Anda di halaman 1dari 14
TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR BEBEK MANUAL DAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL SUHU
TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR BEBEK MANUAL DAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL SUHU
TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR BEBEK MANUAL DAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL SUHU
TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR BEBEK MANUAL DAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL SUHU

TUGAS AKHIR

TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR BEBEK MANUAL DAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL SUHU MIKROKONTROLER

RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR BEBEK MANUAL DAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS

SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
SUHU MIKROKONTROLER AT89S52 DAN PEMBALIK TELUR OTOMATIS Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat

Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Diploma III Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung

Teknik Pendingin dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia  
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia

Disusun oleh :

Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia

Nurul Ulfa Trifani Desia

Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia
 

NIM : 091611048

Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
Disusun oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048
oleh : Nurul Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048 JURUSAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA

JURUSAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048 JURUSAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048 JURUSAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2012

Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048 JURUSAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048 JURUSAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Ulfa Trifani Desia   NIM : 091611048 JURUSAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Personal Name : Nurul Ulfa Trifani Desia Data Place, Date of Birth : Bandung, December
Personal Name : Nurul Ulfa Trifani Desia Data Place, Date of Birth : Bandung, December
Personal
Name
:
Nurul Ulfa Trifani Desia
Data
Place, Date of Birth
:
Bandung, December 19 th 1989
Permanent Address :
Jl. Jatihandap Timur No 302 RT 04/ RW 15.
Gg.H.Saodah. Cicaheum-Bandung 40193
Email
:
upha.trifani@gmail.com
Hand Phone
:
085222926089
Sex
:
Female
Marital Status
:
Single
Height/Weight
:
154 cm / 48 Kg
Educational
2009 - 2012
Background
2005-2008
2002-2005
1996-2002
Politeknik Negeri Bandung
Refrigeration and Air Conditioning Engineering
SMA Darul Hikam
Mts. Persis Tarogong 76
SD Darul Hikam
Works
 On Job Training at Johnson Control Jakarta, February 2011
Experience
 On Job Training at Indonesia Power UBP Suralaya, December 2011 –
February 2012
 Skills ability : Ability  Computerization  Good team work, good performance, good interpersonal
Skills ability :
Ability
 Computerization
 Good team work, good performance, good interpersonal skill, good
comunicating skill, discipline, responsibility, hard working.
 HVAC : Be able to designing the refrigeration system, Be able to
designing the system of air.
 Software ability :
 Be able to operate MS Office
 Be able to operate C, MatLAB, Autocad
 Cooling Load Calculation manual and software of HVAC
Certificate
2011
Participant in The Training Of 3D Autocad for HVAC
2010
Committee in The Training Of PLC (Programmable Logic
Control)
2010
Participated as Organizing Committee in “The 2 nd ASHRAE
Indonesia Chapter Exhibition on HVAC Technologies”
2010
Seminar Participant on “Green Building Council” ASHRAE
2009
Seminar National Participant on “Save Climate For Our
Earth”
2009
Natiquet Training
Latihan Dasar Kepemimpinan
2009
Certificate of Program Pengenalan Kehidupan Kampus
POLBAN
Organization
2009 – 2010
Members of HMRA POLBAN
Experience
2005 – 2006 Members of OSIS

2005 2006

Financial Trasurer of ROHIS

– 2010 Members of HMRA POLBAN Experience 2005 – 2006 Members of OSIS 2005 – 2006
ABSTRAK Beternak bebek masih dikembangkan dengan cara tradisional baik di perkotaan maupun di pedesaan. Cara
ABSTRAK Beternak bebek masih dikembangkan dengan cara tradisional baik di perkotaan maupun di pedesaan. Cara
ABSTRAK Beternak bebek masih dikembangkan dengan cara tradisional baik di perkotaan maupun di pedesaan. Cara

ABSTRAK

ABSTRAK Beternak bebek masih dikembangkan dengan cara tradisional baik di perkotaan maupun di pedesaan. Cara tradisional

Beternak bebek masih dikembangkan dengan cara tradisional baik di perkotaan maupun di pedesaan. Cara tradisional itu dilakukan oleh induknya dengan mengerami telur secara langsung sehingga menghambat proses produksi bebek secara cepat dan dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu sangat diperlukan mesin penetas telur agar mempermudah peternak bebek dalam meningkatkan hasil produksi.

Oleh karena itu sangat diperlukan mesin penetas telur agar mempermudah peternak bebek dalam meningkatkan hasil produksi.
Oleh karena itu sangat diperlukan mesin penetas telur agar mempermudah peternak bebek dalam meningkatkan hasil produksi.
Oleh karena itu sangat diperlukan mesin penetas telur agar mempermudah peternak bebek dalam meningkatkan hasil produksi.
Oleh karena itu sangat diperlukan mesin penetas telur agar mempermudah peternak bebek dalam meningkatkan hasil produksi.

Dalam tugas akhir ini dibuat dua buah mesin penetas telur, satu inkubator manual dan

dua buah mesin penetas telur, satu inkubator manual dan satu inkubator lagi otomatis. Dengan kapasitas 100
dua buah mesin penetas telur, satu inkubator manual dan satu inkubator lagi otomatis. Dengan kapasitas 100

satu inkubator lagi otomatis. Dengan kapasitas 100 butir telur (masing-masing inkubator

50 butir telur), dengan tujuan sebagai pembanding sistem manakah yang menghasilkan

daya tetas yang lebih baik. Panjang dari mesin penetas telur sebesar 122 cm, lebar sebesar

60
60

cm, dan tinggi sebesar 37 cm.

122 cm, lebar sebesar 60 cm, dan tinggi sebesar 37 cm. Perancangan mesin penetas telur ini
122 cm, lebar sebesar 60 cm, dan tinggi sebesar 37 cm. Perancangan mesin penetas telur ini
122 cm, lebar sebesar 60 cm, dan tinggi sebesar 37 cm. Perancangan mesin penetas telur ini
122 cm, lebar sebesar 60 cm, dan tinggi sebesar 37 cm. Perancangan mesin penetas telur ini
122 cm, lebar sebesar 60 cm, dan tinggi sebesar 37 cm. Perancangan mesin penetas telur ini

Perancangan mesin penetas telur ini dititik beratkan pada temperatur dan kelembaban di dalam kedua inkubator. Karena dua hal tersebut merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan penetasan telur (selain kondisi udara dan pemutaran telur). Berdasarkan referensi yang didapat, temperatur optimal dalam mesin tetas adalah 37 0 C – 39 0 C, dan kelembaban optimal adalah 60% - 70%.

Kata Kunci : Temperatur, Kelembaban, Pemutaran Telur, Inkubator.
Kata Kunci : Temperatur, Kelembaban, Pemutaran Telur, Inkubator.
 
ABSTRACT Most of poultry breeding processes, especially duck breeding is still being developed by traditional
ABSTRACT Most of poultry breeding processes, especially duck breeding is still being developed by traditional
ABSTRACT Most of poultry breeding processes, especially duck breeding is still being developed by traditional

ABSTRACT

ABSTRACT Most of poultry breeding processes, especially duck breeding is still being developed by traditional ways.

Most of poultry breeding processes, especially duck breeding is still being developed by traditional ways. It’s incubated by the mother duck directly thus inhibiting the production process quickly and ducks in significant amounts. Therefore the need of egg incubators to facilitate the duck farmers to increas production.

ducks in significant amounts. Therefore the need of egg incubators to facilitate the duck farmers to
ducks in significant amounts. Therefore the need of egg incubators to facilitate the duck farmers to
ducks in significant amounts. Therefore the need of egg incubators to facilitate the duck farmers to
ducks in significant amounts. Therefore the need of egg incubators to facilitate the duck farmers to

In this final project the design of two egg incubator, a manual incubator and an automatic incubator. With a capacity of 100 eggs (each egg incubator is 50), for the purpose of comparison which system produces better product. The length of an egg incubator at 122 cm, width of 60 cm, and height is 37 cm.

incubator at 122 cm, width of 60 cm, and height is 37 cm. The design of
incubator at 122 cm, width of 60 cm, and height is 37 cm. The design of

The design of egg incubator focused on the temperature and humidity inside the incubator. Because of these two factor are the main factor that determine the success of hatching egg (other than air circulation and egg rotation). Based on the reference is obtained, the optimal temperature in the incubator is 37 0 C – 39 0 C, and the optimal humidity is 60% - 70%.

C – 39 0 C, and the optimal humidity is 60% - 70%. Keywords : Temperature,
C – 39 0 C, and the optimal humidity is 60% - 70%. Keywords : Temperature,
C – 39 0 C, and the optimal humidity is 60% - 70%. Keywords : Temperature,
C – 39 0 C, and the optimal humidity is 60% - 70%. Keywords : Temperature,
C – 39 0 C, and the optimal humidity is 60% - 70%. Keywords : Temperature,
C – 39 0 C, and the optimal humidity is 60% - 70%. Keywords : Temperature,
Keywords : Temperature, Humidity, Rotation of egg, Incubator.
Keywords : Temperature, Humidity, Rotation of egg, Incubator.
KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil`aalamiin, puja dan puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena
KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil`aalamiin, puja dan puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena
KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil`aalamiin, puja dan puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil`aalamiin, puja dan puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena

Alhamdulillahirabbil`aalamiin, puja dan puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena atas Rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir dengan sebaik-baiknya. Laporan Tugas Akhir ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah wajib semester VI dan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung. Dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan, mengingat keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan Tugas Akhir ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam memberikan bimbingan, dukungan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada:

1. Ayah, ibu, kakak, dan adik tercinta atas segala kasih sayang dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan.

dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.
dan do’a yang tanpa batas dan tanpa mengharap imbalan. 2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M.

2. Bapak Ade Suryatman Margana, ST, M. Eng, selaku ketua Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara serta pembimbing II yang yang telah memberikan kemudahan dan dukungan dalam pelaksanaan Tugas Akhir sampai terciptanya laporan tugas akhir ini.

Tugas Akhir sampai terciptanya laporan tugas akhir ini. 3. Bapak Ir. Andriyanto Setyawan, MT, selaku dosen
Tugas Akhir sampai terciptanya laporan tugas akhir ini. 3. Bapak Ir. Andriyanto Setyawan, MT, selaku dosen
Tugas Akhir sampai terciptanya laporan tugas akhir ini. 3. Bapak Ir. Andriyanto Setyawan, MT, selaku dosen
Tugas Akhir sampai terciptanya laporan tugas akhir ini. 3. Bapak Ir. Andriyanto Setyawan, MT, selaku dosen
Tugas Akhir sampai terciptanya laporan tugas akhir ini. 3. Bapak Ir. Andriyanto Setyawan, MT, selaku dosen

3. Bapak Ir. Andriyanto Setyawan, MT, selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan kemudahan dan dukungan dalam pelaksanaan Tugas Akhir sampai terciptanya laporan tugas akhir ini.

4. Seluruh dosen pengajar Teknik Refrigerasi dan Tata Udara yang banyak memberikan ilmu selama masa perkuliahan dan tentu saja sebagai bekal penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

sebagai bekal penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 5. Pak Samedi beserta istri dan keluarganya yang
sebagai bekal penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 5. Pak Samedi beserta istri dan keluarganya yang
sebagai bekal penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 5. Pak Samedi beserta istri dan keluarganya yang
sebagai bekal penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 5. Pak Samedi beserta istri dan keluarganya yang
sebagai bekal penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 5. Pak Samedi beserta istri dan keluarganya yang

5. Pak Samedi beserta istri dan keluarganya yang telah bersedia mengijinkan kami dalam pengerjaan mesin penetas telur selama proses pembuatan kerangka mesin tersebut.

yang telah bersedia mengijinkan kami dalam pengerjaan mesin penetas telur selama proses pembuatan kerangka mesin tersebut.
yang telah bersedia mengijinkan kami dalam pengerjaan mesin penetas telur selama proses pembuatan kerangka mesin tersebut.
yang telah bersedia mengijinkan kami dalam pengerjaan mesin penetas telur selama proses pembuatan kerangka mesin tersebut.
yang telah bersedia mengijinkan kami dalam pengerjaan mesin penetas telur selama proses pembuatan kerangka mesin tersebut.

6. Pak Prayogo, Pak Dani, selaku teknisi di Lab. Refrigerasi dan Tata Udara yang

turut membantu dalam proses pengerjaan tugas akhir.

Pak Dani, selaku teknisi di Lab. Refrigerasi dan Tata Udara yang turut membantu dalam proses pengerjaan
7. Teman-teman partner seperjuangan tugas akhir Ina Inti Rahmatika dan Indra Hanafi yang selama 6
7. Teman-teman partner seperjuangan tugas akhir Ina Inti Rahmatika dan Indra Hanafi yang selama 6
7. Teman-teman partner seperjuangan tugas akhir Ina Inti Rahmatika dan Indra Hanafi yang selama 6
7. Teman-teman partner seperjuangan tugas akhir Ina Inti Rahmatika dan Indra Hanafi yang selama 6
7. Teman-teman partner seperjuangan tugas akhir Ina Inti Rahmatika dan Indra Hanafi yang selama 6
7. Teman-teman partner seperjuangan tugas akhir Ina Inti Rahmatika dan Indra Hanafi yang selama 6

7. Teman-teman partner seperjuangan tugas akhir Ina Inti Rahmatika dan Indra Hanafi yang selama 6 bulan bersama dalam mendalami ilmu dan pengalaman. Sukses selalu.

8. Teman-teman kelas Refrigerasi 3-B tahun 2009 yang telah sama-sama menyelesaikan tugas dalam penulisan laporan ini tetap kompak selalu.

tugas dalam penulisan laporan ini tetap kompak selalu. 9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
tugas dalam penulisan laporan ini tetap kompak selalu. 9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
tugas dalam penulisan laporan ini tetap kompak selalu. 9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
tugas dalam penulisan laporan ini tetap kompak selalu. 9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
tugas dalam penulisan laporan ini tetap kompak selalu. 9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
tugas dalam penulisan laporan ini tetap kompak selalu. 9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan

9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang telah banyak

membantu, semoga Allah SWT membalas segala kebaikannya. Akhirnya dengan selesainya tugas akhir ini, penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita

umumnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Bandung, Juni
umumnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Bandung, Juni
umumnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Bandung, Juni
umumnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Bandung, Juni
umumnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Bandung, Juni
umumnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Bandung, Juni

semua. Amin

Bandung, Juni 2012 Penulis
Bandung, Juni 2012
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR ISI GAMBAR DAFTAR DAFTAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN Masalah

ISI

GAMBAR

LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR ISI GAMBAR DAFTAR DAFTAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN Masalah

DAFTAR

DAFTAR

DAFTAR TABEL

KATA PENGANTAR ISI GAMBAR DAFTAR DAFTAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN Masalah 1.1 1.2 1.3 Latar

BAB I PENDAHULUAN

Masalah
Masalah
1.1 1.2 1.3
1.1
1.2
1.3

Latar Belakang Masalah

Maksud dan Tujuan

Batasan

1.2 1.3 Latar Belakang Masalah Maksud dan Tujuan Batasan 1.4 Penyelesaian Masalah Metodologi 1.5 Penulisan

1.4 Penyelesaian Masalah

Metodologi

1.5 Penulisan

Sistematika

2.1 2.2
2.1
2.2
1.4 Penyelesaian Masalah Metodologi 1.5 Penulisan Sistematika 2.1 2.2 BAB II LANDASAN TEORI Pendahuluan Mesin Tetas

BAB II LANDASAN TEORI

Pendahuluan

Mesin Tetas

1.4 Penyelesaian Masalah Metodologi 1.5 Penulisan Sistematika 2.1 2.2 BAB II LANDASAN TEORI Pendahuluan Mesin Tetas

i

ii

1 9 5
1
9
5

6

7 8 8
7
8
8

8

8

10 10
10
10

2.2.1 Cara

Tradisional

11

2.2.2 Cara

Teknologi

11

2.3 Hal-hal yang Mempengaruhi dalam Proses Penetasan Telur

2.3 Hal-hal yang Mempengaruhi dalam Proses Penetasan Telur 2.3.1 2.3.2 2.3.3 2.3.4 Kondisi Udara Ruangan Mesin

2.3.1

2.3.2

2.3.3

2.3.4

Kondisi Udara Ruangan Mesin Tetas Proses Penetasan Telur Persiapan Penetasan Telur Perawatan Telur Tetas

2.3.2 2.3.3 2.3.4 Kondisi Udara Ruangan Mesin Tetas Proses Penetasan Telur Persiapan Penetasan Telur Perawatan Telur
2.3.2 2.3.3 2.3.4 Kondisi Udara Ruangan Mesin Tetas Proses Penetasan Telur Persiapan Penetasan Telur Perawatan Telur
2.3.2 2.3.3 2.3.4 Kondisi Udara Ruangan Mesin Tetas Proses Penetasan Telur Persiapan Penetasan Telur Perawatan Telur

11

11 12 12 15
11
12
12
15

2.3.5 Kulit Telur Kotor

16

2.3.6 Memilih Telur Tetas

16

2.3.7 Pedoman Penetasan

18

2.4
2.4

Sumber Beban Kalor dalam Kotak Mesin Tetas

18 2.4 Sumber Beban Kalor dalam Kotak Mesin Tetas BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENETAS
18 2.4 Sumber Beban Kalor dalam Kotak Mesin Tetas BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENETAS
18 2.4 Sumber Beban Kalor dalam Kotak Mesin Tetas BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENETAS
18 2.4 Sumber Beban Kalor dalam Kotak Mesin Tetas BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENETAS

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENETAS TELUR

19
19

3.1 Data Perancangan

3.2 Langkah Pembuatan

3.3 Perhitungan Beban Konduksi Dinding

3.2 Langkah Pembuatan 3.3 Perhitungan Beban Konduksi Dinding 3.3.1 Beban Kalor Melalui Dinding Produk Lampu 3.3.2

3.3.1

Beban Kalor Melalui Dinding

Produk Lampu
Produk
Lampu
Dinding 3.3.1 Beban Kalor Melalui Dinding Produk Lampu 3.3.2 Beban 3.3.3 Beban 3.3.4 Beban Sensibel dan

3.3.2

Beban

3.3.3

Beban

3.3.4

Beban Sensibel dan Laten

Lampu 3.3.2 Beban 3.3.3 Beban 3.3.4 Beban Sensibel dan Laten 22 22 22 29 23 27

22

22

22

29Beban 3.3.3 Beban 3.3.4 Beban Sensibel dan Laten 22 22 22 23 27 29 3.4 Pembuatan

23 27 29
23
27
29

3.4

Pembuatan Mesin Tetas

31

3.4.1

Bahan dan Peralatan

32

3.4.2 Konstruksi Pembuatan

22 22 29 23 27 29 3.4 Pembuatan Mesin Tetas 31 3.4.1 Bahan dan Peralatan 32
22 22 29 23 27 29 3.4 Pembuatan Mesin Tetas 31 3.4.1 Bahan dan Peralatan 32
22 22 29 23 27 29 3.4 Pembuatan Mesin Tetas 31 3.4.1 Bahan dan Peralatan 32
22 22 29 23 27 29 3.4 Pembuatan Mesin Tetas 31 3.4.1 Bahan dan Peralatan 32

33 22 22 22 29 23 27 29 3.4 Pembuatan Mesin Tetas 31 3.4.1 Bahan dan Peralatan

22 22 29 23 27 29 3.4 Pembuatan Mesin Tetas 31 3.4.1 Bahan dan Peralatan 32
4.1
4.1
4.1 BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS PERANCANGAN
4.1 BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS PERANCANGAN
4.1 BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS PERANCANGAN
4.1 BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS PERANCANGAN

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS PERANCANGAN

364.1 BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS PERANCANGAN

Pengujian

4.1.1

Tujuan Pengujian

4.1.2

Parameter yang Diukur

36

4.2 Peralatan yang Diperlukan

36

4.3 Langkah-Langkah Pengoperasian Alat

39

4.4
4.4

Data Rancangan dan Analisis Rancangan

4.4 Data Rancangan dan Analisis Rancangan 4.4.1 Data Kelistrikan Analisis Kelistrikan 4.4.2 4.4.3 Data Kondisi Udara
4.4 Data Rancangan dan Analisis Rancangan 4.4.1 Data Kelistrikan Analisis Kelistrikan 4.4.2 4.4.3 Data Kondisi Udara

4.4.1

Data Kelistrikan Analisis Kelistrikan

4.4.2

4.4.3

Data Kondisi Udara Ruang Tetas

Rancangan dan Analisis Rancangan 4.4.1 Data Kelistrikan Analisis Kelistrikan 4.4.2 4.4.3 Data Kondisi Udara Ruang Tetas
4.4.1 Data Kelistrikan Analisis Kelistrikan 4.4.2 4.4.3 Data Kondisi Udara Ruang Tetas 40 40 40 41
40 40 40
40
40
40

41

4.4.4

Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas

41

5.1 5.2
5.1
5.2
5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Saran

5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran
5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran
5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45
45 45
45
45

DAFTAR PUSTAKA

47

Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
Analisis Kondisi Udara Ruang Tetas 41 5.1 5.2 BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran 45 45 DAFTAR
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Letak/Posisi Telur   13 Gambar 2.2 Telur yang Memiliki Embrio
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Letak/Posisi Telur   13 Gambar 2.2 Telur yang Memiliki Embrio
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Letak/Posisi Telur   13 Gambar 2.2 Telur yang Memiliki Embrio

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Letak/Posisi Telur   13 Gambar 2.2 Telur yang Memiliki Embrio

Gambar

2.1

Letak/Posisi Telur

 

13

Gambar

2.2

Telur

yang

Memiliki Embrio

 

15

Gambar

2.3

Telur

yang

Embrionya

Mati

(Tampak

Terang)

15

yang Embrionya Mati (Tampak Terang) 15 Gambar 2.4 Telur yang Embrionya Mati (Tampak Terdapat Darah)

Gambar 2.4 Telur yang Embrionya Mati (Tampak Terdapat Darah)

Gambar 2.4 Telur yang Embrionya Mati (Tampak Terdapat Darah) Gambar 3.1 Mesin Penetas Telur Manual dan
Gambar 2.4 Telur yang Embrionya Mati (Tampak Terdapat Darah) Gambar 3.1 Mesin Penetas Telur Manual dan
Gambar 2.4 Telur yang Embrionya Mati (Tampak Terdapat Darah) Gambar 3.1 Mesin Penetas Telur Manual dan
Gambar 2.4 Telur yang Embrionya Mati (Tampak Terdapat Darah) Gambar 3.1 Mesin Penetas Telur Manual dan

Gambar 3.1 Mesin Penetas Telur Manual dan Otomatis Gambar 3.2 Rak Telur Manual

Gambar 3.3 Bagian Dinding Mesin Tetas

Gambar 3.4 Rak Telur Otomatis

15 32
15
32

34

34

35

Gambar 4.1 Multimeter Digital Gambar 4.2 Thermometer Glass Gambar 4.3 Mikrokontroler AT89S52

Gambar

Gambar 4.1 Multimeter Digital Gambar 4.2 Thermometer Glass Gambar 4.3 Mikrokontroler AT89S52
Gambar 4.1 Multimeter Digital Gambar 4.2 Thermometer Glass Gambar 4.3 Mikrokontroler AT89S52

4.1

Multimeter Digital

Gambar 4.2 Thermometer Glass Gambar 4.3 Mikrokontroler AT89S52

Gambar 4.1 Multimeter Digital Gambar 4.2 Thermometer Glass Gambar 4.3 Mikrokontroler AT89S52
Gambar 4.1 Multimeter Digital Gambar 4.2 Thermometer Glass Gambar 4.3 Mikrokontroler AT89S52 36 37 37
36 37
36
37

37

Gambar 4.4 Rangkaian Kontrol

37

Gambar 4.5 Hygrometer Sensor Rambut

38

Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart

Gambar

4.6

Thermo-Hygro Digital

Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart
Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart
Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart

Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart

Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
39 41
39
41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
Rambut 38 Gambar 4.6 Thermo-Hygro Digital Gambar 4.7 Proses Perancangan pada Psychrometric Chart 39 41
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL

Tabel

Tabel 4.2 Data Rancangan

Kelistrikan

4.1

Data

Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data
Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data
Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data
Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41

40

41

40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR TABEL Tabel Tabel 4.2 Data Rancangan Kelistrikan 4.1 Data 40 41
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Data Test Run Inkubator Lampiran B Sumber Perhitungan Lampiran C Psychrometric
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Data Test Run Inkubator
Lampiran B Sumber Perhitungan
Lampiran C Psychrometric Chart
Lampiran D Gambar Mesin Penetas Telur dan Bagian-Bagiannya
DAFTAR PUSTAKA 1) Dossat. RJ, Principle of Refrigeration, Second Edition , Canada, USA, 1981. Jamilah
DAFTAR PUSTAKA 1) Dossat. RJ, Principle of Refrigeration, Second Edition , Canada, USA, 1981. Jamilah
DAFTAR PUSTAKA 1) Dossat. RJ, Principle of Refrigeration, Second Edition , Canada, USA, 1981. Jamilah

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA 1) Dossat. RJ, Principle of Refrigeration, Second Edition , Canada, USA, 1981. Jamilah Amellia,

1)

Dossat. RJ, Principle of Refrigeration, Second Edition, Canada, USA, 1981. Jamilah Amellia, Ginting Irwan Citra, Pembuatan dan Pengujian Mesin Penetas Telur Dengan Media Pemanas Air, Tugas Akhir, 2002. Setyawan Andriyanto, Perancangan Sistem Tata Udara, Bandung, 2010. Setyawan Andriyanto, Sistem Tata Udara, Bandung, 2011. Sudana Ruli, Tariman, Wiguna Yopi, Pembuatan dan Pengujian Mesin Penetas Telur Dengan Kontrol Elektronik, Tugas Akhir, 1999. bpanel.files.wordpress.com. 15 Mei 2012 http://blog.ub.ac.id. 15 Mei 2012 http://onelka.wordpress.com. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net. 01 Juni 2012

. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
. 01 Juni 2012 http://www.sisilain.net . 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

3)4) 5)

4)

5)

6)
6)

7)

8)

9)
9)
. 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) http://zulfauzi.blogspot.com . 15 Mei
. 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) http://zulfauzi.blogspot.com . 15 Mei
. 01 Juni 2012 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) http://zulfauzi.blogspot.com . 15 Mei

11) wiraternak.blogspot.com. 13 Mei 2012

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) http://zulfauzi.blogspot.com . 15 Mei 2012 11) wiraternak.blogspot.com .