Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

“TETAPAN PEGAS”
Disusun Oleh :

1. Reza Gani Prasetiya (065114095)


2. Krisna Surya Nugraha (065114094)
3. I Wayan Semadi Yasa (065114088)
4. Banu Oktavianda S (065114092)

Kelas : C

Tanggal Percobaan : 3 Desember 2014

Assisten : 1. Agustini Rodiah, M.MT


2. Rissa Ratimanjari, S.Si
3. Dessi Tri Sularsih,S.Si

LABORATORIUM FISIKA DASAR


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
2014
KATA PENGANTAR

Segala puji kehadirat Allah Yang Maha Esa atas karunianya yang telah
menyelesaikan tugas laporan praktikum FISIKA ini dengan penuh kemudahan. Tanpa
pertolongannya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik.
Adapun tugas yang diberikan kepada kami adalah untuk menambah wawasan pengetahuan
kami mengenai dinamika dimana ini adalah sambungan dari praktikum ketiga. Laporan
FISIKA ini di susun agar pembaca dapat memperluas Ilmu tentang Tetapan Pegas yang kami
sajikan dari berdasarkan pengamatan dan berbagai sumber.Laporan FISIKA ini disusun oleh
penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar. Namun, dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongandari Tuhan
akhirnya laporan FISIKA ini dapat terselesaikan. Laporan FISIKA ini memuat tentang
Tetapan Pegas, walaupun laporan FISIKA ini mungkin kurang sempurna, tapi juga memiliki
detail yang cukup jelas bagi pembaca. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada
asisten dosen yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana
cara kami menyusun laporan. Semoga laporan FISIKA ini dapat memberikan wawasan yang
lebih luas kepada pembaca. Walaupun laporan FISIKA ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Penyusun mohon kritik dan sarannya atas laporan ini.

Bogor, 8 Desember 2014

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

1.1. Tujuan Percobaan........................................................................................... 1

1.2. Dasar Teori..................................................................................................... 1

BAB II ALAT & BAHAN ....................................................................................... 4

BAB III METODE PERCOBAAN ........................................................................ 5

BAB IV DATA PENGAMATAN & PERHITUNGAN ........................................ 6

4.1. Data Pengamatan ........................................................................................... 6

4.2. Perhitungan ................................................................................................... 8

BAB V PEMBAHASAN .......................................................................................... 10

BAB VI KESIMPULAN .......................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Tujuan percobaan


Dengan dilakukannya percobaan ini, maka mahasiswa dapat :
1) Pengukuran dasar waktu
2) Mencari ketetapan pegas dengan menggunakan hukum Hooke
3) Menentukan massa efektif pegas

1.2. Dasar Teori


Kebanyakan gaya sehari-hari yang diamati pada benda-benda makroskopis
adalah gaya kontak langsung dengan benda. Gaya-gaya ini adalah hasil gaya
molukuler yang dikerjakan molekul-molekul sebuah benda pada molekul di benda
lain. Gaya molekuler ini sendiri adalah perwujudan yang rumit dari gaya
elektromagnetik dasar.
Misalnya kita tinjau pegas yang dipasang horisontal, di mana pada ujung
pegas tersebut dikaitkan sebuah benda bermassa m. Massa benda kita abaikan,
demikian juga dengan gaya gesekan, sehingga benda meluncur pada permukaan
horisontal tanpa hambatan. Terlebih dahulu kita tetapkan arah positif ke kanan dan
arah negatif ke kiri. Setiap pegas memiliki panjang alami, jika pada pegas tersebut
tidak diberikan gaya. Pada kedaan ini, benda yang dikaitkan pada ujung pegas
berada dalam posisi setimbang. Untuk semakin memudahkan pemahaman
dirimu,sebaiknya dilakukan juga percobaan.
Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan), pegas akan
memberikan gaya pemulih pada benda tersebut yang arahnya ke kiri sehingga benda
kembali ke posisi setimbangnya.
Sebaliknya, jika benda ditarik ke kiri sejauh -x, pegas juga memberikan gaya
pemulih untuk mengembalikan benda tersebut ke kanan sehingga benda kembali ke
posisi setimbang.
Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x dari
pegas yang direntangkan atau ditekan dari posisi setimbang (posisi setimbang ketika
x = 0). Secara matematis ditulis :
F = -kx

1
Persamaan ini sering dikenal sebagai persamaan pegas dan merupakan hukum
hooke. Hukum ini dicetuskan oleh paman Robert Hooke (1635-1703). k adalah
konstanta dan x adalah simpangan. Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya pemulih
alias F mempunyai arah berlawanan dengan simpangan x. Ketika kita menarik pegas
ke kanan maka x bernilai positif, tetapi arah F ke kiri (berlawanan arah dengan
simpangan x). Sebaliknya jika pegas ditekan, x berarah ke kiri (negatif), sedangkan
gaya F bekerja ke kanan. Jadi gaya F selalu bekeja berlawanan arah dengan arah
simpangan x. k adalah konstanta pegas. Konstanta pegas berkaitan dengan elastisitas
sebuah pegas. Semakin besar konstanta pegas (semakin kaku sebuah pegas),
semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas.
Sebaliknya semakin elastis sebuah pegas (semakin kecil konstanta pegas), semakin
kecil gaya yang diperlukan untuk meregangkan pegas. Untuk meregangkan pegas
sejauh x, kita akan memberikan gaya luar pada pegas, yang besarnya sama dengan F
= +kx. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa x sebanding dengan gaya yang
diberikan pada benda.

Getaran adalah gerak bolak-balik secara periodik yang selalu melalui titik
keseimbangan.Satu getaran adalah gerakan dari titik mula-mula dan kembali ke titik
tersebut. Periode (waktu getar) adalah waktu yang digunakan untuk mencapai satu
getaran penuh, dilambangkan T (sekon atau detik).Frekuensi adalah banyaknya
getaran tiap detik, dilambangkan f (Hertz). Amplitudo adalah simpangan maksimum
dari suatu getaran, dilambangkan A (meter).Simpangan adalah jarak besarnya
perpindahan dari titik keseimbangan ke suatu posisi, dilambangkan Y (meter).
Sudut fase getaran adalah sudut tempuh getaran dalam waktu tertentu, dilambangkan
(radian). Fase getaran adalah perbandingan antara lamanya getaran dengan periode,
dilambangkan. Kecepatan sudut adalah sudut yang ditempuh tiap satuan waktu
Hubungan f dan T :
1
f 
T
2
Pegas
Sebuah pegas yang digantung vertikal ke bawah ujungnya
diberi beban m ditarik dengan gaya F sehingga pegas bertambah
panjang sebesar x, kemudian gaya dilepas, maka beban bersama
ujung pegas akan mengalami gerak harmonik dengan periode :

m 1 k
T  2 f
k 2 m
T = periode (s)
f = frekuensi pegas (Hz)
m = massa beban (kg)
π = 22/7 atau 3,14
k = konstanta pegas (N/m)
Nilai k dapat dicari dengan rumus hukum Hooke yaitu :
F=ky
Pada pegas :

 2 
2

F = m a =m   y
T 

3
BAB II
ALAT DAN BAHAN

2.1. Peralatan dan Bahan yang Digunakan


1) Statip
2) Ember tempat beban
3) Beban-beban tambahan
4) Stopwatch
5) Skala baca
6) Pipa U berisi cairan
7) Penggaris

4
BAB III
METODA KERJA

1. Menentukan g dari getaran kolom zat cair


a) Ukur panjang kolom zat cair menggunakan penggaris mal 10 kali.
b) Buatlah kedudukan zat cair pada salah satu kaki pipa U lebih tinggi dan kemudian
lepaskan. Zat cair akan melakukan gaya harmonik.
c) Catat waktu yang diperlukan untuk melakukan 5 getaran penuh.
d) Ulangi butir 2 dan 3 beberapa kali (10 kali)

2. Menentukan pegas secara statis


a) Gantungkan ember kosong pada pegas, catat kedudukan jarum petunjuk pada skala
(tabel).
b) Tambahkan setiap kali keeping-keping beban dan ini menyebabkan pegas terantang;
catat pula tiap-tiap perubahn beban dan perubahan panjang pegas.
c) Selanjutnya kurangi keping-keping beban dan catat pula kedudukan jarum petunjuk.
Semuanya dalam bentuk tabel yang sesuai.
d) Timbanglah massa ember, tiap-tiap beban dan pegas (ingat nomor urut tiap-tiap beban)

3. Menentukan tetapan pegas dan massa efektif pegas dengan cara dinamis
a) Ember kosong digantung pada pegas, kemudian digetarkan. Usahakan getaran ayunan
dari ember tidak goyang ke kiri/ ke kanan.
b) Tentukan waktu getar dari 20 kali ayunan. Catat massa dari tiap beban untuk waktu
yang sesuai.
c) Tambahkan beban dalam ember dan sekali lagi ayunkan untuk 20 kali ayunan penuh.
Ulangi ini untuk tambahan beban yang lain (buat tabel). Ingat nomor urut beban.

5
BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

4.1. Data Pengamatan


Berdasarkan data percobaan dan perhitungan yang telah dilakukan tanggal 11
November 2011, maka dapat dilaporkan hasil sebagai berikut.
Keadaan ruangan P (cm)Hg T (oC) C (%)
Sebelum percobaan 75,55 Hg 26oC 60 %
Sesudah percobaan 74,7 Hg 26oC 72 %

Member = 97, 5 gram


M1 = 6, 9 gram
M2 = 7, 2 gram
M3 = 7, 1 gram
M4 = 7, 1 gram

a. Menentukan Gravitasi (g) Cari Kolom Zat Cair


No Σ Getaran Waktu (t) s L (cm) T g (cm/s2)
1. 4,10 0,820 879,464
2.
3.
5 4,07
4,16
30 0,814
0,832
892,749
854,046
4. 4,18 0,836 846,704
𝑥̅ 5 4,1275 30 0,8255 868,240

6
b. Menentukan Tetapan Pegas Cara Statis
No Massa (gr) x (cm) K (mg/x)
1 97, 5 0 0
2 6,9 0,8 7488,57
3 14,1 1,6 7651,36
4 21,2 2,4 7669,45
5 28,2 3,2 7678,49
𝑥̅ 17,6 2 7621,96

c. Menentukan tetapan pegas dan massa efektif pegas dengan cara dinamis
Massa
No Σ Getaran t(s) T Mef
(gr)
1 97,5 13,44 0,672 -10,45
2 104,4 13,93 0,696 -11,55
3
4
111,6
118,7
20 14,53
14,99
0,726
0,749
-11,01
-10,37
5 125,8 15,24 0,762 -13,6
𝑥̅ 111,6 20 14,42 0,721 -11,396

7
4.2. Perhitungan
a. Menghitung gravitasi (g) dari kolom zat cair
2𝜋2 𝑥 𝑙 2𝜋2 𝑥 𝑙
𝑔1 = 𝑇2
𝑔2 = 𝑇2
19,7𝑥 30 19,7𝑥 30
𝑔1 = 𝑔2 =
0,8202 0,8142

𝑔1 = 879,464 𝑔2 = 892,749

2𝜋2 𝑥 𝑙 2𝜋2 𝑥 𝑙
𝑔3 = 𝑇2
𝑔4 = 𝑇2
19,7 𝑥 30 19,7 𝑥 30
𝑔3 = 0,8322
𝑔4 = 0,8362

𝑔3 = 854,046 𝑔4 = 862,240

4,10+4,07+4,16+4,18
ẋt=
4

= 4,1275
0,820+0,814+0,832+0,836
ẋT=
4

= 0,8255
879,464+892,749+854,646+846,704
ẋg=
4

= 868,240

b. menghitung tetapan pegas dengan cara statis (k)


𝑚𝑥𝑔 𝑚𝑥𝑔
𝑘0 = 𝑋
𝑘1 = 𝑋
0𝑥868,240 6,9 𝑥 868,240
𝑘0 = 0
𝑘1 = 0,8

𝑘0 = 0 𝑘1 = 7488,57

𝑚𝑥𝑔 𝑚𝑥𝑔
𝑘2 = 𝑘3 =
𝑋 𝑋
14,1 𝑥 868,240 21,2𝑥868,240
𝑘2 = 1,6
𝑘3 = 2,4

𝑘2 = 7651,36 𝑘3 = 7669,45

8
𝑚𝑥𝑔
𝑘4 = 𝑋
28,2 𝑥868,240
𝑘4 = 3,2

𝑘4 = 7678,49

6,9+14,1+21,2+28,2
ẋM=
4

= 17,6
0,8+1,6+2,4+3,2
ẋx=
4

=2
7488,57+7651,36+7669,45+7678,49
ẋk=
4

= 7621,96

c. Menghitung nilai massa efektif (Mef)


(𝑇 2 𝑥 𝑘) (𝑇 2 𝑥 𝑘)
𝑀𝑒𝑓0 = − 𝑚 𝑀𝑒𝑓1 = − 𝑚
4𝜋 2 4𝜋 2
(0,6722 𝑥 7621,96) (0,6962 𝑥 7621,96)
𝑀𝑒𝑓0 = − 97,5 𝑀𝑒𝑓1 = − 104,4
49,85 39,4

𝑀𝑒𝑓0 = 87,05 − 97,5 = −10,45 𝑀𝑒𝑓1 = 92,85 − 104,4 = −11,55

(𝑇 2 𝑥 𝑘) (𝑇 2 𝑥 𝑘)
𝑀𝑒𝑓2 = − 𝑚 𝑀𝑒𝑓3 = − 𝑚
4𝜋 2 4𝜋 2
(0,7262 𝑥 7621,96) (0,7492 𝑥 7621,96)
𝑀𝑒𝑓2 = − 111,6 𝑀𝑒𝑓3 = − 118,7
39,4 39,4

𝑀𝑒𝑓2 = 100,59 − 111,6 = −11,01 𝑀𝑒𝑓3 = 108,33 − 118,7 = −10,37

(𝑇 2 𝑥 𝑘)
𝑀𝑒𝑓4 = − 𝑚
4𝜋 2
(0,7622 𝑥 7621,96)
𝑀𝑒𝑓4 = − 125,8
39,4

𝑀𝑒𝑓4 = 112,20 − 125,8


𝑀𝑒𝑓4 = −13,6

9
97,5+104,4+111,6+118,7+125,8
ẋM=
5

= 111,6
13,44+13,93+14,53+14,99+15,24
ẋt=
5

= 14,42
0,672+0,696+0,726+0,749+0,762
ẋT=
5

= 0,721
(−10,45)+(−11,55)+(−11,01)+(−10,37)+(13,6)
ẋ Mef =
5

= -11,396

10
BAB V
PEMBAHASAN

Sebuah pegas yang dibuat dengan cara melilitkan kawat yang kaku menjadi sebuah
kumparan adalah alat yang lazim. Gaya yang dikerjakan oleh pegas jika ia ditekan atau
diregangkan adalah hasil dari gaya intermolukuler yang rumit dari dalam pegas adalah cukup
untuk kebanyakan terapan.
Bila sebuah benda diregangakan oleh gaya, maka panjang benda akan bertambah.
Panjang atau pendeknya pertambahan panjang benda tergantung pada elastisitas bahan dari
benda tersebut dan juga gaya yang diberikannya. Apabila benda masih berada dalam keadaan
elastis ( batas elastisitasnya belm dilampaui), beradasarkan hukum Hooke pertambahan
panjang (∆x) sebanding dengan besar gaya F yang meregangkan benda. Asas ini berlaku juga
bagi pegas heliks, selama batas elastisitas pegas tidak terlampaui.

Tanda (-) menunjukkan bahwa arah gaya (F) berlawanan dengan arah simpangan ( y).
Grafik hubungan antara gaya (F) dengan pertambahan panjang ( y) pegas.
Seperti kita menyelidiki sifat elastisitas bahan, kita juga mengukur pertambahan
panjang pegas dan besarnya gaya yang diberikan. Dalam hal ini,gayayang diberikan sama
dengan berat benda = massa x percepatan gravitasi.Pegas ada disusun tunggal, ada juga yang
disusun seri ataupun paralel. Untuk pegas yang disusun seri, pertambahan panjang total sama
dengan jumlahmasing-masing pertambahan panjang pegas sehingga pertambahan total x
adalah : x = x
Hukum hooke hanya berlaku untuk daerah elastik, tidak berlaku untuk daerah plastik
maupun benda-benda plastik. Menurut Hooke, regangan sebanding dengan tegangannya,
dimana yang dimaksud dengan regangan adalah persentase perubahan dimensi. Tegangan
adalah gaya yang menegangkan persatuan luas penampang yang dikenainya.
Sebelum diregangkan dengan gaya F, energi potensial sebuah pegas adalah nol, setelah
diregangkan energi potensial nya berubah menjadi: E= kx

11
BAB VI
KESIMPULAN

Dari percobaan, pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut.
1) Dalam penelitian gaya pegas dan konstanta pegas terbukti bahwa Hukum Hooke adalah
benar. Yaitu hubungan antara gaya yang diberikan pada pegas serbanding dengan
pertambahan panjang pegas ( F = k . x )
2) Konstanta pegas adalah ukuran elastisitas pegas. Jadi apabila pegas makin kaku maka
konstanta pegas besar.
3) Semakin banyak getaran yang dilakukan pad sistem getaran, waktu yang diperlukan
semakin banyak sehingga periodenya semakin besar.
4) Makin besar massa yang dipergunakan maka pertambahan panjang pada sistem
pembebanan akan semakin besar.
5) Pada sistem getaran nilai k. ditentukan banyaknya getaran, massa,dan periode.

12
LAMPIRAN

Tugas Akhir
1. Dari percobaan A tentukan harga G menggunakan persamaan (8)
2. Dari percobaan B tentukan harga k dengan menggunakan persamaan (2)
Gunakan dua cara yaitu:
1. Dengan menggunakan grafik (metode kwadrat terkecil)
2. Dengan merata-ratakan harga k dari tiap kali penambahan beban
3. Dari percobaan C buat grafik antara T2 terhadap M dan dari grafik ini tentukan harga k
dan massa efektif pegas (pakai metode kwadrat terkecil)
4. Pada umumnya hasil yang diperoleh untuk harga k dari percobaan B dan C berbeda.
Apakah penyebanya ? Terangkan !

Jawaban:
𝑙 2𝜋 2 𝑥 𝑙
1. Persamaan (8): T = 2π√2𝑔 menjadi 𝑔 = 𝑇2

2𝜋 2 𝑥 𝑙 2𝜋2 𝑥 𝑙
1. 𝑔 = 2. 𝑔 =
𝑇2 𝑇2
19,7𝑥 30 19,7 𝑥 30
𝑔= 2 𝑔=
0,820 0,8322

𝑔 = 879,464 𝑔 = 854,046

2𝜋 2 𝑥 𝑙 2𝜋 2 𝑥 𝑙
3. 𝑔 = 4. 𝑔 =
𝑇2 𝑇2
19,7 𝑥 30 19,7 𝑥 30
𝑔= 𝑔=
0,8322 0,8362

𝑔 = 854,046 𝑔 = 862,240

13
𝑚.𝑔
2. Persamaan (2): mg = kx menjadi k = 𝑥

1. Grafik
Y
Massa (gram)

28,2

21,2

14,
1
6,9

0,8 1,6 2,4 3,2 x

x Panjang Pegas (cm)

7488,57+7651,36+7669,45+7678,49
2. ẋk=
4

= 7621,96

3. Grafik T2 terhadap M dengan menentukan harga k dan Mef..

125,8

118,7
Massa (gram)

116.6

104,4

97,5
0,672 0,696 0,726 0,749 0,762 x

x Periode (s)

14
4. Hasil yang diperoleh untuk k pada percobaan B (statis) dan C (dinamis).
Dikarenakan pengaruhnya massa ember kosong diabaikann yang dihitung hanya
massa beban. Sedangkan, pada percobaan dinamis massa ember kosong dihitung
dan ditambah dengan massa beban.

15
DAFTAR PUSTAKA

Alonso, Marcello & Edward J. Finn. 1980. Dasar-Dasar Fisika Universitas. Erlangga.
Jakarta

2011. Buku Penuntun Praktikum Fisika Dasar . Universitas Pakuan. Bogor

Hilliday, David & Robert Resnick. 1985. Fisika. Erlangga. Jakarta

Tiper, Paul A. 1991. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Erlangga. Jakarta

16