Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN SURVAY DESAIN PERKERASAN KAKU

(RIGID PAVEMENT)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Desain Perkerasan Kaku

Dosen Pengampu

Untoro Nugroho, S.T., M.T.

Disusun Oleh:

Fatchan Avaldo Rofiansyah (5113416047)

Kelompok Satu-Rombel Satu :

1. Restu Andika Putra (5113416030)


2. Yosie Anggrita Kemala (5113416032)
3. Elvira Dwi R. (5113416040)
4. M. Faridz Gunawan (5113416041)
5. Rizky Adi R. (5113416046)
6. Fatchan Avaldo R. (5113416047)
7. Fahmi Syahida (5113416055)
8. Krisna Aji (5113416056)
9. A. Iqbal Fansuri (5113416024)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2018
PRAKATA

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Survay Desain Perkerasan Kaku (Rigid Pavement). Suatu kebanggaan dan
kehormatan untuk kami bisa menyelesaikan laporan ini. Kami berharap laporan ini
dapat bermanfaat bagi kami dan orang lain. Tak lupa kami ucapkan terima kasih
kepada:
1. Bapak Untoro Nugroho S.T, M.T. selaku dosen mata kuliah Desain
Perkerasan .Kaku
2. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah
membantu pelaksanaan pembuatan laporan ini.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu
kami mohon kritik dan saran untuk kami supaya bisa lebih baik dalam membuat
laporan dilain kesempatan. Terima kasih.

Semarang, Desember 2018

Tim Penulis

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 ii


DAFTAR ISI

Halaman Sampul............................................................................................. i

Prakata............................................................................................................ ii

Daftar Isi......................................................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................ 2
1.3 Tujuan ............................................................................................. 2

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Spesifikasi TeknisConcrate Paving Machine .................................... 3
2.2 Mutu Bahan ..................................................................................... 4
2.3 Keuntungan Perkerasan Kaku .......................................................... 5
2.4 Sambungan Pada Beton.................................................................... 6
2.5 Bond Breaker (Plastiik) .................................................................... 6
2.6 Metode Pelaksanaan......................................................................... 7
BAB 3 KESIMPULAN
3.1 KESIMPULAN................................................................................ 10

LAMPIRAN - LAMPIRAN

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 iii


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat
penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan
dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik
berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia.
Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh
masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air
dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di
dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya.
Jenis perkerasan jalan, dapat berupa Perkerasan lentur (flexible pavement),
Perkeraaan kaku (rigid pavement), dan Perkerasan Komposit, yang menggabungkan
perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Khusus untuk perkeraaan kaku (rigid
pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan
lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat
yang tinggi serta sering mengalami banjir.
Dengan telah dikembangkannya Perkeraaan kaku (rigid pavement) untuk
pembangunan prasarana jalan di daerah perkotaan maupun di pedesaan, maka
pemerintah terus menggalakkan pembangunan baik pada ruas jalan negara, jalan
provinsi, jalan kabupaten maupun jalan desa ataupun lingkungan, mengingat
perkerasan jalan ini lebih mampu mendukung beban kendaraan berat serta tahan
terhadap genangan air.

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 4


1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari laporan survey ini adalah :
1. Apa saja spesifikasi bahan yang digunakan?
2. Apa metode pelaksanaan yang digunakan dalam konstruksi?

1.3 Manfaat dan Tujuan


Praktik survey desain perkerasan kaku ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis
bahan dan metode konstruksi yang digunakan seperti jenis penulangan dan proses
pekerjaan pada proyek pembangunan jalan tol skala nasional yang akan mempercepat
wkatu perjalanan.

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Adapun waktu dan tempat pelaksanaan survey perkerasan kaku ini sebagai berikut
: Waktu pelaksanaan : Selasa, 20 November 2018
Lokasi proyek : Jalan Tol Semarang

1.5 Sistematika
I. Pendahuluan
II. Isi
III. Penutup

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 5


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Spesifikasi Teknis Concrete Paving Machine (Slipform Paver)

S850SL adalah All-Purpose Mid-Size Slipform Paver dengan Swing Legs.


Dengan keberhasilan G & Z S600 di pasar domestik dan internasional, AccuSteer yang
dipatenkan: Slew Drive Track Control System dan SmartLeg: Swing Leg System telah
tersedia sebagai opsi pada G & Z S850 sebagai pengganti QUADRA guling yang andal
dan teruji waktu. sistem. S850SL sangat ideal untuk jalan raya dan paving bandara,
jalan-jalan kota, jalan sekunder, landai serta aplikasi saluran saluran. S850SL telah
direkayasa untuk membuat kontraktor lebih produktif. Pilihan penghematan waktu
menyediakan kontraktor dengan peluang untuk lebih banyak paving jam di hari itu dan
lebih banyak paving hari selama musim.

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 6


2.2 Mutu Bahan
1. Compressive Strength (K)
 Kuat tekan silinder beton 15 cm x 30 cm(20 m3 :1 set sample) 350 kg/cm2
2. Flexure strength (fx)
 Kekuatan menahan momen lentur. (75X75X15 CM3)= 40 – 45 kg/cm2
3. Memakai Beton Mutu Tinggi
 Agar tahan aus terhadap roda Lalu-Lintas
 Agar lebih tahan pelapukan akibat cuaca
 Sebagai konstruksi kelas tinggi harus tidak memerlukan pemeliharaan yang
terlalu sering,

2.3 Keuntungan Perkerasan Kaku

 Life-cycle-cost lebih murah dari pada perkerasan lentur


 Pemeliharaan cukup ringan
 Mampu terhadap beban besar
 Bahan utamanya material alam dan semen (produk dalam negeri), mudah
diperoleh

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 7


 Tebal keseluruhan lebih tipis, sehingga lebih mudah dan lebih cepat
pengerjaannya

2.4 Sambungan Pada Beton Rigid

2.4.1 Tujuan

 Mengendalikan Retak
 Memudahkan Pelaksanaan
 Mengakomodir gerakan plat

2.4.2 Jenis Sambungan

1. Sambungan Memanjang
 Mengendalikan retak arah memanjang
 Mengakomodasikan gerakan lenting plat beton akibat panas - dingin pada siang –
malam

2. Sambungan Melintang
Perlemahan plat beton yang sengaja dibuat retak untuk mengakomodir retak
melintang maupun memanjang yg timbul:
 Sambungan melintang dibuat setiap jarak 5 m
 Mengakomodasi gerakan susut (samb. melintang)
 Mengakomodasikan gerakan lenting plat beton akibat panas - dingin pada siang –
malam (samb. memanjang)
 Sambungan susut, dibuat dengan cara melakukan sawcutting sedalam 1/4 tebal
beton (8 cm)
 Sawcutting max 18 jam dari sejak beton dibuat

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 8


2.5 Bond Breaker (Plastik)

 Agar proses shrinkade beton rigid tidak terganggu lapisan dibawahnya, gangguan
yang biasanya berupa friction
 Letaknya di atas lapis pondasi bawah (LC) fungsinya mencegah kelekatan antara plat
beton dengan lapis pondasi bawah
 Dibuat dari plastik tipis.

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 9


2.6 Metode Pelaksanaan
1. Marking posisi dowel.
2. Stake out string line sesuai elevasi rencana perhatikan posisi string agar tidak
tersangkut pekerja.
3. Posisikan paver pada jalur rencana
4. LC ditutup plastik
5. Dowel beserta chair di letakan pada posisi marking dan di pantek. Posisi cat dowel
harus seragam dengan panjang cat > 0.5 L pada selongsong.
6. Beton dibawa ke lokasi menggunakan Dump Truck.
7. Disarankan jangka waktu sejak beton dibuat sampai dihampar max 45 menit (beton
normal), agar kesinambungan beton yg dihampar masih di bawah durasi ikatan
awal
8. Berkesinambungan supply (sblm terjadi ikatan awal)
9. Disarankan tinggi jatuh adukan beton 0,9 – 1,5 meter
10. Menghindari penguapan yang terlalu cepat
11. Tidak boleh disemprotkan air di atas beton
12. Pemadatan pada slipform paver, dimana vibrasi dapat mengalirkan beton dan
membuang rongga yg besar.
13. Slump beton 3-4cm sampai lokasi.

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 10


10
14. Vibrator paver digeser maksimal ke tepi.
15. Pada saat beton rigid terbentuk, finish permukaan yang terdapat honeycomb.
16. Pasang mistar dengan menjepitkan mistar pada tulangan stek pada sisi perkerasan
untuk membentuk sudut pada beton rigid.
17. Finish permukaan rigid menggunakan ruskam agar kerataan permukaan seragam.
18. Lakukan groving setelah +/- 30menit menggunakan bantuan mistar untuk
kelurusan dengan acuan marking dowel tiap 5m.
19. Lakukan penyemprotan curing compound.
20. Lakukan pemotongan setelah 6~12 Jam setelah pengecoran. Pemotongan harus lurus
21. Lakukan penyiraman setelah 12-24 Jam setelah pengecoran lalu tutup plastik
dan geotextile di atas plastik.

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 11


11
BAB 3

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Setelah melakukan pengamatan langsung dilapangan kami mendapatkan
kesimpulan sebagai berikut :
1. Proses pengerjaan dimulai dengan penyiapan lahan
2. Selanjutnya proses pengerjaan pembuatan lapis pondasi bawah
3. Pengerjaan dilapangan sangat memperhitungkan cuaca .
4. Pengecoran dilapangan sangat memperhitungkan ketepatan datangnya Dump
Truck agar proses pengecoran bisa sesuai jadawal.
5. Tulangan dowel dipasang di sambungan persegmen supaya jika terjadi kerusakan
yang dibongkar atau yang diperbaiki hanya satu segmen dan segmen yang
lainnya tidak berpengaruh.
6. Digunakan dowel dengan tulangan 32 mm.
7. Tebal lapisan beton 30 cm.

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 12


12
LAMPIRAN

LAPORAN DESAIN PERKERASAN KAKU KELOMPOK 1 13