Anda di halaman 1dari 2

LANDASAN TEORI

A. Konsep Diri

Berpikir mengenai dirinya sendiri adalah aktivitas manusia yang tidak dapat dihindari. Pada umumnya,
secara harfiah orang akan berpusat pada dirinya sendiri. Sehingga self (diri) adalah pusat dari dunia
sosial setiap orang. Sementara, seperti yang telah kita ketahui, faktor genetik memainkan sebuah peran
terhadap identitas diri atau konsep diri. Yang sebagian besar didasari pada interaksi dengan orang lain
yang dipelajari dimulai dengan anggota keluarga terdekat kemudian masuk ke interaksi dengan mereka
di luar keluarga. Dengan mengamati diri, yang sampailah pada gambaran dan penilaian diri, ini disebut
konsep diri. William D.Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai “ Those psychical, social, and
psychological perceptions of our selves that we have derived from experiences and our interaction with
other”. Jadi konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri. Persepsi tentang diri ini boleh
bersifat psikologi , sosial dan fisik. Konsep ini bukan hanya gambaran deskripstif, tetapi juga penilaian
tentang diri. Jadi konsep diri meliputi apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan tentang diri

Konsep diri (self-concept) merupakan kesadaran seseorang mengenai siapa dirinya. Menurut Deaux,
Dane, & Wringhtsman (1993), konsep diri adalah sekumpulan keyakinan dan perasaan seseorang
mengenai dirinya. Keyakinan seseorang mengenai dirinya bisa berkaitan dengan bakat, minat,
kemampuan, penampilan fisik, dan lain sebagainya.

Menurut Kristensen (2004) tuntutan kerja adalah sebuah atau beberapa permintaan pekerjaan yang
harus diselesaikan dalam waktu yang singkat dan bersamaan, di dalam tuntutan pekerjaan terdapat
aspek waktu dan aspek kecepatan kerja. Sedangkan Tuntutan kerja menurut Schaufeli dan Bakker (2004)
adalah aspek fisik, psikis, sosial dan organisasi dari pekerjaan itu sendiri yang membutuhkan usaha (fisik)
dan keterampilan, karena hal ini tuntutan kerja berkaitan dengan biaya psikis (psychological cost),
tekanan kerja dan tuntutan emosional karyawan. Tuntutan kerja menurut Hussain dan Khalid (2011)
merupakan sumber penyebab terjadinya stress kerja yang berkaitan dengan jumlah beban kerja dan
beban tanggung jawab yang diterima oleh karyawan yang harus diselesaikan dalam kuantitas waktu yang
dibatasi dan ketika karyawan mendapatkan tugas yang sulit/tidak diharapkan.

B. Pengetahuan Tentang Diri

Konsep diri pada dasarnya merupakan suatu skema, yaitu pengetahuan yang terorganisir mengenai
sesuatu yang kita gunakan untuk mengintepretasikan pengalaman. Dengan demikian, konsep diri adalah
skema diri (self-schema), yaitu pengetahuan tentang diri, yang mempengaruhi cara seseorang mengolah
informasi dan mengambil tindakan (Vaughan & Hogg,2002). Menurut Higgins (1987), ada tiga jenis
skema diri antara lain :

· Actual self , yaitu bagaimana diri kita saat ini, Ini lebih mengarah kepada tentang diri kita saat ini.
Jadi, lebih ke arah fakta yang ada tentang diri Anda sendiri.
· Ideal self, yaitu bagaimana diri yang kita inginkan, Ideal lebih kepada, Anda itu inginnya seperti apa.
Misalnya Anda ingin dikagumi banyak wanita atau pria dengan pandai bermain banyak alat musik. Tapi
faktanya Anda tidak pandai bermain satu alat musik pun. Maka dari itu, dibilang idealnya Anda seperti
apa.

· Ought self, yaitu bagaimana diri kita seharusnya. Sebenarnya ini hampir sama dengan ideal, tapi
bedanya apa harus pandai alat musik untuk bisa dikagumi?? Mungkin banyak yang bisa Anda lakukan
untuk dikagumi. Jadi harusnya bagaimana?? cari cara lain.