Anda di halaman 1dari 26

A.

TERAPI MEDIS DAN KEPERAWATAN


Jenis Terapi Dosis Rute Waktu/ Indikasi/ Efek Samping
Tanggal Kontraindikasi
Pemberian
Keperawatan

Medis
Infus Sodium 20 tpm IV Tiap 8 jam INDIKASI  Mual
Chloride 0,9% Ketidakseimbangan  Muntah
elektrolit  Diare
 Berkedut otot
KONTRAINDIKASI  Radang saluran pencernaan
Hipernatremia,  Kemacetan
Asidosis, Hipokalemia.
 Iritasi mata

Ciprofloxacin 500 g/12 Oral 06.00, INDIKASI  Hipersensitivitas


jam 18.00 a. Sinusitis akut Gejala alergi seperti ruam,
b. Infeksi saluran urtikaria, eritema, pruritus atau
kemih demam, maka pemberian
c. Prostatitis kronis cefixime harus dihentikan dan
bakterial diberikan penanganan reaksi
d. Profilaksis paska alerginya. Ciprofloxacin dapat
paparan antraks diganti dengan antibiotik lain
e. Infeksi sendi dan yang ekuivalen
tulang  Gastrointestinal
f. Infeksi mata Kolitis pseudomembran dapat
superfisial terjadi selama atau setelah
g. Infeksi saluran pengobatan dengan cefixime.
pernapasan dan Efek samping gastrointestinal
infeksi kulit termasuk mual, muntah, diare,
h. Demam tifoid nyeri perut, dispepsia, dan
kolitis pseudomembran
KONTRAINDIKASI  Dermatologi
a. Ciprofloxacin Fotosensitivitas paling sering
diekskresi terutama terlihat saat pasien terpapar
melalui ginjal, dosis sinar matahari. Erythema
harus disesuaikan nodosum, sindrom Stevens-
pada penderita Johnson (berpotensi
gangguan fungsi mengancam jiwa), dan TEN
ginjal (berpotensi mengancam jiwa)
b. Hati-hati pemberian juga telah dilaporkan terjadi
ciprofloxacin pada  Saraf
gangguan fungsi Kejang, sakit kepala, pusing,
liver mengantuk, dan kejang
c. Dosis terpantau Psikiatri
pada anak, wanita Gelisah, kebingungan dan
hamil dan menyusui halusinasi
serta  Renal
dipertimbangkan Efek samping ginjal termasuk
jika memang peningkatan sementara pada
keuntungan lebih serum BUN dan kreatinin, dan
besar daripada gagal ginjal akut
potensi efek  Hematologi
sampingnya Pansitopenia (komplikasi yang
d. Riwayat gejala mengancam jiwa atau fatal) dan
alergi dengan depresi sumsum tulang
ciprofloxacin (mengancam nyawa) jarang
sebelumnya, dilaporkan. INR yang
sehingga penggalian meningkat dilaporkan pada
riwayat alergi pasien yang diobati dengan
menjadi sangat antagonis vitamin K
penting  Metabolik
e. Untuk menghindari Efek samping metabolik
terjadinya termasuk hiperbilirubinemia.
kristaluria maka Antibiotik kelas fluorokuinolon
harus diminum dikaitkan dengan peningkatan
dengan air yang LDH. Antibiotik kelas
cukup fluorokuinolon telah dikaitkan
f. Hindari konsumsi dengan hipoglikemia
susu, kopi dan simtomatik
coklat agar tidak
mengurangi
keefektivitasannya
New Diatab 2 tab/8 Oral 06.00, INDIKASI Efek samping gastrointestinal
jam 14.00, Kegunaan New Diatabs termasuk konstipasi, dispepsia,
22.00 (Attapulgite) adalah perut kembung, dan mual.
obat untuk mengobati Efek samping sistem saraf
gejala diare yang jarang dilaporkan. Namun
disebabkan oleh pada beberapa orang yang
keracunan makanan dan peka bisa terjadi berupa sakit
racun dari bakteri dan kepala dan pusing.
virus.

KONTRAINDIKASI
Jangan menggunakan
obat ini untuk pasien
yang memiliki riwayat
alergi terhadap obat ini.
Kontraindikasi untuk
penderita gagal ginjal
atau hati parah.
I. DIAGNOSA KEPERAWATAN
A. ANALISIS DATA
Nama Klien : Tn. C
No. Rekam Medik : C6463 22
Ruang Rawat : RAJAWALI 5A
No. Data Masalah Etiologi
1 DS : klien mengatakan bahwa merasa tidak nyaman Hambatan rasa nyaman Gejala
karena harus segera mengganti kantong kolostomi (00214) penyakit
Klien mengatakan tidur hanya 2-3 jam tiap malamnya terkait
dan sering bangun karena merasa tidak nyaman dengan
diare yang bercampur dengan darah yang dialaminya
DO :
a. Terdapat BAB cair bercampur dengan darah
b. Klien terlihat kurang nyaman
c. Klien terlihat tidak rileks
2 DS : klien mengatakan ia mengalami BAB cair Resiko perdarahan (00206)
bercampur dengan darah.
Klien mengeluhkan pernah mengalami BAB cair
bercampur dengan darah saat berada dirumah hamper
setiap minggu
DO :
Terlihat BAB cair bercampur dengan darah pada
kantong kolostomi klien
3 DS : klien mengatakan bahwa kulit sekitar kolostomi Resiko infeksi (00004)
mengalami kemerahan dan merasa gatal
DO :
Terlihat kemerahan pada area kolostomi
II. PERENCANAAN KEPERAWATAN
Nama K1lien : Tn. C
No. Rekam Medik : C646322
Ruang Rawat : RAJAWALI 5A
Tgl No. Dx Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan TTD
8/3/19 1 Setelah dilakukan tindakan Peningkatan Tidur (1850) Aas
keperawatan selama 3 x 24 jam, status  Menentukan pola aktivitas
kenyamanan: fisik klien adekuat tidur klien
dengan kriteria hasil  Memonitor pola tidur
a. Klien dapat menemukan posisi klien dan jam tidur klien
yang nyaman untuk istirahat  Menginstruksikan klien
b. Klien mengatakan kualitas tidur untuk memonitor pola
baik diikuti dengan pernyataan tidurnya
seperti badan terasa segar dipagi  Berdiskusi dengan pasien
dan siang hari setelah bangun tidur terkait peningkatan tidur
c. Klien dapat mempertahankan
keseimbangan cairan: Kebutuhan
air sebanyak 30 -50 ml/kgBB/hari. Administrasi Medikasi (2300)
Sekitar 1440-2400 ml/hari  Memberikan obat untuk
menghentikan BAB cair
bercampur dengan darah
klien dengan mengikuti 5
langkah benar pemberian
obat
 Memberikan informasi
pada klien terkait
informasi obat
Manajemen Elektrolit/Cairan
(2080)
 Meningkatkan oral intake
 Monitor tanda-tanda vital
 Monitor balance cairan
 Monitor kehilangan cairan
8/3/19 2 Setelah diberikan intervensi selama 3 x Pendidikan Kesehatan (5510) Aas
24 jam, pengetahuan : manajemen  Mengkaji sejauh mana
kanker klien adekuat dengan kriteria pengetahuan klien tentang
hasil komplikasi dari terapi
a. Klien melaporkan adanya tanda pengobatannya
perdarahan kepada perawat  Membuat berbagai strategi
b. Klien memahami batasan dan intervensi dalam
aktivitas yang tidak boleh program edukasi
dilakukan
8/3/19 3 Setelah diberikan intervensi selama 3 x Kontrol Infeksi (6540) Aas
24 jam, manajemen diri : penyakit  Mengajarkan klien
kronik, klien adekuat dengan kriteria meningkatkan perilaku
hasil cuci tangan
a. Klien dapat mendemonstrasikan  Menginstruksikan klien
cuci tangan sebelum dan setelah untuk menerapkan
ganti kantong kolostomi perilaku cuci tangan
b. Klien dapat mendemonstrasikan  Mengajarkan klien untuk
cara perawatan kolostomi menggunakan sabun
dengan benar antimikroba saat cuci
c. Klien dapat menjelaskan tangan
makanan yang dapat  Mengajarkan klien untuk
mendukung kondisi saat selalu mencuci tangan
menjalani pengobatan: seperti sebelum maupun setelah
sayuran hijau, hati, daging, susu mengganti kantong
rendah lemak, alpukat, maupun kolostomi
stroberi. Perlindungan terhadap Infeksi
(6550)
 Memonitor sistem
maupun tanda lokal dan
gejala dari infeksi
 Melakukan inspeksi kulit
dan membrana mukosa
untuk kemerahan, panas
berlebih dan drainase
 Meningkatkan
keadekuatan asupan
nutrisi
 Meningkatkan intake
cairan
III. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama K1lien : Tn. C
No. Rekam Medik : C646322
Ruang Rawat : RAJAWALI 5A
Tanggal No Dx Jam Tindakan Keperawatan Hasil (Evaluasi TTD
Kepera Formatif)
watan
8/3/19 1 05.00 Memberikan obat untuk S: - Aas
menghentikan BAB cair bercampur O: klien menerima
dengan darah klien dengan obat yang telah
mengikuti 5 langkah benar diberikan
pemberian obat

1 05.05 Memberikan informasi pada klien S: klien mengatakan Aas


terkait informasi obat memahami apa yang
disampaikan
O: klien menerima
obat yang telah
diberikan
1 14.20 Menentukan pola aktivitas tidur S: klien mengatakan Aas
klien tidak dapat tidur
nyenyak saat malam
hari
O: klien terlihat
lemas
1 14.23 Memonitor pola tidur klien dan jam S: klien mengatakan Aas
tidur klien tidur dari jam 02.00
sampai jam 04.00 dan
bangun tiap jam nya
O: klien terlihat
lemas

1 14.25 Meningkatkan oral intake S: klien mengatakan Aas


mau mengkonsumsi
minuman yang
diberikan oleh ahli
gizi namun hanya
sedikit minum air
putih sekitar 750 ml
per hari
O: klien terlihat
menghabiskan
minuman yang
diberikan ahli gizi
1 14.30 Monitor tanda-tanda vital S: - Aas
O:
TD : 110/80 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Suhu : 36,2 0C
RR : 16 x/menit
1 14.40 Monitor balance cairan S: - Aas
O: BC : Input-Output
: -766
1 14.45 Monitor kehilangan cairan S: - Aas
O: klien terlihat
lemas
2 14.50 Mengkaji sejauh mana pengetahuan S: klien mengatakan Aas
klien tentang komplikasi dari terapi bahwa ia sering
pengobatannya mengalami tangan
pegal setelah
kemoterapi karena
infus yang terpasang.
Klien juga
mengatakan bahwa ia
cukup sering
mengalami BAB
bercampur darah saat
berada dirumah
O: klien terlihat
menunjukkan
kantong kolostomi
9/3/19 1 14.35 Meningkatkan input cairan S:- Aas
O: klien terpasang
infus Sodium
Chloride 0,9%
dengan dosis 20 tpm
Klien juga
mendapatkan prc 2
kolf
1 14.37 Memonitor pola tidur klien dan jam S: klien mengatakan Aas
tidur klien sudah dapat tidur
dengan nyaman
O: klien terlihat lebih
segar
1 14.39 Meningkatkan oral intake S: klien mengatakan Aas
mau mengkonsumsi
minuman yang
diberikan oleh ahli
gizi namun hanya
sedikit minum air
putih sekitar 750 ml
per hari
O: klien terlihat
menghabiskan
minuman yang
diberikan ahli gizi
1 14.42 Monitor tanda-tanda vital S: - Aas
O:
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 36,3 0C
RR : 20 x/menit
1 14.47 Monitor balance cairan S: - Aas
O: BC/24jam =
Input-Output = +334
2 14.55 Mengkaji aktivitas klien yang dapat S: klien mengatakan Aas
memicu terjadinya komplikasi dari sering mengangkat
terapi pengobatan: pembedahan beban berat dan
(kolostomi) menyebabkan BAB
bercampur darah
karena pekerjaannya
sebagai buruh
O: klien terlihat
menunjukkan
kantong kolostomi
2 15.00 Menyampaikan edukasi pada klien S: - Aas
untuk mengurangi beban saat O: klien terlihat
bekerja terlebih lagi melakukan memahami apa yang
aktivitas yang berhubungan dengan disampaikan
angkat beban berat
3 15.10 Memonitor sistem maupun tanda S: klien mengatakan Aas
lokal dan gejala dari infeksi merasa gatal dan
kemerahan pada area
penempelan kantong
kolostomi
O: terlihat kemerahan
pada area kolostomi
3 15.13 Melakukan inspeksi kulit dan S: - Aas
membran mukosa untuk kemerahan, O: membran mukosa
panas berlebih dan drainase pada mulut klien
terlihat kering, turgor
kulit lembab kembali
< 2 detik
3 15.16 Meningkatkan keadekuatan asupan S: klien mengatakan Aas
nutrisi kurang selera makan
pada sayuran yang
disediakan oleh
rumah sakit
O: di meja klien tidak
terlihat makanan
yang tersisa
10/3/19 1 15.00 Berdiskusi dengan pasien terkait S: klien mengatakan Aas
peningkatan tidur sudah dapat tidur
dengan nyenyak
setelah tidak
mengalami BAB
dengan darah. Klien
mengatakan tidur
lebih dari 8 jam
sehari
O: klien terlihat segar
dan bersemangat

1 15.05 Meningkatkan oral intake S: klien mengatakan


masih belum dapat
meningkatkan
konsumsi minum air
putih, karena tidak
selera
O: klien terlihat
hanya menghabiskan
750 ml air
1 15.08 Menghitung balance cairan S: -
O: BC/24jam Input-
output = +34
2 15.55 Menyampaikan edukasi untuk S: - Aas
mengkonsumsi makanan yang O: klien terlihat
banyak mengandung vitamin K memahami apa yang
maupun zat besi seperti sayuran disampaikan
hijau, telur, daging, susu, hati, dan
buah-buahan seperti stroberi atau
alpukat
2 16.00 Memberikan edukasi untuk S: - Aas
beristirahat saat mengalami BAB O: klien terlihat
bercampur darah dan mengurangi memahami apa yang
aktivitas mengangkat beban berat disampaikan
11/3/19 3 17.00 Mengajarkan klien meningkatkan S: - Aas
perilaku cuci tangan O: klien mengikuti
gerakan secara tepat
3 17.03 Menginstruksikan klien untuk S: klien mengatakan Aas
menerapkan perilaku cuci tangan akan menerapkan
perilaku cuci tangan
O: klien terlihat
memahami apa yang
disampaikan
3 17.05 Mengajarkan klien untuk S: - Aas
menggunakan sabun antimikroba O: klien sudah
saat cuci tangan memahami
penggunaan sabun
anti mikroba
3 17.07 Mengajarkan klien untuk selalu S: klien mengatakan Aas
mencuci tangan sebelum maupun akan melakukan
setelah mengganti kantong perilaku tersebut
kolostomi O: klien terlihat
mengangguk
IV. EVALUASI KEPERAWATAN
Nama K1lien : Tn. C
No. Rekam Medik : C646322
Ruang Rawat : RAJAWALI 5A
Tgl No Dx Jam Evaluasi Sumatif TTD
Keperawatan
8/3/19 1 15.00 S: klien mengatakan susah mempertahankan tidur nyenyak karena terganggu Aas
dengan BAB bercampur darah yang dialami nya saat malam hari. Namun klien
mengatakan akan dapat tidur dengan nyenyak jika BAB bercampur darah yang
dialaminya berhenti. Klien juga mengatakan sedikit minum air putih karena lebih
suka minum minuman yang berasa seperti the manis yang diberikan oleh ahli gizi.
O: klien terlihat lemas. Klien terlihat hanya menghabiskan 750 ml air putih di
mejanya. Mukosa bibir klien terlihat sedikit kering, turgor kulit lembab
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
 Instruksikan klien untuk memonitor pola tidurnya
 Diskusikan dengan pasien terkait peningkatan tidur
 Tingkatkan oral intake
 Monitor tanda-tanda vital
 Monitor balance cairan
2 15.10 S: klien mengatakan bahwa ia hanya mengetahui informasi nutrisi apa saja yang Aas
boleh dikonsumsinya. Klien mengatakan tidak mengetahui aktivitas seperti apa
yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama memiliki kantong kolostomi.
O: klien terlihat lemas
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
 Buat berbagai strategi dan intervensi dalam program edukasi
9/3/19 1 16.00 S: klien mengatakan sudah dapat tidur dengan nyenyak setelah mengkonsumsi Aas
obat yang diberikan. Klien mengatakan BAB cair beserta darah yang dialaminya
sudah berhenti. Klien mengatakan hanya minum air putih sebanyak 750 ml. Klien
mengatakan tidak mengalami pegal di tangan kiri akibat infus.
O: klien terlihat lebih segar dan bersemangat
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
 Tingkatkan oral intake
 Monitor balance cairan
2 16.05 S: klien mengatakan akan mejaga aktivitas yang dilakukan untuk mengurangi Aas
resiko perdarahan terjadi
O: klien terlihat memahami apa yag disampaikan
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
 Buat berbagai strategi dan intervensi dalam program edukasi
3 16.10 S: klien mengatakan merasa gatal dan kemerahan disekitar area penempelan Aas
kantong kolostomi. Klien mengatakan menghabiskan porsi makan yang diberikan
dengan tidak memakan porsi sayur karena merasa kurang selera.
O: terlihat kemerahan pada area kolostomi
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
 Monitor sistem maupun tanda lokal dan gejala dari infeksi
 Lakukan inspeksi kulit dan membrana mukosa untuk kemerahan, panas
berlebih dan drainase
 Tingkatkan keadekuatan asupan nutrisi
10/3/19 1 16.05 S: klien mengatakan sudah dapat tidur dengan nyenyak di malam hari. Klien juga Aas
dapat tidur nyenyak pada saat siang hari. Klien mengatakan belum dapat
meningkatkan asupan cairan air putih
O: klien terlihat lebih segar dan bersemangat.
A: masalah sudah teratasi
P: pertahankan intervensi dan kondisi klien.
2 16.08 S: klien mengatakan akan menerapkan perilaku yag diajarkan di rumah sakit Aas
dengan menjaga aktivitasnya
O: klien terlihat memahami apa yang disampaikan
A: masalah teratasi
P: pertahankan intervensi dan kondisi klien.
11/3/19 3 17.10 S: klien mengatakan akan menerapkan perilaku yag diajarkan di rumah sakit Aas
dengan menjaga aktivitasnya
O: klien terlihat memahami apa yang disampaikan
A: masalah teratasi
P: pertahankan intervensi dan kondisi klien.
B. TERAPI MEDIS DAN KEPERAWATAN
Jenis Dosis Rute Waktu/ Indikasi/ Efek Samping
Terapi Tanggal Kontraindikasi
Pemberian
Keperawatan

Medis
Infus 20 tpm IV Tiap 8 jam INDIKASI  Mual
Sodium Ketidakseimbangan  Muntah
Chloride elektrolit  Diare
0,9%  Berkedut otot
KONTRAINDIKASI  Radang saluran
Hipernatremia, pencernaan
Asidosis, Hipokalemia.  Kemacetan
 Iritasi mata
Ciprofloxac 500 g/12 Oral 06.00, INDIKASI  Hipersensitivitas
in jam 18.00 i. Sinusitis akut Gejala alergi seperti ruam,
j. Infeksi saluran urtikaria, eritema, pruritus atau
kemih demam, maka pemberian
k. Prostatitis kronis cefixime harus dihentikan dan
bakterial diberikan penanganan reaksi
l. Profilaksis paska alerginya. Ciprofloxacin dapat
paparan antraks diganti dengan antibiotik lain
m. Infeksi sendi dan yang ekuivalen
tulang  Gastrointestinal
n. Infeksi mata Kolitis pseudomembran dapat
superfisial terjadi selama atau setelah
o. Infeksi saluran pengobatan dengan cefixime.
pernapasan dan Efek samping gastrointestinal
infeksi kulit termasuk mual, muntah, diare,
p. Demam tifoid nyeri perut, dispepsia, dan
kolitis pseudomembran
KONTRAINDIKASI  Dermatologi
g. Ciprofloxacin Fotosensitivitas paling sering
diekskresi terutama terlihat saat pasien terpapar
melalui ginjal, dosis sinar matahari. Erythema
harus disesuaikan nodosum, sindrom Stevens-
pada penderita Johnson (berpotensi
gangguan fungsi mengancam jiwa), dan TEN
ginjal (berpotensi mengancam jiwa)
h. Hati-hati pemberian juga telah dilaporkan terjadi
ciprofloxacin pada  Saraf
gangguan fungsi Kejang, sakit kepala, pusing,
liver mengantuk, dan kejang
i. Dosis terpantau Psikiatri
pada anak, wanita Gelisah, kebingungan dan
hamil dan menyusui halusinasi
serta  Renal
dipertimbangkan Efek samping ginjal termasuk
jika memang peningkatan sementara pada
keuntungan lebih serum BUN dan kreatinin, dan
besar daripada gagal ginjal akut
potensi efek  Hematologi
sampingnya Pansitopenia (komplikasi yang
j. Riwayat gejala mengancam jiwa atau fatal)
alergi dengan dan depresi sumsum tulang
ciprofloxacin (mengancam nyawa) jarang
sebelumnya, dilaporkan. INR yang
sehingga penggalian meningkat dilaporkan pada
riwayat alergi pasien yang diobati dengan
menjadi sangat antagonis vitamin K
penting  Metabolik
k. Untuk menghindari Efek samping metabolik
terjadinya termasuk hiperbilirubinemia.
kristaluria maka Antibiotik kelas
harus diminum fluorokuinolon dikaitkan
dengan air yang dengan peningkatan LDH.
cukup Antibiotik kelas
l. Hindari konsumsi fluorokuinolon telah dikaitkan
susu, kopi dan dengan hipoglikemia
coklat agar tidak simtomatik
mengurangi
keefektivitasannya
New 2 tab/8 Oral 06.00, INDIKASI Efek samping gastrointestinal
Diatab jam 14.00, Kegunaan New Diatabs termasuk konstipasi,
22.00 (Attapulgite) adalah dispepsia, perut kembung, dan
obat untuk mengobati mual.
gejala diare yang Efek samping sistem saraf
disebabkan oleh jarang dilaporkan. Namun
keracunan makanan dan pada beberapa orang yang
racun dari bakteri dan peka bisa terjadi berupa sakit
virus. kepala dan pusing.

KONTRAINDIKASI
Jangan menggunakan
obat ini untuk pasien
yang memiliki riwayat
alergi terhadap obat ini.
Kontraindikasi untuk
penderita gagal ginjal
atau hati parah.
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. ANALISIS DATA
Nama Klien : Tn. C
No. Rekam Medik : C6463 22
Ruang Rawat : RAJAWALI 5A
No. Data Masalah Etiologi
1 DS : klien mengatakan bahwa merasa tidak nyaman Hambatan rasa nyaman Gejala penyakit
karena harus segera mengganti kantong kolostomi (00214) terkait
Klien mengatakan tidur hanya 2-3 jam tiap malamnya
dan sering bangun karena merasa tidak nyaman dengan
diare yang bercampur dengan darah yang dialaminya
DO :
d. Terdapat BAB cair bercampur dengan darah
e. Klien terlihat kurang nyaman
f. Klien terlihat tidak rileks
2 DS : klien mengatakan ia mengalami BAB cair Resiko perdarahan
bercampur dengan darah. (00206)
Klien mengeluhkan pernah mengalami BAB cair
bercampur dengan darah saat berada dirumah hamper
setiap minggu
DO :
Terlihat BAB cair bercampur dengan darah pada
kantong kolostomi klien
3 DS : klien mengatakan bahwa kulit sekitar kolostomi Resiko infeksi (00004)
mengalami kemerahan dan merasa gatal
DO :
Terlihat kemerahan pada area kolostomi
2. PERENCANAAN KEPERAWATAN
Nama K1lien : Tn. C
No. Rekam Medik : C646322
Ruang Rawat : RAJAWALI 5A
Tgl No. Dx Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan TTD
8/3/19 1 Setelah dilakukan tindakan Peningkatan Tidur (1850) Aas
keperawatan selama 3 x 24 jam, status  Menentukan pola aktivitas
kenyamanan: fisik klien adekuat tidur klien
dengan kriteria hasil  Memonitor pola tidur
d. Klien dapat menemukan posisi klien dan jam tidur klien
yang nyaman untuk istirahat  Menginstruksikan klien
e. Klien mengatakan kualitas tidur untuk memonitor pola
baik diikuti dengan pernyataan tidurnya
seperti badan terasa segar dipagi  Berdiskusi dengan pasien
dan siang hari setelah bangun tidur terkait peningkatan tidur
f. Klien dapat mempertahankan
keseimbangan cairan: Kebutuhan
air sebanyak 30 -50 ml/kgBB/hari. Administrasi Medikasi (2300)
Sekitar 1440-2400 ml/hari  Memberikan obat untuk
menghentikan BAB cair
bercampur dengan darah
klien dengan mengikuti 5
langkah benar pemberian
obat
 Memberikan informasi
pada klien terkait
informasi obat
Manajemen Elektrolit/Cairan
(2080)
 Meningkatkan oral intake
 Monitor tanda-tanda vital
 Monitor balance cairan
 Monitor kehilangan cairan
8/3/19 2 Setelah diberikan intervensi selama 3 x Pendidikan Kesehatan (5510) Aas
24 jam, pengetahuan : manajemen  Mengkaji sejauh mana
kanker klien adekuat dengan kriteria pengetahuan klien tentang
hasil komplikasi dari terapi
c. Klien melaporkan adanya tanda pengobatannya
perdarahan kepada perawat  Membuat berbagai strategi
d. Klien memahami batasan dan intervensi dalam
aktivitas yang tidak boleh program edukasi
dilakukan
8/3/19 3 Setelah diberikan intervensi selama 3 x Kontrol Infeksi (6540) Aas
24 jam, manajemen diri : penyakit  Mengajarkan klien
kronik, klien adekuat dengan kriteria meningkatkan perilaku
hasil cuci tangan
d. Klien dapat mendemonstrasikan  Menginstruksikan klien
cuci tangan sebelum dan setelah untuk menerapkan
ganti kantong kolostomi perilaku cuci tangan
e. Klien dapat mendemonstrasikan  Mengajarkan klien untuk
cara perawatan kolostomi menggunakan sabun
dengan benar antimikroba saat cuci
f. Klien dapat menjelaskan tangan
makanan yang dapat  Mengajarkan klien untuk
mendukung kondisi saat selalu mencuci tangan
menjalani pengobatan: seperti sebelum maupun setelah
sayuran hijau, hati, daging, susu mengganti kantong
rendah lemak, alpukat, maupun kolostomi
stroberi. Perlindungan terhadap Infeksi
(6550)
 Memonitor sistem
maupun tanda lokal dan
gejala dari infeksi
 Melakukan inspeksi kulit
dan membrana mukosa
untuk kemerahan, panas
berlebih dan drainase
 Meningkatkan
keadekuatan asupan
nutrisi
 Meningkatkan intake
cairan