Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS KUANTITATIF BAHAN MAKANAN

Metode Alkalimetri

(Penentuan Kadar Sakarin Pada Minuman Jajanan Teh Di SDN Cilolohan)

Tanggal Praktikum : 4 Novenber 2016

KELOMPOK 6 - (FARMASI 4C)

Irma Retnasari 31113155

Nurul fazriah 31113144

Winda Resti Noor 31113154

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA

TASIKMALAYA

2016
Penetapan Kadar Pemanis Buatan Sakarin Pada Produk Minuman Jajanan Teh

SDN Cilolohan Secara Titrasi Asam Basa

A. Tujuan Praktikum : Praktikan mampu mengetahui kadar sakarin dari sebuah sampel

(Jajanan Teh SDN Cilolohan ) dengan menggunakan metode ekstraksi-titrasi.

B. Prinsip Praktikum :

Proses asidimetri dan alkalimetri merupakan salah satu proses netralisasi. Sakarin

merupakan senyawa yang bersifat asam, sehingga kadar sakarin dapat ditentukan dengan

alkalimetri. Reaksi antara asam dan basa bisa berupa asam kuat atau lemah dengan basa

kuat atau lemah.Setiap reaksi tersebut memiliki pH titik ekivalen, dari pH titik ekivalen

tersebut dapat dipilih indikator untuk titrasi asam-basa yang mempunyai kisaran pH

tertentu.

C. Dasar Teori :

A. Pengertian sakarin

Sakarin yang dikenal antara lain dengan nama 0--sulfon-benzoic imide pertama

kali ditemukan oleh Remsen pada tahun 1879. Sakarin adalah zat pemanis buatan yang

dibuat dari garam natrium dari asam sakarin terbentuk bubuk putih, tidak berbau dan

sangat manis.

Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 550 kali gula biuasa.Oleh

karena itu angat popular dipakai sebagai bahan pengganti gula.

Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide, Glucid, Garantose,

Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling murah dibanding dengan

pemanis buatan lainnya.Sakarin dapat menghemat biaya produksi.Harga pemanis buatan


jauh lebih murah dibandingkan dengan gula asli. Pemanis buatan hanya sedikit

ditambahkan untuk memperoleh rasa manis yang kuat.

Tak dapat diragukan bahwa sebagian besar orang “manis” merupakan suatu rasa

yang mempunyai daya tarik sendiri. Selanjutnya daya tarik yang manis ituakan terus

meningkat, seperti ungkapan umum”lebih manis, lebih menarik”. Kecenderungan inipun

untuk seorang anak bahkan orang dewasa sekalipun dapat merupaka kecanduan, artinya

kecanduan makanan yang manis akan terus bertambah, jika tidak kita sendiri yang

membatasinya. Hal ini terutama jika sejak bayi, makanan tambahan yang dikenal pertama

telah diberi bahan pemanis.

B.Struktur Kimia dan Rasa

Perubahan yang kecil dalam struktur kimia dapat merubah rasa dari

senyawa tersebut, misalnya rasa manis menjadi pahit atau hambar. Contoh: efek

substitusi dari sakarin (sakarin 500 kali lebih manis dari gula), penambahan gugus nitro

pada posisi meta akan membuat senyawa menjadi sangat pahit, substitusi gugus metal

pada amino menghasilkan senyawa yang hambar, sedangkan sakarin dalam konsentrasi

yang tinggi cenderung memberikan rasa pahit.

C.Bahaya Penggunaan Sakarin yang Berlebihan

Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia

diantaranya. Yaitu: migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia,

iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual,

kebotakan, kanker otak, dan kanker kantung kemih.

Tikus-tikus percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun,

menunjukkan kanker mukosa kandung kemih (dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin
sehari untuk orang dewasa seumur hidup). Sekalipun hasil penelitian ini masih

kontroversial, namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin

memang meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kira-kira

60% lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki. Oleh karena itu

Food and Drug Administation (FDA), AS menganjurkan untuk membatasi penggunaan

sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak

melampaui 1 gram setiap harinya.

Mekanisme Kerja Suatu senyawa untuk dapat digunakan sebagai pemanis,kecuali

berasa manis, harus memenuhi beberapa kriteria tertentu, seperti

(1) larut dan stabil dalam kisaran pH yang luas

(2) stabil pada kisaran suhu yang luas

(3) Mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai side atau after-taste

(4) murah, setidak-tidaknya tidak melebihi harga gula.

Senyawa yang mempunyai rasa manis strukturnya sangat beragam. Meskipun

demikian, senyawa-senyawa tersebut mempunyai feature yang mirip, yaitu memiliki

sistem donor/akseptor proton (sistem AHs/Bs) yang cocok dengan sistem reseptor

(AHrBr) pada indera perasa manusia.

Sakarin, yang merupakan pemanis tertua, termasuk pemanis yang sangat penting

perannya dan biasanya dijual dalam bentuk garam Na atau Ca. Tingkat kemanisan

sakarin adalah 300 kali lebih manis daripada gula. Karena tidak mempunyai nilai kalori,

sakarin sangat populer digunakan sebagai pemanis makanan diet, baik bagi penderita

diabetes maupun untuk pasien lain dengan diet rendah kalori. Pada konsentrasi yang

tinggi, sakarin mempunyai after-taste yang pahit.Meskipun hasil pengujian pada hewan
percobaan menunjukkan kecenderungan bahwa sakarin menimbulkan efek karsinogenik,

tetapi hal ini belum dapat dibuktikan pada manusia.Oleh karena itu, sakarin sampai saat

ini masih diijinkan penggunaannya di hampir semua negara.

Sedangkan titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang

dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentuannya

menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat.

Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada

kalanya sampai saat ini masih banyak yang menyebut titrasi dengan nama analisis

volumetri. Larutan yang dipergunakan untuk penentuan larutan yang tidak diketahui

konsentrasinya diletakkan dalam buret dan larutan ini disebut sebagai larutan standar atau

titran, sedangkan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan dierlenmeyer

yang disebut sebagai analit. Dari kumpulan reaksi kimia yang dikenal relatif sedikit yang

dapat digunakan sebagai dasr untuk titrasi, suatu reaksi harus memenuhi persyaratan

tertentu sebelum dapat digunakan, yaitu :

1. Reaksi harus berlangsung sesuai persamaan reaksi tertentu.

2. Reaksi harus berlangsung sampai benar-benar lengkap pada titik ekuivalen.

3. Beberapa cara harus tersedia untuk menentukannya apabila titik ekuivalen

dicapai.

4. Diharapkan bahwa reaksi berlangsung cepat sehingga titran dapat berlangsung

dalam beberapa menit.(Underwood, 1998 )

D. Alat dan Bahan

Alat Bahan
Gelas Kimia HCl 10%

Labu Ukur NaOH

Pipet Volume Kloroform

Pipet Tetes H2SO4 10%

Gelas Ukur Natrium Bikarbonat

Batang Pengaduk

Erlenmeyer

Buret

Statif

Klem

Corong Pisah

E. Prosedur Kerja

Timbang sampel sebanyak 50 gram

Tambahkan HCl 10%

ECC dengan menggunakan kloroform

Tampung fase kloroform, Ambil Fase air

Tambahkan kloroform, ECC kembali

Tampung fase kloroform, lakukan uji kualitatif


uapkan,residu dilarutkan dengan etanol

Titrasi menggunakan NaOH dan indikator pp

Catat hasil dan lakukan perhitungan

F. DATA PENGAMATAN

1. Uji Kualitatif

Setelah dilakukan uji kualitatif ternyata sampel menghasilkan hasil yang positif

yang berarti sampel yaitu “Jajanan Teh SDN Cilolohan “ ternyata mengandung

pemanis buatan sakarin.

2. Uji Kuantitatif

Dilakukan uji kuantitatif dengan menggunakan metode titrasi asam basa. Dengan data

sebagai berikut
a. Titrasi Pembakuan NaOH

Asam Oksalat (mg) Volume (mL)

50 10,0

50 10,2

50 10,0

𝑚𝑔 𝐴𝑠𝑎𝑚 𝑂𝑘𝑠𝑎𝑙𝑎𝑡
NNaOH = 𝐵𝐸 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑜𝑘𝑠𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑥 𝑣𝑜𝑙 𝑁𝑎𝑂𝐻 = 0,07 N

b. Titrasi Blanko Etanol

Etanol (mL) Volume (mL)

10 0,2

10 0,3

10 0,2

c. Titrasi Penentuan Kadar Sakarin pada” Jajanan Teh SDN Cilolohan “

Sampel (mL) Volume (mL)

10 2,1

10 2,3

10 2,2

𝑁 𝑛𝑎𝑜ℎ 𝑥 𝑣𝑜𝑙 𝑛𝑎𝑜ℎ 0,07 𝑥 2,2


Nsampel = = = 0,0154 N
𝑣𝑜𝑙 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 10

Gram sampel = BE x N x V

= 183,18 x 0,0154 x 0,05


= 0,141 gram
0,141 𝑔𝑟𝑎𝑚
Kadar sampel = x 100% = 1,41 %
10 𝑚𝐿
G. PEMBAHASAN

Pada praktikum penetapan kadar sakarin kali ini metode yang digunakan adalah

ekstraksi dan titrasi.

Ekstraksi merupakan proses pelarutan satu atau sejumlah penyusun atau

campuran ke dalalm pelarut sehingga penyusun-penyusun tersebut terpisah dari

penyusun lain yang tidak larut dalam pelarut itu atau dengan istilah lain ekstraksi

merupakan proses pemisahan komponen berdasarkan dua fasa cair yang berbeda.

Larutan yang diekstraksi pada praktikum kali ini adalah laruta marimas dengan eter.

Pelarut organik yang digunakan adalah kloroform karena kloroform merupakan salah

satu pelarut organik yang tidak bisa bercampur dengan air. Pada percobaan kali ini

yang akan ditetapakan berapa mg sakarin yang terdapat pada sampel ( Ale-ale). 1

gram sakarin dapat larut dalam 290 ml air dalam suhu kamar atau dalam 25,0 ml air

mendidih.
Sakarin mudah larut dalam alkali karbonat dan sedikit larut ( sukar ) dalam

kloroform atau eter.25,0 ml larutan marimas, 10,0 ml HCl pekat dan 10,0 ml eter

yang sudah di masukkan ke corong pemisah kemudian kita kocok dengan hati-hati

dengan memiringkan corong pemisah. Karena pengocokan akan menimbulkan sedikit

panas dan menyebabkan tekanan uap dalam corong pemisah naik, maka tekanan uap

dapat dihilangkan dengan cara membuka kran bagian bawah. Kemudian setelah

larutan sampel dan kloroform dikocok maka didiamkan supaya kedua larutan yang

telah bercampur terpisah menjadi dua lapis, larutan sampel (Jajanan Teh SDN

Cilolohan ) berada diatas sedangkan kloroform berada dibawah karena berat jenis

eter lebih besar daripada air. Ekstraksi dilakukan sebanyak tiga kali dengan setiap kali

ekstraksi di tambah 10,0 ml kloroform. Ketika sudah dilakukan ekstraksi berulang-

ulang maka hasil dari ekstraksi dikumpulkan dan diekstraksi lagi denga 10,0ml

aquades kemudian diuapkan sehingga yang tersisa adalah residunya saja.

Dari residu yag telah di dapat di tambah dengan 3,00 ml etanol, 2,00 ml aquades

lalu di lakukan uji kualitatif pada sampel tersebut, setelah dilakukan ternyata hasil

menunjukkan positive yang berarti bahwa sampel tersebut mengandung sakarin.

Maka setelah itu kami melakukan uji penetapan kadar dengan menggunakan metode

Alkalimetri.Alkalimetri merupakan titrasi yang menggunakan basa sebagai larutan

standar, sedangkan asidimetri menggunakan asam sebagai larutan standar. Proses

asidimetri dan alkalimetri merupakan salah satu proses netralisasi. Sakarin merupakan

senyawa yang bersifat asam, sehingga kadar sakarin dapat ditentukan dengan

alkalimetri. Reaksi antara asam dan basa bisa berupa asam kuat atau lemah dengan

basa kuat atau lemah.Setiap reaksi tersebut memiliki pH titik ekivalen, dari pH titik
ekivalen tersebut dapat dipilih indikator untuk titrasi asam-basa yang mempunyai

kisaran pH tertentu.

Dari residu yang telah di dapat di tambah dengan 3,00 ml aseton, 2,00 ml aquades

dan indikator BTB kemudian dititrasi dengan larutan NaOH yang sudah distandarisasi

dengan asam oksalat sampai terjadi perubahan warna dari bening menjadi biru.

Dari percobaan dan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh :

a. N NaOH = 0,07 N

b. ml titrasi = 2,2 ml

c. Kadar Na-sakarin = 1,41 mg/gelas.

Hasil penetapan kadar sakarin pada minuman ringan the kemasan gelas plastik

yang dijual di SDN Cilolohan diperoleh bahwa sampel yang diteliti terdapat

kadar sakarin yang melebihi ambang batas menurut SNI tahun 2004 yaitu 500

mg/kg

Pada praktikum analisis sakarin pada minuman ringan teh kemasan gelas

plastik ini, ditemukan adanya kecurangan dalam pembuatan dan penambahan

pemanis buatan yang tidak wajar. Pada dasarnya sakarin boleh dikonsumsi

dengan asupan harian 5 mg/kg berat badan, namun bila dikonsumsi secara

berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan efek negatif

bagi kesehatan tubuh. Efek nagatif mengkonsumsi sakarin dapat menyebabkan

migran, sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma,

hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi, gangguan seksual, kebotakan, serta

kanker otak dan kandung kemih.


H. KESIMPULAN

Uji penetapan kadar sakarin melibatkan dua metode yaitu ekstraksi dan titrasi

Intensitas rasa manis pada garam Na-sakarin kira-kira 400 kali lebih tinggi daripada

sukrosa kadar sakarin pada minuman ringan (Jajanan Teh SDN Cilolohan ) sebesar 1,41

mg/gelas. Ketika sampel minuman ringan, HCl dan eter diekstrasi larutan sampel berada

diatas dan eter berada dibawah karena berat jenis eter lebih besar daripada berat jenis air.

Pada saat titrasi indikator yang digunakan adalah indikator BTB.

I. DAFTAR PUSTAKA

Anshory, Irfan, 1998. Kimia SMU jilid I. Jakarta: Erlangga

Artikel bilboer. Blogspot. Com. akses 27-12-2009

Day, R. A dan Underwood, AL. 2002. Analisis Kimia kuantitatif edisi ke-6. Jakarta:

Erlangga

Pudjaatmaka, A. Hadyana. 1997. Pedoman Pedoman Belajar Ilmu Kimia. Jakarta:

Erlangga

Sukrimah. 1990. Kimia Kedokteran adisi 2. Jakarta: Bina Rupa Aksara

www. Wikipedia. Com.Akses 23-12-2009