Anda di halaman 1dari 16

Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

RANGKUMAN DAN CONTOH LATIHAN SOAL

USBN Lintas Minat Ekonomi TP 2017-2018

1. Peserta Didik dapat memilih kebutuhan yang diprioritaskan oleh suatu profesi tertentu dengan
tepat.
Contoh : Petani membutuhkan cangkul untuk bertani, pelajar membutuhkan buku dan alat tulis
untuk belajar, Dokter membutuhkan alat – alat kedokteran untuk praktek.
2. Peserta didik dapat menentukan masalah pokok ekonomi modern suatu perusahaan.
Masalah Pokok Ekonomi Modern:
 What : Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak
 How : Bagaimana cara memproduksi
 For Whom : Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi

3. peserta didik dapat menentukan penerapan prinsip ekonomi dengan tepat

Prinsip Ekonomi :

 Dengan pengorbanan / usaha tertentu memperoleh hasil yang maksimal


 Dengan pengorbanan / usaha yang minimal memperoleh hasil tertentu

Contoh : Budi memutuskan untuk membeli bakso untuk makan siang daripada membeli nasi + ayam
goreng karena harga bakso lebih murah dibandingkan harga nasi + ayam goreng, berarti Budi sedang
menerapkan prinsip ekonomi Dengan pengorbanan / usaha yang minimal memperoleh hasil
tertentu.

4. peserta didik dapat menerapkan sistem ekonomi terpusat pasar

SISTEM EKONOMI TERPUSAT / KOMANDO / SOSIALIS

Ciri-ciri Kebaikan Keburukan


1. Perencanaan disusun 1. Pemerintah 1. Hak milik perorangan
oleh pemerintah bertanggung jawab sangat dibatasi dan
pusat penuh dalam rakyat kurang
2. Semua alat produksi perekonomian memiliki pilihan
dikuasai oleh negara 2. relatif tidak ada 2. Potensi dan daya
3. Produksi, distribusi jurang pemisah kreasi tidak
dan konsumsi diatur antara orang kaya berkembang
secara terpusat dan miskin 3. Tidak terdapat
4. Inisiatif dan hak 3. Hasil produksi dapat kebebasan individu
milik perorangan dinikmati secara rata
dibatasi 4. Mudah melakukan
pengendalian harga

SISTEM EKONOMI PASAR BEBAS / LIBERAL / KAPITAL

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

Ciri-ciri Kebaikan Keburukan


1. Hak milik atas alat 1. Dapat meningkatkan 1. Menimbulkan
produksi di tangan efisiensi dan kualitas persaingan tidak
perorangan barang yang sehat
2. Harga barang diproduksi 2. Terdapat
ditentukan oleh 2. Terdorong untuk kesenjangan kaya
permintaan dan mengejar dan miskin
penawaran di pasar kemakamuran bagi 3. Menimbulkan
3. Adanya persaingan dirinya sendiri monopoli
bebas 3. Setiap orang atau 4. Terdapat eksploitasi
4. Tidak ada campur pengusaha SDM
tangan pemerintah termotivasi mencari 5. Pemanfaatan SDA
dalam perekonomian keuntungan sering tidak
5. Modal memegang 4. Pemilihan sektor memperhatikan
perang penting usaha disesuaikan kelestarian
6. terbuka kesempatan dengan kemampuan lingkungan
bagi individu untuk
mengejar
keuntungan

5. Peserta didik dapat menentukan salah satu perilaku kegiatan ekonomi dengan tepat
a. Peran Konsumen
1. Sebagai pemakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen
2. Sebagai penyedia faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan pengusaha)
3. Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka melindungi konsumen
4. Memperlancar peredaran atau perputaran barang dan jasa
5. Dapat menaikkan harga faktor-faktor produksi, artinya dapat menaikkan harga sewa, upah,
bunga dan laba
b. Peran Produsen
1. Sebagai penghasil barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen
2. Sebagai pemakai atau pengguna faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh konsumen
3. Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka meingkatkan produksinya
4. Memperlancar penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen
5. Dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga akan meningkatkan
kemakmuran bangsa
6. Sebagai pihak yang dapat meningkatkan inovasi-inovasi di bidang produksi barang atau jasa
7. Melakukan pembayaran faktor-faktor produksi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat
6. peserta didik dapat mendeskripsikan salah satu arus yang ada di circular flow diagram

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

Deskripsi Arus Sirkulasi


1. Rumah tangga menerima dan mengonsumsi barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan.
2. Rumah tangga membayar barang dan jasa yang mereka beli.
3. Rumah tangga menawarkan faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, kewirausahaan) ke
pasar faktor produksi.
4. Rumah tangga menerima pendapatan (balas jasa) atas pembayaran tenaga kerja dan factor-faktor
produksi berupa sewa, bunga, laba, gaji yang digunaan oleh perusahaan.
5. Perusahaan menyewa faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, kewirausahaan) untuk
menghasilkan barang dan jasa.
6. Perusahaan membayar pemilik faktor-faktor produksi yang digunakan dalam produksi.
7. Perusahaan memproduksi barang dan jasa untuk dijual di pasar barang.
8. Perusahaan menerima pendapatan dari penjualan barang dan jasa mereka.
9. Perusahaan menghasilkan barang dan jasa untuk dibeli oleh pemerintah.
10. Pemerintah membayar barang dan jasa yang mereka beli dari perusahaan.
11. Pemerintah menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan perusahaan.
12. Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah federal, pemerintah pusat, atau pemerintah
daerah.
13. Rumah tangga menyediakan jasa tenaga kerja bagi pemrintah.
14. Pemerintah membayar para pekerja dan tentara atau memberikan jaminan sosial kepada keluarga
yang berpendapatan rendah.
15. Pemerintah menyediakan barang dan jasa yang berguna bagi rumah tangga.
16. Rumah tangga membayar pajak kepada pemerintah.

7. peserta didik dapat menjelaskan pergeseran kurva permintaan


Faktor – faktor yang menyebabkan pergeseran kurva permintaan adalah SELAIN PERUBAHAN HARGA
BARANG ITU SENDIRI. Faktor – faktor tersebut ialah:
 Pendapatan atau penghasilan masyarakat (BERKORELASI POSITIF)
 Distribusi pendapatan masyarakat (BERKORELASI POSITIF)
 Selera konsumen terhadap barang (BERKORELASI POSITIF)
 Jumlah penduduk (BERKORELASI POSITIF)
 Prediksi masyarakat tentang kondisi di masa yang akan datang (BERKORELASI POSITIF)
 Adanya barang substitusi (BERKORELASI POSITIF)
 Adanya barang komplementer (BERKORELASI NEGATIF)
JIKA BERKORELASI POSITIF berarti peningkatan / kenaikan faktor tersebut akan menggeser kurva
permintaan ke kanan, dan Penurunan faktor tersebut akan menggeser kurva permintaan ke kiri.
Contoh : Kenaikan pendapatan masyarakat menyebabkan permintaan akan rumah meningkat, sehingga
kurva permintaan rumah akan bergeser ke kanan

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

JIKA BERKORELASI NEGATIF berarti peningkatan / kenaikan faktor tersebut akan menggeser kurva
permintaan ke kiri, dan Penurunan faktor tersebut akan menggeser kurva permintaan ke kanan.
Contoh : Kopi dan gula merupakan barang yang bersifat komplementer. Ketika harga gula naik, maka
konsumen akan mengurangi konsumsi gula (sesuai hukum permintaan) dan akibatnya, permintaan akan
kopi akan berkurang, sehingga kenaikan harga gula yang merupakan barang komplementer kopi
menyebabkan kurva permintaan kopi bergeser ke kiri.

8. Disajikan fungsi permintaan, peserta didik dapat menentukan jenis elastisitas dengan benar

Keterangan : ELASTISITAS (E)


Q = selisih jumlah barang
P = selisih harga barang
P = harga mula-mula
Q = jumlah barang mula-mula
Nilai
No Elastisitas Jenis Elastisitas
CATATAN : UNTUK MENENTUKAN JENIS ELASTISITAS
1 E>1 Elastis
PERMINTAAN, NILAI ELASTISITAS HARUS
2 E<1 Inelastis
DIMUTLAKAN (TANDA MINUS DIHILANGKAN)
3 E=1 Elastis Uniter
4 E=0 Inelastis Sempurna
5 E=∞ Elastis Sempurna
9. Disajikan fungsi permintaan dan data penawaran, peserta didik dapat menghitung titik
keseimbangan pasar dengan tepat

Keseimbangan pasar (Price Equillibrium) adalah harga yang terjadi apabila jumlah barang yang
diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Rumus keseimbangan pasar adalah sebagai berikut.

Pd = Ps atau Qd = Qs
Keterangan :
Pd = P untuk fungsi permintaan Qd = Q untuk fungsi permintaan
Ps = P untuk fungsi penawaran Qs = Q untuk fungsi penawaran.
Contoh:
Fungsi permintaan P = 1000 – 20Q dan fungsi penawaran P = -600 + 20Q. Tentukan besarnya
keseimbangan!
Jawab:
Pd = Ps 1000 - 20 Q = -600 + 20 Q
-40 Q = - 1600
Q = 40 unit
Jika Q = 40, maka P = 1000 - 20 (40) = 200. Jadi keseimbangan pasarnya : Q = 40 dan P = 200
atau (40,200).
10. peserta didik dapat menentukan manfaat pasar modal bagi investor dengan tepat.

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

a. Untuk mengalirkan dana investasi kepada perusahaan tertentu yang menawarkan penjualan sebagian
saham ataupun modalnya

b. Nilai dari investasi dapat berkembang sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dari suatu Negara

c. Dapat meminimalisir resiko kebangkrutan maupun penggelapan dana karena para emiten atau
penawar surat-surat berharga yang tergabung dalam pasar modal biasanya memiliki rekam jejak yang
baik

d. Untuk memperoleh deviden atau keuntungan

e. Untuk mengambil alih kepemilikan dari suatu perusahaan

f. Untuk memperluas jaringan bisnis

g. Untuk menjual kembali instrumen modal yang sudah dimiliki

h. Memiliki hak suara pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) untuk menyatakan pendapat
mengenai kebijakan-kebijakan dari suatu perusahaan.

11. Disajikan data pernyataan tentang peran dan tugas utama OJK, peserta didik dapat menentukan
bentuk tindakan untuk melindungi konsumen/nasabah

Tugas OJK
1. Melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor
perbankan.
2. Melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
modal.
3. Melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor
perasuransian, dana pension, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya

Kewewnangan/Peran OJK dalam edukasi dan perlindungan konsumen


1. Edukasi kepada masyarakat dalam rangka pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat
2. Pelayanan pengaduan konsumen
3. Pembelaan hukum untuk kepentingan perlindungan konsumen dan masyarakat.

12. Disajikan komponen pendapatan nasional, peserta didik dapat menentukan pendapatan nasional
yang paling tepat
1. Komponen Pendapatan Nasional / Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
1. Metode Produksi atau Pendekatan Produksi (Produck Approach) adalah dengan
menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasa-jasa tersebut dijumlahkan.
Rumus :
PN = (P1Q1) + (P2Q2) + …. + (PnQn) Atau PN =  PnQn

dimana : PN = Pendapatan Nasional


Pn = Harga jual suatu produk
Qn = Hasil produksi
2. Metode Pengeluaran atau Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) adalah
dengan menjumlahkan pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor dalam
perekonomian, yaitu : Pengeluaran konsumsi (C), Pengeluaran Investasi (I), Pengeluaran
pembelian pemerintah (G), dan Ekspor (X), Impor (M) atau Expor netto (X-M).
Rumus : PN = C + I + G + (X – M)

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

3. Metode Pendapatan atau Pendekatan Pendapatan (Income Approach) adalah dengan


menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor produksi, yang terdiri dari sewa
(rent), upah dan gaji (wage and salary), bunga (interest), dan laba (profit).
Rumus :
PN = r + w + i + p

13. Disajikan komponen dan data keuangan tentang pendapatan nasional (GNP) dan Jumlah
penduduk suatu negara, peserta didik dapat menghitung pendapatan per kapita negara tersebut
dengan benar

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐺𝑁𝑃(𝑃𝑁𝐵)
GNP (PNB) Per Kapita =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘

14. Disajikan data GDP dari 2 tahun yang berbeda, peserta didik dapat menghitung laju pertumbuhan
ekonomi dengan tepat

𝐺𝐷𝑃 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 − 𝐺𝐷𝑃 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝐿𝑎𝑙𝑢


LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI =
𝐺𝐷𝑃 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑙𝑎𝑙𝑢
15. Disajikan data indeks harga yang diterima dan dibayar petani dari 3 daerah pada tahun tertentu,
peserta didik dapat menentukan pernyataan yang benar dari data indeks tersebut

 JIKA INDEKS YANG DITERIMA PETANI LEBIH BESAR DARI INDEKS YANG DIBAYAR PETANI, MAKA
PETANI DI DAERAH TERSEBUT PALING SEJAHTERA
 Selisih dari Indeks yang diterima petani dan indeks yang dibayar petani merupakan surplus bagi
petani
16. Disajikan beberapa kebijakan fiskal dan moneter, peserta didik dapat menentukan kebijakan
fiskal dan moneter untuk mengatasi inflasi

UNTUK MENGATASI INFLASI DIGUNAKAN KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL YANG BERSIFAT
KONTRAKTIF. Kebijakan Moneter merupakan kebijakan yang ditempuh dengan mengatur jumlah uang
beredar, sedangkan kebijakan Fiskal merupakan kebijakan yang ditempuh dengan instrument APBN dan
Pajak

INSTRUMEN KEBIJAKAN FISKAL KONTRAKTIF DAPAT BERUPA:


1. Meningkatkan pajak
2. Menurunkan Belanja Pemerintah
INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER KONTRAKTIF DAPAT BERUPA:
1. Politik diskonto atau suku bunga (Discount Policy) dengan menaikkan suku bunga
2. Politik pasar terbuka (Open market policy) dengan menjual surat berharga
3. Politik pagu kredit atau pembatasan kredit (Plafon credit policy) dengan membatasi pemberian
pinjaman / kredit
4. Politik cadangan kas atau giro wajib minimum (cash ratio poticy) dengan menaikkan cadangan kas

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

17. Disajikan data indeks harga konsumen tiga bulan suatu Negara, peserta didik dapat menentukan
tentang inflasi

Laju Inflasi =

18. Disajikan 5 pernyataan tentang dampak APBN terhadap sektor moneter, neraca pembayaran dan
sektor produksi, peserta didik dapat menentukan dampak APBN terhadap sektor moneter
Pengaruh di sektor moneter : APBN merupakan salah satu komponen dari uang primer (jumlah
uang beredar), sebab salah satu sektor penerimaan dalam APBN berasal dari pajak, dan sektor
pengeluaran APBN salah satunya adalah belanja pemerintah. Jadi, Perubahan komponen uang primer
akan mempengaruhi jumlah uang beredar di masyarakat, dimana sektor moneter sendiri ialah
mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat
Pengaruh di Sektor Neraca Pembayaran :
 Komponen penerimaan negara baik dari sektor migas maupun non migas dari kegiatan
ekspor – impor
 Defisit APBN dan transaksi berjalan akan ditutupi dari utang luar negeri, sebagai
konsekuensinya sebagian komponen pengeluaran dalam struktur APBN ialah cicilan hutang
beserta bunga pinjaman luar negeri
Pengaruh di sektor produksi : Dalam penerapan politik anggaran (kebijakan fiskal), Jika
pemerintah menerapkan kebijakan anggaran defisit dengan meningkatkan pengeluaran/belanja
negara yang salah satunya dialokasikan untuk pemberian subsidi akan mengakibatkan peningkatan
daya beli masyarakat. Efek berikutnya, Permintaan masyarakat akan barang dan jasa akan cenderung
meningkat sehingga mendorong dunia usaha (para produsen) meningkatkan kapasitas produksinya.
Adanya peningkatan kapasitas produksi dalam jangka panjang akan mendorong tingkat pertumbuhan
ekonomi secara nasional.

19. Disajikan data tentang luas tanah dan bangunan milik dua orang di lokasi yang berbeda, peserta
didik dapat menentukan besarnya pajak bumi dan bangunan yang harus dibayar

Nilai Jual Objek Pajak Kena Pajak (NJOPKP) = Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau Seluruh Objek
Pajak yang tersedia – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP)

Besar PBB Terutang = % 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐽𝑢𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑛𝑎 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 (𝑁𝐽𝐾𝑃)𝑥 %𝑇𝑎𝑟𝑖𝑓 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑥 𝑁𝐽𝑂𝑃𝐾𝑃

Catatan : *Besar %NJKP = apabila NJOP-nya ≥ Rp1.000.000.000,00 adalah 40%


apabila NJOP-nya < Rp1.000.000.000,00 adalah 20%
*Besar Tarif Pajak = 0,5%

20. Disajikan permasalahan ketenagakerjaan, peserta didik dapat menentukan cara mengatasi salah
satu dari masalah pengangguran

Cara mengatasi pengangguran :


 Perluasan kesempatan kerja baik dengan memperluas produksi, meningkatkan investasi,
penyediaan sarana dan prasarana untuk berusaha, dan menigkatkan kegiatan ekspor – impor
 Menggalangkan program padat karya
 Menggunakan teknologi tepat guna dalam proses produksi
 Memperbaiki mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
 Pengendalian laju pertumbuhan penduduk

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

 Penyediaan informasi tentang kebutuhan tenaga kerja

21. Disajikan masalah ekonomi yang sedang terjadi di suatu negara, kemudian pemerintah
menerapkan kebijakan fiskal tertentu, peserta didik dapat menentukan kebijakan fiskal untuk
mengatasi masalah ekonomi

No Moneter Ekspansif Moneter Kontraktif


1 Digunakan ketika suatu negara dilanda deflasi Digunakan ketika suatu negara dilanda inflasi
2 Bertujuan untuk meningkatkan jumlah uang beredar Bertujuan untuk menurunkan jumlah uang beredar
(Politik Diskonto / Discount Policy) menurunkan (Politik Diskonto / Discount Policy) menaikkan suku
3 suku bunga bunga
(Politik pasar terbuka /Open market policy) (Politik pasar terbuka /Open market policy)
4 membeli surat berharga menjual surat berharga
(Pagu Kredit / Plafon credit policy) mengekspansi (Pagu Kredit / Plafon credit policy) membatasi
5 pemberian pinjaman / kredit pemberian pinjaman / kredit
(Politik cadangan kas / giro wajib minimum / cash (Politik cadangan kas / giro wajib minimum / cash
6 ratio poticy) menurunkan cadangan kas ratio poticy) menaikkan cadangan kas

No Fiskal Ekspansif / Kebijakan Anggaran Surplus Fiskal Kontraktif / Kebijakan Anggaran Defisit

1 Digunakan ketika suatu negara dilanda deflasi Digunakan ketika suatu negara dilanda inflasi
2 Menurunkan jumlah penerimaan pajak Meningkatan jumlah penerimaan pajak

3 Meningkatkan jumlah pengeluaran pemerintah Meningkatkan jumlah pengeluaran pemerintah

22. Disajikan faktor-faktor pendorong dan manfaat perdagangan internasional, peserta didik dapat
menentukan maanfaat perdagangan internasonal

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional :


 Adanya perbedaan harga antara negara yang satu dengan negara lainnya
 Keanekaragaman kondisi geografis
 Penghematan biaya produksi
 Perbedaan selera masyarakat
 Perbedaan teknologi produksi
Manfaat Perdagangan Internasional :
 Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri
 Memperluas jangkauan pasar
 Mengimpor / pertukaran penerapan alih teknologi
 Memperoleh manfaat dari spesialisasi perdagangan
 Sumber Penerimaan negara
 Menambah Kesempatan kerja
 Menstabilkan harga barang
 Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan ekspor

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

23. Disajikan data keuangan koperasi dan data simpanan serta belanja anggota, peserta didik mampu
menghitung SHU yang diterima dengan benar

𝑆𝑖𝑚𝑝𝑎𝑛𝑎𝑛 𝐴𝑛𝑔𝑔𝑜𝑡𝑎
A. SHU Jasa Modal = 𝑆𝑖𝑚𝑝𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑆𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝐴𝑛𝑔𝑔𝑜𝑡𝑎 𝑘𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 x (% Jasa modal) x Jumlah SHU

𝑇𝑟𝑎𝑛𝑠𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐴𝑛𝑔𝑔𝑜𝑡𝑎
B. SHU Jasa Anggota = 𝑇𝑟𝑎𝑛𝑠𝑎𝑘𝑠𝑖 𝑆𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝐴𝑛𝑔𝑔𝑜𝑡𝑎 𝑘𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 x (% Jasa Anggota) x Jumlah SHU

TOTAL SHU ANGGOTA = SHU Jasa Modal + SHU Jasa Anggota

24. Disajikan 5 data transaksi internal dan eksternal, peserta didik dapat mengidentifikassi transaksi
internal/eksternal dengan benar

Transaksi Internal : Transaksi yang terjadi pada lingkungan atau lingkup perusahaan itu sendiri
dan tidak melibatkan pihak luar. Contoh : Pemakaian Perlengkapan, Penyusutan aktiva tetap, dll.
Transaksi Eksternal : Transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan /
pihak luar. Contoh : Pembelian perlengkapan, pembayaran beban sewa, pemberian jasa kepada
pelanggan, pembelian barang dagangan.

25. Disajikan pernyataan tentang transaksi keuangan, peserta didik dapat menentukan mekanisme
debet dan kredit yang tepat.

Bertambah Berkurang
Rekening / Perkiraan Saldo normal
dicatat dicatat

1.a. Aktiva atau Harta Debit Kredit Debit

1.b. Kontra Aset / Aktiva / Harta Kredit Debit Kredit


(contoh : Akumulasi penyusutan aktiva
tetap)

2. Kewajiban atau utang Kredit Debit Kredit

3.a. Modal atau Ekuitas Kredit Debit Kredit

3.b. Pengambilan prive pemilik Debit Kredit Debit


(kebalikan dari Modal)

4. Pendapatan Kredit Debit Kredit

5. Beban atau biaya Debit Kredit Debit

26. Peserta didik dapat menyusun persamaan akuntansi yang tepat.

AKTIVA = PASSIVA
Harta = Utang + Modal

27. Disajikan jurnal umum, peserta didik dapat menentukan posting buku besar dengan benar

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

28. Disajikan sebagian data Neraca Saldo dan 2 (dua) data penyesuaian, peserta didik dapat
menyusun Jurnal Penyesuaian dengan tepat

No Macam Penyesuaian Jurnal Penyesuaian

a. Pemakaian perlengkapan (Jumlah yang disesuai Beban perlengkapan Rp. xxx


kan adalah jumlah yang terpakai)
Perlengkapan Rp. xxx

b. Piutang pendapatan/pendapatan yang masih Piutang …… Rp. xxx


harus diterima
Pendapatan ….. Rp. xxx

c. Utang beban/beban yang masih harus dibayar Beban .… .. Rp. xxx

Utang .…… Rp. xxx

d. Utang pendapatan/pendapatan diterima di


muka

1) Saat penerimaan / di Neraca Saldo dicatat .... diterima di muka Rp. xxx
sebagai utang (jumlah Yang disesuaikan
adalah jumlah yang sudah terlampaui) Pendapatan .… Rp. xxx

2) Saat penerimaan / di Neraca Saldo dicatat Pendapatan .… Rp. xxx


sebagai pendapatan

(jumlah yang disesuaikan adalah jumlah .... diterima di muka Rp. xxx
yang belum terlampaui)

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

e. Beban dibayar di muka

1) Saat pembayaran / di Neraca Saldo dicatat Beban .… Rp. xxx


sebagai harta (jumlah Yang disesuaikan
adalah jumlah yang sudah terlampaui) .... dibayar di muka Rp. xxx

2) Saat pembayaran / di Neraca Saldo dicatat .... dibayar di muka Rp. xxx
sebagai beban (jumlah Yang disesuaikan
adalah jumlah yang belum terlampaui) Beban .… Rp. xxx

g. Penyusutan aktiva tetap Beban penyusutan .… Rp. xxx

Akumulasi penyusutan..… Rp. xxx

29. Disajikan data keuangan laporan perubahan modal perusahaan, peserta didik dapat menghitung
modal pendapatan/prive/beban perusahaan dengan benar

Laba / Rugi = Pendapatan – Beban

*Jika hasil (+) berarti laba, jika hasil (-) berarti rugi

Modal Akhir = Modal Awal + Pendapatan – Beban – Rugi


Modal Akhir = Modal Awal + (Laba / Rugi) - Prive

30. Disajikan kerta kerja suatu perusahaan, peserta didik dapat menentukan penyusunan kertas yang
tepat

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

31. Disajikan data laporan keuangan, peserta didik dapat menghitung laporan laba-rugi perusahaan
jasa dengan benar

MATERI SAMA SEPERTI NOMOR 29

32. Disajikan 5 data transaksi jurnal khusus, peserta didik dapat membuat jurnal khusus dengan benar

Jurnal khusus perusahaan dagang:


1. Jurnal Penerimaan kas: khusus mencatat transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas
2. Jurnal Pengeluaran kas : khusus mencatat transkasi yang berhubungan dengan pengeluaran kas
3. Jurnal Pembelian : khusus mencatat transaksi pembelian barang dagang secara kredit.
4. Jurnal Penjualan : khusus mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit.

Pencatatan
Jurnal Khusus
Akun didebit Akun dikredit

1. Jurnal penerimaan kas Kas dan Potongan Penjualan Penjualan, Piutang dagang, Serba-
serbi / rekening lain (Pendapatan,
Retur pembelian, utang bank dan
sebagainya)

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

2. Jurnal pengeluaran kas Pembelian, Utang dagang, Serba- Kas dan Potongan Pembelian
serbi / rekening lain (Beban,
Perlengkapan, Peralatan, retur
penjualan dsb)

3. Jurnal pembelian Pembelian, Serba-serbi / rekening Utang dagang


lain (Perlengkapan, Peralatan dan
aktiva lainnya)

4. Jurnal penjualan Piutang dagang Penjualan

33. Disajikan sebagian data Neraca saldo disesuaikan, peserta didik dapat menentukan jurnal
penyesuaian dengan benar

SAMA DENGAN NOMOR 28, TAMBAHAN JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAN


DAGANG:

h. Persediaan Barang Dagangan

1) Metode/Pendekatan Ikhtisar L/R Ikhtisar L/R Rp. xxx

Persed.barang dagangan (awal) Rp. xxx

Persed.barang dagangan (akhir) Rp. xxx

Ikhtisar L/R Rp. xxx

2) Metode/Pendekatan Harga pokok penjualan Harga pokok penjualan Rp. xxx

Persed.barang dagangan (awal) Rp. xxx

Pembelian Rp. xxx

Beban angkut pembelian Rp. xxx

Persed.barang dagangan (akhir) Rp. xxx

Retur pembelian dan PH Rp. xxx

Potongan pembelian Rp. xxx

Harga pokok penjualan Rp. xxx

34. Disajikan data keuangan laporan laba rugi perusahaan dagang, peserta didik dapat menghitung
laba bersih sebelum pajak/laba bersih setelah pajak.

PD xxx

Laporan laba/Rugi

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2017

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Penjualan Rp…………….

Retur penjualan dan Potongan penjualan Rp …………… -

Penjualan bersih Rp ……………

Harga Pokok Penjualan Rp ……….... -

Laba kotor Rp ……………

Beban Usaha (Beban penjualan & Beban admi. dan umum) Rp …………… -

Laba usaha Rp ……………

Pendapatan di luar usaha Rp …………… +

Rp ……………

Beban di luar usaha Rp …………… -

Laba bersih sebelum pajak Rp ……………

Pajak penghasilan Rp …………… -

Laba bersih setelah pajak Rp ……………

===========

35. Disajikan data keuangan 2 perusahaan, peserta didik dapat membandingkan nilai modal pada
neraca saldo setelah penutupan baik ketika laba maupun ketika rugi

Ketika Perusahaan mengalami laba, berarti akan menambah jumlah modal perusahaan sehingga
jumlah akun modal pada neraca saldo setelah penutupan akan bertambahnya nilainya di sebelah
kredit.
Ketika Perusahaan mengalami Rugi, berarti akan menambah jumlah modal perusahaan sehingga
jumlah akun modal pada neraca saldo setelah penutupan akan bertambahnya nilainya di sebelah
kredit.

URAIAN
36. Disajikan data Pendapatan Nasional suatu Negara, peserta didik dapat menghitung Personnal
Income/Disposible Income/Transfer Paymen

Produk Domestik Bruto / Gross Domestic Product (PDB / GDP)


(+) Pendapatan faktor Produksi domestik yang ada di luar negeri
(-) Pembayaran fakor Produksi luar negeri yang ada di dalam negeri
(Selisih dari keduanya sering disebut juga Pendapatan Netto Faktor Luar Negeri)

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

Menghasilkan Produk Nasional Bruto / Gross National Product (PNB / GNP)


(-) Penyusutan / Depresiasi
Menghasilkan Produk Nasional Netto / Net National Product (PNN / NNP)
(+) Subsidi
(-) Pajak Tidak Langsung
Menghasilkan Pendapatan Nasional / Net National Income (PN/NNI)
(+) Pendapatan bunga
(+) Pembayaran transfer (transfer payment)
(-) Laba ditahan
(-) Pembayaran Asuransi
(-) Pembayaran Jaminan Sosial
Menghasilkan Pendapatan Perseorangan / Personal Income
(-) Pajak Langsung
Menghasilkan Pendapatan yang siap dibelanjakan / disposable income

37. Disajikan data tarif pajak dan penghasilan seseorang, peserta didik dapat menghitung pajak
penghasilan dengan tepat

Perhitungan PPh 21 2016 selalu disesuaikan dengan tarif PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
terbaru yang ditetapkan DJP. PTKP 2016 ( PTKP terbaru ) yang tercantum pada Peraturan Direktur
Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah sebagai berikut:

Rp 54.000.000,- per tahun atau setara dengan Rp 4.500.000,- per bulan untuk wajib pajak orang
pribadi.
Rp 4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp 375.000,- per bulan tambahan untuk wajib pajak
yang kawin (tanpa tanggungan).
Rp 4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp 375.000,- per bulan tambahan untuk setiap
anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus atau anak angkat, yang
menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (orang) untuk setiap keluarga.

Adanya penyesuaian tarif PTKP 2016 ( PTKP terbaru ) tersebut, membuat cara penghitungan PPh 21
juga mengalami perubahan

Tarif PPh Pasal 21


No Penghasilan Kena Pajak Tarif
1 s.d. Rp50.000.000,00 5%
2 Rp50.000.000,00 s.d. Rp250.000.000,00 15%
3 Rp250.000.000,00 s.d. Rp500.000.000,00 25%
4 diatas Rp500.000.000,00 30%

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018


Rangkuman Kisi – Kisi USBN LM Ekonomi - XII MIPA – 2018

38. Disajikan data impor barang, peserta didik dapat menghitung nilai impor barang yang di lakukan
oleh salah seorang pengusaha
(ditinjau dari sisi konsumen)
Kurs Beli : Nilai kurs yang digunakan konsumen untuk menjual Valuta asing yang dimilikinya
Kurs Jual : Nilai kurs yang digunakan konsumen untuk membeli Valuta asing yang diinginkan

39. Disajikan data Neraca Saldo sebagaian dan 3 transaksi penyesuaian, peserta didik dapat
menganalisis/menyusun jurnal penyesuaian dengan tepat

SAMA SEPERTI NOMOR 28

40. Disajikan data keuangan, peserta didik dapat menghitung pembelian bersih, barang siap jual dan
Harga Pokok Penjualan dengan tepat

Pembelian Bersih = 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 + 𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝐴𝑛𝑔𝑘𝑢𝑡 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 − 𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 −


𝑃𝑜𝑡𝑜𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑙𝑖𝑎𝑛

Barang Siap Dijual = 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑤𝑎𝑙 + 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

Harga Pokok Penjualan = 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑤𝑎𝑙 + 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ − 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟

Copyright © Christoffer Hosea Situmorang - 2018