Anda di halaman 1dari 4

SPESIALISASI MEMBRAN

Membran sel dapat mengalami spesialisasi secara khusus berupa tonjolan-tonjolan yang
menyerupai jari-jari, dan disebut mikrovili. Mikrovili memiliki peranan yang sangat penting
dalam meningkatkan luas permukaan sel sehingga proses absorbsi menjadi lebih efisien.
Mikrovili banyak dijumpai pada epitel yang melapisi dinding usus halus. Pada tumbuhan,
utamanya pada daerah akar, dijumpai adanya modifikasi sel-sel epidermis membentuk bulu-bulu
akar. Bulu-bulu akar pada dasarnya ikut memperluas bidang permukaan sehingga proses absorbsi
air dan mineral menjadi lebih efisien.

Stereosilia adalah prosesus panjang yang tidak dapat bergerak, dan umumnya dijumpai
pada daerah apeks sel-sel yang melapisi dinding epididimis. Flagel merupakan struktur yang
dapat bergerak. Flagel dikeliling oleh membran dan mengandung, sepasang mikrotubul pusat,
dan pada bagian perifernya terdapat 9 pasang mikrotubul yang semuanya terorientasi searah
dengan sumbu panjang flagel.

1. Junctional Complex

Diantara dua buah sel epitel yang berdekatan biasanya terdapat daerah kontak
yang spesifik, dan disebut pertautan sel (Junctional complex). Ada 7 jenis pertautan sel
yaitu (i) tight junction atau ocluding junction atau taut kedap, (ii) adhering junction atau
taut lekat, dan (iii) gap junction atau taut rekah.

a. Tight Junction

Pada tight junction, membran sel- sel yang bersebelahan menyatu oleh perekat
pada bagian apikal sel yang membentuk sumbatan pada apikal intersel. Ada dua jenis
yaitu:

1) Zonula ocludens.

Zonula atau sabuk bila tautan melingkari seluruh sel. Zonula ocludens adalah
taut kedap yang meluas mengeliling permukaan apical Sel, Sehingga tampak
menyerupal sabuk. Zonula ocluden tersusun atas Komponen-komponen
berupa partikel-partikel protein dari masing- masing membran sel yang saling
berhubungan dan bertautan. Zonula ocludens berfungsi (i) sebagai penutup
pada bagian apikal dari ruang intersel sehingga molekul-molekul yang larut
dalam air tidak bisa lewat, (ii) sebagai perekat diantara sel-sel yang
bersebelahan sehingga memungkinkan organ yang dibentuk oleh sel-sel ini
dapat meregang tanpa terjadi kerusakan sel atau ruang intersel. (iii) sebagai
barrier untuk mencegah terjadinya diffusi protein dari luar sel (pada
permukaan apikal) ke daerah baso lateral ruang intersel atau sebaliknya.
Zonula ocludens dijumpai pada se-lsel epitel usus halus

2) Fasia ocludens.

Fasia atau pita bila tautan hanya menempati daerah kecil pada permukaan
sel atau dinding lateral sel. F. ocludens mirip dengan Z. Ocludens, namun
bentuknya berbeda, dimana pada facia ocludens berbentuk pita terputus-putus.
Facia ocludens dijumpai pada sel-sel endotel yang melapisi pembuluh darah,
kecuali kaliler darah pada otak, sel-selnya dilekatkan oleh zona ocludens.
Dengan perlekatan yang terputus-putus ini, maka sel endotel kapiler darah
memungkinkan terbentuknya cairan jaringan dan keluarnya leukosit dari
kapiler ( f. Ocludens membatasi pori-pori kapiler)

b. Adhering Junction

Merupakan tipe tautan sel yarg tersebar luas dalam jaringan yang mengikat sel-sel
yang bersebelahan dengan sengat erat dimana unit-unit struktural seperti
sitoskeleton , membran Sel dan matriks ekstraselluler ikut terlibat mengadakan
hubungan. Pada Adhering junction disusun atas dua jenis protein yaitu (i) intercelluler
attachment protein yang menghubungkan elemen spesifik dari sitoskeleton. Baik
filamen aktin maupun filamen intermediat dengan kompleks tautan, (ii)
transmembran linker yang merupakan glikoprotein interseluler yang berbentuk
filamen yang saling menganyam.

Adhering junction berfungsi (i) untuk mengatur lumen dan luas permukaan sel (ii)
memelihara ketegangan membran sel, dan (iii) mengatur konstraksi bagian apikal sel.
Adhering junctian banyak dijumpai pada jaringan tubuh yang secara subjektif banyak
rmengalami tegangan mekanis yang berat seperti jantung, epitel kulit, dan epitel leher
rahim. Adthering junction dibedakan atas tiga yaitu:

1) zonula Adheren

Zonula adherens atau sabuk lekat: Z. aderens merupakan jenis tautan yang
terdapat pada jaringan epitel dan non epitel dan dibawah ocludens terlihat
dalam berbagai bentuk berupa titik-titik kecil yang menghubungkan filamen
aktin dari sel yang bersebelahan. Pada sel-sel epitel terlihat sebagai sabuk dan
disebut sebagal adhesion belt. Posisi z. adheren biasaya terletak di tengah dari
tautan yang ada, yaitu di atas adalah z. ocludens dan dibawahnya terdapat
desmosom. Struktur yang membentuk adherins junction adalah transmembran
linker glikoprotein, filamen intermedian (10 nm) yang menyebar dari daerah
tautan ke daerah matriks sitoplasma sel dan membran plasma terpisah pada
jarak 10-15 nm.

2) Makula adherens atau desmosom

Desmosom terletak dibawah z.adherens yang merupakan struktur yang


memegang sel berdekatan, dimana setiap sel membentuk setengah desmosom.

Struktur yang membentuk desmosom adalah (i) cytoplasmiq plaque, (ii)


filamen intermediet yang jenisnya tergantung pada tipe sel yang
membentuknya misalnya filamen keratin pada jaringan epitel, filamen desmin
pada jantung, filamen vemetin pada membran otak (iii) membran sel, dan (iv)
transmembran linker glikoprotein.

3) Hemidesmosom

Hemidesmosom merupakan struktur yang terbentuk apabila terjadi tautan


antara sel dengan membran basalis. Terlihat hanya setengah desmosom yang
terbentuk.

c. Gap Junction
Merupakan hubungan antar sel yang paling banyak tersebar pada jaringan tubuh.
Dengan mikroskop elektron tampak adanya celah sebesar 3 nm yang menghubungkan
dua sel yang bersebelahan. Celah ini menyebabkan ion-ion anorganik dan molekul-
molekul kecil yang larut di dalam air dapat lewat secara langsung dari sitoplasma dari
satu sel ke sel lainnya. Dengan adanya gap junction ini dapat terjadi komunikasi
langsung dari dua sel yang berdekatan bersatu membentuk sauran yang
menghubungkan kedua sel tersebut.