Anda di halaman 1dari 3

Tugas 1 Pengantar Ekonomi Makro

Nama : Dewi Nudiya Arumsari

NIM : 031257232

1. Kosep Dasar Ilmu Ekonomi

I. Kelangkaan (scarcity)

Kelanghkaan yaitu akibat dari kebutuhan yang tak terbatas namun alat kebutuhanya terbatas
sehingga terjadi kelangkaan, faktor-faktor yang mengakibatkan kelangkaan adalah :

A. Kemampuan manusia yang terbatas/ kurangnya tenaga ahli

B. keterbatasan sumberdaya

C. Ulah negatif manusia terhadap kekayaan alam

D. Perkembangan teknologi yang tidak sama

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yaitu :

A. Mengefisiensikan penggunaan sumber daya

B. Mencari alternatif untuk mengatasi kelangkaan dengan membuat barang pengganti/subtitusi

C. Lama produksi sumber daya di persingkat dengan IPTEK dan pengembangan kemampuan SDM

D. Menjaga sirkulasi Sumber daya

II. Pilihan-piliah (choices)

Pilihan dapat mencakup peilihan kegiatan konsumsi dan pilihan dalam kegiatan distribusi. Hal
tersebut berkaitan dengan skala prioritas, yang artinya suatu daftar bermacam macam kebutuhan
yang disusun berdasarkan tingkat kepentingannya,yaitu dari yang paling penting sampai dengan
kebutuhan yang dapat ditunda pemenuhannya.

Pertimbangan dalam menyusun skala prioritas :

A. Tingkat urgensi

B. Kesempatan yang dimiliki

C. Pertimbangan masa depan

D. Kemampuan diri

III. Biaya Kesempatan (oppustunity cost)

Biaya peluang merupakan biaya yang timbul karena seseorang memilih sebuah peluang/kesempatan
yang dianggap terbaik dari beberapa pilihan yang ada

IV. Alokasi (alocation)


Alokasi merupakan penyisihan sebagian dana untuk kepentingan prioritas ataupun kepentingan yang
bersifat sementara.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “PDB adalah nilai pasar ?

Dalam bidang ekonomi, produk domestik bruto (PDB) atau dalam bahasa Inggris gross domestic
product (GDP) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada
periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.

Produk Domestik Bruto diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di
dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk
nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di
negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa
memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau
tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil
(atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan)→ mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan
pengaruh dari harga.

PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan
pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor - impor)

Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor
usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar
negeri.

Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga
kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang
sama. Namun karena dalam praktik menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan,
maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan MPC (Marginal Propensity to Consume)?

MPC (Marginal Prospensity to Consume) atau Kecenderungan Konsumsi Marginal merupakan konsep
yang memberikan gambaran tentang berapa konsumsi akan bertambah bila pendapatan disposabel
bertambah 1 unit. MPC adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara besarnya perubahan
pengeluaran konsumsi (∆C) dengan besarnya perubahan keseimbangan pendapatan disposabel atau
pendapatan nasional (∆Y) yang diterima sehingga mengakibatkan pengeluaran konsumsi.

MPC = ∆C/∆Yd

Seperti pada uraian tabel diatas jumlah tambahan konsumsi tidak akan lebih besar daripada
tambahan pendapatan disposabel, sehingga angka MPC tidak akan lebih besar dari satu. Angka MCP
juga tidak mungkin negatif, di mana jika pendapatan disposabel terus meningkat, konsumsi terus
menurun sampai nol (tidak ada konsumsi). Sebab manusia tidak mungkin hidup dibawah batas
konsumsi minimal. Karena itu 0 < MPC < 1. Dalam Persamaan C = C0 + b Yd, koefisien konstanta b
adalah MPC. Besarnya MPC menunjukkan kemiringan (slope) kurva konsumsi.

Grafik diatas dibuat berdasarkan Tabel 1, menunjukkan grafik konsumsi yang berbentuk garis lurus.
Kurva konsumsi yang sudut kemiringannya lebih kecil daripada sudut 45 derajad menunjukkan bahwa
MPC tidak mungkin lebih besar dari 1. Nilai MPC akan semakin kecil ketika pendapatan disposabel
meningkat. Pertambahan konsumsi semakin menurun bila pendapatan disposabel terus meningkat.
Hal ini menandakan bahwa jika suatu negara makin makmur dan adil, porsi pertambahan pendapatan
yang digunakan untuk konsumsi makin berkurang, sehingga kemampuan menabung meningkat.
Dengan demikian kemampuan perekonomian dalam negeri untuk menyediakan dana investasi yang
dibutuhkan dalam rangka pembangunan ekonomi jangka panjang juga meningkat. Dengan demikian
MPC pada kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi (negara maju) lebih rendah daripada MPC
kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (negara berkembang)

Anda mungkin juga menyukai