Anda di halaman 1dari 3

INISIASI 2

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS PIUTANG USAHA.

Saudara Mahasiswa….

Pada kesempatan yang lalu, kita sudah sedikit membahas tentang Audit atas Siklus Pendapatan-
Penjualan Kredit…sekarang kita akan mempelajari tentang Pengujian Substantif atas Piutang
Usaha.

Apa yang dimaksud dengan Piutang?

Piutang merupakan tagihan kepada pihak lain atas penjualan produk atau jasa yang diterima
dalam jangka waktu satu tahun atau dalam siklus kegiatan perusahaan.

Menurut sumber terjadinya, piutang dibagi menjadi:

- Piutang dagang/piutang usaha timbul karena penjualan produk/jasa dalam kegiatan


normal
- Piutang yang timbul di luar transaksi normal
Jumlah piutang yang dijaminkan harus diungkapkan dalam catatan Laporan Keuangan

Apa tujuan pemeriksaan piutang?

Tujuan pemeriksaan piutang adalah untuk menentukan:

- Ketelitian jumlah
- Validitas
- Kolektibilitas atau realizable value
- Penyajian yang layak dalam neraca
- Menentukan secara simultan tentang ketelitian pendapatan, potongan pendapatan dan
kerugian kredit
Apa saja yang perlu dilakukan sehubungan dengan program pemeriksaan piutang ?

Hal yang perlu dilakukan sehubungan dengan program pemeriksaan piutang adalah:

- Mendapatkan gambaran Sistem Pengendalian Intern (piutang dan penjualan). Dalam hal
ini Akuntan Publik dalam mempelajari dan menilai system pengendalian interen terhadap
piutang dan penjualan dengan menggunakan daftar pertanyaan system pengendalian
interen, flow chart, dan uraian tertulis. Daftar pertanyaan system pengendalian intern
yang telah terjawab harus dipelajari sebagai dasar penilaian pendahuluan atas system
pengendalian intern tersebut
- Melakukan pengujian transaksi piutang dan penjualan, antara lain :
a. Memeriksa sampel transaksi penjualan. Tujuannya adalah untuk menentukan
prosedur pengendalian intern untuk penjualan layak dijalankan. Dalam praktik
prosedur verifikasi dapat dilakukan order pembelian (dari pelanggan), order penjualan
dan salinan faktur. Penjelasan/deskripsi items/barang, jumlah-jumlahnya
dibandingkan dengan dokumen-dokumennya dan ditelusuri ke dokumen pengiriman
barang tersebut. Tanda tangan yang berhubungan dengan persetujuan pemberian
kredit harus tampak pada order penjualan. Apabila terjadi back order, maka harus
ditelusuri ke dokumen-dokumen yang berhubungan yaitu faktur dokumen
pengiriman. Perkalian dan penjumlahan ke bawah (footing) pada faktur harus diteliti
dan tanggal faktur dibandingkan dengan dokumen pengiriman dan tanggal
pembukuan pada buku pembantu piutang. Harga yang ada pada faktur harus diteliti
dan tanggal faktur dibandingkan dengan daftar biaya, catalog atau sumber resmi
lainnya. Setelah meverifikasi ketelitian faktur-faktur yang terpilih, auditor menelusur
ke buku penjualan. Periksa dengan cara penjumlahan ke bawah dan ditelusur ke buku
besar penjualan.
b. Membandingkan secara sampel dokumen pengiriman ke faktur penjualan. Tujuannya
adalah untuk menjamin bahwa semua pengiriman barang telah difakturkan (dibuatkan
faktur). Caranya adalah dengan membandingkan sebagian dokumen pengiriman,
diperoleh melalui sampel, dibandingkan dengan fakturnya.
c. Menelaah penggunaan dan otorasi kredit memo. Semua barang-barang dikembalikan
karena rusak atau tidak sesuai pesanan harus didukung dengan kredit memo dan
ditandatangani oleh orang yang bertanggung jawab. Sistem pengendalian interen yang
baik untuk barang-barang yang dikembalikan, meliputi persyaratan bahwa barang-
barang harus diterima lebih dahulu sebelum kredit memo dikeluarkan. Dalam
membuat kredit memo juga meliputi tentang harga, perkalian, penjumlahan ke bawah
dan pembukuannya dari buku jurnal ke buku besar pembantu.
d. Menelaah cash discount. Tujuan langkah ini adalah untuk mengetahui bunga
potongan tunai yang diberikan dan pengaruhnya ke faktur dan pembukuan ke buku
besar dan buku pembantu piutang. Untuk itu, Akuntan Publik harus mempelajari
kebiasaan potongan untuk berbagai pelanggan. Kemudian ia harus meneliti kolom
discount dalam buku jurnal penerimaan kas.
- Mengevaluasi system pengendalian intern untuk piutang dan penjualan apabila akuntan
public telah mempelajari system pengendalian intern tersebut. Dalam hal ini akuntan
publik melakukan pengujian-pengujian terhadap transaksi penjualan dari pengumpulan
bukti untuk evaluasinya.
- Mendapatkan atau membuat daftar umur piutang dan analisis piutang lainnya
Dalam proses pemeriksaan yang telah ada neraca saldonya maka prosedur yang harus
dilakukan :

a. Memisahkan bila ada rekening piutang bukan dagang


b. Melihat pembayaran dari pelanggan yang jumlahnya besar
c. Mempelajari dan menyelidiki piutang bersaldo kredit
d. Memastikan cadangan bad debt layak dan tak terlalu besar
e. Melihat faktur yang telah jatuh tempo yang ditempatkan pada akun yang telah jatuh
tempo
- Membuat analisis piutang wesel dan bungan yang berhubungan. Analisis ini dapat dibuat
klien untuk keperluan akuantan public yang meliputi informasi nama pembuat, tanggal
pembuatan, tanggal jatuh tempo, jumlah dan besarnya presentase bunga.
- Menginspeksi piutang yang ada di perusahaan dan mengkonfirmasikan ke pemegangnya.
- Melakukan konfirmasi wesel tagih dan piutang
Komunikasi langsung dengan debitur biasanya dipandang sebagai langkah yang penting
dan konklusif dalam verifikasi piutang dan wesel.
Bagi akuntan untuk mengadakan konfirmasi dipandang sebagai biaya mahal. Namun demikian
biaya harus dapat ditekan dengan melakukan penanganan-penanganan yang representative. Apa
hubungannya dengan standar professional akuntan publik? Hubungannya dengan standar
professional akuntan public adalah bukti yang cukup dan kompeten harus didapat melalui
penelitian, pengamatan, Tanya jawab dan konfirmasi sebagai dasar yang layak untuk
menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksa.

Apa yang harus dilakukan akuntan public untuk menguji validitas piutang?

Pengujian piutang yang dilakukan adalah :

1. Melakukan konfirmasi
2. Melanjutkan dengan tes, antara lain :
- Semua bukti-bukti faktur, tiket/order penjualan diuji/dikontrol
- Membuktikan posting untuk control dan pembantu
- Memverifikasi harga, perkalian dan penjumlahan pada faktur, membandingkan pada
jumlah penjualan
- Membandingkan faktur penjualan dengan catatan pengiriman
- Memeriksa jurnal pendebitan yang menimbulkan piutang bersaldo kredit
- Memeriksa catatan penerimaan untuk barang-barang yang dikembalikan

Demikian sedikit pembahasan tambahan tentang pengujian substantive atas piutang usaha.
Harapan kami, teman-teman dapat senantiasa belajar dan tidak patah semangat ya…

Semoga Sukses!!