d. obat atau sublemen yang dikonsumsi
e. perasaan ibu saat ini berkaitan dengan kelahiran bayi, penerimaan terhadap peran baru
sebagai orang tua termasuk suasana hati yang dirasakan ibu sekarang, kecemasan dan
kekhawatiran
f. adakah kesulitan dalam pemberian ASI dan perawatan bayi sehari-hari
g. bagaimana rencana menyusui nanti (ASI eksklusif atau tidak), rencana merawat bayi
dirumah (dilakukan ibu sendiri atau dibantu orang tua atau mertua)
h. bagaimana dukungan suami atau keluarga terhadap ibu
i. pengetahuan ibu tentang nifas

1. Pemeriksaan fisik
pada pemeriksaan fisik, perawat harus melakukan pemeriksaan menyeluruh dan terutama
berfokus pada masa nifas, yaitu:
a. keadaan umum, kesadaran
b. tanda-tanda vital : T/D, suhu, nadi, pernafasan

2. head to toe
a) Kepala
kulit rambut tampak bersih tidak terdapat benjolan
b) MataAlis mata, kelopak mata normal, konjuktiva anemis (-), pupil isokor sclera tidak
ikterus (-), reflek cahaya positif. Tajam penglihatan menurun.
c) TelingaSecret, serumen, benda asing, membran timpani dalam batas
normal, pendengaran normal
d) HidungDeformitas, mukosa, secret, bau, obstruksi tidak ada, pernafasan
cuping hidung tidak ada.
e) Mulut dan faringTidak terdapat kotoran, Kelainan
lidah tidak ada.
f) Leher Simetris, kaku kuduk tidak ada, tidak terdapat pembesaran
g) payudara adanya pembesaran putting susu(menonjol atau mendatar, ada nyeri atau lecet
pada putting), ASI atau kolostrum sudah keluar, ada pembengkakan, radang atau
benjolan 8.abdomen : tinggi fundus uteri, kontraksi uterus
h) kandung kemihkosong atau penuh
i) genitalia dan perineum pengeluaran lokhea ( jenis, warna, jumlah dan bau), oedem,
peradangan, keadaan jahitan, nanah tanda-tanda infeksi pada luka jahitan, kebersihan
perineum, hemoroid pada anus
j) ekstremitas bawah pergerakan, gumpalan darah pada otot kaki yang menyebabkan
nyeri, oedem, varises
k) ekstremitas bawah Tidak dapat di jumpai pembengkakan.
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1) Infeksi resiko tinggi terhadap penyebaran sepsis yang berhubungan dengan infeksi
kerusakan kulit atau jaringan/trauma faskularisasi tinggi pada saat sakit, prosedur
invasive dan peningkatan pemajaman lingkungan, penyakit kronis, anemia, malnutrisi
dan efek dari obat-obatan yang tidak diinginkan.
2) Nutrisi, perubahan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masukan yang
tidak cukup untuk memenuhi metabolik.
3) Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan proses infeksi.

3. PERENCANAAN
1) Infeksi resiko tinggi terhadap penyebaran sepsis yang berhubungan dengan infeksi
kerusakan kulit atau jaringan/trauma faskularisasi tinggi pada saat sakit, prosedur
invasive dan peningkatan pemajaman lingkungan, penyakit kronis, anemia, malnutrisi
dan efek dari obat-obatan yang tidak diinginkan.
· Tinjau ulang catatan prenatal intra partum dan pasca partum
· Tahankan kebijakan mencuci tangan dengan ketat untuk setiap klien dan
pengunjung
· Pantau suhu, nadi, dan pernafasan, perhatikan adanya mengigil/laporkan
anoreksia atau malaise
Tujuan:
K Hasil:

2) Nutrisi, perubahan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masukan yang
tidak cukup untuk memenuhi metabolic
- Beri makanan dalam porsi sedikit tapi sering agar kebutuhan nutrisi
terpenuhi
- Berikan pasien diet dalam keadaan hangat dan bervariasi
- Kolaborasi dengan dokter dan ahli gizi dalam pemberian nutrisi.
Tujuan:
- Intake nutrisi adekuat
- Tidak terjadi penurunan berat badan khususnya selama masa
menyusui
K Hasil:
- Anjurkan pilihan makanan tinggi protein, zat besi dan vitamin C bila
masukan oral dibatasi
- Anjurkan pemberian makanan/nutrisi dengan porsi kecil tapi sering
- Jelaskan pentingnya nutrisi khususnya pada masa menyusui

3) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan


Tujuan:
- Nyeri berkurang/hilang
- Ibu dapat menyusui bayinya dengan nyaman
- Ibu dapat beraktivitas dengan normal
K hasil:
- Ajarkan teknik relaksasi
- Kompres hangat pada area nyeri
- Kolaborasi pemberian obat analgetik
BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN pd N.y G0.P1.O0


IBU POST PARTUM SC INDIKASI KPD
hari ke 3 di RSIA MUTIARA HATI

A. Pengkajian
1. IDENTITAS
a. Identitas Klien
Nama : Ny. N
Umur : 22 Th
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku/Bangsa : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Sumber Biaya : Umum
Alamat : Bogorejo, Gedong Tataan
Tanggal Masuk RS/RB : 15 Desember 2018
Kelas Rawat Inap : Umum
Tanggal Pengkajian : 17 Desember 2018
No. register : 0116066
Diagnosa Medik : Post Natal Dengan SC

b. Identitas Penanggung Jawab:


Nama : Tn. E
Umur : 24 Th
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pedagang
Alamat : Bogorejo, Gedong Tataan
Hubungan dengan Klien : Suami

2. RIWAYAT KESEHATAN

a. Riwayat Kesehatan Sekarang:

1) Keluhan Utama
P : -klien mengatakan nyeri pda abdomen karna sc
Q : -klien mengatakan nyeri timbul
R :-klien mengatakan nyeri timbul pd abdomen
S :-4-6
T :-klien mengatakan nyeri saat bergerak

2) Keluhan Penyerta : nyeri

b. Riwayat Kesehatan Dahulu: Klien mengatakan tidak pernah masuk RS klien biasa
berobat di bidan
c. Riwayat Kesehatan Keluarga: Klien mengatakan tidak memiliki penyakit
keturunan

3. RIWAYAT OBSTETRI

A. RIWAYAT MENSTRUASI
a. Menarche : 12 tahun
b. Siklus : 30 hari
c. Banyaknya : 4 ( pemakaian pembalut/hr)
d. Keteraturan : Teratur
e. Lamanya : 7 hari
f. HPHT : 15 desember 2018
g. Keluhan yang menyertai : Nyeri

B. RIWAYAT PERKAWINAN
a. Kawin / tidak kawin : Kawin
b. Umur Ibu Menikah : 22 Th
c. Umur Bapak Menikah : 24 Th
d. Lama Pernikahan : 10 Bulan
e. Berapa kali menikah : 1 Kali

C. RIWAYAT KELUARGA BERENCANA:


- Melaksanakan keluarga berencana : ( ) Ya ( ) Tidak
- Bila ya, jenis kontrasepsi apa yang digunakan :
( ) MOP ( Medis Operatif Pria) ( ) MOW ( Medis Operatif Wanita) ( )
IUD
( ) Pil ( ) Suntik ( ) Inflant (  ) Lain – lain
- Sejak kapan menggunakan kontrasepsi : Tidak Menggunakan
- Masalah yang terjadi : Tidak Ada
- Rencana kontrasepsi yang akan digunakan : Suntik Alasan : Mudah

D. RIWAYAT KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS


G0 P1 A0

Kehamilan P e r s a l i n a n Komplikasi nifas A n a k

Anak ke Jenis
Umur kehamila n Penyulit Jenis Penolong Penyulit Laserasi Infeksi Perdarahan B B PJ Keadaan fisik
Kelamin

1 38 minggu Tidak ada SC Dokter KPD dan PTM Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Laki-Laki 30 0Gr 47 cm Sehat
E. RIWAYAT KEHAMILAN SEKARANG
1. Pemeriksaan Kehamilan
a. Trimester I : 1 x 1 bulan Tempat Pemeriksaan : Bidan Vely
b. Trimester II : 1 x 1 bulan
c. Trimester III: 1 x 1 bulan

2. Riwayat Imunisasi:
TT : 2 pada usia kehamilan : 5 Bulan
3. Riwayat Pemakaian obat selama Kehamilan: Vitamin
4. Keluhan selama kehamilan : Sering Pegal

F. RIWAYAT PERSALINAN SEKARANG


- Tanggal persalinan : 15 Desember 2018 jam 05.50 WIB
- Tipe persalinan : Operasi, KPD dan PTM
- Bila rujukan : Bidan Vely
- Lama persalinan : Kala I: 12 Jam, penyulit Fase laten memanjang
Kala II : -
Kala III : -

Jumlah : -
- Jumlah perdarahan : 550 ml
- Jenis kelamin bayi : Laki-Laki BB : 3000Gr PB : 47Cm
- APGAR score : Menit I : 10 Menit V : 10

IV. RIWAYAT KEBIASAAN SEHARI – HARI


(Sebelum masuk dan Saat ini)
1. Pola nutrisi
a. Frekuensi makan
- Sebelum SC : 3x/Hari, Porsi : Sedikit tapi sering
- Sesudah SC : 3x/Hari, Porsi : Sedikit tapi sering
b. Nafsu makan
- Sebelum SC : Baik
- Sesudah SC : Baik
c. Jenis makanan
- Sebelum SC : Nasi Biasa
- Sesudah SC : Bubur
d. Makanan yang tidak disukai : Tidak Ada
e. Kebiasaan sebelum makan : Tidak Ada

2. Pola eliminasi
BAK
a. Frekuensi
- Sebelum SC : 3-4x/Hari
- Sesudah SC : 1 Kali
b. Jumlah
- Sebelum SC : 600 ml / 24 Jam
- Sesudah SC : 450 ml / 24 Jam
c. Warna
- Sebelum SC : Kuning
- Sesudah SC : Kuning
d. Bau
- Sebelum SC : Bau Khas
- Sesudah SC : Bau Khas
e. Keluhan yang berhubungan dengan BAK : Tidak Ada

BAB
a. Frekuensi
- Sebelum SC : 2-3x /Hari
- Sesudah SC : Belum BAB
b. Warna
- Sebelum SC : Warna Khas
- Sesudah SC : Belum BAB
c. Konsistensi
- Sebelum SC : lembek
- Sesudah SC :Tidaka ada
d.Keluhan : Tidak Ada

3. Pola personal higiene


a. Penampilan secara umum ( Pakaian, kuku, bau dll)
b. Mandi
- Frekuensi
(Sebelum) : 2x/Hari
(Sesudah) : Belum Mandi
c. Oral hygiene
- Frekuensi
(Sebelum) : 3x/Hari
(Sesudah) : Belum
d. Cuci rambut
- Frekuensi :
(Sebelum) : 2x/Hari
(Sesudah) : Belum

4. Pola istirahat dan tidur


a. Lama tidur
- Sebelum SC : 6 Jam/Hari
- Sesudah SC : Sering tidur durasi tidak lama
b. Tidur siang : (  ) Ya ( ) Tidak
c. Kebiasaan sebelum tidur/pengantar tidur: Tidak Ada

5. Pola aktivitas dan latihan


a. Kegiatan dalam pekerjaan
- Olahraga : (  ) Ya ( ) Tidak
(Sebelum) : Senam Ibu Hamil 1x/Minggu
(Sesudah) : Tidak Berolahraga
b. Kegiatan waktu luang : Istirahat
c. Keluhan dalam aktivitas : Gampang Lelah

6. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan


a. Merokok : ( ) Ya ( ) Tidak
b. Minuman keras : ( ) ya (  ) Tidak
c. Ketergantungan obat : ( ) ya ( ) Tidak

V. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
a. Respon ibu terhadap kelahiran bayinya : Bahagia
b. Respon anggota lain terhadap kehadiran bayi : Bahagia
c. Kesiapan mental untuk menjadi ibu : ( ) Ya, jelaskan ( ) Tidak, alasan : Anak Pertama
d. Rencana perawatan bayi : ( ) Sendiri ( ) Orang tua ( ) Lain – lain.............
e. Self care :
- Perawatan : ( ) mengerjakan, Jelaskan :
Payudara ( ) Tidak mengerjakan, alasan belum penah menyusui

- Perineal care : ( ) mengerjakan, Jelaskan peduli tetapi belum bisa mengasuhnya


sendiri
( ) Tidak mengerjakan, alasan……………………………….
- Nutrisi : (  ) mengerjakan, Jelaskan klien mengatakan nafsu makan
( ) Tidak mengerjakan, alasan……………………………….

- Senam nifas : ( ) mengerjakan, Jelaskan……………………………………


( ) Tidak mengerjakan, alasan belum mampu beraktifitas
- KB : ( ) mengerjakan, Jelaskan……………………………………
(  ) Tidak mengerjakan, alasan karna belum ada rencana

- Menyusui : ( ) mengerjakan, Jelaskan……………………………………


(  ) Tidak mengerjakan, alasan nyeri pada luka abdomen

f. Perawatan bayi :
- Memandikan : ( ) mengerjakan, Jelaskan…………………………………………
( ) Tidak mengerjakan, alasan belum bisa beraktifitas

- Perawatan tali pusat : ( ) mengerjakan, Jelaskan……………….............................


( ) Tidak mengerjakan, alasan belum bisa
beraktifitas

VI. PEMERIKSAAN FISIK


a. PemeriksaanUmum
1. Keadaan Umum : Lemah
2. Kesadaran : Combos Metis
3. BB sebelum Hamil : 45 Kg
4. BB Hamil : 53 Kg
5. BB Sekarang : 50
6. TB : 158 Cm
7. Tanda – tanda vital
- Tekanan darah : 100/70 mmHg
- Nadi : 60x/menit
- Suhu : 36,2 ˚c
- Respirasi : 20X/menit

b. Pemeriksaan Khusus
1. Kepala
- Rambut :
Warna : Hitam Distribusi : Lebat Rontok : Tidak Rontok
- Kulit Kepala:
Warna : Putih Lesi: Tidak Ada Peradangan: Tidak Ada
Kebersihan kulit kepala : Sedikit kotor

2. Muka
- Pigmentasi : Sawo Matang
- Acne : Tidak Ada
- Odema : Tidak Ada

3. Mata
- Kelopak mata : ( ) Normal ( ) Ptosis ( ) odema
- Konjungtiva :( ) Ananemis ( ) Anemis
- Kornea : (  ) Normal ( ) Keruh/berkabut
( ) Terdpt perdarahan
- Sklera :( ) Ikterik (  ) Anikterik
- lain- lain : jelaskan tidak menggunakan alat bantu penglihatan

4. Hidung
- Mucosa : Tidak Ada
- Pengeluaran : Tidak Ada
- Lain-lain, jelaskan : Tidak Ada

5. Mulut
- Keadaan mulut :
Gigi : ( ) Caries ( ) Tidak
Stomatitis :( ) Ya (  ) Tidak
Bau Mulut : Bau Mulut
- Lidah : ( ) Kotor ( ) Ya (  ) Tidak
- Kesulitan menelan :( ) Ya (  ) Tidak
6. Leher
- Pembesaran kelenjer Tyroid : Tidak Ada
- Lain-lain, jelaskan : Tidak Ada

7. Daerah Dada
- Jantung dan Paru – paru : Bentuk dada simetris
- Mammae : Menonjol
Perubahan warna kulit pada mamae : ( ) Ya, jelaskan (  ) Tidak
Pembengkakanan Mammae : ( ) Ya ( ) Tidak
Nyeri tekan saat palpasi : Nyeri
Warna areolla mammae : Hitam
Papilla mammae : ( ) Menonjol ( ) Datar ( ) Kedalam
Colostrum : ( ) sudah keluar, sejak 3 hari setelah persalinan( ) Belum
keluar
Kebersihan areola & putting susu : Bersih Terjaga

8. Abdomen
- Striae : Tidak Ada
- Linea Nigra : Terdapat Linea Nigra Di Abdomen
- Bising Usus : 13x/Menit
- Kondisi Vesika Urinaria : Tidak Ada

Obstetri
-TFU :
- Kontraksi : tidak ada
- Konsistensi uterus : besar
- Posisi uterus : (  ) Medial ( ) Lateral
- Jika dilakukan SC, Luka post operasi :jahitan
( keadaan, jahitan, panjang, bila perlu dlm gambar)
- Diastasis rectus abdominis : ...………(panjang dan lebar dalam ukuran jari)

9. Genitalia
- Labia Mayora dan Minora : normal
- Kebersihan Vagina : Kotor
- Perineum : () utuh ( ) Ruptur,keadaan………… ( ) Episiotomi,
jenis …..
Jika terdapat jahitan perineum: ( ) Redness ( ) Edema ( ) Ekimosis
( ) Discharge ( ) Aproximate
- Lochea:
Warna : Kemerahan Bau : Anyir Jenis : Lendir
- Pemakaian Pembalut/ Softex: Jumlah 4 (Penuh/tidak)

10. Ekstremitas
- Ambulasi : ( ) ya, berapa jam Post partum () tidak, jelaskan ………
- Homan’s sign : Tidak Ada
- Reflek Patela : Normal
- Oedema / Tidak : Tidak Ada
- Varises : Tidak Ada

11. Anus:
- Pembesaran hemorroid : ( ) ada () tidak
- Kebersihan : Tidak Bersih

VII. PEMERIKSAAN PENUNJANG


…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

VIII. PENGOBATAN /TERAPI (saat pengkajian)

- Metronidazole
- Gentamin Lamp/8 Jam
- Rl 20 Tetes/Menit
- Kalnex Lamp/8 Jam
- Katerolac Lamp/8 Jam

IX. DATA FOKUS


DS :
 Klien mengatakan nyeri pada abdomen
 Klien mengatakan nyeri seperti ditusuk-tusuk
 Klien mengatakan tidak dapat beraktifitas
 Klien mengatakan hanya dapat berbaring
 Klien mengatakan tidak dapat beraktifitas
DO :
 Klien tampak kesakitan
 Klien tampak meringis menahan nyeri
 Klien Tampak terdapat luka post op abdomen klien
 Klien tampak bedres
 Klien tampak sulit beraktifitas
 Klien tampak menahan nyeri ketika bergera

X. RESUME KEPERAWATAN
Pada tanggal 13 ibu ny.n merasakan ingin melahirkan dan kemudian dibawa ke bidan vely,
setelah dilakukan pemeriksaan fisik ternyata ny.n mengalami kpd sehingga ny.n dirujuk ke
IGD RSIA MUTIARA HATI. Dr.budi. ny.N bogorejo bersama dengan suaminya mengeluh
perut mules dan ingin melahirkan.Setelah dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
penunjang, kemudian ibu diantar ke ruang bersalin. Dari hasil anamnesa ibu berumur 22
tahun, ini adalah kehamilan kesatu. Sehingga pada tanggal 15 Desember 2018 ibu
direncanakan untuk operasi sectio caesarea.Setelah dirawat selama 3 hari.

XI. ANALISA DATA


dd
NO DATA SENJANG MASALAH ETIOLOGI
1 DS : -Klien mengatakan Nyeri Trauma Jaringan
nyeri pada abdomen
-Klien mengatakan
nyeri seperti ditusuk-
tusuk
DO : -Klien tampak
kesakitan
-Klien tampak
meringis menahan nyeri
-Tampak terdapat
luka post op abdomen
klien
2 DS : -Klien mengatakan Intoleransi Aktivitas Luka Post Op
tidak dapat beraktifitas Cesiosesar
-Klien mengatakan
hanya dapat berbaring
DO : -Klien tampak
bedres
-Klien tampak
sulit beraktifitas
-Klien tampak
menahan nyeri ketika
bergerak

XII. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri b.d trauma jaringan
2. Intoleransi aktifitas b.d luka post op seciosecare
XIII. RENCANA KEPERAWATAN
No Hari/Tanggal Diagnosa tujuan Intervensi Rasional
keperawatan
1 16 Desember Nyeri b.d Setelah 1. Kaji 1. Untuk
2018 trauma dilakukan penyebab mengetahui
jaringan askep selama nyeri penyebab
3x24 jam 2. Kaji nyeri
diharapkan skala nyeri 2. Agar
nyeri dapat 3. Beri mengetahui
teratasi posisi skala nyeri
dengan nyaman klien
kriteria hasil 4. 3. Agar klien
1.Klien tidak Kolaborasi merasa
nyeri lagi dalam nyaman
2.Klien pemberian 4. Untuk
tampak rileks therapy mengurangi
nyeri klien
2 17 Desember Intoleransi Setelah 1. bantu 1. agar klien
2018 aktifitas b.d dilakukan klien untuk dapat
luka post op askep selama aktivitas beraktivitas
seciosecare 3x24 jam bertahap secara
diharapkan 2. bantu bertahap
intoleransi klien untuk 2. agar tidak
aktivitas mika-miki terjadi
dapat teratasi 3. anjurkan dicubitus
dengankriteria klien untuk 3. agar klien
hasil: rubah mendapatkan
1. klien dapat posisi 2 posisi
aktivitas jam sekali nyaman
secara 4. kaji 4. untuk
mandiri penyebab mengetahui
2. klien tidak intoleran penyebab
bedres lagi aktivitas sulit
beraktivitas

XIV. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No Dx. kep Hari/tgl/jam Implementasi Paraf Evaluasi


1 Nyeri b.d 17 desember 2018 1. kaji S: -klien
trauma jaringan penyebab mengatakan
nyeri nyeri
2. kaji skala abdomen
nyeri -klien
3.memberikan mengatakan
posisi nyeri dengan
nyaman skala berat
4. kolaborasi O: terdapat
dalam luka post op
pemberian pada
therapy abdomen
klien
A: masalah
belum
teratasi
P: lanjutkan
intervensi
1. kaji skala
nyeri
2. kaji
penyebab
nyeri
3. beri posisi
nyaman
4. kolaborasi
dalam
pemberian
therapy
2 Intoleransi 17 desember 2018 1. kaji S: -klien
aktifitas b.d penyebab mengatakan
luka post op intoleransi hanya dapat
seciosecare aktivitas berbaring
2. anjurkan -klien
merubah mengatakan
posisi 2 jam tidak dapat
sekali beraktivitas
3. membantu O:- klien
klien untuk tampak
aktivitas menahan
bertahap nyeri
4. bantu klien -klien
untuk mika- tampak sakit
miki untuk
bergerak
-klien
tampak
bedress
A: masalah
belum
teratasi
P: masalah
belum
teratasi
1. kaji
penyebab
intoleransi
aktivitas
2. amjurkan
untuk rubah
posisi 2 jam
sekali
3. bantu
klien untuk
aktifitas
bertahap
4. beri posisi
nyaman
BAB IV
PEMBAHASAN

A. PEMBAHASAN DENGAN JURNAL


Pada tanggal 13 ibu ny.n merasakan ingin melahirkan dan kemudian dibawa ke bidan
vely, setelah dilakukan pemeriksaan fisik ternyata ny.n mengalami kpd sehingga ny.n dirujuk ke
IGD RSIA MUTIARA HATI. Dr.budi. ny.N bogorejo bersama dengan suaminya mengeluh
perut mules dan ingin melahirkan.Setelah dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan penunjang,
kemudian ibu diantar ke ruang bersalin. Dari hasil anamnesa ibu berumur 22 tahun, ini adalah
kehamilan kesatu. Sehingga pada tanggal 15 Desember 2018 ibu direncanakan untuk operasi
sectio caesarea.Setelah dirawat selama 3 hari, keadaan ibu mulai membaik, dihari ke 4 hasil
pemeriksaan dokter mengatakan bahwa keadaan ibu sudah lebih baik dari hari kedua. Ibu
diizinkan pulang tetapi sebelumnya dilakukan perawatan luka operasi, ganti perban. Sebelum ibu
pulang,petugas kesehatan memberikan konseling tentang perawatan luka operasi untuk tetap
bersih dan kering,menjaga personal hygene ibu dan bayi, cara merawat tali pusat bayi, diet tinggi
protein seperti mengkonsumsi tahu, tempe, ikan, susu dan sebagainya, serta menganjurkan ibu
untuk kontrol ulang di poli kebidanan RSIA MUTIARA HATI ny.n bojorejo pada tanggal 22
Desember 2018. Hal ini sesuai dengan teori menurut Bobak (2004), bahwa perawatan post SC
dilaksanakan berdasarkan perawatan medis dan keperawatan yaitu observasi tanda-tanda vital
pasca operasi, pemberian analgetik, antibiotik, kateterisasi, mobilisasi dan transfusi darah bila
terjadi perdarahan. Apabila keadaan ibu sudah membaik dan tidak ada komplikasi lainmaka ibu
diperbolehkanpulang.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masa nifas merupakan masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat
kandung kembali seperti semula sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 – 8 minggu atau
dalam agama islam disebut 40 hari, tahap- tahap masa nifas meliputi : puerpurium dini,
puerpurium intermedial, remot puerpurium. Tujuan dari masa nifas yaitu untuk mengetahui
kesejahtraan ibu dan bayi, baik dari kesehatan, kebersihan , nutrisi, pemberian ASI, tanda bahaya
masa nifas, perdarahan, cara mencegah hipotermi pada bayi.

B. Kritik dan Saran


Dewasa ini penerapan asuhan pada ibu nifas sangat di perlukan karena sangat membantu ibu
dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu ketika mengalami kesulitan dalam mengasuh
bayinya. Serta, dengan adanya konseling masa nifas ibu menjadi lebih memahami betapa
pentingnya menjaga kebersihan, pemenuhan nutrisi, waspada akan terjadinya kelainan-kelainan
yang dapat membahayakan ibu dan bayinya. Selain itu juga dapat membantu mahasiswa dalam
belajar tentang betapa pentingnya asuhan kebidanan untuk ibu nifas khususnya mahasiswa
kebidanan.
DAFTAR PUSTAKA

Saleha, Siti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: salemba medika.

Data SDKI 2012. Angka kematian ibu melonjak.nasional.sindownes.com. Diakses


tanggal 3 februari 2016.

Maryunani Anik. 2009. Asuhan Pada Ibu Dalam Masa Nifas (Postpartum); Jakarta. TIM

Wiknjosastro, Hanifa, 2006, Ilmu Kebidanan, Edisi Ketiga, Jakarta : YBP-SP.

Rahmawati Nur, Eni. Ilmu Praktis Kebidanan. Surabaya: Victory Inti Cipta, 2011.