Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN FIELD VISIT PDAM PAKUAN BOGOR

MATA KULIAH
PENGOLAHAN LIMBAH PADAT

Oleh Kelompok 1 :
Achmad Maulana (1172005019)
Aulika Salsabila (1172005003)
Joan Rachel Masela (1172005021)
Richa Andreina (1172005013)
Verbi Fernendi (1172005008)

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS BAKRIE
JAKARTA
2019
BAB I
LATAR BELAKANG

Air merupakan kebutuhan yang paling utama bagi makhluk hidup. Manusia
dan makhluk hidup lainnya sangat bergantung dengan air demi mempertahankan
hidupnya. Air yang digunakan untuk konsumsi sehari -hari harus memenuhi standar
kualitas air bersih. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik,kimia,
mikrobiologi dan radioaktif. Namun kualitas air yang baik ini tidak selamanya ters
edia di alam sehingga diperlukan upaya perbaik an, baik itu secara sederhana maupun
modern. Jika air yang digunakan be lum memenuhi standar kualitas air bersih,
akibatnya akan menimbulkan masalah lain yang dapat menimbulkan kerugian bagi
penggunanya.
Belakangan ini timbul masalah yang sangat krusial yaitu sulit untuk
mendapatkan air bersih. Banyak sumber air yang biasa dipakai tidak sebagus dulu
lagi. Penyebab susahnya mendapat air bersih adalah adanya pencemaran air yang
disebabkan oleh limbah rumah tangga, limbah pertanian, dan limbah industri.Selain
itu, adanya pembangunan dan penjarahan hutan merupakan penyebab berkurangnya
kualitas mata air dari pegunungan karena banyak bercampur dengan lumpur yang
terkikis terbawa aliran sungai. Akibatnya, air bersih terkadang menjadi "barang
langka".
Limbah merupakan masalah pelik yang menyertai suatu proses industri
danbanyak menyita perhatian masyarakat maupun pemerintah. Limbah yang
dihasilkandari poses produksi berupa bahan organik maupun bahan anorganik.
Sebagian darilimbah merupakan limbah dalam kategori Bahan Berbahaya dan
Beracun (limbah B-3). Penanganan limbah B-3 yang tidak benar akan membahayakan
lingkungan maupun kesehatan manusia, seperti terjangkitnya penyakit, keracunan dan
akumulasi limbah dilingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN

Pada tanggal 10 Oktober 2019, kami Program Studi Teknik Lingkungan


Universitas Bakrie berkunjung ke PDAM Tirta Pakuan kota Bogor di Instalasi
Pengolahan Air Dekeng (IPA Dekeng). Prinsip pengolahan air di IPA Dekeng adalah
menurunkan kekeruhan air dan jumlah bakteri yang ada pada air dengan proses
Koagulasi, Flokulasi, Sedimentasi, Aerasi, Filtrasi, Desinfeksi.
Sumber air baku PDAM Tirta Pakuan bogor dari sungai Cisadane yang
dialirkan dengan sistem gravitasi dari pendistribusian air baku menuju Dekeng. Air
baku akan mengalir ke bendungan, kemudian masuk ke dalam intake yang bertujuan
mengurangi kekeruhan yang normalnya nilai kekeruhan untuk air baku yaitu 30 – 50
NTU, sedangkan ketika terjadi hujan maka air baku akan memiliki nilai kekeruhan
hingga lebih dari 2000 NTU, dan limbah rumah tangga seperti sabun, deterjen, dan
lain-lain. Intake dilengkapi dengan Bar Screen yang berfungsi untuk menyaring
sampah agar pada saat masuk pengolahan sudah tidak ada sampah yang terikut, tetapi
jika kondisi hujan banyak sampah bawaan yang sudah tidak bisa difilter oleh Bar
Screen sehingga pada pengolahan di IPA Dekeng operator yang berada disana harus
membersihkan sampah-sampah yang ikut terbawa. IPA Dekeng mempunyai 2
pengolahan, yang pertama berkapasitas 1000 L/s, dan pengolahan ke-2 berkapasitas
1700 L/s.
Proses pengolahan air :
1. Koagulasi
Masuk ke pengolahan Dekeng, dan di bagian ini dilakukan pembubuhan
bahan kimia untuk proses koagulasi yaitu PAC cair dengan konsestrasi 10%
yang berfungsi untuk mengendapkan kotoran agar air bisa jernih,
perbandingan PCA yaitu 30 ppm/30 Liter air, serta pada proses ini terdapat
tabung aprelik yang digunakan untuk kalibrasi. Kalibrasi ini bertujuan untuk
mengetahui berapa mL PAC yang digunakan untuk mengkoagulasi 1 Liter air.
Penentuan konsestrasi ini, telah dilakukan diatest yang merupakan percobaan
skala kecil terlebih dahulu, dan pada proses koagulasi ini terjadi pengadukan
cepat yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia antara PAC dengan air.
Pemberian PAC pada air dengan dosis 30 mg/L. PAC di simpan pada tabung
yang sudah di modifikasi oleh pihak PDAM Tirta Pakuan bogor, terdapat 2
buah tabung PAC.

2. Flokulasi
Proses selanjutnya adalah flokulasi untuk membentuk dan memperbesar flok
(kumpulan kotoran). Prosesnya air akan diaduk perlahan agar tawas yang
tercampur di air dapat mengikat partikel kotoran dan membentuk flok yang
lebih besar agar lebih mudah mengendap. Namum pada saat cuacanya panas
flok akan mudah mengambang di air karena bakteri yang terikat pada flok
membutuhkan sinar matahari. Lama proses sekitar 10 menit.

Gambar 1. Proses Flokulasi Air di PDAM Tirta Pakuan kota Bogor di


Instalasi Pengolahan Air Dekeng (IPA Dekeng)
3. Sedimentasi
Setelah flok terbentuk (biasanya berbentuk lumpur), air akan masuk ke bak
sedimentasi dimana berat jenis flok yang lebih berat akan otomatis mengendap di
dasar bak dan air bersih dapat terpisah dari lumpur. Lama proses sekitar 10 menit
dengan kekeruhan air bersih < 5 NTU.

Gambar 2. Proses Sedimentasi Air di PDAM Tirta Pakuan kota Bogor di


Instalasi Pengolahan Air Dekeng (IPA Dekeng)

4. Aerasi
Proses aerasi di PDAM kota Bogor merupakan suatu usaha penambahan
konsentrasi oksigen yang terkandung dalam air. Aerasi juga diperuntukan
untuk dapat menghilangkan Fe dari dalam air dengan melakukan oksidasi
menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian diikuti dengan
pengendapan dan penyaringan. Proses ini dilakukan dengan menggunakan
udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air. Di
PDAM sendiri setelah air diaerasi dengan terjunan kecil akan kembali
dialirkan ke terjunan yang lebih besar untuk aerasi nya.
Gambar 3. Proses Sedimentasi Air di PDAM Tirta Pakuan kota Bogor di
Instalasi Pengolahan Air Dekeng (IPA Dekeng)

5. Filtrasi
Proses filtrasi di PDAM kota Bogor merupakan bagian dari pengolahan air
yang pada prinsipnya adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun
bahan-bahan anorganik yang berada dalam air. Penghilangan zat padat
tersuspensi dengan penyaringan memiliki peranan penting, baik yang terjadi
dalam pemurnian air di dalam instalasi pengolahan air Dekeng I & II. Bahan
yang dipakai sebagai media saringan adalah pasir silika dan batu zeolite yang
mempunyai sifat penyaringan yang baik, keras dan dapat tahan lama dipakai
bebas dari kotoran dan tidak larut dalam air . Pada tahap ini untuk
membersihkan media filter digunakan teknik Backwash dalam interval
tertentu, pada kondisi normal biasanya dilakukan backwash selama 10jam
sekali jika kondisi nya tidak normal bias sampai 3jam sekali.
Gambar 4. Proses Sedimentasi Air di PDAM Tirta Pakuan kota Bogor di
Instalasi Pengolahan Air Dekeng (IPA Dekeng)

6. Desinfeksi
Proses selanjutnya yaitu Desinfeksi. Proses ini berguna untuk membunuh atau
menghilangkan bakteri pathogen seperti E.coli. Pada proses ini, digunakan gas
klor sebagai bahan desinfeksi. Di PDAM ini digunakan gas klor sebanyak 1
ton. Proses ini tidak menggunakan klor bubuk melainkan gas dikarena air
yang akan diolah, dihasilkan dan akan disalurkan dalam kapasitas yang besar.

7. Air Bersih
Air bersih yang telah dihasilkan dari semua proses ditampung dalam
reservoir. Namun sebelum ditampung direservoar, air tersebut ditampung
didalam tangki yang ada di PDAM tersebut. Air yang ditampung didalam
tangki yang ada di PDAM hanya bias digunakan untuk mencuci tangan dan
lain-lainnya, belum bisa untuk diminum.
Gambar 5. Tangki Penampungan Air di PDAM Tirta Pakuan kota Bogor di
Instalasi Pengolahan Air Dekeng (IPA Dekeng)

8. Pengolahan Limbah Padat


Proses pengolahan limbah padat yang terdapat di PDAM yaitu dengan cara
mengumpulkan sampah-sampah yang berada di PDAM disatu tempat,
kemudian dilakukan ngangkutan seminggu sekali oleh dinas kebersihan kota
bogor. Sampah-sampah yang terdapat di PDAM bersumber dari air dan
karyawan PDAM tersebut.

Gambar 6. Pengolahan Limbah Padat


BAB III
KESIMPULAN