Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH INDIVIDU

E-GOVERNMENT

DISUSUN OLEH :
PRAVIKO BRILIAN CAHYAWIJAYA
29566
1. Pengertian E-Government
E-government adalah aplikasi teknologi informasi yang berbasis internet dan perangkat digital
lainnya yang dikelola pemerintah untuk keperluan penyampaian informasi dari pemerintah ke
masyarakat, mitra bisnis, pegawai, badan usaha, dan lembaga-lembaga lainnya secara online.

2. Fungsi dan Perkembangan E-Government


E-government bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan publik melalui pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi dalam proses penyelenggaaran pemerintah daerah agar
dapat terbentuk kepemerintahan yang bersih dan transparan, dan agar dapat menjawab tuntutan
perubahan secara efektif. Selain itu e-government juga bertujuan untuk mendukung good
governance. Penggunaan teknologi yang mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi
dapat mengurangi korupsi dengan cara meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga
publik. E-government dapat memperluas partisipasi publik dimana masyarakat dimungkinkan
untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan/kebijakan oleh pemerintah.

Di Indonesia, perkembangan e-government masih sebatas pada mempublikasikan informasi


melalui website, interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail, serta
masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal
balik. Indonesia belum mencapai tingkat integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana
masyarakat dapat melakukantransaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah
mempunyai pemakaian data base bersama. Melihat perkembangan system aplikasi e-
government di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-government di Indonesia
masih dalam proses. Artinya pengembangan e-government dapat dikatakan sukses ataupun
sebaliknya gagal di masa yang akan datang. Penting untuk mempersiapkan berbagai sarana
dalam pengembangan e-government di (ndonesia seperti sumber daya manusia, sarana dan
prasarana teknologi informasi dan inisiatif serta responsibilitas pihak-pihak yang
terlibatlangsung agar inisiasi untuk menciptakan sebuah tata pemerintahan yang baik dan
pelayananyang berkualitas dapat terwujud dengan baik bukan pelaksanaan yang terkesan dituntut
oleh kebijakan pemerintah pusat.

3. Hubungan E-Government dengan Good Governance


Era globalisasi yang datang lebih cepat dari yang diperkirakan telah membuat isu-isu semacam
demokratisasi, transparansi, civil society, good corporate governance, perdagangan bebas
menjadi hal-hal utama yang harus diperhatikan oleh setiap pemerintahan. Dalam format ini,
pemerintah harus mengadakan reposisi terhadap perannya dari yang bersifat internal menjadi
lebih berorientasi eksternal dan fokus kepada bagaimana memposisikan masyarakat dan
pemerintahnya di dalam sebuah pergaulan global.

Kemajuan teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) terjadi sedemikian pesatnya


sehingga data, informasi dan pengetahuan dapat diciptakan dengan sangat cepat dan dapat segera
disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat di berbagai belahan dunia dalam hitungan detik. Hal
ini berarti bahwa setiap individu di berbagai belahan dunia dapat saling berkomunikasi kepada
siapapun yang dikehendakinya. Buah dari kemajuan pesat teknologi informasi ini dapat
mempengaruhi bagaimana pemerintahan di masa modern ini harus bersikap secara benar dan
efektif mereposisikan perananannya dalam melayani masyarakatnya.

Pada dasarnya, setiap pembaruan dan perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
dimaksudkan dalam rangka menuju terwujudnya pemerintahan yang demokratis guna
terwujudnya sistem pemerintahan yang lebih baik (good governance). Salah satu ciri good
governance adalah transparansi yang dibangun atas dasar arus informasi yang bebas, dimana
seluruh proses pemerintahan dan informasinya dapat diakses oleh semua pihak yang
berkepentingan. Untuk kepentingan transparansi informasi sebagaimana dimaksud, diperlukan
sarana komunikasi yang menjamin kelancaran informasi antara pemerintah dengan masyarakat
dan dunia usaha, dan tentunya komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta
antar pemerintah daerah.

Secara umum pengimplementasian e-government diyakini akan memperbaiki kinerja


pengelolaan pemerintahan di Indonesia. Maraknya korupsi di Indonesia dan rendahnya
kepercayaan investor asing terhadap pemerintah Indonesia menunjukkan rendahnya kualitas
manajemen pemerintahan Indonesia. Karena itu, diperlukan suatu manajemen pemerintah yang
sangat menonjolkan unsur transparansi, sebagai salah faktor penting untuk menghilangkan KKN
(kolusi, kompsi, nepotisme) di pemerintahan. Rendahnya transparansi ini menyebabkan sukarnya
mekanisme pengawasan berjalan dengan lancar.

Salah satu solusi dan alternatif yang menjanjikan untuk menciptakan transparansi dalam
mewujudkan Good Governance adalah sistem pengelolaan pemerintahan secara elektronik atau
electronic government (e-government). Pengelolaan lembaga/instansi secara elektronik baik
untuk swasta maupun pemerintahan selain mcningkatkan transparansi, juga bisa meningkatkan
efisiensi (menurunkan biaya dan meningkatkan efektivitas/meningkatkan daya hasil).

4. Masyarakat Informasi
Masyarakat informasi merupakan masyarakat yang mendapatkan kesempatan dan akses
informasi secara cepat dan tepat akan jauh lebih maju dibandingkan mereka yang kurang
mendapat pengetahuan informasi . Misi utama masyarakat informasi adalah mewujudkan
masyarakat yang sadar tentang pentingnya informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi,
terciptanya suatu layanan informasi yang terpadu, terkoordinasi dan terdokumentasi serta
tersebarnya informasi ke masyarakat luas secara cepat, tepat dan bermanfaat. Masyarakat
informasi ditandai dengan adanya perilaku informasi yang merupakan keseluruhan perilaku
manusia yang berhubungan dengan sumber dan saluran informasi, dengan tujuan tertentu sebagai
akibat adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu, perilaku mencari informasi yang
ditujukan seseorang ketika berinteraksi dengan sistem informasi, dan perilaku pengguna
informasi yaitu perilaku yang dilakukan seseorang ketika menggabungkan informasi yang
ditemukannya dengan pengetahuan dasar yang sudah ia miliki sebelumnya.
Dinamika informasi yang terjadi membawa perubahan bagi masyarakat. Informasi menjadi
bagian penting dalam kehidupan manusia. Masyarakat yang mendapat kesempatan lebih dulu,
akses lebih luas dan tepat waktu akan dapat mengurus dan mengatur dunia. Sementara kelompok
masyarakat yang tidak atau kurang memperolehi kesempatan dan akses informasi yang mereka
butuhkan secara memadai akan jauh tertinggal.

Ciri-ciri masyarakat informasi , antara lain :


1. Sumber informasi terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
2. Adanya kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya informasi dalam berbagai aktivitas
kehidupan.
3. Berkembangnya lembaga-lembaga perpustakaan, dokumentasi dan informasi secara merata.
4. Terbukanya pandanagan dan wawasan masyarakat dalam pmanfaatan teknologi informasi
secara tepat guna.
5. Kemajuan sumber daya manusia, informasi dan fisik yang memanfaatkan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
6. Informasi dikelola dengan baik, disajikan tepat waktu dan dikemas dengan teknologi dapat
dikembangkan sebagai suatu komoditi yang bernilai ekonomis.