Anda di halaman 1dari 3

www.muslim.or.

id

Manusia Lebih Mulia Daripada Jin, Jadi Mengapa Takut?


muslim.or.id/27703-manusia-lebih-mulia-daripada-jin-jadi-mengapa-takut.html

dr. Raehanul March 19,


Bahraen 2016

Allah telah menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk paling mulia di muka bumi
dengan kesempurnaan melebihi makhluk yang lain atas karunia dari Allah. Allah Ta’ala
berfirman,

‫ﺧﻠ َْﻘﻨ َﺎ‬


َ ‫ﻦ‬ْ ‫ﻢ ﻋ َﻠ َﻰ ﻛ َﺜ ِﻴﺮٍ ﻣﻤ‬
ْ ُ‫ت وَﻓَﻀﻠ ْﻨ َﺎﻫ‬ ْ َ ‫ﻢ ﻓِﻲ اﻟ ْﺒ َﺮ وَاﻟ ْﺒ‬
َ ‫ﺤﺮِ وََرَزﻗْﻨ َﺎﻫُﻢ ﻣ‬
ِ ‫ﻦ اﻟﻄﻴﺒ َﺎ‬ ْ ُ‫ﻤﻠ ْﻨ َﺎﻫ‬
َ ‫ﺣ‬
َ َ‫م و‬ ْ ‫وَﻟ ََﻘﺪ ْ ﻛ َﺮ‬
َ َ ‫ﻣﻨ َﺎ ﺑ َﻨ ِﻲ آد‬
ً ‫ﻀﻴ ﻼ‬ ِ ‫ﺗ َْﻔ‬

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka
dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami
1/3
ciptakan.” (Al-Israa’ : 70).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullah menjelaskan,

‫ﺑ ﻤ ﺎ ﺧ ﺼ ﻬ ﻢ ﺑ ﻪ ﻣ ﻦ ا ﻟ ﻤ ﻨ ﺎ ﻗ ﺐ و ﻓ ﻀ ﻠ ﻬ ﻢ ﺑ ﻪ ﻣ ﻦ ا ﻟ ﻔ ﻀ ﺎ ﺋ ﻞ ا ﻟ ﺘ ﻲ ﻟ ﻴ ﺴ ﺖ ﻟ ﻐ ﻴ ﺮ ﻫ ﻢ ﻣ ﻦ أ ﻧ ﻮا ع ا ﻟ ﻤ ﺨ ﻠ ﻮ ﻗ ﺎ ت‬

“Karena Allah telah mengkhususkan manusia berupa kedudukan dan keutaman yang tidak
ada pada makhluk lainnya”1

Bahkan ulama menjelaskan bahwa manusia lebih mulia dari malaikat. Ahli tafsir
terkemuka, Imam Ibnu Katsir rahimahullah, menjelaskan:

‫و ﻗ ﺪ ا ﺳﺘ ﺪ ل ﺑ ﻬ ﺬ ه ا ﻵﻳ ﺔ ﻋﻠ ﻰ أ ﻓ ﻀﻠﻴ ﺔ ﺟﻨ ﺲ اﻟﺒ ﺸ ﺮ ﻋﻠ ﻰ ﺟﻨ ﺲ اﻟ ﻤ ﻼﺋ ﻜ ﺔ‬

“Ayat ini menjadi dalil bahwa jenis manuisa lebih utama dari jenis malaikat” 2.

Jangan takut dengan Jin dan setan


Maksudnya adalah takut yang tidak beralasan, semisal melewati jalan yang gelap,
melewati kuburan atau pohon yang angker dengan alasan ada jin atau setan yang akan
menganggu atau menakut-nakuti. Ini tidak benar, karena aslinya jin yang takut kepada
manusia. hanya saja karena manusia lemah imannya dan takut dahulu sehingga mereka
menjadi berani kepada manusia. jika direnungkan, dengan membaca doa dan dzikir
yang sesuai syariat maka cukup membuat jin atau setan lari dan tidak mengganggu
manusia dengan izin dari Allah. Bahkan seorang manusia memiliki iman yang kuat dan
memiliki ilmu serta menjaga batasan-batasan Allah, maka setan akan menjauh darinya.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin Al


Khaththab,

‫ﺖ‬
ُ ْ ‫ﺟﻌ‬ ْ َ ‫ ﻗَﺎﻟ‬.‫ﻤَﺮ‬
َ ‫ ﻓََﺮ‬:‫ﺖ‬ َ ُ‫ﻦ ﻋ‬ ِ ‫ﺲ ﻗَﺪ ْ ﻓَﺮوا‬
ْ ‫ﻣ‬ ْ ِ ْ ‫ﻦ اﻟ‬
ِ ْ ‫ﺠﻦ وَاﻹ ِﻧ‬ َ ‫إ ِﻧﻲ ﻧ َﺄﻟ َﻈ ُُﺮ إ ِﻟ َﻰ‬
ِ ‫ﺷﻴ َﺎﻃ ِﻴ‬

“Sungguh, aku benar-benar melihat setan dari kalangan jin dan manusia lari dari ‘Umar” 3.

Demikian juga beliau bersabda,

‫ﺠﺎ إ ﻻ ﺳﻠ ﻚ ﻓ ﺠﺎ ﻏﻴ ﺮ ﻓ ﺠ ﻚ‬
ّ ‫وا ﻟ ـ ﺬ ي ﻧ ﻔ ﺴ ﻲ ﺑ ﻴ ﺪ ه ﻣ ﺎ ﻟ ﻘ ﻴ ﻚ ا ﻟ ﺸ ﻴ ﻄ ﺎ ن ﺳ ﺎ ﻟ ﻜ ﺎ ﻓ‬

“Demi yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah setan menjumpaimu ketika menempuh satu jalan,
kecuali pasti mengambil jalan lain yang tidak engkau lalui”4.

Demikian juga riwayat bahwa setan tidak jadi masuk masjid karena takut kepada seorang
alim yang sedang tidur.

Jadi mulai sekarang tidak perlu takut berlebihan jika lewat kuburan, tempat angker dan
sebagainya. Kalau takutnya wajar, semisal takut dibegal atau dirampok lewat jalan gelap
dan sepi, maka ini wajar.

2/3
Baca juga artikel: “Takut Lewat Kuburan”
***

@Laboratorium RS Manambai, Sumbawa Besar – Sabalong Samalewa

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

1. Taisir Karimirahman hal. 463, Muassasah Risalah, cet, I, 1420 H, Asy Syamilah ↩
2. Tafsir Ibni Katsir 5/97, Darut Thayyibah, cet ke-II, 1420 H, Asy Syamilah ↩
3. HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh beliau ↩
4. HR.Bukhari ↩

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik
disini. Jazakallahu khaira

3/3