Anda di halaman 1dari 12
Plagiarism Checker X Originality Report Similarity Found: 37% Date: Sunday, September 15, 2019 Statistics: 1074

Plagiarism Checker X Originality Report

Similarity Found: 37%

Date: Sunday, September 15, 2019 Statistics: 1074 words Plagiarized / 2930 Total words Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement.

-------------------------------------------------------------------------------------------

INDONESIA JOURNAL OF SOCIAL RESPONSIBILITY JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) UNIVERSITAS BAKRIE SOSIALISASI DAN PELATIHAN RAIN WATER HARVESTING DI SDN MERUYA UTARA 12, 13 PAGI DAN 15 PETANG Sirin Fairus 1*, Diki Surya Irawan 2*, Prismita Nursetyowati 3* 1*2*3* Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Bakrie, Jakarta, 12960, Indonesia *Corresponding author: sirin.fairus@bakrie.ac.id ABSTRAK Air merupakan elemen yang penting dalam kehidupan manusia. Salah satu sumber air yang sering luput dari perhatian kita adalah air hujan.

Air hujan

yang tidak dikelola dengan baik dapat mendatangkan

hujan dapat menjadi

 

masalah. Padahal

sumber air bersih yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti

air
air

daerah perkotaan yang cenderung kekurangan sumber air bersih meskipun potensi hujannya begitu besar. Hal in dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang konservasi air hujan.

Di sisi lain terdapat lahan-lahan yang padat akan bangunan-bangunan beton yang sulit ditembus oleh bulir-bulir air hujan dan hanya terlimpas melalui run off dan belum mendapat pasokan air bersih dari perusahaan pengelola air setempat, diantaranya SDN Meruya Utara 12, 13 Pagi dan 15 Petang. Sebagai solusinya diadakan suatu program yang terdiri dari pemberian penyuluhan mengenai pentingnya air bersih, penyediaan air bersih melalui pemanenan air hujan, serta pelatihan pembuatan, pemanfaatan dan pemeliharaan sistem pemanenan air hujan.

Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini akan mampu menimbulkan kesadaran terhadap pentingnya air bersih dalam keberlangsungan hidup masyarakat. Di sisi lain, diharapkan adanya program pemanenan air hujan ini diterima baik oleh warga sekolah

dan dirasakan manfaatnya untuk beberapa keperluan secara berkelanjutan. Keyword:

penyediaan air bersih, pemanenan hujan, run off ABSTRACT Water is an important element in human life.

One source of water that often often forgotten from our attention is rainwater. Poorly managed rainwater can cause problems. Whereas, rainwater can be a source of clean water that is beneficial to the community, such as urban areas which tend to lack clean

water sources despite the potential for rain. This is rainwater conservation.

due to lack of knowledge

about

On the other hand, there are dense fields of concrete buildings that are difficult to penetrate through the raindrops and only run off and have not received clean water supply from local water management companies, including SDN Meruya Utara 12, 13 Pagi and 15 Petang. As an alternative solution, a program was held consisting of providing counseling on the importance of clean water, providing clean water through rainwater harvesting, as well as training in the manufacture, utilization and maintenance

of rainwater harvesting systems.

Thus, it is hoped that this activity will be able clean water in the survival of the community.

rainwater harvesting program will be well-received by the school community and the benefits will be felt for several purposes in a sustainable manner.

On the other hand,

On the other hand,

On the other hand,
On the other hand,

to raise awareness of the importance of

it is expected that this

Keyword: clean water supply, rain harvesting, run off LATAR BELAKANG Air adalah

senyawa yang penting bagi seluruh kehidupan yang ada di Bumi.

Air menutupi hampir

71% permukaan Bumi.

Di Bumi tersedia

1,4 triliun kilometer kubik (330 juta

mil³).

Komposisi

air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-

lapisan es (di

kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga

bisa

hadir sebagai awan, hujan,

 

sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es.

 

Dengan demikian air

bergerak mengikuti suatu siklus air,

meliputi

penguapan, hujan,

 

dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff,

{mencakup}

mata air, sungai, muara)

 

menuju laut.

Maka dari itu air bersih merupakan hal yang

sangat penting bagi

 

kehidupan manusia.

 

Pada umumnya jumlah air di bumi sangat

banyak,

namun jumlah

air bersih yang tersedia belum dapat memenuhi permintaan sehingga banyak orang

 

menderita kekurangan air.

 

Chiras

(2009) menyebutkan bahwa kekurangan air dipicu naiknya permintaan seiring

 

peningkatan populasi, tidak meratanya distribusi air, meningkatnya polusi air dan

 

pemakaian air yang tidak efisien.

Beberapa penelitian mengindetifikasi bahwa pada aras

rumah tangga kekurangan air diperburuk kebocoran air akibat kerusakan home

 

appliances yang tidak segera diperbaiki, pemakaian home appliances yang boros air,

perilaku buruk dalam pemakaian air, dan minimnya pemanfaatan air hujan sebagai

 

sumber air alternatif.

 

Pemakaian

air yang tidak terkontrol akan mengancam keberlanjutan air, sehingga perlu

dilakukan konservasi air. Salah satu metode konservasi air dalam rumah tangga adalah

 

memanen air hujan, yaitu mengumpulkan, menampung dan menyimpan air hujan.

 

Memanen air hujan merupakan alternative sumber air yang sudah dipraktekkan selama

 

berabad-abad di berbagai negara yang sering mengalami kekurangan air (Chao-Hsien

 

Liaw & Yao-Lung Tsai, 2004).

 

Air

hujan yang dipanen dapat digunakan untuk multi tujuan seperti menyiram tanaman,

mencuci, mandi dan bahkan dapat digunakan untuk memasak jika kualitas air tersebut

memenuhi standar kesehatan (Sharpe, William E., & Swistock, Bryan, 2008; Worm,

 

Janette & van Hattum, Tim, 2006).

Salah satu permasalahan yang ada berdasarkan

pengamatan awal yang dilakukan oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Bakrie beserta perwakilan dari PT.

Palyja pada hari Kamis, 19 Juli 2018 di SDN Meruya Utara 12 Pagi, SDN Meruya Utara 13 Pagi, dan SDN Meruya Utara 15 Petang mendapatkan hasil pengamatan awal bahwa pihak sekolah tersebut telah memiliki Instalasi Rainwater Harvestin, namun saat ini sudak tidak aktif dan masih membutuhkan perbaikan dalam instalasi tersebut agar bisa dimanfaat secara maksimal.

Sekolah tersebut juga kurang

pengelola air setempat sehingga pihak sekolah masih menggunakan sumber daya air tanah dengan beberapa titik sumur bor. TINJAUAN KEBIJAKAN DAN PUSTAKA

mendapatkan pasokan air bersih

dari perusahaan

Presipitasi atau hujan

adalah merupakan uap air yang terkondensasi dan jatuh dari

 

atmosfer ke bumi

dengan

segala bentuknya dalam rangkaian siklus

hidrologi.

Jika air

yang jatuh berbentuk cair disebut hujan (rainfall) dan jika berupa padat disebut salju

(snow).

 

Syarat terjadinya hujan yaitu Tersedia udara lembab dan sarana sehingga terjadi

kondensasi (Achmad, 2011).

Air hujan merupakan salah satu sumber daya alam yang

selama ini belum termanfaatkan secara optimal dan hanya dibiarkan mengalir ke

 

saluran-saluran drainase menuju ke sungai-sungai yang akhirnya mengalir ke laut.

 
Padahal jika mampu diolah dan dikelola dengan baik, air hujan tersebut akan memiliki banyak manfaat
Padahal jika mampu diolah dan dikelola dengan baik, air hujan tersebut akan memiliki

Padahal jika mampu diolah dan dikelola dengan baik, air hujan tersebut akan memiliki

dan dikelola dengan baik, air hujan tersebut akan memiliki banyak manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia, terutama
banyak manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia, terutama untuk

banyak manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia, terutama untuk

keberlangsungan penyediaan air bersih di masyarakat. Air hujan sendiri dapat

 

digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan manusia antara lain untuk mandi,

mencuci bahkan untuk air minum

(Latif, 2012).

Siklus hidrologi air hujan yang jatuh ke bumi akan bergerak secara kontinu melalui tiga cara berbeda. Setiap terjadinya hujan, intensitas yang terjadi tidak selalu sama (konstan) karena dipengaruhi oleh faktor penguapan, kelembaban dan tekanan udara, angin dan

sebagainya (Susana, 2012). Hujan yang terjadi memiliki distribusi

berbeda-beda.(Susana, 2012). Hujan yang terjadi memiliki distribusi intensitas curah hujan Distribusi intensitas curah hujan ini

intensitas curah hujan

Distribusi intensitas curah hujan ini dapat digolongkan menjadi kelompok tertentu yang biasanya disebut dengan spektrum curah hujan. Penggolongan spektrum curah hujan ini dibagi menjadi tiga golongan yaitu : Hujan kecil dengan intensitas sebesar 75% (0-20 mm) Hujan besar dengan intensitas sebesar 20% (21-51 mm) Hujan sangat besar (ekstrim) dengan intensitas sebesar 5% (>50mm) Dari sebaran hujan ini tidak semuanya air hujan yang jatuh dibiarkan begitu saja mengalir ke sungai atau laut, sebenarnya dapat dilakukan beberapa manajemen praktis berdasarkan hujan yang terjadi (Susana,

2012).

Pemanenan air hujan (Rain Water Harvesting)

merupakan metode atau teknologi yang

 

digunakan untuk mengumpulkan air hujan yang berasal dari atap bangunan, permukaan tanah, jalan atau perbukitan batu dan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber suplai air

bersih (UNEP, 2001; Abdulla et al., 2009). Air hujan merupakan sumber air yang sangat

 

penting terutama di

daerah

yang tidak terdapat sistem penyediaan air bersih, kualitas air

permukaan yang rendah serta tidak tersedia air tanah (Abdulla et al., 2009).

 

Untuk

menentukan ukuran air hujan yang dibutuhkan, ada beberapa hal yang harus

 

dipertimbangkan antara lain volume air yang dibutuhkan per hari, ukuran tangkapan air

hujan, tinggi rendahnya curah hujan, kegunaan air hujan sebagai alternatif air bersih,

 

dan tempat yang tersedia. Untuk mengetahui kebutuhan air secara total, harus

 

ditentukan kuantitas air yang diperlukan untuk keperluan outdoor seperti: irigasi,

 

reservoir (liter/hari) dan indoor seperti: mandi, cuci, toilet, kebocoran (liter/hari).

 

Jika

volume air yang dibutuhkan sudah ditentukan, maka volume air hujan yang dapat

 

ditangkap akan menentukan ukuran sistem PAH yang dibutuhkan. Cara sederhana yang

dapat digunakan untuk menghitung volume air hujan yang dibutuhkan adalah

 

menggunakan curah hujan tahunan dikalikan dengan luasan tangkapan air hujan,

 

dengan rumus dibawah

ini:

Effisiensi air hujan yang ditangkap ditentukan

oleh koefisien

tangkapan air hujan, dimana koefisien ini merupakan presentase

air hujan yang

 

ditangkap

dari sistem PAH yang memperhitungkan kehilangan air.

Koefisen

ini bergantung dari desain sistem PAH dan pemanfaatan air hujan untuk

 

memenuhi kebutuhan air. Untuk kebutuhan indoor koefisien efisiensi sebesar 75-90%,

sedangkan untuk kebutuhan outdoor sebesar 50% (UNEP, 2001).

Kualitas air hujan

 

umumnya sangat tinggi (UNEP, 2001).

 

Air

hujan hampir tidak mengandung kontaminan, oleh karena itu air tersebut sangat

 

bersih dan bebas kandungan mikroorganisme.

Namun, ketika air hujan tersebut kontak

dengan permukaan tangkapan air hujan (catchment), tempat pengaliran air hujan (conveyance) dan tangki penampung air hujan, maka air tersebut akan membawa

 

kontaminan baik fisik, kimia maupun mikrobiologi.

 

Beberapa

literatur menunjukkan simpulan yang berbeda mengenai kualitas PAH dari

 

atap rumah. Kualitas PAH sangat bergantung pada karakteristik wilayah PAH seperti

 

topografi, kondisi cuaca, tipe wilayah tangkapan air hujan, tingkat pencemaran udara,

tipe tangki penampungan dan pengelolaan air hujan (Kahinda et al., 2007).

 

Menurut

Horn dan Helmreich (2009), di daerah pinggiran kota atau di pedesaan,

 

umumnya air hujan yang ditampung sangat bersih, tetapi di daerah perkotaan dimana banyak terdapat area industri dan padatnya arus transportasi, kualitas air hujan sangat

terpengaruh sehingga mengandung logam berat dan bahan organik dari emisi gas

 

buang. Selain industri dan transportasi, permukaan bahan penangkap air hujan juga

mempengaruhi kualitas airnya.

 

Dengan

pemahaman bagaimana proses kontaminasi air hujan terjadi, dan bagaimana

 

kontaminan terbawa oleh air hujan, maka pengelolaan air hujan yang memenuhi syarat

akan menghasilkan air bersih yang berkualitas (UNEP, 2001).

Peraturan Pemerintah

No.82

tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

 

mengamanatkan agar Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah

Kabupaten/Kota menyusun rencana pendayagunaan air, diantaranya adalah

melakukan

pencadangan air berdasarkan

ketersediaannya.

Peraturan-peraturan yang mewajibkan kita untuk

memanfaatkan air hujan antara

lain:

 

PP no.82

tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran

Air.

Permen LH no.12 tahun 2009 pasal 3

Setiap penanggungjawab bangunan wajib

 

melakukan pemanfaatan air hujan.

Permen PU no.11/PRT/M/2014 tentang Pengelolaan

Air Hujan pada bangunan dan pada bangunan dan persilnya.

persilnya, Bab III Penetapan status wajib

kelola

air hujan

 

PEMBAHASAN Pelaksanaan pada kegiatan kali ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pra

design, pembuatan alat penyaringan dan sosialisasi serta edukasi kepada warga sekola/masyarakat. Tahap Awal dari kegiatan ini adalah pra design dimana meliputi observasi lapangan dan pembuatan design dan rab. Langkah awal yang dilakukan ialah Observasi lapangan dan penetapan daerah berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan oleh Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Bakrie dan beberapa dosen

Teknik Lingkungan Universitas Bakrie ke SDN Meruya Utara 12 pagi, SDN

Meruya Utara

13 Pagi
13 Pagi

dan SDN Meruya Utara 15 Petang.Meninjau beberapa lokasi sekolah dasar dan

bertemu langsung dengan salah satu Kepala Sekolah dan penjaga sekolah.

Melakukan pengamatan terhadap alur dari Instalasi Rainwater Harvesting yang ada

disekolah tersebut. Setelah didapatkan

mulai dilakukan pembuatan design Instalasi Rainwater Harvesting serta penyusunan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Setelah segala persiapan awal selesai dilanjutkan ke tahap kedua dari kegiatan ini yaitu membuat alat penyaringan sederhana serta penampung air hujan.

informasi dari hasil observasi

di lapangan lalu

Hal yang dilakukan

alat filter nya. Rangkaian alat filterisasi ini dibuat dengan menggunakan torent air ukuran 300 L yang di dalamnya berisi material-material yang dipakai untuk proses penyaringan. Setiap material-material (arang, pasir dan kerikil) tersebut kemudian akan dimasukan ke dalam tempat tersebut dengan urutan yang teratas adalah arang, kemudian diikuti oleh pasir dan arang. Ukuran tebal dari masing-masing bahan tersebut adalah 20cm untuk arang,15 cm untuk pasir dan 10cm untuk kerikil.

terlebih dahulu sebelum memasuki

tahap filterisasi ialah pembuatan

Setelah bahan-bahan tersusun dengan benar, pada bagian bawah dari torent tersebut akan dipasang kran kecil untuk dapat mengalirkan air ke dalam torent penampungan. Dalam pemasangannya kran dipastikan terpasang dengan kuat dan rapat sehingga nantinya tidak terjadi kebocoran atau kran terlepas . Pengecekan dilakukan sebagai bentuk pengambilan data untuk mengetahui standar dan instalasi yang telah dibangun.

Apabila masih belum efektif, maka perlu dilihat kembali komposisi dari bahan- bahan yang ada dan segera dilakukan penyusunan ulang jikalau diperlukan. Setelah alat siap

digunakan, dilakukan

Air yang dihasilkan dari tahap ini nantinya sudah terbebas dari bakteri, memiliki nilai pH yang mendekati standar dengan tingkat kejernihan yang lebih baik dari sebelumnya dan disebut sebagai tahap penyaringan air. Hasil akhir penyaringan ini kemudian dilakukan uji laboratorium kualitas air.

penampungan air hujan pada

satu lokasi yang telah ditentukan.

Apabila hasil statistik memenuhi syarat standar baku mutu yang ditetapkan, maka air tersebut layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Alat filterisasi ini merupakan alat

yang dianggap dapat membantu menjawab permasalahan kekurangan air di

daerah-daerah kering maupun sulit mendapat air bersih. Tahap ketiga

dari pelaksanaan

kegiatan ini adalah

sosialisasi masyarakat.

Proses sosialisasi mengenai alat ini akan dilakukan di tiga sekolah, yaitu di SDN Meruya Utara 12 Pagi, SDN Meruya Utara 13 Pagi, dan SDN Meruya Utara 15 Petang. Proses sosialisasi ini meliputi : Penyuluhan tentang air bersih Pada penyuluhan air bersih, masyarakat akan diingatkan lagi mengenai pentingnya air bersih serta beberapa cara penanggulangan yang dapat diterapkan secara praktis.

Selain itu juga dilakukan pengajaran singkat mengenai pentinganya menjaga lingkungan sekitar sehingga dapat juga dilakukan pencegahan mengenai permasalahan lingkungan ini, tidak hanya sekedar memperbaiki. Kegiatan ini berbentuk diskusi dan tanya jawab secara semi formal yang bertujuan untuk menciptakan suasana kekeluargaan sehingga masyarakat dapat menunjukkan feedback yang baik, tidak hanya terkesan satu arah saja.

Sosialisasi dan Workshop alat filterisasi Sosialisasi ini dilakukan untuk memperkenalkan salah satu bentuk teknologi sederhana dengan menggunakan alat filteriasasi yang dapat membantu mengatasi masalah air bersih di wilayah tersebut, dan akan dijelaskan fungsi serta cara kerjanya. Dan Pada workshop ini akan dilaksanakan pelatihan untuk membuat alat penyaringan sederhana, dimaksudkan untuk melatih masyarakat dalam membuat

teknologi sederhana ini. Pengontrolan program pengontrolan

terus memantau perkembangan masyarakat dalam menggunakan alat ini, sehingga diperoleh hasil maksimal.

ini dilakukan dengan cara

Program kreativitas mahasiswa ini merupakan wujud pengabdian terhadap masyarakat dalam pengadaan air bersih melalui pemanenan air hujan yang dilaksanakan di Sekolah SDN Meruya Utara 12 Pagi,SDN Meruya Utara 13 Pagi. Program ini merupakan sebuah program pemberian penyuluhan mengenai pentingnya air bersih serta pelatihan pembuatan alat penyaringan dengan memanfaatkan sumber air hujan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu pembuatan alat penyaringan (filterisasi) serta sosialisasi masyarakat.

Setelah kegiatan berjalan, terlihat bahwa alat pemanenan air hujan yang dibuat sudah berfungsi dengan cukup baik dalam waktu yang tidak lama dan menghasilkan air yang

relatif lebih jernih dari sebelumnya, sehingga sudah

dapat dimanfaatkan untuk berbagai

keperluan

sehari-hari. Tanggapan warga terhadap program ini juga cukup baik. Hal itu

terlihat dari kesedian mereka membantu terlaksananya program ini serta penyediaan tempat.

Jika dianalisis lebih jauh, dengan mengaplikasikan program ini bisa mengurangi terjadinya aliran run off, hal ini bisa nampak dari tempat yang sebelumnya sering kali

mengalami kebanjiran, berdasarkan informasi penghuni setempat, seringnya

banjir yang yang
banjir yang
yang

melanda daerah

berasal dari atap

tersebut diakibatkan oleh limpasan air dengan jumlah yang besar

rumah. Hal tersebut dapat terlihat dari, didominasi nya area sekitar

oleh bangunan yang padat.

Sebagai gambaran jika estimasi curahan hujan sebesar 50 mm atau 0,05 m dari atap seluas 1m × 1m, maka akan mampu melimpaskan air sebanyak 0,05 m3. Massa air sebesar itu jika tidak mampu dialirkan oleh drainase karena konsisi area yang padat oleh bangunan maka dapat memicu terjadinya banjir. Hal tersebut tentunya bisa diminimalisir dengan menampung beberapa limpasan berlebih itu, air yang tertampung

bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan

di kemudian hari.

Polutan yang terbawa oleh hujan dapat ditanggulangi dengan pembuatan filter, sehingga didapatkan air dengan hasil yang baik. KESIMPULAN Dari kegiatan ini dapat

disimpulkan bahwa alat

menyediakan air yang relatif lebih jernih dan mencukupi serta berfungsi dengan baik pada dua titik yaitu di bagian depan sekolah untuk keperluan cuci tangan dan di mushola untuk keperluan berwudhu yang sehingga bisa mengurangi kebutuhan akan

penggunaan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Alat dapat mengurangi aliran run off.

pemanenan air hujan (RWH)

dengan kapasitas 2000 L mampu

pemanenan air hujan (RWH)

Hal ini dapat terlihat dari daerah sasaran yang sebelumnya sering mengalami banjir yang diakibatkan oleh limpasan air dengan jumlah yang besar dari atap rumah. Massa air yang tertampung dapat dimanfaatkan untuk keperluan kemudian hari khususnya pada musim kemarau. Polutan yang diakibatkan langsung dari hujan serta proses penampungan pun mampu ditanggulangi dengan alat filterisasi.

Melalui program ini warga sekolah menjadi paham mengenai prinsip kerja dan menerapkani RWH, cara pengoperasian alat RWH serta pemeliharaannya dengan

pemberian materi serta workshop mengenai RWH. UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih

kepada Lembaga Pengabdian

Masyarakat Universitas Bakrie, yang telah mendanai dan

memfasilitasi untuk kegiatan PkM ini.

DAFTAR PUSTAKA Abdul Latif, 2012.

Pemanfaatan Air Hujan Melalui Teknologi Water

 

Bank Untuk Memenuhi Ketersediaan Air Bersih Disalah Satu Desa Kabupaten Bandung

Barat. Bandung. Abdulla Fayez A., AW Al-Shareef.2009. Roof rainwater harvesting

 

systems for household water supply in Jordan. Desalination 243: 195-207

Achmad, M.

 

2011. Buku Ajar Hidrologi Teknik. Universitas Hasanuddin. Makasar.

127 hal

Chao-Hsien Liaw and Yao-Lung Tsai, 2004, Optimum Storage Volume of

 

Rooftop Rain Water Harvesting System for Domestic Use, Journal of the American Water

Resources Association; Aug 2004; 40, 4; Proquest Agriculture Journals pg. 901

Chiras, DD

(2009) Environmental Science. 8th Edition Sudbury Massachusetts:Jones and Bartlett Publisher. Helmreich, B. dan H.Horn. 2009. Opportunities in rainwater harvesting. Desalination 248:118-124.

Kahinda

Jean-marc Mwenge, Akpofure E.Taigbenu dan Jean R.Boroto. 2007. Domestic

rainwater harvesting to improve water supply in rural South Africa. Physics and

 

Chemistry of the Earth 32: 1050-1057. Sazaki, E., Alexopoulos, A. dan Leotsinidis, M.

 

2007.

Rainwater harvesting, quality assessment and utilization in Kefalonia Island,

 

Greece. Water

Research 41:2039-2047. In: Kahinda Jean-marc. Sharpe, William E.

dan Swistock, Bryan (2008) Household Water Conservation. College of Agricultural

Sciences.

Agricultural Research and Cooperative Extension College of Agricultural

 

Sciences. The Pensylvania State University. Tri Yayuk susana, 2012,

Analisa Pemanfaatan

Potensi Air Hujan dengan Menggunakan Cistern sebagai Alternatif Sumber Air

 

pertamanan pada Gedung Perkantoran Bank

Indonesia, Skripsi, FT. UI, Depok. UNEP

International Technology Centre. 2001. Rainwater Harvesting. Murdoch University of Western Australia.

INTERNET SOURCES:

-------------------------------------------------------------------------------------------

<1% -

https://rangkumangeografi.blogspot.com/2015/03/dampak-negatif-pembangunan-nasi

onal.html 2% - https://www.kompasiana.com/purwanti_asih_anna_levi/memanen-air-hujan-rain-water-h

arvesting-sebagai-alternatif-sumber-air_5517a1c3a333117107b6600c

<1% -

https://www.academia.edu/8560626/pemanenan_air_hujan_pada_daerah_lahan_kering

<1% -

https://www.researchgate.net/profile/Shahnoor_Hasan/publication/258512711_Artificial_

groundwater_recharge_through_rainwater_harvesting_in_urban_residential_areas_a_stud

y_on_Niketan_area_of_Dhaka_city/links/0f31753789384d0d9a000000/Artificial-groundw

ater-recharge-through-rainwater-harvesting-in-urban-residential-areas-a-study-on-Nike

tan-area-of-Dhaka-city.pdf <1% - https://natureshalfacre.wordpress.com/category/uncategorized/ <1% - https://www.stormsaver.com/ <1% - https://quizlet.com/5245568/all-terms-for-apush-flash-cards/ <1% - http://www.worldagroforestry.org/downloads/Publications/PDFS/MN15680.pdf <1% - https://en.wikipedia.org/wiki/Sustainable_management 2% -

https://www.academia.edu/10640365/LAPORAN_PRAKtikum_penyaringan_air_sederhana

<1% - https://musbir.blogspot.com/2012/10/air-tanah.html <1% - https://aliyahafifah.blogspot.com/ 3% - https://muhamadnur79.blogspot.com/2014/05/ <1% - https://detipso.blogspot.com/2013/04/cara-menghemat-pemakaian-air.html 1% - https://meiladypratama.blogspot.com/2014/06/sistem-panen-hujan_4.html#! <1% -

https://docs.google.com/document/d/1r1cnAD_NWNbgqyQTXA6QjUems_uzjtPQ0yknG

9u7CYo/edit?usp=sharing#!

<1% -

https://surabaya.bisnis.com/read/20190520/532/924926/pdam-kota-malang-bangun-su

mur-bor-rp43-miliar

<1% - https://oyengcorp.blogspot.com/2014/06/hidrologi-infiltrasi.html 1% - https://www.slideshare.net/akbarwirajaya/hidrologi-3-hujan 13% - https://www.academia.edu/11820229/Bismillah 1% - https://latifchemist.blogspot.com/2013/ <1% - http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2015-11/S52400-Jovanni <1% -

https://docplayer.info/47618065-Skripsi-kajian-pengaruh-curah-hujan-terhadap-limpasa

n-ciliwung-dengan-menggunakan-metode-regresi-oleh-ahmad-lutfi-f.html <1% -

https://www.academia.edu/9355594/PEMANFAATAN_AIR_HUJAN_UNTUK_MENGURAN

GI_BANJIR_DENGAN_TEKNIK_PEMANENAN_AIR_HUJAN_DI_DKI_JAKARTA 1% - http://download.portalgaruda.org/article.php?article=55867&val=407 1% - http://digilib.unila.ac.id/190/9/BAB%20II.pdf <1% - https://hydro.co.id/filter-air-jaminan-air-bersih/ <1% - https://fyantinanogado.blogspot.com/feeds/posts/default 1% - https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/sda/PermenLH12-2009PemanfaatanAirHujan.pdf 1% -

http://andritechnindo.com/wp-content/uploads/2017/07/Rain-water-Harvesting.pdf

<1% -

http://pelayanan.jakarta.go.id/download/regulasi/peraturan-pemerintah-nomor-82-tahu

n-2001-tentang-pengelolaan-kualitas-air-dan-pengendalian-pencemaran-air.pdf

<1% - https://id.123dok.com/document/y96xj1jy-7-prakarya-buku-guru.html <1% -

https://adrianfalahdiratama.blogspot.com/2012/05/operasi-dsar-komputer-dan-perang

kat.html <1% - https://tahtaotomotif.wordpress.com/ <1% -

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/43029/Chapter%20III-V.pdf;seq

uence=2

<1% - https://mekanisasisuplirahim.blogspot.com/2013/05/ <1% -

http://bkp.pertanian.go.id/storage/app/media/informasi%20publik/Berkala/berkala_lapo

ran%20akhir/LAPORAN_AKHIR_CPM_2015.pdf

<1% -

https://thefourmanagement.blogspot.com/2017/05/analisisstrategi-pemasaran-padapt.

html <1% - https://sekolah.nusagates.com/20101447 <1% -

https://www.academia.edu/31764879/BAB_II_TINJAUAN_PUSTAKA_2.1_ENERGI_SECARA_

UMUM <1% - https://issuu.com/kendarinews/docs/kendari_pos_edisi_17_juli_2013 <1% -

https://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/penampungan-

air-hujan/ <1% - https://adikarsagreennet.blogspot.com/feeds/posts/default <1% -

http://pengairan.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/02/Studi-Perencanaan-Sistem-Peny

ediaan-Air-Bersih-di-Desa-Balerejo-Kecamatan-Panggungrejo-Kabupaten-Blitar-Amilya-

Ayuning-Tyas115060401111024.pdf

<1% -

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/03/pengenalan_tanaman_jahe.pdf

1% - http://digilib.unila.ac.id/6370/20/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf 1% -

https://www.kompasiana.com/purwanti_asih_anna_levi/5517a1c3a333117107b6600c/me

manen-air-hujan-rain-water-harvesting-sebagai-alternatif-sumber-air <1% -

https://www.academia.edu/6463161/Konservasi_Air_dalam_Rumah_Tangga_Efisiensi_unt

uk_Keberlanjutan 1% - https://www.scribd.com/document/221993087/kelola-air-hujan <1% -

https://www.researchgate.net/publication/259491239_Prevalence_of_Virulence_Genes_A

ssociated_with_Pathogenic_Escherichia_coli_Strains_Isolated_from_Domestically_Harvest ed_Rainwater_during_Low-_and_High-Rainfall_Periods <1% - https://extension.psu.edu/county-offices 1% - https://matriks.sipil.ft.uns.ac.id/index.php/MaTekSi/article/download/525/489