Anda di halaman 1dari 3

Azizah Kamilah Putri

110110170036
Tindak Pidana Khusus

Analisis Tindak Pidana Penipuan Pada Putusan No. 265/pid.B/2014/PN.Gsk

Pada putusan No. 265/pid.B/PN.Gsk yang telah dibacakan oleh hakim Pengadilan Negeri
Gresik bahwa terdakwa (Mokh. Anwar Arifin) telah terbukti secara sah melakukan perbuatan
penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP berbunyi “Barangsiapa dengan maksud
untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai
nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan,
menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau upaya memberi
hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjaara
paling lama empat tahun.”

Maka dari itu, hakim Pengadilan Negeri Gresik menilai bahwa perbuatan yang telah
dilakukan oleh terdakwa terbukti secara sah telah memenuhi unsur- unsur subjektif dan objektif
yang terdapat dalam Pasal 378 KUHP.

A. Unsur Subjektif
a) Bahwa terdakwa telah memenuhi unsur dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri
secara melawan hukum. Hal ini dibuktikan dengan perbuatan terdakwa yang tidak
menyerahkan uang pembayaran untuk pupuk urea non subsidi yang diberikan oleh PT. Jadi
Mas yang seharusnya diserahkan kepada PT. Manggala Indah Makmur, namun uang
tersebut digunakan oleh terdakwa untuk kepentingan pribadi.

b) Pada perbuatan melawan hukum terdakwa tersebut terbukti telah melawan hukum formil
dan hukum materiil. Hukum formil yang telah dilanggar adalah KUHP sedangkan hukum
materiil yang telah dilanggar adalah asas-asas hukum yang ada di masyarakat yaitu
tindakan penipuan yang dilakukan oleh terdakwa.

B. Unsur Objektif
a) Terdakwa terbukti melakukan tipu muslihat dengan mengambil keuntungan untuk
keperluan pribadinya sendiri. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa terdakwa tidak
memberikan alamat asli kepada PT. Manggala Indah Makmur dalam rangka mengantarkan
pupuk urea non subsidi tersebut, terdakwa memberikan alamat PT. Jadi Mas. Pada kasus
tersebut, terdakwa diduga melakukan rencana penipuan sejak awal, karena pembelinya
adalah PT. Jadi Mas. Hal tersebut memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk tidak
memberikan uang yang diberikan oleh PT. Jadi Mas untuk pembayaran pupuk urea non
subsidi kepada PT. Manggala Indah Makmur.

b) Dalam unsur rangkaian kebohongan telah dipenuhi oleh terdakwa. Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan perbuatan terdakwa yang berbohong ketika ditanyakan oleh petugas
lapangan mengenai pembayaran pupuk urea non subsidi. Terdakwa berbohong pada saat
itu bahwa terdakwa tidak dapat mentransfer uang melalui internet banking, karena alasan
ada limitnya sampai keesokan hari bahwa terdakwa berjanji untuk mentransfer melalui
teller bank, berbagai alasan kebohongan pun dilakukan secara berkala yaitu alasan bank
masih tutup, bank BCA antri , hingga ganti bank BNI, dan menyuruh anak buah terdakwa
untuk mentransfer uang pembayaran pun juga belum tersampaikan ke rekening PT.
Manggala Indah Makmur.

c) Unsur menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya terbukti
telah dilakukan oleh terdakwa, yaitu terdakwa menggerakkan PT. Manggala Indah
Makmur untuk menyerahkan barang berupa pupuk urea non subsdidi kepadanya selaku
CV. Cakra Sejahtera.

Putusan hakim Pengadilan Negeri Gresik tersebut mengabulkan tuntutan jaksa penuntut
umum Pengadilan Negeri Gresik yakni secara sah dan meyakinkan secara sah melakukan tindak
pidana penipuan. Dalam hal ini, hakim berpikir bahwa terdakwa telah terbukti melakukan unsur
- unsur yang terdapat pada Pasal 378 KUHP tentang penipuan tersebut baik unsur subjektif
maupun unsur objektf.

Mengenai putusan hakim Pengadilan Negeri Gresik tentang masa pidana penjara selama
2 tahun serta menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa
dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan hal itu dinilai jaksa penuntut umum merasa
keberatan dan memintakan banding atas putusan yang telah dijatuhkan oleh hakim, namun
hakim berpikiran demikian atas pengenaan masa pidana terhadap terdakwa.

Dalam hal terkait masalah terpenuhinya unsur - unsur yang terdapat pada Pasal 378 KUHP
tentang penipuan, yakni hakim menilai ada beberapa unsur objektif yang belum terpenuhi secara
sempurna yaitu adanya unsur dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, karena dalam
kenyataan tidak ada perbuatan terdakwa yang menggunakan nama palsu ataupun martabat
palsu. Kemudian unsur supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang dalam
pemerikasaan tidak terbukti adanya maksud terdakwa agar diberikan hutang maupun
menghapuskan piutang. Sehingga, hakim Pengadilan Negeri Gresik menetapkan tidak
menjatuhkan masa pidana maksimal yaitu 4 tahun sebagaimana diatur dalam pasal 378, tetapi
hanya menjatuhkan pustusan mengenai masa pidana selama 2 tahun.