Anda di halaman 1dari 70

KATSINOV-MeterÒ

PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI (KATSINOV)


IRL (Innovation Readiness Level)
Penjelasan:
IRL-Meter (Innovation Readiness Level - Meter) atau KATSINOV-Meter (Tingkat Kesiapan Inovasi - Meter) adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk
mengukur tingkat kesiapan atau kematangan inovasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan dan/ atau proyek/program/kegiatan. KATSINOV-Meter
menggunakan pendekatan siklus-hidup inovasi, dimana dapat menggambarkan perkembangan inovasi. Kerangka konseptual IRL adalah model 6”C” (Concept,
Component, Completion, Chasm, Competition, Changeover/ Closedown), yang memisahkan secara komprehensif siklus hidup inovasi ke dalam 6 fase (tingkat
kesiapan), dan memberikan arah bagi manajemen dalam melaksanakan proses inovasi dengan memperhatikan 7 aspek kunci (teknologi, pasar, organisasi,
manufaktur, investment, kemitraan dan risiko). Pengukuran IRL sangat penting untuk: 1). menggambarkan perkembangan inovasi; 2). membantu
mengimplementasikan inovasi diatas siklus-hidup yang lebih efektif; 3). mengantisipasi persaingan pasar yang semakin sengit; dan, 4). mengantisipasi langkah
inovasi atau siklus hidup teknologi yang lebih cepat.

No: 18991230 -001


Nama/Judul :
Inovasi
Fokus Bidang :
Nama Proyek :
Nama :
Lembaga/
Perusahaan
Alamat / :
Kontak
Telp / Fax / email:

Tanggal :
Pengukuran Batas Minimum Capaian
IRL
Batas Maksimum Capaian

Keterangan:

T : Aspek Teknologi (T) O : Aspek Organisasi (O) R : Aspek Risiko (R)

M : Aspek Pasar (M) P : Aspek Kemitraan (P)

Mf : Aspek Manufaktur (Mf) I : Aspek Investmant (I)

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


1
KATSINOV 1

S atau % terpenuhinya ► Indikator KATSINOV 1 [ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
[ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
No Aspek 0 1 2 3 4 5 ( 0=tidak terpenuhi; 1=20%; 2=40%; 3=60%; 4=80%; 5=100% atau terpenuhi )
1 T 0 0 0 0 0 0 Ide baru yang memberi solusi permasalahan masyarakat.
2 T 0 0 0 0 0 0 Telah dilakukan pengamatan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi ilmiah.
3 T 0 0 0 0 0 0 Faktor yang membedakan temuan dengan temuan lain dan unsur kebaruan dari sebuah ide atau gagasan telah diidentifikasi.
4 T 0 0 0 0 0 0 Mengidentifikasi tahapan riset dan targetnya.
5 T 0 0 0 0 0 0 Teknologi yang akan dikembangkan telah layak secara ilmiah (scientific feasibility).
6 M 0 0 0 0 0 0 Inovasi dilakukan berdasarkan permintaan dan / atau kebutuhan pelanggan.
7 M 0 0 0 0 0 0 Permintaan dan kebutuhan pelanggan telah diidentifikasi.
8 M 0 0 0 0 0 0 Telah mengidentifikasikan lokasi pasar yang akan dituju.
9 O 0 0 0 0 0 0 Telah memiliki strategi inovasi.
10 O 0 0 0 0 0 0 Lingkup proyek dan tugas telah diidentifikasi.
11 O 0 0 0 0 0 0 Kebutuhan akan sumber daya, dana dan fasilitas penelitian telah dikonfirmasi.
12 O 0 0 0 0 0 0 Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan.
13 Mf 0 0 0 0 0 0 Konsekuensi hasil temuan telah diidentifikasi melalui dasar manufaktur ekonomis.
14 Mf 0 0 0 0 0 0 Teridentifikasi dalam konsep manufaktur secara teknis dan ekonomis.
15 Mf 0 0 0 0 0 0 Tersedia bukti konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium.
16 I 0 0 0 0 0 0 Ide yang dikembangkan memiliki konsep model bisnis.
17 I 0 0 0 0 0 0 Ide yang dikembangkan memiliki hasil analisis pelanggan, pasar, dan pesaing.
18 I 0 0 0 0 0 0 Ide yang dikembangkan telah terbukti memberi solusi bagi pelanggan.
19 P 0 0 0 0 0 0 Telah tersusun strategi membangung jaringan kerja dan kemitraan.
20 P 0 0 0 0 0 0 Mitra potensial telah diidentifikasi.
21 R 0 0 0 0 0 0 Kajian risiko teknologi telah menjadi pertimbangan dalam setiap langkah penelitian.
22 R 0 0 0 0 0 0 Pada tahap penelitian dilakukan penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi.
0 0 0 0 0 0
S 0
% 0.00% TIDAK TERPENUHI

Catatan:

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


2
KATSINOV 2
S atau % terpenuhinya
Indikator KATSINOV 2 [ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]

[ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
No Aspek 0 1 2 3 4 5 ( 0=tidak terpenuhi; 1=20%; 2=40%; 3=60%; 4=80%; 5=100% atau terpenuhi )
1 T 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan validasi terhadap komponen individu dari teknologi.
2 T 0 0 0 0 0 0 Prototipe telah didemonstrasikan dalam lingkungan yang relevan.
3 T 0 0 0 0 0 0 Teknologi dinyatakan layak secara teknis.
4 T 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan pendaftaran kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll).
5 T 0 0 0 0 0 0 Secara teknis mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
6 M 0 0 0 0 0 0 Pelanggan akhir teridentifikasi
7 M 0 0 0 0 0 0 Telah mengeluarkan rencana peluncuran produk baru ke pasar secara rinci.
8 M 0 0 0 0 0 0 Telah memulai kesiapan modal intelektual (intellectual capital).
9 O 0 0 0 0 0 0 Analisis dan rencana bisnis telah dikeluarkan.
10 O 0 0 0 0 0 0 Telah memiliki keterlibatan dengan individu kunci.
11 O 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan persetujuan persyaratan proyek dan daftar mitra proyek.
12 O 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan persetujuan tanggung jawab dan persetujuan batas waktu dalam pengelolaan suatu proyek.
13 Mf 0 0 0 0 0 0 Identifikasi teknologi dan komponen kritikal telah komplit.
14 Mf 0 0 0 0 0 0 Material, perkakas dan alat uji prototipe, maupun keahlian personel telah diperlihatkan oleh sub system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan.

15 I 0 0 0 0 0 0 Keunggulan nilai jual yang dimiliki telah teruji kepada pelanggan.


16 I 0 0 0 0 0 0 Solusi yang ditawarkan kepada pelanggan memunculkan daya tarik yang menguntungkan di pasar.
17 I 0 0 0 0 0 0 Validasi value proposition, channel, segmen pelanggan, model hubungan dengan pelanggan yang ada, dan aliran revenue terbukti telah dilakukan.
18 P 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan penggalian informasi dan seleksi mitra.
19 P 0 0 0 0 0 0 Pola kemitraan dibangun dengan tepat.
20 R 0 0 0 0 0 0 Kajian risiko teknologi telah dilakukan dalam setiap langkah pengembangan teknologi.
21 R 0 0 0 0 0 0 Pada tahap pengembangan teknologi dilakukan penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi.
0 0 0 0 0 0

S 0
% 0.00% TIDAK TERPENUHI

Catatan:

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


3
KATSINOV 3

S atau % terpenuhinya Indikator KATSINOV 3 [ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
[ beri ►
tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
No Aspek 0 1 2 3 4 5 ( 0=tidak terpenuhi; 1=20%; 2=40%; 3=60%; 4=80%; 5=100% atau terpenuhi )
1 T 0 0 0 0 0 0 Sistem aktual teknologi telah didemonstrasikan dalam lingkungan yang sebenarnya.
2 T 0 0 0 0 0 0 Uji eksternal dari teknologi yang dikembangkan telah dilakukan secara lengkap, dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi.
3 T 0 0 0 0 0 0 Telah mendokumentasikan teknologi yang dikembangkan.
4 T 0 0 0 0 0 0 Hasil Inovasi telah diperkenalkan.
5 T 0 0 0 0 0 0 Telah memperoleh Kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll).
6 M 0 0 0 0 0 0 Kebutuhan khusus dan keperluan pelanggan telah diketahui.
7 M 0 0 0 0 0 0 Segmen, ukuran dan pangsa pasar telah diprediksi.
8 M 0 0 0 0 0 0 Produk telah diperkenalkan, dan harganya telah ditetapkan.
9 O 0 0 0 0 0 0 Penetapan organisasi (struktur bisnis dengan staff dan kolaborator).
10 O 0 0 0 0 0 0 Identifikasi beberapa tambahan staff yang dibutuhkan.
11 O 0 0 0 0 0 0 Telah merincikan pembagian tanggung jawab dan beban kerja.
12 Mf 0 0 0 0 0 0 Desain sistem sebagian besar stabil dan terbukti dalam uji dan evaluasi.
13 Mf 0 0 0 0 0 0 Proses dan prosedur manufaktur terbukti dalam skala pilot.
14 Mf 0 0 0 0 0 0 Produksi pada laju rendah telah dilaksanakan.
15 I 0 0 0 0 0 0 Telah mendefinisikan kondisi akhir dari produk teknologi dengan mempertimbangkan target person, pasar vertikal, serta geografik.
16 I 0 0 0 0 0 0 Validasi terhadap bisnis yang dilakukan sudah diterapkan.
17 I 0 0 0 0 0 0 Identifikasi dan validasi terhadap indikator kinerja utama yang mengindikasikan keberhasilan bisnis.
18 P 0 0 0 0 0 0 Telah terjalin kemitraan secara formal.
19 P 0 0 0 0 0 0 Telah menyusun dan telah menerapkan rencana kerja sama.
20 R 0 0 0 0 0 0 Kajian risiko teknologi menjadi dasar pengambilan keputusan teknis dalam tahap engineering & Operation.
21 R 0 0 0 0 0 0 Pada tahap penerapan teknologi dilakukan penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi.
0 0 0 0 0 0

S 0
% 0.00% TIDAK TERPENUHI

Catatan:

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


4
KATSINOV 4

S atau % terpenuhinya Indikator KATSINOV 4 [ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
[ beri ►
tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
No Aspek 0 1 2 3 4 5 ( 0=tidak terpenuhi; 1=20%; 2=40%; 3=60%; 4=80%; 5=100% atau terpenuhi )
1 T 0 0 0 0 0 0 Telah terbentuk keahlian terkait pengoperasian dan pemeliharaan produk teknologi.
2 T 0 0 0 0 0 0 Penggunaan umum produk teknologi oleh cakupan pasar yang luas telah diidentifikasi.
3 T 0 0 0 0 0 0 Keuntungan teknologi melalui hasil pengujian telah diidentifikasi.
4 T 0 0 0 0 0 0 Adanya dukungan terhadap adopsi produk teknologi oleh pasar.
5 M 0 0 0 0 0 0 Telah membangun citra produk teknologi kepada pasar.
6 M 0 0 0 0 0 0 Model bisnis ditetapkan.
7 M 0 0 0 0 0 0 Pesaing diidentifikasi dengan baik.
8 M 0 0 0 0 0 0 Pemasaran ditekankan pada pengenalan secara spesifik produk teknologi kepada para pelanggannya.
9 O 0 0 0 0 0 0 Telah menetapkan bentuk organisasi.
10 O 0 0 0 0 0 0 Telah mengembangkan kemitraan dengan organisasi independen.
11 O 0 0 0 0 0 0 Identifikasi peluang untuk memperkenalkan produk kepada mitra dan pasar baru.
12 Mf 0 0 0 0 0 0 Telah diperlihatkan produksi yang menguntungkan secara finansial.
13 Mf 0 0 0 0 0 0 Mulai menerapkan GMP (Good Manufacturing Practice) atau Lean Manufacturing.
14 Mf 0 0 0 0 0 0 Mulai menerapkan jaminan mutu sesuai standar (SNI).
15 Mf 0 0 0 0 0 0 Adanya tuntutan masyarakat terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan.
16 I 0 0 0 0 0 0 Potensi pasar teridentifikasi.
17 I 0 0 0 0 0 0 Daya terima pasar terhadap produk telah teriidentifikasi.
18 P 0 0 0 0 0 0 Melakukan kerja sama di dalam jejaring usaha secara dinamis.
19 P 0 0 0 0 0 0 Terus melakukan pengelolaan terhadap kerjasama yang sudah berjalan.
20 R 0 0 0 0 0 0 Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap pengenalan produk ke pasar.
21 R 0 0 0 0 0 0 Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) dilakukan pada tahap pengenalan produk ke pasar.
22 R 0 0 0 0 0 0 Kajian risiko dampak sosial pada tahap pengenalan produk ke pasar.
0 0 0 0 0 0

S 0
% 0.00% TIDAK TERPENUHI

Catatan:

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


5
KATSINOV 5

S atau % terpenuhinya Indikator KATSINOV 5 [ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
► cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
[ beri tanda
No Aspek 0 1 2 3 4 5 ( 0=tidak terpenuhi; 1=20%; 2=40%; 3=60%; 4=80%; 5=100% atau terpenuhi )
1 T 0 0 0 0 0 0 Adanya garansi terhadap produk teknologi yang dipasarkan.
2 T 0 0 0 0 0 0 Layanan pemeliharaan produk telah disediakan.
3 T 0 0 0 0 0 0 Pasokan suku cadang untuk produk teknologi telah disediakan.
4 T 0 0 0 0 0 0 Adanya aktivitas pengembangan dengan intensitas lebih rendah, untuk peningkatan kerja produk teknologi sesuai permintaan pelanggan.
5 M 0 0 0 0 0 0 Telah menyediakan pelayanan dan solusi yang lengkap.
6 M 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan diferensiasi produk.
7 M 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan penyempurnaan model bisnis.
8 M 0 0 0 0 0 0 Telah menggunakan kemitraan untuk berkompetisi di pasar.
9 O 0 0 0 0 0 0 Telah meningkatkan efektivitas dan kerjasama
10 O 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan penataan kembali struktur perusahaan sesuai kebutuhan.
11 O 0 0 0 0 0 0 Identifikasi peningkatan peluang pertemuan produk teknologi dengan kebutuhan pasar.
12 O 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan peninjauan proses teknis dan komersial untuk meningkatkan harga dan keuntungan.
13 Mf 0 0 0 0 0 0 Menerapkan GMP (Good Manufacturing Practice) atau Lean Manufacturing secara intensif.
14 Mf 0 0 0 0 0 0 Adanya kebutuhan saran (baik internal maupun eksternal) kepada manajemen untuk perbaikan kinerja.
15 Mf 0 0 0 0 0 0 Telah menerapkan jaminan mutu sesuai standar (SNI) secara intensif.
16 Mf 0 0 0 0 0 0 Adanya jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat.
17 I 0 0 0 0 0 0 Kebutuhan perluasan pasar telah diidentifikasi.
18 I 0 0 0 0 0 0 Adanya peningkatan kapasitas produksi.
19 P 0 0 0 0 0 0 Peningkatan kerjasama di dalam jejaring secara dinamis.
20 P 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan peningkatan mutu pengelolaan pada produk yang sudah berjalan.
21 P 0 0 0 0 0 0 Kerja sama dalam distribusi dan pemasaran produk.
22 R 0 0 0 p 0 0 Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap kematangan pasar tercapai.
23 R 0 0 0 0 0 0 Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar tercapai.
24 R 0 0 0 0 0 0 Kajian risiko dampak sosial pada tahap kematangan pasar tercapai.
0 0 0 0 0 0

S 0
% 0.00% TIDAK TERPENUHI

Catatan:

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


6
KATSINOV 6

S atau % terpenuhinya Indikator KATSINOV 6 [ beri tanda cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
► cross ( X ) pada kolom yang sesuai ]
[ beri tanda
No Aspek 0 1 2 3 4 5 ( 0=tidak terpenuhi; 1=20%; 2=40%; 3=60%; 4=80%; 5=100% atau terpenuhi )
1 T 0 0 0 0 0 0 Produk teknologi milik kompetitor telah ditinjau.
2 T 0 0 0 0 0 0 Telah meninjau kemampuan teknologi yang dimiliki untuk mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru.
3 T 0 0 0 0 0 0 Telah memilih antara melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada, atau mengembangkan produk teknologi baru.
4 M 0 0 0 0 0 0 Penurunan pasar telah dikonfirmasi.
5 M 0 0 0 0 0 0 Riset pasar untuk persetujuan inovasi ulang atau pengembangan teknologi yang lebih maju.
6 M 0 0 0 0 0 0 Permintaan pasar telah ditinjau.
7 M 0 0 0 0 0 0 Identifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru.
8 O 0 0 0 0 0 0 Adanya peran jaringan kemitraan dalam mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru.
9 O 0 0 0 0 0 0 Ada peran jejaring dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
10 Mf 0 0 0 0 0 0 Ada kebutuhan dilakukannya inovasi produksi atau pengembangan teknologi produksi baru.
11 I 0 0 0 0 0 0 Telah mengidentifikasi inovasi lanjutan dari produk, berdasarkan kebutuhan dan permintaan pasar saat ini dan beberapa tahun ke depan.
12 P 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan tinjauan terhadap kemitraan yang sudah berjalan.
13 P 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan pencarian mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
14 R 0 0 0 0 0 0 Telah melakukan kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
0 0 0 0 0 0

S 0
% 0.00% TIDAK TERPENUHI

Catatan:

KATSINOV yang tercapai adalah


= 0
KATSINOV yang dicapai adalah = KATSINOV tertinggi yang indikatornya terpenuhi

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


7
80.0%
100.0%

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


8
K
A
T
S
I
N
O
V

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


9
K
A
T
S
I
N
O
V

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


10
K
A
T
S
I
N
O
V

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


11
K
A
T
S
I
N
O
V

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


12
K
A
T
S
I
N
O
V

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


13
K
A
T
S
I
N
O
V

enuhi

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


14
Total

0 1 2 3 4 5

Pengembangan Teknologi (T) 0 0 0 0 0 0


Pasar (M) 0 0 0 0 0 0
Organisasi (O) 0 0 0 0 0 0
Manufaktur (Mf) 0 0 0 0 0 0
Investment (I) 0 0 0 0 0 0
Partnership (P) 0 0 0 0 0 0
Penanganan Risiko (R) 0 0 0 0 0 0

KATSINOV 1
TEKNOLOGI

0 1 2 3 4 5
Ide yang memberi solusi 0 0 0 0 0 0
Pengamatan Prinsip-prinsip dasar & 0 0 0 0 0 0
publikasi
Kebaruan 0 0 0 0 0 0
Identifikasi tahapan & target riset 0 0 0 0 0 0
scientific feasibility 0 0 0 0 0 0

PASAR

0 1 2 3 4 5

Inovasi dilakukan berpangkal pada 0 0 0 0 0 0


permintaan dan/atau kebutuhan pelanggan

Identifikasi kebutuhan dan permintaan 0 0 0 0 0 0


pelanggan
Identifikasi lokasi pasar yang akan dituju 0 0 0 0 0 0

ORGANISASI

0 1 2 3 4 5
Strategi inovasi 0 0 0 0 0 0
Lingkup proyek dan tugas 0 0 0 0 0 0
Sumber daya dan layanan 0 0 0 0 0 0

Saluran komunikasi tanpa hambatan 0 0 0 0 0 0

MANUFAKTUR

0 1 2 3 4 5
Implikasi dasar manufaktur 0 0 0 0 0 0
Konsep manufaktur 0 0 0 0 0 0
Bukti konsep manufaktur melalui analitik 0 0 0 0 0 0
atau eksperimen laboratorium

PARTNERSHIP

0 1 2 3 4 5
Strategi membangun jejaring kerja dan 0 0 0 0 0 0
kemitraan
Identifikasi mitra potensial 0 0 0 0 0 0

INVESTMENT

0 1 2 3 4 5
konsep model bisnis untuk ide yang 0 0 0 0 0 0
dikembangkan
analisis pelanggan, pasar dan pesaing dari 0 0 0 0 0 0
ide yang dikembangkan
ide yang dikembangkan telah memberikan 0 0 0 0 0 0
solusi bagi pelanggan

RISIKO

0 1 2 3 4 5
Kajian risiko teknologi pada tahap 0 0 0 0 0 0
penelitian
Penyusunan rencana pengendalian risiko 0 0 0 0 0 0
teknologi pada tahap penelitian
Total skor Kemajuan Per
Total Indikator
kemajuan Aspek
0.0 26 0.00
0.0 21 0.00
0.0 20 0.00
0.0 17 0.00
0.0 14 0.00
0.0 13 0.00
0.0 13 0.00

0 124

#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!
RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

Nama/Judul Inovasi : 0
Bidang Inovasi : 0
Nama Proyek : 0
Nama Lembaga/ Perusahaan : 0
Alamat / Kontak : 0

Telp / Fax / email:

Tanggal Pengukuran TKI : 30-Dec-99

Level TKI yang


dicapai :
0 ( dari 6 level )

TKI-Mete

IRL =
I
No: 18991230 -001

i 6 level ) % Komplit Indikator = #REF!

I-Meter

0
PENJELASAN AKTIVITAS KUNCI/ ATRIBUT
KATSINOV - METERâ

Indikator KATSINOV 1

No Aspek Aktivitas Kunci/ Atribut Penjelasan Substansi Aktivitas Kunci/ Atribut Kiteria Penilaian Bukti

1 T Ide baru yang memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi Kekuatan suatu inovasi ditentukan dari ide atau gagasan baru yang ditawarkan, apakah memberikan solusi atau tidak Skor 0: Tidak ditemui ide baru yang memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat; Skor 1: Proposal R&D
masyarakat. terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pada umumnya, ide atau gagasan baru diperoleh melalui proses Ditemui ide baru yang sifatnya inkremental, tetapi belum menawarkan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang
menciptakan ide baru atau lebih dikenal sebagai ideasi (ideation). Ide atau gagasan yang diperoleh merupakan dihadapi masyarakat; Skor 2: Ditemui ide baru yang sifatnya inkremental, dan menawarkan solusi yang tepat
tersebut merupakan salah satu bentuk solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini. terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat; Skor 3: Ditemui ide baru yang sifatnya distinctive, dan tetapi
belum menawarkan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat; Skor 4: Ditemui ide baru
yang sifatnya distinctive, dan menawarkan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat; Skor
5: Ditemui ide baru yang bersifat lompatan (breakthrough) atau menggangu (disruptive) dan memberi solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi masyarakat.

2 T Telah dilakukan pengamatan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi Ide atau gagasan baru yang ditawarkan harus didasari oleh prinsip-prinsip dasar ilmiah yang benar. Oleh karena itu, Skor 0: Belum dilakukan pengamatan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi ilmiah; Skor 1: Telah dilakukan Kajian pustaka (dalam proposal/laporan
ilmiah pengamatan terhadap prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi ilmiah menjadi sangat penting dalam rangka membuat pengamatan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi ilmiah, tetapi belum memberikan dukungan ilmiah yang kuat ilmiah), publikasi ilmiah (tulisan yang
landasan secara ilmiah dan teknis yang menjadi dasar bagi penerapan ide atau gagasan baru kepada pengguna. terhadap keberhasilan mewujudkan ide atau gagasan baru yang ditawarkan; Skor 2: Telah dilakukan pengamatan diterbitkan dalam majalah/prosiding
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangkan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi ilmiah yang memberikan dukungan ilmiah yang lemah bagi keberhasilan ilmiah)
dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang mewujudkan ide atau gagasan baru yang ditawarkan; Skor 3: Telah dilakukan pengamatan prinsip-prinsip ilmiah
dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan dasar dan publikasi ilmiah yang memberikan dukungan ilmiah yang cukup kuat bagi keberhasilan mewujudkan ide
penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai atau gagasan baru yang ditawarkan; Skor 4: Telah dilakukan pengamatan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi
suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik ilmiah yang memberikan dukungan ilmiah yang kuat bagi keberhasilan mewujudkan ide atau gagasan baru yang
(berdasarkan fakta). ditawarkan. Skor 5: Telah dilakukan pengamatan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi ilmiah yang memberikan
dukungan ilmiah yang sangat kuat bagi keberhasilan mewujudkan ide atau gagasan baru yang ditawarkan.

3 T Telah diidentifikasi keunikan (USP/Unique Selling Point) atau Pada hakekatnya suatu ide atau gagasan baru yang inovatif wajib memiliki USP (unique selling Point) dan kebaruan Skor 0: Tidak memiliki kebaruan (novelty) dan USP (unique selling Point) ; Skor 1: Memiliki USP (unique selling Proposal R&D
kebaruan (novelty) (novelty). USP (unique selling Point) merupakan faktor yang membedakan produk dari pesaingnya, seperti biaya Point), tetapi tidak memiliki kebaruan (novelty); Skor 2: Memiliki kebaruan (novelty), tetapi USP (unique selling Point)
terendah, kualitas tertinggi atau produk pertama dari jenisnya. USP bisa dianggap sebagai "apa yang tidak dimiliki relatif lemah; Skor 3: Memiliki kebaruan (novelty) bersifat inkremental dan USP (unique selling Point) yang kuat;
pesaing Anda." Sedangkan novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Pada prinsipnya suatu Skor 4: Memiliki kebaruan (novelty) bersifat distinctive dan USP (unique selling Point) yang kuat; Skor 5: Memiliki
novelty merupakan faktor yang memperkuat USP suatu produk inovasi. kebaruan (novelty) bersifat lompatan (breakthrough) atau menggangu (disruptive), dan USP (unique selling Point)
yang kuat.

4 T Telah diidentifikasi tahapan riset dan targetnya. Untuk mewujudkan ide atau gagasan baru menjadi sebuah purnarupa (prototype), maka dilakukan tahapan Riset Skor 0: Belum dapat diidentifikasikan tahapan riset dan targetnya; Skor 1: Tahapan riset telah diidentifikasikan, Proposal R&D
(penelitian) dan Pengembangan secara terarah. Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses tetapi targetnya belum diidentifikasikan; Skor 2: Tahapan riset dan targetnya belum diidentifikasi secara rinci; Skor
investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, 3: Tahapan riset telah diidentifikasi secara cukup rinci, tetapi targetnya belum diidentifikasi secara jelas; Skor 4:
menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Kegiatan penelitian merupakan suatu proses memperoleh atau Tahapan riset dan targetnya telah diidentifikasi secara cukup rinci dan jelas; Skor 5: Telah dapat diidentifikasikan
mendapatkan suatu pengetahuan atau memecahkan permasalahan yang dihadapi, yang dilakukan secara ilmiah, tahapan riset dan targetnya secara rinci dan jelas.
sistematis dan logis. Secara garis besar, tahapan-tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan penelitian ada tiga
tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap laporan penelitian. Sedangkan pengembangan
merupakan kegiatan untuk peningkatan kemanfaatan dan daya dukung ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah
terbukti kebenaran dan keamanannya untuk meningkatkan fungsi dan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi.
5 T Teknologi yang akan dikembangkan telah layak secara ilmiah Yang dimaksudkan dengan teknologi yang dikembangkan telah layak secara ilmiah (scientific feasibility) apabila telah Skor 0: Belum dilakukan pengujian teori melalui penelitian ilmiah; Skor 1: Dalam persiapan melaksanakan Lembar kerja kegiatan penelitian;
(scientific feasibility) teruji secara teori melalui penelitian ilmiah. pengujian teori melalui penelitian ilmiah; Skor 2: Telah dilakukan pengujian awal teori melalui penelitian ilmiah; Skor Publikasi ilmiah
3: Telah dilakukan pengujian teori melalui penelitian ilmiah secara intensif, dan belum diperoleh suatu kesimpulan
bahwa teknologi yang dikembangkan telah layak secara ilmiah (scientific feasibility); Skor 4: Telah dilakukan
pengujian teori melalui penelitian ilmiah secara intensif, dan hampir diperoleh kesimpulan bahwa teknologi yang
dikembangkan telah layak secara ilmiah (scientific feasibility); Skor 5: Telah dilakukan pengujian teori melalui
penelitian ilmiah secara intensif, dan diperoleh kesimpulan bahwa teknologi yang dikembangkan telah layak secara
ilmiah (scientific feasibility).

6 M Inovasi dilakukan berpangkal pada permintaan dan/atau kebutuhan Apakah ide atau gagasan baru yang ditawarkan berpangkal pada permintaan dan/atau kebutuhan pelanggan (sebagai Skor 0: Inovasi berpangkal pada teknologi, tanpa perhatian terhadap pasar; Skor 1: Inovasi berpangkal pada Proposal R&D; Dokumen hasil riset
pelanggan (sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai solusi permasalahannya). Pada umumnya ide atau gagasan baru yang teknologi, dengan sedikit perhatian terhadap pasar; Skor 2: Inovasi berpangkal pada teknologi, dengan orientasi pasar.
solusi permasalahannya) ditawarkan dapat bersifat "technology push" atau "market pull". Pengertian Technology Push : Produk baru diperoleh perhatian terhadap pasar; Skor 3: Inovasi berpangkal pada kebutuhan pasar, tetapi tidak didukung penelitian pasar;
dari teknologi produksi, penggunaan teknologi yang canggih dan kemudahan operasi, dengan sedikit perhatian Skor 4: Inovasi berpangkal pada kebutuhan pasar, didukung penelitian pasar & tanpa umpan balik pelanggan yang
terhadap pasar. Dengan kata lain suatu produk atau teknologi baru didorong atau dijual ke pasar (potential customer) memadai; Skor 5: Inovasi berpangkal pada kebutuhan pelanggan, melalui penelitian pasar & umpan balik pelanggan.
yang tidak meminta atau mengetahui perihal produk atau teknologi baru tersebut. Technology Push akan menuju
kepada radical innovation. Sedangkan Pengertian Market Pull : Produk baru ditentukan oleh pasar berdasarkan
kebutuhan pelanggan. Jenis produk baru ditentukan melalui penelitian pasar & umpan balik pelanggan, dgn sedikit
perhatian terhadap teknologi. Need Pull akan menuju pada terbentuknya incremental innovation.

7 M Telah diidentifikasi kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan Dalam proses eksplorasi ide atau gagasan baru melalui tahap ideasi (ideation) harus mengidentifikasi siapa target Skor 0: Tidak dilakukan riset pasar; Skor 1: Telah dilakukan riset pasar, tetapi belum teridentifikasi kebutuhan, Proposal R&D; Dokumen hasil riset
penggunanya, yaitu dengan mengetahui kebutuhan, keinginan, dan permintaan calon pengguna atau pelanggan. keinginan, dan permintaan pelanggan akhir; Skor 2: Telah dilakukan riset pasar, dan teridentifikasi kebutuhan pasar.
Dengan mengetahui kebutuhan, keinginan, dan permintaan pengguna, maka dapat menjadi dasar dalam desain pelanggan; Skor 3: Telah dilakukan riset pasar, dan teridentifikasi keinginan pelanggan; Skor 4: Telah dilakukan riset
produk pada tahap prototyping. pasar, dan teridentifikasi permintaan pelanggan Skor 5: Telah dilakukan riset pasar, dan teridentifikasi kebutuhan,
keinginan, dan permintaan pelanggan akhir.

8 M Telah diidentifikasi lokasi pasar yang akan dituju Pada tahap konsep dalam mewujudkan ide atau gagasan baru ini maka inovator wajib mengidentifikasi lokasi pasar Skor 0: Belum dilakukan riset pasar; Skor 1: Persiapan dan mulai dilakukan riset pasar; Skor 2: Telah dilakukan Proposal R&D; Dokumen hasil riset
yang menjadi target. Dasar dari penetapan target lokasi pasar ini adalah ukuran, jangkauan dan geografis. riset pasar, dan teridentifikasi pasar berdasar variabel geografi; Skor 3: Telah dilakukan riset pasar, dan diidentifikasi pasar.
beberapa opsi lokasi pasar yang akan dituju; Skor 4: Hasil riset pasar sedang diuji terap terhadap opsi pasar yang
akan dituju ; Skor 5: Telah dilakukan riset pasar, dan teridentifikasi lokasi pasar yang akan dituju.

9 O Memiliki strategi inovasi Strategi merupakan suatu perencanaan atau suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai Skor 0: Belum memiliki strategi inovasi; Skor 1: Tahap persiapan penyusunan strategi inovasinya; Skor 2: Dalam Proposal R&D; Roadmap inovasi
sasaran yang telah ditentukan. Inovasi memainkan peran utama dalam kegiatan ekonomi. Entitas (misal: proses penyusunan strategi inovasinya; Skor 3: Telah menyusun strategi inovasinya, tetapi belum ditetapkan; Skor
perusahaan, perguruan tinggi, lembaga litbang, tim) yang melakukan inovasi diharapkan dapat menembus pasar 4: Telah menyusun dan menetapkan strategi inovasinya; Skor 5: Telah menyusun, menetapkan dan menjalankan
baru, mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Inovasi strategi inovasinya.
merupakan elemen penting dari strategi bisnis entitas. Inovasi dalam implementasi strategi berperan mencapai
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam persaingan global. Persaingan global memaksa entitas untuk
melakukan inovasi dengan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kemampuan teknologi serta
melakukan inovasi produk.

10 O Telah didefiniskan lingkup proyek dan tugas Tim Inovasi Organisasi pada level Katsinov 1 ini masih berbentuk organisasi R&D, atau organisasi kerekayasaan. Bentuk Skor 0: Belum didefiniskan lingkup proyek dan tugas Tim Inovasi; Skor 1: Tahap persiapan penyusunan lingkup Proposal R&D; SK Tim Inovasi
organisasi pada level ini umumnya masih berbentuk Tim. Dalam organisasi R&D atau kerekayasaan akan proyek dan tugas Tim Inovasi; Skor 2: Dalam proses penyusunan lingkup proyek dan tugas Tim Inovasi; Skor 3:
diidentifikasi lingkup program/kegiatan dan tugas tim. Telah selesai disusun lingkup proyek dan tugas Tim Inovasi; Skor 4: Telah selesai disusun lingkup proyek dan tugas
Tim Inovasi, dan masih dalam proses penetapan; Skor 5: Telah disusun dan ditetapkan lingkup proyek dan tugas Tim
Inovasi.

11 O Telah dipastikan sumber daya dan layanan yang dibutuhkan Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan kegiatan inovasi harus dipastikan sumber daya yang mencakup sumber Skor 0: Belum ada kepastian sumber daya dan layanan yang dibutuhkan; Skor 1: Telah ada kepastian sumber daya Proposal R&D
daya manusia (misal: peneliti, perekayasa), sumber dana, serta fasilitas laboratorium. Namun demikian, tidak semua manusia (misal: peneliti, perekayasa); Skor 2: Telah ada kepastian sumber daya manusia (misal: peneliti,
lembaga pelaksana inovasi (industri, litbang dan perguruan tinggi) memiliki fasilitas laboratorium (baik untuk perekayasa) dan fasilitas laboratorium; Skor 3: Telah ada kepastian sumber daya manusia (misal: peneliti,
pelaksanaan penelitian maupun pengujian), oleh karena itu untuk memperlancar pelaksanaan inovasi sangat perekayasa), sumber dana, serta fasilitas laboratorium; Skor 4: Telah ada kepastian sumber daya manusia (misal:
dibutuhkan layanan, baik layanan untuk uji produksi maupun pengujian produk, dari lembaga lain yang memiliki peneliti, perekayasa), sumber dana, serta fasilitas laboratorium, tetapi masih dapat upaya memastikan dukungan
fasilitas tersebut. Oleh karena itu, upaya memastikan ketersediaan sumber daya dan layanan ini menjadi sangat layanan lain yang dibutuhkan; Skor 5: Telah ada kepastian sumber daya manusia (misal: peneliti, perekayasa),
penting. sumber dana, serta fasilitas laboratorium, serta layanan lain yang dibutuhkan.

12 O Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembuatan dan penggunaan informasi oleh individu maupun Skor 0: Tidak tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan yang mencakup saluran komunikasi di tingkat internal Oraginsasi kegiatan/ STKK (Sistem Tata
kelompok untuk dapat terhubung satu sama lain atau dengan lingkungan sosial masyarakat. Ada tiga komponen yang organisasi kegiatan, fasilitas perpustakaan dan e-library, fasilitas telekomunikasi dan internet; Skor 1: Tersedia Kerja Kerekayasaan), Fasilitas
menjadi kunci dalam proses komunikasi, yaitu pesan atau informasi, sumber atau pemberi pesan, dan penerima saluran komunikasi tanpa hambatan terkait fasilitas perpustakaan dan e-library; Skor 2: Tersedia saluran komunikasi perpustakaan dan/ atau e-library,
pesan. tanpa hambatan terkait fasilitas perpustakaan dan e-library, serta fasilitas telekomunikasi dan internet; Skor 3: Fasilitas telekomunikasi dan internet
Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan terkait fasilitas perpustakaan dan e-library, fasilitas telekomunikasi dan
internet, serta tahap membangun komunikasi tanpa hambatan di tingkat organisasi kegiatan; Skor 4: Skor 5:
Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan terkait komunikasi di tingkat internal organisasi kegiatan, fasilitas
perpustakaan dan e-library, fasilitas telekomunikasi dan internet.
12 O Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan Skor 0: Tidak tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan yang mencakup saluran komunikasi di tingkat internal Oraginsasi kegiatan/ STKK (Sistem Tata
organisasi kegiatan, fasilitas perpustakaan dan e-library, fasilitas telekomunikasi dan internet; Skor 1: Tersedia Kerja Kerekayasaan), Fasilitas
saluran komunikasi tanpa hambatan terkait fasilitas perpustakaan dan e-library; Skor 2: Tersedia saluran komunikasi perpustakaan dan/ atau e-library,
tanpa hambatan terkait fasilitas perpustakaan dan e-library, serta fasilitas telekomunikasi dan internet; Skor 3: Fasilitas telekomunikasi dan internet
Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan terkait fasilitas perpustakaan dan e-library, fasilitas telekomunikasi dan
internet, serta tahap membangun komunikasi tanpa hambatan di tingkat organisasi kegiatan; Skor 4: Skor 5:
Saluran komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk satu komunikasi yang baik. Saluran formal memiliki Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan terkait komunikasi di tingkat internal organisasi kegiatan, fasilitas
tujuan atau fokus pada kepentingan dalam organsiasi dan untuk mencapai tujuan organisasi, serta biasanya dilakukan perpustakaan dan e-library, fasilitas telekomunikasi dan internet.
dnegan cukup resmi. Misalnya saja dengan proses komunikasi tertulis melalui memo, surat, atau pernyataan melalui
jumpa pers yang mana prosesnya sudah diatur dalam prosedur tertentu. komunikasi dalam suatu organisasi
merupakan proses penyampaian dan pertukaran pesan yang terjadi dan dilakukan oleh pihak yang ada dalam suatu
organisasi. Komunikasi dalam organisasi juga menunjukkan bagaimana interaksi yang terjadi dalam organisasi,
bagaimana pihak atau anggota dalam organsiasi itu saling berhubungan satu sama lain.

Untuk mendukung kelancaran inovasi yang dilakukan maka saluran komunikasi tanpa hambatan menjadi sangat
penting, terutama terkait dengan pencarian publikasi ilmiah dan paten, pencarian pemasok bahan dan peralatan,
pencarian layanan lain yang dibutuhkan (uji produksi, uji produk), dan pelaporan hasil penelitian.

13 Mf Teridentifikasi implikasi (konsekuensi atau akibat langsung dari hasil Pada level Katsinov 1 ini wajib dilakukan identifikasi konsekuensi atau akibat langsung dari hasil penemuan suatu Skor 0: Belum teridentifikasi implikasi dasar manufaktur; Skor 1: tahap persiapan pelaksanaan identifikasi awa Kajian konsep manufaktur
penemuan suatu penelitian ilmiah) dasar manufaktur. penelitian ilmiah. Produk baru yang dikembangkan harus dirancang sedemikian rupa sehingga harga bahan, implikasi (konsekuensi atau akibat langsung dari hasil penemuan suatu penelitian ilmiah) dasar manufaktur; Skor 2:
ongkos manufaktur dan biaya penyimpanan dapat ditekan seminimal mungkin. Ada tiga kriteria dasar yang melandasi Telah dilakukan identifikasi awal implikasi (konsekuensi atau akibat langsung dari hasil penemuan suatu penelitian
manufaktur ekonomis, yaitu: 1). desain produk; 2). pemilihan bahan; dan, 3). proses manufaktur. ilmiah) dasar manufaktur; Skor 3: Telah teridentifikasi implikasi (konsekuensi atau akibat langsung dari hasil
penemuan suatu penelitian ilmiah) dasar manufaktur secara teknis; Skor 4: Telah teridentifikasi implikasi
(konsekuensi atau akibat langsung dari hasil penemuan suatu penelitian ilmiah) dasar manufaktur secara teknis, dan
dalam proses penyelesaian implikasi dasar manufaktur secara ekonomis; Skor 5: Telah teridentifikasi implikasi
(konsekuensi atau akibat langsung dari hasil penemuan suatu penelitian ilmiah) dasar manufaktur, baik teknis maupun
ekonomis.

14 Mf Teridentifikasi konsep manufaktur. Konsep manufaktur yang dimaksudkan mencakup pengertian proses manufaktur secara teknis dan ekonomis. Proses Skor 0: Belum teridentifikasi konsep manufaktur; Skor 1: Tahap persiapan pelaksanaan identifikasi konsep Kajian konsep manufaktur
manufaktur secara teknis adalah proses pembuatan produk dengan bantuan mesin dan pengontrolan, bahkan manufaktur; Skor 2: Telah dilakukan identifikasi awal konsep manufaktur; Skor 3: Telah teridentifikasi konsep
dikerjakan secara automatis penuh, tetapi tetap melalui pengawasan secara manual. Sedangkan proses manufaktur manufaktur dalam pengertian proses manufaktur secara teknis; Skor 4: Telah teridentifikasi konsep manufaktur dalam
secara ekonomis merupakan proses nilai tambah (value added) dari material mentah menjadi produk jadi melalui pengertian proses manufaktur secara teknis, dan dalam proses penyelesaian konsep manufaktur dalam pengertian
suatu proses produksi. proses manufaktur secara ekonomis; Skor 5: Telah teridentifikasi konsep manufaktur yang mencakup pengertian
proses manufaktur secara teknis dan ekonomis

15 Mf Ada bukti konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen Dilakukan pembuktian terhadap konsep manufaktur yang telah diidentifikasi, yaitu meliputi teknis dan ekonomis. Pada Skor 0: Belum dilakukan validasi konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium; Skor 1: Dalam Hasil Validasi dan pengujian konsep
laboratorium konsep manufatur secara teknis dilakukan melalui pengujian terhadap desain produk, pemilihan material, dan proses tahap persiapan validasi konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium; Skor 2: Telah dilakukan manufaktur
produksi. Sedangkan konsep manufaktur secara ekonomis dilakukan melalui simulasi perhitungan nilai tambah mulai validasi awal konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium, dengan capaian 40%; Skor 3: Telah
dari material mentah hingga menjadi produk jadi. dilakukan validasi konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium dengan capaian 60%; Skor 4:
Telah dilakukan validasi konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium dengan capaian 80%; Skor
5: Telah diselesaikan validasi konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium, dan telah diperoleh
bukti konsep manufaktur.

16 I Ada konsep model bisnis untuk ide yang dikembangkan Bisnis tidak mampu bertahan dengan hanya mengandalkan inovasi produk dan jasa-nya saja. Model bisnis adalah Skor 0: Tidak punya konsep model bisnis untuk ide yang dikembangkan; Skor 1: Persiapan dan mulai menyusun Model Bisnis Kanvas
pendekatan baru untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan menginovasi model bisnis sebuah perusahaan konsep model bisnis berdasarkan ide yang dikembangkan; Skor 2: Sedang menyusun konsep model bisnis untuk ide
dapat membunuh tiap langkah kompetitornya. yang dikembangkan; Skor 3: Konsep model bisnis untuk ide yang dikembangkan belum lengkap dan jelas; Skor 4:
Konsep model bisnis untuk ide yang dikembangkan cukup lengkap dan jelas; Skor 5: Konsep model bisnis untuk ide
yang dikembangkan lengkap dan jelas.

17 I Ada hasil analisis pelanggan, pasar dan pesaing dari ide yang Untuk tujuan mempermudah proses komersialisasi ide yang dikembangkan penting dilakukan analisis terhadap Skor 0: Tidak ada analisis pelanggan, pasar dan pesaing dari ide yang dikembangkan; Skor 1: Sedang mulai Dokumen hasil riset pasar.
dikembangkan pelanggan, pasar, dan pesaingnya. Hal ini semua dilakukan dalam satu kegiatan riset pasar. Dengan riset pasar dapat menyusun analisis pelanggan, pasar dan pesaing terhadap ide yang dikembangkan; Skor 2: Hanya ada hasil analisis
diketahui pula siapa saja yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan, dimana produk atau jasa tersebut di pesaing dari ide yang dikembangkan; Skor 3: Hanya Ada hasil analisis pelanggan dari ide yang dikembangkan; Skor
butuhkan,dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dan dapat juga diketahui seberapa besar 4: Hanya Ada hasil analisis pelanggan dan pesaing dari ide yang dikembangkan; Skor 5: Ada hasil analisis
permintaan dan potensi permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut menurun pelanggan, pasar dan pesaing dari ide yang dikembangkan.
dari konsumen.

18 I Ada bukti bahwa ide yang dikembangkan telah memberikan solusi Apabila produk baru sebagai perwujudan dari ide baru yang dikembangkan diterima oleh pasar, maka hal ini Skor 0: Tidak ada bukti bahwa ide yang dikembangkan telah memberikan solusi bagi pelanggan; Skor 1: Mulai Hasil validasi dan uji ide yang
bagi pelanggan mengindikasikan bahwa ada keselarasan antara ide baru dengan tuntutan pasar. Oleh karena itu, bukti bahwa ide dilakukan percobaan dan percontohan terhadap ide yang dikembangkan dapat memberi solusi bagi pelanggan; Skor dikembangkan, Hasil uji pasar.
yang dikembangkan telah memberikan solusi bagi pelanggan dapat dilakukan melalui percobaan, proyek 2: Percobaan dan percontohan telah selesai (belum dianalisis berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan
percontohan, uji pasar, dll. tantangan- SWOT analysis); Skor 3: Ada bukti yang Lemah bahwa ide yang dikembangkan telah memberikan solusi
bagi pelanggan; Skor 4: Ada bukti yang cukup kuat bahwa ide yang dikembangkan telah memberikan solusi bagi
pelanggan Skor 5: Ada bukti yang sangat kuat bahwa ide yang dikembangkan telah memberikan solusi bagi
pelanggan
19 P Menyusun strategi membangun jejaring kerja dan kemitraan Kemitraan secara umum akan terjalin bilamana terdapat pihak yang merasakan adanya kelemahan implementasi bila Skor 0: Belum ada strategi membangun jejaring kerja dan kemitraan; Skor 1: Tahap persiapan penyusunan strategi Hasil analisis SWOT membangun jejaring
sebuah pembangunan hanya menjadi focus of interest satu pihak saja. Dengan kata lain bahwa kemitraan sejatinya membangun jejaring kerja dan kemitraan; Skor 2: Identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam kerja dan kemitraan
merupakan solusi yang tepat bagi pihak yang mencita-citakan adanya percepatan progres pembangunan. Dalam era membangun jejaring kerja dan kemitraan; Skor 3: Analisis SWOT; Skor 4: Analisis faktor internal dan eksternal untuk
modern saat ini dimana segala sesuatunya dapat dikendalikan dengan teknologi mutakhir, kesuksesan lembaga atau menurunkan strategi; Skor 5: Telah diperoleh strategi membangun jejaring kerja dan kemitraan.
organisasi masih tetaplah sangat tergantung pada keberhasilan menciptakan kemitraan. Strategi membangun jejaring
kerja dan kemitraan merupakan upaya untuk mengantisipasi agar kemitraan tersebut tidak menemui kebuntuan atau
kegagalan karena hal-hal yang tidak prinsip atau kesalah- pahaman bisa terjadi.

20 P Telah diidentifikasi mitra potensial Identifikasi mitra potensial bertujuan untuk: 1). Mengetahui relevansi mitra dengan program pengembangan yang Skor 0: Belum diidentifikasi mitra potensial; Skor 1: Tahap persiapan identifikasi mitra potensial; Skor 2: Identifikasi Daftar mitra potensial, hasil kajian
dilakukan; 2). Memetakan peran dan kontribusi mitra; dan, 3). Memaksimalkan peran dan kontribusi mitra. awal terkait relevansi mitra dengan program pengembangan yang dilakukan; Skor 3: Identifikasi lanjutan yang identifikasi mitra potensial
mencakup relevansi mitra dengan program pengembangan yang dilakukan, serta peta peran dan kontribusi mitra;
Skor 4: Tahap penyelesaian identifikasi yang mencakup relevansi mitra dengan program pengembangan yang
dilakukan, peta peran dan kontribusi mitra, serta upaya memaksimalkan peran dan kontribusi mitra; Skor 5: Telah
tersedia hasil iidentifikasi mitra potensial yang didalamnya mencakup relevansi mitra dengan program pengembangan
yang dilakukan, peta peran dan kontribusi mitra, serta upaya memaksimalkan peran dan kontribusi mitra.

21 R Kajian risiko teknologi telah menjadi pertimbangan dalam setiap Kajian risiko yang dilakukan dalam setiap langkah penelitian sangat penting dilakukan untuk memitigasi potensi Skor 0: Tidak ada kajian risiko teknologi dan tidak menjadi pertimbangan dalam setiap langkah penelitian; Skor 1: Kajian risiko pada tahap penelitian
langkah penelitian. kegagalan yang mungkin terjadi. Kajian risiko dilakukan terhadap aspek organisasi, sumber daya manusia, material, Sedang disusun materi penelitian atau kajian risiko teknologi; Skor 2: Kajian risiko teknologi telah selesai (belum (aspek organisasi, sumber daya
peralatan, dan pendanaan. menjadi pertimbangan); Skor 3: Kajian risiko telah menjadi pertimbangan dalam beberapa langkah penelitian; Skor manusia, material, peralatan, dan
4: Kajian risiko telah menjadi pertimbangan dalam hampir setiap langkah penelitian; Skor 5: Kajian risiko telah pendanaan); Laporan penelitian
menjadi pertimbangan dalam setiap langkah penelitian

22 R Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap Rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian sangat penting dilakukan dalam rangka meminimalisir Skor 0: Tidak disusun rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian; Skor 1: Memiki ide/gagasan Rencana pengendalian risiko teknologi
penelitian. kemungkinan terjadinya kegagalan aspek organisasi, sumber daya manusia, material, peralatan, dan pendanaan pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian ; Skor 2: Outline materi rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian (aspek organisasi,
pada tahap penelitian telah disusun; Skor 3: Mulai menyusun rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap sumber daya manusia, material,
penelitian; Skor 4: Tahap penyelesaian penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian ; peralatan, dan pendanaan).
Skor 5: Tersusun rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian
Indikator KATSINOV 2

No Aspek Aktivitas Kunci Penjelasan Substansi Aktivitas Kunci/ Atribut Kiteria Penilaian Bukti

1 T Telah dilakukan validasi terhadap komponen individu dari teknologi. Validasi dan pengujian dilakukan terhadap komponen individu dari teknologi dilakukan baik pada lingkungan Skor 0: Belum dilakukan uji terhadap komponen individu dari teknologi; Skor 1: Persiapan pelaksanaan validasi dan Hasil validasi dan pengujian di
laboratorium (pada TKT 4) maupun pada lingkungan simulasi (pada TKT 5). Komponen individu teknologi yang uji komponen individu dari teknologi secara terpisah; Skor 2: Mulai dilakukan validasi dan uji komponen individu dari lingkungan laboratorium dan simulasi.
dihasilkan perlu diuji dan harus memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan sebelum diintegrasikan menjadi prototipe. teknologi secara terpisah di lingkungan laboratorium; Skor 3: Telah selesai dan lolos validasi dan uji komponen
individu dari teknologi secara terpisah di lingkungan laboratorium; Skor 4: Mulai dilakukan validasi dan uji di
lingkungan simulasi; Skor 5: Telah selesai dan lolos validasi dan uji di lingkungan laboratorium dan simulasi.

2 T Prototipe telah didemonstrasikan dalam lingkungan yang relevan Pada level ini telah diperoleh purnarupa (prototype) a (alpha) yang siap untuk scale-up, dimana kondisi lingkungan Skor 0: Belum dilakukan demonstrasi purnarupa (prototype) a (alpha) pada lingkungan yang relevan; Skor 1: Output berbentuk purnarupa (prototype)
operasi sesungguhnya telah diketahui, kebutuhan investasi untuk peralatan dan proses pabrikasi teridentifikasi, persiapan untuk melaksanakan tahapan pembuatan purnarupa (prototype) a (alpha); Skor 2: Telah diperoleh a(alpha), hasil modeling & simulation,
modeling & simulation untuk kinerja sistem teknologi pada lingkungan operasi telah menunjukkan keberhasilan, serta purnarupa (prototype) a (alpha) dan diketahui kondisi lingkungan operasi sesungguhnya; Skor 3: Telah diperoleh hasil uji
berdasar hasil uji layak secara teknis (engineering feasibility). Berdasarkan tingkat kesiapan teknologi telah mencapai purnarupa (prototype) a (alpha), diketahui kondisi lingkungan operasi sesungguhnya, serta keberhasilan modeling &
TKT 6. simulation untuk kinerja sistem teknologi pada lingkungan operasi; Skor 4: Telah diperoleh purnarupa (prototype) a
(alpha), diketahui kondisi lingkungan operasi sesungguhnya, kebutuhan investasi untuk peralatan dan proses
pabrikasi, keberhasilan modeling & simulation untuk kinerja sistem teknologi pada lingkungan operasi; Skor 5: Telah
diperoleh purnarupa (prototype) a (alpha), diketahui kondisi lingkungan operasi sesungguhnya, kebutuhan investasi
untuk peralatan dan proses pabrikasi, keberhasilan modeling & simulation untuk kinerja sistem teknologi pada
lingkungan operasi, serta berdasar hasil uji layak secara teknis (engineering feasibility).

3 T Teknologi dinyatakan layak secara teknis Kelayakan teknis berkaitan dengan teknologi yang nantinya akan diterapkan pada sistem yang akan dikembangkan, Skor 0: Teknologi belum layak secara teknis; Skor 1: Tahap persiapan pembuatan purnarupa (prototype) a (alpha); Output berbentuk purnarupa (prototype)
atau telah dihasilkan Purnarupa (prototype) a (alpha). Purnarupa (prototype) a (alpha) ini akan siap untuk diuji dalam Skor 2: Purnarupa (prototype) a (alpha) diperoleh; Skor 3: Purnarupa (prototype) a (alpha) diperoleh, dan dilakukan a(alpha), hasil modeling & simulation,
uji internal, uji pra klinis untuk bidang kesehatan, uji skala labolatorium, atau uji organoleptik bidang pangan. Secara awal pengujian; Skor 4: Purnarupa (prototype) a (alpha) diperoleh, dan dilakukan iterasi pengujian; Skor 5: hasil uji purnarupa (prototype) a(alpha)
teknis, sistem dinilai layak dengan syarat berikut: 1) Sistem yang diajukan cukup praktis karena teknologi yang Teknologi dinyatakan layak secara teknis (engineering feasibility) melalui pengujian.
tersedia cukup untuk diaplikasikan; 2) Teknologi yang diperlukan tersedia di pasaran dan memenuhi kapasitas yang
diperlukan; dan, 3) Pakar teknis yang dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi tersebut secara tepat telah dimiliki
oleh user. Purnarupa (prototype) a (alpha) yang telah dihasilkan berdasar hasil uji layak secara teknis (engineering
feasibility), dimana siap untuk scale-up atau dibuat purnarupa (prototype) b (beta). Teknologi dinyatakan layak secara
teknis ini mengandung makna bahwa telah dapat dilewati jurang kematian (valley of death), dimana secara teknis
teknologi ini siap untuk tahap uji di lingkungan yang sebenarnya.

4 T Telah dilakukan pendaftaran kekayaan intelektual (misal: paten, Pada level ini inventor diharapkan melakukan pendaftaran kekayaan intelektual, misalnya paten, desain industri, hak Skor 0: Belum dilakukan pendaftaran kekayaan intelektual; Skor 1: Tahap mempelajari persyaratan pendaftaran Bukti pembayaran biaya permohonan
desain industri, hak cipta, merek, dll). cipta, merek, dll, terhadap keunikan (USP/unique selling Point) atau kebaruan (novelty) dari teknologi yang kekayaan intelektual; Skor 2: Tahap mempersiapkan persyaratan pendaftaran kekayaan intelektual; Skor 3: Tahap
dikembangkan. Pendaftaran kekayaan intelektual ini bertujuan untuk perlindungan hak-hak yang melekat pada invensi melengkapi persyaratan pendaftaran kekayaan intelektual; Skor 4: Tahap pendaftaran kekayaan intelektual; Skor 5:
yang dihasilkan, terutama terhadap potensi ekonomi yang mungkin diperoleh. Permohonan pendaftaran HKI dapat Telah terdaftar dan telah menerima bukti pembayaran biaya permohonan.
dilakukan dengan memilih salah satu cara berikut ini: 1). Langsung ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual;
2). Melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI di seluruh Indonesia; 3). Melalui Kuasa
Hukum Konsultan HKI terdaftar.

5 T Secara teknis mampu memberikan solusi terhadap permasalahan Kelayakan teknis berkaitan dengan teknologi yang nantinya akan diterapkan pada sistem yang akan dikembangkan. Skor 0: Secara teknis belum memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat; Skor 1: Tahap hasil uji purnarupa (prototype) a(alpha)
yang dihadapi masyarakat. Secara teknis, sistem dinilai layak dengan persyaratan: 1) Sistem yang diajukan cukup praktis karena teknologi yang identifikasi kebutuhan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat; Skor 2: Sistem yang diajukan cukup
tersedia cukup untuk diaplikasikan; 2) Teknologi yang diperlukan tersedia di pasaran dan memenuhi kapasitas yang praktis karena teknologi yang tersedia cukup untuk diaplikasikan; Skor 3: Secara teknis, sistem dinilai layak dengan
diperlukan; 3) Pakar/operator teknis yang dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi tersebut secara tepat telah persyaratan: 1) Sistem yang diajukan cukup praktis karena teknologi yang tersedia cukup untuk diaplikasikan; 2)
dimiliki oleh pengguna; dan, 4). Tuntutan Spesifikasi produk yang berpangkal pada kebutuhan solusi terhadap Teknologi yang diperlukan tersedia di pasaran dan memenuhi kapasitas yang diperlukan; Skor 4: Secara teknis,
permasalahan yang dihadapi masyarakat telah berhasil dicapai atau dipenuhi. sistem dinilai layak dengan persyaratan: 1) Sistem yang diajukan cukup praktis karena teknologi yang tersedia cukup
untuk diaplikasikan; 2) Teknologi yang diperlukan tersedia di pasaran dan memenuhi kapasitas yang diperlukan; 3)
Pakar/operator teknis yang dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi tersebut secara tepat telah dimiliki oleh
pengguna; Skor 5: Secara teknis, sistem dinilai layak dengan persyaratan: 1) Sistem yang diajukan cukup praktis
karena teknologi yang tersedia cukup untuk diaplikasikan; 2) Teknologi yang diperlukan tersedia di pasaran dan
memenuhi kapasitas yang diperlukan; 3) Pakar/operator teknis yang dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi
tersebut secara tepat telah dimiliki oleh pengguna; dan, 4). Tuntutan Spesifikasi produk yang berpangkal pada
kebutuhan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat telah berhasil dicapai atau dipenuhi.
6 M Pelanggan akhir teridentifikasi Identifikasi pelanggan akhir bertujuan agar penjualan dilakukan kepada pembeli yang tepat. Oleh karena itu, kegiatan Skor 0: Tidak ada identifikasi terhadap pelanggan akhir yang ingin disasar; Skor 1: Telah dimulai proses identifikasi Dokumen hasil riset pasar, Adanya bukti
identifikasi pelanggan harus mampu memperoleh data mengenai pelanggan yang dapat dijadikan dasar dalam pelanggan akhir; Skor 2: Proses awal identifikasi pelangan akhir telah dilakukan; Skor 3: Proses identifikasi spesifikasi produk diangkat berdasar
menentukan tingkat penjualan, periode pemakaian, area sebaran pelanggan dan lain-lain. Hal ini untuk memastikan pelanggan akhir telah selesai; Skor 4: Profil pelanggan akhir telah dianalisis; Skor 5: Rincian profil calon pelanggan profil pelanggan akhir yang diidentifikasi.
produk terfokus pada kebutuhan pelanggan (customer needs), mengidentifikasi kebutuhan laten atau yang akhir diuraikan secara lengkap.
tersembunyi, sebagai dasar dalam menetapkan spesifikasi produk, memastikan tidak ada kebutuhan pelanggan yang
bersifat kritis terlewat atau terlupakan, dan membangun pemahaman bersama tentang kebutuhan pelanggan diantara
tim pengembang.

7 M Telah dikeluarkan rencana luncuran pasar secara rinci Rencana luncuran produk baru ke pasar merupakan bagian dari rencana usaha yang harus disusun dalam rangka Skor 0: Tidak memiliki rencana peluncuran produk ke pasar (business plan); Skor 1: Memiliki ide/gagasan tentang Business Plan (Rencana Usaha)
upaya komersialisasi suatu invensi. Strategi peluncuran produk dilakukan dengan mengaplikasikan segmentation, rencana peluncuran produk ke pasar; Skor 2: Outline materi rencana strategi peluncuran produk ke pasar telah
targeting, dan positioning (STP) untuk menggerakkan bisnis baru ke arah yang tepat, selain mengaplikasikan 4P— disusun; Skor 3: Dokumen strategi peluncuran produk ke pasar sedang disusun; Skor 4: Tahap analisi dan finalisasi
product, price, place, dan promotion dengan memastikan bahwa keempat P itu selaras satu sama lain dan dengan penyusunan dokumen strategi peluncuran produk ke pasar ; Skor 5: Dokumen strategi peluncuran produk (business
strategi STP. plan) yang lengkap mencakup STP dan 4P telah selesai

8 M Telah mulai dipersiapkan modal intelektual (intellectual capital) Peran penting Intellectual Capital (IC) sebagai aktiva tak berwujud yang strategis bagi perusahaan telah terbukti. Skor 0: Tidak ada informasi terkait modal intelektual; Skor 1: Ada ide/gagagsan untuk menyiapkan modal intelektual; Data infrastruktur, kualifikasi SDM, daftar
Peran IC tersebut terbukti memengaruhi kinerja bisnis, meningkatkan nilai perusahaan, meningkatkan efektifitas Skor 2: Mulai disiapkan penyusunan rincian modal intelektual; Skor 3: Tahap finalisasi penyusunan rincian modal mitra
organisasi, competitive advantage , dan juga menciptakan kesejahteraan bagi perusahaan. Komponen Intellectual intelektual; Skor 4: Rincian modal intelektual telah disiapkan dan diuraikan tidak secara lengkap; Skor 5: Rincian
Capital (IC) meliputi: Human Capital (Modal Manusia), Structural Capital (Modal Struktural), dan Customer Capital modal intelektual telah disiapkan dan diuraikan secara lengkap
(Modal Pelanggan/relasional). Keterangan: 1). Modal manusia mengacu pada faktor-faktor seperti keterampilan,
kompetensi, pengalaman, pendidikan, motivasi, dan sejenisnya. Ini adalah fondasi IC yang tidak dimiliki oleh
organisasi, namun dikendalikan oleh individu yang bekerja untuk organisasi; 2). Modal struktural terdiri dari proses
internal, infrastruktur, sistem informasi, budaya, rutinitas, dan prosedur yang memungkinkan fungsi modal manusia
menjadi produktif. Ini dimiliki sepenuhnya dan dikendalikan oleh organisasi; 3). Modal Hubungan/ Pelanggan
mengacu pada pengetahuan yang tertanam dalam hubungan dengan pelanggan, mitra strategis, pemasok, distributor,
investor, badan publik dan pemangku kepentingan lainnya yang mempengaruhi kehidupan organisasi. Ini tidak dimiliki
atau dikendalikan oleh organisasi.

9 O Telah dikeluarkan analisis dan rencana bisnis Analisis bisnis adalah seperangkat tugas dan teknik yang digunakan untuk bekerja sebagai penghubung antara para Skor 0: Belum disusun analisis dan rencana bisnis; Skor 1: Persiapan penyusunan rencana bisnis; Skor 2: Mulai Business Plan (Rencana Usaha)
pemangku kepentingan untuk memahami struktur, kebijakan, dan operasi dari suatu organisasi, dan penyusunan awal rencana bisnis; Skor 3: Tahap penyelesaian analisis bisnis; Skor 4: Telah diselesaikan analisis
merekomendasikan solusi yang memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya. Rencana bisnis adalah bisnis, dan tahap penyelesaian rencana bisnis; Skor 5: Telah dikeluarkan analisis dan rencana bisnis.
pernyataan formal atas tujuan berdirinya sebuah bisnis, serta alasan mengapa pendirinya yakin bahwa tujuan tersebut
dapat dicapai, serta strategi atau rencana-rencana apa yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana bisnis sangat penting sebagai alat bantu untuk menjadi panduan dan alat pencari dukungan investor bagi
Anda yang akan memulai sebuah bisnis, atau yang sedang mengembangkan bisnis.

10 O Ada pelibatan individu-individu kunci Individu Kunci adalah individu yang pengetahuan, kreativitas, inspirasi, reputasi, dan / atau keterampilannya sangat Skor 0: Tidak memiliki dan melibatkan individu-individu kunci; Skor 1: Memiliki beberapa individu kunci yang memiliki Daftar tim dan kualifikasi personel dalam
penting untuk kelangsungan hidup atau pertumbuhan sebuah organisasi. Banyak bisnis memiliki orang kunci yang keahlian unik, tetapi tidak dilibatkan secara aktif; Skor 2: Memiliki beberapa individu kunci yang memiliki keahlian Tim.
bertanggung jawab atas posisi strategis bagi perusahaan, atau memiliki keahlian yang unik dan sulit untuk diganti unik, tetapi kurang diberikan tanggung jawab pada posisi strategis; Skor 3: Memiliki beberapa individu kunci yang
seperti kekayaan tak berwujud (intangible assets) yang sangat penting bagi organisasi. memiliki keahlian unik, dan diberikan tanggung jawab pada posisi yang strategis; Skor 4: Memiliki individu-individu
kunci yang memiliki keahlian unik yang sulit digantikan dalam jumlah yang sangat memadai, tetapi belum secara
optimal diberikan tanggung jawab pada posisi yang strategis; Skor 5: Memiliki individu-individu kunci yang memiliki
keahlian unik yang sulit digantikan dalam jumlah yang sangat memadai, dan diberikan tanggung jawab pada posisi
yang strategis.

11 O Telah dilakukan persetujuan persyaratan proyek dan daftar mitra Proyek dalam bisnis dan ilmu pengetahuan biasanya didefinisikan sebagai sebuah usaha kolaboratif dan juga Skor 0: Belum ada persyaratan proyek dan daftar mitra proyek; Skor 1: dalam proses identifikasi persyaratan proyek Proposal program/ proyek yang telah ada
proyek seringkali melibatkan penelitian atau desain, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Proyek dapat juga dan daftar mitra proyek; Skor 2: sudah ada persyaratan proyek, tetapi belum ada mitra, atau sebaliknya; Skor 3: persetujuan dari pimpinan institusi/
didefinisikan sebagai usaha sementara, temporer, dan bukan permanen, yang memiliki sasaran khusus dengan waktu Sudah ada persyaratan proyek dan daftar mitra proyek, tetapi belum disetujui; Skor 4: Sudah ada persyaratan proyek instansi
pelaksanaan yang tegas. Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dan daftar mitra proyek, dan dalam proses persetujuan; Skor 5: Sudah ada persyaratan proyek dan daftar mitra
dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya. Pada umumnya batasan-batasan itu proyek yang telah disetujui.
adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan, anggaran pekerjaan, dan faktor keselamatan. Persetujuan
persyaratan proyek dan daftar mitra menjadi prasyarat dalam mengawali suatu kegiatan.
12 O Telah dilakukan persetujuan tanggung jawab dan persetujuan batas Dalam pengelolaan suatu proyek perlu dilakukan identifikasi dan pengelompokan jenis-jenis pekerjaan, menurut Skor 0: Belum ada tanggung jawab dan persetujuan batas waktu proyek; Skor 1: dalam proses identifikasi beban Proposal program/ proyek yang telah ada
waktu pendelegasian wewenang dan tanggung jawab personel serta meletakkan dasar bagi hubungan masing-masing unsur dan tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek, dan proses penyusunan jadwal; Skor 2: sudah ada tanggungjawab persetujuan dari pimpinan institusi/
organisasi. Struktrur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan kerangka penjabaran tugas personel proyek, tetapi belum ada batas waktu proyek, atau sebaliknya; Skor 3: sudah ada tanggung jawab dan persetujuan instansi
penanggung jawab yang jelas, serta kemampuan personel yang sesuai keahliannya, akan diperoleh hasil positif bagi batas waktu proyek, tetapi belum disetujui; Skor 4: Sudah ada penanggungjawab dan batas waktu proyek, dan dalam
organisasi. Batasan waktu proyek harus ditetapkan. Masalah waktu dapat menimbulkan kerugian biaya bila terlambat proses persetujuan; Skor 5: Telah tersedia penanggungjawab dan batas waktu proyek yang disetujui.
dari yang direncanakan serta akan menguntungkan bila dapat dipercepat.

13 Mf Identifikasi teknologi dan komponen kritikal telah komplit Pada level kesiapan manufaktur, level ini merupakan fase pengembangan teknologi (technology development). Pada Skor 0: Belum diidentifikasi teknologi dan komponen kritikal; Skor 1: Persiapan identifikasi teknologi dan komponen Daftar dan spesifikasi alat produksi.
fase ini identifikasi teknologi dan komponen yang kritikal/ memungkinkan telah komplit. Mayoritas proses manufaktur kritikal; Skor 2: Mulai dilakukan identifikasi awal teknologi dan komponen kritikal dengan capaian 40%; Skor 3:
telah didefinisikan dan dikarakterisasi, tetapi ada perubahan signifikan terhadap rekayasa/desain. Desain awal dari Identifikasi teknologi dan komponen kritikal dalam penyelesaian dengan capaian 60%; Skor 4: Identifikasi teknologi
komponen-komponen kritikal telah selesai. Kajian produksibilitas terhadap teknologi kunci telah selesai. dan komponen kritikal dalam penyelesaian dengan capaian 80%; Skor 5: Telah secara komplit (capaian 100%)
diidentifikasi teknologi dan komponen kritikal.

14 Mf Material, perkakas dan alat uji prototype, maupun keahlian personel Material, perkakas dan alat uji prototype, maupun keahlian personel telah ditunjukkan sub system/system dalam suatu Skor 0: Belum dapat diperlihatkan kesiapan sub system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan; Skor Rencana produksi awal atau LRIP (Low
telah diperlihatkan kesiapan sub system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan. Analisis rincian biaya mencakup desain perdagangan. Target biaya dialokasikan. 1: Tahap persiapan awal membangun kesiapan sub system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan; Rate Initial Production)
lingkungan produksi yang relevan. Pertimbangan produksibilitas membentuk rencana pengembangan system. Arahan jangka panjang dan unsur-unsur Skor 2: Telah diperlihatkan kesiapan sub system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan yang
rantai pasok kunci telah teridentifikasi. mencakup kesiapan material; Skor 3: Telah diperlihatkan kesiapan sub system/system dalam suatu lingkungan
produksi yang relevan yang mencakup kesiapan material dan perkakas; Skor 4: Telah diperlihatkan kesiapan sub
system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan yang mencakup kesiapan material, perkakas dan alat
uji prototype; Skor 5: Telah diperlihatkan kesiapan sub system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan
yang mencakup kesiapan material, perkakas, alat uji prototype, dan keahlian personel.

15 I Ada keunggulan nilai jual (Market Value Proposition/MVP) dan telah Market Value Proposition (MVP) adalah pernyataan mengapa konsumen membeli, memilih, menggunakan produk Skor 0: Belum mengidentifikasi keunggulan nilai jual (value proposition); Skor 1: Memiliki keunggulan nilai jual Bisnis Model Kanvas; Laporan uji pasar.
teruji kepada pelanggan atau layanan yang ditawarkan. Pernyataan ini meyakinkan kepada konsumen potensial bahwa produk atau layanan namun belum melakukan survey pasar; Skor 2: Keunggulan nilai jual (value proposition) sedang di uji terap melalui
yang ditawarkan ini memiliki nilai/solusi lebih baik dibanding produk/layanan sejenis lainnya. survey pasar; Skor 3: Memiliki keunggulan nilai jual dibanding dengan kompetitor untuk pasar yang terbatas; Skor 4:
Keunggulan nilai jual (value proposition) sedang diverifikasi dan divalidasi melalui uji terap untuk pasar yang lebih
luas; Skor 5: Memiliki keunggulan dibanding kompetitor dan teruji dalam survey pasar yang lebih luas

16 I Solusi yang ditawarkan kepada pelanggan memunculkan daya tarik Dalam menjalankan bisnis tentu tidak cukup hanya dengan ide yang telah sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Skor 0: Tidak ada bukti; Skor 1: Ide yang dikembangkan menjadi prototype sesuai dengan kebutuhan pelanggan; Riset pasar (analisis pasar dan
yang menguntungkan di pasar. Ketika ide yang baik tidak mampu membuat memenangkan persaingan pasar tentu ini tidak akan membuat bisnis Skor 2: Prototype yang dikembangkan memiliki nilai lebih dibanding kompetitor; Skor 3: prototype yang kompetitor); Laporan uji pasar.
menjadi berkembang. Oleh karena itu selain sesuai dengan kebutuhan pelanggan, ide yang telah dikembangkan dikembangkan dilakukan uji pasar; Skor 4: Dilakukan proyeksi keuntungan terhadap prototype yang dikembangkan;
menjadi prototype harus teruji memiliki nilai lebih dibanding kompetitor melalui uji pasar, perhitungan proyeksi Skor 5: Diperoleh proyeksi keuntungan dari prototype yang dikembangkan
keuntungan bisnis dll

17 I Ada bukti telah dilakukan validasi value proposition, channel, segmen Value Proposition (MVP) adalah pernyataan bisnis atau pemasaran meyakinkan konsumen potensial bahwa satu Skor 0: Tidak ada bukti; Skor 1: Telah ditetapkan MPV dan segmen pelanggan; Skor 2: Telah ditetapkan channel Rencana usaha (business plan); Riset
pelanggan, model hubungan dengan pelanggan yang ada, dan aliran produk atau layanan tertentu yang dikembangkan akan menambah nilai lebih banyak atau lebih baik memecahkan dan model hubungan dengan pelanggan yang ada; Skor 3: Telah dihasilkan analisis aliran revenue; Skor 4: Telah pasar; Laporan uji pasar
revenue masalah daripada penawaran serupa lainnya. Channel adalah sarana yang dikembangkan oleh organisasi untuk dilakukan validasi antara MPV, segmen pelanggan, channel, hubungan dengan pelanggan yang ada dan aliran
menggapai pelanggan sehingga dapat menjadi media dalam menyampaikan ide hingga layanan yang disediakan oleh revenue; Skor 5: Bukti-bukti yang ada saling berkaitan dalam menentukan alittan revenue
organisasi. Segmen pelanggan adalah penetapan segmen yang akan menjadi target pemasaran bagi produk yang
dikembangkan. Model hubungan dengan pelanggan yang ada adalah konsep hubungan organisasi dengan
pelanggan yang dikembangkan dan sehingga pelanggan terikat dengan produk yang dikembangkan. Aliran revenue
adalah teridentifikasinya sumber dan aliran pendapatan dalam bisnis dari pelanggan hingga ke organisasi. Dengan
teridentifikasi dapat dilihat efektifitas segmentasi pelanggan, channel, model hubungan dengan pelanggan dan
apakah value proporsition yang ditetapkan telah sesuai.

18 P Telah dilakukan penggalian informasi dan seleksi mitra Tujuan penggalian informasi dan seleksi mitra adalah (1) untuk mengetahui informasi kemitraan yang akan jalankan Skor 0: Belum dilakukan penggalian informasi dan seleksi mitra; Skor 1: Dilakukan penggalian informasi mitra; Skor Dokumen informasi kemitraan terseleksi;
sesuai kebutuhan perusahaan/lembaga/organisasi mitra. (2) melakukan seleksi atau pemilihan terhadap lembaga 2: Diperoleh database mitra, dan penyusunan kriteria untuk seleksi mitra; Skor 3: Diperoleh database mitra dan Dokumen lembaga organisasi potensial.
organisasi potensial sebagai mitra. Secara konseptual kemitraan didefinisikan sebagai suatu komitmen jangka kriteria untuk seleksi mitra; Skor 4: Diperoleh database mitra dan kriteria seleksi mitra, serta mulai dilakukan seleksi
panjang antara dua atu lebih organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuan bisnis tertentu dengan mitra; Skor 5: Telah dilakukan penggalian informasi dan seleksi mitra, dan telah diperoleh database mitra, kriteria
memaksimalkan keefektifan sumberdaya dari setiap partisipan. Kemitraan ini memerlukan saling pemahaman karena seleksi mitra dan calon mitra potensial hasil seleksi.
memerlukan perubahan hubungan tradisional ke budaya saling berbagi tanpa memandang batas-batas
organisasional. Keunggulan kemitraan terletak pada kepercayaan.
19 P Membangun pola kemitraan yang lebih tepat Membangun hubungan kemitraan dalam pengembangan usaha bertujuan untuk mencapai tujuan bisnis bersama Skor 0: Belum terbangun pola kemitraan yang tepat; Skor 1: Mengkaji konsep pola kemitraan; Skor 2: Telah Dokumen Nota Kesepahaman atau MoU
dengan menghasilkan beberapa pola kemitraan seperti pola asuh, pola inti plasma, pola sub kontrak, pola futuristik, diperoleh konsep pola kemitraan yang lebih tepat; Skor 3: Validasi konsep pola kemitraan yang lebih tepat; Skor 4:
pola sejajar, pola kemitraan sesuai kebutuhan. Syarat-syarat untuk membentuk kemitraan: a. Adanya dua pihak atau Upaya pembangunan pola kemitraan berdasar konsep yang disusun; Skor 5: Telah dibangun pola kemitraan yang
lebih; b. Memiliki kesamaan visi dalam mencapai tujuan; c. Adanya kesepakatan; d. Saling membutuhkan. lebih tepat dalam pengembangan usaha untuk mencapai tujuan bisnis bersama.

20 R Kajian risiko teknologi telah dilakukan dalam setiap langkah Pada tahap pengembangan teknologi (technology development) masih mengandung risiko teknologi yang tinggi, oleh Skor 0: Tidak ada kajian risiko teknologi dan tidak menjadi pertimbangan dalam setiap tahap pengembangan Kajian risiko pada tahap pengembangan
pengembangan teknologi karenanya kajian risiko menjadi penting dilakukan. Kajian risiko teknologi yang dilakukan selaras dengan aktivitas teknologi ; Skor 1: Sedang disusun materi penelitian atau kajian risiko teknologi dalam setiap tahap pengembangan teknologi; Laporan pengembangan
pengembangan teknologi. Setelah TKT 4, maka kebutuhan biaya meningkat dalam rangka memperoleh prototype teknologi ; Skor 2: Kajian risiko teknologi pada setiap tahap pengembangan teknologi telah selesai (belum menjadi teknologi
(purnarupa) industri. Setelah TRL 5, kompleksitas dalam pengembangan teknologi meningkat, karena tidak hanya pertimbangan); Skor 3: Kajian risiko telah menjadi pertimbangan dalam beberapa tahap pengembangan teknologi ;
permasalahan teknologi saja yang dihadapi, tetapi juga permasalahan lain seperti manufaktur, marketing & strategi, Skor 4: Kajian risiko telah menjadi pertimbangan dalam hampir setiap tahap pengembangan teknologi ; Skor 5:
investasi & organisasi. Setelah TKT 6, risiko meningkat karena tidak hanya risiko teknologi yang dihadapi, tetapi juga Kajian risiko telah menjadi pertimbangan dalam setiap tahap pengembangan teknologi
risiko bisnis, risiko produk, risiko proses, dan risiko proyek.

21 R Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap Rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap pengembangan teknologi sangat penting dilakukan dalam rangka Skor 0: Tidak disusun rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap pengembangan teknologi; Skor 1: Memiki Rencana pengendalian risiko teknologi
pengembangan teknologi. meminimalisir kemungkinan terjadinya kegagalan pengembangan dan komersialisasi teknologi. ide/gagasan pengendalian risiko teknologi pada tahap pengembangan teknologi; Skor 2: Outline materi rencana pada tahap pengembangan teknologi.
pengendalian risiko teknologi pada tahap tahap pengembangan teknologi telah disusun; Skor 3: Mulai menyusun
rencana pengendalian risiko teknologi pada ttahap pengembangan teknologi; Skor 4: Tahap penyelesaian
penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap pengembangan teknologi ; Skor 5: Tersusun rencana
pengendalian risiko teknologi pada tahap tahap pengembangan teknologi
Indikator KATSINOV 3

No Aspek Aktivitas Kunci Penjelasan Substansi Aktivitas Kunci/ Atribut Kiteria Penilaian Bukti

1 T Sistem aktual dari teknologi telah didemonstrasikan dalam lingkungan Prototipe mendekati atau sejalan dengan rencana sistem operasionalnya. Keadaan ini mencerminkan langkah Skor 0: Belum diperoleh prototipe prototipe b (beta); Skor 1: Dalam proses penyelesaian prototipe prototipe b Hasil pengujian prototipe b (beta)
yang sebenarnya perkembangan dari TKT 6, membutuhkan demonstrasi dari prototipe sistem nyata dalam suatu lingkungan (beta); Skor 2: Pembuatan prototipe prototipe b (beta) telah dirampungkan; Skor 3: Telah diperoleh prototipe
operasional. Prototipe pada level ini merupakan prototipe b (beta) dimana telah diuji dalam lingkungan sebenarnya. prototipe b (beta), dan dimulai pengujian di lingkungan yang sebenarnya; Skor 4: Prototipe b (beta) telah melalui
tahapan pengujian di lingkungan yang sebenarnya; Skor 5: Prototipe b (beta) telah berhasil melewati pengujian di
lingkungan yang sebenarnya.

2 T Uji eksternal dari teknologi yang dikembangkan telah dilakukan secara Untuk memenuhi tuntutan penerapan teknologi di bidang tertentu, maka teknologi yang dikembangkan wajib melalui Skor 0: Belum dilakukan uji eksternal dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi; Skor 1: Hasil pengujian eksternal; sertifikat
lengkap dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian uji eksternal dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi. Misalnya: untuk produk farmasi Persiapan dilakukan uji eksternal dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi; Skor 2: Mulai pengujian
regulasi tahap ini merupakan Uji klinis Fase 3 untuk mendapatkan Nomer registrasi produk; Untuk alat kesehatan tahap ini dilakukan dilakukan uji eksternal dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi; Skor 3:
merupakan Pengujian klinis fase 3 prototip skala industri untuk memastikan tingkat efektivitas pada jumlah lebih lebih Pelaksanaan uji eksternal dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi telah diselesaikan
luas untuk Sertifikasi dan Standarisasi, serta pengajuan perijinan yang diperlukan. 60%; Skor 4: Pelaksanaan uji eksternal dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi telah
diselesaikan 80%; Skor 5: Telah diperoleh sertifikat hasil pengujian eksternal, dan diperoleh izin pemasaran produk
teknologi yang dikembangkan.

3 T Telah dilakukan dokumentasi terhadap teknologi yang dikembangkan Dalam sistem kerekayasaan (engineering system) ditekankan pengelolaan terhadap pencatatan kegiatan, Skor 0: Tidak dilakukan dokumentasi terhadap teknologi yang dikembangkan; Skor 1: Tahap awal melakukan Sistem pendokumentasian terhadap
dokumentasi petunjuk kerja, dan laporan teknis berkala. Pengelolaan dokumentasi terhadap teknologi yang pengelolaan terhadap pencatatan kegiatan, dokumentasi petunjuk kerja, dan laporan teknis berkala; Skor 2: Proses pencatatan kegiatan, dokumentasi
dikembangkan ini akan bermanfaat dalam proses alih teknologi, pengembangan lebih lanjut dari teknologi, dan menuju pengelolaan terhadap pencatatan kegiatan, dokumentasi petunjuk kerja, dan laporan teknis berkala secara petunjuk kerja, dan laporan teknis
apabila terjadi klaim pihak lain dapat dijadikan bukti otentik. sistematis; Skor 3: Pengelolaan terhadap pencatatan kegiatan, dokumentasi petunjuk kerja, dan laporan teknis berkala.
berkala telah dilakukan secara sistematis, tetapi belum didokumentasikan; Skor 4: Secara sistematis telah dilakukan
pengelolaan terhadap pencatatan kegiatan, dokumentasi petunjuk kerja, dan laporan teknis berkala, tetapi
pendokumentasiannya belum teratur dan terstruktur; Skor 5: Secara sistematis dilakukan pengelolaan terhadap
pencatatan kegiatan, dokumentasi petunjuk kerja, dan laporan teknis berkala, serta dilakukan pendokumentasian
dengan coding dokumen yang teratur dan terstruktur.

4 T Telah dilakukan launching teknologi yang dikembangkan, atau Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk Skor 0: Belum dilakukan launching teknologi yang dikembangkan, atau peluncuran hasil inovasi; Skor 1: Telah Laporan pelaksanaan acara peluncuran
peluncuran hasil inovasi baru ke pasar. Dalam melemparkan suatu produk, perusahaan harus memutuskan: kapan, dimana, pada siapa, dan direncanakan launching teknologi yang dikembangkan atau peluncuran hasil inovasi; Skor 2: Telah diputuskan kapan, hasil inovasi.
bagaimana. Pada hakekatnya peluncuran produk baru ke pasar ini merupakan tahap memperkenalkan produk kepada dimana, pada siapa, dan bagaimana pelaksanaan launching teknologi yang dikembangkan atau peluncuran hasil
calon pelanggan yang ditargetkan. inovasi; Skor 3: Dalam persiapan pelaksanaan launching teknologi yang dikembangkan atau peluncuran hasil
inovasi; Skor 4: Telah dilakukan launching teknologi yang dikembangkan atau peluncuran hasil inovasi. Skor 5:
Telah dilakukan launching teknologi yang dikembangkan atau peluncuran hasil inovasi, dan menunjukkan kesuksesan
dari sisi keberterimaan produk baru oleh pasar.

5 T Telah diperoleh kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, Manfaat Kekayaan Intelektual diantaranya adalah: 1). Aset Perusahaan, 2). Pendukung Pengembangan Usaha, 3). Skor 0: Belum diperoleh kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll); Skor 1: Tahap Sertifikat kekayaan intelektual
hak cipta, merek, dll). Pencegah Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Peningkat Daya Saing, 4). Pemacu Inovasi/Kreativitas, 5). Pembentuk mempelajari persyaratan pendaftaran kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll); Skor
Image. Obyek bidang kekayaan intelektual : a). Hak Cipta: seni, sastra & ilmu pengetahuan; b). Paten: invensi 2: Tahap mempersiapkan persyaratan pendaftaran kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta,
teknologi; c). Merek: simbol dagang barang dan jasa; d). Desain Industri: penampilan produk; e). Desain Tata Letak merek, dll); Skor 3: Telah mendaftarkan kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll),
Sirkuit Terpadu: desain tata letak rangkaian IC (Integrated Circuit); f). Rahasia Dagang: informasi rahasia yang bernilai dan telah mendapatkan surat submit dari Dirjen HKI; Skor 4: Masih menunggu keluarnya sertifikat kekayaan
ekonomi; g). Indikasi Geografis: dilindungi sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang. intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll); Skor 5: Telah diperoleh diperoleh kekayaan intelektual
(misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll).

6 M Kebutuhan khusus dan keperluan pelanggan (sebagai pemenuhan Untuk memahami secara nyata tentang kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan, kita seharusnya: a). Skor 0: Tidak dilakukan identifikasi dan analisis kebutuhan dan harapan pelanggan; Skor 1: Mulai menginisiasi Riset pasar
kebutuhan masyarakat sebagai solusi permasalahannya) telah melibatkan pelanggan dalam mengembangkan layanan baru; b). mengorganisasikan dan melaksanakan layanan identifikasi dan analisis kebutuhan dan harapan pelanggan; Skor 2: Outline (garis besar) materi identifikasi dan
diketahui pada kelompok terfokus; c). secara aktif melihat umpan balik pelanggan; d). menanyakan pada pelanggan, layanaan analisis kebutuhan dan harapan pelanggan telah disusun; Skor 3: Sedang dilakukan identifikasi dan analisis
yang penting bagi mereka; e). menganalisis tren pasar; f). menganalisis pesaing; dan, g). memperhatikan umpan balik kebutuhan dan harapan pelanggan; Skor 4: Identifikasi dan analisisi kebutuhan dan harapan pelanggan telah selesai;
staf. Skor 5: Hasil Identifikasi dan analisis kebutuhan pelanggan telah divalidasi

7 M Segmen, ukuran dan pangsa pasar telah diprediksi Segmen pasar (market segments) adalah kelompok orang atau kelompok organisasi yang memiliki kesamaan Skor 0: Belum diprediksi segmen, ukuran, dan pangsa pasar; Skor 1: Persiapan survei dan kajian untuk prediksi Rencana pasar dan pemasaran
karakteristik sehingga mereka juga memiliki kebutuhan produk dan jasa yang sama. Ukuran pasar (market size) segmen, ukuran, dan pangsa pasar; Skor 2: Outline (garis besar) materi survey dan baseline data telah disusun;
adalah kesuluruhan orang - orang yang merelakan sesuatu biasanya berbentuk uang untuk ditukarkan benda ataupun Skor 3: Tahap penyelesaian survei dan kajian untuk prediksi segmen, ukuran, dan pangsa pasar; Skor 4: Survey dan
jasa yang mereka inginkan. Pangsa Pasar (market share) adalah bagian dari Market Size yang kita targetkan kajian segmen, ukuran dan pangsa pasar telah selesai; Skor 5: hasil kajian prediksi segmen, ukuran, dan pangsa
untuk menjual barang atau jasa kita untuk mendapatkan uang. pasar telah divalidasi.
8 M Telah dikeluarkan harga dan luncuran produknya Harga mempunyai peranan yang penting sebagai alat bantu untuk sukses dalam strategi pemasaran. Penetapan Skor 0: belum ada uraian tentang perkiraan harga; Skor 1: Sudah diuraikan perkiraan harga namun belum ada Perhitungan harga jual untuk masing-
harga juga berfungsi penting pada strategi positioning produk. Harga merupakan pertanda bagi pembeli, instrumen rencana peluncuran produk; Skor 2: Sudah diuraikan perkiraan harga dan ada rencana peluncuran produk secara masing produk/jasa yang diluncurkan.
persaingan, dan cara meningkatkan kinerja finansial. Ketika kita melakukan penetapan harga, berarti kita sudah umum; Skor 3: Sudah diuraikan perkiraan harga dan ada rencana peluncuran produk belum rinci ; Skor 4: Perkiraan
membuat sebuah rangkaian dari strategi pemasaran. Peluncuran produk/jasa baru penting dilakukan untuk tujuan harga sudah dikemukakan menurut jenis produk namun tidak lengkap ; Skor 5: Perkiraan harga sudah dikemukakan
menarik perhatian pelanggan. Peluncuran produk/jasa baru yang berhasil tidak hanya akan membuat produk/jasa terinici menurut jenis produk secara lengkap
baru tersebut menonjol di pasar, tetapi juga meningkatkan penjualan, permintaan yang berulang, dan keuntungan.

9 O Memformalkan organisasi (struktur bisnis dengan staff dan Formalitas adalah standadisasi atau pembakuan tugas-tugas maupun jabatan dalam suatu organisasi. Semakin tinggi Skor 0: Belum ada tuntutan formalitas organisasi; Skor 1: Skor 2: Karena tuntutan bisnis maka mulai diupayakan Struktur organisasi, tata kerja organisasi.
kolaborator) derajat formalisasi maka semakin teratur perilaku bawahan dalam suatu organisasi. Agar bisnis dapat berjalan dengan formalitas organisasi; Skor 3: Upaya formalitas organisasi telah dilakukan, walaupun masih belum secara de jure dan
sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur de facto; Skor 4: Upaya formalitas organisasi telah dilakukan secara de facto, tetapi belum secara de jure, atau
bisnis yang ada. Untuk mengelola organisasi bisnis diperlukan pengelolaan atau manajemen serta orang yang sebaliknya; Skor 5: Telah dilakukan formalitas organisasi secara de jure dan de facto untuk memenuhi tuntutan
bertanggung jawab yang disebut manajer. Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin bisnis.
dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai
sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.

10 O Identifikasi beberapa tambahan staff yang dibutuhkan Untuk menjalankan suatu organisasi dibutuhkan SDM yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun kualifikasi. Oleh Skor 0: Belum ada pemikiran terkait dengan identifikasi, evaluasi dan perencanaan SDM untuk menentukan Rencana kebutuhan SDM.
karenanya, harus ada manpower planning. Manpower planning adalah suatu proses mengidentifikasi, mengevaluasi, kebutuhan tambahan staff; Skor 1: Kebutuhan tambahan staff dilakukan tanpa dilakukan identifikasi, evaluasi dan
dan merencanakan pemenuhan kebutuhan SDM yang akan menempati jabatan tertentu dalam perusahaan sesuai perencanaan SDM; Skor 2: Dalam menentukan kebutuhan tambahan staff mulai mempertimbangkan identifikasi,
dengan standar kebutuhan yang sudah ditetapkan sebelumnya. evaluasi dan perencanaan SDM; Skor 3: Kebutuhan tambahan staff telah dilakukan berdasar hasil identifikasi,
evaluasi dan perencanaan SDM, walaupun belum terstruktur dan sistematis; Skor 4: Kebutuhan tambahan staff telah
secara terstruktur dilakukan berdasar hasil identifikasi, evaluasi dan perencanaan SDM; Skor 5: Kebutuhan
tambahan staff telah secara terstruktur dan sistematis melalui proses identifikasi, evaluasi dan perencanaan SDM.

11 O Distribusi tanggung jawab dan beban kerja Dalam rangka keberhasilan proyek atau pekerjaan dibutuhkan uraian distribusi tanggung jawab dan beban kerja di Skor 0: Tidak ada distribusi tanggung jawab dan beban kerja; Skor 1: Tahap identifikasi distribusi tanggung jawab Uraian distribusi tanggung jawab dan
dalam organisasi. Uraian Beban Kerja bertujuan menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan dan beban kerja; Skor 2: Skor 3: Mulai menerapkan distribusi tanggung jawab dan beban kerja; Skor 4: Telah beban kerja di dalam organisasi.
suatu pekerjaan dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang dapat dilimpahkan kepada seorang dilaksanakan distribusi tanggung jawab dan beban kerja, walaupun belum secara terstruktur dan sistematis; Skor 5:
pegawai. Telah dilaksanakan distribusi tanggung jawab dan beban kerja secara terstruktur dan sistematis dengan
menyesuaikan tuntutan bisnis.

12 Mf Desain sistem sebagian besar stabil dan terbukti dalam uji dan Pada level ini desain sistem telah diselesaikan dan cukup stabil memasuki produksi laju rendah melalui uji dan Skor 0: Desain sistem belum diperoleh; Skor 1: Skor 2: Telah diperoleh desain sistem; Skor 3: Desain sistem Desain sistem manufaktur; hasil uji dan
evaluasi. evaluasi. Desain sistem adalah penggambaran dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa hal yang masih mulai dilakukan uji dan evaluasi; Skor 4: Iterasi uji dan evaluasi desain sistem untuk memperoleh stabilitas desain evaluasi desain sistem manufaktur.
terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Uji dan evaluasi sistem merupakan kelanjutan dari sistem; Skor 5: Telah diperoleh desain sistem yang sebagian besar stabil melalui uji dan evaluasi.
tahapan perancangan sistem yang bertujuan untuk menilai apakah sistem yang dirancang sesuai dengan rancangan
awal, seberapa jauh sistem berfungsi, melihat keunggulan dan kelemahan dari sistem, serta kestabilan fungsi dari
sistem.

13 Mf Proses dan prosedur manufaktur terbukti dalam skala pilot. Tahapan scale up dari skala riset di laboratorium menjadi skala industri atau komersial. Scale up atau memperbesar Skor 0: Masih pada tahap pengembangan proses dan prosedur manufaktur dalam skala laboratorium; Skor 1: Dokumen hasil uji dan evaluasi proses
kapasitas produksi hingga skala industri atau komersial ternyata dalam banyak hal bukan hal yang sederhana. Hal ini Dalam proses uji dan validasi proses dan prosedur manufaktur dalam skala laboratorium; Skor 2: Tahap aktivitas dan prosedur dalam skala pilot.
karena sejumlah peralatan yang digunakan di dunia industri tidak sama dengan skala laboratorium. Secara visual alat pengembangan proses dan prosedur manufaktur dalam skala pilot; Skor 3: Telah diperoleh proses dan prosedur
yang digunakan di industri akan berbeda sangat jauh dengan skala laboratorium. Skala laboratorium dengan orientasi manufaktur dalam skala pilot, dan mulai dilakukan uji dan validasi proses dan prosedur manufaktur dalam skala pilot;
kualitatif sedangkan skala industri atau komersial orientasi kuantitatif atau ekonomis. Untuk mendapatkan gambaran Skor 4: Dalam proses iterasi uji dan validasi proses dan prosedur manufaktur dalam skala pilot; Skor 5: Proses dan
yang lebih baik tentang kondisi komersialnya disarankan untuk membuat suatu pilot atau prototype sebagai model prosedur manufaktur telah terbukti dalam uji dan validasi skala pilot.
yang nantinya lebih mudah untuk di scale up. Adanya tahapan skala pilot atau model tersebut dimaksudkan untuk
meminimalisasi resiko sebelum scale up lebih lanjut. Skala pilot sebagai model tersebut harus cukup mewakili untuk
proses skala besarnya. Variabel-variabel proses perlu diidentifikasi dengan cermat dan yang terpenting adalah esensi
proses serta kondisi operasinya. Pemilihan alat berikut spesifikasinya adalah langkah selanjutnya pada fase ini.
Mengontrol kondisi proses dalam skala lebih besar akan lebih sulit tanpa didukung peralatan berikut sisi instrumentasi
yang memadai. Trial and error untuk mencari kondisi optimum proses adalah hal yang menantang sekaligus
menyenangkan untuk dipecahkan. Referensi yang memadai berikut pengalaman yang mendukung akan membuat
proses scale up semakin mudah dan menyenangkan.

14 Mf Dilaksanakan produksi pada laju rendah Produksi awal laju rendah (LRIP - Low Rate Initial Production) adalah istilah yang biasa digunakan untuk menentukan Skor 0: Belum dibuat perancangan sistem atau metode produksi rinci ; Skor 1: sedang dilakukan perancangan Logbook pelaksanaan Produksi awal
tahap produksi awal dan kecil. Pada fase LRIP ini sebagai tahap uji untuk persiapan menuju produksi skala penuh, sistem atau metode produksi rinci melalui kegiatan pengembangan kerekayasaan dan manufaktur; Skor 2: Telah tingkat rendah (LRIP - Low Rate Initial
dimana dapat diketahui kelemahan atau ketidakmatangan perancangan sistem atau metode produksi. diperoleh perancangan sistem atau metode produksi rinci; Skor 3: Sedang dilakukan tahap uji terhadap hasil Production)
perancangan sistem atau metode produksi rinci; Skor 4: Tahap iterasi uji terhadap hasil perancangan sistem atau
metode produksi rinci, dan telah menunjukkan stabil; Skor 5: Telah dilaksanakan Produksi awal laju rendah (LRIP -
Low Rate Initial Production).
15 I Berhasil mendefinisikan kondisi akhir dari produk teknologi dengan Pengembangan produk yang dilakukan benar-benar telah sesuai dengan kebutuhan segmen pasar yang ditetapkan Skor 0: Tidak ada bukti; Skor 1: telah dilakukan analisis rantai bisnis; Skor 2: telah diidentifikasi target person, Spesifikasi produk; Rencana pemasaran.
mempertimbangkan seluruh target person, pasar vertikal, dan / atau dengan mempertimbangkan profil pelanggan, mencakup kesesuaian dengan kebutuhan pelanggan individual, industri pasar vertikal dan preferensi atau trend di wilayah geografik; Skor 3: telah dilakukan analisis pasar terhadap 2 dari 3
geografik spesifik yang menjadi pelanggan, dan kecenderungan preferensi atau trend di wilayah atau geografis tertentu. Yang kategori pelanggan (target person, pasar vertikal dan preferensi atau trend di wilayah geografik); Skor 4: telah
dimaksud dengan Pasar vertikal (vertical market) adalah pasar produk yang dirancang untuk industri tertentu. dilakukan analisis pasar terhadap semua kategori pelanggan; Skor 5: produk yang dikembangkan sesuai dengan
Sedangkan pasar berdasar geografik dapat merupakan pasar lokal, regional, nasional, dan internasional. preferensi semua kategori pelanggan

16 I Dilakukan validasi terhadap bisnis yang dilakukan. Validasi terhadap bisnis yang sedang kita lakukan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa bisnis kita Skor 0: Tidak ada bukti; Skor 1: telah ada konsep bisnis kanvas; Skor 2: konsep model bisnis kanvas telah Analisis kelayakan bisnis (potensi pasar,
profitable. Metode validasi bisnis yang sedang kita lakukan antara lain adalah: 1). Analisa apakah bisnis yang komprehensif; Skor 3: telah diidentifikasi aspek aspek analisis kelayakan finansial; Skor 4: telah dilakukan analisis kelayakan teknis, dan kelayakan
dilakukan dapat menghasilkan profit; 2). belajar langsung dengan ahlinya atau dengan komunitas di bidang bisnis kelayakan finansial; Skor 5: bisnis yang dikembangkan telah memenuhi analisis kelyakan finansial finansial)
yang sedang digeluti; 3). menyesuaikan minat dan sumber daya yang dibutuhkan dalam bisnis tertentu; 4). analisis
apakah kita dan bisnis kita dapat berkembang.

17 I Identifikasi dan validasi terhadap indikator kinerja utama yang Pada institusi bisnis pengukuran kinerja (performance review) menjadi bagian utama dari proses manajemen. Untuk Skor 0: Tidak ada bukti studi kelayakan penetapan IKU terhadap kelayakan dan keberhasilan bisnis; Skor 1: Ada Rencana usaha (business plan)
mengindikasikan keberhasilan bisnis. melihat ukuran kinerja dibutuhkan indikator kinerja utama, yaitu suatu metrik yang digunakan untuk membantu suatu bukti yang lemah; Skor 2: Kelemahan bukti sedang disempurnakan; Skor 3: Penyempurnaan bukti telah selesai;
organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi. Untuk mendapatkan indikator kinerja Skor 4: Bukti penetapan IKU terhadap kelayakan dan keberhasilan bisnis telah dianalisis; Skor 5: Penetapan IKU
utama yang tepat maka dibutuhkan identifikasi dan validasi terhadap beberapa indikator yang mencerminkan terhadap kelayakan dan keberhasilan bisnis telah divalidasi
keberhasilan bisnis.

18 P Kemitraan secara formal dilakukan Kemitraan secara formal artinya pola kemitraan yang dilakukan telah disepakati dalam bentuk perjanjian. Jadi secara Skor 0: Dalam penjajakan menjalin kemitraan; Skor 1: Mulai terjalin kemitraan yang sifatnya belum formal dan Dokumen Nota Kesepahaman atau MoU,
legal formal kemitraan tersebut telah memberikan ikatan bagi kedua pihak yang bermitra. mengikat; Skor 2: Tahap mencari pola kemitraan yang sifatnya formal dan mengikat; Skor 3: Disepakati untuk Dokumen Perjanjian Kerjasama
melakukan perjanjian yang sifatnya mengikat kedua pihak yang bermitra; Skor 4: Persiapan dokumen perjanjian yang Kemitraan (PKS), atau kontrak pekerjaan
sifatnya mengikat kedua pihak yang bermitra; Skor 5: Pola kemitraan yang dilakukan telah disepakati dalam bentuk
perjanjian, sehingga secara legal formal kemitraan tersebut telah memberikan ikatan bagi kedua pihak yang bermitra.

19 P Menyusun dan mengimplementasikan rencana kerjasama. Kemitraan secara formal dilakukan harus dilengkapi dengan rencana kerjasama kemitraan. Untuk menyusun rencana Skor 0: Belum dibuat rencana kerjasama kemitraan; Skor 1: Tahap eksplorasi rencana kerjasama yang akan Dokumen Nota Kesepahaman atau MoU,
kerjasama dapat dimulai dari penentuan target; memilih pimpinan tim kerja yang tepat; menentukan tugas; anggaran disusun; Skor 2: Mulai dilakukan penyusunan bersama rencana kerjasama Skor 3: Penyelesaian dokumen rencana Dokumen Perjanjian Kerjasama
dan waktu; mengatur secara logis. kerjasama; Skor 4: Telah diperoleh dokumen rencana kerjasama; Skor 5: Telah ada dokumen dan Kemitraan (PKS), atau kontrak pekerjaan
mengimplementasikan rencana kerjasama.

20 R Kajian risiko teknologi menjadi dasar dalam pengambilan keputusan Kajian risiko yang dilakukan dalam setiap langkah inovasi sangat penting dilakukan untuk memitigasi potensi Skor 0: Tidak disusun rencana pengendalian risiko pada tahap engineering dan operation ; Skor 1: Mulai diinisiasi Laporan kajian risiko teknologi
teknis tahap engineering & Operation kegagalan yang mungkin terjadi. Kajian risiko dilakukan terhadap potensi kegagalan penerapan teknologi atau dan disiapkan rencana pengendalian risiko pada tahap engineering dan operation; Skor 2: Telah disusun outline
implementasi dalam proyek, produk, proses, dan bisnis. (garis besar) rencana pengendalian risiko pada tahap engineering dan operation; Skor 3: Sedang disusun rencana
pengendalian risiko teknologi pada tahap engineering dan operation; Skor 4: Selesai disusun rencana pengendalian
risiko teknologi pada tahap engineering dan operation; Skor 5: Rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap
engineering dan operation telah divalidasi

21 R Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap Rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penerapan teknologi sangat penting dilakukan dalam rangka Skor 0: Tidak disusun rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penerapan teknologi; Skor 1: Mulai Dokumen rencana pengendalian risiko
engineering & Operation. meminimalisir kemungkinan terjadinya kegagalan proyek, produk, proses, dan bisnis. diinisiasi dan disiapkan rencana pengendalian risiko pada tahap penerapan teknologi; Skor 2: Telah disusun outline teknologi
(garis besar) rencana pengendalian risiko pada tahap penerapan teknologi; Skor 3: Sedang disusun rencana
pengendalian risiko teknologi pada tahap penerapan teknologi; Skor 4: Selesai disusun rencana pengendalian risiko
teknologi pada tahap penerapan teknologi; Skor 5: Rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penerapan
teknologi telah divalidasi
Indikator KATSINOV 4

No Aspek Aktivitas Kunci Penjelasan Substansi Aktivitas Kunci/ Atribut Kiteria Penilaian Bukti

1 T Telah terbentuk keahlian terkait pengoperasian dan pemeliharaan Level pada aspek teknologi ini sudah melalui level TKT 9, dimana pengenalan produk baru ke pasar dilakukan secara Skor 0: Belum ada buku manual (manual book) yang berisikan cara penggunaan/ pengoperasian, cara perawatan, Buku manual (manual book) tentang
produk teknologi. intensif. Dalam rangka mempermudah pelayanan kepada pelanggan, maka produk baru yang ditawarkan wajib spesifikasi teknis, dan petunjuk teknis apabila terjadi masalah (trouble shooting); Skor 1: Tersedia spesifikasi teknis pengoperasian, pemeliharaan maupun
disediakan buku manual (manual book) yang berisikan spesifikasi teknis, cara penggunaan/ pengoperasian, cara saja; Skor 2: Tersedia spesifikasi teknis dan cara penggunaan/ pengoperasian; Skor 3: Tersedia spesifikasi teknis, trobleshooting-nya.
perawatan, dan petunjuk teknis apabila terjadi masalah (trouble shooting), serta alamat Customer Service yang cara penggunaan/ pengoperasian, dan cara perawatan; Skor 4: Tersedia spesifikasi teknis, cara penggunaan/
dihubungi apabila terjadi masalah yang parah. pengoperasian, cara perawatan, dan petunjuk teknis apabila terjadi masalah (trouble shooting); Skor 5: Telah
tersedia buku manual (manual book) yang berisikan spesifikasi teknis, cara penggunaan/ pengoperasian, cara
perawatan, dan petunjuk teknis apabila terjadi masalah (trouble shooting), dan dilengkapi alamat Customer Service
yang dihubungi apabila terjadi masalah yang parah.

2 T Penggunaan umum produk teknologi oleh pasar luas (sebagai Produk baru yang ditawarkan kepada pelanggan pada umumnya memiliki spesifikasi teknis tertentu dan diperuntukan Skor 0: Belum diidentifikasi penggunaan umum produk teknologi oleh pasar luas; Skor 1: Pada tahap uji dan validasi Spesifikasi teknis.
pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai solusi permasalahannya) untuk penggunaan atau keperluan tertentu juga. Oleh karenanya sangat penting diidentifikasi terkait dengan komponen teknologi yang dikembangkan di lingkungan laboratorium; Skor 2: Pada tahap uji dan validasi komponen
telah diidentifikasi penggunaan umum dari produk yang ditawarkan oleh pengguna akhirnya, karena hal ini akan sangat erat teknologi yang dikembangkan di lingkungan yang relevan; Skor 3: Pada tahap uji dan validasi komponen teknologi
hubungannya dengan penggunaan/ pengoperasian, cara perawatan, spesifikasi teknis, dan trouble shooting. yang dikembangkan di lingkungan yang sebenarnya; Skor 4: Telah diperoleh sistem teknologi yang stabil dengan
spesifikasi teknis yang sesuai dengan lingkungan terapnya; Skor 5: Telah ditetapkan penggunaan umum produk
teknologi oleh pasar luas melalui penetapan spesifikasi teknis tertentu dan diperuntukan untuk penggunaan atau
keperluan tertentu juga.

3 T Telah dilakukan identifikasi benefit kunci melalui hasil pengujian Pengujian produk baru bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih rinci tentang peluang sukses produk baru, Skor 0: Belum dilakukan pengujian untuk identifikasi benefit kunci produk baru; Skor 1: Tahap persiapan pengujian Hasil pengujian
mengidentifikasi berbagai penyesuaian akhir yang diperlukan untuk produk, dan menetapkan berbagai elemen penting untuk identifikasi benefit kunci produk baru; Skor 2: Mulai dilakukan pengujian untuk identifikasi benefit kunci produk
dalam program pemasaran yang akan dipakai untuk memperkenalkan produk di pasar. Secara umum, terdapat 4 baru; Skor 3: Telah dilakukan pengujian intensif, tetapi belum dapat diidentifikasi benefit kunci produk baru; Skor 4:
kegiatan dalam pengujian produk baru, antara lain: 1). Pengujian teknis (Technical Testing); 2). Pengujian preferensi Mulai teridentifikasi awal benefit kunci produk baru; Skor 5: Telah diperoleh benefit kunci dari produk baru melalui
dan kepuasan; 3). Pengujian simulasi pasar; dan, 4). Pengujian pasar. pengujian.

4 T Adanya dukungan terhadap adopsi produk teknologi oleh pasar. Proses adopsi produk dikelompokkan menjadi lima tahap, yaitu: kesadaran, minat, evaluasi, mencoba, dan adopsi. Skor 0: Belum ada dukungan terhadap adopsi produk teknologi oleh pasar; Skor 1: Tahap awal edukasi pasar untuk Piranti untuk edukasi kepada pelanggan
Proses adopsi yaitu proses mental yang harus dilalui seseorang mulai dari ketika pertama kali mendengar tentang membangun dukungan terhadap adopsi produk teknologi; Skor 2: Telah terbangun kesadaran pasar terhadap produk (misal: manual book, leaflet).
inovasi sampai adopsi akhir. Dalam rangka suksesnya adopsi produk oleh pengguna akhir maka dibutuhkan teknologi; Skor 3: Telah terbangun kesadaran dan minat pasar terhadap produk teknologi; Skor 4: Telah terbangun
dukungan terhadap adopsi teknologi oleh pasar, yaitu dengan edukasi kepada pasar melalui informasi keunggulan kesadaran, minat, dan mencoba produk teknologi; Skor 5: Telah terjadi adopsi produk teknologi oleh pasar.
produk yang ditawarkan, serta menekankan solusi yang ditawarkan kepada pelanggan dengan menggunakan produk
yang ditawarkan.

5 M Dilakukan posisioning pasar Posisioning Pasar adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan Skor 0: Belum dilakukan posisioning pasar terhadap produk/jasa baru; Skor 1: Persiapan untuk melakukan Strategi pemasaran
penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan posisioning pasar terhadap produk/jasa baru; Skor 2: Sedang menyusun outline strategi dan content analysis
suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan (analisis isi) tentang posisioning pasar produk/jasa baru; Skor 3: Tahap penyelesaian strategi dan content analysis
pesaingnya. Positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis tentang posisining pasar terhadap produk/jasa baru; Skor 4: Hasil analisis posisioning pasar terhadap produk/jasa
pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis). bar telah tersusun; Skor 5: Hasil analisis posisioning pasar terhadap produk/jasa baru sudah diimplementasikan
secara faktual

6 M Model bisnis ditetapkan Suatu model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan Skor 0: Model bisnis belum ditetapkan; Skor 1: Persiapan dan mulai menginisiasi perancangan model bisnis; Skor Model bisnis kanvas
menangkap nilai-nilai - baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Model bisnis adalah cara yang 2: Outline konsep dan materi terkait perancangan model bisnis telah disusun; Skor 3: Perancangan dan
paling mudah dan sederhana untuk menggambarkan bisnis yang ada dipikiran Anda. Tahapan membuat Model Bisnis penyelesaian model bisnis; Skor 4: Hasil rancangan model bisnis telah dianalisis; Skor 5: Model bisnis telah
ala Osterwalder: 1). Tentukan customer segment. 2). Tentukan produk, layanan atau value proposition. 3). Bagaimana ditetapkan.
cara menyampaikan produk kepada customer. 4). Bagaimana relasi yang akan dibentuk antara customer dan bisnis.
5). Tentukan darimana sumber pendapatan atau revenue streams. 6). Tentukan sumber daya yang dibutuhkan atau
key resources. 7). Tentukan aktivitas utama dalam bisnis atau key activities. 8). Tentukan siapa partner utama yang
diperlukan dalam bisnis atau key partners. 9). Terakhir darimana saja sumber pengeluaran atau cost structures.

7 M Pesaing diidentifikasi dengan baik Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang atau jasa yang sama atau mirip dengan produk Skor 0: Pesaing belum teridentifikasi; Skor 1: Kajian identifikasi pesaing telah diinisiasi dan dipersiapkan; Skor 2: Riset pasar
yang kita tawarkan. Pesaing suatu perusahaan dapat dikategorikan pesaing yang kuat dan pesaing yang lemah atau Outline (garis besar) konsep dan materi kajian identifikasi pesaing telah disusun; Skor 3: Kajian identifikasi pesaing
ada pesaing yang dekat yang memiliki produk yang sama atau memiliki produk yang mirip. Hal-hal yang perlu telah dirancang dan diselesaikan; Skor 4: Hasil kajian identifikasi pesaing telah dianalisis; Skor 5: Pesaing telah
diketahui dari pesaing adalah tentang: 1). kelengkapan, mutu, desain dan bentuk produk; 2). harga yang ditawarkan; teridentifikasi dan ditetapkan.
3). saluran distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki; 4). promosi yang dijalankan; 5). rencana kegiatan pesaing ke
depan.
8 M Pemasaran ditekankan pada pengenalan dengan baik produk Permintaan dalam tahap perkenalan biasanya datang dari core market, yaitu konsumen yang memiliki dana yang Skor 0: Belum dilakukan tahap perkenalan produk kepada pelanggannya di pasar; Skor 1: mulai diinisiasi dan Strategi pemasaran
teknologi kepada para pelanggannya lebih dan mencari produk yang benar-benar diinginkannya. Oleh karena itu harga produk baru biasanya cukup tinggi dipersiapkan strategi pengenalan (promosi) dan pemasaran produk kepada pelanggannya di pasar; Skor 2: Mulai
(karena belum diproduksi secara massal, efisien, dan untuk menutup bisya pengembangan dan riset, serta biaya menyusun outline (garis besar) strategi dan materi (tools/instrument) promosi dan pemasaran produk kepada
promosi), maka konsumen dengan tipe seperti itulah yang dituju oleh produsen. Laba juga masih sangat rendah pelanggannya di pasar; Skor 3: Strategi promosi dan pemasaran selesai tersusun dan dianalisis; Skor 4: Strategi
(bahkan cenderung merugi) karena menanggung besarnya biaya pemasaran (terutama promosi) dan biaya-biaya promosi dan pemasaran produk kepada pelanggannya di pasar mulai dijalankan; Skor 5: Promosi dan pemasaran
lainnnya, sedangkan penjualan masih sangat rendah. Pada tahap perkenalan produk promosi difokuskan pada usaha berjalan dengan efektif sehingga perusahaan memperoleh nilai tambah.
membangun prymary demand (permintaan awal) yaitu permintaan pada product class (kelas produk), bukan pada
merek produk. Produk baru juga pada umumnya menimbulkan masalah distribusi, karena seringkali retailer dan
wholesaler tidak bersedia untuk menaggung risiko dalam menjual produk baru. Oleh karena itu, biaya promosi
menjadi sangat tinggi karena selain ditujukan untuk memberi informasi kepada konsumen akhir mengenai keberadaan
produk, juga untuk menarik minat distributor agar mau menjual produk yang ditawarkan.

9 O Menetapkan bentuk organisasi Pada level Katsinov 4 ini, organisasi tidak bisa lagi merupakan organisasi R&D, tetapi harus merupakan organisasi Skor 0: Belum ada organisasi; Skor 1: Telah ada organisasi R&D; Skor 2: Mulai dilakukan transformasi dari Dokumen terkait badan hukum
berbadan hukum karena telah berkaitan erat dengan bisnis dan transaksi secara ekonomi. Bentuk organisasi dapat: organisasi R&D menjadi organisasi bisnis, walaupun belum ditetapkan bentuk organisasinya; Skor 3: Telah terjadi organisasi.
1). pembentukan entitas bisnis baru, misalnya berbentuk PT, CV, UD, dll.; 2). Unit atau divisi baru dalam lingkungan transformasi organisasi R&D menjadi organisasi bisnis, walaupun belum ditetapkan bentuk organisasinya; Skor 4:
perusahaan induknya. Apabila formalitas organisasi mengarah pada pembentukan entitas bisnis baru maka ketentuan Telah terjadi transformasi organisasi dan ditetapkan bentuk organisasi, tetapi belum berbadan hukum; Skor 5: Telah
peraturan perundangan yang mengatur pembentukan entitas bisnis baru berlaku. Beberapa hal yang harus dipenuhi ada bentuk organisasi bisnis dan berbadan hukum.
adalah: Akta Pendirian Perusahaan, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan),
Keterangan Domisili Perusahaan, dan HO (Hinder Ordonantie) atau Izin Gangguan. Apabila formalitas organisasi
mengarah pada pembentukan unit atau divisi baru dalam perusahaan indusknya maka ketentuan internal perusahaan
indusknya yang berlaku.

10 O Mengembangkan kemitraan dengan organisasi independen Suatu entitas bisnis harus memiliki mitra yang dapat medukung keberlanjutan bisnisnya, yaitu mitra pengembangan Skor 0: Belum dilakukan pengembangan kemitraan dengan organisasi independen; Skor 1: Tahap persiapan Daftar mitra dalam bisnis
produk (misal: Litbang, Perguruan Tinggi), mitra yang mendukung permodalan (misal: investor dan perbankan), mitra pengembangan kemitraan dengan organisasi independen; Skor 2: Mulai dikembangkan kemitraan dengan organisasi
pemasok (misal: vendor, suplayer), mitras pemasaran (misal: distributor, chanel pemasaran lain), mitra untuk after independen; Skor 3: Telah berkembang kemitraan dengan organisasi independen, walaupun belum bersifat formal
sales (misal: chanel pelayanan untuk penjualan suku cadang, pemeliharaan, dan perbaikan). dan mengikat; Skor 4: Mulai dibangun kemitraan dengan organisasi independen yang bersifat formal dan mengikat;
Skor 5: Telah terbangun kemitraan dengan organisasi independen yang bersifat formal dan mengikat.

11 O Identifikasi peluang untuk introduksi produk kepada mitra dan pasar Mempromosikan produk baru dalam rangka memperkenalkannya kepada pelanggan supaya dapat melihat dan Skor 0: Belum ada produk baru yang diintroduksi kepada mitra dan pasar baru; Skor 1: Tahap pengembangan Riset Pasar; Strategi pemasaran
baru mencobanya adalah merupakan langkah awal Anda dalam melakukan penjualan. Produk terbaik sekalipun harus produk baru; Skor 2: Tahap penyelesaian pengembangan produk baru; Skor 3: Telah diperoleh produk baru yang
melewati tahapan perkenalan ini jika khalayak belum mengetahui keberadaannya. Oleh karena itu, Anda sebagai siap diintroduksi ke pasar; Skor 4: Proses identifikasi peluang untuk introduksi produk kepada mitra dan pasar baru;
pemilik bisnis atau professional marketer harus menggunakan berbagai teknik pemasaran seefektif mungkin untuk Skor 5: Telah diidentifikasi peluang untuk introduksi produk kepada mitra dan pasar baru, dan mulai dilakukan
memastikan bahwa target pasar Anda telah menerima informasi yang benar tentang produk Anda. Introduksi produk pengenalan dan pemasaran produk baru yang dilepas.
baru kepada mitra dan pelanggan baru menjadi upaya awal yang penting bagi pengenalan dan pemasaran produk
baru yang dilepas. Oleh karena itu, identifikasi peluang untuk introduksi produk baru ke mitra dan pasar baru menjadi
sangat penting.

12 Mf Diperlihatkan produksi dengan laju penuh dan pelaksanaan . Produksi laju penuh (FRP - Full Rate Production) pada hakekatnya adalah produksi ekonomi. Produksi ekonomi Skor 0: Telah diperoleh perancangan sistem atau metode produksi rinci; Skor 1: Sedang dilakukan tahap uji Logbook pelaksanaan produksi laju
adalah membuat suatu produk sedemikian rupa sehingga menguntungkan secara finansial, hal ini berarti bahwa biaya terhadap hasil perancangan sistem atau metode produksi rinci; Skor 2: Tahap iterasi uji terhadap hasil perancangan penuh.
harus ditekan sehingga dapat diterima maupun bersaing, selain itu harus ada kebutuhan akan produk tersebut, atau sistem atau metode produksi rinci, dan telah menunjukkan stabil; Skor 3: Telah dilaksanakan Produksi awal laju
bila belum ada, perlu diciptakan kebutuhan dan pasaran produk tersebut. rendah (LRIP - Low Rate Initial Production); Skor 4: Persiapan dilaksanakan produksi dengan laju penuh melalui uji
dan evaluasi; Skor 5: Telah berhasil dilakukan produksi dengan laju penuh.

13 Mf Mulai menerapkan produksi untuk memenuhi keamanan, kualitas dan Dalam produksi sudah mulai memenuhi ketentuan keamanan, kualitas, dan persyaratan hukum yang diberlakukan Skor 0: Produksi belum memenuhi ketentuan keamanan, kualitas, dan persyaratan hukum yang diberlakukan secara Sertifikat, SOP (Standard Operating
persyaratan hukum, misal: GMP (Good Manufacturing Practice) atau secara nasional maupun internasional. Misal: GMP (Good Manufacturing Practice) atau CPPOB (Cara Produksi nasional maupun internasional; Skor 1: Tahap persiapan pengurusan ketentuan keamanan, kualitas, dan persyaratan Procedures).
CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik), CPOB (Cara Pangan Olahan Yang Baik), CPOB (Cara Produksi Obat Yang Baik), CPIB (Cara Pembenihan Ikan Yang Baik), hukum yang diberlakukan secara nasional maupun internasional; Skor 2: Mulai dilakukan pengurusan secara
Produksi Obat Yang Baik), CPIB (Cara Pembenihan Ikan Yang Baik), Standar Pembuatan Mobil, dll. administratif ketentuan keamanan, kualitas, dan persyaratan hukum yang diberlakukan secara nasional maupun
Standar Pembuatan Mobil, dll. internasional; Skor 3: Tahap verifikasi dan/atau appraisal oleh institusi berwenang dalam rangka memperoleh
ketentuan keamanan, kualitas, dan persyaratan hukum yang diberlakukan secara nasional maupun internasional;
Skor 4: Telah dinyatakan memenuhi ketentuan keamanan, kualitas, dan persyaratan hukum yang diberlakukan
secara nasional maupun internasional; Skor 5: Produksi sudah melaksanakan dan memenuhi ketentuan keamanan,
kualitas, dan persyaratan hukum yang diberlakukan secara nasional maupun internasional.
14 Mf Mulai menerapkan jaminan mutu sesuai standar tertentu yang Jaminan Mutu( QA – Quality Assurance ) adalah cara untuk mencegah kesalahan atau cacat pada produk dan Skor 0: Belum menerapkan jaminan mutu sesuai standar tertentu yang dipersyaratka; Skor 1: Tahap persiapan Sertifikat standar tertentu sesuai yang
dipersyaratkan menghindari masalah saat memberikan solusi atau layanan kepada pelanggan. menerapkan jaminan mutu sesuai standar tertentu yang dipersyaratkan; Skor 2: Mulai menerapkan jaminan mutu dipersyaratkan
sesuai standar tertentu yang dipersyaratkan; Skor 3: Tahap pengurusan mendapatkan akreditasi jaminan mutu
sesuai standar tertentu yang dipersyaratkan; Skor 4: Tahap verifikasi dan/atau appraisal oleh institusi berwenang
dalam rangka memperoleh akreditasi jaminan mutu sesuai standar tertentu yang dipersyaratkan; Skor 5: Telah
mendapatkan sertifikat dan melaksanakan jaminan mutu sesuai standar tertentu yang dipersyaratkan.

15 Mf Ada tuntutan masyarakat terhadap mutu, keamanan dan keselamatan 1). Pengertian Mutu/kualitas mencakup segala keistimewaan atau keunggulan yang memberikan kepuasan total Skor 0: Belum ada kesadaran memperhatikan tuntutan masyarakat terhadap mutu, keamanan dan keselamatan Umpan balik pelanggan
produk yang dimanfaatkan. kepada konsumen, meliputi keunggulan dalam kualitas produk, harga, ketepatan waktu, pelayanan, keamanan dan produk yang dimanfaatkan; Skor 1: Tahap munculnya kesadaran awal untuk menerima dan memenuhi tuntutan
pertimbangan moral. Mutu/kualitas selalu berfokus pada pelanggan. Dengan demikian produk didesign, diproduksi masyarakat terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan; Skor 2: Tahap melakukan upaya
serta pelayanan diberikan untuk memenuhi keinginan pelanggan. Karena kualitas mengacu kepada segala sesuatu memperoleh tanggapan atau feedback dari masyarakat atau pelanggannya terhadap mutu, keamanan dan
yang menentukan kepuasan pelanggan , suatu produk yang dihasilkan baru dapat dikatakan berkualitas apabila keselamatan produk yang dimanfaatkan; Skor 3: Telah menerima tanggapan atau feedback dari masyarakat atau
sesuai dengan keinginan pelanggan, dapat dimanfaatkan dengan baik, serta diproduksi (dihasilkan) dengan cara yang pelanggannya terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan, tetapi belum melakukan
baik dan benar. 2). Keamanan dan keselamatan (Security and Safety) produk akan dikaitkan dengan upaya untuk memenuhi tuntutan tersebut; Skor 4: Telah menerima dan memenuhi tuntutan dari masyarakat atau
pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan perizinan. SNI merupakan persyaratan teknis atau ketentuan pelanggannya terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan, walaupun belum optimal; Skor
yang dibakukan melalui proses konsensus dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan 5: Telah menerima dan memenuhi tuntutan secara optimal dari masyarakat atau pelanggannya terhadap mutu,
dan fungsi lingkungan hidup di Indonesia serta kemajuan iptek, untuk bisa dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan.
perizinan akan terkait dengan peraturan izin yang diberlakukan oleh otoritas di bidangnya, misalnya BPOM (Badan
POM), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dll. 3). Umpan Balik
Pelanggan merupakan bentuk interaksi dalam media komunikasi tertentu yang memungkinkan pengguna
menyampaikan pendapat mereka kepada pemilik bisnis setelah berinteraksi dengan layanan, baik dari sisi mutu,
keamanan dan keselamatan produk. Cara mendapatkan umpan balik pelanggan dapat melalui survei dan kuesioner.
Umpan balik pelanggan ini merupakan tuntutan pelanggan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang
dimanfaatkan.

16 I Teridentifikasi potensi pasar Potensi pasar (market potential) adalah ukuran atau nilai total pasar dalam rupiah seandainya semua orang yang Skor 0: Belum dilakukan identifikasi potensi pasar; Skor 1: Mulai dilakukan identifikasi potensi pasar; Skor 2: Riset pasar
memiliki ketertarikan terhadap produk/jasa dan memiliki daya beli, membeli produk/jasa. Dengan menganalisis potensi Potensi pasar telah teridentifikasi; Skor 3: Hasil teridentifikasi potensi pasar mulai dianalisis; Skor 4: Hasil identifikasi
pasar, maka dapat memperkirakan daya serap konsumen terhadap produk/jasa yang hendak kita tawarkan. Hal ini potensi pasar telah selesai dianalis; Skor 5: Telah diperkirakan daya serap konsumen terhadap produk/jasa yang
sangat penting sebagai ukuran apakah sektor usaha yang akan kita masuki masih menjanjikan keuntungan atau tidak. ditawarkan melalui identifikasi dan analisis potensi pasar.

17 I Teridentifikasi keberterimaan produk/jasa di pasar Pada level katsinov 3 telah diprediksi segmen, ukuran dan pangsa pasar. Pada level katsinov 4 ini mulai pengenalan Skor 0: Belum dilakukan identifikasi keberterimaan produk/jasa di pasar; Skor 1: Persiapan pelaksanaan identifikasi Hasil pengenalan produk/jasa baru
produk/jasa baru kepada pasar, dimana pemasaran ditekankan pada pengenalan produk/jasa kepada pelanggan. keberterimaan produk/jasa di pasar; Skor 2: Telah dilakukan identifikasi keberterimaan produk/jasa di pasar; Skor 3: kepada pasar
Oleh karena itu, identifikasi keberterimaan produk/jasa di pasar menjadi sangat penting. Identifikasi keberterimaan produk/jasa di pasar telah selesai dan mulai dianalisis; Skor 4: Hasil identifikasi
keberterimaan produk/jasa di pasar telah dianalisis; Skor 5: Hasil analisi identifikasi keberterimaan produk/jasa di
pasar, telah menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi pemasaran.

18 P Telah dilakukan kerjasama didalam jejaring secara dinamis Seorang wirausaha tidak dapat hidup sendiri dalam menjalankan usahanya, namun ada keterkaitan dengan pihak luar Skor 0: Tidak melihat jaringan mitra sebagai hal yang strategis untuk keberhasilan bisnisnya; Skor 1: Mulai muncul Dokumen Nota Kesepahaman atau MoU
baik sebagai pemasok, pelanggan, maupun pedagang perantara. Oleh karena itu, diperlukan suatu jaringan usaha kesadaran bahwa membangun kerjasama didalam jejaring secara dinamis adalah hal yang strategis untuk dan Dokumen Perjanjian Kerjasama
agar usaha yang kita jalankan berkelanjutan. Jaringan usaha dan komunikasi terbukti berperan penting dalam keberhasilan bisnisnya; Skor 2: Mulai melakukan pencarian jejaring yang dapat mendukung bisnisnya; Skor 3: Telah Kemitraan (PKS)
pengembangan usaha. Ada korelasi positif antara pengembangan telekomunikasi ekonomi. Berbagai jenis jaringan ditemukan dan mulai membangun kerjasama didalam jejaring yang dapat mendukung bisnisnya; Skor 4: Skor 5:
usaha dalam pengembangan usaha dapat berbentuk antara lain: 1). jaringan produksi; 2). jaringan pemasaran; 3). Telah melakukan dan memanfaatkan kerjasama didalam jejaring secara dinamis.
jaringan pelayanan; 4). jaringan kerjasama (pembelian, tenaga kerja, pengembangan produksi, produksi); 5). jaringan
usaha (akses jasa profesional, seperti: konsultan manajemen, akutansi, dll); 6). jaringan antar kelompok usaha
(sistem pembayaran, harga dan mutu produk, cara pengepakan, dll).

19 P Dilakukan pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan Jaringan kerja merupakan prasyarat penting bagi seorang wirausaha untuk memulai segala sesuatunya dalam Skor 0: Kerjasama yang telah dibangun, tetapi tidak ada tindak lanjutnya; Skor 1: Masih tahap perencanaan Dokumen Nota Kesepahaman atau MoU
menjalankan usaha. Untuk membangun jaringan yang luas dan kuat diperlukan teman, maka seorang wirausaha implementasi kerjasama; Skor 2: Telah ada rencana implementasi kerjasama yang disepakati, tetapi dan Dokumen Perjanjian Kerjasama
harus memiliki teman sebanyak-banyaknya. Kerjasama merupakan suatu alat dimana keuntungan wirausaha dapat implementasinya masih nol; Skor 3: Telah diimplementasikan sebagian rencana kerjasama yang disepakati; Skor 4: Kemitraan (PKS)
ditingkatkan dengan menolong dirinya sendiri melalui pertolongan bersama dengan moto kerja untuk semua. Tujuan Telah mengimplementasikan seluruh rencana kerjasama yang disepakati; Skor 5: Telah mengimplementasikan
kerjasama ini untuk meningkatkan pendapatan masing-masing pihak. seluruh rencana kerjasama yang disepakati, dan melakukan pengelolaan (memelihara, memperkuat, dan
mengembangkan) kerjasama yang sudah berjalan.
20 R Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi Ciri-ciri yang umum tahap perkenalan produk adalah penjualan yang relatif masih rendah, persaingan yang masih Skor 0: Belum ada rencana pengendalian risiko non teknologi pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 1: Rencana pemasaran; Strategi
dan sosial) pada tahap introduksi produk ke pasar relatif kecil, volume pasar cenderung berkembang lambat (karena tingginya market resistance), masih banyak Memiliki rencana dan persiapan pengendalian risiko non teknologi pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 2: pemasaran; Dokumen perencanaan
melakukan modifikasi produk dalam pengembangan dan pengujiannya (karena problem yang timbul tidak seperti yang Mulai menyusun rencana pengendalian risiko non teknologi pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 3: Tahap pengendalian risiko non teknologi pada
diramalkan atau mungkin juga disebabkan oleh pemahaman yang keliru mengenai pasar), distribusi masih terbatas, penyelesaian penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 4: tahap introduksi produk ke pasar.
biaya produksi dan pemasaran sangat tinggi, serta tingkat kegagalan yang relatif tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan Tersusun rencana pengendalian risiko non teknologi pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 5: Rencana
rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap introduksi produk ke pasar. pengendalian risiko non teknologi pada tahap introduksi produk ke pasar telah divalidasi

21 R Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap Pada tahap perkenalan produk promosi difokuskan pada usaha membangun prymary demand (permintaan awal) yaitu Skor 0: Belum dilakukan kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap introduksi produk ke Rencana Pemasaran; Strategi
introduksi produk ke pasar. permintaan pada product class (kelas produk), bukan pada merek produk. Produk baru juga pada umumnya pasar; Skor 1: Persiapan pelaksanaan kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap introduksi pemasaran; Dokumen hasil kajian risiko
menimbulkan masalah distribusi, karena seringkali retailer dan wholesaler tidak bersedia untuk menaggung risiko produk ke pasar; Skor 2: Konsep dan outline pelaksanaan kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) organisasi (khususnya indikator
dalam menjual produk baru. Oleh karena itu, biaya promosi menjadi sangat tinggi karena selain ditujukan untuk pada tahap introduksi produk ke pasar telah disusun; Skor 3: Mulai dilakukan kajian risiko organisasi (khususnya keuangan) pada tahap introduksi produk
memberi informasi kepada konsumen akhir mengenai keberadaan produk, juga untuk menarik minat distributor agar indikator keuangan) pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 4: Hasil kajian risiko organisasi (khususnya ke pasar
mau menjual produk yang ditawarkan. Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap introduksi indikator keuangan) pada tahap introduksi produk ke pasar selesai disusun; Skor 5: Telah diperoleh hasil kajian
produk ke pasar menjadi sangat dibutuhkan. risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap introduksi produk ke pasar yang tervalidasi

22 R Kajian risiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke pasar. Faktor penghambat pengembangan produk baru: 1). Ketakutan bahwa produk baru akan mengalahkan produk yang Skor 0: Belum dilakukan kajian risiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 1: Persiapan Rencana Pemasaran; Strategi
sudah ada; 2). Makin tingginya biaya modal; 3). Biaya tenaga kerja yang mahal; 4). perubahan kebijakan pemerintah; pelaksanaan kajian risiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 2: Konsep dan outline kajian pemasaran; Dokumen hasil kajian risiko
5). ada peraturan baru yang diterbitkan. Kajian isiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke pasar secara dini risiko dampak sosial tahap introduksi produk ke pasar telah disusun ; Skor 3: Mulai dilakukan kajian risiko dampak dampak sosial pada tahap introduksi
wajib dilakukan untuk memperkecil kegagalan introduksi produk baru ke pasar. sosial pada tahap introduksi produk ke pasar; Skor 4: Kajian risiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke produk ke pasar.
pasar selesai disusun; Skor 5: Hasil kajian risiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke pasar telah
divalidasi
Indikator KATSINOV 5

No Aspek Aktivitas Kunci Penjelasan Substansi Aktivitas Kunci/ Atribut Kiteria Penilaian Bukti

1 T Adanya garansi terhadap produk teknologi yang dipasarkan Garansi, pada kenyataannya, tidak saja memberikan manfaat kepada konsumen tetapi juga kepada produsen. Bagi Skor 0: Belum menganggap garansi sebagai upaya perlindungan konsumen dan alat promosi yang efektif; Skor 1: Brosur promosi produk baru; sertifikat
konsumen, garansi melindungi dari membeli produk yang cacat, dan bagi produsen, garansi membatasi klaim yang Mulai muncul kesadaran kolektif dari produsen untuk memberikan garansi kepada konsumen; Skor 2: Tahap garansi.
tidak rasional dari konsumen. Disamping itu, produsen juga dapat memanfaatkan garansi sebagai alat promosi yang pengkajian pemberian garansi kepada konsumen; Skor 3: Telah memberikan garansi resmi berupa garansi service
efektif untuk produknya, karena produk dengan masa garansi yang lebih lama memberikan sinyal kepada konsumen gratis; Skor 4: Telah memberikan garansi resmi berupa garansi service gratis dan penggantian spare part; Skor 5:
bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang lebih baik. Garansi memiliki 2 peranan penting yaitu (1) sebagai Telah menyediakan garansi resmi secara penuh (baik garansi service gratis, garansi penggantian spare part, maupun
instrumen untuk melidungi konsumen dari membeli produk cacat dan juga melindungi produsen dari klaim konsumen garansi penggantian unit baru) sebagai upaya perlindungan konsumen dan alat promosi yang efektif.
yang tidak masuk akal, serta (2) sebagai alat promosi yang efektif untuk meningkatkan penjualan produk.

2 T Disediakan layanan pemeliharaan dan/atau perbaikan produk Layanan purna jual adalah jasa yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumennya setelah transaksi penjualan Skor 0: Tidak tersedia pusat pelayanan purna jual, baik selama garansi maupun pasca garansi; Skor 1: Persiapan Keberadaan Service Center; Dokumen
teknologi. dilakukan sebagai jaminan mutu untuk produk yang ditawarkannya atau layanan yang diberikan oleh prinsipal kepada penyediaan pusat pelayanan purna jual, baik selama garansi maupun pasca garansi; Skor 2: Mulai tersedia secara Rencana Pemasaran dan Pelayanan
konsumen terhadap barang yang dijual dalam hal daya tahan dan kehandalan operasional. Layanan purna jual juga sentralistik (di kantor induk produsen) pusat pelayanan purna jual, baik selama garansi maupun pasca garansi; Skor Purna Jual.
dapat berarti jasa yang diberikan oleh produsen kepada konsumennya setelah transaksi penjualan dilakukan sebagai 3: Tersedia pusat pelayanan purna jual, baik selama garansi maupun pasca garansi, di kota dimana produsen berada;
jaminan mutu untuk produk yang ditawarkannya. Layanan Purnajual baik dalam masa garansi maupun pasca garansi Skor 4: Tersedia pusat pelayanan purna jual, baik selama garansi maupun pasca garansi, di beberapa kota besar;
berupa : a. ketersediaan pusat pelayanan purna jual (service center); b. ketersediaan suku cadang; c. penggantian Skor 5: Tersedia pusat pelayanan purna jual, baik selama garansi maupun pasca garansi, di seluruh kota besar.
produk sejenis apabila terjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki selama masa garansi yang diperjanjikan; dan d.
penggantian suku cadang sesuai jaminan selama masa garansi yang diperjanjikan. Didalam SNI Tahun 2007, jenis
layanan purna jual dibagi dua yaitu: 1. Pelayanan purna jual selama masa garansi, berupa Jaminan pemeriksaan,
perbaikan dan/atau penggantian barang atau komponennya tidak berfungsi dengan biaya ditanggung oleh principal
selama barang digunakan/dioperasikan; 2. Pelayanan purna jual pasca garansi berupa Jaminan perawatan (service)
berkala, perbaikan, penggantian dan ketersediaan komponen dari barang yang bersangkutan, ketersediaan teknologi,
tenaga teknis yang kompeten serta bengkel perawatan dan perbaikan yang disediakan dengan biaya yang
dibebankan kepada konsumen.

3 T Disediakan pasokan suku cadang untuk produk teknologi. Pasokan suku cadang untuk produk teknologi ini akan terkait erat dengan Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Skor 0: Tidak tersedia pasokan suku cadang untuk produk teknologi; Skor 1: Persiapan penyediaan pasokan suku Manajemen Rantai Pasokan (Supply
Management). Supply chain adalah jaringan fisiknya, yakni perusahaan–perusahaan yang terlibat dalam memasok cadang untuk produk teknologi; Skor 2: Mulai tersedia secara sentralistik (di kantor induk produsen) pasokan suku Chain Management)
bahan baku, memproduksi barang, maupun mengirimkannya ke pemakai akhir, supply chain management adalah cadang untuk produk teknologi; Skor 3: Tersedia pasokan suku cadang untuk produk teknologi, melalui pusat
metode, alat, atau pendekatan pengelolaannya. Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) akan pelayanan purna jual dan distributor di kota dimana produsen berada; Skor 4: Tersedia pasokan suku cadang untuk
meliputi : 1). Pengembangan produk; 2). Pengadaan; 3). Perencanaan & Pengendalian; 4). Operasi / Produksi; dan, produk teknologi, melalui pusat pelayanan purna jual dan distributor di beberapa kota besar; Skor 5: Tersedia
5). Pengiriman / Distribusi. pasokan suku cadang untuk produk teknologi, melalui pusat pelayanan purna jual dan distributor di seluruh kota
besar.

4 T Adanya aktivitas pengembangan dengan intensitas yang lebih rendah Pengembangan produk pada level katsinov 5 diarahkan untuk peningkatan unjuk kerja produk teknologi sesuai Skor 0: Tidak lagi melakukan pengembangan; Skor 1: Belum ada pengembangan yang berarti, hanya perbaikan Data keluhan pelanggan dan solusinya.
dalam rangka peningkatan unjuk kerja produk teknologi sesuai permintaan pelanggan. Kadangkala dengan adanya keluhan pelanggan akan mendorong perusahaan melakukan mutu melalui mekanisme Jaminan Mutu (Quality Control) selama produksi; Skor 2: Aktivitas tidak hanya perbaikan
permintaan pelanggan. upaya solusi untuk menjawab keluhan pelanggan, melalui perbaikan produk. mutu melalui mekanisme Jaminan Mutu (Quality Control) selama produksi, tetapi sudah mulai memperoleh feedback
dari pelanggan; Skor 3: Telah dilakukan aktivitas pengembangan berkelanjutan dalam rangka upaya menjawab
keluhan pelanggan melalui perbaikan mutu produk sesuai permintaan pelanggan; Skor 4: Telah dilakukan aktivitas
pengembangan berkelanjutan dalam rangka upaya menjawab keluhan pelanggan melalui perbaikan mutu dan fungsi
produk sesuai permintaan pelanggan; Skor 5: Telah dilakukan aktivitas pengembangan berkelanjutan dalam rangka
upaya menjawab keluhan pelanggan melalui perbaikan mutu, fungsi, dan unjuk kerja produk sesuai permintaan
pelanggan.

5 M Menyediakan pelayanan dan solusi yang paripurna Salah satu indikator dalam mensukseskan tujuan perusahaan adalah pelayanan paripurna terhadap pelanggan. Skor 0: Surat garansi produk/teknologi yang dipasarkan; Skor 1: Daftar komponen produk/teknologi yang mudah aus Kelengkapan dokumen layanan purna
Kepuasan pelanggan, tergantung dari faktor harga, kualitas barang serta pelayanan yang memuaskan daripada atau rusak; Skor 2: Daftar suku cadang yang harus disediakan untuk mendukung layanan purna jual; Skor 3: Daftar jual, antara lain: 1). Surat garansi
karyawan jasa usaha yang menjual berbagai produk perusahaan. Menetapkan strategi harga yang minim dengan layanan teknis yang harus disediakan untuk mendukung layanan purna jual; Skor 4: Daftar lokasi layanan purna jual ; produk/teknologi yang dipasarkan; 2).
mengabaikan kualitas dan pelayanan merupakan bumerang bagi perusahaan yang pada akhirnya akan membuat Skor 5: Informasi lokasi layanan purna jual, akses layanan, fasilitas layanan, akuntablitas jasa layanan, ketersediaan Daftar komponen produk/teknologi yang
kondisi penjualan perusahaan menjadi labil. produk dan kompetensi sumberdaya manusia berbasis kebutuhan produk mudah aus atau rusak; 3). Daftar suku
cadang yang harus disediakan untuk
mendukung layanan purna jual; 4). Daftar
layanan teknis yang harus disediakan
untuk mendukung layanan purna jual; 5).
Dan lain lain sesuai jenis produk
6 M Melakukan diferensiasi produk Diferensiasi produk (product differentiation) adalah upaya dari suatu perusahaan untuk membedakan produk yang Skor 0: Tidak dilakukan diferensiasi produk; Skor 1: Ada rencana srataegi diferensiasi produk; Skor 2: Renstra Strategi pemasaran
dimilikinya dari produk-produk pesaing dalam sebuah sifat yang membuatnya lebih spesial atau diinginkan. Strategi diferensiasi produk telah disusun; Skor 3: Strategi diferensiasi produk mulai diterapkan; Skor 4: Perusahaan belum
diferensiasi produk dalam pemasaran adalah strategi merancang serangkaian perbedaan yang bernilai dengan tujuan optimal menerapkan strategi diferensiasi produk; Skor 5: Perusahaan melaksanakan strategi diferensiasi produk
untuk membedakan penawaran produk perusahaan tersebut dari penawaran perusahaan pesaing. secara optimal.
Diferensiasi produk terdiri dari: bentuk, fitur, mutu kinerja, mutu kesesuaian, daya tahan, keandalan, mudah diperbaiki,
dan gaya.

7 M Penyempurnaan model bisnis Menurut Kaplan & Norton (2012) dalam dunia bisnis sekarang yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh Skor 0:Tidak dilakukan evaluasi dan penyempurnaan model bisnis; Skor 1: Tahap perencanaan evaluasi dan Hasil Evaluasi dan Rencana
sumber daya yang tidak berwujud (intangible asset) sehingga suatu cara baru yang lengkap diperlukan untuk dapat penyempurnaan model bisnis; Skor 2: Mulai dilakukan evaluasi dan penyempurnaan model bisnis model bisnis; Skor Penyempurnaan model bisnis.
mengambarkan model bisnisnya secara visual dengan mudah dan sederhana sehingga dapat segera dikelola 3: Diperoleh hasil evaluasi dan tahap penyempurnaan model bisnis; Skor 4: Telah dilakukan penyempurnaan model
secara sistematis dan terukur. Penyempurnaan model bisnis ini dapat dimungkinkan dalam rangka peningkatan daya bisnis berdasar hasil evaluasi; Skor 5: Penyempurnaan model bisnis telah diverifikasi dan divalidasi
saingnya untuk menghadapi pesaing-pesaingnya di pasar.

8 M Menggunakan kemitraan untuk berkompetisi di pasar Kemitraan Usaha adalah jalinan kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha kecil dengan Skor 0: Kemitraan belum dipertimbangkan sebagai faktor yang mempengaruhi daya saing; Skor 1: Telah memiliki Strategi kemitraan usaha
pengusaha menengah/besar (Perusahaan Mitra) disertai dengan pembinaan dan pengembangan oleh pengusaha rencana strategis kemitraan usaha; Skor 2: Renstra kemitraan telah diimplementasikan tetapi belum optimal; Skor 3:
besar, sehingga saling memerlukan, menguntungkan dan memperkuat. Kemitraan usaha akan menghasilkan efisiensi Kemitraan telah dioptimalkan untuk aspek teknis (pengembangan produk, memperbaiki proses produksi, memperbaiki
dan sinergi sumber daya yang dimiliki oleh pihak-pihak yang bermitra dan karenanya menguntungkan semua pihak kualitas, dan akses teknologi); Skor 4: Kemitraan dioptimalkan untuk aspek ekspansi pasar, distribusi, pemasok
yang bermitra. Kemitraan juga memperkuat mekanisme pasar dan persaingan usaha yang efisien dan produktif. Bagi bahan baku, peningkatan profit dan akuisisi pelanggan baru; Skor 5: Kemitraan telah terjalin di berbagai aspek dari
usaha kecil kemitraan jelas menguntungkan karena dapat turut mengambil manfaat dari pasar, modal, teknologi, hulu ke hilir dengan saling menguntungkan.
manajemen, dan kewirausahaan yang dikuasai oleh usaha besar. Usaha besar juga dapat mengambil keuntungan
dari keluwesan dan kelincahan usaha kecil.

9 O Meningkatkan efektivitas dan kerjasama organisasi Efektivitas adalah keberhasilan mencapai tujuan organisasi. organisasi yang efektif adalah orgnaisasi yang Skor 0: Belum ada upaya meningkatkan efektivitas dan kerjasama organisasi; Skor 1: Mulai muncul kesadaran Struktur organisasi, tata kerja organisasi,
mencapai tujuan. Efektivitas sebagai tingkat pencapaian organisasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. upaya peningkatan efektivitas dan kerjasama organisasi; Skor 2: Mulai dilakukan secara sadar upaya peningkatan rencana strategis organisasi.
Organisasi dapat disebut efektif ketika dapat melaksanakan kewajibannya dalam memenuhi: 1. kepuasan pelanggan, efektivitas dan kerjasama organisasi; Skor 3: Telah dilakukan peningkatan efektivitas dan kerjasama organisasi
2. mencapai visi organisasi, 3. pemenuhan aspirasi, 4. menghasilkan keuntungan bagi organisasi, 5. pengembangan sehingga terpenuhi pencapaian visi organisasi, pengembangan sumber daya manusia organisasi, dan pemenuhan
sumber daya manusia organisasi, dan 6. aspirasi yang dimiliki, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di aspirasi; Skor 4: Telah dilakukan peningkatan efektivitas dan kerjasama organisasi sehingga terpenuhi pencapaian
luar organisasi. Kerja sama adalah sebuah sistem pekerjaan yang kerjakan oleh dua orang atau lebih untuk visi organisasi, pengembangan sumber daya manusia organisasi, pemenuhan aspirasi, dan menghasilkan
mendapatkan tujuan yang direncanakan bersama. Kerja sama dalam tim kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam keuntungan bagi organisasi; Skor 5: Telah dilakukan secara berkelanjutan peningkatan efektivitas dan kerjasama
mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan menjadi suatu daya dorong organisasi sehingga terpenuhi pencapaian visi organisasi, pengembangan sumber daya manusia organisasi,
yang memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Komunikasi akan berjalan pemenuhan aspirasi, menghasilkan keuntungan bagi organisasi, kepuasan pelanggan, dan memberikan dampak
baik dengan dilandasi kesadaran tanggung jawab tiap anggota. positif bagi masyarakat di luar organisasi.

10 O Membuat restrukturisasi yang dibutuhkan Pengertian Restrukturisasi Organisasi Perusahaan perlu mengevaluasi kinerjanya serta melakukan serangkaian Skor 0: Tidak ada upaya melakukan restrukturisasi yang dibutuhkan; Skor 1: Mulai ada kesadaran dibutuhkan Evaluasi kinerja dan restrukturisasi
perbaikan, agar tetap tumbuh dan dapat bersaing. Perbaikan ini akan dilaksanakan secara terus menerus, sehingga restrukturisasi di perusahaan; Skor 2: Perusahaan mempersiapkan restrukturisasi yang dibutuhkan; Skor 3: organisasi perusahaan.
kinerja perusahaan makin baik dan dapat terus unggul dalam persaingan, atau minimal tetap dapat bertahan. Salah Perusahaan mulai menjalankan restrukturisasi yang dibutuhkan, dimulai dengan evaluasi kinerja; Skor 4: Perusahaan
satu strategi untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan adalah dengan cara restrukturisasi. telah melakukan evaluasi kinerja dan melakukan beberapa perbaikan dalam rangka pelaksanaan restrukturisasi yang
Restrukturisasi dapat berarti memperbesar atau memperkecil struktur perusahaan. Konsep restrukturisasi organisasi dibutuhkan; Skor 5: Perusahaan telah melakukan restrukturisasi yang dibutuhkan, melalui evaluasi kinerjanya serta
pada dasarnya adalah sebuah bentuk penataan ulang (redesign) struktur organisasi untuk disesuaikan dengan melakukan serangkaian perbaikan berkelanjutan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing.
perkembangan. Organisasi dikatakan dapat berhasil di masa depan apabila mampu untuk selalu merekayasa ulang
dirinya. Reorganisasi yang sebenarnya merupakan bagian dari restrukturisasi tersebut juga dipandang sebagai salah
satu pendekatan pemulihan kembali kegiatan ekonomi, usaha dan investasi (economic recovery), serta kesempatan
kerja. Dalam era persaingan yang semakin ketat, setiap kali sebuah perusahaan harus mengevaluasi kinerjanya, serta
melakukan serangkaian perbaikan, agar tetap tumbuh dan dapat bersaing. Perbaikan ini akan dilaksanakan secara
terus menerus, sehingga kinerja perusahaan makin baik dan dapat terus unggul dalam persaingan, atau minimal tetap
dapat bertahan. Salah satu strategi untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan adalah dengan cara
restrukturisasi.Restrukturisasi perusahaan bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi kinerja perusahaan.
11 O Identifikasi peningkatan peluang mempertemukan produk teknologi Sehubungan dengan pertumbuhan perekonomian pasar, maka dari situ perlu menganalisa peluang pasar yang dapat Skor 0: Belum diidentifikasi peningkatan peluang mempertemukan produk teknologi dengan kebutuhan pasar; Skor Hasil identifikasi peningkatan peluang
dengan kebutuhan pasar dimanfaatkan. Analisa peluang pasar ini sangat penting, karena perusahaan perlu mengetahui berapa besarnya 1: Telah dipersiapkan pelaksanaan identifikasi peningkatan peluang mempertemukan produk teknologi dengan mempertemukan produk teknologi
peluang yang tersedia dalam memasarkan produknya dan dapat menetapkan apakah pasar cukup besar untuk kebutuhan pasar; Skor 2: Mulai dilakukan identifikasi peningkatan peluang mempertemukan produk teknologi dengan kebutuhan pasar.
mendukung produk lain dan masih memberikan laba. Dalam penilaian suatu perusahaan atau usaha sendiri atau dengan kebutuhan pasar; Skor 3: Telah dapat diidentifikasi peningkatan peluang pasar baru yang dapat dimasuki;
perorangan, Wirausahawan seharusnya dalam proses pengambilan keputusan harus didasari atas informasi terbaik Skor 4: Telah dapat diidentifikasi peningkatan peluang pasar baru yang dapat dimasuki dan pelanggan baru dalam
yang dikumpulkan. Informasi pasar yang berfungsi : 1). untuk menemukan pasar baru yang dapat dimasuki; 2). pasar yang ada sekarang; Skor 5: Telah dapat diidentifikasi peningkatan peluang mempertemukan produk teknologi
menemukan pelanggan baru dalam pasar yang ada sekarang; 3). mengetahui produk-produk baru yang mempunyai dengan kebutuhan pasar, yaitu berupa pasar baru yang dapat dimasuki, pelanggan baru dalam pasar yang ada
potensi untuk dikembangkan pada masa yang akan datang. sekarang, dan produk-produk baru yang mempunyai potensi untuk dikembangkan pada masa yang akan datang.

12 O Review proses teknis dan komersial untuk meningkatkan harga dan Review proses teknis dan komersial (seperti lay out, alat produksi, tenaga kerja, material, distribusi, dll) penting Skor 0: Belum dilakukan review proses teknis dan komersial untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, Hasil review proses teknis dan komersial.
keuntungan. dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan profit bagi perusahaan. dan profit bagi perusahaan; Skor 1: Persiapan dilakukan review proses teknis dan komersial; Skor 2: Telah dilakukan
review proses teknis dan komersial untuk meningkatkan efektivitas bagi perusahaan; Skor 3: Telah dilakukan review
proses teknis dan komersial untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bagi perusahaan; Skor 4: Telah dilakukan
review proses teknis dan komersial untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas bagi perusahaan;
Skor 5: Telah diperoleh dan digunakan hasil review proses teknis dan komersial (seperti lay out, alat produksi, tenaga
kerja, material, distribusi, dll) untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan profit bagi perusahaan.

13 Mf Menerapkan Lean Manufacturing secara total. Lean manufacturing adalah sebuah cara berpikir, filosofi, metode dan strategi manajemen untuk meningkatkan Skor 0: Belum menerapkan Lean Manufacturing secara total; Skor 1: Persiapan di tingkat top management untuk Komitmen perusahaan; Pedoman dan
efisiensi di lini manufaktur atau produksi. Metode ini diadaptasi dari Toyota Production System (TPS). Dalam tiap menerapkan Lean Manufacturing secara total; Skor 2: Tahap sosialisasi penerapan Lean Manufacturing secara strategi penerapan Sistem Lean
perusahaan yang bergerak di bidang produksi barang maka sebagian besar mereka akan menggunakan lean total; Skor 3: Tahap awal penerapan Lean Manufacturing secara total; Skor 4: Proses iterasi penerapan Lean Manufacturing.
manufacturing. Lean merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mencegah serta menghilangkan Manufacturing secara total; Skor 5: Telah diterapkan Lean Manufacturing secara total, dan telah diperoleh manfaat
pemborosan sehingga bisa meningkatkan nilai tambah produk untuk konsumen. Konsep lean ini akan tergambar jelas bagi perusahaan dan konsumen.
di lapangan pada tingkat rasio nilai tambah terhadap pemborosan.

14 Mf Ada kebutuhan masukan (baik internal maupun eksternal) kepada Pengendalian manajemen adalah suatu proses yang menjamin bahwa sumber-sumber diperoleh dan digunakan Skor 0: Dalam perbaikan kinerja belum dibutuhkan masukan (internal maupun eksternal) kepada manajemen; Skor Sistem pengendalian manajemen
manajemen untuk perbaikan kinerja. dengan efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan organisasi., dengan kata lain pengendalian 1: Mulai ada kebutuhan masukan (internal maupun eksternal) kepada manajemen untuk perbaikan kinerja; Skor 2:
manajemen dapat diartikan sebagai proses untuk menjamin bahwa sumber manusia, fisik dan teknologi Telah dilakukan masukan internal secara terbatas kepada manajemen untuk perbaikan kinerja; Skor 3: Telah
dialokasikan agar mencapai tujuan organisasi secara menyeluruh. Pengendalian manajemen berhubungan dilakukan masukan internal 360 derajat kepada manajemen untuk perbaikan kinerja; Skor 4: Telah dilakukan
dengan arah kegiatan manajemen sesuai dengan garis besar pedoman yang sudah ditentukan dalam masukan internal 360 derajat dan eksternal (mikro) kepada manajemen untuk perbaikan kinerja; Skor 5: Telah
proses perencanaan strategi. Sistem pengendalian manajemen adalah kesatuan pemikiran dari metode dilakukan masukan internal 360 derajat dan eksternal (mikro dan makro) kepada manajemen untuk perbaikan kinerja.
akuntansi manajemen untuk mengumpulkan dan melaporkan data serta mengevaluasi kinerja perusahaan.
Suatu sistem pengendalian manajemen berusaha untuk mengarahkan berbagai macam usaha yang
dilaksanakan oleh semua subunit organisasi agar mengarah pada tujuan organisasi dan tujuan para manajernya.

15 Mf Menerapkan jaminan mutu sesuai standar (SNI) secara intensif Dalam mengembangkan produk dan layanan, jaminan mutu adalah proses pemeriksaan yang sistematis untuk Skor 0: Belum menerapkan penjaminan mutu (quality assurance) sesuai standar (SNI) secara intensif; Skor 1: Telah Pelaksanaan penjaminan mutu; Indeks
melihat apakah suatu produk atau layanan sedang dikembangkan memenuhi persyaratan tertentu. Banyak muncul kesadaran menerapkan penjaminan mutu (quality assurance) sesuai standar (SNI); Skor 2: Upaya sosialisasi kepuasan pelanggan
perusahaan memiliki departemen terpisah yang mengutamakan jaminan mutu. Sistem penjaminan mutu dikatakan penerapan penjaminan mutu (quality assurance) sesuai standar (SNI); Skor 3: Mulai mempersiapkan penerapan
dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan kredibilitas perusahaan, memperbaiki proses kerja dan efisiensi, penjaminan mutu (quality assurance) sesuai standar (SNI); Skor 4: Telah menerapkan penjaminan mutu (quality
dan memungkinkan perusahaan bersaing lebih baik dengan orang lain. assurance) sesuai standar (SNI), walaupun belum secara intensif; Skor 5: Telah menerapkan penjaminan mutu
(quality assurance) sesuai standar (SNI) secara intensif, dan telah digunakan sebagai alat bagi manajemen.

16 Mf Ada jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang Setelah melewati tahap tuntutan pelanggan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan, Skor 0: Belum ada jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan oleh Sertifikat produk (SNI, halal), izin edar,
dimanfaatkan oleh masyarakat. maka selanjutnya perusahaan harus mampu memberikan jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan masyarakat; Skor 1: Membangun kesadaran dan komitmen untuk mewujudkan jaminan terhadap mutu, keamanan dll.
produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu cara untuk menunjukkan jaminan mutu, keamanan dan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat; Skor 2: Sosialisasi rencana pelaksanaan sertifikasi
keselamatan produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah dengan mendapatkan pengakuan dan jaminan dari produk dan akreditasi lembaga dalam rangka jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang
otoritas yang diberikan kewenangan melalui proses sertifikasi produk dan akreditasi lembaga. dimanfaatkan oleh masyarakat; Skor 3: Persiapan administrasi dan teknis pelaksanaan sertifikasi produk dan
akreditasi lembaga dalam rangka jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan
oleh masyarakat; Skor 4: Proses sertifikasi produk dan akreditasi lembaga dalam rangka jaminan terhadap mutu,
keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat; Skor 5: Telah mendapat sertifikat produk
dan akreditasi lembaga sebagai bentuk jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang
dimanfaatkan oleh masyarakat.
17 I Teridentifikasi kebutuhan ekspansi pasar. Ekspansi pasar (market expansion) adalah strategi pertumbuhan dimana perusahaan menatargetkan produk yang Skor 0: Tidak dilakukan identifikasi kebutuhan ekspansi pasar; Skor 1: Persiapan untuk melakukan identifikasi Laporan penjualan; Laporan
ada ke pasar baru, pengembangan pasar dengan mentargetkan pasar geografis baru, segmen demografis atau kebutuhan ekspansi pasar; Skor 2: Identifikasi kebutuhan ekspansi pasar mulai dilakukan; Skor 3: Dalam proses perkembangan pasar; Hasil analisis
psikografis baru, atau benar-benar pengguna baru. Ekspansi merupakan tindakan aktif memperluas dan penyelesaian identifikasi kebutuhan ekspansi pasar; Skor 4: Identifikasi kebutuhan ekspansi pasar telah selesai; situasi pasar dan pesaing.
memperbesar cakupan usaha yang telah ada. Ekspansi diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai efisiensi, Skor 5: Hasil identifikasi kebutuhan ekspansi pasar telah divalidasi
menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan.

18 I Ada peningkatan kapasitas produksi Kapasitas produksi merupakan salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan laba. Strategi perencanaan Skor 0: Belum ada peningkatan kapasitas produksi; Skor 1: Terdapat kecenderungan meningkatnya permintaan Data perkembangan permintaan pasar.
kapasitas produksi dapat melalui strategi ekspansi pasar dan strategi wait and see. pasar; Skor 2: Ada peningkatan kapasitas produksi, dan belum tercapai kapasitas produksi optimumnya; Skor 3: Ada
peningkatan kapasitas produksi, dan telah tercapai kapasitas produksi optimumnya; Skor 4: Ada peningkatan
kapasitas produksi yang mengharuskan penambahan kapasitas produksinya; Skor 5: Telah dilakukan penambahan
kapasitas produksi atas permintaan pasar

19 P Peningkatan kerjasama didalam jejaring secara dinamis Pada level katsinov 4 telah dilakukan kerjasama didalam jejaring secara dinamis, baik jaringan produksi, jaringan Skor 0: Belum dilakukan peningkatan kerjasama didalam jejaring secara dinamis; Skor 1: Upaya evaluasi terhadap Daftar mitra yang terlibat dalam
pemasaran, maupun jaringan pelayanan. Kerjasama didalam jaringan ini perlu ditingkatkan dalam rangka kerjasama didalam jejaring yang telah berjalan; Skor 2: Telah ditetapkan ada kebutuhan peningkatan kerjasama kerjasama; Evaluasi mitra.
mendapatkan peluang pasar yang baru di tengah persaingan bisnis yang makin ketat ini. didalam jejaring yang telah berjalan; Skor 3: Telah dilakukan upaya peningkatan kerjasama didalam jaringan
produksi; Skor 4: Telah dilakukan upaya peningkatan kerjasama didalam jaringan produksi dan pemasaran; Skor 5:
Telah dilakukan upaya peningkatan kerjasama didalam jejaring secara dinamis, baik jaringan produksi, jaringan
pemasaran, maupun jaringan pelayanan.

20 P Dilakukan peningkatan mutu pengelolaan kerjasama yang sudah Kerjasama yang telah dibangun dengan mitra harus dipelihara dan dikelola dengan baik. Dalam kemitraan, seluruh Skor 0: Belum dilakukan peningkatan mutu pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan; Skor 1: Evaluasi terhadap Daftar mitra yang terlibat dalam
berjalan. elemen mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya. Sinergi antar elemen menjadi kunci dalam memainkan pengelolaan kerjasama yang telah berjalan; Skor 2: Telah teridentifikasi beberapa kelemahan pengelolaan kerjasama kerjasama; Evaluasi mitra.
perannya masing-masing. Bangunan kemitraan harus didasarkan padahal-hal berikut: kesamaan perhatian (common yang telah berjalan; Skor 3: Perencanaan upaya peningkatan mutu pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan;
interest) atau kepentingan, adanya sikap saling mempercayai dan saling menghormati, tujuan yang jelas dan terukur, Skor 4: Dilakukan eksekusi upaya peningkatan mutu pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan; Skor 5: Telah
dan kesediaan untuk berkorban baik, waktu, tenaga, maupun sumber daya yang lain. Secara umum, prinsip-prinsip dilakukan peningkatan mutu pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan dengan prinsip-prinsip kemitraan benar,
kemitraan adalah persamaan atau equality, keterbukaan atau transparancy dan saling menguntungkan atau mutual yaitu persamaan (equality), keterbukaan (transparancy), dan saling menguntungkan (mutual benefit).
benefit.

21 P Kerjasama dalam distribusi dan pemasaran produk. Memasarkan produk ke tengah-tengah pasar dengan jangkauan luas bukan perkara mudah. Pengusaha yang menjadi Skor 0: Belum dilakukan kerjasama distribusi dan pemasaran produk dengan pihak lain; Skor 1: Identifikasi mitra Data distributor
produsen, seringkali membutuhkan pihak lain yang bertindak sebagai distributor. Mengenai bentuk jaringan distribusi potensi untuk kerjasama distribusi dan pemasaran produk; Skor 2: Telah tetapkan mitra untuk kerjasama distribusi
dan pihak yang terlibat di dalamnya, memang bisa berbeda antara produk satu dengan yang lainnya. dan pemasaran produk; Skor 3: Perjanjian kesepakatan kerjasama distribusi dan pemasaran produk; Skor 4:
Eksekusi kerjasama distribusi dan pemasaran produk; Skor 5: Telah berjalan kerjasama distribusi dan pemasaran
produk dengan mitra, sehingga jangkauan pasarnya menjadi lebih luas.

22 R Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi Pencarian dan penentuan sasaran segmen sangat kritis pada tahap kematangan pasar produk, walaupun segmentasi Skor 0: Belum disusun rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap kematangan Data penjualan; Dokumen rencana
dan sosial) pada tahap kematangan pasar tercapai. harus diperhatikan pada setiap tahapan. Pada tahap perkenalan, ada sedikit (jika ada) pesaing langsung, di mana pasar tercapai; Skor 1: Outline penyusunan risiko non-teknologi telah selesai; Skor 2: Persiapan penyusunan pengendalian risiko.
persaingan terjadi di antara jenis produk alternatif. Karena pasar-produk bergerak ke tahap pematangan, peluang (dan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap kematangan pasar tercapai; Skor 3:
kebutuhan) untuk mensegmentasi makin meningkat. Pada tahap matang, persaingan sangat kuat tetapi masih Sedang disusun rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap kematangan pasar
memungkinkan merebut ceruk pasar melalui keunikan produk. tercapai; Skor 4: Penyelesaian penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada
tahap kematangan pasar tercapai; Skor 5: Tersusun rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan
sosial) pada tahap kematangan pasar tercapai.

23 R Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap Pada tahap pematangan pasar umumnya: 1). Tingkat pertumbuhan penjualan mulai menurun dan tidak ada saluran Skor 0: Belum dilakukan kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar Data penjualan; Hasil kajian risiko.
kematangan pasar tercapai. distribusi baru; 2). Penjualan datar atas dasar per kapita karena kejenuhan pasar, dan masa depan penjualan tercapai; Skor 1: Outline penyusunan kajian risiko organisasi telah disusun; Skor 2: Persiapan dilakukan kajian risiko
ditentukan oleh pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti; 3). Penjualan menurun dan konsumen mulai beralih organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar tercapai; Skor 3: Tahap penyelesaian
ke produk lain. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya (tahap pertumbuhan), dan kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar tercapai; Skor 4: Diperoleh
merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Pada tahap pematangan pasar ini akan mempengaruhi hasil kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar tercapai; Skor 5:
organisasi perusahaan dan pola kemitraan. Tersusun kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar tercapai.

24 R Kajian risiko dampak sosial pada tahap kematangan pasar tercapai. Pada tahap pematangan pasar ini memiliki karakteristik seperti kelebihan produk, persaingan sangat ketat, mereka Skor 0: Belum dilakukan kajian risiko dampak sosial; Skor 1: Outline penyusunan kajian risiko dampak sosial telah Hasil Kajian Risiko
membuat niche pasar (niche pasar adalah pasar yang yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu), selesai; Skor 2: Persiapan dilakukan kajian risiko dampak sosial pada tahap kematangan pasar tercapai; Skor 3:
dan penurunan harga. Kondisi ini akan memiliki dampak sosial yang besar, mengingat akan mempengaruhi Tahap penyelesaian kajian risiko dampak sosial pada tahap kematangan pasar tercapai; Skor 4: Diperoleh hasil
penghidupan banyak orang yang terlibat dalam bisnis ini, mulai dari karyawan perusahaan, vendor/suplayer, kajian risiko dampak sosial pada tahap kematangan pasar tercapai; Skor 5: Tersusun kajian risiko dampak sosial
distributor, dan pihak lain yang terkait. pada tahap kematangan pasar tercapai.
Indikator KATSINOV 6

No Aspek Aktivitas Kunci Penjelasan Substansi Aktivitas Kunci/ Atribut Kiteria Penilaian Bukti

1 T Dilakukan review terhadap produk teknologi milik kompetitor. Dalam tahap ini, terjadi penurunan angka penjualan. Hal ini dapat disebabkan oleh produk yang kalah bersaing Skor 0: Belum dilakukan review terhadap produk teknologi milik kompetitor; Skor 1: Pembahasan urgensi dilakukan Daftar komplain pelanggan; Review
dengan kompetitor. Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau review terhadap produk teknologi milik kompetitor di level top management; Skor 2: Persiapan pelaksanaan review terhadap produk teknologi milik
keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk terhadap produk teknologi milik kompetitor; Skor 3: Mulai dilakukan pelaksanaan review terhadap produk teknologi kompetitor
menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya milik kompetitor; Skor 4: Dalam proses penyelesaian review terhadap produk teknologi milik kompetitor; Skor 5:
menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan Telah diperoleh hasil review terhadap produk teknologi milik kompetitor.
tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat
terbatas. Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain: a)
Memperbarui barang (dalam arti fungsinya); b) Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program
produksinya; c) agar lebih efisien; d) Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik; e) Menghilangkan
sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada; dan, f) Meninggalkan sama sekali
barang tersebut.

2 T Dilakukan review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya Kemampuan teknologi yang dimiliki perusahaan akan sangat mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi Skor 0: Belum dilakukan review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung inovasi ulang Hasil review kemampuan teknologi
untuk mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru. baru secara internal. Namun demikian, apabila kemampuan teknologi rendah maka dalam pelaksanaan inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru; Skor 1: Pembahasan ditingkat top management terkait urgensi review terhadap
atau pengembangan teknologi baru dibutuhkan mitra yang memiliki kemampuan di bidang R&D, baik Lembaga kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru; Skor 2:
Litbang maupun Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk Persiapan pelaksanaan review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung inovasi ulang atau
mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru sangat dibutuhkan. Catatan: Kemampuan teknologi pengembangan teknologi baru; Skor 3: Mulai dilakukan review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk
adalah kemampuan kolektif perusahaan untuk menghasilkan produk secara efisien dan dapat memenuhi persyaratan mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru; Skor 4: Dalam proses penyelesaian review terhadap
pelanggan (Nawas M. Syarif , 1986); Kemampuan Teknologi adalah kemampuan perusahaan yang mencakup kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru; Skor 5:
kemampuan produksi (production capability), kemampuan inovation (innovation capability) dan kemampuan investasi Telah diperoleh hasil review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung inovasi ulang atau
(investment capability) (Marjolein dan Romijn, 2002). pengembangan teknologi baru.

3 T Telah diputuskan apakah melakukan inovasi ulang produk teknologi Pada kondisi decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke produk lain sehingga jumlah Skor 0: Belum diputuskan apakah melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada, atau pengembangan produk Keputusan Tp Management terkait
yang ada, atau pengembangan produk teknologi baru. penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan teknologi baru; Skor 1: Keputusan untuk melakukan kajian untuk menentukan pilihan melakukan inovasi ulang produk pelaksanaan inovasi ulang dan/ atau
akhirnya mati. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk teknologi yang ada, atau pengembangan produk teknologi baru; Skor 2: Persiapan pelaksanaan kajian untuk berhenti.
substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan teknologi. menentukan pilihan melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada, atau pengembangan produk teknologi baru;
Skor 3: Mulai dilaksanakan kajian untuk menentukan pilihan melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada,
atau pengembangan produk teknologi baru; Skor 4: Dalam proses penyelesaian kajian untuk menentukan pilihan
melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada, atau pengembangan produk teknologi baru; Skor 5: Telah ada
keputusan dari manajemen terkait pilihan untuk melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada, atau
pengembangan produk teknologi baru.

4 M Penurunan pasar telah dikonfirmasi Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya Skor 0: Penurunan pasar belum dikonfirmasi; Skor 1: Terdapat gejala kecenderungan (trend) penurunan pasar; Data penjualan
persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Skor 2: Trend kecenderungan pasar sedang dianalisis; Skor 3: Penurunan pasar mulai terkonfirmasi berdasarkan
hasil analisis; Skor 4: Penurunan pasar terkonfirmasi berdasarkan hasil analisis; Skor 5: Penurunan pasar telah
dikonfirmasi secara faktual.

5 M Riset pasar untuk persetujuan inovasi ulang (sebagai incremental Beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk memperpanjang daur hidup produk adalah: a). Meningkatkan Konsumsi Skor 0: Belum dilakukan riset pasar untuk inovasi ulang secara incremental dan beralih ke teknologi lebih maju Hasil Riset pasar untuk inovasi ulang
innovation) atau meninggalkannya menuju pengembangan teknologi dengan cara membujuk konsumen untuk meningkatkan penggunaan produknya dengan berbagai manfaat yang (breakthrough); Skor 1: Persiapan pelaksanaan riset pasar untuk inovasi ulang secara incremental dan beralih ke secara incremental dan beralih ke
yang lebih maju (sebagai breakthrough innovation) ditawarkan; b). Mencari fungsi lain produk dari biasanya; c). Memodifikasi produk agar tampil baru dan segar baik dari teknologi lebih maju (breakthrough); Skor 2: Mulai dilaksanakan riset pasar untuk inovasi ulang secara incremental teknologi lebih maju (breakthrough).
segi isi, kemasan, takaran, ukuran, manfaat, dan lain sebagainya: d). Mencari target konsumen baru. dan beralih ke teknologi lebih maju (breakthrough); Skor 3: Sedang dilaksanakan riset pasar untuk inovasi ulang
secara incremental dan beralih ke teknologi lebih maju (breakthrough); Skor 4: Selesai dilaksanakan riset pasar untuk
inovasi ulang secara incremental dan beralih ke teknologi lebih maju (breakthrough); Skor 5: Hasil analisis riset pasar
menjadi pertimbangan bagi top manajemen untuk menentukan inovasi ulang secara incremental dan beralih ke
teknologi lebih maju (breakthrough). .

6 M Review permintaan pasar Permintaan pasar adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat Skor 0: Belum dilakukan review permintaan pasar; Skor 1: Telah menyusun konsep review permintaan pasar; Skor Hasil review permintaan pasar
harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu. Permintaan pasar merupakan cerminan dari perilaku konsumen. 2: Persiapan review permintaan pasar; Skor 3: Mulai pelaksanaan review permintaan pasar; Skor 4: Telah diperoleh
hasil review permintaan pasar; Skor 5: Hasil review permintaan pasar menjadi pertimbangan top manajemen
mengambil keputusan untuk reinovasi (close down atau change over)
7 M Identifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru Jika pasar yang sudah ada sudah tidak dapat diandalkan untuk meningkatkan penjualan maka dapat ditempuh jalan Skor 0: Belum diidentifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru; Skor 1: Persiapan identifikasi Hasil identifikasi peluang tumbuhnya
dengan cara membidik segmen pasar baru untuk dibujuk untuk menjadi pelanggan. Contoh : rokok sampoerna hijau peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru; Skor 2: Mulai dilakukan identifikasi peluang tumbuhnya pasar pasar atau ekspansi pasar baru.
yang tadinya membidik golongan menengah ke bawah kini mulai membidik golongan menengah ke atas untuk atau ekspansi pasar baru; Skor 3: Tahap penyelesaian identifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar
memperluas segmen pasar. baru; Skor 4: Telah diperoleh hasil identifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru; Skor 5: Hasil
identifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru menjadi pertimbangan top manajemen mengambil
keputusan untuk reinovasi (close down atau change over)

8 O Ada peran organisasi dalam mendukung Inovasi Ulang atau Perusahaan memiliki organisasi yang berperan mendukung dilakukannya Inovasi Ulang atau Pengembangan Skor 0: Tidak ada dukungan komitmen manajemen dan dukungan sumber daya di lingkungan perusahaan; Skor 1: Struktur organisasi
Pengembangan Teknologi Baru. Teknologi Baru, misalnya: Departemen/ divisi/ unit R&D. Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya adalah komitmen Oragnisasi belum mempunyai arah dan aksi nyata dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi
manajemen dalam mendukung program inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru. Baru; Skor 2: Organisasi telah memberikan arah, tetapi perannya belum nyata dalam mendukung Inovasi Ulang atau
Pengembangan Teknologi Baru; Skor 3: Ada peran organisasi dalam bentuk dukungan sumber daya di lingkungan
perusahaan; Skor 4: Ada peran organisasi dalam bentuk dukungan nyata berupa komitmen manajemen di lingkungan
perusahaan; Skor 5: Ada peran organisasi dalam bentuk dukungan nyata berupa komitmen manajemen dan
dukungan sumber daya di lingkungan perusahaan.

9 O Ada peran jejaring dalam mendukung Inovasi Ulang atau Dalam melakukan inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru, perusahaan dapat memanfaatkan jejaring seperti Skor 0: Tidak memiliki jejaring untuk mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor 1: Kerjasama inovasi atau pengembangan
Pengembangan Teknologi Baru. Perguruan Tinggi dan/ atau Lembaga Litbang milik pemerintah dan/ atau swasta. Memiliki jejaring, tetapi belum ada peran dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor teknologi baru.
2: Memiliki jejaring dan perannya kurang dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor
3: Memiliki jejaring dan ada peran yang cukup besar dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi
Baru; Skor 4: Memiliki jejaring dan ada peran yang besar dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan
Teknologi Baru; Skor 5: Memiliki jejaring dan ada peran yang sangat besar dalam mendukung Inovasi Ulang atau
Pengembangan Teknologi Baru.

10 Mf Ada kebutuhan dilakukannya inovasi produksi atau pengembangan Teknologi produksi adalah cara meningkatkan produksi dan produktivitas yang dapat diterapkan secara luas dalam skor 0: Inovasi produksi atau pengembangan teknologi produksi baru belum menjadi kebutuhan bagi perusahaan; Evaluasi kinerja produksi
teknologi produksi baru. industri manufaktur dan jasa. Inovasi teknologi produksi membawa manfaat bagi peningkatan efektifitas, efisiensi, Skor 1: Mulai muncul tekanan dari pesaing di pasar yang ditunjukkan oleh penurunan penjualan; Skor 2:
serta produktivitas produksi. Perusahaan mulai melakukan upaya mencari berbagai alternatif untuk bertahan; Skor 3: Alternatif inovasi produksi
atau pengembangan teknologi produksi baru belum menjadi prioritas; Skor 4: Alternatif inovasi produksi atau
pengembangan teknologi produksi baru dipertimbangkan sebagai prioritas: Skor 5: Inovasi produksi atau
pengembangan teknologi produksi baru telah diputuskan menjadi kebutuhan mendesak bagi perusahaan.

11 I Teridentifikasi inovasi lanjutan dari produk/ jasa berdasar kebutuhan Seringkali pelanggan tahu apa yang diinginkan, tetapi tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkannya. Jadi, Skor 0: Belum diidentifikasi inovasi lanjutan terkait skema investasi tambahan ebrdasarkan permintaan pasar saat ini Hasil ideasi; proposal inovasi untuk
dan permintaan pasar saat ini dan beberapa tahun ke depan. mengajukan pertanyaan spesifik akan memungkinkan untuk mengumpulkan wawasan yang diperlukan untuk inovasi dan ke depan; Skor 1: Persiapan identifikasi inovasi lanjutan terkait skema investasi tambahan berdasarkan skema investasi tambahan.
bisnis. permintaan pasar saat ini dan ke depan; Skor 2: Mulai dilakukan identifikasi inovasi lanjutan terkait skema investasi
tambahan berdasarkan permintaan pasar saat ini dan ke depan; Skor 3: Tahap penyelesaian identifikasi inovasi
lanjutan terkait skema investasi tambahan berdasarkan permintaan pasar saat ini dan ke depan; Skor 4: Telah
diperoleh hasil identifikasi inovasi lanjutan terkait skema investasi tambahan berdasarkan permintaan pasar saat ini
dan ke depan; Skor 5: Hasil identifikasi inovasi lanjutan menjadi pertimbangan top manajemen mengambil
keputusan untuk reinvestasi.

12 P Dilakukan review terhadap kemitraan yang sudah berjalan. Review mitra dan kemitraan dilakukan untuk mengetahui kualitas, kelebihan serta kekurangan dari mitra dan Skor 0: Belum dilakukan review terhadap kemitraan yang sudah berjalan; Skor 1: Pada tahap persiapan Hasil Review mitra dan kemitraan
kemitraan yang sudah berjalan. pelaksanaan review terhadap kemitraan yang sudah berjalan; Skor 2: Mulai dilakukan review terhadap kemitraan
yang sudah berjalan; Skor 3: Dalam proses penyelesaian review terkait dengan mutu mitra dan kemitraan yang
sudah berjalan; Skor 4: Telah diperoleh hasil review terkait dengan mutu mitra dan kemitraan yang sudah berjalan;
Skor 5: Telah diperoleh hasil review terhadap kemitraan yang sudah berjalan, dan telah diketahui kualitas, kelebihan
serta kekurangan dari mitra dan kemitraan yang sudah berjalan.

13 P Melakukan pencarian mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang Pencarian mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru menjadi penting Skor 0: Belum melakukan pencarian mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Identifikasi mitra potensial
atau Pengembangan Teknologi Baru. dilakukan dalam rangka mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru yang dilakukan perusahaan. Baru; Skor 1: Identifikasi kebutuhan Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor 2: Evaluasi
kemampuan internal dalam pelaksanaan Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor 3: Identifikasi mitra
potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor 4: Telah ditetapkan kebutuhan
dan peran mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor 5: Telah
diperoleh mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
14 R Dilakukan kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi Ulang Inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru memiliki risiko yang besar, baik risiko teknis, risiko finansial, Skor 0: Belum dilakukan kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Hasil kajian risiko
atau Pengembangan Teknologi Baru. maupun risiko pasar. Baru; Skor 1: Persiapan pelaksanaan kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi Ulang atau Pengembangan
Teknologi Baru; Skor 2: Mulai dilaksanakan kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi Ulang atau
Pengembangan Teknologi Baru; Skor 3: Sedang dilaksanakan kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi
Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor 4: Selesai dilaksanakan kajian risiko untuk mendukung keputusan
Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru; Skor 5: Hasil analisis kajian risiko menjadi pertimbangan bagi
top manajemen untuk mengambil keputusan melakukan Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
Failure.
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI (KATSINOV)
IRL (Innovation Readiness Level)

Indikator KATSINOV 1
Skor Capaian
No Aspek Aktivitas Kunci/ Atribut Keterangan Hasil Penilaian
0 1 2 3 4 5
1 T X Ide baru yang memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
2 T X Telah dilakukan pengamatan prinsip-prinsip ilmiah dasar dan publikasi ilmiah
3 T X Telah diidentifikasi keunikan (USP/Unique Selling Point) atau kebaruan (novelty)
4 T X Telah diidentifikasi tahapan riset dan targetnya.
5 T X Teknologi yang akan dikembangkan telah layak secara ilmiah (scientific feasibility)
6 M X Inovasi dilakukan berpangkal pada permintaan dan/atau kebutuhan pelanggan (sebagai pemenuhan kebutuhan
masyarakat sebagai solusi permasalahannya)
7 M X Telah diidentifikasi kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan
8 M X Telah diidentifikasi lokasi pasar yang akan dituju
9 O Memiliki strategi inovasi
10 O Telah didefiniskan lingkup proyek dan tugas Tim Inovasi
11 O X Telah dipastikan sumber daya dan layanan yang dibutuhkan
12 O X Tersedia saluran komunikasi tanpa hambatan
13 Mf X Teridentifikasi implikasi (konsekuensi atau akibat langsung dari hasil penemuan suatu penelitian ilmiah) dasar
manufaktur.
14 Mf X Teridentifikasi konsep manufaktur.
15 Mf X Ada bukti konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium
16 I X Ada konsep model bisnis untuk ide yang dikembangkan
17 I X Ada hasil analisis pelanggan, pasar dan pesaing dari ide yang dikembangkan
18 I X Ada bukti bahwa ide yang dikembangkan telah memberikan solusi bagi pelanggan
19 P X Menyusun strategi membangun jejaring kerja dan kemitraan
20 P X Telah diidentifikasi mitra potensial
21 R X Kajian risiko teknologi telah menjadi pertimbangan dalam setiap langkah penelitian.
22 R X Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian.
Indikator KATSINOV 2
Skor Capaian
No Aspek Aktivitas Kunci Keterangan Hasil Penilaian
0 1 2 3 4 5
1 T Telah dilakukan validasi terhadap komponen individu dari teknologi.
2 T Prototipe telah didemonstrasikan dalam lingkungan yang relevan
3 T Teknologi dinyatakan layak secara teknis
4 T Telah dilakukan pendaftaran kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll).
5 T Secara teknis mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
6 M Pelanggan akhir teridentifikasi
7 M Telah dikeluarkan rencana luncuran pasar secara rinci
8 M Telah mulai dipersiapkan modal intelektual (intellectual capital)
9 O Telah dikeluarkan analisis dan rencana bisnis
10 O Ada pelibatan individu-individu kunci
11 O Telah dilakukan persetujuan persyaratan proyek dan daftar mitra proyek
12 O Telah dilakukan persetujuan tanggung jawab dan persetujuan batas waktu
13 Mf Identifikasi teknologi dan komponen kritikal telah komplit
14 Mf Material, perkakas dan alat uji prototype, maupun keahlian personel telah diperlihatkan kesiapan sub
system/system dalam suatu lingkungan produksi yang relevan.

15 I Ada keunggulan nilai jual (Market Value Proposition/MVP) dan telah teruji kepada pelanggan
16 I Solusi yang ditawarkan kepada pelanggan memunculkan daya tarik yang menguntungkan di pasar.
17 I Ada bukti telah dilakukan validasi value proposition, channel, segmen pelanggan, model hubungan dengan
pelanggan yang ada, dan aliran revenue

18 P Telah dilakukan penggalian informasi dan seleksi mitra


19 P Membangun pola kemitraan yang lebih tepat
20 R Kajian risiko teknologi telah dilakukan dalam setiap langkah pengembangan teknologi
21 R Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap pengembangan teknologi.
Indikator KATSINOV 3
Skor Capaian
No Aspek Aktivitas Kunci Keterangan Hasil Penilaian
0 1 2 3 4 5
1 T Sistem aktual dari teknologi telah didemonstrasikan dalam lingkungan yang sebenarnya
2 T Uji eksternal dari teknologi yang dikembangkan telah dilakukan secara lengkap dalam rangka memenuhi
persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi
3 T Telah dilakukan dokumentasi terhadap teknologi yang dikembangkan
4 T Telah dilakukan launching teknologi yang dikembangkan, atau peluncuran hasil inovasi
5 T Telah diperoleh kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll).
6 M Kebutuhan khusus dan keperluan pelanggan (sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai solusi
permasalahannya) telah diketahui
7 M Segmen, ukuran dan pangsa pasar telah diprediksi
8 M Telah dikeluarkan harga dan luncuran produknya
9 O Memformalkan organisasi (struktur bisnis dengan staff dan kolaborator)
10 O Identifikasi beberapa tambahan staff yang dibutuhkan
11 O Distribusi tanggung jawab dan beban kerja
12 Mf Desain sistem sebagian besar stabil dan terbukti dalam uji dan evaluasi.
13 Mf Proses dan prosedur manufaktur terbukti dalam skala pilot.
14 Mf Dilaksanakan produksi pada laju rendah
15 I Berhasil mendefinisikan kondisi akhir dari produk teknologi dengan mempertimbangkan seluruh target person,
pasar vertikal, dan / atau geografik

16 I Dilakukan validasi terhadap bisnis yang dilakukan.


17 I Identifikasi dan validasi terhadap indikator kinerja utama yang mengindikasikan keberhasilan bisnis.
18 P Kemitraan secara formal dilakukan
19 P Menyusun dan mengimplementasikan rencana kerjasama.
20 R Kajian risiko teknologi menjadi dasar dalam pengambilan keputusan teknis tahap engineering & Operation

21 R Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap engineering & Operation.
Indikator KATSINOV 4
Skor Capaian
No Aspek Aktivitas Kunci Keterangan Hasil Penilaian
0 1 2 3 4 5
1 T Telah terbentuk keahlian terkait pengoperasian dan pemeliharaan produk teknologi.
2 T Penggunaan umum produk teknologi oleh pasar luas (sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai
solusi permasalahannya) telah diidentifikasi

3 T Telah dilakukan identifikasi benefit kunci melalui hasil pengujian


4 T Adanya dukungan terhadap adopsi produk teknologi oleh pasar.
5 M Dilakukan posisioning pasar
6 M Model bisnis ditetapkan
7 M Pesaing diidentifikasi dengan baik
8 M Pemasaran ditekankan pada pengenalan dengan baik produk teknologi kepada para pelanggannya
9 O Menetapkan bentuk organisasi
10 O Mengembangkan kemitraan dengan organisasi independen
11 O Identifikasi peluang untuk introduksi produk kepada mitra dan pasar baru
12 Mf Diperlihatkan produksi dengan laju penuh dan pelaksanaan .
13 Mf Mulai menerapkan produksi untuk memenuhi keamanan, kualitas dan persyaratan hukum, misal: GMP (Good
Manufacturing Practice) atau CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik), CPOB (Cara Produksi Obat
Yang Baik), CPIB (Cara Pembenihan Ikan Yang Baik), Standar Pembuatan Mobil, dll.

14 Mf Mulai menerapkan jaminan mutu sesuai standar tertentu yang dipersyaratkan


15 Mf Ada tuntutan masyarakat terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan.
16 I Teridentifikasi potensi pasar
17 I Teridentifikasi keberterimaan produk/jasa di pasar
18 P Telah dilakukan kerjasama didalam jejaring secara dinamis
19 P Dilakukan pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan
20 R Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap introduksi produk ke
pasar
21 R Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap introduksi produk ke pasar.
22 R Kajian risiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke pasar.
Indikator KATSINOV 5
Skor Capaian
No Aspek Aktivitas Kunci Keterangan Hasil Penilaian
0 1 2 3 4 5
1 T Adanya garansi terhadap produk teknologi yang dipasarkan
2 T Disediakan layanan pemeliharaan dan/atau perbaikan produk teknologi.
3 T Disediakan pasokan suku cadang untuk produk teknologi.
4 T Adanya aktivitas pengembangan dengan intensitas yang lebih rendah dalam rangka peningkatan unjuk kerja
produk teknologi sesuai permintaan pelanggan.

5 M Menyediakan pelayanan dan solusi yang paripurna


6 M Melakukan diferensiasi produk
7 M Penyempurnaan model bisnis
8 M Menggunakan kemitraan untuk berkompetisi di pasar
9 O Meningkatkan efektivitas dan kerjasama organisasi
10 O Membuat restrukturisasi yang dibutuhkan
11 O Identifikasi peningkatan peluang mempertemukan produk teknologi dengan kebutuhan pasar
12 O Review proses teknis dan komersial untuk meningkatkan harga dan keuntungan.
13 Mf Menerapkan Lean Manufacturing secara total.
14 Mf Ada kebutuhan masukan (baik internal maupun eksternal) kepada manajemen untuk perbaikan kinerja.
15 Mf Menerapkan jaminan mutu sesuai standar (SNI) secara intensif
16 Mf Ada jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat.
17 I Teridentifikasi kebutuhan ekspansi pasar.
18 I Ada peningkatan kapasitas produksi
19 P Peningkatan kerjasama didalam jejaring secara dinamis
20 P Dilakukan peningkatan mutu pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan.
21 P Kerjasama dalam distribusi dan pemasaran produk.
22 R Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap kematangan pasar
tercapai.
23 R Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar tercapai.
24 R Kajian risiko dampak sosial pada tahap kematangan pasar tercapai.
Indikator KATSINOV 6
Skor Capaian
No Aspek Aktivitas Kunci Keterangan Hasil Penilaian
0 1 2 3 4 5
1 T Dilakukan review terhadap produk teknologi milik kompetitor.
2 T Dilakukan review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung inovasi ulang atau
pengembangan teknologi baru.
3 T Telah diputuskan apakah melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada, atau pengembangan produk
teknologi baru.
4 M Penurunan pasar telah dikonfirmasi
5 M Riset pasar untuk persetujuan inovasi ulang (sebagai incremental innovation) atau meninggalkannya menuju
pengembangan teknologi yang lebih maju (sebagai breakthrough innovation)

6 M Review permintaan pasar


7 M Identifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru
8 O Ada peran organisasi dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
9 O Ada peran jejaring dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
10 Mf Ada kebutuhan dilakukannya inovasi produksi atau pengembangan teknologi produksi baru.
11 I Teridentifikasi inovasi lanjutan dari produk/ jasa berdasar kebutuhan dan permintaan pasar saat ini dan
beberapa tahun ke depan.

12 P Dilakukan review terhadap kemitraan yang sudah berjalan.


13 P Melakukan pencarian mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.
14 R Dilakukan kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.

LEMBAR PENGESAHAN:

Pihak Penilai,

Nama
1
6 Tingkat Kesiapan Inovasi (KATSINOV)
(IRL, Innovation Readiness Level)
KATSINOV Penjelasan
Pindah (change-over) atau Tahap penurunan pasar, dan penetapan dua pilihan, yaitu pindah

6 berhenti (close-down) (change-over) dengan inovasi teknologi ulang, atau berhenti (close-down)
dengan melihat inovasi telah usang dan memutuskan untuk keluar.

Kompetisi (Competition): Ini merupakan fase kematangan pasar, yaitu ketika tercapai suatu
5 kesetimbangan (equilibrium) pasar dengan ketiadaan pertumbuhan
bermakna atau inovasi.
Chasm Chasm berada diantara early adopters (the enthusiasts & visionaries) dan
early majority (the pragmatists). Telah dilakukan tahap awal introduksi

4
hasil inovasi ke pasar. Pada tahap ini terdapat tantangan dan kesulitan
apakah produk inovasi bertemu dengan kebutuhan atau permintaan
pelanggan ketika pertama kali diintrodusir ke pasar.

Penyelesaian (Completion) Pengembangan teknologi telah diselesaikan dan seluruh fungsi sistem
3 telah terbukti di lapangan.

Komponen (component) Komponen telah dikembangkan dan divalidasi, dan prototipe telah
2 dikembangkan mendemonstrasikan teknologi.

Konsep (concept) Prinsip-prinsip ilmiah dasar dari inovasi telah diamati dan dilaporkan, dan
1 fungsi kritikal dan/atau karakteristik telah dikonfirmasi melalui eksperimen.
RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

No: 18991230 -001


Nama/Judul Inovasi : 0
Bidang Inovasi : 0
Nama Proyek : 0
Nama Lembaga/ Perusahaan : 0
Alamat / Kontak : 0

Telp / Fax / email:

Tanggal Pengukuran KATSINOV : December 30, 1899

Peta Tingkat Kesiapan setiap


Aspek:

Pengembangan Teknologi (T)


0
Penanganan Risiko (R) .0 Pasar (M)
80 0
.0
40
.00
0
Partnership (P) Organisasi (O)

Investment (I) Manufaktur (Mf)

Rekomendasi:

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

KATSINOV 1

Pengembangan Teknologi (T)


Penanganan Risiko (R) 0 Pasar (M)
.0
60
00
0.
Partnership (P) Organisasi (O)

Investment (I) Manufaktur (Mf)

ASPEK TEKNOLOGI

Keterangan:

scientific feasibility

Identifikasi tahapan & target riset

Kebaruan

Pengamatan Prinsip-prinsip dasar & publikasi

Ide yang memberi solusi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PASAR

Keterangan:

Identifikasi lokasi pasar yang akan dituju

Identifikasi kebutuhan dan permintaan pelanggan

Inovasi dilakukan berpangkal pada permintaan dan/atau kebutuhan pelanggan

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK ORGANISASI

Keterangan:

Saluran komunikasi tanpa hambatan

Sumber daya dan layanan

Lingkup proyek dan tugas

Strategi inovasi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK MANUFAKTUR

Keterangan:

Bukti konsep manufaktur melalui analitik atau eksperimen laboratorium

Konsep manufaktur

Implikasi dasar manufaktur

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PARTNERSHIP

Keterangan:

Identifikasi mitra potensial

Strategi membangun jejaring kerja dan kemitraan

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK INVESTMENT

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


Keterangan:

ide yang dikembangkan telah memberikan solusi bagi pelanggan

analisis pelanggan, pasar dan pesaing dari ide yang dikembangkan

konsep model bisnis untuk ide yang dikembangkan

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK RISIKO

Keterangan:

Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap penelitian

Kajian risiko teknologi pada tahap penelitian

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

KATSINOV 2

Pengembangan Teknologi (T)


Penanganan Risiko (R) 0 Pasar (M)
.0
60
00
0.
Partnership (P) Organisasi (O)

Investment (I) Manufaktur (Mf)

ASPEK TEKNOLOGI

Keterangan:

Secara teknis mampu memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat.

Pendaftaran kekayaan intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll).

Teknologi layak secara teknis

Demonstrasi prototipe di lingkungan yag relevan

validasi komponen individu dari teknologi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PASAR

Keterangan:

Persiapan modal intelektual (intellectual capital)

Rencana luncuran pasar secara rinci

Identifikasi pelanggan akhir

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK ORGANISASI

Keterangan:

Persetujuan tanggung jawab dan persetujuan batas waktu

Persetujuan persyaratan proyek dan daftar mitra proyek

Pelibatan individu-individu kunci

Analisis dan rencana bisnis

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK MANUFAKTUR

Keterangan:

Material, perkakas dan alat uji prototype, maupun keahlian personel

Identifikasi teknologi dan komponen kritikal

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PARTNERSHIP

Keterangan:

pola kemitraan

penggalian informasi dan seleksi mitra

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK INVESTMENT

Keterangan:

validasi model bisnis

Solusi yang ditawarkan kepada pelanggan

Market Value Proposition (MVP)

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK RISIKO

Keterangan:

Penyusunan rencana pengendalian risiko teknologi pada tahap pengembangan teknologi

Kajian risiko teknologi pada tahap pengembangan teknologi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

KATSINOV 3

Pengembangan Teknologi (T)


Penanganan Risiko (R) 0 Pasar (M)
.0
60
00
0.
Partnership (P) Organisasi (O)

Investment (I) Manufaktur (Mf)

ASPEK TEKNOLOGI

Keterangan:

Diperoleh Kekayaan Intelektual (misal: paten, desain industri, hak cipta, merek, dll).

Peluncuran hasil inovasi

Pengembangan dokumentasi teknologi

Uji eksternal untuk memenuhi persyaratan teknis dan kesesuaian regulasi

Sistem teknologi didemonstrasikan pada lingkungan yang sebenarnya

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PASAR

Keterangan:

Harga dan luncuran produk

Prediksi segmen, ukuran dan pangsa pasar

Pengetahuan tentang kebutuhan khusus dan keperluan pelanggan

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK ORGANISASI

Keterangan:

Distribusi tanggung jawab dan beban kerja

Kebutuhan tambahan staf

Formalisasi organisasi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK MANUFAKTUR

Keterangan:

Produksi pada laju rendah

Proses dan prosedur manufaktur terbukti dalam skala pilot

Desain sistem sebagian besar stabil dan terbukti dalam uji dan evaluasi.

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PARTNERSHIP

Keterangan:

Menyusun dan mengimplementasikan rencana kerjasama

Kemitraan secara formal

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK INVESTMENT

Keterangan:

Identifikasi dan validasi terhadap indikator kinerja utama

Validasi terhadap bisnis

Keberhasilan mendefinisikan kondisi akhir dari produk teknologi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK RISIKO

Keterangan:

Penyusunan rencana pengendalian tahap engineering & Operation

Kajian risiko teknologi tahap engineering & Operation

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

KATSINOV 4

Pengembangan Teknologi (T)


Penanganan Risiko (R) 0 Pasar (M)
.0
60
00
0.
Partnership (P) Organisasi (O)

Investment (I) Manufaktur (Mf)

ASPEK TEKNOLOGI

Keterangan:

Dukungan terhadap adopsi produk teknologi oleh pasar

Benefit kunci melalui hasil pengujian

Penggunaan umum produk teknologi oleh pasar luas

Keahlian terkait pengoperasian dan pemeliharaan produk teknologi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PASAR

Keterangan:

Pengenalan produk ke pasar

Identifikasi pesaing

Penetapan model bisnis

Posisioning pasar

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK ORGANISASI

Keterangan:

Peluang untuk introduksi produk kepada mitra dan pasar baru

Kemitraan dengan organisasi independen

Bentuk organisasi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK MANUFAKTUR

Keterangan:

Tuntutan masyarakat terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk

Penerapan jaminan mutu sesuai standar (SNI)

Penerapan GMP (Good Manufacturing Practice)

Produksi dengan laju penuh

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PARTNERSHIP

Keterangan:

Pengelolaan kerjasama yang sudah berjalan

Kerjasama didalam jejaring secara dinamis

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK INVESTMENT

Keterangan:

Tingkat keberterimaan produk/jasa di pasar

Potensi pasar

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK RISIKO

Keterangan:

Kajian risiko dampak sosial pada tahap introduksi produk ke pasar

Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap introduksi produk ke pasar

Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap introduksi produk ke pasar

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

KATSINOV 5

Pengembangan Teknologi (T)


Penanganan Risiko (R) 0 Pasar (M)
.0
60
00
0.
Partnership (P) Organisasi (O)

Investment (I) Manufaktur (Mf)

ASPEK TEKNOLOGI

Keterangan:

Aktivitas pengembangan dengan intensitas yang lebih rendah dalam rangka peningkatan unjuk kerja produk teknologi sesuai permintaan pelanggan

Pasokan suku cadang untuk produk teknologi

Layanan pemeliharaan produk teknologi

Garansi terhadap produk teknologi yang dipasarkan

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PASAR

Keterangan:

Menggunakan kemitraan untuk berkompetisi di pasar

Penyempurnaan model bisnis

Diferensiasi produk

Pelayanan dan solusi yang paripurna

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK ORGANISASI

Keterangan:

Review proses teknis dan komersial untuk meningkatkan harga dan keuntungan.

Identifikasi peningkatan peluang mempertemukan produk teknologi dengan kebutuhan pasar

Kebutuhan restrukturisasi

Efektivitas dan kerjasama

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK MANUFAKTUR

Keterangan:

Ada jaminan terhadap mutu, keamanan dan keselamatan produk yang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menerapkan jaminan mutu sesuai standar (SNI) secara intensif

Ada kebutuhan masukan (baik internal maupun eksternal) kepada manajemen untuk perbaikan kinerja.

Menerapkan GMP (Good Manufacturing Practice) secara intensif.

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PARTNERSHIP

Keterangan:

Kerjasama dalam distribusi dan pemasaran produk

Peningkatan mutu pengelolaan yang sudah berjalan

Peningkatan kerjasama didalam jejaring secara dinamis

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK INVESTMENT

Keterangan:

Peningkatan kapasitas produksi

Kebutuhan ekspansi pasar

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK RISIKO

Keterangan:

Kajian risiko dampak sosial pada tahap kematangan pasar tercapai.

Kajian risiko organisasi (khususnya indikator keuangan) pada tahap kematangan pasar tercapai.

Penyusunan rencana pengendalian risiko non teknologi (organisasi dan sosial) pada tahap kematangan pasar tercapai.

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


RINGKASAN HASIL
PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN INOVASI

KATSINOV 6

Pengembangan Teknologi (T)


Penanganan Risiko (R) 0 Pasar (M)
.0
60
00
0.
Partnership (P) Organisasi (O)

Investment (I) Manufaktur (Mf)

ASPEK TEKNOLOGI

Keterangan:

Keputusan apakah melakukan inovasi ulang produk teknologi yang ada, atau pengembangan produk teknologi baru.

Review terhadap kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mendukung inovasi ulang atau pengembangan teknologi baru.

Review terhadap produk teknologi milik kompetitor

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PASAR

Keterangan:

Identifikasi peluang tumbuhnya pasar atau ekspansi pasar baru

Review permintaan pasar

Riset pasar untuk persetujuan inovasi ulang (sebagai incremental innovation) atau meninggalkannya menuju pengembangan teknologi yang lebih maju (sebagai breakthrough innovation)

Penurunan pasar telah dikonfirmasi

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK ORGANISASI

Keterangan:

Peran jejaring dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru

Peran organisasi dalam mendukung Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru.

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK MANUFAKTUR

Keterangan:

Kebutuhan dilakukannya inovasi produksi atau pengembangan teknologi produksi baru

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK PARTNERSHIP

Keterangan:

Pencarian mitra potensial untuk mendukung Inovasi ulang atau Pengembangan Teknologi Baru

Review terhadap kemitraan yang sudah berjalan.

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti


ASPEK INVESTMENT

Keterangan:

Inovasi lanjutan dari produk/ jasa berdasar kebutuhan dan permintaan pasar saat ini dan beberapa tahun ke depan

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

ASPEK RISIKO

Keterangan:

kajian risiko untuk mendukung keputusan Inovasi Ulang atau Pengembangan Teknologi Baru

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti