Anda di halaman 1dari 5

B.

Peranan Manusia dalam Lingkungan terhadap Alam Semesta secara


Perspektif Islam.
Manusia sebagai salah satu makhluk hidup di Bumi ini mempunyai berbagai
fungsi, peran dan tanggung jawab, dan Islam sebagai agama dengan jumlah
pemeluknya terbesar dibanding agama-agama yang lain, sudah tentu mempunyai
pandangan tersendiri akan peran dan tanggung jawab manusia di Bumi.

• Manusia Sebagai Khalifah dimuka bumi. Dalam Surat Al Baqarah : 30 yang


berbunyi : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka
berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang
akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi agar manusia dapat menjadi
kalifah di muka bumi tersebut. Yang dimaksud dengan khalifah ialah bahwa
manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di
bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya,
lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan
segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Jika manusia telah mampu
menjalankan itu semuanya maka sunatullah yang menjadikan manusia sebagai
khalifah di bumi benar-benar dijalankan dengan baik oleh manusia tersebut,
terutama manusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah Saw.

Kesimpulan kandungan Surat Al Baqarah : 30, diantaranya:


1. Allah memberitahu kepada malaikat bahwa Allah akan menciptakan
khalifah (wakil Allah) di bumi
2. Allah memilih manusia menjadi khalifah di muka bumi
3. malaikat menyangsikan kemampuan manusia dalam mengemban
tugas sebagai manusia. Menurut pandangan malaikat, manusia suka
membuat kerusakan dan menumpahkan darah
4. Malaikat beranggapan bahwa yang pantas menjadi khalifah di bumi
adalah dirinya. Malaikat merasa selalu bertasbih, bertauhid dan
menyucikan Allah
5. Allah lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh malaikat
Ketika memerankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, ada
beberapa peranan penting yang diamanahkan dan dilaksanakan manusia
sampai hari kiamat.
- Pertama, memakmurkan bumi (al „imarah) dengan mengelola pemanfaatan
lingkungan alam.
- Kedua, memelihara dan menjaga bumi dari upaya-upaya perusakan yang
datang dari pihak manapun (ar ri‟ayah).
- Ketiga, kebersihan (an-nadofah), dengan menjaga kebersihan, lingkungan
tidak menjadi terkontaminasi dari penyakit. Dari peranan tersebut manusia
sudah memelihara lingkungan agar tetap hidup sehat. Kebersihan itu sifatnya
meluas dalam berbagai aspek, diantaranya :

•Aspek Biologis yang erat kaitannya pada kesehatan dan lain sebagainya.
•Aspek Geografis yang erat kaitanya pada kebersihan dalam pemetaan
tempat luas tatanan suatu wilayah.
• Aspek Geologis yang erat kaitanya pada ke telitian dalam penggunaan
sumber daya alam.
•Aspek Hydrologis yang erat kaitannya pada kebersihan Air untuk menjaga
dari kontaminasi polusi seperti dari bahan kimia yg berbahaya bagi
kehidupan masyarakat.

- Ke‟Empat, keseimbangan alam(At-tawazunu Fi Tabieah), dengan menjaga


apa yang telah alloh ciptakan keseimbangan dalam penciptaanya, maka
dalam pemanfaatannya pun tidak akan berlebihan, seperti contohnya
manusia menebang pohong untuk keperluan hidup, disisi pemanfaatnya itu
manusia melakukan penanaman ulang agar tidak berdampak negatif seperti
pemanasan global, banjir, dan lain sebagainya. (QS Ar-Rahmaan (55) 7-13.

Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan


menentukan, sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis.
Kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah
seperti yg sudah dijelaskan sebelumnya, sehingga kebebasan yang dimiliki
tidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang, seperti
memanfaatkan lingkungan hanya untuk kepentingan individual itu sama
sekali bukan yang di ajarkan dalam ajaran Islam.
• Kekuasaan manusia sebagai wakil Allah dibatasi oleh aturan-aturan dan
ketentuanketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hukum-
hukum Allah baik yang tertulis dalam kitab suci (al-Qur‟an), maupun yang tersirat
dalam kandungan alam semesta (al-kaun). Seorang wakil yang melanggar batas
ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan
peranannya, serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu,
ia(manusia) diminta pertanggungjawaban terhadap penggunaan kewenangannya di
hadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman Allah dalam QS 35 (Faathir : 39)
yang artinya adalah :

“Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barang


siapa yang kafir, maka (akibat) kekafiran orang-orang kafir itu tidak lain
hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-
orang yang kafir itu tidak lainhanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”.

Di dalam Al Quran sudah begitu lengkap semua hal mengenai fungsi, peran
dan tanggung jawab manusia. Oleh karena itu manusia wajib membaca dan
memahami Al Quran agar dapat memahami apa fungsi, peran dan tanggung
jawabnya sebagai manusia sehingga dapat menjalani kehidupan dengan penuh
makna.

. Interaksi Manusia dalam Lingkungan Sosial secara Perspektif Islam

Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah


sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran
Allah. Untuk menjadi pelaku ajaran Allah, apalagi menjadi pelopor pembudayaan
ajaran Allah, seseorang dituntut memulai dari diri dan keluarganya, baru setelah itu
kepada orang lain. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana
yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah :
1. Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54) ; Belajar yang dinyatakan
pada ayat pertama surat al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaitu Al Qur‟an.
2. Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39)
3. Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 ) ; Ilmu yang telah diketahui bukan hanya
untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya
sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi
SAW.
4. Menyeru dalam penegakan ajaran Islam (Dakwah), dalam Al-Qur‟an surat An-
Nahl ayat 125, disebutkan bahwa dakwah adalah mengajak umat manusia ke jalan
Alloh dengan cara bijaksana, nasihat yang baik serta berdebatlah dengan cara yang
baik pula. Berbunyi :

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang
baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu
Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

Analisa Interaksi semua makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya serta
lingkungannya membentuk suatu proses yang berlangsung dalam kurun waktu
yang lama dalam keadaan selaras dan seimbang membentuk hukum alam dalam
sebuah ekosistem

. Kesimpulan Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah bagi alam semesta,


sehingga mempunyai kewajiban untuk mengolah, memelihara, dan bersikap ramah
terhadap lingkungan sesuai dengan ajaran agama. Manusia dan berbagai makhluk
ciptaan Allah lainnya diberikan hak untuk hidup di alam semesta. Mereka saling
membutuhkan dan saling ketergantungan.

. Saran Banyak sekali fenomena lingkungan yang tidak wajar di muka bumi ini,
bagaikan hidup dalam suatu dinasti, khusus nya jawa barat, Bandung Wilayah
Indonesia yang pemetaan dalam pengonsepan tatanan bangunan yang diluar batas
wajar. Sedikit menyindir kepada Hak Asasi Manusia yang katanya sudah
diterapkan dalam UU Dasar Negara Republik Indonesia, namun kenyataannya
terdapat banyak Perusahaan yang memproyeksi suatu bangunan tanpa memikirkan
AMDAL yg dampak nya tentu akan berpengaruh pada seluruh manusia. Dan yang
saya herankan penduduk masyarakat yang dekat dengan pembanguan proyek itu
tidak ada aksi penolakan, contoh seperti Industri yang tidak sesuai dengan etika
perindustrian yang lokasinya di Desa Cienteung. Oleh sebab hal itu sangat perlu
nya membentuk kesatuan masyarakat dalam aspek Kepedulian Lingkungan Alam.