Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

SISTEM PEMANTAUAN SUHU BODY TRANSFORMATOR PLN


BERBASIS INTERNET

BIDANG KEGIATAN:
PKM KARSA CIPTA

Diusulkan oleh :

Ade Putra Pratama Angkatan 2017


xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxx Angkatan xxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxx Angkatan xxxx

FAKULTAS TEKNIK ELEKTRONIKA


UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
2019

i
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.....................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................iii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah .......................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah .................................................................................................2
1.3. Tujuan Program .....................................................................................................2
1.4. Kegunaan Program ................................................................................................2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Transformator .......................................................................................................3
2.2 Solar cell................................................................................................................3
2.3 Modul GPRS..........................................................................................................4
2.4 Mikrokontroller ....................................................................................................5
2.5 Sensor Suhu DS18B20 .........................................................................................5
BAB 3. METODE PELAKSANAAN
3.1 Pengumpulan Informasi.........................................................................................6
3.2 Identifikasi Masalah ............................................................................................7
3.3 Studi Literatur ………….......................................................................................7
3.4 Perancangan Sistem .............................................................................................7
3.5 Pembuatan Perangkat Keras ................................................................................7
3.6 Pemrograman dan Pengolahan Data ....................................................................7
3.7 Pengujian dan Evaluasi ........................................................................................8
3.8 Pembuatan Laporan .............................................................................................8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya......................................................................................................8
4.2 Jadwal Kegiatan.....................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................9
LAMPIRAN

1
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Konstruksi Transformator Distribusi.............................................................3


Gambar 2. Diagram Solar Sel.........................................................................................4
Gambar 3. Modul SIM900..............................................................................................4
Gambar 4. Mikrokontroler ATmega 328P.......................................................................5
Gambar 5. Konfigurasi supply DS18B20.......................................................................5
Gambar 6. Alur Metodologi............................................................................................6
Gambar 7. Rancangan Sistem.........................................................................................7
Gambar 8. Blok Diagram Perangkat Lunak..................................................................22

2
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Seperti pada umumnya suatu pembangkit listrik, dalam operasinya suatu
pembangkit listrik melakukan beberapa kegiatan rutin perawatan, pengecekan,
perbaikan dan operasi lainnya. Kegiatan rutin tersebut dilakukan guna
memperpanjang masa suatu alat. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan adalah
pengecekan suhu body transformator. Namun dalam pelaksanaanya masih
menggunakan sistem pengecekan suhu body transformatorsecara manual dengan
mendatangi ke semua transformator.
Transformator adalah salah satu peralatan yang cukup mahal yang
terpasang dipusat pembangkit dan Gardu Induk. Sebagian besar kumparan-
kumparandan body transformator termasuk bagian inti transformator, terutama
trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena trafo mempunyai sifat sebagai
isolasi dan media pemindah, sehingga body transformatortersebut berfungsi
sebagai pelindung sekaligus isolasi transformator yang terdapat dibagian luar.
Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-
rugi besi dan rugi-rugi tembaga. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan
suhu yang berlebihan, akan merusak isolasi (di dalam transformator). Karena
pengaruh naik turunnya beban transformator, kerusakan isolasi, maupun suhu
udara luar, maka suhu tangki pun akan berubah-ubah mengikuti keadaan
tersebut.
Kenaikan temperature pada bagian-bagian transformator daya yang
terutama disebabkan oleh peningkatan beban, merupakan salah satu penyebab
meningkatnya penuaan (loss of life) isolasi transformator dengan kata lain
berkurangnya usiaoperasi suatu transformator daya terpasang. Kenaikan
temperature ini juga akan mengurangi kemampuan penbebanan transformator
daya, sehingga menyebabkan transformator tidak bisa digunakan sesuai dengan
usia yang semestinya.
Hal diatas mendasari penulis untuk memperbaiki sistem tersebut dari
sistem manual ke sistem pemantauan online. Sehingga harapannya pemantauan
suhu body transformator tersebut dapat dilakukan secara jarak jauh serta tidak
memerlukan waktu dan pekerja yang banyak.

1.2 Perumusan Masalah


Adapun permasalahan yang akan dibahas pada program ini adalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana merancang rangkaian untuk mendeteksi suhu?
2. Bagaimana merancang rangkaian untuk mendeteksi tegangan baterai?
3. Bagaimana merancang sistem pengisian baterai power bank dari solar cell?
4. Bagaimana merancang rangkaian pembacaan tegangan baterai untuk
dijadikan indikator prosentase kapasitas baterai?

3
5. Bagaimana merancang sistem mikrokontroller dengan sistem komunikasi
GPRS?
6. Bagaimana merancang komunkasi sistem mikrokontroller dengan system
web ?

1.3 Tujuan Program


Berdasarkan latar belakang masalah, serta tinjauan fakta literatur yang ada, maka
tujuan dari program ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk membantu para pekerja memantau kondisi suhu transformator yang
sedang berkerja.
2. Mempersingkat waktu untuk melakukan pemantauan transformator.
3. Peringatan dini panas berlebih pada transformator.

1.4 Luaran yang diharapkan


Luaran yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya sebuah
sebuah rancang bangun pemantauan temperaturebody transformator yang dapat
diakses melalui web secara jarak jauh tanpa harus mendatangi lokasi
transformator.

1.5 KegunaanProgam
Kegunaan dari program kreatifitas mahasiswa karsa cipta ini adalah:
1. Bagi Masyarakat
a. Teknologi ini dapat menjadi dasar pengenalan yang diterapkan dalam
pemantauan transformator PLN.
b. Sebagai media bagi masyarakat untuk lebih mengetahui cara yang mudah
untuk memantau suhu transformator PLN.
2. Bagi Pengelolah Tranformator
a. Memudahkan dalam pemantauan transformator.
b. Meningkatkan sistem keamanan transformator.
c. Menurunkan tingkat kebakaran transformator dengan alarm dini.
d. Meningkatkan kinerja monitoring transformator.
3. Bagi Mahasiswa
a. Dapat meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan seorang mahasiswa
dalam mendapatkan dan menangani suatu masalah.
b. Mengimplementasikan mata kuliah kepada masyarakat agar ilmu yang
diberikan selalu mengalir demi bangsa yang maju.
c. Meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar untuk
mewujudkan bangsa yang sejahtera.

4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Transformator
Transformator merupakan suatu alat listrik yang dapat memindahkan
dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian
listrik yang lain (belitan primer ke belitan sekunder) melalui sebuah gandengan
magnet. Transformator digunakan secara luas, baik dalam bidang tenaga listrik
maupun elektronika. Penggunaannya dalam sistem tenaga memungkinkan
dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap keperluan
misalnya, kebutuhan akan tegangan tinggi dalam pengiriman daya listrik jarak
jauh.

Gambar 1. Konstruksi Transformator Distribusi.

Transformator juga tidak lepas dari kerusakan melihat fungsinya yang


juga sangat fital di dalam bidang tenaga listrik. Rusaknya peralatan yang
disebabkan oleh gangguan yang akan mengakibatkan terjadinya
ketidaknormalan pada sistem daya. Pada dasarnya suatu gangguan adalah
setiap keadaan sistem yang menyimpang dari normal. Salah satu kejala
terjadinya kerusakan adalah kenaikan temperature pada transformator.
Kenaikan temperature pada sebuah transformator dikarenakan oleh beberapa
penyebab diantaranya:
 Adanya hubung singkat antar belitan (lilitan) pada kumparan yang sama
terhadap kumparan yang lain.
 Adanya hubung singkat yang terjadi antara lapisan inti (laminasi-
laminasinya).
 Karena berkurangnya volume minyak transformator akibat dari adanya
kebocoran.
Suatu kendala teknik yang menyebut bahwasanya kumparan
transformator tidak diperbolehkan untuk mengalami pemanasan yang
berlebihan.

2.2 Solar cell

5
Solar cell merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonversi
sinar matahari menjadi arus listrik. Energi matahari sesungguhnya merupakan
sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan
(sustainable) serta jumlahnya yang sangat besar. Matahari merupakan sumber
energi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa
depan setelah berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta
tidak ramah terhadap lingkungan. Jumlah energi yang begitu besar yang
dihasilkan dari sinar matahari, membuat solar cell menjadi alternatif sumber
energi masa depan yang sangat menjanjikan. Solar cell juga memiliki kelebihan
menjadi sumber energi yang praktis mengingat tidak membutuhkan transmisi
karena dapat dipasang secara modular di setiap lokasi yang membutuhkan.

Gambar2. Diagram Solar Sel

Dengan dilengkapi solar cell membuat perangkat dapat berkerja tanpa


membutuhkan sumber listrik, sehingga dalam pemasangan di lapangan alat ini
dapat dengan mudah di gunakan.

2.3 Modul GPRS


Sistem pemantauan suhu body tranformator PLN yang dilakukan
menggunakan media internet guna mempermudah dalam melakukan

6
pengamatan. Dengan memanfaatkan modul GPRS SIM900 ini dapat di kontrol
dengan menggunakan AT command (GSM 07.07 ,07.05 and SIMCOM
enhanced AT Commands). Sehingga modul ini cocok digunakan untuk
melakukan komunikasi dengan mikrokontroler.

Gambar 3. Modul SIM900


Pada modul ini mendukung power on dan reset secara software dan
beberapa fitur seperti berikut:
o Quad-Band 850/ 900/ 1800/ 1900 MHz
o Dual-Band 900/ 1 900 MHz
o GPRS multi-slot class 1 0/8GPRS mobile station class B
o Compliant to GSM phase 2/2+Class 4 (2 W @850/ 900 MHz)
o Control via AT commands (GSM 07.07 ,07.05 and SIMCOM enhanced AT
Commands)
o Low power consumption: 1 .5mA(sleep mode)
o Operation temperature: -40°C to +85 °C

2.4 Mikrokontroler
Arduino Uno R3

7
Arduino uno adalah board mikrokontroler berbasis
Atmega328. Memiliki 14 pin input/output digital dimana 6 pin input
tersebut dapat digunakan sebagai output PWM, 6 pin analog, 16 MHz
osilator Kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol
reset.

Mikrokontoler Atmega 328P

Arduino uno R3 ini menggunakan mikrokontroler yang


dikontrol penuh oleh mikrokontroller Atmega328P. mikrokontroller
yang digunakan ini sudah dilengkapi dengan konverter sinyal analog
ke sinyal digital (ADC) sehingga tidak diperlukan penambahan ADC
eksternal. Pada gambar dibawah ini merupakan konfigurasi pin-pin
yang merupakan bagian dari mikrokontroller Atmega328P.

8
Gambar 4. Mikrokontroler ATmega328P

2.5 Sensor Suhu DS18B20


Sensor suhu DS18B20 adalah sensor suhu digital yang menyediakan 9-
12 bit (dapat diatur) pembacaan suhu dari benda kerja. DS18B20 merupakan
sensor yang yang sangat praktis karena hanya membutuhkan 1 pin I/O saja
untuk bisa bekerja sama dengan mikrokontroller dengan menggunakan
komunikasi 1 wire.

Gambar 5. Konfigurasi supply DS18B20

Karakteristik dari IC DS18B20 adalah sebagai berikut:

1. Dapat dikalibrasikan langsung ke dalam besaran Celsius.

2. Faktor skala linear +10mV/ .

3. Tingkat akurasi 0,5 . Saat suhu kamar (25 .).

4. Jangkauan suhu antara -55 . Sampai 150 .

5. Bekerja pada teganagan 4 volt sehingga 30 volt.

6. Arus kerja kurang dari 60 A.

7. Impedensi keluaran rendah 0,1Ω untuk beban 1 mA.

Sensor DS18B20 bekerja dengan mengubah besaran suhu menjadi


besaran tegangan. Tegangan ideal yang keluar dari DS18B20 mempunyai
perbandingan 100 setara dengan 1 volt. Sensor ini mempunyai pemanasan diri
(self heating) kurang dari 0.1 , dapat dioperasikan dengan menggunakan pawer
supplay tunggal dan dapat dihubungkan antar muka (interface) rangkain
control yang sangat mudah.(Arduino,2010) Mikrokontroler Ic DS18B20 dapat
langsung dihubungkan dengan PIN A. Dimana PIN A merupakan PIN
mikrokontroler yang dapat mengkonversi tegangan menjadi bilangan digital
(analog digial conversation) atau lebih dikenal dengan ADC.

9
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Metodologi dalam pembuatan sistem ini meliputi :

Tidek sesuai

Sesuai

Gambar 6. Alur Metodologi

3.1 Pengumpulan Informasi


Pada tahap ini dilakukan upaya memahami materi dari beberapa literatur
yang digunakan baik berupa buku, website atau jurnal ilmiah tentang:
 Perangkat keras yang mendukung
o Sensor Tegangan

10
o Sensor Suhu
 Komunikasi Data
o Komunikasi serial
o Komunikasi GPRS
 Perangkat lunak yang mendukung
o Bahasa pemrograman C++ (codevision AVR)
o Bahasa WEB ( html dan Java Script)
3.2 Identifikasi Masalah
Setelah didapatkan informasi yang dibutuhkan, selanjutnya diidentikasi
dan dirumuskan beberapa masalah yang akan diangkat dalam system ini adalah
sebagai berikut:
1. Pedenteksian sensor suhu pada transformator.
2. Pengaturan daya baterai agar penggunaan baterai efisien dan efektif.
3. Mikrokontroller di komunikasikan dengan web menggunakan perangkat
Ethernet.
4. Data dikirim dari internet menuju web via GPRS.

3.3 Studi Literatur


Pada tahap ini dilakukan upaya pemacahan masalah terhadap masalah
yang telah diidentifikasikan pada tahap sebelumnya melalui pengkajian lebih
dalam terhadap materi atau referensi yang mendukung baik besumber dari buku,
jurnal, karya ilmiah, penelitan maupun dari internet.

3.4 Perancangan Sistem


Pada tahap ini dilakukan perancangan system dalam segi hardware
maupun software yang sesuai dengan studi literature yang telah didapakan dan
kondisi lapangan.

Gambar 7. Rancangan Sistem

3.5 Pembuatan Perangkat Keras


Pada tahap kelima ini dilakukan pembuatan perangkay keras untuk
mendukung pembuatan sitem ini mulai dari input hingga output, beberapa
diantaranya adalah:
 Rangkaian Minimum Sistem
 Rangkaian Sensor Suhu dan Tegangan

11
 Rangkaian Pemutus Tegangan

3.6 Pemrograman dan Pengolahan Data


Pada tahap ini dilakukan pemrograman baik di minimum system
menggunakan Bahasa C serta komunikasi nya dengan web server dan pengolahan
data dari web server menuju ke antar muka web menggunakan java script dan
html.
3.7 Pengujian dan Evaluasi
Pada tahap ini akan dilakukan pengujian dari perbagian hardware yang telah
dibuat. Setelah pengujian perbagian selesai, maka akan dilanjutkan dengan
pengujian sistem secara keseluruhan. Pada tahap pengujian semua data dan
informasi yang didapat perlu dicatat untuk dilakukan analisa terhadap sistem

3.8 Pembuatan Laporan


Pembuatan laporan dimaksudkan untuk dokumentasi dari keseluruhan
pembuatan sistem pada monitoring body tranformator ini mulai dari perancangan
sampai pengujian sistem. Pada laporan juga disertakan data-data yang dapat
menunjukkan kemampuan dari sistem yang dibuat.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya

Tabel 1. Ringkasan Anggaran Biaya PKM-K


No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Peralatan penunjang, ditulis sesuai kebutuhan.
2 Bahan habis pakai, ditulis sesuai dengan kebutuhan.
3 Perjalanan, jelaskan ke mana dan untuk tujuan apa.
4 Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan, lainnya
Jumlah

4.2 Jadwal Kegiatan

Tabel 2. Jadwal Kegiatan


Bulan
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5
1 Perencanaan
2 Studi literatur
3 Pembelian perlengkapan
4 Desain mekanik dan hardware
5 Pembuatan mekanik dan hardware
6 Perancangan dan pembuatan software

12
7 Pengujian alat
8 Pembuatan laporan

DAFTAR PUSTAKA
Yuliantoro,Sugeng Ardian. 2012. Sistem Akuisisi Dan Komunikasi Data Multi
Node Untuk Monitoring Trafo. Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri
Surabaya.
Winoto, Ardi. 2010. Mikrokontroler AVR ATmega8/32/16/8535 dan
Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WinAVR. Bandung: Informatika.
Boxall, J., 2014, Tutorial Arduino and SIM900 GSM Modules, http:
//tronixstuff.com/2014/01/08/tutorial-arduino-and-sim900-gsm-modules/,
08 Januari 2014, diakses 04 Desember 2015.

13
Lampiran 5. Gambaran Teknologi Yang Hendak Diterapkembangkan.

Gambar 8.Blok Diagram Perangkat Lunak

14