Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN TUTORIAL

SGD 3 LBM 1

KEBERHASILAN SUATU PROSES


MANAJEMEN

ANGGOTA KELOMPOK :

1. Nurfatin Syahera (KETUA) (31101600618)


2. Salma Samia (SEKRETARIS) (31101600631)
3. Alrevo Panji Auradewa (31101600555)
4. Arina Shafia (31101600563)
5. Devina Vedayumna Wisaputri (31101600571)
6. Erdya Ning Pradikta (31101600579)
7. Faiza Munabari Saskia (31101600580)
8. Ferina Widiyasari (31101600584)
9. Lintang Alif Tiafani (31101600599)
10. Silvia Salwa Salsabila (31101600635)
11. Sindhu Kariadi (31101600637)
12. Zelinda Citra Sasmita (31101600644)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2019

1
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN TUTORIAL
SGD 3 LBM 1
KEBERHASILAN SUATU PROSES
MANAJEMEN

Telah Disetujui oleh :

Tutor Tanggal

drg. Moh. Yusuf, Sp. Rad.O.M ----------------------------------

2
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................ Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 1

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 4

Latar Belakang .................................................................................................................................. 4

Skenario ............................................................................................................................................ 5

Identifikasi Masalah.......................................................................................................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................................................... 6

A. Landasan Teori ............................................................................................................................ 6

1. Manajemen Kesehatan ...................................................................................................... 6

a. Definisi Manajemen Kesehatan.............................................................................. 6

b. Tujuan Manajemen Kesehatan……………………………..……………………………………………6


c. Sasaran Manajemen Kesehatan……….………………………………………………………………..6
d. Ruang Lingkup Manajemen Kesehatan………………………..…………………………………....6
e. Pandangan dalam Manajemen Kesehatan………………………………………………………….7
f. Indikator dalam keberhasilan Manajemen Kesehatan……………….……………………….9
g. Prinsip Manajemen Kesehatan……………………………………………………………………..……9
h. Fungsi POACE dalam Manajemen kesehatan……………………………………..…………….12
2. Sistem Kendali Biaya dan mutu………….………………………………………………………………………..14

B. Kerangka Konsep…………………………………………………………………………………………………………….……16

BAB III KESIMPULAN…………………………………………………………………………………………………………………….….17

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………………..…….……18

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dari mutu
kehidupan dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan manusia
Indonesia seutuhnya. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh derajat
kesehatan yang optimal yang diwujudkan antara lain dengan membangun
Puskesmas di seluruh Indonesia. Untuk dapat meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu dilakukan, salah satu
diantaranya dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan
kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara
bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatnya
kesehatan perorangan, keluarga, kelompok ataupun masyarakat. Pelayanan
kesehatan, baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas, akan dihargai oleh
masyarakat luas selaku pengguna layanan jika pelayanan kedua institusi
pelayanan kesehatan tersebut bermutu.

Pelayanan kesehatan yang bermutu pasti menggunakan pendekatan


manajemen sehingga pengelolaannya menjadi efektif, efisien, dan produktif.
Untuk bisa menyediakan pelayanan kesehatan seperti itu, pimpinan dan staf
dari kedua institusi pelayanan tersebut harus menerapkan prinsip-prinsip
manajemen. Manajemen adalah ilmu terapan yang dapat dimanfaatkan di
berbagai jenis organisasi untuk membantu manajer dalam memecahkan
masalah organisasi, sehingga manajemen juga dapat digunakan dalam bidang
kesehatan untuk membantu manajer organisasi pelayanan kesehatan
memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Menurut Notoatmodjo (2003),
manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur
petugas kesehatan dan non-petugas kesehatan masyarakat melalui program
kesehatan. Dengan kata lain, manajemen kesehatan merupakan penerapan
manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat sehingga
yang menjadi obyek dan sasaran manajemen adalah pelayanan kesehatan
masyarakat.

4
B. Skenario

Manajemen merupakan suatu proses penting dalam sebuah organisasi.


Salah satu fungsi manajemen yang sering digunakan adalah POACE sebagai
acuan sebuah organisasi melaksanakan aktivitasnya. Fungsi ini digunakan
untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan rasional suatu organisasi dalam
pencapaian tujuan. Sistem kendali biaya dan mutu juga dibutuhkan untuk
menjalankan manajemen pelayanan.

C. Identifikasi Masalah
1. Apa pengertian manajemen?
2. Apa saja tujuan dari manajemen kesehatan?
3. Siapa saja sasaran dari manajemen kesehatan?
4. Apa saja ruang lingkup dari manajemen kesehatan?
5. Apa saja pandangan dalam manajemen kesehatan?
6. Apa saja indicator dalam keberhasilan manajemen kesehatan?
7. Apa saja prinsip-prinsip manajemen kesehatan?
8. Bagaimana fungsi POACE dalam manajemen kesehatan?
9. Apa yang dimaksud sistem kendali biaya dan mutu yang dibutuhkan untuk
menjalankan manajemen pelayanan?

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Manajemen Kesehatan
a. Definisi Manajemen Kesehatan
Manajemen secara umum merupakan suatu proses khusus yang
terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran
yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan
lainnya. Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni
untuk mengatur para petugas kesehatan dan non-petugas kesehatan
guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan.
Dengan kata lain manajemen kesehatan merupakan penerapan
manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat
sehingga yang menjadi obyek dan sasaran manajemen adalah
pelayanan kesehatan masyarakat.
b. Tujuan Manajemen Kesehatan
- Untuk mencapai tujuan
- Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan
- Untuk mencapai efektifitas (melakukan pekerjaan yang benar) dan
efisiensi (melakukan pekerjaan dengan benar)
- Untuk mengatur petugas agar melayani masyarakat dengan baik
- Untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada pasien, agar
tidak membutuhkan tenaga serta biaya banyak
c. Sasaran Manajemen Kesehatan
- Pasien
- Manager atau kepala instansi kesehatan
- Karyawan
d. Ruang lingkup Manajemen Kesehatan
Ruang lingkup manajemen kesehatan secara garis besar
mengerjakan kegiatan yang berkaitan dengan:
1) Manajemen sumber daya manusia (personalia)
Dilakukan melalui pelatihan atau pendidikan pada karyawan
agar memperoleh kemampuan dan ketrampilan dalam

6
melaksanakan perkerjaannya. Dengan cara evaluasi dan
monitoring. Sumber daya manusia meliputi dokter, perawat, staff
RS atau puskesmas.
2) Manajemen keuangan (mengurusi cashflow keuangan)
Terdiri dari tata pembukuan meliputi pencatatan masuk dan
keluarnya keuangan. Berhubungan dengan memperoleh,
menggunakan dan mengelola aset sesuai dengan tujuan
organisasi.
3) Manajemen logistik (mengurusi logistik-obat dan peralatan
4) Manajemen pelayanan kesehatan dan sistem informasi
manajemen (melayani pelayanan kesehatan masyarakat).
Dalam manajemen pelayanan kesehatan dibagi menjadi 3
kelompok yaitu kelompok penyelenggara pelayanan kesehatan
(health provider), kelompok penerima jasa pelayanan kesehatan
(para konsumen), kelompok yang secara tidak langsung terlibat,
misalnya para administrator baik dikalangan perusahaan atau
pemerintah.

Ruang Lingkup Manajemen terdiri dari sebagai berikut (Purhadi,


2003):

a) Lingkungan Luar (Eksternal) terdiri dari:


- Lingkungan Umum, meliputi ekonomi, politik, hukum, sosio
kultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (seperti
globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan
alam.
- Lingkungan Khusus (Tugas), meliputi pemilik (stockholder),
customer, klien, pemasok (suplier), pesaing, suplai tenaga
kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan
serikat pekerja.
b) Lingkungan Dalam (Internal) terdiri dari:
- Manusia (specialized dan manajerial personal).
- Finansial (sumber, alokasi, dan control dana).
- Fisik (gedung, kantor, dll).
- Sistem dan Teknologi.
- Sistem Nilai dan Budaya Organisasi.
e. Pandangan dalam Manajemen Kesehatan
1) Manajemen sebagai suatu sistem

7
Manajemen dipandang sebagai suatu kerangka kerja yang
terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan yang
diarahkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
2) Manajemen sebagai suatu proses
Manajemen sebagai rangkaian tahapan kegiatan yang
diarahkan pada pencapaian tujuan dengan memanfaatkan sumber
daya yang tersedia. Manajemen sebagai suatu proses dapat
dipelajari dari fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan oleh
manajer.
3) Manajemen sebagai suatu ilmu terapan
Manajemen hanya dapat diterapkan dalam kehidupan yang
nyata, dan dalam menerapkan manajemen, dibantu oleh berbagai
cabang ilmu lainnya, seperti ; komunikasi, sosiologi, ekonomi,
psikologi, matematika, dll.
4) Manajemen merupakan kerjasama sekelompok orang untuk
mencapai tujuan organisasi
Manajemen dapat dipelajari dari proses kerjasama yang
berkembang antara pimpinan dengan staf untuk mencapai tujuan
organisasi.
5) Manajemen ditinjau dari aspek perilaku manusia
Dalam manajemen, manusia merupakan sumber daya yang
paling penting. Dari sudut pandang ini manajemen dapat dilihat dari
perilaku manusia yang ada dalam organisasi. Di sini dapat ditelaah
mengenai aspek kepemimpinan serta proses dan mekanisme
kepemimpinan. Ditinjau dari pengambilan keputusan dapat
dikatakan ‘Management as a decision making process’.
6) Manajemen sebagai proses pemecahan masalah
Proses manajemen dalam prakteknya dapat dikaji dari proses
pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh semua bagian/
komponen yang ada dalam organisasi. Secara konkrit dalam
organisasi pelayanan kesehatan, seperti yang dilakukan di Rumah
Sakit dan Puskesmas yaitu, identifikasi masalah  perumusan
masalah  dilanjutkan dengan langkah-langkah pemecahan
masalah. Melalui tahapan tersebut diharapkan tercapai hasil
kegiatan secara efektif dan efisien.
7) Manajemen sebagai profesi

8
Manajemen mempunyai bidang pekerjaan atau bidang keahlian
tertentu, seperti halnya bidang-bidang lain, misalnya profesi di
bidang kesehatan, di bidang hukum, dll.
f. Indikator dalam Keberhasilan Manajemen Kesehatan
- Reliability, kemampuan untuk melaksanakan jasa yang tepat dan
akurat.
- Empaty, kesediaan untuk peduli dan memberi perhatian pada
konsumen
- Tangible, berupa penampilan fisik, perawatan, personil, dan materi
komunikasi
- Responsifnes, kemampuan membantu konsumen secara tepat.
- Assurance, pengetahuan dan kesopanan yang menimbulkan
kepercayaan pada diri pasien.
- Measurable, rencana harus diukur tingkat keberhasilannya.
- Realistis, harus sesuai dengan sumber daya yang ada.
- Spesifik, program harus jelas tujuannya.
g. Prinsip-prinsip Manajemen Kesehatan
 Menurut SKN 2004:

Manajemen kesehatan adalah tatanan yang


menghimpun berbagai upaya administrasi kesehatan yang
ditopang oeh pengelolaan data dan informasi, pengembangan
dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pegaturan
hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna
menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tinginya.

 Prinsip manajemen mnurut Henry fayol


a. Pembagian Kerja (Division of Work)
Pekerjaan harus dibagi menjadi unsur-unsur yang lebih
kecil atau di-spesialisasi sehingga Output (hasil kerja)
karyawan dan efektifitas akan meningkat seiring dengan
peningkatan kemampuan dan keahlian pada tugas yang
diembannya.
b. Keseimbangan Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority
dan Responsibility)

Para Manager memiliki wewenang dalam


memerintahkan bawahan melakukan atau tidak melakukan

9
sesuatu. Setiap Karyawan diberikan wewenang untuk
melakukan suatu pekerjaan. Tetapi suatu hal yang perlu
diingat, Wewenang tersebut berasal dari suatu Tanggung
Jawab. Oleh karena itu, Wewenang dan Tanggung Jawab
harus seimbang, makin besar wewenangnya makin besar
pula pertanggungjawabannya.

c. Displin (Dicipline)
Disiplin harus ditegakkan dalam suatu organisasi,
namun setiap organisasi memiliki cara yang berbeda-beda
dalam menegakkan kedisiplinannya. Kedisiplinan
merupakan dasar dari keberhasilan suatu organisasi dalam
mencapai tujuan organisasinya.
d. Kesatuan Komando (Unity of Command)
Karyawan seharusnya hanya menerima perintah dari
seorang atasan saja dan juga bertanggung jawab kepada
satu atasan saja. Jika terlalu banyak Atasan yang
memberikan perintah, karyawan yang bersangkutan akan
sulit untuk membedakan prioritasnya. Hal ini juga akan
menimbulkan kebingungan dan tidak fokus pada tugas yang
diberikannya.
e. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Karyawan yang bekerja dalam suatu organisasi harus
memiliki tujuan dan arah yang sama dan bekerja
berdasarkan rencana yang sama.
f. Mengutamakan Kepentingan Organisasi diatas kepentingan
Individu (Subordination of Individual Interests to the General
Interest)
Kepentingan Organisasi harus didahulukan dari
Kepentingan Individu seorang karyawan. Termasuk
kepentingan Individu Manager itu sendiri.
g. Kompensasi yang adil (Remuneration)
Salah satu faktor yang mempengaruhi Kepuasan kerja
karyawan adalah Upah atau Gaji yang didasarkan pada
tugas yang dibebankannya. Kompensasi yang dimaksud ini
dapat berupa Finansial maupun non-finansial.
h. Sentralisasi (Centralization)

10
Seorang pemimpin atau Manajer harus mengadopsi
prinsip Sentralisasi yang seimbang (bukan Sentralisasi
penuh ataupun Desentralisai penuh). Hal ini dikarenakan
Sentralisasi penuh (Complete Centralization) akan
mengurangi peranan bawahan dalam suatu organisasi,
sedangkan desentralisasi akan menimbulkan
kesimpangsiuran dalam pengambilan keputusan.
Wewenang tertentu harus didelegasikan sebanding dengan
Tanggung Jawab yang diberikan.
i. Rantai Skalar (Scalar Chain)
Rantai Skalar adalah garis wewenang dari atas sampai
ke bawah. Setiap karyawan harus menyadari posisi mereka
di dalam Hirarki Organisasi. Garis wewenang ini akan
menunjukan apa yang menjadi wewenang dan tanggung
jawabnya.
j. Tata Tertib (Order)
Tata Tertib memegang peranan yang penting dalam
bekerja karena pada dasarnya semua orang tidak dapat
bekerja dengan baik dalam kondisi yang kacau dan
tegang. Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi dalam
bekerja, fasilitas dan perlengkapan kerja harus disusun
dengan rapi dan bersih.
k. Keadilan (Equity)
Manager harus bertindak secara adil terhadap semua
karyawan. Peraturan dan Perjanjian yang telah ditetapkan
harus ditegakan secara adil sehingga Moral karyawan dapat
terjaga dengan baik.
l. Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
Mempertahankan Karyawan yang produktif merupakan
prioritas yang penting dalam Manajemen. Manager harus
berusaha untuk mendorong dan menciptakan loyalitas
Karyawan terhadap organisasi.
m. Inisiatif (Initiative)
Karyawan harus diberikan kebebasan untuk berinisiatif
dalam membuat dan menjalankan perencanaan, tentunya
harus dengan batas-batas wewenang dan tanggung jawab
yang diberikan.

11
n. Semangat Kesatuan (esprits de corps)
Dalam Prinsip “esprits de corps” ini, Manajemen harus
selalu berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan
semangat kesatuan tim.
 Prinsip manajemen menurut filfasat Taylor
a) Berkerjasama dengan baik antara manajer dan pekerja
b) Pengembangan manajemen ilmiah secara benar
c) Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dg menempatkan
pekerjaan yg cocok
d) Pendidikan dan pengembangan ilmiah dari para pekerja
 Prinsip manajemen menurut AM William
- Tujuan organisasi jelas
- Prinsip skala hierarki, kewenangan setiap lapisan jabatan
harus jelas
- Prinsip kesatuan perintah, harus jelas dari satu pimpinan
- Prinsip fungsional, tugas-tugas harus jelas
i. Fungsi POACE dalam Manajemen Kesehatan
a) Fungsi Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan fungsi terpenting dalam manajemen.
Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan
masalah-masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat,
menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan
tujuan program yang paling pokok, dan menyusun langkah-langkah
praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Dengan
perencanaan dapat mengetahui : tujuan yang ingin dicapai, jenis dan
struktur organisasi yang dibutuhkan, jenis dan jumlah staf yang
diinginkan dan uraian tugasnya, sejauh mana efektivitas kepemimpinan
dan pengarahan yang diperlukan, bentuk dan standar pengawasan
yang akan dilakukan. Terdapat lima langkah yang perlu dilakukan pada
proses penyusunan sebuah perencanaan dalam manajemen
kesehatan, yaitu: (a) analisa situasi; (b) mengidentifikasi masalah dan
prioritasnya; (c) menentukan tujuan program; (d) mengkaji hambatan
dan kelemahan program; (e) menyusun rencana kerja operasional.
b) Fungsi Pengorganisasian (Organizing)
Dengan adanya pengorganisasian, maka seluruh sumber daya
yang dimiliki oleh organisasi akan diatur penggunaannya secara efektif
dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

12
Dengan pengorganisasian, seorang pemimpin akan mengetahui:
pembagian tugas secara jelas, tugas pokok dan prosedur kerja staf,
hubungan organisatoris dalam struktur organisasi, pendelegasian
wewenang, dan pemanfaatan staf dan fasilitas fisik yang dimiliki
organisasi. Ada enam langkah penting dalam membuat
pengorganisasian, yaitu: (a) tujuan organisasi harus sudah dipahami
oleh staf; (b) membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan
pokok untuk mencapai tujuan; (c) menggolongkan kegiatan pokok ke
dalam suatu kegiatan yang praktis; (d) menetapkan kewajiban yang
harus dilakukan oleh staf dan menyediakan fasilitas pendukung yang
diperlukan untuk melaksanakan tugasnya; (e) penugasan personal
yang terampil.
c) Fungsi Pelaksanaan dan Pembimbingan (Actuating)
Pada fungsi ini lebih mengarahkan dan menggerakkan semua
sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Beberapa
hal yang dapat menggerakkan dan mengarahkan sumber daya
manusia dalam organisasi yaitu : peran kepemimpinan (leadership),
motivasi staf, kerja sama antar staf, dan komunikasi yang lancer antar
staf. Adapun tujuan fungsi pelaksanaan dan pembimbingan adalah: (1)
menciptakan kerjasama yang lebih efisien; (2) mengembangkan
kemampuan dan keterampilan staf; (3) menumbuhkan rasa menyukai
dan memiliki pekerjaan; (4) mengusahakan suasana lingkungan kerja
yang meningkatkan motivasi prestasi kerja staf; (5) membuat
organisasi berkembang secara dinamis.
d) Fungsi Pengawasan (Controlling)
Melalui fungsi pengawasan, standar keberhasilan program yang
telah dibuat dalam bentuk target, prosedur kerja, dan sebagainya harus
selalu dibandingkan dengan hasil yang telah dicapai atau yang mampu
dikerjakan oleh staf. Jenis standar pengawasan ada dua, yaitu : (1)
standar norma, standar yang dibuat berdasarkan pengalaman staf
melaksanakan program yang sejenis atau yang pernah dilaksanakan
dalam situasi yang sama di masa lalu; (2) standar kriteria, standar yang
diterapkan untuk kegiatankegiatan pelayanan oleh petugas yang sudah
mendapatkan pelatihan. Pemimpin bisa mendapatkan data pada saat
melakukan pengawasan dengan tiga cara: pengamatan langsung,
laporan lisan dari staf atau pengaduan masyarakat, dan laporan tertulis
dari staf.

13
e) Fungsi Evaluasi (Evaluation)
Tujuannya yaitu untuk memperbaiki efisiensi dan efektivitas
pelaksanaan program dengan memperbaiki fungsi manajemen.
Evaluasi ada beberapa macam, yaitu: (a) evaluasi terhadap input,
dilaksanakan sebelum program dilaksanakan, (b) evaluasi terhadap
proses, dilaksanakan pada saat kegiatan berlangsung, (c) evaluasi
terhadap output, dilaksanakan setelah pekerjaan selesai.

2. Sistem Kendali Biaya dan Mutu

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 71


tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional
Bab IV tentang Kendali Mutu dan Biaya

- Pasal 36 :
“Kendali mutu dan kendali biaya pada tingkat Fasilitas Kesehatan
dilakukan oleh Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan.”
- Pasal 37:
“Penyelenggaraan kendali mutu dan biaya oleh Fasilitas Kesehatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dilakukan melalui: a. pengaturan
kewenangan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik profesi sesuai
kompetensi; b. utilization review dan audit medis; c. pembinaan etika dan
disiplin profesi kepada tenaga kesehatan; dan/atau d. pemantauan dan
evaluasi penggunaan obat, Alat Kesehatan, dan bahan medis habis pakai
dalam pelayanan kesehatan secara berkala yang dilaksanakan melalui
pemanfaatan sistem informasi kesehatan.”

Penyelenggaraan jaminan kesehatan menggunakan prinsip-prinsip


managed care yaitu suatu teknik yang mengintegrasikan pembiayaan dan
pelayanan kesehatan melalui penerapan kendali biaya dan kendali mutu yang
bertujuan untuk mengurangi biaya pelayanan yang tidak perlu dengan cara
meningkatkan kelayakan dan efisiensi pelayanan kesehatan. Managed care
bertujuan untuk memberi pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi dengan
biaya yang bersaing.
A. Kendali biaya dari sisi PPK (supply)
 Metode pembayaran PPK yang ideal hendaknya mampu
mendorong ke arah kendali biaya, jaminan mutu dan efisiensi
internal. Selain itu disertai dengan tidak memberikan insentif

14
kepada PPK yang memberikan pelayanan berlebihan atau
bahkan sebaliknya dibawah standar.
 Utilization review
Merupakan suatu metode untuk menjamin mutu
pelayanan terkait penghematan biaya. Mekanisme
pengendalian biaya utilization review dengan memeriksa
apakah pelayanan secara medis perlu diberikan dan apakah
pelayanan diberikan secara tepat. Utilization review memiliki
keuntungan yang jelas dan telah dipraktekkan oleh banyak
perusahaan asuransi yaitu mengevaluasi ketepatan
penggunaan pelayanan kesehatan agar menghilangkan dan
mengurangi hal-hal yang tidak perlu serta resiko potensial
pasien.
 Standarisasi Pelayanan.

Salah satu bentuk standarisasi pelayanan kesehatan


adalah dalam bentuk formularium obat. Obat merupakan
komoditi menarik dari industri rumah sakit. Peningkatan biaya
kesehatan bisa disebabkan karena pemakaian obat diluar
formularium yang telah disepakati. Formularium obat
merupakan suatu daftar obat yang disediakan untuk memenuhi
kebutuhan medis dengan jenis obat yang dinilai lebih efektif dan
lebih efisien.

B. Kendali Mutu
Perusahaan asuransi, pembayar dan penanggung biaya layanan
kesehatan memiliki persepsi yang berbeda tentang layanan kesehatan
yang bermutu. Bagi suatu penjamin biaya layanan kesehatan, layanan
kesehatan yang bermutu adalah layanan yang efisien dan dapat
memberikan kepuasan kepada pasien. Menurut Mukti (2007) terdapat
beberapa aktifitas yang dapat dilakukan untuk pencapaian mutu
diantaranya manajemen risiko, utilization review (UR), peer review,
indikator, prosedur tetap, audit medis, clinical pathway, algoritma.

15
A. Kerangka Konsep

Manajemen
Kesehatan

POACE Ruang Lingkup

Kendali mutu
& biaya

16
BAB III

KESIMPULAN

Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur
para petugas kesehatan dan non-petugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan
masyarakat melalui program kesehatan. Dengan kata lain manajemen kesehatan
merupakan penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan
masyarakat sehingga yang menjadi obyek dan sasaran manajemen adalah pelayanan
kesehatan masyarakat. Manajemen memiliki ciri-ciri : adanya tujuan yang ingin
dicapai, adanya sumber daya, upaya penggerakan sumber daya, adanya orang yang
menggerakan sumber daya (manajer), adanya proses; perencanaan –
pengorganisasian – penggerakan pelaksanaan – pengarahan dan pengendalian.
Pelayanan kesehatan yang bermutu pasti menggunakan pendekatan manajemen
sehingga pengelolaannya menjadi efektif, efisien, dan produktif. Untuk bisa
menyediakan pelayanan kesehatan seperti itu, pimpinan dan staf dari kedua institusi
pelayanan tersebut harus menerapkan prinsip-prinsip manajemen. Penyelenggaraan
jaminan kesehatan menggunakan prinsip-prinsip managed care yaitu suatu teknik
yang mengintegrasikan pembiayaan dan pelayanan kesehatan melalui penerapan
kendali biaya dan kendali mutu yang bertujuan untuk mengurangi biaya pelayanan
yang tidak perlu dengan cara meningkatkan kelayakan dan efisiensi pelayanan
kesehatan. Managed care bertujuan untuk memberi pelayanan kesehatan yang
bermutu tinggi dengan biaya yang bersaing.

17
DAFTAR PUSTAKA

A.A. Gde Muninjaya. 2004. Manajemen Kesehatan Ed.2. EGC:Jakarta.

Arifin, S. dkk. 2016. Buku Ajar Dasar-dasar Manajemen Kesehatan. Pustaka Banua.:
Banjarmasin.

Christina, M. 2012. Implementasi kendali biaya dan kendali mutu pelayanan kesehatan
program jaminan kesehatan daerah Kutai Kartanegara di RSUD Parikesit Tenggarong.
Tesis. Universitas Gadjah Mada.

Dismann, MS. 2013. Pengantar Manajemen. Universitas Gunadharma.

Dunn & Haimann’s. 2010. Health care Management, 9th Ed. Chicago.

Hasibuan, M. 2005. Dasar-dasar Manajemen. Bumi Aksara: Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 71 tahun 2013 Tentang Pelayanan
Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional

Siagan. 2010. Teori dan Praktek Kepimpinan. Rineka Cipta: Jakarta.

Terry, George R. 2010. Dasar-dasar Manajemen. Bumi Aksara. Jakarta.

18

Anda mungkin juga menyukai