Anda di halaman 1dari 13

Profil Posyandu

BAB I
PENDAHULUAN

Desa Klempang Sari Kecamatan Kuaro yang terdiri dari 7 RT mempunyai tekad yang
kuat untuk memajukan masyarakat dengan cara melaksanakan pembangunan fisik dan non
fisik secara swadaya. Demikian juga pembangunan di bidang kesehatan, untuk mewujudkan
kesehatan masyarakat yang optimal serta masyarakat yang peduli dan tanggap terhadap
kesehatan maka telah dikembangkan program Desa Sehat Mandiri (DSM). Dengan
pengembangan DSM, di desa Klempang Sari telah terbentuk organisasi kesehatan desa yaitu
Forum Kesehatan Desa (FKD)
Forum Kesehatan Desa (FKD) merupakan salah satu organisasi kesehatan dengan salah
satu proram kerjanya adalah melaksanakan kegiatan Upaya Pelayanan Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu
bentuk UKBM yang dikelola dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada
masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Di RT 1 desa Klempang Sari telah
terbentuk Posyandu yang diberi nama Posyandu “Manunggal”, dengan bimbingan dan arahan
dari Dinas /Instansi terkait yang tergabung dalam Pokjanal Posyandu baik di tingkat Desa,
Kecamatan maupun Kabupaten.
Posyandu Manunggal dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik,
tidak hanya melaksanakan 5 Program Utama saja yaitu : Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga
Berencana, Perbaikan Gizi, Imunisasi dan penanggulangan diare dan ISPA, akan tetapi telah
melakukan dan mengembangkan berbagai upaya kesehatan lainnya seperti progam JPKM,
penyehatan lingkungan pemukiman, TOGA, Kebun Gizi, PHBS, PSN-PJB, dan lain-lain.
Dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang semakin berkembang maka
dilaksanakan pula kegiatan integrasi dan kegiatan pengembangan seperti Pos PAUD, BKB,
BKL,BKR,Pos UKK, Bank Sampah, penataan lingkungan,dll. Dengan banyaknya program yang
dilakukan serta cakupan kegiatan yang telah memenuhi target, maka Posyandu Manunggal desa
Klempang Sari berkomitmen untuk menjadi Posyandu Mandiri / Posyandu Model.
Adapun dampak yang telah dirasakan oleh masyarakat khususnya wilayah Posyandu
Manunggal adalah minimnya gangguan Kesehatan Ibu dan Anak, tidak terjadi KLB penyakit
menular, peningkatan kualitas lingkungan dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta
tidak ada kasus gizi buruk.

BAB II
KEADAAN UMUM

A. Wilayah kerja Posyandu Manunggal


Wilayah kerja Posyandu Manunggal adalah seluruh wilayah desa Klempang Sari yang terdiri
dari 7 RT
B. Keadaan Penduduk
- Jumlah penduduk di wilayah Posyandu Manunggal adalah 1136 jiwa , dengan perincian laki-laki
601 jiwa, perempuan 535 jiwa, dan terdiri dari 337 KK.
- Tingkat pendidikan masyarakat di Posyandu Manunggal adalah sebagai berikut :
Belum sekolah : 63 Jiwa
Tk/play grup : 20 Jiwa
SD/MI : 306 jiwa
SMP/Sederjat : 133 jiwa
SMA/Sederajat : 230 jiwa
Perguruan Tinggi : 30 jiwa
Usia 18-56 tahun yang tidak pernah Sekolah : 2 Jiwa
Usia 18-56 tahun yang tidak tamat SD : 15 Jiwa
- Mata pencaharian penduduk adalah sebagai petani, buruh, PNS, karyawan swasta dan
wiraswasta.

C. Sasaran Posyandu
Sasaran kegiatan Posyandu Manunggal adalah sebagai berikut :
 Pasangan Usia Subur (PUS) : 175 Pus
 Wanita Usia Subur : 246 orang
 Jumlah bayi : 15 anak
 Jumlah balita : 68 anak
 Jumlah Ibu menyusui : 28 orang
 Jumlah ibu hamil : 17 orang
 Jumlah Ibu Bersalin : 16 orang

A. Susunan Organisasi Posyandu


Susunan pengurus Posyandu Manunggal desa Klempang Sari sebagai berikut :

BAB III
PELAKSANAAN POSYANDU MANUNGGAL

A. Landasan Operasional Posyandu


1. Surat Keputusan Camat Kuaro nomor 444.01/2006 tanggal 15 Januari 2006 tentang Pembentukan
Pokjanal Posyandu Kecamatan Kuaro.
2. Surat Keputusan Kepala Desa Klempang Sari nomor 411.4/01/III/2007 tentang Pokja
Posyandu Desa Klempang Sari Kecamatan Kuaro
3. Keputusan Kepala Desa Klempang Sari nomor 411.1/02/KEP/IV/3007 tentang
Kepengurusan Kelompok Pelaksana Posyandu Desa Klempang Sari
4. Keputusan Kepala Desa Klempang Sari nomor 440/04/X/2011 tentang Pembentukan
Forum Kesehatan Desa (FKD) Desa Klempang Sari Kecamatan Kuaro.
5. Keputusan Kepala Desa Klempang Sari nomor 08/I/2010 tentang Penyerahan alokasi tanah
dan bangunan untuk kegiatan Posyandu dan PAUD.
6. Keputusan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Klempang Sari nomor 01/KEP.PKK/06/2011,
tentang pembentukan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB)
7. Keputusan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Klempang Sari nomor 01/KEP.PKK/06/2011,
tentang pembentukan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB).

B. Ketersediaan Prasarana dan Sarana


Prasarana dan sarana yang dimiliki Posyandu Manunggal adalah sebagai berikut :
1. Prasarana / Tempat pelaksanaan Posyandu
Untuk prasarana/tempat pelaksanaan kegiatan Posyandu Manunggal sudah mempunyai bangunan
/ gedung tersendiri yang diperoleh dari Bantuan Hibah Bapermasdes Provinsi dengan ukuran 9 x
5 m.. Letak gedung Posyandu tersebut berada di RT 03/ RW 05 Dusun 5 dan lokasi sangat
strategis karena mudah dijangkau oleh sasaran
2. Jenis dan Jumlah Sarana
Sarana yang ada di Posyandu Manunggal berjumlah lebih dari 15 jenis, antara lain
timbangan injak, dacin, KMS/Buku KIA, Pita Lila, APE, dan lain-lain. Selengkapnya dapat
dilihat pada lampiran . Kondisi dan fungsi alat/sarana tersebut semua berfungsi dengan baik

A. Sumber Pendanaan Operasional Posyandu


Sumber biaya dalam pelaksanaan Posyandu berasal dari :
- APBN, berupa bantuan untuk pemetaan PHBS, pendataan sasaran dan PMT Penyuluhan,
bantuan ATK dan penggandaan.( melalui Puskesmas)
- APBD Kabupaten , berupa Bantuan Operasional Posyandu (BOP) untuk satu tahun yang diterima
sejak tahun 2006 sampai sekarang, antara lain digunakan untuk PMT Penyuluhan, transport
kader, pendataan dan ATK dan kebutuhan lain sesuai dengan pedoman. Adapun besarnya
bantuan tersebut adalah sebagai berikut :
 Tahun 2006 : Rp. 50.000,-/bulan
 Tahun 2007 : Rp. 75.000,-/bulan
 Tahun 2008 : Rp. 100.000,-/bulan
 Tahun 2009 : Rp. 120.000,-/bulan
 Tahun 2010 : Rp. 120.000,-/bulan
 Tahun 2011 : Rp.150.000,-/bulan.
 Tahun 2013 : Rp.150.000,-/bulan
Mulai tahun 2013 dana dari APBD Kabupaten berubah menjadi Upah Kader Posyandu yang
diberikan sebesar Rp. 40.000,-/orang/perbulan yang diberikan selama satu tahun.
Swadaya masyarakat, berupa :
a. bahan/materi maupun uang dari kader, masyarakat untuk penyelenggaraan Posyandu antara lain
PMT Penyuluhan, pembelian sarana dan kebutuhan lainnya.
b. Jimpitan sukarela dari ibu balita yang disampaikan pada saat pelaksanaan Posyandu.
c. Kantin Posyandu

B. Kegiatan Utama dan Pendukung


Pelayanan di Posyandu Manunggal dilaksanakan sebulan sekali dengan jumlah kader
aktif 5 orang dan semuanya telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kabupaten
maupun Kecamatan/Puskesmas.
1. Kegiatan Pokok
Kegiatan pokok di Posyandu Manunggal meliputi 5 program utama yaitu :
1) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
2) Keluarga Berencana
3) Imunisasi
4) Perbaikan Gizi
5) Penanggulangan Diare dan ISPA

2. Kegiatan Pengembangan dan integrasi /dan atau kerja sama


Kegiatan Pengembangan dan integrasi /dan atau kerja sama serta mitra yang dilaksanakan
Posyandu Manunggal adalah :
1) BKB dilaksanakan bersamaan dengan Posyandu yaitu setiap bulan, dengan jumlah kader 10
orang, dengan sasaran 68 orang
2) PAUD dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis , dengan jumlah tutor 4 orang,
dengan sasaran 30 anak.
3) Posyandu Lansia, dilaksanakan setiap tanggal 10 , bertempat di rumah posyandu Dusun 5,
dengan jumlah kader 5 orang dan sasaran 35 orang.
4) Sudut baca bertempat di Posyandu dan dibuka pada saat kegiatan Posyandu, PAUD,
namun apabila sewaktu-waktu ada yang membutuhkan pinjam buku diperpustakaan setiap saat
tetap dilayani oleh kader.
5) Bina Keluarga Remaja ( BKR ) dilaksanakan setiap minggu pertama bertempat di Gedung
Posyandu, dengan jumlah kader 5 orang, dan sasaran 35 orang.
6) Kelompok Wanita Tani “Lestari”, pertemuan dilaksanakan setiap Sabtu minggu ke 3 bertempat
di Gedung Posyandu dengan jumlah kader 10 orang, dengan kegiatan penyuluhan penganeka
ragam makanan, pemanfaatan tanah pekarangan dengan kegiatan Kebun Gizi dan TOGA.
7) Gerakan Sayang Ibu, dengan melakukan kegiatan :
 Melaksanakan sosialisasi / pembentukan kelas ibu hamil
 Ambulans Desa/ Posyandu , menggunakan kendaraan milik 2 orang warga masyarakat yang
setiap saat dapat dimanfaatkan untuk merujuk ke Puskesmas maupun Rumah Sakit.
 Mengkoordinir warga untuk menjadi pendonor darah
 Rujukan ibu hamil /bersalin ke PKD, Puskesmas dan Rumah Sakit.
 Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan kegiatan penyuluhan dan
pemasangan stiker P4K.
8) JPKM./Jamkesda
Dalam rangka pengembangan JPKM/Jamkesda , kegiatan yang dilakukan meliputi :
a) Penyuluhan dan perekrutan /menerima pendaftaran peserta Jamkesda.
b) Pencatatan kepesertaan JPK.
9) Penyehatan Lingkungan , antara lain :
a) Melakukan gerakan kebersihan / Pemberantasan Sarang Nyamuk sebulan sekali
b) Penyuluhan kesehatan lingkungan
c) Pemantauan Jentik Nyamuk Berkala (PJB) oleh kader dan masyarakat.
10) PHBS
Kegiatan pembinaan/pemetaan PHBS di rumah tangga antara lain:
a) Penyuluhan melalui Posyandu,pertemuan PKK RT
b) Pengkajian/ Pendataan PHBS, dengan pengelompokan strata yaitu : Strata Sehat Madya, Strata
Sehat Utama dan Strata Sehat Paripurna
Kelompok Peduli Wira Usaha Kecil Mandiri ( KPWKM)
12) Kantin Posyandu yang dibuka pada tiap kegiatan belajar mengajar PAUD dan Posyandu.
Swadaya masyarakat untuk posyandu, misalnya swadaya hasil bumi, inventaris posyandu dari masyarakat.
14) Kebun Toga dan warung hidup
Pengelolaan Bank Sampah
Upaya Kesehatan Kerja ( UKK ), meliputi kegiatan :
a) Pengadaan alat keselamatan kerja dan kesehatan, yaitu: sepatu boot, sarung tangan, masker, dan
obat obatan ringan
b) Pengadaan alat kebersihan rumah tangga, yaitu sapu lidi, keranjang sampah, dan tempat cuci
tangan.
c) Pemeriksaan kesehatan berkala kepada anggota kelompok petani olehpetugas kesehatan dan
kader UKK.
d) Penyuluhan tentang kesehatan kerja oleh petugas kesehatan / kader UKK
17) Website Posyandu Manunggal Desa Klempang Sari
C. Administrasi Posyandu
Administrasi yang dikerjakan oleh Posyandu Manunggal meliputi buku-buku catatan kegiatan
dan data dinding. Buku administrasi terdiri dari buku wajib dan buku pelengkap. Data terlampir.

D. Kinerja Hasil Capaian Posyandu


Hasil kegiatan Posyandu Manunggal secara umum dalam dua tahun terakhir telah mencapai
target dan mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Adapun gambaran hasil
kegiatan Posyandu Manunggal ditinjau dari beberapa indikator adalah sebagai berikut.
1. Indikator Input :
1) Adanya Kebijakan tentang Posyandu, antara lain :
a. Surat Keputusan Kepala Desa tentang Pembentukan Pokja Posyandu di tingkat desa.
b. SK Pembentukan susunan organisasi/pengurus di Posyandu
c. Pembentukan Forum Kesehatan Desa (FKD) dan pelaksanaan UKBM/Posyandu masuk dalam tugas
Pokja I (Pokja Pemberdayaan Masyarakat)
d. Surat Edaran Kepala desa untuk masyarakat agar ikut JPKM/Jamkesda setiap tahun.
e. Mengupayakan tempat tersendiri untuk pelaksanaan Posyandu secara rutin
rsedia Pembiayaan operasional Posyandu secara berkesinambungan
rcukupinya Ketersediaan prasarana dan sarana di Posyandu
der Posyandu aktif dan terlatih.
Jumlah kader untuk pelayanan 5 program utama di Posyandu adalah 5 orang dan semua
aktif serta sudah terlatih. Selain 5 orang kader tersebut terdapat pula kader lainnya seperti kader
Posyandu Lansia, BKB,Pos PAUD, kesehatan lingkungan , PHBS,PSN-PJB, dll.,
2. Indikator Proses
Frekuensi kegiatan
Kegiatan di Posyandu Manunggal desa Klempang Sari dilaksanakan secara rutin satu bulan
sekali, sehingga frekwensi hari buka selama satu tahun adalah 12 kali.
2) Kegiatan
a. Penimbangan balita dengan menggunakan dacin dan perlengkapan lainnya (kotak timbang,
sarung/celana timbang) serta pemberian fe/PTD dan penyuluhan. Kemudian setiap bulan
Februari dan Agustus dilaksanakan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi kepada bayi 6-11
bulan dan balita dengan cakupan setiap tahunnya mencapai 100 %.
b. Imunisasi dengan sasaran bayi, balita dan ibu hamil.
Pelayanan Imunisasi dilakukan untuk semua sasaran yang di wilayah Posyandu yaitu bayi, balita
dan ibu hamil. Imunisasi bayi dan ibu hamil dilaksanakan rutin setiap bulan dan balita dilakukan
pada waktu-waktu tertentu yaitu pada kegiatan crash program/ kampanye campak dan polio atau
kegiatan lain yang dilaksanakan secara nasional.
c. Pencatatan. Hasil penimbangan semuanya dicatat dalam KMS masing-masing sasaran, kemudian
dilihat bagaimana keadaan/posisi titik berat badan apakah naik, turun atau tetap; status gizinya
baik apa kurang. Berdasarkan hasil pencatatan di KMS tersebut kemudian sasaran langsung
diberi penyuluhan.
Hasil tersebut setelah selesai penimbangan kemudian dibahas dalam pertemuan kader
Posyandu, namun apabila terdapat permasalahan yang tidak dapat dipecahkan selanjutnya
dibawa pada pertemuan di desa maupun dikonsultasikan ke bidan desa /petugas Puskesmas.

d. Rujukan balita ke Puskesmas.


Anak Balita yang dirujuk ke Puskesmas adalah balita BGM, keluhan sakit (diare,panas,dll).
Untuk keluhan ringan langsung ditangani di PKD dan 100 % kasus yang memerlukan
penanganan medis dirujuk ke Puskesmas dan semua dapat tertangani.
e. Pelayanan Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
- Pelayanan ibu hamil, meliputi pemeriksaan kehamilan, penimbangan berat badan, pemberian Fe,
imunisasi TT, pemberian tablet tambah darah, penyuluhan/konseling, pengukuran LILA.
Cakupan pelayanan ibu hamil mencapai 100 %.
- Pertolongan persalinan di wilayah Posyandu Manunggal pada tahun 2012 dan 2013 adalah 100
% ditolong oleh bidan/tenaga kesehatan.
- Pelayanan ibu nifas meliputi pemberian vitamin A dan Fe, Penyuluhan KB, ASI dan perawatan
vagina, konseling gizi, perawatan payudara,dll. Cakupan pelayanan nifas dapat mencapai 100 %.
- Pelayanan ibu menyusui meliputi vitamin A dan Fe, Penyuluhan KB, ASI dan perawatan vagina,
konseling gizi, perawatan payudara,dll.
- Pemantauan / pencatatan ASI Ekslusif.

f. Pelayanan KB
Cakupan akspetor KB di Posyandu meliputi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), suntik ,
Implant, MOW, MOP, pil dan kondom. Cakupan pelayanan KB tahun 2013 adalah
157 akseptor dari 175 PUS atau 89,71 % , dengan perincian sebagai berikut :
- IUD : 7 - Impalnt : 7
- MOW : 5 - Suntik : 122
- MOP : 3 - Pil : 11
- Kondom : 2
g. Penyuluhan
Penyuluhan dilakukan di Posyandu, kelompok PKK RT/Dasa wisma, maupun kunjungan
rumah. Materi penyuluhan antara lain meliputi KIA, gizi, KB, ASI eksklusif, perawatan
payudara/vagina, PHBS, penyakit menular/tidak menular, JPKM, dan lain-lain.

h. Pelacakan kasus gizi buruk


Berdasarkan hasil pengamatan di wilayah Posyandu Manunggal tidak terdapat kasus gizi buruk,
namun pelacakan tetap dilakukan dengan sasaran balita dengan berat badan di bawah garis
merah (BGM)

3. Indikator Out Put


1) Kehadiran Balita di Posyandu (D/S) dan N/S
Berdasarkan hasil pencatatan/register bayi dan balita di Posyandu, cakupan hasil penimbangan
balita di Posyandu Manunggal adalah sebagai berikut :
Bulan S K D N D/S N/D N/S
Januari 90 90 73 73 81,1 100 81,1
Februari 91 91 74 71 81,1 95,9 78,1
Maret 94 94 81 73 86,2 90,1 77,7
April 94 94 83 80 88,3 96,4 85,1
Mei 79 79 70 65 88,6 92,8 82,3
Juni 77 77 64 55 83,1 85,9 71,4
Juli 78 78 77 66 98,7 85,7 84,6
Agustus 79 79 66 61 83,5 92,4 77,2
September 76 76 65 60 85,5 92,3 78,9
Oktober 77 77 61 52 79,2 85,2 67,5
November 78 78 64 54 81,1 84,3 69,2
Desember 79 79 68 59 86,1 86,8 74,7

CAKUPAN HASIL PENIMBANGAN BALITA ( SKDN )TAHUN 2013


POSYANDU MANUNGGAL
DESA KLEMPANG SARI KECAMATAN KUARO
KABUPATEN PURBALINGGA

Bulan S K D N D/S N/D N/S


Januari 67 67 56 47 83,6
Februari 67 67 59 46 88,1
Maret 66 66 57 52 86,4
April 67 67 62 54 92,5
Mei 66 66 58 48 87,9
Juni 66 66 62 54 93,9
Juli 69 69 60 55 86,9
Agustus 69 69 62 52 89,8
September 72 72 66 57 91,7
Oktober 70 70 66 59 94,3
November 71 71 64 57 90,1
Desember 69 69 66 57 95,7

Kehadiran kader Posyandu Manunggal tahun 2012 dan 2013 mencapai 100 % .
2) Pelayanan Imunisasi pada bayi di Posyandu Manunggal tahun 2012 maupun 2013 mencapai 100
%.
3) JPKM/Dana sehat
Dana sehat yang dilaksanakan di Posyandu Manunggal sudah dikembangkan menjadi program
JPKM. Di Kabupaten Purbalingga program JPKM sudah berkembang sejak tahun 2000.Untuk
iuran biaya pada tahun 2012 adalah Rp. 120.000,/KK/tahun.
Mulai tahun 2013 program tersebut beralih ke program Jamkesda dan saat ini untuk persiapan,
kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat dan perekrutan peserta Jamkesda
dengan premi Rp. 150.000,-/KK/tahun.

4) Balita yang dirujuk


Persentase balita yang dirujuk adalah 100 %, dengan sasaran balita Gizi kurang/ BGM maupun
dengan gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan medis di Puskesmas.

5) Jumlah kasus gizi buruk


Di wilayah Posyandu Manunggal tidak ditemukan kasus gizi buruk.

6) Kematian ibu dan bayi di wilayah Posyandu Manunggal tidak ada.


BAB IV
PENUTUP

Dengan adanya Posyandu Manunggal warga RW 5 desa Klempang Sari Kecamatan


Kuaro dapat merasakan kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya bagi
kesehatan ibu dan anak. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di waktu yang akan datang
Posyandu Manunggal masih perlu mendapatkan bimbingan dan arahan dari berbagai pihak.
Demikian gambaran sekelumit kegiatan Posyandu Manunggal, semoga Tuhan Yang Maha Esa
selalu memberi rakhmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amien.

Klempang Sari, Januari 2014

Ketua Posyandu Manunggal


Desa Klempang Sari

Nurhayati