Anda di halaman 1dari 16

S1 KEPERAWATAN

Minggu, 24 Maret 2013

SAP HEPATITITS

SATUAN ACARA PENYULUHAN

( SAP )

HEPATITIS

Bidang studi : Keperawatan komunitas

Topik : Hepatitis

Sasaran : kepada Tn ”R” usia 35 tahun

Hari : senin

Tanggal : 01 Oktober 2012

Jam : 10.00 WIB

Waktu : 20 menit

Tempat : Ruangan melati

1. Latar Belakang :

Hati memiliki berbagai macam fungsi dalam pengolahan zat gizi. Semua zat gizi (karbohidrat,
lemak, protein, dan lain-lain) dicerna dan diserap oleh dinding usus kemudian akan diangkut ke
dalam hati untuk diolah. Hati juga mempunyai fungsi untuk menetralkan racun termasuk obat-
obatan yang membahayakan, hormon dan lain-lain. Mengingat pentingnya fungsi hati maka
dapatlah dimengerti bahwa bila hati rusak maka dapat terjadi penyimpangan dalam pengolahan
zat gizi.
2. Tujuan Instruksional Umum :

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan 1 kali pertemuan ini diharapkan klien dan keluarga
mengetahui dan memahami tentang makanan yang bisa diberikan kepada penderita sirosis
hepatitis.

3. Tujuan Instruksional Khusus :

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 1 kali pertemuan klien dan keluarga dapat
menjelaskan kembali tentang :

1. mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari untuk penderita sirosis hepatitis

2. Cara pemberian makanan sirosis hepatitis

LAMPIRAN

- Terlampir

METODE

1.Ceramah

2.Tanya jawab

MEDIA

- Power point

- leflet
KEGIATAN PEMBELAJARAN

NO WAKTU KEGIATAN PENGAJAR KEGIATAN PESERTA


1. 5 menit Pembukaan
- Mengucapkan salam - menjawab salam
- Menjelaskan tujuan - Memperhatikan dan
pembelajaran mendengarkan.
- Menyebutkan materi yang - Menjawab pertanyaan.
akan diberikan
- Menanyakan kesiapanpeserta
2. 20 menit Melakukan Pengajaran dengan Mendengarkan dengan penuh
ceramah, tanya jawab, dan perhatian.
diskusi tentang pengertian, Bertanya pada pembicara
penyebab, tanda dan gejala,
komplikasi serta
perawatan dirumah pada
penyakit hepatitis
3. 5 menit Evaluasi
- Menanyakan pada peserta - Memberikan jawab sesuai
tentang materi yang telah dengan pertanyaan
diberikan. - Mendengarkan
- Menyimpulkan materi
- Mengucapkan salam

EVALUASI

Metode Evaluasi : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan : Lisan

Jumlah Soal : 3 soal

Soal :

1. Sebutkan apa saja yang terganggu saat menderita sirosis hepatitis?

2. Apa saja yang harus dihindari bagi pasien sirosis hepatitis?

3. Apa syarat makanan yang harus diberikan bagi penderita sirosis hepatitis?
Jawaban

1. Fungsi hati diantaranya yaitu membantu dalam pengolaham zat gizi dan menetralkan

racun, termasuk obat-obatan yang membahayakan. Virus hepatitis atau peradangan

pada hati dapat mengganggu fungsi tersebut

2. a. Hindari makanan yang dapat menimbulkan gas, seperti ubi, singkong, kacang

merah, kol, sawi, lobak, nangka, durian dan lain-lain.

b. Hindari makanan yang telah diawetkan seperti sosis, ikan asin, kornet, dan lain-

lain.

3. a. Pilihlah bahan makanan yang kandungan lemaknya tidak banyak seperti daging

yang

tidak berlemak, ikan segar, ayam tanpa kulit.

b. Sebaiknya pilih sayur-sayuran yang sedikit mengandung serat seperti bayam,

wortel,

bit, labu siam, kacang panjang muda, buncis muda, daun kangkung dan

sebagainya.

c. Bumbu-bumbu jangan terlalu merangsang. Salam, laos, kunyit, bawang merah,

bawang putih dan ketumbar boleh dipakai tetapi jangan terlalu banyak.

d. Hindarkan makanan yang terlalu berlemak seperti daging babi, usus, babat, otak,

sum-sum dan santan kental.

Bagi penderita hepatitis, terapi diet sangat penting untuk dilakukan. Kandungan gizi pada terapi
diet penderita hepatitis berbeda-beda tergantung pada kondisi penderita. Total kalori yang
diberikan juga berbeda, tergantung besar badan dan aktifitas penderita. Selain itu, pada
umumnya kurang baik jika terlalu banyak mengurangi lemak kecuali bila ada gejala kuning pada
mata atau kulit. Lemak yang mengandung banyak asam lemak esensial seperti minyak nabati
atau minyak ikan boleh diberikan seperti biasa.

e. Kalori tinggi, kandungan karbohidrat tinggi, lemak sedang dan protein

disesuaikan dengan keadaan penderita.


f. Diet diberikan secara berangsur, disesuaikan dengan nafsu makan dan toleransi

pendeita.

g. Cukup vitamin dan mineral.

h. Rendah garam atau cairan dibatasi bila terjadi penimbunan garam/air.

i. Mudah dicerna dan tidak merangsang.

j. Bahan makanan yang mengandung gas dihindakan.

Lampiran Materi :

HEPATIS

A. DEFINISI
HEPATITIS

Hati (liver) adalah salah satu organ tubuh yang penting. Hati dapat membantu proses
metabolisme nutrisi ataupun obat-obatan di dalam tubuh. Selain itu organ ini juga mempunyai
peranan yang penting untuk membersihkan darah di dalam tubuh dari produk limbah yang
beracun. Namun, demikian jika kita tidak menjaga fungsi hati dengan baik maka organ penting
ini akan mengalami kerusakan. Salah satu penyakit hati yang sering terjadi adalah hepatitis.

Hepatitis yang berarti peradangan dalam hati dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal, seperti
infeksi bakteri, racun, ataupun karena sistem imun di dalam tubuh sendiri yang dapat menyerang
hati. Meskipun ada beberapa jenis hepatitis, pada umumnya ada 3 macam hepatitis yang
disebabkan oleh virus dan sering terjadi yaitu hepatitis A, B, ataupun C.

B. Macam-macam hepatitis

1. Hepatitis A

Virus hepatitis A dapat ditularkan melalui feses dari pasien yang sebelumnya telah terinfeksi
dengan penyakit ini. Selanjutnya seseorang dapat terkena hepatitis A dengan mengkonsumsi
makanan atau minuman yang telah terkontaminasi feses tersebut. Hepatitis A bersifat kurang
merusak dibanding hepatitis virus yang lain. Hal ini karena jenis hepatitis ini jarang
menimbulkan kerusakan liver yang menetap. Bahkan dalam beberapa minggu gejala akan hilang
sama sekali dan orang yang telah terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut.
Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.

Gejala Hepatitis A

Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan,
demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat.
Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu
pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.

Cara penularan :

Virus hepatitis A ditularkan melalui tinja orang yang terkana virus hepatitis A dan masuk
kemulut orang lain bisa terjadi karena:
1. Mengkonsumsi sayuran, buah, ikan, air muapun makanan yang telah tercemar oleh tinja
yang mengandung hepatitis A.

2. Kebersihan pribadi dan lingkungan tidak di jaga dengan baik.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A

Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut
penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta
segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari
gejala yang timbul seperti paracetamol sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk
meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual
dan muntah.

Cara pencegaha virus hepatitis A

1. Cuci tangan dengan air hangat dan sabun setelah melakukan BAB/BAK. Sebelum makan
ataupun sebelum menyediakan makanan.

2. Cuci sayuran dan buah sebelum di makan.

Sebelum dipakai cuci peralatan makan dan minum.

2. Hepatitis B

Jenis hepatitis ini tergolong infeksi yang lebih serius dan dapat memicu terjadinya sirosis
ataupun kanker hati. Penularan hepatitis B dapat melalui jarum suntik atau pisau yang
terkontaminasi, transfusi darah, ataupun cairan tubuh yang lain. Pada beberapa kasus seseorang
yang terinfeksi hepatitis B dapat sembuh dari penyakit ini dan kemungkinan tubuhnya telah
memiliki imunitas untuk melawan infeksi tersebut. Namun, ada juga beberapa orang yang akan
terinfeksi virus ini selamanya

Gejala Hepatitis B

Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan
kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik
akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain
menjadi lebih beresiko.
Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B

Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan
dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara
pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.

a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;

- Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC.
Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung
meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan
dari dokter.

- Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi
pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.

- Pemberian obat Baraclude (Entecavir). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik,
efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi
peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum
dikatakan stabil.

b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;

Pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang
akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi Alfa
Interferon (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara
subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek
samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat
depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit
menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.

3. Hepatitis C

Seperti halnya hepatitis B, ternyata hepatitis C juga dapat memicu terjadinya sirosis ataupun
kanker hati. Penularan penyakit ini dapat melalui transfusi darah, cairan tubuh, ataupun
hubungan seksual. Hepatitis C merupakan tipe hepatitis yang sangat serius dan menjadi alasan
utama transplantasi hati pada kebanyakan pasiennya. Pada hepatitis C penderita yang menjadi
kronik jauh lebih banyak.
Gejala Hepatitis C

Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala,
walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar
diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau
mata menjadi kuning yang disebut "jaundice" (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat
ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita
Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C

Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa,
Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah
menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang
memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan
waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu
perlu penanganan pada stadium awalnya.

Cara pencegahan hepatitis B dan C sama karna kedua jenis virus ini sama hidup dan tertular
melalui darah, dan cairan organ dalam lainnya.

Penularan hepatitis B dan C :

1. Melaluai kontak darah, sperma ,dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi hepatitis B
dan C.

· Berbagi perlengkapan suntik untuk menggunakan narkoba.

· Melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom.

2. Bayi yang terlahir dari ibu yang telah terinfeksi hepatitis B dan C.

Pencegahan Hepatitis B dan C:

1. Jangan berbagi perlengkapan suntik apapun (tabung, jarum, kapas, air, dan filter).

2. Waspada terhadap darah ketika menyuntik atau disuntik oleh orang lain.

3. Jangan berbagi sikat gigi dan alat cukur.


4. Jika ingin tatto, lakukan dengan prosedur sterilisasi yang layak.

5. Tidak melakukan hubungan seks tanpa kondom.

6. Lakukan vaksinasi Hep B. Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah hepatitis C.

B. Obat herbal Hepatitis

Adapun tumbuhan obat/herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu
pengobatan hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi hati
dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat antiradang antara lain yaitu
temulawak (Curcuma xanthorrhiza ), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis
paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma
lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa),
pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda
citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).

B. ETIOLOGI

Beberapa hal yang menjadi penyebab sirosis hepatis adalah (FKUI, 1996) :

1. Hepatitis virus tipe B dan C

Proses peradangan pada hati menyebabkan peburunan suplai darah dari hati sehingga terjadi

kerusakan hati.

2. Alkohol

Seorang alkoholik biasanya akan mengabaikan pola makan sehingga akan kekurangan nutrisi (
diantaranya protein ). Alkohol dapat juga secara langsung merusak jaringan hati, sehingga hati
akan membesar dan rapuh. Sehingga akan terjadi proses pembengkakan jaringan parut yang
tersebar luas dipermukaan hati.

3. Metabolik : DM

4. Kolestatis kronik

5. Toksik dari obat : INH

6. Penyakit wilson

7. Hematikromatosis
8. Kegagalan jantung

Hal ini akan menyebabkan bendungan pada vena hepatika.

9. Malnutrisi

Kekurangan protein akan menyebabkan berkurangnya pembentukan faktor-faktor lipotropik


yang diperlukan untuk transport lemak. Sehingga akan terjadi proses pembentukkan jaringan
parut yang tersebar luas dipermukaan.

C. KLASIFIKASI

Secara makroskopik, sirosis dibagi atas :

1. Sirosis Mikronodular

Ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur, didalam septa parenkim hati mengandung
nodul halus dan kecil merata diseluruh lobus, besar nodulnya sampai 3 mm. Sirosis
mikronodular ada yang berubah menjadi makronodular.

2. Sirosis Makronodular

Ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi, dengan besar nodul lebih dari 3
mm.

3. Sirosis Campuran

Umumnya sinosis hepatis adalah jenis campuran ini.

Selain klasifikasi diatas, sirosis hepatis terbagi dalam 3 pola yaitu :

1. Sirosis Laennec/sirosis alkoholik, portal dan sirosis gizi

Sirosis ini berhubungan dengan penyalahgunaan alkohol kronik. Sirosis jenis ini merupakan 50%
atau lebih dari seluruh kasus sirosis. Perubahan pertama pada hati yang ditimbulkan alkohol
adalah akumulasi lemak secara gradual didalam sel-sel hati (infiltrasi lemak).

Akumulasi lemak mencerminkan adanya sejumlah gangguan metabolik. Pada kasus sirosis
laennec yang sangat lanjut, membagi parenkim menjadi nodula-nodula halus. Nodula-nodula ini
dapat membesar akibat aktifitas regenerasi sebagai usaha hati untuk mengganti sel-sel yang
rusak. Hati tampak terdiri dari sarang-sarang sel-sel degenerasi + regenerasi yang dikemas padat
dalam kapsula fibrosa yang tebal. Pada keadaan ini sirosis sering disebut sebagai sirosis nodular
halus.

Hati akan menciut, keras dan hampir tidak memiliki parenkim normal pada stadium akhir sirosis,
dengan akibat hipertensi portal dan gagal hati.

2. Sirosis Post nekrotik

Terjadi menyusul nekrosis berbercak pada jaringan hati, menimbulkan nodula-nodula degeneratif
besar dan kecil yang dikelilingi dan dipisah-pisahkan oleh jaringan parut, berselang-seling
dengan jaringan parenkim hati normal.

Sekitar 25% kasus memiliki riwayat hepantis virus sebelumnya. Banyaknya pasien dengan hasil
tes HbsAg positif menunjukkan bahwa hepatitis kronik aktif agaknya merupakan peristiwa yang
besar peranannya.

Beberapa kasus berhubungan dengan intoksikasi bahan kimia industri, dan ataupun obat-obatan
seperti fosfat, kloroform dan karbon tetraklorida/jamur beracun. Sirosis jenis ini merupakan
predisposisi terhadap neoplasma hati primer.

3. Sirosis Billaris

Kerusakan sel hati dimulai disekitar duktus billaris, penyebabnya obstruksi billaris post hepatik.
Sifat empedu menyebabkan penumpukan empedu didalam masa hati dengan akibat kerusakan
sel-sel hati, terbentuk lembar-lembar fibrosa di tepi lobulus.

Sumber empedu sering ditemukan dalam kapiler-kapiler,duktulus empedu dan sel-sel hati
seringkali mengandung pigmen hijau.

Klasifikasi CHILD pasien sirosis dalam terminologi cadangan fungsi hati

Derajat kerusakan

Bil. Serum (m.u mol/dl)

Alb serum (gr/dl)

Asites

PSE/ensefalopati

Nutrisi

Minimal

< 35
> 35

Nihil

Nihil

Sempurna

Sedang

35-50

30-35

Mudah dikontrol

Minimal

Baik

Berat

> 50

< 30

sukar

berat/koma

kurang/kurus

D. PATOFISIOLOGI

Efek dari alkohol, keadaan malnutrisi, virus hepatitis dan keadaan gagal jantung, pada hati
menyebabkan perubahan hebat pada struktur dan fungsi sel-sel hepar.

Perubahan ini ditandai dengan inflamasi dan nekrosis sel hepar yang dapat setempat/menyebar.
Simpanan lemak dalam sel-sel parenkim dapat dilihat pada awalnya. Penyebab perubahan lemak
ini tidak jelas, tapi mungkin sebagai respon perubahan fu, enzim yang bertanggung jawab
terhadap metabolisme lemak normal.

Pelebaran sel-sel lemak menyebabkan tekanan pada lobule hepar yang mengarah pada
peningkatan aliran darah. Terjadi hipertensi pada sistem portal. Dengan tekanan balik yang
cukup pada sistem portal. Terjadi sirkulasi kolateral dan memungkinkan darah mengalir dari
intestin langsung ke vena kava. Peningkatan aliran darah ke vena esofagus menyebabkan varises
esofagus; pada vena lambung, varises lambung pada limfa splenomegali dan pada vena
hemorodial hemoroid.

Nekrosis diikuti oleh regenerasi dari jarinagn hepar, tetapi tidak dalam cara yang normal.
Jaringan fibrotik ini tidak dapat pulih, mengakibatkan disfungsi hepar kronis yang akhirnya
gagal.

E. PATHWAYS

F. MANIFESTASI KLINIS

Terbagi dalam 2 fase, yaitu :

Fase Kompensasi sempurna

Keluhannya samar-samar, yaitu :

- Pasien merasa tidak fit/bugar

- Anorexia

- Mual

- Diare/konstipasi

- Berat badan menurun

- Kelemahan otot

- Cepat lelah

Fase Dekompensasi

Diagnosis dapat ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan klinis, laboratorium dan pemeriksaan
penunjang lainnya, terutama timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan
manifestasi :

- Eritema palmaris

- Spider nevi

- Vena kolateral pada dinding perut

- Ikterus
- Edema pretibial

- Asites

- Gangguan pembekuan darah seperti perdarahan gusi, epistaksis, haid berhenti

- Hematemesis

- Melena

- Ensefalopati hepatik
DAFTAR PUSTAKA

Aguslina, S., 1997, Hepatitis B Ditinjau dari kesehatan Masyrakat dan Upaya Pencegahan.
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

Barbara, CL., 1996, Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan proses keperawatan),
Bandung

Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa: Waluyo
Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa, EGC, Jakarta.

Depkes RI, 2002, Imunisasi Hepatitis B, Jakarta.

_______,2001, Penanggulangan Penyakit Hepatitis B,

Aguslina, S., 1997, Hepatitis B Ditinjau dari kesehatan Masyrakat dan Upaya Pencegahan.
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

Depkes RI, 2002, Imunisasi Hepatitis B, Jakarta.

_______,2001, Penanggulangan Penyakit Hepatitis B, Jakarta.