Anda di halaman 1dari 12

TUGAS KOMUNITAS I

KONSEP TEORI KESEHATAN DAN KOMUNITAS

OLEH :
NI KOMANG AYU WIDYASARI
(193223079)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES WIRA MEDIKA BALI
2019

1
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa Tuhan
Yang Maha Esa karena rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul "Konsep Teori Kesehatan dan Komunitas". Makalah ini saya tulis
berdasarkan beberapa sumber.
Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, saya mendapat banyak bantuan
dari berbagai pihak dan sumber. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih
kepada pihak lain yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah
ini.
Dalam penulisan makalah ini masih ada beberapa hal yang belum mencapai
titik sempurna dan masih memiliki beberapa kekurangan, baik segi penulisan dan
penyajian.Untuk itu, saya sangat berterima kasih jika ada pendapat, saran, maupun
kritik yang bertujuan untuk membangun kesempurnaan makalah ini. Dan saya
berharap agar makalah ini dapat bermanfaat dan mampu digunakan sebagai suatu
penunjang dalam proses pembelajaran.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Denpasar, 19 Oktober 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................. i


Daftar Isi ....................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan .................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 2
C. Tujuan ................................................................................................ 2
D. Manfaat .............................................................................................. 2

BAB II Pembahasan ..................................................................................... 3


A. Konsep Kesehatan ............................................................................. 3
B. Konsep Komunitas ............................................................................ 6

BAB III Penutup .......................................................................................... 8


A. Kesimpulan ....................................................................................... 8
B. Saran ................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Istilah kesehatan tentu bukan merupakan kata baru dalam kamus keseharian warga
terutama keutamaan atau pentingnya frasa yang diambil dari kata sehat ini. Sehat adalah
sebuah kondisi maksimal, baik dari fisik, mental dan sosial sehingga dapat melakukan suatu
aktifitas yang menghasilkan sesuatu. Kondisi tubuh yang sehat pada manusia dapat kita lihat
dari kebugaran tubuh.
Kesehatan dapat diartikan sebuah investasi penting untuk mendukung pembangunan
ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan Dalam
Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan
adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomi.
Kesehatan merupakan impian siapa pun untuk terhindar dari berbagai penyakit agar
aktifitas menjalankan kegiatan sehari-hari menjadi lancar tanpa gangguan suatu apa pun.
Namun hal yang masih disayangkan masyarakat umum nya tidak memperdulikan kesehatan
mereka sendiri sampai kemudian mereka benar-benar sakit dengan kata lain orang
cenderung ingin sehat ketika mereka dalam posisi sakit sementara mereka berada dalam
kondisi sehat atau fit maka kesehatan akan dilupakan dengan tidak memperhatikan pola
makan, istirahat dan aktifitas yang berbelihan.
Masalah kesehatan tidak hanya ditandai dengan keberadaan penyakit, tetapi gangguan
kesehatan yang ditandai dengan adanya perasaan terganggu fisik, mental dan spiritual.
Gangguan pada lingkungan juga merupakan masalah kesehatan karena dapat memberikan
gangguan kesehatan atau sakit.
Di negara kita mereka yang mempunyai penyakit diperkirakan 15% sedangkan yang
merasa sehat atau tidak sakit adalah selebihnya atau 85%. Selama ini nampak bahwa
perhatian yang lebih besar ditujukan kepada mereka yang sakit. Sedangkan mereka yang

1
berada di antara sehat dan sakit tidak banyak mendapat upaya promosi. Untuk itu, dalam
penyusunan prioritas anggaran, peletakan perhatian dan biaya sebesar 85 % seharusnya
diberikan kepada 85% masyarakat sehat yang perlu mendapatkan upaya promosi kesehatan.
Dengan adanya tantangan seperti tersebut di atas maka diperlukan suatu perubahan
paradigma dan konsep pembangunan kesehatan.
Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang
ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pada kelompok resiko tinggi,dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakitdan peningkatan
kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatanyang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaandan evaluasi pelayanan
keperawatan ( Spradley, 1985: Logan dan Dawkin, 1987)

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep kesehatan?
2. Bagaimana konsep kesehatan komunitas?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep kesehatan
2. Untuk mengetahui konsep kesehatan komunitas

D. Manfaat
Makalah ini disusun agar dapat menjadi bahan referensi bagi mahasiswa sehingga dapat
lebih memahami tentang ilmu kesehatan dan komunitas.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Kesehatan
1. Pengertian Kesehatan
Kesehatan merupakan keseimbangan yang dinamis antara fungsi dan bentuk tubuh
dalam kaitannya dengan lingkungan sekitar yang memperngaruhi kedua elemen
tersebut(Perkins, 1939)
Menurut WHO pengertian kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan
sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan
ekonomis.(WHO, 1947)
Definisi kesehatan menurut Kemenkes yang tertulis dalam UU No. 23 tahun 1992
merupakan keadaan normal dan sejahtera anggota tubuh, sosial dan jiwa pada seseorang
untuk dapat melakukan aktifitas tanpa gangguan yang berarti dimana ada kesinambungan
antara kesehatan fisik, mental dan sosial seseorang termasuk dalam melakukan interaksi
dengan lingkungan.
Dalam mendifinisikan kesehatan, White yang seorang dokter memiliki cara untuk
mengartikan kesehatan secara sederhana. Menurut White, kesehatan merupakan keadaan
normal pada sesorang yang tidak memiliki keluhan atau absennya gejala-gejala penyakit
yang diidentifikasi secara medis pada saat proses pemeriksaan berlangsung.
Jadi pengertian kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
seseorang sehingga dapat melakukan aktivitas tanpa gangguan.

2. Indikator Sehat
Berikut ini adalah indikator yang berhubungan dengan derajat kesehatan masyarakat:
a. 10 Indikator menurut sistem kesehatan nasional atau 12 indikator menurut H.L.Bluma
1) Life span : Yaitu lamanya usia harapan untuk hidup darimasyarakat, atau dapat
juga dipandang sebagai derajat kematian masyarakatyang bukan karena mati tua.
2) Disease or Infirmity : Yaitu keadaan sakit atau catat secara fisiologisdan anatomis
dari masyarakat

3
3) Discomfort or illness : Yaitu keluhan sakit dari masyarakat tentangkeadaan
somatik, kejiwaan, maupun sosial dari dirinya.
4) Disability or incapacity : Yaitu ketidakmampuan seseorang dalammasyarakat
untuk melakukan pekerjaan dan menjalankan peranan sosialnyakarena sakit
5) Participation in healthy care : Yaitu kemampuan dan kemauan masyarakatuntuk
berpartisipasi dalam menjaga dirinya untuk selalu dalam keadaan sehat.
6) Healthy behavior : Yaitu perilaku nyata dari anggota masyarakatsecara langsung
berkaitan dengan kesehatan
7) Ecologic behavior : Yaitu perilaku masyarakat terhadaplingkungan, spesies lain,
SDA, dan ekosistem
8) Social behavior : Yaitu perilaku anggota masyarakat terhadapsesamanya,
keluarga, komunitas, dan bangsanya.
9) Interpesonal relationshif : Yaitu kualitas komunikasi anggota masyarakatterhadap
sesamanya.
10) Reserver or positive health : Yaitu daya tahan anggota masyarakat terhadap
penyakit atau kapasitas anggota masyarakat dalam menghadapi tekanan-tekanan
somatik, kejiwaan dan sosial.
11) External satisfaction : Yaitu rasa kepuasan anggota masyarakatterhadap
lingkungan sosialnya meliputi :rumah,sekolah,pekerjaan,rekreasi,transportasi, dan
sarana pelayanan kesehatan yang ada
12) Internal satisfaction : Yaitu kepuasan anggota masyarakat terhadapseluruh aspek
kehidupan dirinya sendiri.
b. Indikator sehat menurut WHO :
1) Indikator yang berhubungan dengan keadaan status kesehatan masyarakat,
meliputi:
 Indikator komprehensif, angka kematian kasar/CDR (crue date rate)menurun,
rasio angka kematian (mortalitas) proposional menurun, danusia harapan
hidup meningkat (life expectency rate)
 Indikator spesifik, angkat kematian ibu dan anak menurun, angkatkematian
karena penyakit menular menurun, dan angka kelahiranmenurun.

4
2) Indikator pelayanan kesehatan
 Rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbangan
 Distribusi tenanga kesehatan merata
 Informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur dirumah sakit dan
fasilitaskesehatan lain
 Informasi tentang jumlah sarana pelayanan kesehatan, diantaranya:
RS,Puskesmas, rumah bersalin, poli klinik dan pelayanan kesehatan lainnya.

3. Karakteristik dan Perilaku Sehat


Berikut adalah karateristik sehat:
a. Adanya peningkatan kemampuan dari masyarakat untuk hidup sehat.
b. Mampu mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya
pengangkatankesehatan (Health Promotion), pencegahan penyakit (Health
Prevention),penyembuhan penyakit (Curative Health), dan pemulihan kesehatan
(RehabilitatifHealth), terutama untuk ibu dan anak.
c. Berupaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan, terutama penyediaansanitasi
dasar yang dikembangkan dan di manfaatkan oleh masyarakat untukmeningkatkan
mutu lingkungan hidup.
d. Selalu meningkatkan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan
statussosial ekonomi masyarakat.
e. Berupaya selalu menurunkan angka kesakitan dan kematian dari berbagai
sebabdan penyakit.

Berikut adalah perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau


kegiatanseseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Perilaku
inimencakup antara lain:
a. Menu seimbang
b. Olahraga teratur
c. Tidak merokok
d. Tidak minum-minuman keras dan narkoba
e. Istirahat yang cukup

5
f. Mengendalikan stress
g. Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan

B. Konsep Kesehatan Komunitas


1. Pengertian komunitas
Menurut Kamus, Community adalah masyarakat yaitu sekumpulan orang yanghidup
bersama disuatu tempat dengan ikat-ikatan aturan tertentu (Poerwadarminta,1991).
Menurut Effendi N (1997) , unit-unit masyarakat adalahcommunity, keluarga, kelompok
yang mempunyai tujuan dan nilai yang sama.
Sedangkan menurut Koenjaningrat (1990), komunitas adalah suatu kesatuan
hidupmanusia yang menempati suatu wilayah nyata dan berinteraksi menurut suatu
sistemadat istiadat, serta terikat oleh rasa identitas suatu komunitas.
Dalam Kozier dkk (1997) dikatakan bahwa komunitas adalah sekumpulanorang, tempat
mereka dapat berbagi atribut dalam kehidupannya.
Menurut Stanhopedan Landcaster (1996), mendefinisikan perawatan kesehatan
komunitas sebagai suatusintesis dari keperawatan dan praktek kesehatan umum yang
diaplikasikan untuk promosi dan melindungi kesehatan masyarakat.
Definisi menurut WHO (1974), komunitas adalah suatu kelompok sosial yang ditentukan
oleh batas-batas wilayah, nilai-nilai keyakinan dan minat yang sama,serta ada rasa saling
mengenal dan interaksi antara anggota masyarakat yang satudengan masyarakat
lainnya.Sedengkan, Keperawatan Komunitas mencakup perawatan kesehatan keluarga juga
kesehatan dan kesejahteraan masyrakat luas, membantu masyarakatmengidentifikasi
masalah kesehatannya sendiri, serta memecahkan masalahkesehatan tersebut sesuai dengan
kemampuan yang ada pada mereka sebelummereka meminta bantuan kepada orang lain.

2. Tahap pencegahan (Tujuan dan Strategi serta Pelayanan Kesehatan Utama)


Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatankesehatan
masyarakat melalui strategi-strategi sebagai berikut.
a. Pelayanan keperawatan secara langsung (Direct care) terhadap individu,keluarga,
dan kelompok dalam konteks komunitas.

6
b. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (Health
GeneralCommunity) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu
kesehatanmasyarakat yang dapat memengaruhi keluarga, individu, dan kelompok.
Primary Health Care/PHC adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada
metode dan teknologi praktis, ilmiah dari sosial yangdapat diterima secara umum baik oleh
individu maupun keluarga dalam masyarakat. PHC merupakan upaya kesehatan primer yang
didasarkan kepada metode dan teknologi yang praktis, ilmiahdan dapat diterima secara
sosial, terjangkau oleh semua individu dankeluarga, dalam masyarakat melalui
partisipasinya yang penuh, serta dalam batas kemampuan, penyelenggaraan yang dapat
disediakan masyarakat dan pemerintah di setiap tahap pembangunan, dalam semangat
kemandirian.
Tujuan PHC secara umum adalah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terhadap
pelayanan yangdiselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan padamasyarakat
yang menerima pelayanan. Secara khusus tujuan PHC adalah harus mencapai keseluruhan
penduduk yang dilayani, pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi
yangdilayani, pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dansumber-sumber
daya lain dalam memenuhi kebutuhanmasyarakat.
Fungsi PHC yaitu pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, diagnosis dan
pengobatan, pelayanan tindak lanjut dan pemberian sertifikat.
Elemen kegiatan-kegiatan PHC dapat berupa pendidikan kesehatan, perbaikan gizi dan
makanan, penyediaan air dan sanitasi, pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, imunisasi,
pencegahan dan pengawasan penyakit-penyakit endemik, pengobatan, penyediaan obat-
obatan pokok serta perawatan mata.
Lima prinsip dasar PHC yaitu pemerataan upaya kesehatan, penekanan pada upaya
preventif, menggunakan teknologi tepat guna, melibatkan peran serta masyarakat,
melibatkan kerjasama lintas sektoral.

7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengertian kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial seseorang
sehingga dapat melakukan aktivitas tanpa gangguan.
Ada 10 Indikator menurut sistem kesehatan nasional atau 12 indikator menurut
H.L.Bluma serta ada 2 indikator sehat menurut WHOyaitu yang berhubungan dengan
keadaan status kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.
Definisi menurut WHO (1974), komunitas adalah suatu kelompok sosial yang
ditentukan oleh batas-batas wilayah, nilai-nilai keyakinan dan minat yang sama,serta ada
rasa saling mengenal dan interaksi antara anggota masyarakat yang satu dengan
masyarakat lainnya.
Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan
masyarakat melalui strategi pelayanan keperawatan secara langsung (Direct care)
Primary Health Care/PHC adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan
kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dari sosial yangdapat diterima secara umum
baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat dan perhatian langsung terhadap
kesehatan seluruh masyarakat (Health GeneralCommunity).

B. Saran
1. Institusi Pendidikan
Semoga makalah ini dapat melengkapi kepustakaan dan dijadikan acuan dalam
mempelajari ilmu keperawatan
2. Bagi Mahasiswa
Semoga dengan makalah ini agar bisa memahami dan mempelajari lebih dalam
lagi tentang keperawatan komunitas, dan bisa dikembangkan lagi sesuai keilmuan
yang terkini

8
DAFTAR PUSTAKA

Mubarak, Wahid Iqbal, dkk. 2011. Ilmu Keperatan Komunitas Pengantar dan
Teori.Jakarta:Salemba Medika
Mubarak, Wahid Iqbal, dkk. 2009.Ilmu Kesehatan Komunitas Teori dan
Aplikasi.Jakarta:Salemba Medika
Sumijatun, dkk. 2005.Konsep Dasar Keperawatan KomunitasJakarta : EGC