Anda di halaman 1dari 3

NAMA : LISKAWATI MOHAMAD

KLS :PAI 4B

FAKULTAS :ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

TUGAS :PERCAKAPAN

MK :TEKNIK DAN LABORATORIUM KONSELING

ATTENDING

Klien : Assalamu’alaikum, selamat siang bu !

Konselor : Waalaikumussalam, mbak. Silahkan masuk (sambil bersalaman dan mempersilahkan


duduk )

Klien: iya terima kasih bu

Konselor : iya, dengan mbak siapa kalau boleh saya tau?

Klien: dengan mbak dea bu.

Konselor : oh iya mbak dea, bagaimana kabarnya mbak?

Klien: Alhamdulillah baik bu,

Konselor : Alhamdulillah kalau begitu, lalu bagaimana mbak apa ada yang bisa saya bantu?

KLARIFIKASI

Klien : begini bu, saya tidak tau harus bagaimana bu, saat ini saya sedang kuliyah, sementara
sudah ada yang ingin melamar saya, dan orang tua saya menyetujuinya.

Konselor : pada dasarnya anda masih bingung dengan apa yang tengah terjadi saat ini?
PARAPRASE

Klien: saya tidak tau harus bagaimana, apa yang harus saya lakukan , apakah saya harus
mengikuti pilihan orang tua saya atau pilihan saya yang masih ingin kuliyah tanpa harus menikah
dulu untuk saat ini.

Konselor : rupanya anda meragukan apa yang menjadi keputusan dari orang tua anda?

MEMBERI INFORMASI

Klien : saya tidak tau bu, harus seperti apa.

Konselor: terkait dengan masalah yang anda hadapi saat ini, saya sarankan agar anda bicarakan
baik-baik dengan orang tua anda mengenai masalah ini, dengan pilihan anda, semoga mendapat
solusinya. Karena pilihan orang tua, keputusan orang tua insya Allah itu adalah yang terbaik.

MENYIMPULKAN

Klien : masalahnya bu, masalah ini menggangu pikiran saya akhir-akhir ini, dan sering
menggangu konsentrasi saya.

Konselor : sejauh pembicaraan ini, dapat saya simpulkan bahwa kita telah membahas masalah
yang anda hadapi ini mengenai lamaran, di mana anda belum siap karena anda masih ingin
kuliyah tanpa menikah dulu sementara orang tua anda sudah setuju dengan lamaran tersebut.

REPLEKSI PERASAAN

Klien : saya tidak mau masalah ini membuat saya tidak fokus dengan kuliyah saya, yang
membuat menambah masalah baru. Semoga pilihan orang tua saya adalah pilihan yang terbaik

Konselor: nampaknya anda takut jika kuliyah anda akan terganggu dengan masalah yang anda
hadapi saat ini?

KONFRONTASI

Konselor : anda mengatakan tadi bahwa anda akan memilih apa yang telah menjadi keputusan
orang tua anda? Apakah anda yakin dengan keputusan ini? Apakah anda telah memikirkan
masalah ini dengan matang-matang? Agar anda tidak menyesal nantinya dan tidak akan
menyalahkan orang tua anda di kemudian harinya.

INTERPRETASI

Klien: sebenarnya saya masih bimbang dengan pilihan ini, namun saya tidak mau
mengecewakan niat baik dari orang yang ingin melamar saya dan keputusan pilihan orang tua
saya, saya tidak ingin mengecewakan siapapun.

Konselor: dari yang anda katakan barusan, anda masih ragu namun anda berusaha yakin di depan
orang tua anda untuk menerima lamaran tersebut.

KESIMPULAN

Klien: insya Allah saya bisa menerima keputusan ini, semoga keputusan dari orang tua saya
adalah yang terbaik untuk saya kedepannya dalam membina rumah tangga ini di kemudian nanti.

Konselor : dari percakapan ini kita dapat simpulkan bahwa anda berusaha meyakinkan diri anda
dengan keraguan yang anda rasakan saat ini bahwa pilihan orang tua anda keputusan yang di
ambil oleh orang tua anda adalah keputusan yang terbaik.

Konselor: baiklah sampai disini dulu percakapan kita, insya Allah kita lanjutkan kembali minggu
depan hari sabtu yaaa.

Klien: iya bu, terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

Konselor : iya sama-sama mbak, semoga pilihanmu pilihan orang tuamu adalah pilihan yang
Allah ridhoi.

Klien: iya bu, insya Allah. Terima kasih banyak bu, saya permisi dulu. Assalamu’alaikum (
sambil bangkit dari tempat duduk dan bersalaman kembali)

Konselor : Wa’alaikumussalam…