Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH TEORI PASAR MODAL

PERATURAN KEANGGOTAAN

Mata Kuliah : Teori Pasar Modal

Dosen : Dr. Gerianta Wirawan Yasa, SE., M.Si.

Disusun Oleh :

Kelompok III

Luh Putu Mita Widiantini (1707531105)

I Dewa Ayu Adnyaswari (1707531115)

I Nyoman Abie Kumala Surya (1707531119)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI (REGULER)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan
karunia dan Rahmat-Nya yang berupa kesehatan, sehingga makalah yang berjudul “Peraturan
Keanggotaan” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun sebagai tugas kelompok mata kuliah teori pasar modal. Kami
berusaha menyusun makalah ini dengan segala kemampuan, namun kami menyadari bahwa
makalah ini masih banyak memiliki kekurangan baik dari segi penulisan maupun penyusunan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati
demi perbaikan makalah selanjutnnya.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahui mengenai materi peraturan
keanggotaan bagi kami dan bermanfaat bagi para pembacanya. Kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan. Atas perhatian dan kesempatan yang
diberikan untuk membuat makalah ini kami ucapkan terima kasih.

Jimbaran, 2 Maret 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penulisan

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana perizinan keanggotaan bursa ?
2. Apa yang dimaksud dengan IT officer remote trading (RT) AB ?
3. Bagaimana perizinan fasilitas online anggota bursa ?
4. Bagaimana perizinan anggota bursa kontrak berjangka dan opsi ?
5. Apa saja kewajiban pelaporan anggota bursa ?
6. Apa saja pemeriksaan anggota bursa ?
7. Apa yang dimaksud dengan sanksi ?
8. Apa yang dimaksud dengan suspense anggota bursa ?
9. Bagaimana pencabutan persetujuan keanggotaan bursa ?
10. Apa yang dimaksud dengan keanggotaan marjin dan short selling ?
11. Bagaimana pelelangan dan pembelian kembali saham bursa ?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui proses perizinan keanggotaan bursa.
2. Untuk mengetahui pengertian IT officer remote trading (RT) AB.
3. Untuk mengetahui proses perizinan fasilitas online anggota bursa.
4. Untuk mengetahui proses perizinan anggota bursa kontrak berjangka dan opsi.
5. Untuk mengetahui kewajiban pelaporan anggota bursa.
6. Untuk mengetahui pemeriksaan anggota bursa.
7. Untuk mengetahui pengertian dari sanski.
8. Untuk mengetahui suspense anggota bursa.
9. Untuk mengetahui proses pencabutan persetujuan keanggotaan bursa.
10. Untuk mengetahui keanggotaan marjin dan short selling.
11. Untuk mengetahui proses pelelangan dan pembelian kembali saham bursa.

4
1.4 Manfaat Penulisan

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PERIZINAN KEANGGOTAAN BURSA


Perusahaan Efek yang telah memeperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
tidak serta merta dapat langsung melakukan perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia
(Bursa), melainkan harus menjadi Anggota Bursa Efek Indonesia (AB) dan Anggota Kliring
KPEI (AK) serta Partisipan KSEI (Partisipan) terlebih dahulu. Dalam Undang Undang No.8
tahun 1995 tentang Pasar Modal disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Anggota Bursa
Efek adalah Perantara Pedagang Efek dan atau Pihak lain yang telah memperoleh izin usaha
dari OJK dan mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan atau sarana Bursa Efek
sesuai dengan peraturan Bursa Efek.
Bursa Efek Indonesia telah mengatur persyaratan dan prosedur untuk dapat menjadi AB
melalui Peraturan Bursa nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa, antara lain yaitu:
1. Memiliki saham Bursa;
2. Memiliki calon IT Officer RT;
3. Memiliki Dewan Komisaris dan Direksi sesuai peraturan OJK;
4. Memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) sesuai dengan Peraturan OJK
nomor V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan;
5. Memiliki bagian atau fungsi sesuai dengan Peraturan OJK nomor V.D.3 tentang
Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai
Perantara Pedagang Efek;
6. Memiliki Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah;
7. Memiliki rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang;
8. Memiliki sistem pengendalian risiko yang handal;
9. Memiliki Brokerage Office System (BOFIS) yang mendukung pelaksanaan Remote
Trading;
10. Memiliki sarana dan prasarana, seperti:
a) perangkat Remote Trading Anggota Bursa Efek dan BCP Remote Trading Anggota
Bursa Efek;
b) ruangan untuk menyimpan server dan ketentuan bagi pihak yang diberikan
kewenangan untuk memasuki ruangan tersebut;

6
c) prosedur operasi standar pengoperasian Perangkat Remote Trading dan BCP Remote
Trading.
11. Memiliki Perjanjian Pembukaan Rekening Efek dengan nasabah;
12. Memiliki hasil review atas kesiapan sistem Remote Trading dari Independent Reviewer
atau pernyataan dari pihak Mediator apabila sistem Remote Trading menggunakan jasa
Mediator;
13. Memiliki prosedur penyimpanan data transaksi dan catatan kejadian (log file), data base
nasabah, data base transaksi (daftar order termasuk perubahan-perubahannya beserta
catatan waktu kejadian) yang dilakukan secara elektronik. Penyimpanan data transaksi
dan catatan kejadian (log file) dilakukan selama 5 (lima) tahun;
14. Dalam hal calon Anggota Bursa Efek yang tidak dapat menyediakan sendiri sistem
Remote Trading (Anggota Bursa Efek Koneksi Tidak Langsung), maka harus
menggunakan jasa Mediator Remote Trading yang telah menandatangani kontrak
penyediaan sarana dan prasarana dengan Bursa.
Prosedur untuk menjadi AB dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada
Bursa disertai dengan dokumen pendukung (persyaratan) dan selanjutnya Bursa melakukan
evaluasi dan pemeriksaan atas kelengkapan dan isi dokumen sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan Bursa dan kesiapan operasional AB (termasuk sistem Remote Trading, BOFIS
dan BCP). Apabila calon AB tersebut telah memenuhi persyaratan dan siap operasional
maka dalam waktu maksimum 10 Hari Bursa, Bursa akan menerbitkan Surat Persetujuan
Anggota Bursa (SPAB). Bursa menetapkan kewajiban-kewajiban kepada AB baik berupa
tindakan maupun pelaporan, yaitu:
1. Melakukan kegiatan perdagangan Efek di Bursa pada setiap Hari Bursa secara aktif
sebagaimana layaknya suatu Perusahaan Efek;
2. Membayar biaya transaksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa;
3. Melakukan pemantauan terhadap aktivitas perdagangan Efek baik untuk kepentingan
nasabah maupun untuk kepentingan sendiri;
4. Melaporkan segera kepada Bursa apabila dari hasil pemantauan yang dilakukan terdapat
indikasi adanya transaksi perdagangan Efek yang tidak wajar;
5. Secara terus menerus menjaga kondisi perusahaan agar tetap memenuhi persyaratan
sebagai Anggota Bursa Efek, termasuk menjaga kondisi perusahaan agar selalu layak

7
operasional, dan memenuhi batasan MKBD sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK
Nomor V.D.5. Tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan;
6. Menyampaikan laporan kepada Bursa sesuai dengan peraturan Bursa nomor III-D
tentang Pelaporan Anggota Bursa Efek Dan Dealer Partisipan.

2.2 IT OFFICER REMOTE TRADING (RT) AB


Bursa Efek Indonesia menetapkan agar setiap AB memiliki IT Officer RT yang
didaftarkan di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor III-A tentang
Keanggotaan Bursa untuk memudahkan koordinasi AB dengan Bursa apabila terdapat hal-
hal yang memerlukan tindak lanjut atas sistem Remote Trading, BCP maupun BOFIS AB,
misalnya terkait dengan pengembangan sistem, pengujian dan permasalahan-permasalahan
sistem AB yang memerlukan koordinasi dengan Bursa untuk penyelesaiannya. IT Officer
RT bertanggung jawab untuk menjaga kesiapan dan kelancaran operasional Perangkat
Remote Trading Anggota Bursa Efek. Persyaratan IT Officer RT yang dapat didaftarkan di
Bursa:
a. Memiliki pendidikan sekurang-kurangnya Diploma III (D-III) di bidang Teknologi
Informasi dan atau keahlian di bidang Teknologi Informasi;
b. Memiliki pengalaman kerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun di bidang Teknologi
Informasi; dan
c. Memahami dan mematuhi Peraturan Bursa serta menguasai Teknologi Informasi.
Prosedur untuk pendaftaran IT Officer RT dimulai dengan penyampaian permohonan
AB kepada Bursa disertai dengan dokumen pendukung (persyaratan) selanjutnya Bursa
akan melakukan penelaahan dokumen dan dalam waktu paling lambat 3 Hari Bursa sejak
diterimanya dokumen secara lengkap dan calon IT Officer yang didaftarkan memenuhi
persyaratan maka Bursa akan menerbitkan surat persetujuan pendaftaran IT Officer RT.

2.3 PERIZINAN FASILITAS ONLINE ANGGOTA BURSA


AB yang akan mengembangkan dan memberikan fasilitas penyampaian pesanan secara
langsung (online) untuk nasabahnya, wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari
Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa.
Untuk itu Bursa menetapkan persyaratan bagi AB, yaitu:
a. Menandatangani Perjanjian Pembukaan Rekening Efek dengan nasabah.

8
b. Memiliki prosedur baku kelangsungan operasi Fasilitas Penyampaian Pesanan Secara
Langsung bagi Nasabah.
c. Memiliki redundant link Remote Trading ke Bursa dengan mekanisme automatic
switching.
d. Memiliki sistem dan database manajemen risiko yang digunakan untuk menjalankan
pemantauan dan pengelolaan risiko.
e. Memiliki pelaksana (pejabat) yang bertugas melakukan pemantauan dan pengelolaan
risiko serta memiliki otorisasi penuh terhadap sistem manajemen risiko yang
berkedudukan di Indonesia.
f. Memiliki prosedur penanganan dan penyelesaian serta petugas khusus yang membantu
nasabah dalam melakukan hal-hal yang terkait dengan instruksi nasabah dan kendala
sistem dalam Penyampaian Pesanan Secara Langsung bagi Nasabah.
g. Memiliki sistem pengawasan dan petugas yang dapat mengawasi pola transaksi nasabah
di luar kewajaran;
h. Memiliki atau dapat menyediakan catu daya alternatif untuk mengantisipasi putusnya
pasokan listrik;
i. Memiliki prosedur pemeliharaan terhadap sistem Fasilitas Penyampaian Pesanan Secara
Langsung bagi Nasabah.
j. Memiliki sistem pengamanan (security system) yang teruji, dibuktikan dengan hasil
review yang dilakukan oleh Independent Reviewer sesuai ruang lingkup yang
ditetapkan oleh Bursa.
k. Memiliki sistem pengaturan mengenai tatacara konfirmasi transaksi dan sistem
pelaporan rekening Efek nasabah yang setiap saat dapat disajikan jika diperlukan oleh
nasabah.
l. Pernyataan secara tertulis kepada Bursa bahwa Anggota Bursa Efek bertanggung jawab
atas seluruh pesanan jual dan atau beli dan transaksi yang terjadi melalui Fasilitas
Penyampaian Pesanan Secara Langsung bagi Nasabah.
m. Memiliki prosedur untuk menjamin bahwa transaksi bersifat nirsangkal (non
repudiation) oleh nasabah.
n. Menunjuk Independent Reviewer.

9
o. Memiliki rancangan kontrak dengan nasabah yang mengatur tata cara perdagangan
melalui Fasilitas Penyampaian Pesanan Secara Langsung bagi Nasabah, yang sekurang-
kurangnya memuat:
1) Persetujuan nasabah terhadap hal-hal sebagai berikut:
a) Cara kerja sistem serta catatan elektronik yang dihasilkan oleh sistem anggota
bursa efek sebagai bukti aktivitas yang dilakukan nasabah.
b) Persyaratan dan mekanisme perdagangan melalui fasilitas penyampaian pesanan
secara langsung bagi nasabah yang ditetapkan oleh anggota bursa efek.
c) Kebenaran dan keabsahan data pesanan yang disampaikan atau ditujukan kepada
anggota bursa efek.
d) Pesanan yang diterima melalui fasilitas penyampaian pesanan secara langsung
merupakan satu-satunya bukti yang sah dan mengikat nasabah dan anggota
bursa efek.
e) Menyepakati bahwa transaksi bersifat nirsangkal (non repudiation).
2) Tanggung jawab nasabah untuk menjaga kerahasiaan user-id dan atau password.
3) Kesepakatan dan prosedur penyelesaian dalam hal terjadi penyalahgunaan user-id
dan password.
Prosedur untuk menjadi AB yang menyediakan fasilitas online bagi nasabah dimulai
dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa disertai dengan dokumen pendukung
(persyaratan) selanjutnya Bursa akan melakukan penelaahan dokumen selama paling lama
5 Hari Bursa dan dalam waktu paling lambat 5 Hari Bursa sejak diterimanya dokumen
secara lengkap. Maka apabila AB memenuhi persyaratan Bursa akan menyampaikan jadwal
pengujian teknis (sistem) online AB. Independent Reviewer yang ditunjuk oleh AB wajib
menyampaikan laporan hasil review mengenai kesiapan operasional sistem AB termasuk
sistem pengamanan (security system) sesuai ruang lingkup yang ditetapkan oleh Bursa.
AB dapat melakukan intervensi terhadap pesanan nasabah tersebut, apabila pesanan
nasabah tersebut dapat mengakibatkan:
a. terlampauinya batas transaksi (trading limit) nasabah;
b. sistem perdagangan Efek di Bursa dan atau Anggota Bursa Efek tidak berfungsi
sebagaimana mestinya.
Untuk dapat melakukan intervensi sebagaimana diatas, AB harus memiliki prosedur
intervensi dan parameter trading limit.

10
2.4 PERIJINAN ANGGOTA BURSA KONTRAK BERJANGKA DAN OPSI
Dalam Peraturan Bursa Nomor III-B tentang Anggota Bursa Yang Dapat
Memperdagangkan Kontrak Berjangka dan Opsi, agar dapat mengajukan permohonan
persetujuan memperdagangkan Kontrak Berjangka dan Opsi, Bursa menetapkan
persyaratan antara lain sebagai berikut:
a. Memiliki Brokerage Office System, pengendalian risiko dan Business Continuity Plan
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa dan
ketentuan Bursa lainnya, yang mengakomodasi perdagangan Kontrak Berjangka dan
Opsi.
b. Memiliki kebijakan khusus dalam rangka pengendalian risiko untuk memperdagangkan
Kontrak Berjangka dan Opsi.
c. Memiliki prosedur penyimpanan data transaksi Kontrak Berjangka dan Opsi, catatan
kejadian (log file), database nasabah, database transaksi (daftar order termasuk
perubahan-perubahannya beserta catatan waktu kejadian) yang dilakukan secara
elektronik
d. Memiliki Prosedur Operasi Standar terkait dengan tatacara perdagangan Kontrak
Berjangka dan Opsi.
e. Memiliki Prosedur Operasi Standar mengenai kriteria nasabah yang dapat
memperdagangkan Kontrak Berjangka dan Opsi.
f. Memiliki perjanjian pembukaan rekening Kontrak Berjangka dan Opsi dengan nasabah
g. memiliki hasil review dari auditor teknologi informasi profesional atau hasil review
dengan mekanisme Control Self Assessment (CSA) atas kesiapan sistem Remote
Trading Anggota Bursa Efek yang telah mengakomodasi perdagangan Kontrak
Berjangka dan Opsi, yang sekurang-kurangnya meliputi:
1. kriteria fungsional (aplikasi);
2. kriteria non fungsional;
3. kesiapan operasional;
4. kesesuaian terhadap Order Routing Interface (ORI); dan
5. kesesuaian terhadap Quote Routing Interface (QRI).
h. Bagi AB yang menggunakan jasa Mediator Remote Trading, wajib:

11
1. Memiliki perjanjian dengan Mediator Remote Trading yang menyediakan jasa
Mediator Remote Trading untuk perdagangan Kontrak Berjangka dan Opsi; dan
2. Memiliki surat pernyataan dari Mediator Remote Trading atas kesiapan sistem
Remote Trading Anggota Bursa Efek yang telah mengakomodasi perdagangan
Kontrak Berjangka dan Opsi.
Prosedur untuk menjadi AB yang dapat memperdagngkan Kontrak Berjangka dan Opsi
dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa disertai dengan dokumen
pendukung (persyaratan) selanjutnya Bursa akan melakukan evaluasi dokumen dan
pemeriksaan kesiapan operasional dalam waktu paling lama 10 Hari Bursa dan dalam waktu
paling lambat 5 Hari Bursa sejak selesainya pemeriksaan, apabila AB memenuhi persyaratan
maka Bursa akan menerbitkan surat persetujuan memperdagangkan Kontrak Berjangka dan
Opsi. Anggota Bursa yang telah memperoleh surat persetujuan memperdagangkan Kontrak
Berjangka dan Opsi dapat bertindak sebagai Liquidity Provider. Persyaratan dan prosedur
serta kewajiban Liquidity Provider diatur dalam peraturan Bursa.

2.5 KEWAJIBAN PELAPORAN ANGGOTA BURSA


Sesuai dengan Peraturan Bursa nomor III-D tentang Kewajiban Pelaporan Anggota Bursa
Efek dan Dealer Partisipan sebagaimana dijelaskan dibawah ini. AB wajib menyampaikan
laporan berkala kepada Bursa, yang meliputi:
a. Laporan tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan.
b. Laporan kegiatan transaksi harian atas Efek Bersifat Ekuitas yang memuat informasi
mengenai:
1. Transaksi untuk kepentingan nasabah baik nasabah lokal maupun nasabah asing;
2. Transaksi untuk kepentingan Anggota Bursa Efek;
3. Transaksi nasabah dengan pembiayaan dari Anggota Bursa Efek (Transaksi Marjin
dan atau Transaksi Short Selling);
4. Transaksi nasabah tanpa pembiayaan dari Anggota Bursa Efek.
c. Laporan posisi portofolio harian nasabah dan Anggota Bursa Efek
d. Laporan bulanan kegiatan usaha Anggota Bursa Efek tentang Kewajiban Penyampaian
Laporan Berkala Oleh Perusahaan Efek, selambat-lambatnya pada Hari Bursa ke-12
bulan berikutnya.
e. Laporan pemeriksaan atas perhitungan MKBD dengan mengambil sampel sekurang-
kurangnya 25 Hari Bursa secara acak selama satu tahun buku yang diperiksa dan
12
memberikan pendapat bahwa MKBD telah didasarkan atas informasi yang benar dan
dihitung serta dilaporkan dengan cara yang benar
f. Laporan Keuangan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Triwulan I dan Triwulan III unaudited selambat-lambatnya pada
akhir bulan pertama setelah tanggal Laporan Keuangan Triwulan dimaksud.
2. Laporan Keuangan Tengah Tahunan, dilakukan sebagai berikut:
a. Laporan Keuangan yang tidak disertai laporan Akuntan, disampaikan selambat-
lambatnya pada akhir bulan pertama setelah tanggal Laporan Keuangan Tengah
Tahunan dimaksud;
b. Laporan Keuangan yang disertai laporan Akuntan, dalam rangka penelaahan
terbatas, disampaikan selambat-lambatnya pada akhir bulan ke-2 setelah tanggal
Laporan Keuangan Tengah Tahunan dimaksud; atau
c. Laporan Keuangan yang disertai laporan Akuntan yang memberikan pendapat
tentang kewajaran Laporan Keuangan secara keseluruhan, disampaikan
selambat-lambatnya pada akhir bulan ke-3 setelah tanggal Laporan Keuangan
Tengah Tahunan dimaksud.
g. Laporan Keuangan Tahunan dalam bentuk Laporan Keuangan audited, selambat-
lambatnya pada akhir bulan ke-3 setelah tanggal Laporan Keuangan Tahunan.
h. Laporan MKBD tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan.
i. Laporan kegiatan transaksi harian dan laporan posisi portofolio harian nasabah wajib
disampaikan oleh Anggota Bursa Efek kepada Bursa selambat-lambatnya sesuai dengan
batas waktu penyampaian laporan MKBD.
j. Laporan Akuntan atas MKBD tahunan wajib disampaikan kepada Bursa dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. MKBD tahunan disampaikan bersamaan dengan penyampaian Laporan Keuangan
Tahunan.
2. Pemeriksaan atas perhitungan MKBD tahunan dilakukan oleh Akuntan yang
memeriksa Laporan Keuangan Tahunan Anggota Bursa Efek.
k. Laporan Keuangan wajib disusun dan disajikan meliputi komponen-komponen sebagai
berikut:
1. Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode;
2. Laporan laba rugi komprehensif selama periode;

13
3. Laporan perubahan ekuitas selama periode;
4. Laporan arus kas selama periode;
5. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan
informasi penjelasan lain; dan
6. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika
Perusahaan Efek menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika melakukan
reklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan.
l. Laporan Keuangan AB wajib memiliki kualitas pengungkapan yang setara dengan
pengungkapan yang terdapat pada Laporan Keuangan audited terakhir.
m. Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan wajib
disampaikan ke Bursa sekurang-kurangnya eksemplar dalam bentuk asli yang
ditandatangani oleh semua anggota direksi dan salah satu anggota Dewan Komisaris.

n. Penyampaian Laporan Keuangan Triwulanan, Tengah Tahunan dan Tahunan bagi


Anggota Bursa Efek yang merupakan Perusahaan Tercatat di Bursa
Selain terkait Laporan diatas, AB wajib menyampaikan laporan ke Bursa, selambat-
lambatnya 5 Hari Bursa terhitung sejak :
a. Terjadinya perubahan daftar khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
b. Terjadinya hubungan Afiliasi atau perubahan hubungan Afiliasi dari anggota Direksi atau
anggota Dewan Komisaris Anggota Bursa Efek, atau Pemegang Saham Pengendali, atau
Pemegang Saham Pengendali dari pemegang saham Anggota Bursa Efek apabila
pemegang saham dimaksud merupakan badan hukum sesuai dengan format yang
ditetapkan Bursa;
c. Terjadinya penambahan atau pengurangan karyawan yang mempunyai izin orang
perseorangan dari Bapepam dan LK sebagai Wakil Perusahaan Efek, yang sesuai dengan
format yang ditetapkan Bursa;
d. Terjadinya perubahan yang berkaitan dengan perusahaan, termasuk tetapi tidak terbatas
pada perubahan:
1. Struktur permodalan;
2. Pemegang saham;
3. Anggota Direksi dan atau anggota Dewan Komisaris;

14
4. Struktur organisasi;
5. Nama dan alamat perusahaan.
Dalam hal AB melakukan perubahan Anggaran Dasar perusahaan, maka AB yang
bersangkutan wajib menyampaikan laporan ke Bursa selambat-lambatnya 7 hari terhitung
sejak diperolehnya bukti persetujuan atau bukti penerimaan pemberitahuan perubahan
Anggaran Dasar dari instansi yang berwenang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sesuai dengan format yang ditentukan Bursa.

Anggota Bursa Efek wajib menyampaikan laporan kepada Bursa pada Hari Bursa
berikutnya setelah dilakukannya transaksi di Luar Bursa atas:
a. Transaksi REPO/Reverse REPO dan SLB atas Efek Bersifat Ekuitas.
b. Transaksi atas Efek Bersifat Utang, Sukuk dan Efek Beragun Aset yang tercatat di
Bursa.
Pelaporan kepada Bursa juga diwajibkan apabila AB mengalami permasalahan yang
mengakibatkan salah satu atau beberapa fungsi AB tidak dapat beroperasi sebagaimana
mestinya. AB wajib menyampaikan laporan kepada Bursa dengan tembusan ke OJK dengan
batas waktu penyampaian dan isi laporan sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor
V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha
sebagai Perantara Pedagang Efek.
Apabila AB menyerahkan pelaksanaan fungsi pemasaran, pembukuan, fungsi
Kustodian, dan atau fungsi teknologi informasi kepada Pihak lain (outsourcing)
sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.3 tentang
Pengendalian Internal Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Perantara
Pedagang Efek, maka AB wajib melaporkan secara tertulis kepada Bursa mengenai hal-hal
sebagai berikut:
a. Implementasi penyerahan pelaksanaan fungsi tersebut kepada Pihak lain (outsourcing),
selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa setelah implementasi.
b. Terjadinya permasalahan sehingga fungsi outsourcing tersebut tidak dapat beroperasi
sebagaimana mestinya, selambat-lambatnya pada Hari Bursa berikutnya setelah
terjadinya permasalahan.

c. Pengakhiran penyerahan pelaksanaan fungsi kepada Pihak lain (outsourcing), selambat-


lambatnya pada Hari Bursa berikutnya setelah terjadinya pengakhiran penyerahan

15
pelaksanaan fungsi tersebut.
Laporan oleh AB wajib disampaikan kepada Bursa dalam bentuk dokumen tercetak dan
atau dokumen elektronik (softcopy) sesuai dengan ketentuan Bursa. Apabila batas waktu
penyampaian laporan jatuh pada hari libur maka AB wajib menyampaikan laporan
dimaksud selambat-lambatnya pada Hari Bursa terakhir sebelum hari libur tersebut.

2.6 PEMERIKSAAN ANGGOTA BURSA


Bursa berwenang melakukan pengawasan terhadap AB yang dapat dilakukan dengan cara
Pemeriksaan terhadap AB. Pemeriksaan berkala bertujuan untuk memastikan kesesuaian
pelaksanaan kegiatan Anggota Bursa Efek dengan Peraturan OJK dan Peraturan Bursa.
Sedangkan pemeriksaan sewaktu-waktu dilakukan Bursa bertujuan antara lain sebagai
berikut:
a. Untuk aktivasi Anggota Bursa Efek yang mengalami suspensi;
b. Pemeriksaan atas terjadinya dispute dan atau potensi dispute antara Anggota Bursa Efek
dengan nasabah atau antar Anggota Bursa Efek;
c. Hasil monitoring terkait kegiatan Anggota Bursa Efek;
d. Pemeriksaan atas indikasi ketidakwajaran transaksi;
e. Pemeriksaan Anggota Bursa Efek dalam hal gagal memenuhi batas minimal Modal
Kerja Bersih Disesuaikan sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.5
tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan;
f. Pemeriksaan terhadap pemenuhan kembali Modal Kerja Bersih Disesuaikan;
g. Pemeriksaan dalam hal Anggota Bursa Efek mengalami gagal bayar;
h. Pemeriksaan terhadap keamanan rekening Efek nasabah apabila Anggota Bursa Efek
bermaksud mengakhiri kegiatannya sebagai Anggota Bursa Efek.

Adapun pelaksanaan Pemeriksaan dapat dilakukan di Bursa atau di lokasi Anggota Bursa
Efek.
Dalam hal Pemeriksaan dilakukan di lokasi AB, maka Pemeriksaan tersebut dilakukan
setelah memenuhi tata cara sebagai berikut:
a. Pemeriksaan dilakukan oleh satuan pemeriksa Bursa didasarkan pada Surat Tugas dari
Bursa;
b. Pemeriksaan dilaksanakan sesuai dengan ruang lingkup yang diatur dalam surat tugas.

16
2.7 SANKSI
AB yang melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Bursa dan atau melakukan
perbuatan yang dapat merusak citra Bursa Efek dan atau dapat menghambat perdagangan di
Bursa, dapat dikenakan sanksi oleh Bursa sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor III-F tentang
Sanksi. Dalam hal Bursa menemukan adanya indikasi pelanggaran pada umumnya dilakukan
oleh Direktur, IT Officer RT dan atau pegawai Anggota Bursa Efek, maka Bursa melaporkan
hal tersebut kepada OJK. Apabila pelanggaran yang dilakukan oleh Direktur, IT Officer RT
dan atau pegawai AB mengakibatkan tidak terpenuhinya persyaratan sebagai AB, maka
Bursa dapat mengenakan sanksi kepada AB tersebut.
Bursa dapat mengenakan sanksi terhadap AB apabila AB melanggar peraturan Bursa.
Jenis sanksi yang dikenakan oleh Bursa terhadap pelanggaran Peraturan Bursa adalah
sebagai berikut:
a. Teguran tertulis;
b. Peringatan tertulis;
c. Denda sebanyak-banyaknya Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah);
d. Larangan sementara melakukan aktivitas perdagangan di Bursa (Suspensi) bagi
Anggota Bursa Efek;
e. Pencabutan persetujuan memperdagangkan Efek tertentu;
f. Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa Efek.

Dalam hal AB dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka pembayaran denda tersebut
harus telah efektif di rekening Bursa selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kalender
terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa. Apabila AB tidak membayar denda
dalam jangka waktu tersebut di atas, maka AB yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi
suspensi. AB dapat mengajukan keberatan kepada Bursa atas sanksi yang dikenakan oleh
Bursa dalam jangka waktu paling lambat 10 Hari Bursa setelah Bursa mengenakan sanksi.
Pengajuan keberatan oleh AB tidak mengakibatkan penundaan pengenaan sanksi oleh Bursa
kepada AB yang bersangkutan dan AB tetap memenuhi kewajibannya kepada Bursa
termasuk kewajiban pembayaran denda. Dalam hal AB mengajukan keberatan maka:
a. Apabila Bursa menerima keberatan tersebut maka Bursa akan mengubah atau mencabut
sanksi yang dikenakan kepada Anggota Bursa Efek yang bersangkutan.
b. Apabila Bursa menolak keberatan yang diajukan oleh Anggota Bursa Efek tersebut,

17
maka Anggota Bursa Efek dapat mengajukan keberatan kepada OJK dengan
menyampaikan tembusan kepada Bursa.
c. Apabila dalam jangka waktu paling lambat 10 (sepuluh) Hari Bursa setelah Bursa
mengenakan sanksi dan AB tidak mengajukan keberatan, maka AB dianggap menerima
pengenaan sanksi yang dilakukan oleh Bursa.
d. Apabila pengajuan keberatan kepada OJK dan dikabulkan oleh OJK dengan
membatalkan atau mengubah keputusan Bursa, maka berlaku ketentuan sebagai berikut:
1. AB wajib menyampaikan laporan kepada Bursa mengenai keputusan OJK yang
menerima permohonan keberatan yang diajukan oleh AB.

2. Bursa mencabut atau memperbaiki sanksi yang dikenakan kepada AB tersebut


sesuai dengan keputusan OJK;
3. Segala tindakan yang telah dilakukan Bursa berkenaan dengan pengenaan sanksi
kepada AB tetap sah dan mengikat sejak dikenakannya sanksi tersebut oleh Bursa
sampai dengan tanggal diterimanya informasi dari AB;
4. Bursa mengumumkan melalui Pengumuman Bursa mengenai penerimaan
permohonan keberatan oleh OJK serta pencabutan atau perbaikan sanksi yang telah
dikenakan kepada AB yang bersangkutan.

2.8 SUSPENSI ANGGOTA BURSA


Dalam rangka menjaga terselenggaranya perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien,
Bursa dapat Bursa dapat melakukan Suspensi terhadap AB berdasarkan:
a. Permintaan Anggota Bursa Efek yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Permohonan Suspensi harus diajukan selambat-lambatnya 20 Hari Bursa sebelum
tanggal efektif Suspensi yang diminta oleh AB yang bersangkutan;
2. Bursa memberikan konfirmasi menyetujui atau menolak permohonan Suspensi atas
permintaan sendiri selambat-lambatnya 3 Hari Bursa setelah diterimanya
permohonan Suspensi tersebut.
b. Sanksi yang dikenakan oleh Bursa apabila AB dalam kondisi:
1. Brokerage Office System tidak lagi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan
dalam Peraturan Nomor III-A Tentang Keanggotaan Bursa;
2. Tidak lagi mempunyai sarana dan prasarana Perangkat Remote Trading Anggota
Bursa Efek;
3. Modal sendiri (ekuitas) negatif berdasarkan laporan keuangan tahunan, laporan
18
keuangan tengah tahunan atau laporan keuangan triwulanan;
4. Laporan Keuangan Auditan tahunan mendapat opini adverse atau disclaimer;
5. Hal-hal lain yang menurut pertimbangan Bursa dapat dikenakan sanksi Suspensi.
6. Tidak menyampaikan laporan MKBD sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bursa
Nomor III-D tentang Pelaporan Anggota Bursa Efek dan Dealer Partisipan
c. Adanya perintah dari OJK untuk melakukan Suspensi atau OJK mengenakan sanksi
pembekuan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek terhadap AB atau
mengenakan pembatasan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek terhadap AB;
atau menghentikan sementara kegiatan usaha Perantara Pedagang Efek terhadap AB.

Selain hal diatas Bursa dapat mengenakan suspensi kepada AB apabila AB dinyatakan
gagal bayar oleh KPEI atau AB diajukan pailit oleh OJK. Sanksi Suspensi dilakukan oleh
Bursa selambat-lambatnya 1 Hari Bursa setelah Bursa mengetahui terjadinya kondisi yang
menyebabkan suspensi dan berlaku sesuai waktu yang ditetapkan oleh Bursa. Apabila Bursa
mengenakan sanksi Suspensi atau pencabutan atas Surat Persetujuan Keanggotaan Bursa
(SPAB), maka AB yang bersangkutan tidak dapat memperdagangkan seluruh Efek di Bursa;

Apabila Bursa mengenakan sanksi Suspensi atau pencabutan atas Persetujuan


Memperdagangkan Efek Derivatif dan atau Efek Bersifat Utang, Sukuk dan Efek Beragun
Aset Arus Kas Tetap, maka AB yang bersangkutan dapat memperdagangkan Efek lain yang
tidak dikenakan sanksi Suspensi atau pencabutan.
AB yang dikenakan Suspensi wajib memberitahukan kepada seluruh nasabahnya
mengenai Suspensi yang dilakukan oleh Bursa dan dapat membuktikannya kepada Bursa jika
diperlukan. Bursa mengumumkan melalui Pengumuman Bursa mengenai Suspensi dan AB
yang bersangkutan wajib menyelesaikan Transaksi Bursa yang telah dilakukannya sebelum
Suspensi dimaksud dan tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai dengan Peraturan Bursa.

2.9 PENCABUTAN PERSETUJUAN KEANGGOTAAN BURSA

Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa dapat dilakukan karena permintaan AB


yang bersangkutan atau sanksi yang dikenakan oleh Bursa. Bursa dapat mengenakan sanksi
pencabuatan persetujuan keanggotaan Bursa apabila AB mengalami salah satu atau lebih
kondisi sebagai berikut:

19
Selain hal diatas, Bursa mencabut Persetujuan Keanggotaan Bursa apabila AB :

a. Diputuskan pailit oleh Pengadilan dan tidak lagi diajukan upaya hukum lebih lanjut oleh
Anggota Bursa Efek;
b. Dicabut izin usahanya sebagai Perantara Pedagang Efek oleh Bapepam dan LK;
c. RUPS atau berdasarkan penetapan Pengadilan memutuskan pembubaran perusahaan;
d. Sebagai badan hukum tidak lagi beroperasi sebagai Perusahaan Efek akibat melakukan
penggabungan usaha atau peleburan usaha dengan perusahaan lain atau pengambilalihan
oleh Perusahaan lain.

Ketentuan apabila AB mengajukan permohonan pencabuatan keanggotaan Bursa adalah


berikut:

a. Permohonan pencabutan persetujuan keanggotaan Bursa harus diajukan


selambatlambatnya 20 (dua puluh) Hari Bursa sebelum tanggal efektif pencabutan yang
diminta Anggota Bursa Efek yang bersangkutan;
b. Berdasarkan permohonan tersebut diatas, Bursa melakukan pemeriksaan guna
memastikan keamanan rekening Efek nasabah;
c. Pencabutan persetujuan keanggotaan Bursa atas permohonan AB dilakukan oleh Bursa
setelah AB menyelesaikan seluruh rekening Efek nasabah dan kewajiban kepada Pihak
ketiga yang terkait dengan penyelesaian transaksi di Bursa, jika ada.

Dalam hal AB dicabut persetujuan keanggotaan Bursanya, maka:

a. Bursa mengumumkan melalui Pengumuman Bursa mengenai pencabutan persetujuan


keanggotaan Bursa tersebut;
b. Bursa menonaktifkan seluruh User-ID dan Password;
c. Bursa menghentikan seluruh fasilitas yang telah diberikan kepada AB;
d. AB yang dicabut Persetujuan Keanggotaan Bursanya wajib memberitahukan kepada
seluruh nasabahnya mengenai pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursanya.

Bursa melarang Perusahaan Efek yang tidak menjadi Anggota Bursa Efek untuk
mencantumkan kata-kata “Anggota Bursa Efek Indonesia” atau “Member of Indonesia Stock

20
Exchange” pada petunjuk identitas perusahaan dan kegiatan usaha termasuk namun tidak
terbatas pada kop surat, papan nama dan kartu nama Perusahaan Efek.

2.10 KEANGGOTAAN MARJIN DAN SHORT SELLING

Yang dapat melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling adalah AB
yang telah memperoleh persetujuan melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short
Selling dari Bursa. AB dapat memperoleh persetujuan dari Bursa untuk melakukan Transaksi
Marjin dan atau Transaksi Short Selling apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Memiliki ketentuan atau kebijakan internal secara tertulis mengenai Transaksi Marjin dan
atau Transaksi Short Selling dengan memperhatikan Peraturan Bapepam dan LK Nomor
V.D.6 tentang Pembiayaan Transaksi Efek Oleh Perusahaan Efek Bagi Nasabah dan
Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek, yang meliputi antara lain:
2. Kriteria untuk penetapan limit pembiayaan untuk masing- masing nasabah;
3. Batas waktu untuk memberikan kesempatan kepada nasabah untuk menambah jaminan
sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.6 tentang Pembiayaan
Transaksi Efek Oleh Perusahaan Efek Bagi Nasabah dan Transaksi Short Selling oleh
Perusahaan Efek;
4. Batas waktu untuk eksekusi jaminan nasabah sesuai dengan Peraturan Bapepam dan
LK Nomor V.D.6 tentang Pembiayaan Transaksi Efek Oleh Perusahaan Efek Bagi
Nasabah dan Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek;
5. Kriteria Efek yang dapat dibiayai dan dapat dijaminkan, dalam hal AB menetapkan
kriteria yang lebih ketat daripada yang ditetapkan oleh Bursa;
6. Rumusan perhitungan nilai pasar wajar Efek Jaminan dan rumusan haircut (jika AB
menetapkan haircut lebih besar dibandingkan dengan haircut pada perhitungan MKBD
yang ditetapkan dalam Peraturan OJK);
7. Kriteria nasabah yang berhak untuk mendapatkan fasilitas Transaksi Marjin dan atau
Transaksi Short Selling termasuk namun tidak terbatas pada lamanya nasabah yang
bersangkutan membuka rekening Efek reguler;
8. Rasio antara total keseluruhan Exposure Marjin terhadap MKBD;

21
9. Cara penyelesaian pembiayaan apabila Efek Marjin dan atau Efek Short Selling
dikeluarkan dan atau tidak dicantumkan oleh Bursa dalam daftar Efek Marjin, Efek
Short Selling dan atau Efek Jaminan.
b. Memiliki SOP untuk pelaksanaan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling,
yang memuat antara lain:
1. Tata cara penerimaaan calon nasabah Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short
Selling;
2. Pemantauan terhadap limit dan pelaksanaan pembiayaan terhadap setiap nasabah yang
akan melakukan Transaksi Marjin;
3. Pemantauan terhadap Efek Marjin, Efek Short Selling dan atau Efek Jaminan;
4. Pemantauan terhadap pelaksanaan kewajiban untuk melakukan tambahan jaminan
(margin call);
5. Pemantauan terhadap penyelesaian Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling;
6. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan internal terhadap pelaksanaan Transaksi
Marjin dan atau Transaksi Short Selling.
c. Memiliki sistem BOFIS yang telah terintegrasi antara front office dan back office secara
real time yang sekurang-kurangnya dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Memisahkan rekening Efek reguler, Rekening Efek pembiayaan Transaksi Marjin dan
atau Rekening Efek Pembiayaan Transaksi Short Selling untuk setiap nasabah yang
sama;
2. Menghitung rasio pembiayaan Marjin dan atau Selling secara real time sesuai
ketentuan yang berlaku;
3. Memberikan alert terhadap rekening Efek nasabah apabila telah mendekati rasio
kewajiban segera membeli Efek (forced buy);
4. Memberikan alert terhadap rekening Efek nasabah apabila dalam waktu 3 (tiga) hari
setelah permintaan pemenuhan jaminan, nasabah tidak memenuhi permintaan tersebut
guna dilakukan forced sell atau forced buy;
5. Melakukan proses penolakan secara otomatis terhadap pesanan nasabah yang
melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling yang dapat
meningkatkan saldo debit dan atau short apabila rasio pembiayaan dari nasabah
tertentu telah mencapai rasio margin call;

22
6. Melakukan proses blocking secara otomatis terhadap Efek dan atau dana di dalam
Rekening Efek Pembiayaan Transaksi Marjin dan atau Rekening Efek Pembiayaan
Transaksi Short Selling yang menjadi jaminan atas Transaksi Marjin dan atau
Transaksi Short Selling kecuali untuk penyelesaian transaksi rekening itu sendiri;
7. Front office system memiliki tanda short yang dapat disampaikan ke sistem
perdagangan Bursa.
d. Memiliki Bagian Pengawasan Internal secara khusus yang mengawasi operasional
pengendalian risiko terkait pelaksanaan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short
Selling.
e. Memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.3
tentang Pengendalian Intern dan Penyelenggaraan Pembukuan oleh Perusahaan Efek,
khususnya berkaitan dengan ketentuan dana dan Efek nasabah, yaitu:
1. Dana dan atau Efek nasabah tidak boleh digunakan selain untuk kepentingan nasabah
yang bersangkutan atau atas instruksi tertulis dari nasabah tersebut, kecuali untuk
forced sell sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.6.
tentang Pembiayaan Transaksi Efek Oleh Perusahaan Efek Bagi Nasabah dan
Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek;
2. Seluruh nasabah pemilik Rekening Efek di Perusahaan Efek telah dibukakan
subrekening Efek pada KSEI dan seluruh Efek milik nasabah telah disimpan pada
masingmasing sub-rekening Efek secara konsisten;
3. Dana nasabah telah ditempatkan dalam rekening Bank yang terpisah dengan dana
milik Perusahaan Efek dan dilaksanakan secara konsisten.
f. Khusus untuk Anggota Bursa Efek yang melakukan Transaksi Marjin, wajib memiliki
cukup sumber pembiayaan untuk membiayai penyelesaian transaksi pembelian Efek.
g. Khusus untuk Anggota Bursa Efek yang melakukan Transaksi Short Selling, wajib
memiliki perikatan dengan Lembaga Kliring dan Penjaminan, Perusahaan Efek lain, Bank
Kustodian, dan atau Pihak yang disetujui Bapepam dan LK untuk meminjam Efek yang
diperlukan bagi penyelesaian Transaksi Short Selling.

Prosedur untuk menjadi AB yang dapat melakukan transaksi marjin dan atau transaksi
short selling dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa disertai dengan
dokumen pendukung (persyaratan). Bursa melakukan review dan pemeriksaan ke lokasi untuk

23
memastikan bahwa AB memiliki kesiapan sistem operasional dengan sistem manajemen
risiko atas pembiayaan penyelesaian tramsaksi efek bagi nasabah. Apabila hasil pemeriksaan
tidak terdapat hal yang dapat menghalangi AB untuk melakukan Transaksi Marjin atau
Transaksi Short Sellling, maka Bursa mengeluarkan Surat Persetujuan Melakukan Transaksi
Marjin dan atau Transaksi Short Selling.

AB yang telah memperoleh persetujuan menyampaikan laporan harian atas kegiatan


Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling paling lambat pada hari Bursa sesuai
dengan format ditentukan oleh Bursa. Bursa melakukan pemeriksaan terhadap AB yang telah
memperoleh persetujuan Marjin atau Short Selling secara berkala sekurang-kurangnya
dilakukan sekali dalam setahun. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk memastikan
bahwa :

a. AB masih memiliki sistem operasional terutama sistem manajemen risiko yang memadai
untuk dapat melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling.
b. Dalam pelaksanaan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling, Anggota Bursa
Efek yang bersangkutan telah mematuhi seluruh ketentuan mengenai Transaksi Marjin
dan atau Transaksi Short Selling.
c. Anggota Bursa Efek masih memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan Transaksi
Marjin dan atau Transaksi Short Selling sebagaimana di atas.

AB yang telah memperoleh persetujuan dari Bursa untuk melakukan Transaksi Marjin
dan atau Tramsaksi Short Selling, maka pengawasan internal AB wajib melakukan
pemeriksaan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam setahun dengan rentang waktu
pemeriksaan paling cepat 5 (lima) bulan. AB yang telah memperoleh persetujuan melakukan
Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling dilarang untuk melakukan Transaksi
Marjin dan atau Transaksi Short Selling :
a. Untuk kepentingan Direksi, Komisaris, Pemegang Saham Utama dan atau pegawai dari
AB tersebut;
b. Untuk kepentingan 1 (satu) nasabahnya dimana Transaksi Marjin tersebut dapat
mengakibatkan saldo debit dan atau posisi short melebihi 15% (lima belas perseratus)
dari MKBD Anggota Bursa Efek dimaksud;

24
c. Dengan nilai Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling lebih dari 10 (sepuluh)
kali nilai MKBD dari AB yang bersangkutan;
d. Atas Efek yang tidak termasuk dalam daftar Efek Marjin dan atau daftar Efek Short
Selling.

2.11 PELELANGAN DAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM BURSA


Saham Bursa yang dijual secara lelang oleh Bursa terdiri dari 3 (tiga) kategori
sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.A.11 tentang
Pelelangan Saham Bursa Efek, yaitu:
a. Kategori A adalah Saham Bursa yang belum dikeluarkan atau telah dibeli kembali oleh
Bursa.
b. Kategori B adalah Saham Bursa yang dimiliki oleh Pihak yang bukan AB dalam jangka
waktu tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan dan ditawarkan untuk dijual atas permintaan
Pihak dimaksud.
c. Kategori C adalah Saham Bursa yang dimiliki oleh Pihak yang bukan AB lebih dari 12
(dua belas) bulan sejak Pihak tersebut tidak lagi menjadi AB.
Saham Bursa Kategori A dan C hanya dapat dialihkan melalui mekanisme lelang yang
diselenggarakan. Perusahaan Efek yang tidak lagi menjadi AB wajib mengalihkan Saham
Bursa yang dimilikinya kepada Perusahaan Efek lain atau mengajukan permintaan penjualan
Saham Bursa kepada Bursa selambat-lambatnya 12 (dua belas) sejak Persetujuan
Keanggotaan Bursanya dicabut oleh Bursa.
Perusahaan Efek yang akan menerima pengalihan Saha Bursa harus memenuhi
persyaratan sebagai AB dan telah memperoleh surat konfirmasi dari Bursa. Perusahaan Efek
yang dapat memperbaiki kondisi perusahaannya dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan
sejak dicabutnya SPAB sehingga memenuhi persyaratan menjadi AB, maka Perusahaan Efek
tersebut dapat mengajukan permohonan kepada Bursa untuk menjadi AB sesuai dengan
Peraturan Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa.
Saham Bursa beralih menjadi Saham Kategori C, apabila :
a. Saham tersebut tidak berhasil dialihkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak
Pemilik Saham Kategori B tersebut tidak lagi memenuhi syarat menjadi AB; atau

25
b. Perusahaan Efek Pemilik Saham Bursa tidak berhasil memperbaiki kondisi
Perusahaannya.
Bursa tidak menyelenggarakan pelelangan apabila:
a. Jumlah pemegang saham telah mencapai 200 (dua ratus); atau
b. Tidak terdapat calon Peserta Lelang.
Bursa melaporkan kepada Bapepam dan LK mengenai tidak diselenggarakannya
pelelangan oleh Bursa karena kondisi tersebut diatas. Untuk mengikuti pelelangan Saham
Bursa, Pemilik Saham Kategori B menyampaikan permohonan penjualan sahamnyakepada
Bursa selambat-lambatnya 25 (dua puluh lima) hari sebelum pelaksanaan pelelangan sebagai
Harga Pembukaan Lelang Saham Kategori B dan dapat mengubah batasan harga terendah
tersebut selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) hari Bursa sebelum pelaksanaan
pelelangan sepanjang permohonan itu diajukan dalam batas waktu 12 (dua belas) bulan sejak
dicabutnya SPAB dan Pemilik Saham yang bersangkutan.
Berdasarkan konfirmasi Bursa kepada Pemilik Saham Kategori B, Bursa melakukan
pelelangan atas Saham Bursa dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak
Bursa menerima permohonan penjualan saham Kategori B dari Pemilik Saham yang
bersangkutan. Perusahaan Efek yang telah mengajukan permohonan penjualan saham
Kategori B kepada Bursa, dapat mengajukan penundaan pelaksanaan lelang kepada Bursa
selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa sebelum pelaksanaan pelelangan.

Perusahaan Efek yang telah mengajukan permohonan penjualan saham Kategori B


kepada Bursa, dapat mengajukan permohonan penundaan pelaksanaan lelang kepada Bursa
selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa sebelum pelaksanaan pelelangan. Permohonan
penundaan dapat dilakukan sepanjang permohonan diajukan dalam batas waktu 12 (dua belas)
bulan sejak dicabutnya SPAB dan Bursa tetap memperhitungkan berlakunya batas waktu 6
(enam) bulan. Pemilik Saham Bursa yang sahamnya akan dilelang dapat mengajukan
keberatan tertulis atas rencana pelelangan Saham Bursa miliknya kepada OJK dengan
tembusan kepada Bursa paling lambat 15 (lima belas) hari sebelum pelelangan dilaksanakan.

Dalam rangka pelaksanaan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa, maka KPEI dapat
meminta Bursa untuk menjual Saham Bursa milik pemegang Saham Bursa yang telah
diagunkan kepada KPEI sesuai dengan akta pengikatan agunan Saham Bursa dan peraturann

26
yang berlaku, melalui pelelangan Saham Bursa yang dilakukan oleh Bursa. Pihak yang dapat
menjadi Peserta Lelang adalah Perusahaan Efek yang telah memperoleh surat konfirmasi dari
Bursa untuk melakukan pembelian Saham Bursa dan tidak memiliki Saham Bursa.

Saham Bursa yang akan dilelang diumumkan di Bursa dan diberitahukan secara tertulis
oleh Bursa kepada Perusahaan Efek yang memenuhi kondisi tersebut paling lambat 20 (dua
puluh) hari sebelum pelaksanaan pelelangan. Perusahaan Efek yang berminat untuk menjadi
Peserta Lelang wajib mengajukan permohonan tertulis ke Bursa selambat-lambatnya 10
(sepuluh) hari sebelum pelaksanaan pelelangan dengan melampirkan surat konfirmasi dari
Bursa. Calon Peserta Lelang yang telah mendapat jawaban dari Bursa, wajib menyetor uang
jaminan lelang sebesar Rp135.000.000,- (seratus tiga puluh lima juta rupiah) paling lambat 2
(dua) hari Bursa sebelum pelaksanaan pelelangan dan Calon Peserta Lelang tidak
diperkenankan mengikuti pelelangan, apabila uang jaminan lelang belum efekti tersedia di
rekening Bursa pada 2 (dua) hari Bursa sebelum pelaksanaan pelelangan.

Prioritas pelaksanaan pelanggan Saham Bursa dilakukan berdasarkan urutan berikut :

a. Pertama, saham Kategori C sesuai urutan tanggal jatuh tempo;


b. Kedua, saham Kategori B apabila seluruh saham Kategori C telah dilelang;
c. Ketiga, saham Kategori A, apabila semua saham Kategori C dan Kategori B telah selesai
dilelang.

Dalam hal KPEI mengajukan permintaan untuk dilakukannya pelelangan Saham Bursa,
maka pelaksanaan pelelangan Saham Bursa yang dimintakan oleh KPEI tersebut didahulukan
dari pelaksanaan pelelangan Saham Bursa lainnya. KPEI dapat mengajukan penundaan atau
pembatalan proses pelaksanaan pelelangan Saham Bursa yang telah dimintakan oleh KPEI
untuk dijual melalui pelelangan di Bursa, dengan ketetntuan permintaan penundaan atau
pembatalan tersebut harus diterima oleh Bursa sebelum dimulainya pelaksanaan ppelelangan
atas Saham Bursa tersebut.

Bursa menetapkan Harga Pembukaan Lelang dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Untuk saham Kategori A tidak lebih rendah dari harga nominal saham;
b. Untuk saham Kategori B berlaku ketentuan sebagai berikut:

27
1. Sesuai permintaan Pemilik Saham apabila saham tersebut dilelang dalam periode 12
(dua belas) bulan sejak dicabutnya SPAB dari Pemilik Saham.
2. Ditetapkan oleh Bursa dengan tidak lebih rendah dari harga nominal saham apabila
saham tersebut dilelang dalam periode lebih dari 12 (dua belas) bulan sejak dicabutnya
SPAB dari Pemilik Saham dengan tetap memperhitungkan batas waktu 6 (enam) bulan
sejak diajukannya permohonan penjualan saham ke Bursa.
c. Untuk saham Kategori C ditetapkan oleh Bursa dengan tidak lebih rendah dari harga
nominal saham.
Penentuan Harga Lelang Saham Bursa:
a. Untuk Kategori A dilaksanakan pada harga penawaran terbaik dengan ketentuan tidak
lebih rendah dari harga nominal saham;
b. Untuk Kategori B dan Saham Bursa yang diajukan oleh KPEI dilaksanakan pada harga
penawaran terbaik dengan ketentuan tidak lebih rendah dari batasan harga terendah yang
ditetapkan oleh Pemilik Saham;
c. Untuk Kategori C dilaksanakan pada harga penawaran terbaik dengan ketentuan tidak
lebih rendah dari harga nominal saham.

Bursa melaporkan hasil pelaksanaan pelelangan Saham Bursa secara tertulis kepada OJK
dengan tembusan kepada KPEI dan Dewan Komisaris Bursa, sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. Hasil pelelangan Saham Bursa diumumkan di Bursa selambat-lambatnya pada Hari
Bursa berikutnya setelah pelaksanaan pelelangan Saham Bursa. Peserta lelang yang
memenangkan pelelangan wajib membayar Biaya Lelang dan melunasi Harga Lelang setelah
dikurangi uang jaminan lelang.

Peserta lelang yang memenangkan pelanggan wajib menyampaikan ke Bursa bukti


pembayaran Harga Lelang selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa terhitung setelah terjadinya
pelelangan dan Bursa akan menyerahkan pembayaran Harga Lelang yang diterima dari
Peserta Lelang kepada Pemilik Saham yang Saham Bursanya dibeli oleh Peserta Lelang
tersebut, selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa setelah diterimanya pelunasan Harga Lelang
dari Peserta Lelang. Dalam hal Pemilik Saham Kategori B dan Kategori C masih memiliki
kewajiban kepada KPEI dan atau Bursa, maka penyerahan pembayaran Harga Lelang kepada

28
Pemilik Saham Kategori B dan Kategori C dilakukan setelah dikurangi dengan kewajiban
tersebut.

Apabila pembayaran Harga Lelang tidak dilakukan secara penuh (lunas) dalam jangka waktu
yang telah ditetapkan, maka:
a. Pelelangan tersebut menjadi batal;
b. Uang jaminan lelang yang telah disetorkan oleh Peserta Lelang menjadi hak Pemilik
Saham yang Saham Bursanya dibeli oleh Peserta Lelang tersebut setelah dikurangi biaya
administrasi yang dikenakan oleh Bursa sebesar 10% (sepuluh perseratus) dari uang
jaminan lelang;
c. Harga Lelang yang sudah disetorkan ke rekening Bursa akan menjadi milik Bursa; dan
d. Peserta Lelang yang tidak melakukan pelunasan Harga Lelang tidak diperkenankan
mengikuti pelelangan berikutnya.

Bursa akan mengumumkan pembatalan pelelangan dan melaporkan pembatalan tersebut


secara tertulis kepada Bapepam dan LK dengan tembusan kepada Dewan Komisaris Bursa
dan Bursa mengembalikan uang jaminan lelang kepada Peserta Lelang yang tidak
memenangkan pelelangan. Bursa melakukan buy back Saham Bursa pada harga nominal atas
Saham Bursa Kategori B yang tidak berhasil dijual dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak
Bursa menerima permohonan penjualan dari pemilik Saham Kategori B untuk dilakukan buy
back oleh Bursa serta Saham Bursa Kategori C yang tidak berhasil dijual melalui pelelangan
yang dilaksanakan oleh Bursa dalam 6 (enam) kali pelelangan.

Pelaksanaan buy back Saham Bursa dilakukan pada penutupan pelelangan ke-6 (enam)
untuk saham Kategori C atau selambat-lambatnya pada Hari Bursa berikutnya setelah
dilampauinya jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak Bursa menerima permintaan
penjualan dari Pemilik Saham Kategori B. Pelaksanaan buy back Saham Bursa dilakukan oleh
Bursa selambat-lambatnya 5 (lima) Hari Bursa sejak Bursa menerima prmohonan buy back
dari Pemilik Saham tersebut dan paling lambat 10 (sepuluh) Hari Bursa sebelum pelaksanaan
pelelangan Saham Bursa ke-6 (keenam).

Dalam melakukan buy back Saham Bursa, maka pembayaran atas pembelian Saham
Bursa tersebut dilakukan dengan cara penyetoran ke rekening Pemilik Saham Bursa yang

29
bersangkutan. Bursa membuat Berita Acara buy back Saham Bursa, sebanyak 3 (tiga) rangkap
masing-masing 1 (satu) rangkap untuk Pemilik Saham Bursa, 1 (satu) rangkap untuk KPEI
dan 1 (satu) rangkap untuk Bursa dan melaporkan pembelian Saham Bursa ke OJK dengan
tembusan kepada KPEI selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah Bursa melakukan
pembayaran atas nilai Saham Bursa tersebut dengan melampirkan Berita Acara Pembelian.

30
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

3.2 Saran

31
DAFTAR PUSTAKA

32