Anda di halaman 1dari 12

Tugas Makalah :Teori Akuntansi

KONSEP TEORITIS AKUNTANSI


Disusun Oleh :
KELOMPOK 6
1. Ayu Sumita (7161142005)
2. Faradina Hayati (7161142010)
3. Fitri Lestari (7161142012)
4. Khairunnisa (7162142004)
Kelas A Reguler

Dosen Pengampum:
Ali Fikri Hasibuan S.E, M.Si
Pratiwi Sitompul, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
bimbingan dan petunjuk-Nya, kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah Teori
Akuntansi ini yang berjudul “Konsep Teoritis Akuntansi” dengan baik. Judul Tugas
Makalah ini merupakan judul yang telah diberikan oleh dosen pengampu untuk
memenuhi tugas makalah kelompok Teori Akuntansi.
Dalam penyusunan Tugas Makalah ini, tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak, oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ali Fikri
Hasibuan S.E, M.Si dan Ibu Haryani Pratiwi Sitompul, M.Si karena telah
membimbing kami dalam menyelesaikan Tugas Makalah Teori Akuntansi.
Semoga Tugas Makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang
membacanya. Kami mohon maaf jika ada penulisan kata atau kalimat yang tidak
sesuai. Kami juga mengharapkan kritik dan saran atau masukan dari semua pihak,
agar kedepannya saat ada tugas Tugas Makalah kelompok, kami mampu
memberikan hasil tugas yang lebih baik.

Medan, Oktober2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………..i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB IPENDAHULUAN ........................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ...............................................................................................1

1.2 Tujuan .............................................................................................................1

1.3 Manfaat ...........................................................................................................1

BAB IIPEMBAHASAN ......................................................................................... 2

2.1 Konsep Teoritis Akuntansi .............................................................................2

2.2 Teori Akuntansi ..............................................................................................2

2.2.1 The Proprietory Theory / Teori Kepemilikan ..........................................2

2.2.2 The Entity Theory / Teori Entitas.............................................................3

2.2.3 The Fund Theory / Teori Dana ................................................................4

2.2.4 The Enterprise Theory / Teori Badan Usaha ...........................................5

2.2.5 Residual Equity Theory / Teori Ekuitas Residual ....................................5

2.2.6 Commander Theory / Teori Pengendali ...................................................6

2.2.7 The Investor Theory .................................................................................6

2.2.8 Amanah (Accountability) / Ibadah Theory ..............................................7

BAB III PENUTUP ................................................................................................. 8

3.1 Kesimpulan .....................................................................................................8

3.2 Saran ...............................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................9

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk pengembangan sistem akuntansi tentunya perlu pengembangan dari
basis teorinya, sehingga sistem akuntansi tersebut bisa lebih bermanfaat bagi
pemakainya, lebih mudah mengembangkannya dan lebih mudah lagi dalam
memprediksi apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang yang tentunya
berkaitan dengan praktik akuntansi itu sendiri. Teori akuntansi mengandung dua
kata, yaitu teori dan akuntansi.
Menurut Webster’s Third New International Dictionary mendefinisikan
Teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesis, konsep dan
prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk suatu bidang. Teori
mencakup pertimbangan akan tujuan pelaporan eksternal, didasarkan pada
perspektif tertentu peran akuntansi, Memprediksi teori Akuntansi Positif ,
Memprediksi bahwa kekuatan relatif dari kelompok pemangku kepentingan
tertentu, pemberian informasi akuntansi kepada orang-orang diluar organisasi,
Memprediksi informasi akuntansi yang sah dan bahwa informasi akuntansi dapat
digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan, mempertahankan Teori Legitimasi.
Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam
memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi.Teori
didefinisikan sebagai konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan
sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang
bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana konsep teoritis akuntansi.
2. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis konsep teoritis akuntansi.

1.3 Manfaat
1. Dapat memenuhi tugas mata kuliah teori akuntansi dis semester ganjil ini.
2. Dapat menambah wawasan dan pengentahuan tentang konsep teoritis
akuntansi.

1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Teoritis Akuntansi
Konsep teoretis akuntansi ini sebenarnya menyangkut kepemilikan atau
control terhadap entity akuntansi yang akan dilaporkan sehingga sifat dan jenis
informasi yang dibuat diarahkan untuk kegunaan atau pemakaian pihak yang
mengontrol perusahaan/lembaga.

2.2 Teori Akuntansi


2.2.1 The Proprietory Theory/Teori Kepemilikan
Menurut konsep ini entity dianggap sebagai agen, perwakilan, wakalah
atau penugasan daro pengusaha atau pemilik..Oleh karena itu, pemilikmerupakan
pusat perhatian yang akan dilayani oleh informasi akuntansi, yang digambarkan
dalam pelaksanaan pencatatan dan penyajian laporan keuangan. Tujuan utama
teori proprietary adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih
pemilik, dengan persamaan akuntansi:

Asset – Liabilitas = Ekuitas Pemilik

Persamaan ini dibaca: pemilik memiliki aset dan sekaligus memiliki


kewajiban, sehingga kekayaan bersihnya adalah kekayaan perusahaan dikurangi
dengan kewajiban perusahaan. Oleh karena itu, teori ini berorientasi pada neraca
(balance sheet oriented). Aset dinilai dan neraca disajikan untuk mengetahui dan
mengukur perubahan hak dan kekayaan pemilik, sedangkan penghasilan dan biaya
dianggap sebagai kenaikan atau penurunan harta kekayaan pemilik bukan
dianggap berasal dari investor atau pengambilan pemilik sehingga biaya dan
dividen adalah pengambilan modal.
Beberapa istilah akuntansi yang dipengaruhi oleh teori ini adalah seperti
penyajian divide per share, earning per share, equity method dalam pencatatan
perkiraan investasi pada perusahaan lain dan lain-lain.

2
2.2.2 The Entity Theory / Teori Entitas
Menurut teori ini, entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari
pihak yang menanamkan modal ke dalam perusahaan dan unit usaha itulah yang
menjadi ousat perhatian dan menyajikan informasi yang harus dilayani, bukan
pemilik. Unit usaha itulah yang dianggap memiliki kekayaan dan kewajiban
perusahaan baik kepad akreditor maupun kepada pmilik.
Persamaan akuntansi menurut teori ini:

Aset = Ekuitas
Aset = Utang + Ekuitas Pemegang Saham

Aset adalah hak perusahaan; ekuitas menunjukkan sumber aset dan terdiri
dari utang dan ekuitas pemegang saham.Baik kreditor dan pemegang saham
adalah pemilik ekuitas, meskipun mereka memiliki hak yang berbeda terkait
dengan income, kontrol risiko, dan likuidasi.
Teori entity ini berorientasi pada income atau income oriented atau income
statement oriented. Pertanggungjawaban pada pemilik dilakukan dengan cara
mengukur prestasi kegiatan dan prestasi keuangan yang ditujukan entity atau
perusahaan. Dengan demikian, income adalah kenaikan equity pemilik atau
kenaikan kewajiban entity kepada pemilik. Setelah dikurangi hak kreditor
kenaikan equity pemilik terjadi setelah deviden dikeluarkan dan laba ditahan tetap
dianggap sebagai hak milik entity sampai suatu saat dibagikan. Dalam teori ini
pajak dan bunga pinjaman dianggap sebagai bagian laba untuk pemerintah dan
kreditor.
Peningkatan dalam ekuitas pemegang saham dipertimbangkan sebagai
income bagi pemegang saham hanya jika deviden telah diumumkan. Demikian
halnya, laba yang tidak dibagi (undistributed profit) tetap menjadi milik entitas
karena mereka menunjukkan “corporation’s proprietary equity in itself”. Sebagai
catatan bahwa ketaatan yang kaku pada teori entitas mendikte bahwa pajak
penghasilan dan bunga pinjaman dianggap sebagai distribusi income dan bukan
expenses. Akan tetapi keyakinan umum dan interpretasi teori entitas, adalah
bahwa bunga dan pajak penghasilan adalah expenses. Teori entitas merupakan

3
teori yang paling dapat diterapkan pada perusahaan bisnis bentuk korporat, yang
terpisah dan berbeda dari pemiliknya.Oleh karena itu, bukan biaya.
Beberapa pengaruh teori ini pada pencatatan dan penyajian akuntansi
adalah:
1. Penggunaan LIFO dalam menilai persediaan pada masa inflasi. Metode ini
lebih baik dalam penentuan pendapatan dari pada FIFO di masa inflasi.
2. Penyajian laporan keuangan konsolidasi.
3. Definisi tentang revenuedan expenses yang lazim sesuai dengan konsep ini.

2.2.3 The Fund Theory / Teori Dana


Menurut teori yang dikemukakan W. Y. Vatter (1959), ini yang menjadi
perhatian bukan pemilik dan bukan perusahaan, tetapi sekelompok aset yang ada
dan kewajiban yang harus ditunaikan yang disebut dengan fund yang masing-
masing pos memiliki aturan dalam penggunaannya. Dengan demikian, teori fund
memandang unit usahamerupakan sumber ekonomi (dana) dan kewajiban yang
ditetapkan sebagai pembatasan-pembatasan terhadap penggunaan aset atau fund
tersebut.
Persamaan akuntansinya:

Aset = Pembatasan Aset

Dalam persamaan ini unit akuntansi didefinisikan dalam istilah aset dan
penggunaan aset ini adalah terbatas. Kewajiban merupakan suatu pembatasan
ekonomi secara hukum terhadap penggunaan aset. Teori fund yang menjadi fokus
perhatiannya adalah penggunaan aset yang dibatasi. Teori ini berorientasi pada
Laporan sumber dan penggunaan dana. Laporan ini menggambarkan sumber
darimana danna perusahaan dan kemana penggunaan dana perusahaan.
Teori dana terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba.
Rumah sakit, universitas, unit kota dan pemerintahan, sebagai contoh, dijalankan
dalam operasi yang beraneka segi sehingga memerlukan pemisahan dana. Setiap
dana (selfbalanced fund) menghasilkan laporan terpisah melalui sistem akuntansi
yang terpisah dan serangkaian catatan yang memadai.

4
2.2.4 The Enterprise Theory / Teori Badan Usaha
Sejalan dengan kemajuan sosial dan meningkatnya pertanggungjawaban
publik oleh perusahaan, maka konsep teoritis akuntansi juga berubah. Dalam
konsep teori ini yang menjadi pusat perhatian adalah keseluruhan pihak atau
kontestan yang terlibat atau yang memiliki hubungan baik langsung maupun tidak
langsung dengan perusahaan. Misalnya, pemilik, manajemen, masyarakat,
pemerintah, kreditor, pegawai dan pihak yang berkepentingan lainnya. Dalam
teori ini pihak-pihak ini harus diperhatikan dalam penyajian informasi laporan
keuangannya. Menurut teori ini akuntansi jangan hanya mementingkan informasi
bagi pemilik perusahaan, tetapi juga pihak lainnya juga yang memberikan
kontribusi langsung dan tidak langsung kepada eksistensi dan keberhasilan suatu
perusahaan atau lembaga. Munculnya employee reporting, human resources
accounting, value added reporting, environmental accounting, socio-economic
accounting merupakan fenomena yang sejalan dengan teori enterprise ini.

2.2.5 Residual Equity Theory / Teori Ekuitas Residual


Menurut Andrew Paton (1959) yang menjadi sorotan adalah residual
equity bukan semua pemilik, residual equity itu hanya pemegang saham biasa
common stockholders. Residual equity dari pemegang saham umum tergambar
dari perubahan penilaian aset, laba, laba ditahan dan perubahan dari pemilik
saham lainnya. Di luar common stockholders ini dianggap pihak luar yang
diperlakukan sebagai kreditor. Sehingga rumus kepemilikannya adalah:

Asset – Liabilities – Prefered Equities = Residual Equity

Liabilities dan Prefered stockholders dianggap sebagai specific equities


yang merupakan outsider. Tetapi dalam situasi khusus misalnya dalam hal
terjadinya likuidasi, residual equity adalah kreditor dan pemegang saham preferen
karena secara hukum mereka yang diutamakan pembayarannya dalam hal terjadi
likuidasi. Kemungkinan jika dana tidak cukup pemegang sahan biasa akan hilang.
Dengan memfokuskan perhatiannya pada residual equity maka penyajian

5
informasi untuk pengambilan keputusan akan lebih mudah dan terfokus untuk
kepentingan pihak ini.

2.2.6 Commander Theory / Teori Pengendali


Menurut Lois Goldberg (1965), bukan teori entity atau proprietory yang
perlu dijadikan sebagai pusat perhatian atau sebagai pemilik perusahaan atau
lembaga, tetapi cukup melihat commander nya atau mereka yang memiliki
kekuasaan atau wewenang untuk melakukan kontrol ekonomi atas resorsis yang
efektif terhadap suatu lembaga. Penekanan informasi menurut teori ini adalah
pertanggungjawaban atau stewardship. Bagaimana mereka yang dipercayai
mengelola kekayaan yang diamanahkan kepadanya.

2.2.7 The Investor Theory


Dalam teori yang dikemukakan George Staubus (1961) ini pusat
perhatiannya adalah investor, yaitu mereka yang tergolong pemilik specific
equities (kreditor) dan residual equities (pemegang saham). Sehingga persamaan
akuntansinya adalah:

Asset = Specific Equities + Residual Equities

Teori investor ini hampir sama dengan residual equity theory hanya saja
perbedaannya jika residual equity theoryfokusnya pemegang saham biasa saja,
sedangkan dalam investor theory fokusnya adalah para investor. Biasanya
kebutuhan investor adalah untuk peramalan tentang kesanggupan perusahaan
untuk mendapatkan kas di masa yang akan datang. Menurut Staubus, kas yang
akan diterima investor di masa yang akan datangtergantung pada:
1. Kemampuan perusahaan untuk melakukan pengeluaran kas
2. Keinginan manajemen untuk membayar investor
3. Prioritas pembayaran terhadap klaim investor.
Sehingga dalam teori ini, peranan laporan arus kas (cash flow statement)
adalah penting untuk memenuhi kepentingan informasi investor dalam proses
pengambilan keputusan.

6
2.2.8 Amanah (Accountability) atau Ibadah Theory
Teori ini beranggapan bahwa akuntansi atau laporan keuangan harus bisa
memenuhi kebutuhan dalam menjelaskan kepada semua pihak bahwa entitas telah
memenuhi atau sejauh mana memenuhi tanggungjawabnya kepada Tuhan dan
kepada pihak yang diperintahkan Tuhan sesuai tujuan dan maksud yang
ditetapkan syariat. Disini laporan keuangan diharapkan dapat menjelaskan
informasi tentang pertanggungjawaban manusia sebagai makhluk yang mendapat
amanah dalam mengerti entitas baik kepada manusia (horizontal) maupun kepada
Allah (vertical). Teori ini masih dalam tahap perkembangan seiring dengan
munculnya entitas yang dikelola secara syariah. Teori ini yang dipakai Akuntansi
Syariah. Sebenarnya hampir sama dengan enterprice theory, tetapi harus disebut
Islamic Enterprice Theory.

7
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Konsep teoretis akuntansi ini sebenarnya menyangkut kepemilikan atau
control terhadap entity akuntansi yang akan dilaporkan sehingga sifat dan jenis
informasi yang dibuat diarahkan untuk kegunaan atau pemakaian pihak yang
mengontrol perusahaan/lembaga. Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan
suatu dasar dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian
akuntansi.
Terdapat beberapa teori akuntansi yaitu:
1. The Proprietory Theory / Teori Kepemilikan
2. The Entity Theory / Teori Entitas
3. The Fund Theory / Teori Dana
4. The Enterprise Theory / Teori Badan Usaha
5. Residual Equity Theory / Teori Ekuitas Residual
6. Commander Theory / Teori Pengendali
7. The Investor Theory
8. Amanah (Accountability) atau Ibadah Theory

3.2 Saran
Mempelajari konsep teoritis adalah hal yang sangat penting bagi mahasiswa
akuntansi khususnya karena tujuan teori akuntansi yaitu menyajikan suatu dasar
dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi.
Maka dari itu sebagai mahasiswa dan calon pendidik sangat penting untuk
memahami materi ini secara baik dan benar.

8
DAFTAR PUSTAKA

Syafri, Sofyan. (2015).Teori Akuntansi.Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.


https://fitriayurochmah.wordpress.com/2016/02/05/makalah-teori-akuntansi,
Diakses Selasa, 01 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB