Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM KEPERAWATAN JIWA II

STRATEGI PELAKSANAAN

PASIEN HALUSINASI

Dosen pengampu :

Ns. Feri Fernandes, M.Kep, Sp. KepJ

Disusun Oleh :

Mutiara Yerivanda (1711311017)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG
STRATEGI PELAKSANAAN (SP 1)
TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI
HALUSINASI
Hari :
Pertemuan :
Sp/Dx : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi pendengaran
Ruangan :
Nama Klien :

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien.
Data subjektif :
a. Klien mengatakan mendengar suara laki-laki yang mengejeknya.
b. Klien mengatakan suara itu datang ketika sendiri di kamar.

Data objektif :
a. Klien tampak mengarahkan telinganya ke suatu tempat.

2. Diagnosa Keperawatan.
Gangguan persepsi sensori : Halusinasi pendengaran

3. Tujuan Tindakan Keperawatan.


Pasien mampu :
a. Membina hubungan saling percaya.
b. Mengenal halusinasi dan mampu mengontrol halusinasi dengan menghardik.

4. Tindakan Keperawatan.
a. Mengidentifikasi halusinasi : isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan,
respon
b. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: menghardik
c. Melatih klien cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
d. Melatih klien memasukkan latihan menghardik dalam jadwal kegiatan harian klien

B. Strategi Komunikasi.
1. Fase Orientasi.
a. Salam Terapeutik
Perawat : Assalamu;alaikum bu. Selamat pagi bu. Perkenalkan saya perawat Mutia.
Ibu bisa memanggil saya dengan mumut. Hari ini saya dinas dari pagi
sampai siang nanti. Saya yang akan merawat ibu selama ibu berada
dirumah sakit ini. Nama ibu siapa bu?
Ibu Olga : Olga

b. Evaluasi / Validasi
Perawat : Oo ibu Olga ya bu. Bagaimana kabar ibu Olga?
Ibu Olga : Alhamdulillah baik bu.

c. Kontrak
 Topik
Perawat : Baiklah bu Olga. Bagaimana kita berbincang-bincang mengenai suara
Yang sering mengganggu ibu? Tujuannya agar ibu nantinya bisa
mengontrol suara-suara yang menganggu ibu tersebut. Bagaimana ibu?
Ibu Olga : Baiklah bu

 Waktu
Perawat : Ok bu Olga. Kita akan berbincang-bincang sekitar 30 menit. Apakah ibu
setuju?
Ibu Olga : Setuju bu

 Tempat
Perawat : Ibu maunya kita berbincang-bincang dimana bu?
Ibu Olga : Disini saja bu
Perawat : Baiklah bu Olga. Kita akan berbincang-bincang disini saja ya bu.
2. Fase kerja
Perawat : Apakah ibu Olga mendengar suara tanpa ada wujudnya?
Pasien : Iya buk..
Perawat : Saya percaya ibu mendengar suara tersebut, tetapi saya sendiri tidak
mendengar suara itu. Apa yang dikatakan oleh suara yang ibu dengar?
Apakah ibu mendengarnya terus menerus atau sewaktu- waktu?
Pasien : suara itu mengejek saya buk, saya mendengarnya kadang- kadang buk
Perawat : Kapan yang paling sering Ibu mendengar suara itu?
Pasien : siang hari setelah makan buk.
Perawat : Berapa kali dalam sehari ibu mendengarnya?
Pasien : 3- 5 kali buk
Perawat : Pada keadaan apa suara itu terdengar?
Pasien : ya buk,saat saya sedang duduk dikamar setelah saya selesai makan
Perawat : Apa yang ibu rasakan ketika mendengar suara itu? Bagaimana perasaan
ibu ketika mendengar suara tersebut?
Pasien : saya merasa kesal mendengar suara itu
Perawat : Kemudian apa yang ibu lakukan?
Pasien : jika saya mendengar suara itu, saya langsuang menutup telinga saya
dengan bantal dan kadang saya berteriak agar suara itu diam
Perawat : Apakah dengan cara tersebut suara-suara itu hilang?
Pasien : tidak, suaranya tetap bisa saya dengar.
Perawat : Baiklah bu, apa yang alami itu namanya Halusinasi. Ada empat cara
untuk mengontrol halusinasi yang ibuk Olga alami yaitu menghardik,
minum obat, bercakap-cakap, dan melakukan aktifitas. Hari ini,
Bagaimana kalau kita latih cara yang pertama dahulu, yaitu dengan
menghardik, apakah ibu Rahmi bersedia?
Pasien : Bersedia buk
Perawat : Bagaimana kalau kita mulai ya. Saya akan mempraktekan dahulu, baru
ibu mempraktekkan kembali apa yang telah saya lakukan. Begini bu, jika
suara itu muncul katakan dengan keras “ pergi..pergi saya tidak mau
dengar.. kamu suara palsu” sambil menutup kedua telinga ibu. seperti ini
ya bu. Coba sekarang ibu ulangi lagi seperti yang saya lakukan tadi.
Pasien : Jika saya mendengar suara itu, saya katakan “Pergi.. pergi saya tidak
mau dengar.. Kamu suara palsu” (sambil menutup kedua telinganya)
Perawat : Wah bagus sekali bu, ibu sudah bisa mempraktekkan.

3. Terminasi.
a. Evaluasi subjektif dan objektif :
Perawat : Bagaimana perasaan ibu Rahmi setelah kita kita bercakap-cakap?
Pasien : saya merasa baikan bu
Perawat : Baiklah bu, bisakah ibu mengulang kembali bagaimana cara mengusir
suara-suara yang mengganggu ibu tadi? Sesuai yang telah saya ajarkan
Ibu Olga : Bisa bu

b. Tindakan Lanjut
Perawat : kalau begitu ibu bisa melakukannya sendiri sebagai latihan buat ibu.
Kalau begitu ibu mau melakukan kegiatannya berapa kali sehari?
Ibu Olga : 3 kali bu
Perawat : kapan-kapan saja itu bu?
Ibu Olga : pagi, siang dan malam sebelum tidur bu
Perawat : baik bu. Ibu bisa melakukannya bila ibu mendengar suara tersebut
Ibu lakukan itu sampai suara itu tidak terdengar lagi, lakukan itu selama
3 kali sehari yaitu pagi, siang dan malam atau disaat ibu mendengar suara
tersebut. Saya akan memberikan ibu buku kegiatan harian sebagai
pegangan ibu. cara mengisi buku kegiatan harian adalah sesuai dengan
jadwal kegiatan harian yang telah kita buat tadi ya bu. Jika ibu
melakukanya secara mandiri maka ibu menuliskan di kolom M, jika ibu
melakukannya dibantu atau diingatkan oleh keluarga atau teman maka
ibu buat di kolom B, Jika ibuk tidak melakukanya maka ibu tulis di
kolom T. apakah ibu mengerti?
Pasien : Iya,,saya mengerti buk.
c. Kontrak yang akan datang :
Perawat : Baik lah buk, Bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang tentang
cara yang kedua yaitu dengan minum obat untuk mencegah suara-suara
itu muncul, apakah ibu bersedia?
Pasien : Saya bersedia buk.
Perawat : Ibuk maunya jam berapa?
Pasien : Jam 10.00 saja bu
Perawat : Oke baik bu. Ibuk maunya dimana kita berbincang-bincang?
Pasien : Disini saja buk.
Perawat : Baiklah buk Olga besok saya akan kesini jam 10:00 ya buk. Saya permisi
ya buk. Assalamualaikum wr.wb