Anda di halaman 1dari 44

BAB I : ILMU FIQIH

BAB II : THAHARAH
BAB III : SHALAT
BAB IV : JENAZAH
BAB V : ZAKAT
BAB VI : PUASA
BAB VII : HAJI DAN UMROH

BAB I : ILMU FIQIH


PENJELASAN TENTANG ILMU FIQIH

Fiqih dalam bahasa Arab artinya pengertian, dan dalam istilah ulama artinya ilmu yang membahas
hukum.hukum agama Islam diambil dari dalil.dalil tafsili atau dalil dalil yang terperinci.
Sumber Ilmu Fiqih
1. Al.Qur’an
Al.Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw yang sampai
kepada kita dari sumber.sumber yang terpercaya. Al.qur’an merupakan mukjizat terbesar yang
diberikan kepada rasul terakhir Muhammad saw, kitab suci agama islam yang akan terjaga
keasliannya hingga akhir zaman. Susunan bahasa dan gaya sastra al.qur’an yang tinggi menjadi bukti
kuat jika ayat.ayat dalam al.Qur’an bukanlah buatan manusia melainkan wahyu Allah.
2. As.Sunah
Sunah ialah perkataan, perbuatan, dan pengakuan Nabi kita Muhammad saw yang dapat dijadikan
dasar hukum Islam. Perkataan Nabi saw adalah sabda beliau saw yang dilantunkan dari lisan beliau
sendiri kepada para sahabat. Perbuatan Nabi saw adalah semua tindak tanduk perbuatan beliau yang
diriwayatkan oleh para sahabat, misalnya beliau mengajarkan kepada para shahabatnya bagaimana
cara sholat. Pengakuan Nabi saw ialah perbuatan para sahabat di hadapan Nabi saw yang dibiarkan
dan tidak dicegah oleh beliau, misalnya diamnya beliau sewaktu menyaksikan shahabat memakan
daging biyawak pada suatu masa.
Allah berfirman:
‫سوهل فتهخهذوهه توتماَ نتتهاَهكنم تعننهه تفاَنتتههوو‬
‫توتماَ آتتاَهكهم الرر ه‬
“Dan apa yang diberikan rasul kepadamu, terimalah ia, dan apa yang dilarang olehnya atasmu,
tinggalkanlah.” (al.Hasyr: 7)
Adapun hadist yang diriwayatkan para sahabat dan dapat diambil sebagai hukum untuk menghalalkan
sesuatu atau mengharamkannya adalah hadits shahih, kemudian hadits hasan. Perbedaan hadits shahih
dan hasan terletak pada kedhabithannya (kekuatan atau kecermatannya). Jika hadits shahih tingkat
dhabithnya harus tinggi, maka hadits hasan tingkat kedhabithannya (kekuatan atau kecermatannya)
berada dibawahnya. Hadits Hasan adalah tingkatan hadits yang ada dibawah hadits shahih. Hadits
Hasan juga merupakan hadits yang diriwayatkan oleh rawi terkenal dan disetujui keakuratannya oleh
sebagian besar pakar hadits. Sedangkan hadits dhaif (lemah) tidak bisa diambil sebagai keputusan
untuk menghukum yang halal dan haram tapi bisa digunakan sebagai pelengkap ibadah.
Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al.Kitab dan yang semisalnya
bersamanya,” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
3. Al.Ijma’
Ijma’ ialah kesepakatan para mujtahid atau ulama umat nabi Muhammad saw dalam suatu masa
setelah wafat beliau atas suatu hukum tertentu. Selanjutnya jika mereka telah mensepakati masalah
hukum tersebut, maka hukum itu menjadi aturan agama yang wajib diikuti dan tidak mungkin
menghindarinya. Contohnya Ijma’ para shahabat Nabi saw dimasa sayyidina Umar ra dalam
menegakkan sholat tarawih.
Allah berfirman:
‫صيِررا‬ ‫صلصصه تجتهنرتم تو ت‬
‫ساَتءنت تم ص‬ ‫سوتل صمن بتنعصد تماَ تتبتيِرتن لتهه انلههتدىى تويتتربصنع تغنيِتر ت‬
‫سصبيِصل انلهمنؤصمصنيِتن نهتوللصه تماَ تتتولرىى تونه ن‬ ‫ق الرر ه‬
‫شاَقص ص‬
‫توتمن يه ت‬
”Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan
yang bukan jalan orang.orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah
dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk.buruk tempat
kembali.” an.Nisa’ 115
Rasulullah saw bersabda: “Tidak bersepakat umatku atas kesesatan” (Abu Daud)
4. Al.Qiyas
Qiyas ialah persamaan hukum sesuatu yang tidak ada dalilnya dengan hukum sesuatu yang ada
dalilnya dikarnakan hampir bersamaan atau karena adanya persamaan hukum. Jumhur ulama
muslimin bersepakat bahwa qiyas merupakan hujjah syar’i dan selanjutnya mejadi sumber hukum,
contohnya:
Allah telah mengharamkan Khamr (arak), karena merusak Akal, membinasakan badan, menghabiskan
harta , Maka segala minuman yang memabukkan hukumnya haram dikiyaskan dari khamr (arak)
Rasulallah telah mewajibkan zakat ternak unta, sapi dan kambing. Maka segala hewan ternak yang
sejenis hewan tersebut diatas maka wajib dizakatkan contonya kerbau wajib dizakatkan dikiyaskan
dari sapi
Allah berfirman:
‫صفاَبعتصبرأروُا صياَ أأوُرليِ ابلصبب ص‬
‫صاَرر‬
“Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang.orang yang mempunyai
pandangan”. (al.Hasyr 2)

Hukum Agama
Hukum Agama dibagi menjadi lima bagian
1. Wajib
Wajib atau Fardhu ialah pekerjaan yang menghasilkan pahala bagi pelakunya dan berdosa bagi yang
tidak melakukanya seperti shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menunaikan ibadah Haji, dsb.
Wajib atau Fardhu merupakan suatu hal yang wajib atau harus dilakukan atas diri setiap muslim (akil
dan baligh) baik laki.laki atau perempuan dan terbagi menjadi dua bagian:
a) Wajib (Fardhu) ‘Ain
Wajib (Fardhu) ‘Ain: ialah wajib yang harus dilakukan atas diri setiap muslim (berakal sehat dan
baligh) baik ia laki.laki atau perempuan dan tidak dapat diwakili oleh siapapun karena ia mengandung
wajib yang berat, maka harus dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan terkecuali memiliki udzur yang
kuat, itupun wajib dilakukan walaupun dengan isyarat, atau menggantinya pada hari yang lain, atau
membayar fidhyah. Contohnya sholat lima waktu sehari semalam, puasa pada bulan Ramadhan,
membayar zakat dan melaksanakan ibadah haji jika mampu dsb.
b) Wajib (Fardhu) Kifayah
Fardhu Kifayah: yaitu pekerjaan yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Tetapi jika sudah ada
satu diantara sekian banyak orang yang sanggup mewakilinya, maka terlepaslah kewajibannya untuk
dilakukan, contohnya sholat jenazah.
2. Sunnah
Sunnah ialah suatu pekerjaan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak
berdosa. Sesuatu yang sunnah akan lebih baik jika dilaksanakan karena bisa menambal sulam
kekurangan ibadah kita. Sunnah ini sering juga disebut Mustahab yaitu sesuatu perbuatan yang
dicintai Allah dan Rasul.Nya, seperti sholat sunat rawatib (sebelum atau sesudah sholat fardhu), sholat
tahajjut, sholat tasbih, sholat dhuha, shalat tarawih dan sholat.sholat yang lainnya. Ada beberapa
sunah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah saw seperti sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha, shalat
gerhana dan sebagainya, ada lagi yang tidak selalu dikerjakan oleh Rasulullah saw, misalnya puasa
tasua’ pada tanggal 9 Muharram dsb
3. Haram
Haram ialah suatu larangan yang apabila ditinggalkan mendapat pahala dan jika dilakukan akan
berdosa. Setiap pelanggaran dari perbuatan yang dilarang itu dinamakan perbuatan ma’siat dan dosa,
diantaranya: minum arak, berzina, membunuh, berjudi, berdusta, menipu, mencuri, mencaci.maki dan
masih banyak lagi contoh contoh lainnya, dengan sangsi, jika seorang muslim mati dan belum sempat
bertaubat, menurut hukum agama ia akan disiksa karena dosa.dosa yang telah diperbuatnya.
4. Makruh
Makruh ialah sesuatu perbuatan yang dibenci didalam agama Islam, tetapi tidak berdosa jika , dan
berpahala jika ditinggalkan, misalnya memakan makanan yang membuat mulut menjadi bau seperti
memakan bawang putih, jengkol dan petai, merokok, melirik diwaktu shalat, shalat dalam keadaan
lapar dsb.
5. Mubah
Mubah dalam Syara’ ialah sesuatu pekerjaan yang boleh dilakukan atau boleh juga ditinggalkan. Jika
tidak berdosa dan jika dikerjakan tidak berpahala, misalnya makan, minum, tidur, mandi dan masih
banyak lagi contoh contoh lainya. Mubah dinamakan juga halal atau jaiz. Namun, kadang.kadang
yang mubah itu, bisa menjadi sunnah. Umpamanya, kita makan tetapi diniatkan untuk menguatkan
tubuh agar lebih giat beribadah kepada Allah, atau berpakaian yang bagus dengan niat untuk
menambah bersihnya dalam beribadah kepada Allah, bukan untuk ria’ atau menunjukkan
kesombongan dalam berpakaian dan lain sebagainya

Martabat Muslimin
Tingkatan atau martabat muslimin dibagi atas tiga bagian
1. Mujtahid
Berasal dari kata Ijtihada. Dari segi bahasa berarti bersungguh.sungguh, rajin, giat atau mencurahkan
segala kemampuan. Mujtahid adalah ulama yang ber.ijtihad atau berusaha dengan sungguh.sungguh
mengutip hukum hukum agama dari sumbernya yaitu al.Qur’an, as.sunnah, al.ijma’ dan al.qiyas.
seperti imam.imam empat madzhab, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafie’ dan Imam
Ahmad bin Hambal.
2. Muttabi’
Berasal dari kata ittab’a artinya mengikuti. Muttabi’ adalah ulama yang ber.ittiba’ atau mengikuti
pendapat mujtahidin dengan mengetahui dalil.dalilnya dari al.Qur’an, sunnah, ijma’ dan kiyas.
3. Muqallid
Berasal dari kata qallada artinya meniru. Muqallid adalah orang awam (tidak memiliki ilmu) yang
ber.taklid atau mengikuti pendapat mujtahidin tanpa mengetahui sumber dan dalilnya dari al.Qur’an,
sunnah, ijma’ dan kiyas. Orang yang tidak memiliki syarat ijtihad dan ittiba’ maka wajib baginya
bertaklid (mengikuti) kepada salah satu dari empat madzhab yang diakui atau bertaklid kepada
imam.imam mujtahid yang terkenal yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi`i,
dan Imam Hambali, dan tidak diperbolehkan bertaklid diluar dari empat madzhab tersebut diatas,
karena nisbat kebenaran selain dari empat madzhab tidak diakui oleh jumhur ulama. Dan bagi orang
awam yang tidak memiliki ilmu wajib betanya.
Allah berfirman:
‫سأ تهلوا أتنهتل اللذنكصر صإن هكنتهنم تل تتنعلتهموتن‬
‫تفاَ ن‬
”maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”
(an.Nahl: 43)

Pengutip / Pelopor Ilmu Fiqih


Pengutip atau pelopor ilmu Fiqih adalah mereka para ulama mujtahidin yang sungguh sungguh berusaha
dengan gigih mengutip ilmu Fiqih dari sumbernya. Mereka adalah para imam madzab yang empat.
1. Imam Abu Hanifah lahir di Kota Kufah pada tahun 80H dan wafat pada tahun 150H. Nama penuh
beliau ialah Abu Hanifah Al Nu’man Bin Tsabit dan mazhabnya disebut Hanafi
2. Imam Malik lahir di Madinah pada tahun 95H dan wafat pada tahun 179H. Nama penuh beliau ialah
Abu Abdullah Malik bin Anas bin Abu Amir dan mazhabnya disebut Maliki
3. Imam Syafie lahir di Ghazzah Palestina pada tahun 150H dibesarkan di Mekah dan wafat di Qorafah
pada tahun 204H. Nama penuh beliau ialah Abu Abdullah Muhamad Bin Idris Bin Abbas Bin Uthman
Bin Syafie Bin Sya’ibi Quraisyi Muthalibi (beliau dari keturunan Bani Hasyim bin Abdul Muthalib)
dan mazhabnya disebut Syafie. Keistimewaan Imam Syafie dibanding dengan Imam Mujtahidin
lainnya yaitu bahwa beliau merupakan peletak batu pertama ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya
Ar.Risaalah dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari mazhabnya ialah Al.Umm.
4. Imam Ahmad bin Hambal lahir di Baghdad pada tahun 164H dan wafat pada tahun 241H. Nama
penuh beliau ialah Abu Abdullah Ahmad Bin Muhammad Bin Hambal Bin Hilal Bin Asyadin
Syaibani dan mazhabnya disebut Hambali
Bolehkah bertaklid kepada selain 4 mazhab?
Taklid bukanlah tindakan atau sikap ikut.ikutan atau membebek, melainkan tindakan bijaksana dan
hati.hati dalam beragama. Yakni demi keselamatan umat Islam dan diri sendiri, seperti yang dilakukan
Imam Ghazali dan Imam Nawawi, mereka bertaklid kepada mazhab walaupun mereka adalah tergolong
Mujtahid.
Taklid adalah mengikuti pendapat seorang mujtahid yang telah menggali hukum dari sumber.sumber
aslinya, al.qur’an, sunnah, ijma’ dan kiyas. Taklid merupakan kewajiban bagi orang yang tidak mampu
mencapai tingkatan Mujtahid.
Dalam masalah taklid, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang muqallid (orang yang
bertaklid). Pertama, harus mengikuti salah satu dari empat mazhab resmi dalam Islam, yakni Hanafi,
Maliki, Syafie, atau Hanbali. Para Jumhur Ulama bersepakat bahwa dilarang bertaklid kepada selain
mazhab yang empat, walau untuk dikerjakan pribadi, apalagi untuk difatwakan.
Sekarang kenapa kita tidak boleh bertaklid selain dari 4 mazhab trb diatas?
Kita tidak boleh bertaklid selain 4 mazhab. Dalam hal ini, bukan berarti kita mengesampingkan ilmu dan
ijtihad ulama dari selain mazhab empat, namun disebabkan kurangnya sikap perhatian murid.murid selain
mazhab empat untuk menjaga pemikiran gurunya, sehingga dikhawatirkan terjadinya penyimpangan dan
perubahan.
Contohnya: Imam al.Laith bin Sa’ad adalah hidup sezaman dengan Imam Malik. Imam as.Syafie telah
menyatakan bahwa Imam AI.Laits lebih fakih daripada Imam Malik, tetapi sayang pengikut dan muridnya
(al.Laits) tidak menyebarkan pendapat.pendapatnya.
Di Iraq pula terdapat Sufyan al.Thauri yang tidak kurang martabat kefakihannya dari pada Imam Abu
Hanifah. Imam al Ghazali telah menganggapnya sebagai salah seorang Imam yang pintar di dalam fiqih.
Begitulah juga dengan Imam at.Tabari adalah seorang mujtahid. Beliau adalah imam di dalam fiqih, tafsir,
hadis dan tarikh. Mazhabnya mempunyai pengikut, tapi sayang kemudian habis dan putus.
Di kalangan keluarga Rasulullah saw pula terdapat Imam Ja’far as.Shadiq. Ia adalah mujtahid serta diakui
ahli sunnah. Begitu pula Mazhab Zaidiyah yang dianut sebagian kecil masyarakat Yaman, berasal dari
Imam Zaid bin Ali bin al.Husain. Dunia Islam bukan tidak mengakui kemampuan dan kehebatan kedua
Imam ja’far dan Zaid sebagai mujtahidin, karena selain sebagai pemikir Islam yang memiliki martabat
yang tinggi dalam tingkat keilmuan, beliau tergolong ulama yang saleh. Hanya saja, murid.muridnya
mengabaikan usaha gurunya, sehingga tak mampu menjaga hasil karya mereka.
Kemudian, ada 4 mazhab. Mengapa timbul mazhab mazhab lain? Kita tidak sebut selain empat mazhab
mereka adalah mazhab.mazhab yang sesat. Sebab dalam Islam lahir 73 mazhab (aliran). Dari 73 mazhab
itu ada 72 mazhab sesat. Hanya satu saja yang tidak sesat yang dikatakan aliran ahli sunnah wal jamaah.
Dari aliran itu timbul 4 mazhab. Inilah mazhab.mazhab yang sah, yang dianggap satu aliran yaitu
ahlisunnah wal jamaah.
Mazhab yang 4 ini dianggap satu, yang dikatakan mazhab yang berpegang pada ahli sunnah wal jamaah.
Perbedaan antara 4 mazhab hanya pada bab.bab furu’, bukan pada bab.bab pokok (hukum). Perbedaan
mereka bukan masalah.masalah aqidah, bukan masalah usuluddin, hanya bab furu’ ada kelainan sedikit.
Dan yang selain dari mazhab yang 4 ini, tidak terkenal. Kitab.kitab mereka tidak ada, dan banyak yang
sudah hilang, makanya tidak bisa dijadikan bahan rujukan. Adapun 4 mazhab ini ada kitab.kitab dan ada
rujukan mereka. Imam Malik ada kitabnya yang terkenal “Al.Muwattha’“. Imam Syafie ada kitabnya
Ar.Risaalah dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari mazhabnya yaitu Al.Umm.
Kedatangan pakar.pakar hadist adalah setelah datangnya para Imam Mazhab. Para Imam mazhab datang di
kurun yang pertama. Pakar.pakar hadist datang di kurun yang ke 3. Maka dari itu kebanyakan pakar.pakar
ilmu hadist mereka bermazhab. Mereka itu kebanyakannya bermazhab Syafi’e. Padahal hadist di kepala
mereka. Bahkan ada di kalangan mereka yang hafal Al Quran. Artinya tempat rujuk ada pada mereka.
Seharusnya mereka bisa dan mampu buat mazhab tetapi mereka tidak buat. Mereka bermazhab kepada
mazhab Syafi’i.
Karena sekarang ini, orang sangat mudah menolak mazhab. Sedangkan pakar hadist pun bermazhab.
Merujuk pada Mazhab Syafi’e. Jadi jangan mudah terpengaruh. Pakar hadist pun ikut mazhab. Masa kita
tidak ikut mazhab sedangkan kita ini, satu ayat pun tidak faham. Apalagi beribu.ribu hadist.
Pembagian Fiqih Islam
Fiqih Islam terbagi atas 4 bagian:
1. Ibadat
Ibadah artinya pengabdian dan penyembahan seorang Muslim terhadap Allah yang dilakukan dengan
merendahkan diri serendah.rendahnya dan dengan niat yang ikhlas menurut cara.cara yang ditentukan
oleh agama.
2. Muamalat
Muamalat ialah peraturan agama untuk menjaga hak milik manusia dalam tukar menukar barang atau
seuatu yang memberi manfaat dengan cara yang ditentukan agama agar tidak terdapat keterpaksaan
dari salah satu pihak, penipuan, pemalsuan, dan segala pendzaliman yang ada kaitannya dengan
peredaran harta dalam hidup bermasyarakat.
3. Munakahat
Munakahat ialah undang undang perkawinan atau akad yang menghalalkan pergaulan antara seorang
laki.laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk mendapatkan kebahagiaan rumah tangga dan
menyelesaikan pertikaian yang mungkin terjadi antara keduanya. Pada dasarnya pernikahan itu
diperintahkan oleh agama sesuai dengan ayat dibawah ini:
“Maka kawinilah wanita.wanita yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut
tidak dapat berlaku adil maka kawinilah satu saja” (an.Nisa’ 3)
4. Jinayat
Jinayat ialah perbuatan.perbuatan yang dilarang oleh agama dan dapat menimbulkan hukuman demi
untuk menjaga harta, jiwa serta hak azasi manusia.
Pembagian Ibadat
Ibadat dalam ilmu fiqih terbagi atas 5 bab:
1. Bab Thaharah
Thaharah dalam bahasa Arab artinya kesucian, dan dalam ilmu Fiqih artinya mengangkat hadast dan
menghilangkan najis. Mengangkat hadast kecil ialah dengan berwudhu’ sedangkan mengangkat
hadast besar harus dilakukan dengan mandi besar (mandi junub).
2. Bab Shalat
Shalat dalam bahasa artinya do’a dan dalam ilmu Fiqih ialah perkataan dan pekerjaan yang dimulai
dengan takbir (Allahu Akbar) dan diakhiri dengan taslim (memberi salam).
3. Bab As.shaum
As.shaum atau Ashiam: dalam bahasa artinya menahan diri dari sesuatu, dan dalam ilmu Fiqih artinya
menahan diri dari makan, minum dan segala yang membatalkannya dari mulai fajar sampai terbenam
matahari disertai dengan niat.
4. Bab Zakat
artinya pembersihan atau pertumbuhan dan dalam ilmu Fiqih ialah kadar harta yang tertentu yang
dikumpulkan dari harta seseorang yang tertentu dan dibagikan kepada golongan tertentu disertai niat.
5. Bab Haji
Haji dalam bahasa artinya menuju dan dalam ilmu Fiqih ialah berziarah ke Baitulllah di Makkah
untuk menjalankan manasik (pekerjaan) haji yang jatuh pada setiap bulan Dzul Hijjah.

BAB II : THAHARAH

1. ALAT DAN TUJUAN THAHARAH

Alat Thaharah Tujuan Thaharah


Alat thaharah ada 4 macam: Tujuan thaharah (kesucian) ada 4 :

1. Air 1. Wudhu
2. Tanah 2. Mandi

3. Batu 3. Tayammum

4. Penyamak 4. Menghilangkan najis

Pembagian Air
Air terbagi atas 5 bagian:

1. Air Bebas:

Air bebas ialah air yang bebas dari segala macam ikatan dan campuran. Hukumnya suci dan
mensucikan, contohnya air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, air salju, air embun dll.
Allah berfirman:
﴾٤٨﴿‫ستمآَصء تمآَرء طتههورار – الفرقاَن‬ ‫توتأنتزنلتناَ صمتن ال ر‬
Artinya: “dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih” (Qs al.Furqan ayat: 48)
‫ ههتو تال ل‬:‫سلرتم تعنن تماَصء البتنحصر فتتقاَتل‬
، ‫ اتنلصحلل تمنيِتتتههه )حسن صحيِح‬،‫طههوهر تماَهؤهه‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه وآله تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫ضتي اه تعننهه ه‬
‫سئصتل النتبصلي ت‬
(‫الترمذي وغيِره‬
Dari Abu Hurairah ra, ketika Rasulallah saw ditanya tentang air laut beliau bersabda “Ia suci dan
bangkainya halal” (HR at.Tirmidzi dll. hadits hasan shahih)
2. Air Terjemur
Air terjemur ialah air yang disimpan di dalam bejana atau wadah terbuat dari logam (bukan emas dan
perak), terjemur di terik matahari di negeri yang panas. Hukumnya suci dan mensucikan tapi makruh
untuk dipakai berwudu’ dan mandi semasih air itu panas, dan tidak makruh jika dipakai untuk
mencuci. Karena disangsikan bisa menimbulkan penyakit sopak atau belang.
‫ تدنع تماَ يتصريبهتك إصتلى تماَ لت يتصريبهتك )حسن صحيِح الترمذي‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫اه تعننهه تقاَتل تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫ضتي ر‬
‫سن نبصن تعلصيي تر ص‬
‫تعصن التح ت‬
(‫والنساَئي‬
Dari Hasan Bin Ali ra, Rasulallah saw bersabda:“”Tinggalkan apa apa yang meragukan kepada yang
tidak meragukan” (HR at.Tirmidzi – an.Nasai – hadits hasan shahih)
Memakai air yang terjemur panas untuk berwudhu’ dan mandi merupakan hal yang diragukan yaitu
bisa menimbulkan penyakit sopak. Begitu pula menggunakan air yang terlalu panas dan terlalu dingin
hukumnya makruh untuk berwudhu’ dan mandi karena tidak bisa diresapkan ke anggota tubuh dan
tidak bisa sempurna wudhu’ dan mandi seseorang.
3. Air Bekas
Air bekas ialah air yang sedikit bekas dipakai untuk berwudhu’ dan mandi atau bekas menghilangkan
kotoran. Air ini setelah digunakan tidak berobah bentuknya dan tidak bertambah banyaknya.
Hukumnya suci tapi tidak mensucikan. Hukum ini diterapkan karena belum pernah dilakukan oleh
para shahabat Nabi saw mengumpulkan air bekas dipakai wudhu’ atau mandi dalam perjalanan
mereka untuk digunakan kembali sedang mereka sangat membutuhkanya.
4. Air Berubah
Air berubah ialah air yang berubah karena bercampur dangan sesuatu benda yang suci sehingga
berobah nama air itu, contohnya air teh, air kopi dsb. Hukumnya suci tapi tidak mensucikan. Adapun
air yang berobah karena bercampur dengan sedikit dari benda suci dan tidak merobah nama air
tersebut, maka hukumnya suci dan menyucikan, boleh digunakan untuk berwudhu karena Nabi saw
pernah berwudhu dengan air dari wadah yang masih terdapat bekas serbuk tepung. Begitu pula air
yang berubah warnanya karena bercampur lumut, tanah merah, dan daun2an hukumnya suci dan
mensucikan karena kesulitan terhidarnya dari semua itu.

5. Air Najis

Air najis ialah air yang kena najis. Jika air itu sedikit jumlahnya yaitu kurang dari qullatain (dua
Qullah) maka hukumnya menjadi najis tanpa syarat, tapi jika air itu banyak yaitu lebih dari dua qullah
maka hukumnya tidak najis kecuali jika berubah warna, rasa dan baunya.
‫ إصتذا بتلتتغ انلتماَهء قهلرتتنيِصن لتنم يتنحصمنل تخبترثاَ )حديث حسن‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ تعنن أتصبيِصه أترن النتبصري ت‬، ‫اص نبصن هعتمتر‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫اص نبصن تعنبصد ر‬
‫تعنن هعبتنيِصد ر‬
(َ‫الشاَفعي و الترمذي وغيِرهما‬
Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Umar ra, Rasulallah saw bersabda; “Jika air telah mencapai dua
qullah, tidak membawa najis (HR Syafi’i, at.Tirmidhi dll – hadits hasan).
Ada beberapa najis yang dimaafkan yaitu najis yang tidak bisa dilihat oleh mata, seperti asap dan uap
yang keluar dari benda yang najis atau menajiskan, sedikit dari bulu binatang yang najis dan debu dari
pupuk kotoran binatang. Semua najis ini dimaafkan karena kesulitan untuk menghidarinya. Begitu
pula dimaafkan bangkai binatang yang tidak mengalir darahnya seperti lalat, nyamuk dsb.
‫ب صفي إصتناَصء أتتحصدهكنم فتنليِتنغصم ن‬
‫سهه هكلرهه ثهرم لصيِتنطترنحهه فتإ صرن‬ ‫ إصتذا توقتتع اللذتباَ ه‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫ تقاَتل تر ه‬،‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
(‫شتفاَرء توصفي انلتخصر تدارء )رواه البخاَري‬ ‫صفي أتتحصد تجتناَتحنيِصه ص‬
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulallah saw bersabda: “Jika jatuh seekor lalat pada minuman
kalian maka celupkanlah seluruhnya lalu angkatlah, karena di salah satu sayapnya terdapat
penyembuhan dan pada sayap yang satunya terdapat penyakit.” (HR Bukhari)
Keterangan (Ta’liq):

 Air yang banyak (lebih dari dua Qullah) ialah air yang jumlahnya lebih dari 216 liter. Air yang
sedikit (kurang dari dua Qullah) ialah aIr yang jumlahnya kurang dari 216 liter.

 Niat: ialah bermaksud melakukan sesuatu sambil dilaksanakanya.

 Hukum: ialah kewajiban yang berada di dalam pekerjaan seperti ruku’, sujud didalam shalat dll

 Syarat: ialah kewajiban yang berada diluar pekerjaan seperti wudhu, tayammum untuk shalat dll.

Perubahan Air Yang Diperkirakan


Yaitu air yang berobah karena kejatuhan sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata, maka hukumnya
sensitif bisa diperkirakan dengan sifat air yang bercampur dengan benda trb. Jika air itu kejatuhan sesuatu
benda yang sifat.sifatnya sesuai dengan air, maka diperkirakan dengan seringan ringannya sifat, seperti
rasa delima atau bau kuping atau warna jus. Maka air ini dikatagorikan suci dan mensucikan, boleh
digunakan untuk berwudhu. Tapi jika air kejatuhan sesuatu benda yang diperkirakan najis maka
diperkirakan dengan seberat.beratnya sifat, seperti warna tinta, bau minyak misik, atau rasa cuka (rasanya
asam). Maka air tsb dikatagorikan najis dan tidak boleh digunakan untuk berwudhu.

Hukum Bejana Emas dan Perak


Telah diketahui bahwa seluruh bejana boleh kita gunakan baik itu untuk makan, minum ataupun untuk
selainnya, kecuali bejana yang terbuat dari emas dan perak.
‫ تول تتفأنهكهلوا صففي‬, ‫ضففصة‬ ‫شففترهبوا فصففي آنصيِتففصة اتلففرذته ص‬
‫ب توانلفص ر‬ ‫ ل تت ن‬: ‫سففلرتم قتففاَتل‬ ‫ضتي اه تعننههتماَ أترن النتبصري ت‬
‫صفرلى اهفف تعلتنيِففصه توآلصففصه تو ت‬ ‫تعنن هحتذنيتفة بصنن اليِتتماَن تر ص‬
(‫ تولتهكنم صفي تالصخترصة )رواه الشيِخاَن‬, َ‫ فتإ صنرتهاَ لتههنم صفي تاللدننتيِا‬، َ‫صتحاَفصتها‬
‫ص‬
Dari Hudzaifah bin Yaman ra, telah ditetapkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian minum
dari bejana emas dan perak dan jangan pula kalian makan dari piring.piring emas dan perak.
Sesungguhnya keduanya bagi mereka (orang kafir) di dunia, dan bagi kalian di akhirat.” (HR Bukhari
Muslim)
Hadits ini secara jelas menegaskan larangan penggunaan bejana dari emas dan perak untuk makan dan
minum, meskipun jenis makanan dan minumannya adalah halal, namun jika ditempatkan di wadah yang
terbuat dari emas dan perak, maka makanan dan minuman tersebut haram untuk dimakan dan diminum.
Apabila makanan dan minuman tersebut dipindah ke wadah lain yang tidak terbuat dari emas ataupun
perak, maka hukumnya berubah kembali menjadi halal untuk dimakan dan diminum.
Berlainan dengan pemasangan gigi palsu dengan mengunakan emas dan perak atau operasi anggota tubuh
dengan menggunakan logam mulia, ini dibolehkan dalam agama. Hal ini karena kebutuhan manusia
terhadap kesehatan.
Operasi semacam ini dengan menggunakan bahan atau logam sudah dikenal di masa Nabi saw,
sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Daud, At.tirmidzi dan An.nasai dengan sanad jayyid (baik) yang
mengisahkan:
‫سلرتم‬ ‫ فتتأنتتتن تعلتنيِصه فتأ تتمترهه النبهي ت‬، ‫ق‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ب صفي التجاَصهلصيِرصة تفاَترتختذ أتننفرفاَ صمن توصر ق‬
‫ب أتننفههه تيوتم الهكتل ص‬ ‫سنعقد أه ص‬
‫صنيِ ت‬ ‫ى أترن تعنرفتتجة انبصن ت‬ ‫لصتماَ هرصو ت‬
(‫ب )حديث حسن أبو داود والترمذي والنساَئي باَسناَد جيِد‬ ‫أتنن يتترصختذ تأنرفاَ صمن تذته ق‬
Diriwayatkan bahwa ‘Arfajah bin As’ad pernah terpotong hidungnya pada perang Kulab zaman
Jahiliyyah, lalu ia memasang hidung (palsu) dari perak, namun hidung tersebut justru mulai membusuk,
maka Nabi saw menyuruhnya untuk memasang hidung palsu dari bahan emas. (HR. Abu Daud,
At.tirmidzi, An.nasai, hadits hasan dengan sanad baik)

Hukum Emas dan sutera


Emas dalam bentuk apapun, dalam berbagai warna hukumnya adalah haram bagi laki.laki. Meskipun
seandainya emas itu dijadikan sepuhan untuk bahan lain, maka hukumnya tetap haram. Sebab nama emas
tetap saja terdapat meski kadarnya berkurang.
Diriwayatkan Rasulallah saw pernah mengambil sutera, lalu beliau letakkan di tangan kanannya dan
mengambil emas lalu beliau letakkan pada tangan kirinya, kemudian beliau bersabda:
‫ب تعلتففى هذهكففنوصر أهيمتصففي و أهصحففرل‬
‫س التحصرنيففصر توالففتذته ص‬
‫ هحلرتم لصبتففاَ ه‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫اه تعننهه تقاَتل تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫ضتي ر‬ ‫سى الت ن‬
‫شتعصري تر ص‬ ‫تعنن أتصبي همنو ت‬
(‫صلتناَثصصهنم )حسن صحيِح الترمذي وغيِره‬
Dari Abu Musa Al.Asy’ari ra, Rasulallah saw bersabda: “Diharamkan sutera dan emas untuk dikenakan
oleh kaum laki.laki dari kalangan umatku dan halal bagi perempuannya.” (HR Tirmidzi dll, hadits hasan)
Jika penggunaanya sedikit untuk keperluan hukumya tidak haram (dibolehkan). Hal ini sesuai dengan
hadits,
‫سففلتةر صمففنن فص ر‬
‫ضففقة )حففديث حسففن أبففو‬ ‫سنل ص‬
‫ب ص‬ ‫ستر تفاَترتختذ تمتكاَتن ال ل‬
‫شنع ص‬ ‫سلرتم اصننتك ت‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن قتتدتح النتبصلي ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
(‫داود و الترمذي‬
Dari Anas ra, sesungguhnya periuk Nabi saw pecah, lalu beliau mengambil rantai perak (untuk menambal)
tempat yang pecah itu. (HR Abu Daud dan Tirmidzi, hadits hasan)
Jika penggunaanya sedikit untuk perhiasan hukumnya makruh. Hal ini sesuai dengan hadits,
‫ضففة توتمففاَ بتنيِففتن تذلصففتك‬ ‫ضففقة توقتبصنيِتعففةه ت‬
‫سففنيِفصصه فص ر‬ ‫سلرتم صمنن فص ر‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوصل اص ت‬
‫ف تر ه‬ ‫ تكاَنتنت نتنعهل ت‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫سنيِ ص‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
(‫ضصة )حديث حسن أبو داود و الترمذي‬ ‫تحلت ه‬
‫ق الفص ر‬
Dari Anas ra, sesungguhnya sarung pedang Rasulullah saw adalah dari perak, pegangannya juga dari
perak dan di antaranya itu lingkaran perak.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi, hadits hasan)
Jika penggunaanya banyak untuk keperluan hukumnya makruh dan jika penggunaanya banyak untuk
perhiasan hukumya haram. Hal ini sesuai dengan hadits,
‫ضبرةه فص ر‬
(‫ضقة )رواه الشيِخاَن‬ ‫ح فصنيِصه تحلتقتةه فص ر‬
‫ضقة تو لت ت‬ ‫ب صفي قتتد ق‬ ‫ى تكاَتن ابهن هعتمر لت يت ن‬
‫شتر ه‬ ‫لصتماَ هرصو ت‬
Diriwayatkan: sesungguhnya Ibnu Umar ra tidak mau minum dari bejana yang lingkaran dan tambalannya
dari perak (HR Bukhari Muslim)
Namun benda yang disepuh dengan warna emas, tidak bisa dikatakan sebagai emas. Sehingga tidak
menjadi masalah bila seorang laki.laki menggunakan pakaian atau perlengkapan imitasi emas. Hukumnya
tidak haram, sebab kenyataannya memang bukan emas, melainkan hanya rupa dan warnanya saja. Yang
haram adalah emas, bukan yang mirip emas.

2. WUDHU’

Wudhu’ dalam bahasa Arab artinya kebersihan dan dalam ilmu Fiqih ialah mencuci anggota.anggota
tertentu dengan air diiringi oleh niat.
Wudhu’ terbagi atas:

Wajib Wudhu
Sunah Wudhu

Yang Membatalkan Wudhu

A. Wajib Wudhu

 Niat disaat ingin berwudhu’

‫ فتتمففنن تكففاَنتنت‬،‫ئ تماَ نتففتوى‬ ‫ إصنرتماَ التنعتماَهل صباَلنلريِاَ ص‬: ‫اص يتهقوهل‬
‫ توإصنرتماَ لصهكلل انمصر ق‬،‫ت‬ ‫سوتل ر‬ ‫ ت‬:‫ب تقاَتل‬
‫سصمنعت تر ه‬ ‫طاَ ص‬ ‫تعنن أتصميِصر انلهمنؤصمصنيِتن أتصبي تحنف ق‬
‫ص هعتمتر نبصن انلتخ ر‬
‫صفنيِبهتهاَ أتصو انمففترأتقة يتننصكهحتهفاَ فتصهنجترهتفهه إصتلفى تمففاَ تهفاَتجتر إصلتنيِففصه )رواه‬ ‫سنولصصه فتصهنجترتههه إصتلى اص توتر ه‬
‫ توتمنن تكاَنتنت صهنجترتهففهه صلفهدننتيِاَ يه ص‬،‫سنولصصه‬ ‫صهنجترتههه إصتلى اص توتر ه‬
(‫الشيِخاَن‬
Dari Umar bin Khattab ra, ia mendengar Rasulallah saw bersabda:“ “Segala amal itu tergantung
dari niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan niatnya. Maka barang siapa yang
hijrahnya kepada Allah dan Rasul.Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul.Nya. Barang
siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan
dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya” (HR Bukhari Muslim)

 Membasuh muka seluruhnya dari batas rambut sampai ke dagu dan dari batas telinga
kanan sampai ke telinga kiri.

Allah berfirman:
‫سهلونا هوهجوتههكنم توأتنيصديتهكنم إصتلى انلتمترافص ص‬
﴾٦﴿ ‫ق – الماَئدة‬ ‫تياَ أتليتهاَ الرصذيتن آتمهنونا إصتذا قهنمتهنم إصتلى ال ر‬
‫صلصة فاَنغ ص‬
Artinya: ”Hai orang.orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah
mukamu dan tanganmu sampai dengan siku,” (Qs al.Maidah ayat:6)
Jika seseorang memiliki jenggot yang tebal maka cukup membasuh luarnya saja, sesuai dengan
hadits Rasulallah saw
(‫ستل بصتهاَ تونجتههه )رواه البخاَري‬ ‫ضأ ت فتتغتر ت‬
‫ف غرفةر توتغ ت‬ ‫سلرتم تتتو ر‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
Bahwa Nabi saw berwudhu maka beliau mengambil seciduk air lalu membasuh mukanya
(HR Bukhari). Satu cidukan air tidak cukup untuk membasuh dagu karena tebalnya jenggot beliau
yang mulia.

 Membasuh kedua tangan sampai ke siku

Sesuai dengan ayat di atas


‫سهلونا هوهجوتههكنم توأتنيصديتهكنم إصتلى انلتمترافص ص‬
﴾٦﴿ ‫ق – الماَئدة‬ ‫تياَ أتليتهاَ الرصذيتن آتمهنونا إصتذا قهنمتهنم إصتلى ال ر‬
‫صلصة فاَنغ ص‬
Artinya: ”Hai orang.orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah
mukamu dan tanganmu sampai dengan siku,” (Qs Al.Maidah ayat: 6)

 Mengusap kepala (bagian dari kepala atau rambut).

Allah berfirman:
﴾٦﴿ ‫سهكنم – الماَئدة‬ ‫سهحونا بصهرهؤو ص‬ ‫توانم ت‬
Artinya: “dan sapulah kepalamu”. (Qs Al.Maidah ayat: 6)
(‫صيِتتصصه توتعتلى القعتماَمصة )رواه المسلم‬ ‫ضأ ت فتتم ت‬
‫ستح بصتناَ ص‬ ‫سلرتم تتتو ر‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫اه تعننهه أترن النتبصري ت‬ ‫شنعبتةت تر ص‬
‫ضتي ر‬ ‫تعصن انبصن انلهمصغيِترصة نبصن ه‬
Sesuai dengan hadits dari Ibnu Mughirah bin Sy’ubah ra, bahwa Rasulallah saw: berwudhu; lalu
mengusap jambul dan atas serbannya” (HR.Muslim)

 Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki.

Allah berfirman:
﴾٦﴿ ‫توأتنرهجلتهكنم إصتلى انلتكنعتبيِصن – الماَئدة‬
Artinya: “dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”. (Qs Al.Maidah ayat: 6)

 Tertib

Tertib artinya teratur seperti membasuh muka dahulu baru tangan, tidak boleh sebaliknya sesuai
dengan yang diajarkan Allah dalam ayat tersebut di atas dan hadits Rasulallah saw bahwa beliau
tidak berwudhu’ kecuali dengan tertib

B. Sunah Wudhu

 Memakai siwak atau mengosok gigi sebeulm berwudhu.

‫ق تعلتففى أهرمتصففي تلتتمنرتهههففنم صباَل ل‬


‫سففتواصك صعننففتد هكففلل ت‬
‫صففلتقة‬ ‫ لتنو لت أتنن أت ه‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫شفف ر‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن تر ه‬
‫سنوتل اص ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
(‫)رواه الشيِخاَن‬
Dari Abu Hurairah ra Rasulallah saw mengajarkan umatnya dengan sabdanya: “Seandainya aku
tidak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali
akan shalat.” (HR Bukhari Muslim).
Sunah ini dilakukan kapan waktu ingin berwudhu kecuali di bulan puasa hukumnya makruh
menggunakan siwak setelah waktu dhuhur.
(‫سك )رواه الشيِخاَن‬ ‫صاَئصصم أتنطيِت ه‬
‫ب صعننتد اص صمنن صرني ص‬
‫ح اصلم ن‬ ‫ف فتصم ال ت‬
‫ لتهخلهنو ه‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda: “Bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah lebih
wangi dari pada wangi misik” (HR Bukhari Muslim)
 Membaca bismillah, dimulai dari pertama mencuci kedua telapak tangan.

(‫ا )رواه البيِهقي بإسناَد جيِد‬ ‫ تتتو ر‬: ‫سلرتم تقاَتل‬


‫ضهؤوا صباَ ن‬
‫سفصم ص‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw dari Anas ra: “berwudhulah kamu dengan bismillah – dengan
nama Allah.” (HR al.Baihaqi dengan sanad jayyid)

 Mencuci kedua telapak tangan.

(‫سلت اليِتتد ثتلترثاَ )رواه الشيِخاَن‬


‫سلرتم فتتغ ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه وآلصصه تو ت‬
‫سنوصل اص ت‬ ‫صتفاَ هو ه‬
‫ضنوتء تر ه‬ ‫صلترن هعنثتماَن توتعلصيي تر ص‬
‫ضتى اه تعننههتماَ توتو ت‬
Ustman dan Ali ra menyipatkan wudhu Rasulallah saw bahwa beliau mencuci tangan tiga kali
(HR Bukhari Muslim)

 Berkumur tiga kali


 Memasukan air ke hidung dan mengeluarkanya.

‫ق‬ ‫ستتنن ص‬
‫شفف ه‬ ‫ض تويت ن‬ ‫ضففوتءهه ثهففرم يتتتتم ن‬
‫ضففتم ه‬ ‫ تمففاَ صمننهكففنم صمففنن أتتحففقد يتنقففتر ه‬: ‫سلرتم‬
‫ب تو ه‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، ‫اه تعننهه‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫سةت تر ص‬
‫ضتي ر‬ ‫تعنمهرو نبهن تعبت ت‬
‫طاَتياَهه صمنن فتصمصه توتختيِاَ ص‬
. (‫شيِصمصه تمتع انلتماَصء )رواه مسلم‬ ‫تويتننتتثصهر إصرل تخررنت تخ ت‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw dari Amr bin Abasah ra “Tidaklah seorang diantara kalian
mendekati air wudhunya, lalu dia berkumur, memasukkan air kedalam hidung dan membuangnya,
kecuali keluar dosa.dosanya dari rongga hidungnya bersama sama air” (HR Muslim)

 Mengusap seluruh kepala dari depan ke belakang

‫ستح ترنأ ت‬
‫سهه بصيِتتدنيصه فتأ تنقبتففتل بصصهتمففاَ توأتندبتففتر )رواه‬ ‫سلرتم فتتم ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوصل اص ت‬
‫ضنوتء تر ه‬
‫ف هو ه‬ ‫صرح أترن تعنبتداص بصنن تزنيد تر ص‬
‫ضتي اه تعننهه تو ت‬
‫ص ت‬ ‫لصتماَ ت‬
(‫الشيِخاَن‬
Sesuai dengan wudhu Rasulallah saw yang disipatkan oleh Abdullah bin Zeid ra “maka beliau
mengusap kepalanya dengan kedua tanganya dari depan ke belakang dan dari belakang ke depan”
(HR Bukhari Muslim)

 Mengusap kedua telinga luar dan dalamnya dengan air baru.

‫ي‬ ‫ظاَصهترههتماَ توتباَصطنتههتماَ توأتندتختل أت ن‬


‫صبهتعنيِصه صفي صحنجتر ن‬ ‫ستح ترنأ ت‬
‫سهه و أذنتنيِصه ت‬ ‫سلرتم تم ت‬ ‫ضتي اه تعننههتماَ تقاَتل أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫س تر ص‬
‫تعصن انبصن تعرباَ ق‬
.(‫هأذنفنيِصه )حسن أبو داود و النساَئي‬
Sesuai dengan wudhu Rasulallah saw: ”sesungguhnya beliau mengusap kepalanya dan kedua
telinganya luar dan dalam lalu memasukan kedua jari telunjuknya kedalam lubang lubang
telinganya (HR Abu Dawud dan An.Nasai’ – hadits hasan)

 Membasuh jenggot yang tebal atau memasukan air wudhu ke dalam selah.selah jenggot
dengan jari jari tangan.

(‫سلرتم هيخللهل لصنحيِتتتهه )رواه الترمذي‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النربصري ت‬


‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه وآله تو ت‬ ‫تعنن هعنثتماَتن نبصن تعرفاَتن تر ص‬
Hal ini sesuai dengan yang dilakukan Rasulallah saw ketika berwudhu, ”beliau membasuh
jenggotnya (dengan jari.jari tangan)” (HR At.Tirmidzi dari Utsman Bin Affan ra)

 Mencuci selah.selah tangan dan kaki.


‫ضفوتء توتخللفنل بتنيِفتن الت ت‬
‫صففاَبصصع )رواه أبفو داود و‬ ‫ أت ن‬:‫ضففتي اهفف تعننففهه‬
‫سفبصصغ انلهو ه‬ ‫سلرتم تقاَتل لصنلقتنيِطْ بصنن ت‬
‫صنبترة تر ص‬ ‫ى أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ هرصو ت‬
. (‫الترمذي بإسناَد صحيِح‬
Pernah Rasulallah saw bersabda kepada al.Qaith bin Shabrah: “Sempurnahkanlah wudhu’ dan
cucilah selah.selah jari.jari” (HR Abu Dawud dan at.Tirmidzi dengan sanad shahih)

 Mendahulukan yang kanan sebelum yang kiri.

‫سفلرتم يهنعصجهبفهه التتيِتلمفهن ففي شفأنصصه كيلفصه ففي طههفنوصرصه و تتترلجصلفصه و تتنتلعصلفصه‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫شةت تر ص‬
‫ تكاَتن تر ه‬: ‫ضتي اه تعننههاَ تقاَلتنت‬ ‫تعنن تعاَئص ت‬
. (‫)رواه الشيِخاَن‬
Ada sebuah hadist dari Aisyah ra, ia berkata: ”Sesungguhnya Rasulallah saw menyukai yang kanan
dalam segala urusanya, dalam berwudhu, dalam berjalan dan dalam memakai sandalnya” (HR
Bukhari Muslim)

 Membasuh dan mengusap semua anggota wudhu tiga kali.tiga kali

(‫ضأ ت ثتلترثاَ ثتلترثاَ )رواه مسلم‬


‫سلرتم تتتو ر‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن هعنثتماَن تر ص‬
‫ضتي اه تعننهه أنه ت‬
Sesuai dengan hadist dari Ustman bin Affan ra, ia berkata: ”sesungguhnya Rasulallah saw
berwudhu tiga kali.tiga kali.” (HR Muslim)

 Melebihi pengusapan kepala, begitu pula kedua tangan sampai ke atas siku dan kaki sampai
di atas mata kaki.

‫طاَتع أن يهصطنيِففتل هغيرتتففهه فتنليِتنفتعففنل‬


‫سففتت ت‬ ‫ تتأنصتي أهرمتصي يتنوتم القصتيِاَتمصة هغ يررا همتحرجلصنيِتن صمنن آتثاَصر الهو ه‬: ‫سلرتم‬
‫ضنوصء فتتمنن ا ن‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫صرح من قوله ت‬
‫لصتماَ ت‬
(‫)رواه الشيِخاَن‬
Rasulallah saw berwasiat kepada umatnya dengan sabdanya: ”Akan datang umatku mereka
memiliki cahaya putih di muka, cahaya putih di tangan dan cahaya putih di kaki pada hari kiamat
karena penyempurnaan wudhu. Maka barang siapa di antara kalian yang mampu, hendaklah ia
memanjangkan cahaya putih tersebut” (HR Bukhari Muslim)

 Membaca do’a setelah selesai wudhu. Do’anya:

‫سنبتحاَنتتك اللرههرم‬ ‫شتههد أترن همتحرمردا تعنبهدهه توتر ه‬


‫سنولههه تاللرههرم انجتعنلنصني صمتن الترروابصنيِتن توانجتعنلنصني صمتن انلهمتت ت‬
‫طلهصرنيتن ه‬ ‫شصرنيتك لتهه توأت ن‬‫شتههد أتنن لت إصتلفهت إصلر اه تونحتدهه لت ت‬ ‫أت ن‬
‫ستتنغفصهرتك توأتتهنو ه‬
‫ب إصلتنيِتك‬ ‫ أت ن‬،‫ت‬‫شتههد أتنن لت إصتلفهت إصلر أتنن ت‬
‫ أت ن‬،‫توبصتحنمصدتك‬
Artinya: ”Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya.
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.Ya Allah, jadikanlah aku termasuk
orang.orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang.orang yang bersuci. Maha Suci
Engkau ya Allah, aku memuji kepadaMu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku
minta ampun dan bertobat kepadaMu”
‫شففصريتك لتففهه‬ ‫شففتههد أتنن تل إصلتففهت إصرل ر‬
‫اهفف تونحففتدهه تل ت‬ ‫ أت ن‬: ‫ضففأ فتقتففاَتل‬
‫ تمففنن تتتو ر‬: ‫سلرتم قتففاَتل‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
(‫شاَتء )رواه مسلم‬ ‫ب انلتجنرصة الثرتماَنصيِتةه يتندهخهل صمنن أتيلتهاَ ت‬
‫سولههه فهتصتحنت لتهه أتنبتوا ه‬
‫شتههد أترن همتحرمردا تعنبهدهه توتر ه‬
‫توأت ن‬
Dari Anas bin Malik ra, Rasulallah saw bersabda “barang siapa berwudhu lalu berkata:
‫سنولههه‬‫شتههد أترن همتحرمردا تعنبهدهه توتر ه‬ ‫شصرنيتك لتهه توأت ن‬
‫شتههد أتنن لت إصتلفهت إصلر اه تونحتدهه لت ت‬‫أت ن‬
”Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya”, dibukakan baginya delapan pintu.pintu
surga dan masuk ke dalam pintu yang ia sukai (HR Muslim).
‫شتههد أتنن لت إصتلفهت إصلر اه تونحففتدهه لت ت‬
‫شففصرنيتك‬ ‫ أت ن‬: ‫ضوئصصه يتهقوهل‬ ‫ساَتعةت فتترتغ صمنن هو ه‬ ‫ضأ ت فت ت‬
‫ضوقء فتتتتو ر‬ ‫ تمنن تدتعاَ بصتو ه‬: ‫سلرتم‬‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫سنوهل اص ت‬ ‫تقاَتل تر ه‬
‫شففاَتء )رواه‬‫ب انلتجنرففصة يتففندهخهل صمففنن أتيلتهففاَ ت‬
‫طلهصرنيتن فهتصتحنت لتهه أتنبففتوا ه‬ ‫شتههد أترن همتحرمردا تعنبهدهه توتر ه‬
‫سنولههه تاللرههرم انجتعنلنصني صمتن الترروابصنيِتن توانجتعنلنصني صمتن انلهمتت ت‬ ‫لتهه توأت ن‬
(‫الترمذي و البزار و الطبراني‬
Begitu pula dalam hadits yang lain “Barang siapa bewudhu’ dan setelah selesai dari wudhunya ia
berkata:
‫شتههد أترن همتحرمردا تعنبهدهه توتر ه‬
‫سنولههه تاللرههرم انجتعنلنصني صمتن الترروابصنيِتن توانجتعنلنصني صمتن انلهمتت ت‬
‫طلهصرنيتن‬ ‫شصرنيتك لتهه توأت ن‬
‫شتههد أتنن لت إصتلفهت إصلر اه تونحتدهه لت ت‬
‫أت ن‬
”saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.Ya Allah, jadikanlah aku termasuk
orang.orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang.orang yang bersuci”, dibukakan
baginya pintu pintu surga dan masuk ke dalam pintu yang ia sukai (HR at.Tirmidzi, al.Bazzar dan
at.Thabrani)
‫شتههد أتنن لت إصتلفهت‬
‫ أت ن‬،‫سنبتحاَنتتك اللرههرم توبصتحنمصدتك‬
‫ضأ فتتقاَتل ه‬
‫ تمنن تتتو ر‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫سنوهل اص ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬،‫ضتي اه تعننهه‬ ‫سصعنيِقد الهخندصري تر ص‬ ‫تعنن أتصبي ت‬
(‫سنر إصتلى يتنوصم انلقصتيِاَتمصة )رواه النساَئي و الحاَكم في المستدرك‬ ‫ق ثهرم طهبصتع بص ت‬
‫طاَبتقع فتلتنم يهنك ت‬ ‫ب صفي تر ق‬ ‫ب إصلتنيِتك هكتص ت‬‫ستتنغفصهرتك توأتتهنو ه‬
‫ أت ن‬،‫ت‬
‫إصلر أتنن ت‬
Dalam hadits lainnya dari Abu Said Al.Khudri ra, Rasulallah saw bersabda: “Barangsiapa berwudu
lalu berdo’a:
‫ستتنغفصهرتك توأتتهنو ه‬
‫ب إصلتنيِتك‬ ‫ أت ن‬،‫ت‬
‫شتههد أتنن لت إصتلفهت إصلر أتنن ت‬
‫ أت ن‬،‫سنبتحاَنتتك اللرههرم توبصتحنمصدتك‬
‫ه‬
“Maha suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk.Mu, tidak ada sesembahan yang berhak
disembah selain Engkau, aku senantiasa memohon ampun dan bertaubat pada.Mu”, maka akan
dicatat baginya di kertas dan dicetak sehingga tidak akan rusak hingga hari kiamat.” (HR
an.Nasai’, al.Hakim dalam al.Mustadrak)

C. Yang Membatalkan Wudhu

 Keluarnya sesuatu dari aurat depan dan belakang

Firman Allah:
‫صفصعيِدار طتيِلبففاَ ر تفاَنم ت‬
‫سفهحونا بصهوهجفوصههكنم‬ ‫سففآَتء فتتلفنم تتصجففهدونا تمفآَرء فتتتيِترمهمفونا ت‬ ‫سفتقر أتنو تجآَتء أتتحدد لمننهكنم لمتن انلتغاَئصصطْ أتنو لتتم ن‬
‫سفتههم النل ت‬ ‫ضى أتنو تعتلى ت‬
‫توصإن هكنهتم رمنر ت‬
﴾٦﴿ ‫توأتنيصديهكنم لمننهه – الماَئدة‬

Artinya: “dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus)
atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah
yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu” (Qs Al.Maidah ayat: 6)
‫ت أتنو صرني ق‬
(‫ح )رواه الترمذي‬ ‫ لت هو ه‬: ‫سلرتم‬
‫ضنوتء إصلر صمنن ت‬
‫صنو ق‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫ تقاَتل تر ه‬، ‫ضتي اه تعننهه‬
Dari Abu Hurairah ra. Rasulallah saw bersabda “Tidaklah batal wudhu seseorang kecuali keluar
suara atau bau (dari aurat belakan) (HR at.Tirmidzi).
‫ضأ ه هو ه‬
‫ضنوتءهه للصله )رواه البخففاَري و‬ ‫ضهح فتنرهجهه باَلماَصء تويتتتتو ر‬
‫ فصي التمصذى يهنن ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ستود أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن الصمنقتداد بن الت ن‬
(‫مسلم‬
Dari Al.Miqdad bin Al.Aswad ra, Rasulallah saw bersabda: “tentang mazi, hendaknya ia
membasuh kemaluannya lalu berwudhu” (HR Bukhari Muslim).
Sedang keluar mani hukumnya tidak membatalkan wudhu karena mempunyai kewajiban yang
lebih besar yaitu mandi junub.

 Hilangnya akal karena mabuk, gila, pingsan dan tidur.

(‫ستل )رواه الشيِخاَن‬ ‫سلرتم أهنغصمتي عليِه ثهرم تفاَ ت‬


‫ق تفاَنغتت ت‬ ‫ضتي اه تعننههاَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫شةت تر ص‬
‫تعنن تعاَئص ت‬
Dari Aisyah ra ia berkata: ”sesungguhnya Nabi saw pernah pingsan lalu sadar, maka beliau mandi
(HR Bukhari Muslim).
Tidur berat jika dilakukan dengan berbaring membatalkan wudhu.
‫ضبأ )روُاه أبو داوُد وُ ابن‬
َ‫ فصصمبن صناَصم فصبليصتصصو ض‬، ‫ إرنضَصماَ ابلصعبيأن روُصكاَأء الضَسره‬: ‫صضَلىَّ اأ صعلصبيره صوُآَلرره صوُصسلضَصم صقاَصل‬ َ‫ضصيِ اأ صعبنهأ أصضَن النصبر ض‬
‫يِ ص‬ ‫ب صر ر‬ ‫صعبن صعلرييِ ببرن أصربيِ ص‬
‫طاَلر ب‬
(‫ماَجه‬
Dari Ali Bin Abi Thalib ra, Rasulullah saw. bersabda, “Mata adalah tali dubur, maka barang siapa
yang tidur hendaknya berwudu.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Sedangkan tidur sambil duduk (dengan mantap) kemudian bangun, boleh mengerjakan shalat tanpa
berwudhu lagi.
‫أ‬ ‫صضَلىَّ اأ صعلصبيره صوُآَلرره صوُصسلضَصم يبنتصرظأروُصن ابلرعصشاَصء الرخصرةص صحضَتىَّ تصبخفر ص‬
‫ ثثثضَم‬، ‫ق أرأءوُأسثثهأبم‬ ‫ب صرأسبورل ار ص‬ ‫ صكاَصن أص ب‬: ‫ضصيِ اأ صعبنهأ صقاَصل‬
‫صصحاَ أ‬ ‫صعبن أصنص ر‬
‫س ببرن صماَلر ب‬
‫ك صر ر‬
َ‫صللوصن صوُلَ يصتصصو ض‬
(‫ضأئوصن )الشاَفعيِ وُمسلم وُأبو داوُد وُالترمذي‬ ‫يأ ص‬
Menurut Anas bin Malik, sahabat.sahabat Nabi pun terkadang tidur sambil duduk sampai kepala
mereka tertunduk untuk menanti datangnya shalat Isya. Kemudian mereka mengerjakan shalat
tanpa berwudhu lagi. (Hadits ini diriwayatkan oleh Syafi’i, Imam Muslim, Abu Daud, dan
at.Tirmidzi)

 Bersentuhan kulit laki laki dan perempuan dewasa yang bukan mahram tanpa pembalut
hukumnya batal wudhu penyetuh dan yang disentuh karena keduanya merasakan kelezatan
sentuhan

Allah berfirman:
‫أتنو لتتم ن‬
‫ستههم النل ت‬
﴾٦﴿ ‫سآَتء – الماَئدة‬
Artinya: ”atau menyentuh perempuan” , (Qs Al.Maidah ayat: 6)
Bersentuhan dengan mahram atau anak kecil hukumnya tidak membatalkan wudhu, begitu pula
menyentuh rambut, gigi dan kuku karena tidak merasakan kelezatan sentuhan

 Menyentuh aurat (kemaluan) dan dubur belakang dengan telapak tangan.

‫ضفنأ )ماَلففك و الشففاَفعي و أبففو‬ ‫ تمنن تم ر‬: ‫ضأن أتنو صفي صرتواتية‬
‫س فتنرتجفهه فتنليِتتتتو ر‬ ‫س أتتحهدهكنم تذتكترهه فتنليِتتتتو ر‬
‫ إصتذا تم ر‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تقاَتل تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬
(‫داود وغيِرهم باَلساَنيِد الصحيِحة‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw: “Jika seseorang menyentuh dzakarnya (dengan telapak
tangan) maka hendaknya ia berwudhu, dalam riwayat lain: barang siapa menyentuh kemaluannya
maka hendaknya ia berwudhu” (HR. Malik, Syafie, Abu Daud dll dengan sanad.sanad shahih).
‫ إذا أتنف ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫ضى أتحهدهكم بصيِتصدصه إصتلى فتنرصجففصه تولتنيِفف ت‬
‫س بتنيِنتههتمففاَ ص‬
، ‫سففنتدر تولت صحتجففاَب‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫تفليِتتتتو ر‬
(‫ الطبراني‬، ‫ البيِهقي‬، ‫ الحاَكم‬، ‫ضأ )ابن حباَن‬
Hadits lainya, dari Abu Hurairah, Rasulallah saw bersabda: “Jika seseorang menyentuh
kemaluanya (dengan telapak tangan) tanpa hijab dan pembalut maka wajib baginya wudhu” (HR
Ibnu Hibban, al.Hakim, al.Baihaqi dan at.Thabrani)

Larangan Bagi Yang Tidak Berwudhu


Dilarang bagi yang tidak ada wudhu melakukan tiga perkara:
1. Shalat
Semua yang dinamakan shalat tidak boleh dilakukan tanpa wudhu walaupun sujud tilawah atau
shalat janazah,
(‫صلتةر بصتغنيِصر طهههنوقر )رواه مسلم‬ ‫ لت يتنقبتهل اه ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
Sabda Rasulallah saw “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci” (HR Muslim)
2. Thawaf
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw
‫صفلتةد إصلر أترن اتفف أتبتففاَتح فصنيِففصه التكلهم )رواه‬
‫ت‬ ‫ت ت‬
‫ف صبفاَلبتنيِ ص‬ ‫ ال ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫طفتوا ه‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، َ‫ضتي اه تعننههتما‬‫س تر ص‬
‫تعصن انبصن تعرباَ ق‬
(‫الترمذي و الحاَكم الدارقطني‬
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulallah saw bersabda: “Thawaf di Baitullah itu sama dengan shalat hanya
saja Allah membolehkan dalam thawaf berbicara” (HR at.Tirmidzi, al.Hakim, ad.Darquthni)
3. Menyentuh Al.Qur’an atau membawanya, karena ia adalah kitab suci, maka tidak boleh
disentuh atau dibawa kecuali dalam keadaan suci
Allah berfirman:
‫سهه إصلر انلهم ت‬
﴾٧٩﴿ ‫طرههروتن – الواقعة‬ ‫لر يتتم ل‬
Artinya “tidak menyentuhnya kecuali hamba.hamba yang disucikan” (Qs alWaqi’ah ayat:79)
Dibolehkan membawa atau menyentuh al.Qur’an tanpa wudhu berupa barang atau
tafsir/terjemahan yang kalimatnya lebih banyak dari isi al.Qur’an.
Barang siapa yang ragu apakah ia masih menyimpan wudhu atau tidak maka hendaknya ia
bepegang kepada keyakinnya,
‫شنيدء أتنم تل‬
‫شتكتل تعلتنيِصه أتتخترتج صمننهه ت‬
‫شنيِرئاَ فتأ ت ن‬
‫ إصتذا توتجتد أتتحهدهكنم صفي بتنطنصصه ت‬: ‫سلرتم‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫ تقاَتل تر ه‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫سوهل ر‬
‫اص ت‬
(‫صنورتاَ أتنو يتصجتد صريرحاَ )رواه مسلم‬ ‫فتتل يتنخهرتجرن صمنن انلتم ن‬
‫سصجصد تحرتى يت ن‬
‫ستمتع ت‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda, “Apabila seseorang dari kalian merasa sesuatu di
dalam perutnya, yaitu ragu.ragu apakah keluar darinya sesuatu atau tidak, maka janganlah ia keluar
dari masjid (untuk berwudhu) hingga ia dengar suara atau ia merasakan angin (bau).” (HR
Muslim)

3. MAHRAM

Mahram yaitu orang orang yang tidak batal wudhu jika bersentuhan dan tidak boleh dinikahi:

1. Ibu kandung (nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur laki.laki atau
perempuan) / ibu susu
2. Anak kandung perempuan (cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari
laki.laki atau perempuan) / anak susu perempuan

3. Saudara kandung perempuan / saudara susu perempuan

4. Saudara perempuan dari bapak kandung (saudara perempuan dari kakek dan
seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu) / saudara perempuan dari bapak susu

5. Saudara perempuan dari ibu kandung (saudara perempuan dari nenek dan
seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu) / saudara perempuan dari ibu susu

6. Anak perempuan dari saudara kandung laki laki (sekandung, seayah atau seibu,
cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki laki maupun perempuan) / anak
perempan dari saudara susu laki.laki

7. Anak perempuan dari saudara kandung perempan (sekandung, seayah atau


seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki laki atau perempuan) /
anak perempuan dari saudara susu perempuan

8. Istri bapak kandung (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas

9. Istri dari anak laki laki, istri cucu dan seterusnya ke bawah

10. Mertua perempuan, ibunya dan seterusnya ke atas


11. Anak perempuan istri dari suami lain (rabibah), cucu perempuan istri baik dari
keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib dan seterusnya ke bawah

Perbedaan arti mahram dan muhrim

 Mahram adalah orang yang tidak batal wudhu dan tidak boleh dinikahi
 Muhrim adalah orang yang berihram waktu melakukan haji atau umrah

 Seorang dinyatakan menjadi mahrah apabila dia menyusu sebelum umur dua tahun, dan tindakan
penyusuan dilakukan sedikitnya 5 kali penyusuan.

4. MANDI JUNUB (AL.GHUSLU)

Mandi wajib atau mandi junub dalam bahasa Arab disebut al.ghuslu dan dalam ilmu fiqih ialah
membasuh seluruh anggota tubuh dengan air disertai niat. Mandi Wajib dalam istilah lain disebut
Mandi Junub biasanya ini dilakukan setelah berhubungan intim dengan pasangan hidup kita (suami
istri), selain itu adapula saat setelah haid dan nifas bagi wanita, maka baginya wajib mandi
Yang Mewajibkan Mandi Junub

a. Bersetubuh

‫ إصتذا اصنلتتتقى الصختتاَتناَصن توتج ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬


‫ب نالهغ ن‬
( ‫سهل )رواه مسلم‬ ‫ضتي اه تعننههاَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫شةت تر ص‬
‫تعنن تعاَئص ت‬
Dari Aisyah ra, bahwa Rasulallah saw bersabda, “Jika dua alat kelamin telah bertemu, maka
wajib .” (HR Muslim).

b. Keluar mani dengan bersetubuh, bermimpi atau onani

(‫ إصنرتماَ نالتماَهء صمتن نالتماَصء )رواه الشيِخاَن‬: ‫سلرتم‬


‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تقاَتل تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬
Rasulallah saw bersabda, “Sesungguhnya air dari air” (HR Bukhari Muslim).
Maksud dari hadits trb ialah tidak wajib seseorang menggunakan air untuk mandi kecuali jika
keluar air mani

c. Haid

Allah berfirman:
‫اهفف إصرن‬ ‫طرهنرتن فتأنهتوههرن صمنن تحنيِفف ه‬
‫ث أتتمترهكففهم ر‬ ‫ض تولت تتنقترهبوههرن تحرتى يتنطههنرتن فتإ صتذا تت ت‬ ‫ض قهنل ههتو أترذى تفاَنعتتصزهلونا النل ت‬
‫سآَتء صفي انلتمصحيِ ص‬ ‫سأ تهلونتتك تعصن انلتمصحيِ ص‬‫تويت ن‬
﴾٢٢٢﴿ ‫طلهصريتن – البقرة‬ ‫ات يهصحلب التررواصبيِتن تويهصحلب انلهمتت ت‬
‫ر‬

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh
sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu
mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu
di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang.orang yang
tobat dan menyukai orang.orang yang menyucikan diri. (Qs al.Baqarah ayat: 222)
‫صففللي )رواه‬ ‫صففتلةت توإصتذا أتندبتففترنت تفاَنغتت ص‬
‫سففصلي تو ت‬ ‫ إصتذا أتنقبتلتنت انلتحنيِ ت‬: ْ‫ت أتصبي هحبتنيِش‬
‫ضففةه فتففتدصعي ال ر‬ ‫سلرتم لصتفاَصطتمةت بصنن ص‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تقاَتل تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬
(‫الشيِخاَن‬
Rasulallah saw berkata kepada Fatimah binti Abi Hubaisy “Jika datang haid maka tinggalkanlah
shalat dan jika telah pergi maka mandilah dan shalatlah” (HR Bukhari Muslim)
d. Melahirkan (walaupun tidak keluar darah)
e. Nifas (darah setelah melahirkan)

Wajib Mandi Junub


1. Niat
‫ إصنرتماَ التنعتماَهل صباَلنلريِاَ ص‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
(‫ت )رواه الشيِخاَن‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
Sesuai dengan hadits sebelumnya, Rasulallah saw bersabda: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan
tergantung pada niatnya” (HR Bukhari Muslim)
2. Membasuh seluruh anggota tubuh dengan air
‫ أترمففاَ أتنتففاَ فتيِتنكصفيِنصففي أتنن‬: ‫سففلرتم فتقتففاَتل‬ ‫صرلى ر‬
‫اهفف تعلتنيِففصه والففه تو ت‬ ‫ستل صمنن انلتجتناَبتصة صعنند تر ه‬
‫سوصل ر‬
‫اص ت‬ ‫ تتتذاتكنرتناَ انلهغ ن‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬ ‫تعنن هجبتنيِر نبصن همنطصعقم تر ص‬
(‫سصدي )رواه الشيِخاَن‬ ‫ض بتنعتد تذلصتك تعتلى ت‬
‫ساَئصصر تج ت‬ ‫ب تعتلى ترنأ ص‬
‫سي ثتتلرثاَ ثهرم أهصفيِ ه‬ ‫أت ه‬
‫ص ر‬
Dari Jubair bin Muth’im ra, ia berkata: kami menyebutkan mandi janabah di sisi Rasulallah saw,
maka beliau bersabda: Adapun aku maka cukup bagiku menyiram di atas kepalaku tiga kali,
kemudian menyiram ke seluruh tubuhku. (HR Bukhari Muslim).
Sunah Mandi Junub

 Membaca bismillah (bukan bermaksud membaca al.Qur’an) disertai dengan niat


 Mencuci kedua telapak tangan

 Menghilangkan najis (cebok)

 Berwudhu dengan sempurna

 Membasahi sendi sendi

 Menyiram kepala lebih dahulu

 Menyiram seluruh tubuh dengan mendahulukan bagian anggota yang kanan kemudian yang kiri

 Melakukannya tiga kali.tiga kali

 Menggosok tubuh

 Kadar air yang digunakan untuk mandi tidak boleh kurang dari satu sha’.

‫ ثه رم يهنففصر ه‬، ‫سفهل تيفتدنيصه‬


‫غ بصيِتصميِصنفصه تعلت ى‬ ‫ستل صمفتن انلتجتناَتبفصة يتنبفتدأه فتيِتنغ ص‬
‫سلرتم إصتذا انغتت ت‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫صرلى ر‬ ‫اص ت‬ ‫ تكاَتن تر ه‬: ‫ضتي اه تعننههاَ تقاَلتنت‬
‫سوهل ر‬ ‫شةت تر ص‬‫تعنن تعاَئص ت‬
‫سففتتنبترأت تحفتففتن تعلتففى‬
‫شففنعصر تحترففى إصتذا ترتأى أتنرففهه قتففصد ا ن‬ ‫صففوصل ال ر‬ ‫صلصة ثهرم يتأنهخهذ انلتماَتء فتيِهندصخهل أت ت‬
‫صاَبصتعهه صفي أه ه‬ ‫ضأ ه هو ه‬
‫ضوتءهه صلل ر‬ ‫ ثهرم يتتتتو ر‬، ‫سهل فتنرتجهه‬
‫شتماَلصصه فتيِتنغ ص‬
‫ص‬
‫سصدصه ثهرم تغ ت‬
(‫ستل صرنجلتنيِصه )رواه الشيِخاَن‬ ‫ ثهرم أتتفاَ ت‬، ‫ت‬
‫ض تعتلى ت‬
‫ساَئصصر تج ت‬ ‫ث تحفتتناَ ق‬ ‫ترنأ ص‬
‫سصه تثل ت‬
Dari Aisyah ra, ia berkata: Rasulullah saw jika mandi junub, beliau memulai dengan membasuh
kedua tangan, lalu menuangkan air dengan tangan kanan ke tangan kiri, kemudian membasuh
kemaluan. Setelah itu berwudu seperti wudhu untuk shalat lalu mengguyurkan air dan dengan
jari.jari beliau memasukan air ke selah.selah rambut sampai nampak merata ke seluruh tubuh.
Kemudian beliau menciduk dengan kedua tangan dan dibasuhkan ke kepala tiga cidukan,
kemudian mengguyur seluruh tubuh dan (terakhir) membasuh kedua kaki beliau. (HR Bukhari
Muslim).
(‫ضأ ه صباَنلهملد )رواه مسلم‬
‫ع تويتتتتو ر‬
‫صاَ ص‬ ‫سلرتم يتنغتت ص‬
‫سهل صباَل ر‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه وآله تو ت‬ ‫سوهل ر‬
‫اص ت‬ ‫سفصنيِنتةت تر ص‬
‫ تكاَتن تر ه‬: ‫ضتي اه تعننههاَ تقاَلتنت‬ ‫تعنن ت‬
Begitu pula hadits dari Safinah ra sesungguhnya Nabi saw mandi junub dengan wadah ukuran satu
sha’ dan berwudhu dengan wadah ukuran satu mud (HR Muslim)
Keterangan (Ta’liq):
– Mud yaitu takaran sepenuh dua telapak tangan orang laki.laki sedang, kurang lebih 0.6875 kg air =
0.6875 liter air.
– Sha’ yaitu takaran 4 Mud, kurang lebih 2.75 kg air = 2.75 liter air, berlainan dengan 1 sha’ beras =
2.75 kg = kurang lebih 3.50 liter beras.
Jadi kalau Rasulullah saw mandi junub dengan menggunakan ukuran 1 Sha’ air dan berwudhu dengan
ukuran 1 Mud air berdasarkan hadits Safinah ra di atas, maka dapat dibayangkan betapa hematnya
beliau menggunakan air untuk mandi dan berwudhu.
Larangan Bagi Orang Junub
1. Shalat
(‫صلتةر بصتغنيِصر طههنوقر )رواه مسلم‬ ‫ لت يتنقبتهل اه ت‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫تقاَتل تر ه‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci” (HR Muslim)
2. Thawaf
‫ات أتتباَتح صفيِصه انلتكتلتم )رواه الترمذي و‬
‫صتلةد إرل أترن ر‬ ‫ الطرتوا ه‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫ف صباَنلبتنيِ ص‬
‫ت ت‬ ‫ضتي اه تعننههتماَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫س تر ص‬
‫تعصن انبصن تعرباَ ق‬
(‫الحاَكم الدارقطني‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw dari Ibnu Abbas ra: “Thawaf di Baitullah itu sama dengan shalat
hanya saja Allah membolehkan dalam thawaf berbicara” (HR Tirmidzi, Hakim, Darquthni)
3. Menyentuh Al.Qur’an, karena ia adalah kitab suci, maka tidak boleh disentuh atau dibawa
kecuali dalam keadaan suci.
Allah berfirman:
﴾٧٩﴿ ‫سهه إصلر انلهمطترههروتن – الواقعة‬ ‫لر يتتم ل‬
Artinya: “tidak menyentuhnya kecuali hamba.hamba yang disucikan” (Qs Al.Waqi’ah ayat:79)
4. Membawa Al.Qur’an. Hal ini dikiyaskan dari menyentuh al.Qur’an
5. Membaca Al.Qur’an
‫شففنيِئاَ ر صمففتن انلقهففنرآصن )الترمففذي و ابففن‬ ‫ لت يتنقترأه انلهجنهفف ه‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫ تولت انلتحففاَئص ه‬،‫ب‬
‫ ت‬،‫ض‬ ‫ضتي اه تعننههتماَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن انبصن هعتمر تر ص‬
(‫ماَجه و البهيِقي و غيِرهم وهو ضعيِف‬
Sesuai dengan hadits dari Ibnu Umar, Rasulallah saw bersabda “Janganlah orang junub dan wanita haid
membaca sesuatu pun dari Al Qur’an (HR at.Tirmidzi, Ibnu Majah, al.Baihaqi dll, dhaif tapi bisa
digunakan untuk pelengkap ibadah).
‫ يتنحهجففهزهه تعففصن‬: ‫ضي تحاَتجتتهه فتيِتنقترأه انلقهنرآتن تولتنم يتهكففنن يتنحهجبهففهه توهربرتمففاَ قتففاَتل‬
‫سلرتم يتنق ص‬ ‫ تكاَتن النتبصري ت‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن تعلصيي تر ص‬
‫شنيِدئ لتنيِ ت‬
(‫س التجتناَبصة )حسن صحيِح ابو داود و الترمذي والنساَئي‬ ‫القهنرآصن ت‬
Hadits lainya dari Ali bin Abi Thalib ra sesungguhnya Rasulallah saw membuang hajatnya kemudian
membaca al.Qur’an dan tidak menghalanginya dari pembacaan al.Quran, kemungkinan ia berkata:
Bahwasanya menghalangi suatu dari membaca al.Qur’an selain junub (HR Abu Daud, Tirmizi, Nasai’,
hadist hasan shahih)
6. Duduk di Masjid
Allah berfirman
﴾٤٣﴿ ‫سصبيِقل – النساَء‬ ‫صلتةت توأتننتهنم ه‬
‫ستكاَترى تحرتى تتنعلتهمونا تماَ تتهقوهلوتن تولت هجهنباَ ر إصلر تعاَبصصري ت‬ ‫لت تتنقترهبونا ال ر‬
Artinya: “janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa
yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali
sekedar berlalu saja” (Qs An.Nisa’ ayat:43)

5. TAYYAMMUM

Tayyammum dalam bahasa Arab artinya bermaksud atau bertujuan dan dalam ilmu fiqih ialah
menghapus muka dan kedua tangan dengan tanah yang suci sebagai pengganti wudhu dan mandi besar.
Jadi, sekiranya kita tidak dapat berwudhu atau mandi junub dengan air karena sakit atau karena tidak
ada air, maka wajib bertayammum. Tayyammum adalah salah satu rukshah (keringanan) dari Allah
diberikan kepada umat Islam yang memiliki udzur atau halangan seperti sakit dan ketiadaan air.
Allah berfirman:
‫طليِبفاَ ر تفاَنم ت‬
‫سفهحونا بصهوهجفوصههكنم‬ ‫سففآَتء فتلتففنم تتصجفهدونا تمففآَرء فتتتيِترمهمفونا ت‬
‫صففصعيِدار ت‬ ‫سفتقر أتنو تجآَتء أتتحدد لمننهكنم لمن انلتغآَئصصطْ أتنو لتتم ن‬
‫سفتههم النل ت‬ ‫ضى أتنو تعتلى ت‬
‫توإصنن هكننتهنم رمنر ت‬
﴾٤٣﴿ ‫توأتنيصديتهكنم – النساَء‬
Artinya: “Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu
telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan
tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu”. (Qs An.Nisa’ ayat: 43)
Adapun hadist tentang tayyammum yaitu:
، ‫ إنرتماَ يتنكصفيِتك تهتكففذا‬: ‫سلرتم بصتذلصتك فتتقاَتل‬
‫ت‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه وآله تو ت‬ ‫ب فتأ تنخبتنر ه‬
‫ت النربصري ت‬ ‫ت صفي اللتترا ص‬ ‫ أتنجنتنب ه‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫ت فتتتتمرعنك ه‬ ‫سقر تر ص‬
‫تعنن تعرماَقر نبن تياَ ص‬
(‫ستح تونجتههه توتكفرنيِصه )رواه الشيِخاَن‬ ‫ب يتتدنيصه تعتلى انلتنر ت‬
‫ض توتم ت‬ ‫ضتر ت‬
‫تو ت‬
Dari Ammar bin Yasir ra, ia berkata, “Aku berjunub, lalu aku berguling.guling di atas debu, lalu aku
ceritakan hal itu kepada Nabi saw, kemudian ia bersabda, ”Sesungguhnya cukup bagimu hanya berbuat
begini”, yaitu Nabi saw menepuk kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkan kedua
tangannya itu pada mukanya dan telapak tangannya”. (HR Bukhari dan Muslim)
Bila Dibolehkan Tayammum?
1. Sewaktu tidak ada air
Firman Allah:
‫فتلتنم تتصجهدونا تمآَرء فتتتيِترمهمونا ت‬
﴾٤٣﴿ ‫صصعيِدار طتليِباَ ر – النساَء‬
Artinya: “kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik
(suci)” (Qs An.Nisa’ ayat:43)
‫سلصصم تماَ لتنم يتصجصد انلتماَتء )حسن صحيِح أبففو داود‬
‫ضوهء انلهم ن‬ ‫صصعيِهد الطريِل ه‬
‫ب تو ه‬ ‫ ال ر‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي تذقر تر ص‬
‫ضتي ر‬
(‫و الترمذي‬
Telah diriwayatkan bahwa Rasulallah saw bersabda: “Tanah yang baik (suci) wudhunya seorang
muslim jika tidak ada air” (HR Abu Daud, at.Tirmidzi)
2. Sewaktu berbahaya memakai air (karena sakit).
Firman Allah:
﴾٤٣﴿ ‫ضى – النساَء‬ ‫توإصنن هكننتهنم رمنر ت‬
Artinya: “Dan jika kamu sakit” (Qs an.Nisa’ ayat: 43)
3. Sewaktu perlu air untuk keselamatan jiwa (manusia atau hewan)
4. Sewaktu udara sangat dingin dan tidak ada api atau pemanas untuk memanaskan air.
‫صلرنيِ ه‬
‫ت‬ ‫ت أتنن أتنهلصتك فتتتيِترمنم ه‬
‫ت ثهرم ت‬ ‫ت إصنن انغتت ت‬
‫سنل ه‬ ‫شفتنق ه‬ ‫سصل فتأ ت ن‬‫سل ت ص‬ ‫ت صفي لتنيِلتقة تباَصرتدقة صفي تغنزتوصة تذا ص‬
‫ت ال ر‬ ‫ انحتتلتنم ه‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬ ‫تعنن تعنمقرو انبصن التعاَص تر ص‬
‫ب فتففأ تنخبتنرتههه صباَلرففصذي تمنتتعنصففي صمففنن النغتص ت‬
‫سففاَصل‬ ‫ت هجنه د‬ ‫صتحاَبصتك توأتنن ت‬
‫ت بصأ ت ن‬ ‫سلرتم فتتقاَتل تياَ تعنمهرو ت‬
‫صلرنيِ ت‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫صنبتح فتتذتكهروا تذلصتك صللنربصلي ت‬ ‫بصأ ت ن‬
‫صتحاَصبي ال ل‬
‫سففلرتم تولتففنم يتقهففنل ت‬
‫شففنيِرئاَ )صففحيِح‬ ‫صرلى ر‬
‫اهفف تعلتنيِففصه تو ت‬ ‫سوهل ر‬
‫اص ت‬ ‫ات تكاَتن بصهكنم ترصحيِرماَ ” فت ت‬
‫ضصحتك تر ه‬ ‫ات يتهقوهل ” تول تتنقتههلوا أتننفه ت‬
‫سهكنم إصرن ر‬ ‫ت ر‬ ‫توقهنل ه‬
‫ت إصلني ت‬
‫سصمنع ه‬
(‫على شرط الشيِخيِن وأبو داود والبيِهقي و الحاَكم‬
Dari Amru bin al.Ash, ia berkata: ”Ketika kami dalam peperangan Zatu al.Salasil (8H), aku telah
mimpi (berjunub) sedangkan ketika itu udara sangat dingin. Aku kuatir jika aku mandi akan binasa
(sakit), lalu aku bertayammum dan mengimamkan sholat subuh bersama.sama kawan.kawanku.
Ketika kami sampai di sisi Rasulullah saw, kawan.kawanku mengadu hal tersebut kepada beliau.
Lalu Rasulullah saw bersabda: “Wahai Amru! Kamu sholat dengan kawan.kawanmu, sedangkan
engkau berjunub?” Maka aku beritahukan sebab tidak bisa mandi janabah, aku berkata: “aku
teringat firman Allah: (Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu). Lalu akupun bertayammum dan sholat”. Rasulullah saw tertawa dan tidak
berkata apa.apa” (HR Bukhari Muslim, Abu Daud, al.Baihaqi, al.Hakim)
Syarat Tayammum
1. Harus dengan tanah suci yang berdebu diiringi dengan tujuan ingin bertayammum.
Allah berfirman
‫فتتتيِترمهمونا ت‬
‫صصعيِدار ت‬
﴾٤٣﴿ ‫طليِباَ ر – النساَء‬
Artinya: ” maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci)” (Qs An.nisa’ ayat:43)
‫سففصجردا توهجصعففتل‬ ‫ هجصعلتنت لتنتففاَ التنر ه‬: ‫ث‬
‫ض تم ن‬ ‫س بصتثل ق‬ ‫ فه ل‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫ضنلتناَ تعتلى الرناَ ص‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن هحتدنيفتةت بصنن اليِتتماَن تر ص‬
(‫ف انلتملئصتكصة )رواه مسلم‬ ‫صهفو ص‬ ‫صهفوفهتناَ تك ه‬
‫طههوررا تو هجصعلتنت ه‬ ‫تهترابهتهاَ لتتناَ ت‬
Dari Hudzaifah bin al.Yaman ra Rasulallah saw bersabda, “Kita dilebihkan dari manusia (umat)
yang lain dengan tiga perkara yaitu dijadikan bumi seluruhnya sebagai masjid (tempat shalat),
dijadikan tanah/debunya bagi kita sebagai sarana bersuci (apabila kita tidak mendapatkan air), dan
shaf.shaf kita seperti shaf.shaf malaikat.” (HR Muslim)
2. Harus dengan dua penghapusan, menghapus muka dan tangan sampai ke siku hanya satu kali
penghapusan. Tayammum adalah pengganti wudhu. Maka pengganti harus sama dengan yang
diganti. Jadi penghapusan tangan sampai ke siku dalam tayammum sama dengan perintah Allah
untuk membasuh tangan sampai ke siku disaat wudhu.. .
Firman Allah:
﴾٤٣﴿ ‫سهحونا بصهوهجوصههكنم توأتنيصديتهكنم – النساَء‬
‫طليِباَ ر تفاَنم ت‬ ‫فتلتنم تتصجهدونا تمآَرء فتتتيِترمهمونا ت‬
‫صصعيِدار ت‬
Artinya: “kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik
(suci); sapulah mukamu dan tanganmu”. (Qs An.Nisa’ ayat: 43)
‫ضففنربتةد لصنليِتففتدنيصن إصلتففى انلصمنرفتقتنيِففصن )حففديث جيِففد رواه‬
‫ تو ت‬، ‫ضنربتةد لصنلتونجصه‬
‫ التريِتلمهم ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن تجاَبصقر تر ص‬
(‫البيِهقي‬
Dari Jabir ra, Rasulallah saw bersabda, “Tayyammum itu satu tepukan untuk wajah dan satu tepukan
lagi untuk kedua tangan sampai siku” (HR al.Baihaqi, hadits baik)
‫سففلرتم تعلتنيِففصه فتلتففنم يتففهررد‬
‫سلرتم صمنن نتنحصو بصنئصر تجتمقل فتلتقصيِتهه ترهجدل فت ت‬‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫اص ت‬ ‫سوهل ر‬ ‫ أتنقبتتل تر ه‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬ ‫صاَصري تر ص‬ ‫تعنن انبصن هجتهنيِقم التنن ت‬
(‫ستلم )رواه البيِهقي‬ ‫ستح تونجتههه تويتتدنيصه ثهرم تررد تعلتنيِصه ال ر‬‫سلرتم تعلتنيِصه تحرتى أتنقبتتل تعتلى انلصجتداصر فتتم ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫اص ت‬ ‫سوهل ر‬ ‫تر ه‬
Dari Abul Juhaim Al.Anshari ra, ia berkata: Rasulullah saw. pernah datang dari sumur Jamal dan
bertemu dengan seorang lelaki yang mengucapkan salam kepada beliau. Namun beliau tidak
menjawabnya. Ketika beliau tiba di suatu dinding, beliau mengusap wajah dan kedua tangan beliau,
kemudian menjawab salam. (HR al.Baihaqi)
3. Boleh bertayammum hanya setelah masuk waktu shalat, karena tayyammum adalah pengganti
air dan tidak dilakukan kecuali setelah masuk waktu yaitu setelah diyakini betul betul ketiadannya.
4. Harus bertayammum setiap shalat fardhu.
Allah berfirman
‫سفهكنم توأتنرهجلتهكفنم إصتلفى انلتكنعتبيِفصن توصإن هكنهتفنم هجهنبفاَ ر‬ ‫سهحونا بصهرهؤو ص‬ ‫ق توانم ت‬ ‫سهلونا هوهجوتههكنم توأتنيصديتهكنم إصتلى انلتمترافص ص‬ ‫صلصة فاَنغ ص‬ ‫تياَ أتليتهاَ الرصذيتن آتمهنونا إصتذا قهنمتهنم إصتلى ال ر‬
‫سففهحونا‬ ‫صففصعيِدار طتيِلبففاَ ر تفاَنم ت‬
‫سففآَتء فتلتففنم تتصجففهدونا تمففآَرء فتتتيِترمهمففونا ت‬ ‫سفتقر أتنو تجآَتء أتتحدد لمننهكنم لمففتن انلتغففاَئصصطْ أتنو لتتم ن‬
‫سففتههم النل ت‬ ‫ضى أتنو تعتلى ت‬ ‫تفاَطررههرونا توصإن هكنهتم رمنر ت‬
﴾٦﴿ ‫بصهوهجوصههكنم توأتنيصديهكنم لمننهه – الماَئدة‬
Artinya: “Hai orang.orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah
mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai
dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam
perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak
memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan
tanganmu dengan tanah itu” (Qs Al.Maidah ayat:6)
Tidak sah shalat kecuali dengan wudhu, dan satu wudhu bisa digunakan untuk beberapa shalat
fardhu. Berlainan dengan tayyammum dilakukan sebagai pengganti wudhu dan hanya bisa
digunakan untuk setiap shalat fardhu.
‫ضتي اه تعننههتماَ أتنرهه يتتتيِترمهم لصهكلل ت‬
(‫صتلقة توإصنن لتنم يهنحصدنث )رواه البيِهقي بإسناَد صحيِح‬ ‫تعنن انبصن هعتمتر تر ص‬
Dari Ibnu Umar ra, sesungguhnya Rasulallah saw bertayyammum setiap shalat walaupun tidak
berhadats (batal) ” (HR al.Baihaqi dengan isnad shahih)
Wajib Tayammum
1. Memindahkan tanah yang berdebu ke muka dan tangan.
Firman Allah: “maka bertayamumlah kamu” an.Nisa’, 43
2. Niat (aku niat bertayammum untuk melakukan shalat) disertai tepukan tangan ke tanah dan
menyapunya.
‫ ” إصرنماَ التنعتماَهل باَلنلريِاَ ص‬: ‫سلرتم‬
(‫ت” )الحديث المسبق‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تقاَتل تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬
Rasulallah saw bersabda “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya”
(HR Bukhari Muslim)
3. Menghapus muka satu kali
4. Menghapus kedua tangan sampai ke siku satu kali
5. Tertib antara kedua penghapusan, yaitu menghapus muka dahulu baru setelah itu tangan.
Allah berfirman ” sapulah mukamu dan tanganmu“. an.Nisa’ 43
Dalam ilmu fiqh tayammum diartikan dengan menyampaikan tanah ke muka dan dua tangan sebagai
ganti daripada wudhu dan mandi jika tidak ada air atau sakit (berhalangan) menggunakan air.
Kemudian jika waktu sholat datang sedangkan air dan tanah suci tidak ada maka shalat wajib
didirikan tanpa wudhu.
‫ت‬ ‫ت‬ ‫ساَ صمنن أت ن‬
َ‫صتحاَبصصه فصي طلبصتهففا‬ ‫سلرتم تناَ ر‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫اص ت‬ ‫سوهل ر‬ ‫ستل تر ه‬‫ستماَتء صقلتدةر فتتهلتتكنت فأ تنر ت‬
‫ستتتعاَترنت صمنن أت ن‬ ‫ضتي اه تعننههاَ أتنرتهاَ ا ن‬ ‫شةت تر ص‬
‫تعنن تعاَئص ت‬
(‫اه آيتةت التريِتلمصم )رواه الشيِخاَن‬ ‫شتكنوا تذلصتك إصتليِه فتتنفتزتل ر‬
‫سلرتم فت ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ضنوقء فتلترماَ أتتتنوا النتبصري ت‬‫صلرنوا بصتغنيِصر دو ه‬‫صلةه فت ت‬‫فتأ تندترتكنتههنم ال ر‬
Sesuai dengan hadits Rasulallah saw dari Aisyah bahawasanya ia meminjam kalung dari Asma’, lalu
kalung itu hilang. Kemudian Rasulullah saw mengutus seseorang (untuk mencarinya), akhirnya
kalung tadi dapat ditemukan. Lalu waktu sholat tiba dan tidak ada air di sana. Mereka sholat (tanpa
wudu’) dan memberitahukan kepada Rasulullah saw. Maka Allah menurunkan ayat.ayat tayammum”
(HR Bukhari Muslim).
Perbuatan shahabat ini tidak dibantah oleh Rasulallah saw dan tidak dikatakan bahwa shalat dalam
keadaan seperti ini tidak wajib, akan tetapi wajib baginya untuk mengulangi shalatnya, karena
Rasulallah saw bersabda:
(‫صلتةر بصتغنيِصر طهههنوقر )رواه مسلم‬
‫ ل يتنقبتهل اه ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
“Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci” (HR Muslim)
Sunah Tayammum

 Membaca bismillah
 Mendahulukan yang kanan dari yang kiri

 Menghapus muka dari atas ke bawah seperti membasuh muka dalam berwudhu

 Mengurangi debu tanah

 Berturut.turut yaitu tidak ada jarak waktu antara menghapus muka dan tangan

 Membuka jari jari tangan sewaktu meletakannya di tanah

 Membuka cincin

 Melewatkan tangan yang berdebu ke angota tayammum

 Menghapus muka dan tangan satu kali.satu kali

 Menghadap kiblat

 Berdo’a setelah selesai (sama seperti do’a setelah wudhu)

Yang Membatalkan Tayammum

 Semua yang membatalkan wudhu membatalkan tayammum


 Melihat air sebelum shalat (bagi yang bertayammum karena tidak ada air). Fungsi tayyammum
sebagai penganti air, dan air merupakan alat utama untuk bersuci. Maka jika ada air
tayyammumnya tidak berfungsi.

 Murtad (keluar dari agama Islam)

Luka (Jarih)
Walaupun dalam keadaan luka shalat wajib dilakukan. Dan sebelum shalat harus melakukan kewajiban
bersuci dari hadats kecil atau hadats besar. Sekarang jika anggota tubuh kita terkena luka (jarih), kita
diwajibkan bersuci seperti biasa (wudhu atau mandi junub). Dalam hal ini hukumnya terbagi atas dua
bagian:

a. Luka tidak dibalut perban

jika luka berada di anggota tayammum (anggota tayammum adalah wajah dan kedua tangan) dan
tidak dibalut. Dalam hal ini jika luka masih bisa dibasuh oleh air, maka kita wajib membasuhnya
seperti tidak ada luka baik wudhu atau mandi besar.
Jika luka tidak bisa dibasuh air (menurut anjuran dokter) sedang lukanya berada dianggota
tayammum (wajah dan tangan), maka wajib membasuh semua anggota yang sehat dengan air lalu
bertayammum pada anggota yang terkena luka. Dan hal ini dilakukan dengan tertib. Misalnya,
luka terdapat pada wajah, berarti tayammum dilaksanakan sebelum membasuh tangan. Atau luka
terdapat pada tangan, maka tayammum dilakukan setelah membasuh wajah. Setelah sembuh
lukanya tidak wajib mengulangi shalatnya.
Berlainan jika luka yang berada di anggota tayammum itu tidak bisa ditayammumkan. Artinya
luka trb tidak bisa diusap dengan debu atau tidak bisa terkena debu. Maka hal yang seperti ini jika
lukanya telah sembuh, ia wajib mengulangi (qadha) shalat selama ia tidak bertayammum.
Sekarang jika luka tidak berada di anggota tayammum (wajah dan tangan), maka cara semacam ini
dianggap cukup dan tidak ada kewajiban mengulangi shalat setelah sembuh dari luka meskipun
lukanya tidak ditayamumkan atau tidak bisa dikenai debu.

b. Luka dibalut perban

Jika luka dibalut dengan perban dan berada pada anggota tayammum (wajah dan tangan). Maka
sebaiknya saat bersuci membuka perban, kemungkinan luka masih bisa dibasuh air atau diusap
debu (bertayammum). Jika perban tidak mungkin dibuka, maka hukumnya membasuh anggota
yang sehat dengan air lalu mengusap pembalut dengan kelima jari tanganya setelah dicelup dengan
air (dengan tangan yang basah), setelah itu sebagai pengganti bagian tubuh yang tertutup
pembalut hendaklah ia bertayammum. Adapun bersuci seperti model ini shalanya wajib diulang
setelah sembuh.
Kesimpulannya :

 Jika pembalut terletak bukan di anggota tayyammum (wajah dan tangan) maka tidak wajib
mengulangi (mengqadha) shalatnya
 Jika pembalut terletak di anggota tayyammum (wajah dan tangan) maka wajib mengulangi
shalatnya

 Jika pembalut diletakan dalam keadaan tidak berwudhu maka wajib mengulangi shalatnya

 Jika pembalut terbuat dari bahan yang najis atau terkena najis (selain darah dari lukanya) maka
wajib mengulangi shalatnya

Mengulangi (Qadha) Shalat Karena Tayammum


4 hal bagi yang bertayammum wajib mengulangi (menqadha) shalatnya:

1. Orang yang bertayammum di daerah dingin dan susah mendapatkan api yang bisa digunakan
sebagai penghangat air
2. Orang yang bertayammum karena tidak ada air di daerah yang biasanya ada air

3. Orang yang bertayammum dalam perjalanan maksiat

4. Orang yang bertayammum karena ada pembalut di anggotanya dan sewaktu dibalut ia tidak
berwudhu.

6. ISTINJA’ (CEBOK)

Istinja’ dalam bahasa Arab artinya mencari keselamatan dan dalam ilmu fiqih ialah menghilangkan
najis yang keluar dari kedua aurat depan dan belakang dengan memakai air atau batu dan hukumnya
wajib.
Beristinja’ ada tiga cara
a. Cara pertama dengan mengunakan air dan batu, ini merupakan cara yang paling sempurna dan
disunahkan karena bisa menghilangkan bekas najis secara keseluruhan.
b. Cara kedua dengan menggunakan air saja, ini merupakan cara yang cukup. Cara ini pernah dilakukan
oleh Nabi saw.
‫ فتففأ تنتبتتعهه أتنتففاَ توهغلتدم صمففتن التنن ت‬،‫سففلرتم يتففأنصتي انلتخلتتء‬
‫صففاَصر‬ ‫صرلى اهفف تعلتنيِففصه توآلصففصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫ تكاَتن تر ه‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫سوهل تر ه‬ ‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬ ‫تعنن أتنت ص‬
(‫ستتننصجي بصتهاَ )رواه الشيِخاَن‬ ‫بصإ صتداتوقة صمنن تماَقء فتيِت ن‬
Sesuai dengan Hadits dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Bahwa Rasulullah saw. pernah memasuki
kebun, diikuti olehku dan seorang anak muda yang membawa kendi berisi air, maka beliau beristinja
dengan air. (HR Bukhari Muslim)
c. cara ketiga dengan menggunakan batu saja ini merupakan cara yang paling ringan atau sedikitnya.
‫ب أتتحففهدهكنم إصلتففى انلتغففاَئصصطْ تفل يت ن‬
‫سففتتنقبصصل‬ ‫ فتإ صتذا تذتهفف ت‬، ‫ إصنرتماَ أتتناَ لتهكنم صمنثهل انلتوالصصد‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
(‫ج بصتثلثتصة أتنحتجاَقر )الشاَفعي وأبو داود والنساَئي وابن ماَجه‬ ‫ تول يت ن‬، ‫انلقصنبلتةت‬
‫ تونليِت ن‬، ‫ستتندبصنرتهاَ لصتغاَئصقطْ تول بتنوقل‬
‫ستتنن ص‬
Rasulallah saw bersabda: “Sesungguhnya aku bagi kamu seperti bapak maka apabila engkau ke WC,
janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar dan
bersucilah (ceboklah) dengan tiga batu” (HR asy.Syafie, Abu Daud, an.Nasai, Ibnu Majah).
Dalam hal ini Rasulallah saw melarang cebok dengan menggunakan tahi binatang yang kering atau
tulang dan melarang beristinja’ (cebok) dengan tangan kanan.
Syarat Beristinja’ Dengan Batu
1. Beristinja’ sebelum najisnya kering
2. Beristinja’ di tempat keluarnya najis
3. Tidak tersentuh oleh sesuatu
4. Tidak pindah najisnya dari kedua aurat (lubang tempat keluar najis)
5. Beristinja paling sedikit dengan tiga batu.
(‫ئ بأقلل صمنن ثتلتثتصة أتنحتجاَقر )رواه مسلم‬
‫سلرتم أتنن لت يتنجتتصز ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ أتتمترتناَ تر ه‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫سنلتماَن التفاَصر ص‬
‫سلي تر ص‬ ‫تعنن ت‬
Sesuai dengan hadits dari Salman al.Farisi ra, ia berkata: “Rasulallah saw memerintahkan kami
untuk tidak beristinja’ (cebok) kurang dari tiga batu” (HR Muslim)
Adab Masuk Kamar Mandi (WC)
1. Tidak membawa sesuatu dari dzikir Allah dan Rasul.Nya,
‫ تو ت‬، ‫سلرتم تكاَتن إصتذا تدتختل انلتخلتء‬
(‫ضتع تخاَتتتمهه )حسن صحيِح غريب الترمذي‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
Dari Anas bin Malik ra, telah diriwayatkan sesungguhnya Nabi saw jika memasuki WC beliau
melepaskan cincinya (HR at.Tirmidzi). Cincin beliau tertulis ”Mumammad Rasulallah”
2. Membaca do’a sewaktu masuk
‫بسم ا اللرههرم إصلني أتهعوهذ بصتك صمنن انلهخبه ص‬
‫ث توانلتختباَئص ص‬
‫ث‬
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada.Mu dari godaan syetan laki. laki dan syetan
perempuan
‫سنتهر ماَ بتنيِتن أتنعيِهصن الصجففين توتعففنوترا ص‬
‫ت بتنصففي آتدتم إتذا تدتخففتل‬ ‫ ص‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫اص ت‬ ‫اه تعننهه أترن تر ه‬
‫سوتل ر‬ ‫ضي ر‬
‫ب تر ص‬ ‫تعنن تعلصلي ابن أتصبي ت‬
‫طاَلص ق‬
(‫ا )الترمذي و إسناَده ليِس باَلقوة‬ ‫سصم ر ص‬ ‫ف أنن يتهقوتل باَ ن‬
‫التكصنيِ ت‬
Dari Ali bin Abi Thalib ra, bahwa Rasulallah saw bersabda: penutup (dinding) antara Jin dan aurat
manusia jika memasuki WC ia berkata: “bismillah” (HR at.Tirmidzi).
‫ث‬ ‫ت‬
‫ث توا ت ص ص‬
‫ئ‬ َ‫ففا‬
‫ب‬ ‫خ‬ ‫ن‬
‫ل‬ ‫ اللرههرم إصلني أتهعوهذ بصتك صمنن انلهخبه ص‬: ‫سلرتم إصتذا تدتختل التخلتتء تقاَتل‬ ‫ تكاَتن النتبصلي ت‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
(‫)رواه الشيِخاَن‬
Hadits lainnya dari Anas bin Malik ra sesungguhnya Rasulallah saw jika memasuki WC beliau
berkata ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada.Mu dari godaan syetan laki. laki dan syetan
perempuan” (HR Bukhari Muslim)
3. Membaca do’a sewaktu keluar
‫هغنفترانتتك نالتحنمهد صرلص الرصذي أتنذته ت‬
‫ب تعنيصي التذى وتعاَتفاَنصي‬
Artinya: PengampunanMu ya Allah, segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan kotoran dariku
dan memberikan kepadaku kesehatan.
‫ هغنفترانتففتك ” )أبففو داود وابففن مففاَجه‬: ‫سففلرتم صمففتن انلتغففاَئصصطْ صإل قتففاَتل‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫سوهل ر‬
‫اص ت‬ ‫شةت تر ص‬
‫ تماَ تخترتج تر ه‬: ‫ضتي اه تعننههاَ تقاَلتنت‬ ‫تعنن تعاَئص ت‬
(‫والترمذي‬
Sesuai dengan hadits dari Aisyah ra, ia berkata: Rasulallah saw tidak keluar dari WC kecuali beliau
berkata ”pengampunan.Mu ya Allah” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, At.Tirmidzi).
‫ب تعنلففي انلتتذى توتعاَفففاَصني‬
‫ت‬ ‫ انلتحنمهد صرلصفف الرففصذي أتنذتهفف ت‬: ‫سلرتم تكاَتن إصتذا تخترتج صمنن انلتختلصء تقاَتل‬ ‫اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي تذقر تر ص‬
‫ضتي ر‬
(‫)ابن ماَجه ضعيِف يعمل به في الفضاَئل‬
Hadits lainnya dari Abu Dzarr ra sesungguhnya Rasulallah saw jika keluar dari WC beliau berkata:
”Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan kotoran dariku dan memberikan kepadaku kesehatan
” (HR Ibnu Majah, dhaif untuk pelengkap ibadah)
4. Mendahulukan kaki kiri sewaktu masuk dan kaki kanan sewaktu keluar. Karena kiri untuk keburukan
dan kanan untuk kebaikan.
5. Membaca do’a dalam hati sewaktu beristinja’ (cebok)
‫طلهنر قتنلصبي صمنن النلتفاَ ص‬
‫ق‬ ‫صنن فتنرصجي صمنن انلفتتواصح ص‬
‫شْ تو ت‬ ‫اللرههرم تح ل‬
Artinya: Ya Allah jagalah kemaluanku dari perbuatan keji dan bersihkanlah hatikau dari nifak

Adab Buang Air di Tempat Terbuka


1. Bersembunyi atau berjauhan dari pandangan manusia agar tidak terdengar suara atau terhendus bau
dari yang keluar.
(َ‫ب إصتلى انلتغاَئصصطْ أتنبتعتد )صحيِح أحمد والترمذي وغيِرهما‬
‫سلرتم تكاَتن إصتذا تذته ت‬ ‫ أترن النتبصري ت‬، ‫تعنن يتنعتلى نبصن همررةت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw jika hendak buang air besar maka beliau pergi jauh. (HR
Ahmad, At.Tirmidzi dll).
‫ستتتصنر فتإ صنن لتنم يتصجففند إلر أتنن يتنجتمففتع تكصثيِبففاَ ر صمففنن ترنمففقل‬
‫ تمنن أتتتى التغاَئصطْت فتنليِت ن‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
(‫ستتتصنر بصصه )أحمد و أبو داود بأساَنيِد حسنة‬ ‫فتنليِت ن‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda “Barangsiapa yang hendak buang hajat maka
hendaklah bertabir. Kalau dia tidak mendapatkan tabir (tutup) hendaklah dengan cara
mengumpulkan pasir (untuk dijadikan tabir), maka lakukanlah” (HR Ahmad, Abu Daud dengan
sanad baik)
2. Jangan buang air di air tenang/tergenang.
(‫سلرتم نتتهى أنن يهتباَتل في التماَصء الرراصكصد )رواه مسلم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫تعنن تجاَبصقر تر ص‬
Dari Jabir ra, bahwa Rasulallah saw telah melarang seseorang itu kencing di air yang tenang. (HR
Muslim)
3. Jangan buang air di lubang karena kemungkinan ada jin dan binatang.
‫سلرتم نتتهى تعصن انلبتنوصل في انلهجنحصر )صحيِح أحمد وأبففو داود والنسففاَئي‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫س أترن تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫ تعنن تعنبصد اص نبصن ت‬،‫تعنن قتتتاَتدتة‬
‫سنرصج ت‬
(‫والحاَكم والبيِهقي‬
Dari Qatadah ra, dari Abdullah bin Sarjis ra, sesungguhnya Rasulullah saw telah melarang seseorang
kencing di suatu lubang” (Ahmad, Abu Daud, An.Nasa’I, Al.Hakim, dan Al.Baihaqi)
4. Jangan buang air di jalanan orang dan di tempat orang berteduh.
‫ ” الرففصذي‬:‫سنوتل ا؟هلل تقاَتل‬
‫ توتماَ اللترعاَتناَصن تياَ تر ه‬:‫ تقاَلهنوا‬. ‫ اصترهقوا اللرعاَتنيِنن‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫ تقاَتل تر ه‬، ‫ضتي اه تعننهه‬
‫سنوهل اص ت‬
(‫س أتنو صفي صظللصهنم ” )رواه مسلم‬ ‫يتتتخرلى في طتصرني ص‬
‫ق الرناَ ص‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda “Jauhilah dua (perbuatan) yang menyebabkan
laknat, yaitu buang hajat (besar/kecil) di jalan umum atau diperteduhan mereka” (HR Muslim)
5. Jangan buang air di bawah pohon ridang atau berbuah dan di tempat yang ada angin kencang
6. Jangan berbicara disaat buang air.
‫ضصرتباَصن انلتغاَئصطْت تكاَ ص‬
َ‫شفففتنيِصن تعففنن تعنوترتصصهتمففا‬ ‫ تل يتنخهرنج الررهجتلصن يت ن‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫ت النتبصري ت‬ ‫ ت‬:‫اه تعننهه تقاَتل‬
‫سصمنع ه‬ ‫ضتي ر‬ ‫تعنن أتصبي ت‬
‫سصعنيِقد تر ص‬
(‫ت تعتلى تذلصتك )رواه أحمد و أبو داود‬ ‫يتتتتحردتثاَصن فتإ صرن ر‬
‫ات تعرز توتجرل يتنمقه ه‬
Dari abu Said ra, ia mendengar Rasulallah saw bersabda ” Tidaklah dua orang laki.laki keluar
bersama untuk buang hajat lalu mereka membuka aurat mereka dan bercakap.cakap, maka sungguh
Allah murka atas hal itu” (HR Ahmad,Abu Dawud)

7. Jangan menghadap ke kiblat atau membelakanginya disaat buang air kalau bukan di WC.

‫سففتتنقبصصل انلقصنبلتففةت تولت‬ ‫ب أتتحففهدهكهم الففى انلتغففاَئص ت‬


‫طْ فتلت يت ن‬ ‫ إصتذا تذتهفف ت‬: ‫سففلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، ‫اه تعننهه‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫ضتي ر‬
‫ي تر ص‬ ‫ب التنن ت‬
‫صاَصر ر‬ ‫تعنن أتصبي أتليو ت‬
(‫ستتندبصنرتهاَ لصتغاَئصقطْ أتنو بتنوقل )صحيِح الشاَفعي‬
‫يت ن‬
Rasulallah saw bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian pergi untuk buang hajat, maka
janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika buang air besar dan kecil” (HR shahih
Syafie)

8. Harus meniriskan kecing hingga bersih dengan mengurut auratnya bagi laki. laki dan
berdehem bagi perempuan.

7. NAJASAH (NAJIS)

Najis atau najasah dalam bahasa Arab artinya kotoran atau sesuatu yang menjijikan dalam ilmu fiqih
ialah kotoran atau sesuatu yang menjijikan yang bisa menghalangi kesempurnaan shalat.
Pembagian Najis
Najis dibagi menjadi tiga bagian:
1. Najis Mugholladzoh. (Berat)
Najis yang berat yaitu anjing, babi dan anak yang lahir dari keduanya.
Cara mensucikannya ialah dicuci bersih dengan air 7 kali dan salah satunya wajib dicuci dengan
tanah.
‫سفنبرعاَ أوتلههفرن‬ ‫ب أتنن يتنغ ص‬
‫سفتل ت‬ ‫ طهههفنوهر إصتنفاَصء أتتحفصدهكنم إصتذا توتلفتغ فصنيِفصه انلتكنلف ه‬: ‫سفلرتم قت اَتل‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآصلفصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫صباَللتترا ص‬
(‫ب )رواه مسلم‬
Cara ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda: “Sucinya tempat
(perkakas) seseorang diantara kamu apabila telah dijilat oleh anjing, adalah dengan dicuci tujuh
kali. Permulaan diantara pencucian itu (harus) dicuci dengan tanah”. (HR. Muslim)
2. Najis Mukhofafah (Ringan)
Ialah najis yang ringan, seperti air kencing anak laki.laki yang usianya kurang dari dua tahun dan
belum makan apa.apa, selain air susu ibunya.
Cara membersihkannya, cukup dengan memercikkan air bersih pada benda yang terkena najis.
‫سهل صمنن بتنوصل انلتجاَصريتصة تو يهنن ت‬
‫ضهح صمنن بتنوصل‬ ‫سلرتم تقاَتل صفي بتنوصل الرر ص‬
‫ يهنغ ت‬:‫ضنيِصع‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ب تر ص‬ ‫تعنن تعلصيي بن اتصبي ت‬
‫طاَلص ق‬
(‫انلهغلتصم )حسن صحيِح أبو داود و الترمذي و ابن ماَجه و الحاَكم‬
Dari Ali bin Abi Thalib ra, Rasulallah saw bersabda tentang kencing bayi: “Barangsiapa yang
terkena air kencing bayi wanita, harus dicuci. Dan jika terkena air kencing bayi laki.laki cukuplah
dengan memercikkan air padanya”. (HR. Abu Daud, At.Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al.Hakim)
3. Najis Mutawassithah (Sedang)
Najis yang sedang, yaitu najis selain najis mughaladzah (berat) dan najis mukhafafah (ringan)
seperti:

 Arak

Allah berfirman:
90 ‫طاَصن تفاَنجتتنصهبوهه لتتعلرهكنم تهنفلصهحوتن – الماَئدة‬
‫شنيِ ت‬ ‫ب توالتنزلتهم صرنج د‬
‫س لمنن تعتمصل ال ر‬ ‫صاَ ه‬ ‫سهر توا ت‬
‫لن ت‬ ‫تيفأ تليتهاَ الرصذيتن آتمهنونا إصنرتماَ انلتخنمهر توانلتمنيِ ص‬
Artinya: “Hai orang.orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk
perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan.perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”
(Qs al.Maidah ayat: 90)

 Darah

‫ يففإ صتذا أتندبتففترنت تفاَنغ ص‬، ‫صففلةت‬


‫سففصلي‬ ‫ضةه فتففتدصعى ال ر‬ ‫ضصة فتإ صتذا أنقبتلت ص‬
‫ت التحنيِ ت‬ ‫سلرتم تقاَتل لصنلهم ن‬
‫ستتتحاَ ت‬ ‫ضتي اه تعننههاَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫شةت تر ص‬
‫تعنن تعاَئص ت‬
(‫صليصي )رواه الشيِخاَن‬ ‫تعننصك الردتم تو ت‬
Sesuai dengan hadits dari Aisyah ra, Rasulallah saw bersabda kepada wanita yang sedang haid:
“Jika datang haid, maka tinggalkanlah shalat. Jika pergi maka bersucilah dan lakukanlah shalat”
(HR Bukhari Muslim)

 Nanah adalah darah yang berobah menjadi busuk

 Muntah adalah makanan yang berubah di dalam perut menjadi rusak dan busuk, hukumnya
seperti tahi.

 Kotoran (tahi) manusia atau binatang (selain binatang yang tidak mengelair darahnya).

‫ تهففتذا صرنكفف د‬:‫سلرتم بصتحتجترنيصن توترنوثتقة فأتختذ التحتجترنيصن وأتنلتقى الررنوثتةت توقتففاَتل‬
‫س‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ أتتتنيِ ه‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫ت النبري ت‬ ‫سهعنوقد تر ص‬
‫تعنن انبصن تم ن‬
(‫)رواه البخاَري‬
Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata: “Aku membawa kepada Rasulallah saw dua batu dan segumpal
najis (tahi) binatang yang kering. Lalu beliau mengambil dua batu dan membuang najis
tersebut. Beliau bersabda: Sesungguhnya ia najis” (HR Bukhari)

 Kencing (kecuali kecing anak laki.laki yang belum berusia 2 tahun dan belum makan kecuali
susu ibunya).

‫ أترماَ أتتحهدههتماَ فتتكففاَتن‬، ‫ توتماَ يهتعرذتباَصن صفي تكصبيِقر‬،‫ إصنرههتماَ لتيِهتعرذتباَصن‬: ‫سلرتم بصقتنبترنيصن فتتقاَتل‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫ تمرر النربصلي ت‬: ‫ضتي اه تعننههتماَ تقاَتل‬
‫صرلى ر‬ ‫س تر ص‬ ‫تعصن انبصن تعرباَ ق‬
(‫شي صباَلنرصميِتمصة )رواه الشيِخاَن‬ ‫ستتننصزهه صمتن انلبتنوصل توأترماَ انلتخهر فتتكاَتن يتنم ص‬
‫تل يت ن‬
Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah saw pernah melewati dua kuburan, maka beliau
bersabda, “Mereka berdua sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.
Adapun salah seorang dari keduanya dia tidak beristinja’ dari kencingnya (cebok), sedangkan
yang lainnya dia menebarkan adu domba (namimah) ” (HR Bukhari Muslim)

 Madzi dan wadi

(‫صلتصة )رواه الشيِخاَن‬ ‫ضأن هو ه‬


‫ضنوتءتك صلل ر‬ ‫سنل تذتكترتك توتتتو ر‬
‫ت التمصذي تفاَنغ ص‬
‫ إذا رأي ت‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw “Jika kau melihat madzi, maka cucilah kemaluanmu, dan
berwudhulah” (HR Bukhari Muslim).

 Susu binatang yang tidak dimakan dagingnya hukumnya najis kecuali susu ibu (manusia)
suci,
 Anggota yang terputus dari binatang yang hidup hukumnya najis kecuali ikan, belalang dan
manusia.

‫ فتههفتو تمنيِتتفةد )حسفن أبفو داود‬، ‫ توصهفتي تحريِفةد‬، ‫ تم اَ قهصطفتع صمفنن انلبتصهيِتمفصة‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ضتي اه تعننههتماَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن انبصن هعتمر تر ص‬
(‫والترمذي‬
Dari Ibnu Umar ra, Rasulallah saw bersabda “apa yang terputus dari anggota binatang hidup,
adalah bangkai” (HR Abu Daud, at.Tirmidzi). Sedang rambut atau bulu bangkai binatang yang
boleh dimakan dagingnya hukumnya suci. Allah berfirman
﴾٨٠﴿ ‫شتعاَصرتهآَ أتتثاَثاَ ر توتمتتاَعاَ ر إصتلى صحيِقن – النحل‬
‫صتوافصتهاَ توأتنوتباَصرتهاَ توأت ن‬
‫توصمنن أت ن‬
Artinya: “dan (dijadikan.Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat.alat
rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). (Qs An.Nahl ayat: 80)
Cara mensucikan najis mutawasithah (sedang) yaitu dicuci dengan air sampai hilang warna, bau
dan rasanya.
Najis mutawassithah terbagi atas dua bagian:
1. Najis ‘Ainiah
Najis ‘Ainiah yaitu najis yang memiliki bentuk atau wujud dan bisa dilihat oleh mata. Ia
memiliki warna, rasa dan bau. Kalau terkana najis ini, cara mensucikannya dengan
menghilangkan zatnya sampai hilang warna, rasa dan baunya. Semasih najis itu belum hilang
salah satu dari zatnya yaitu warna, rasa dan baunya, maka hukum benda itu masih tetap najis.
Jika warna dan bau belum juga hilang setelah dicuci karena mendapat kesulitan maka hukum
benda itu suci.
2. Najis Hukmiah
Najis Hukmiyah yaitu najis yang tidak memiliki bentuk atau wujud dan tidak bisa dilihat
oleh mata. seperti kencing yang sudah kering. Cara mensucikannya cukup dengan
mengalirkan air pada bekas najis tersebut.
Keterangan (Ta’liq):

 Mani adalah air kental yang keluar dari kemaluan, berwarna seperti susu, dan memiliki
bau anyir. Mani biasanya keluar disaat melakukan hubungan intim dengan pasangan hidup
(suami istri). Mani (sperma) itu tidak najis tapi orang yang keluar mani mempunyai
kewajiban yang lebih besar yaitu mandi junub.
 Madzi ialah air seperti lendir yang keluar dari kemaluan sewaktu timbul birahi, ia halus
seperti benang dan tidak berwarna. Hukumnya najis, jika ingin shalat tidak usah mandi
cukup dengan mecucinya sampai bersih dan wudhu.

 Wadi ialah air seperti lendir yang keluar dari kemaluan, biasanya keluar setelah kencing
atau karena sakit diantaranya keputihan dan jika ingin shalat tidak usah mandi cukup
dengan mencucinya sampai barsih dan wudhu.

8. BANGKAI YANG SUCI

Ada tiga jenis bangkai yang suci

 Bangkai manusia baik bangkai itu seorang muslim atau kafir.

‫ فتففإ صرن انلهمففنؤصمتن ل يتننتجفف ه‬، ‫سففوا تمنوتتففاَهكنم‬


َ‫س تحيِيرففاَ توتل تميِلترففا‬ ‫ تل تهنتلج ه‬: ‫سففلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصففصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، َ‫ضتي اه تعننههتما‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫س تر ص‬
‫تعصن انبصن تعرباَ ق‬
(‫)الحاَكم والبيِهقي على شرط الشيِخيِن‬
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulallah saw bersabda: “janganlah kau menajiskan bangkai-bangkai kamu
(bangkai manusia), sesungguhnya seorang mukmin itu tidak najis sewaktu hidupnya dan matinya”
(HR Hakim, Baihaqi).
Dan Islam membolehkan memakan makanan ahli kitab. Adapun dalil yang menyatakan bahwa orang
kafir itu tidak najis begitu pula bangkainya yaitu Hadits Nabi saw
،‫ فتتجاَتءنت بصترهجقل صمنن بتصني تحصنيِفتةت يهتقاَهل لتهه ثهتماَتمةه نبهن أهتثاَقل‬،‫سلرتم تخنيِلر قصبتتل نتنجقد‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫ بتتع ت‬: ‫اه تعننهه تقاَل‬
‫ث النربصلي ت‬ ‫ضتي ر‬
‫عن أبي ههترنيترةت تر ص‬
(‫سصجصد )رواه البخاَري‬ ‫ستواصري انلتم ن‬ ‫ساَصريتقة صمنن ت‬ ‫فتتربت ه‬
‫طوهه بص ت‬
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Nabi saw telah mengirim tentara ke arah Najed, kemudian mereka
kembali dengan seorang tawanan (Kafir) dari bani Hanifah disebut Tsumamah bin Usal, lalu diikat di
salah satu tiang di masjid (HR Bukhari)

 Bangkai ikan laut dan sungai.

Allah berfirman:
‫أهصحرل لتهكنم ت‬
﴾٩٦﴿ ‫صنيِهد انلبتنحصر توطتتعاَهمهه تمتتاَعاَ ر لرهكنم – الماَئدة‬
Artinya: “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai
makanan yang lezat bagimu” (Qs Al-Maidah ayat: 96)

 bangkai kelabang / belalang.

(‫ت نتأنهكهل تمتعهه انلتجتراتد )رواه الشيِخاَن‬


‫سنبتع تغتزتوا ق‬
‫سلرتم ت‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫اه تعننهه تقاَتل تغتزنوتناَ تمتع تر ه‬
‫سوصل ر‬
‫اص ت‬ ‫اص نبصن أتصبي أتنوتفى تر ص‬
‫ضتي ر‬ ‫تعنن تعنبصد ر‬
Sesuai dengan hadist dari Abdullah ibnu Abi Aufa, ia berkata: “Kami berperang bersama Rasulullah
saw tujuh kali perang, kami memakan belalang” (HR Bukhari Muslim)

Keterangan (Ta’liq):
– Arak bisa menjadi suci jika berubah menjadi cuka dengan sendirinya tanpa dicampuri dengan
zat lainnya yang bisa merobahnya menjadi cuka.
‫ساَتدتهاَ فتصعننتد تذلصتك يتصطنيِ ه‬
‫ب الخلل )رواه‬ ‫ لت يتصحلل تخلل صمنن تخنمقر أهنف ص‬: ‫ب فتتقاَتل‬
‫ستد تحرتى يتنبتدأت اه إصنف ت‬ ‫اه تعننهه أتنرهه تخ ت‬
‫ط ت‬ ‫ضتي ر‬
‫ب تر ص‬ ‫تعنن هعتمتر انبصن التخ ر‬
‫طاَ ص‬
(‫البيِهقي‬
Dari Umar bin Khattab ra sesungguhnya ia berkhutbah dan berkata: “Arak tidak halal jika
dirubah menjadi cuka, sehingga Allah mulai merubahnya. Maka pada saat itu cukanya halal”
(HR Al-Baihaqi)
– Kulit bangkai hewan bisa mejadi suci jika disamak.
(‫طههتر )رواه مسلم‬ ‫ إصتذا هدبصتغ اصلتهاَ ه‬: ‫سلرتم‬
‫ب فتقتند ت‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، َ‫ضتي اه تعننههتما‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫س تر ص‬
‫تعصن انبصن تعرباَ ق‬
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulallah saw bersabda: “jika kulit bangkai telah disamak, maka dia telah
suci” (HR Muslim). Yang dimaksudkan di sini adalah bangkai binatang yang boleh dimakan
dagingnya, seperti kulit bangkai unta, kambing, sapi dll.

9. DARAH WANITA

Darah yang keluar dari rahim wanita ada tiga jenis

a. Darah haid
b. Darah nifas

c. Darah istihadhah

a. Darah Haid

Darah haid ialah darah sehat yang keluar dari rahim wanita yang sedikitnya berusia 9 tahun. Darah
ini keluar minimumnya selama sehari semalam (24 Jam), maksimumnya 15 hari dan normalnya 6
atau 7 hari. Jadi masa suci bagi wanita antara dua haid tidak boleh kurang dari 15 hari. Dalilnya
adalah ketetapan yang telah ditetapkan oleh Imam Syafi’e.

b. Darah Nifas

Darah nifas ialah darah yang keluar dari rahim wanita yang melahirkan, minimumnya seketika,
maksimumnya 60 hari dan normalnya 40 hari. Dalilnya adalah ketetapan yang telah ditetapkan
oleh Imam Syafi’e.

c. Darah Istihadhah

Darah istihadhah ialah darah yang keluar dari rahim wanita, ia bukan darah haid atau darah nifas
tapi darah penyakit. Hukumnya seperti hukum orang yang tidak bisa menahan kecing yang
selamanya keluar.
Dan jenis darah istihadhah ada 5:

 Darah yang keluar dari rahim gadis yang belum berusia 9 tahun
 Darah yang keluar dari rahim wanita kurang dari sehari semalam (kurang dari 24 Jam)

 Darah yang keluar dari rahim wanita lebih dari 15 hari

 Darah yang keluar dari rahim wanita yang melahirkan lebih dari 60 hari

 Darah yang keluar dari rahim wanita sebelum habis masa suci 15 hari

Keterangan:
Bagi wanita yang mengeluarkan darah istihadhah (darah penyakit) yaitu bukan darah haid dan nifas
wajib baginya melakukan shalat dan puasa.
Cara shalat bagi wanita istihadhah
1- Mencuci darah istihadhah dari kemaluannya sebersih-bersihnya dan menutup rapat kemaluan
dengan kain (softek).
:‫ف قتففاَلتنت إصنرففهه أتنكثتففهر صمففنن ذلصففتك قففاَتل‬
‫ت‬ ‫ت‬ ‫ أتننتعفف ه‬:َ‫ضففتي اهفف تعننههففا‬
‫ت لتففصك انلهكنر ه‬
‫سفف ت‬ ‫شْ تر ص‬ ‫سلرتم تقاَتل لصتحنمتنة بصنن ص‬
‫ت تجنح ق‬ ‫ى أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ هرصو ت‬
(َ‫فتتتلترجصمي )صحيِح أبو داود والترمذي و غيِرهما‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw kepada Hamnah binti Jahsy ra “Aku beritahukan kepadamu
(agar menggunakan) kapas kerena kapas dapat menyerap darah” Hamnah berkata: “Darahnya lebih
banyak daripada itu” Rasulallah saw bersabda lagi: “Maka pakailah penahan.” (HR Abu Daud, At-
Tirmidzi, dll).
Jika masih tetap keluar setelah diberikan penahan maka darah yang keluar (rembas) tidak
membatalkan wudhunnya dan shalatnya sah. Karena kesulitan baginya untuk mencegah darah
yang keluar.
2- Wajib mengulangi mencuci darah dari kemaluannya dan menutup rapat kemaluan dengan kain
(softek) setiap akan wudhu. Dan wajib wudhu setiap akan melakukan shalat
3- Tidak boleh berwudhu sebelum masuk waktu shalat
4- Satu wudhu hanya bisa berlaku untuk satu shalat fardhu saja atau tidak boleh lebih dari satu shalat
fardhu kecuali shalat sunah boleh dilakukan sekehendaknya.
5- Harus segera melakukan shalat setelah berwudhu tidak boleh ditunda. Jika shalatnya ditunda
setelah berwudhu, maka wudhunya wajib diulangi, karena dikuatirkan darah akan keluar lebih
banyak lagi. Hal ini sama dengan orang yang tidak bisa menahan kencing karena penyakit,
shalatnya harus disegerakan setelah berwudhu tidak boleh ditunda.
Hikmah Haid

1. Tanda wanita sehat jika keluar haid


2. Tanda sudah masuk baligh jika keluar haid

3. Tanda tidak hamil jika keluar haid

4. Tanda wanita masuk menopause (sudah baki) jika tidak keluar haid

Larangan Bagi Haid Dan Nifas


Diharamkan bagi wanita haid dan nifas melakukan:
1. Shalat.
‫صففللي‬ ‫صففتلةت توإصتذا أتندبتففترنت تفاَنغتت ص‬
‫سففصلي تو ت‬ ‫ فتإ صتذا أتنقبتلتنت انلتحنيِ ت‬: ْ‫ت أتصبي هحبتنيِش‬
‫ضةه فتتدصعي ال ر‬ ‫سلرتم تقاَتل لصتفاَصطتمةت بصنن ص‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
(‫)رواه الشيِخاَن‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw kepada Fatimah binti Abi Hubaisy: “Jika datang haid maka
tinggalkanlah shalat, dan jika telah pergi maka mandilah dan lakukanlah shalat” (HR Bukhari
Muslim).
2. Puasa.
‫ب لصففصذي لهففقب صمننهكففرن‬ ‫ت تعنققل توصديقن أتنغلت ت‬ ‫ت صمنن تناَقص ت‬
‫صاَ ص‬ ‫ تماَ ترأتني ه‬: ‫سلرتم‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫سنوهل اص ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، َ‫ضتي اه تعننههتما‬ ‫اص انبصن هعتمر تر ص‬‫تعنن تعنبصد ر‬
‫ث‬ ‫شتهاَتدةت ترهجقل فتتهففتذا نهنق ت‬
‫ توتتنمهكفف ه‬، ‫صففاَهن انلتعنقففصل‬ ‫شتهاَتدةه انمترأتتتنيِصن تتنعصدهل ت‬ ‫ أترماَ نهنق ت‬: ‫صاَهن انلتعنقصل تواللديصن ؟هلل تقاَتل‬
‫صاَهن انلتعنقصل فت ت‬ ‫سوتل ر‬
‫اص ! توتماَ نهنق ت‬ ‫ تياَ تر ه‬: ‫تقاَلتنت‬
‫ضاَتن فتتهتذا نهنق ت‬
(‫صاَهن اللديصن )رواه الشيِخاَن‬ ‫ توتهنفصطهر صفي ترتم ت‬، ‫صللي‬
‫اللرتيِاَلصتي تماَ ته ت‬
Dari Abdullah bin Umar ra, Rasulallah saw bersabda: ” Aku tidak melihat kurangnya akal dan
agama yang lebih menguasai manusia dari kalian. Wanita itu bertanya: Wahai Rasulullah, apakah
kekurangan akal dan agama itu? Rasulullah saw menjawab: Yang dimaksud dengan kurang pada
akal adalah karena saksi dua wanita sama dengan saksi seorang laki-laki, ini adalah kekurangan
akal. Wanita bangun malam tanpa mengerjakan shalat dan tidak puasa di bulan Ramadan (karena
haid), ini adalah kekurangan pada agama” (HR Bukhari Muslim).
3. Thawaf
‫صنتهع انلتحاَلج تغنيِتر أتنن لت تت ه‬
(‫طوصفي )رواه الشيِخاَن‬ ‫شةت تر ص‬
‫ ا ن‬:‫ضتي اه تعننههاَ ص‬
‫صنتصعي تماَ يت ن‬ ‫سلرتم تقاَتل لصتعاَئص ت‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw kepada Aisyah ra (Ketika haji wada’ dan ia mendapatkan haid):
“Lakukanlah semua amalan yang dilakukan oleh orang yang melaksanakan haji, hanya saja engkau
tidak boleh melakukan thawaf di Baitullah” (HR Bukhari Muslim).
4. Membaca Al-Quran, berkiyas kepada orang yang sedang junub diharamkan membaca al-Qur’an.
5. Menyentuh Al-Qur’an atau membawanya, karena ia adalah kitab suci, maka tidak boleh disentuh
atau dibawa kecuali dalam keadaan suci, Allah berfirman:
﴾٧٧﴿ ‫طرههروتن – الواقعة‬ ‫سهه إصلر انلهم ت‬
‫لت يتتم ل‬
Artinya: “tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan” (Qs Al-Waqi’ah ayat: 77)
6. Berdiam (I’tikaf) di masjid.
‫ض تول هجهنف ق‬
‫ب )رواه أبفو داود وابفن مفاَجه‬ ‫ ل أهصحفلل انلتم ن‬: ‫سفلرتم‬
‫س صجتد لصتحفاَئص ق‬ ‫صرلى اه تعلتنيِفصه توآصلفصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، َ‫ضتي اه تعننهها‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫شةت تر ص‬‫تعنن تعاَئص ت‬
(‫والطبراني و صححه ابن خزيمة و حسنه ابن القطاَن‬
Dari Aisyah ra, Rasulallah saw bersabda “Aku tidak halalkan masjid bagi wanita yang sedang haid
dan bagi orang yang junub” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, At-Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu al-
Qathan)
7. Bersetubuh
Allah berfirman:
– ‫اهفف‬ ‫ض توتل تتنقترهبوههرن تحرتى يتنطههنرتن فتإ صتذا تتطترهنرتن تففأنهتوههرن صمفنن تحنيِف ه‬
‫ث أتتمترهكفهم ر‬ ‫ض قهنل ههتو أترذى تفاَنعتتصزهلوا النل ت‬
‫ساَتء صفي انلتمصحيِ ص‬ ‫سأ تهلونتتك تعصن انلتمصحيِ ص‬
‫تويت ن‬
﴾٢٢٢﴿ ‫البقرة‬
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh
sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu
mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di
tempat yang diperintahkan Allah kepadamu” (Qs Al-Baqarah ayat: 222)
8. Menikmati dengan membuka antara lutut dan pusar (tanpa busana).
Sesuai dengan firman Allah tersebut diatas, dan hadist Rasulallah saw,
‫ق اصلتزاصر‬ ‫سلرتم تماَ يتصحلل صللررهجصل صمنن انمترأتقة توصهتي تحاَئص د‬
‫ تماَ فتنو ت‬: ‫ض ؟هلل فتتقاَتل‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫سوتل ر‬
‫اص ت‬ ‫سأ تنل ه‬
‫ت تر ه‬ ‫ضتي ر‬
‫ ت‬: ‫اه تعننهه‬ ‫ب تر ص‬ ‫تعنن هعتمتر انبصن التخ ر‬
‫طاَ ص‬
(‫)رواه ابن ماَجه والبيِهقي‬
Dari Umar bin Khattab ra, ia berkata: “Aku bertanya kepada Nabi saw apa yang dihalalkan bagi
laki-laki atas perempuan yang sedang haid”. Beliau bersabda: “menyentuh apa-apa yang diatas kain
(di atas pusar)” (HR Ibnu Majah, al-Baihaqi)

BAB III : SHALAT


Shalat dalam bahasa artinya do’a dan dalam ilmu fiqih ialah semua perkataan dan perbuatan yang dimulai
dengan takbir (Allahu Akbar) dan diakhiri dengan taslim (assalamu a’alikum). Shalat merupakan ibadah
yang paling mulia diwajibkan lima waktu sehari semalam atas umat Nabi Muhammad saw pada malam
isra’ dan mi’raj.
Kewajiban ini telah diterangkan dalam hadist Rasulallah saw
‫صففنوتصصه‬
‫ي ت‬ ‫سففتمهع تدصو ل‬
‫س يه ن‬‫سلرتم صمنن أتنهصل نتنجففقد ثتففاَئصتر الففررنأ ص‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬‫صرلى ر‬ ‫اص ت‬‫سوصل ر‬ ‫ضتي ر‬
‫ تجاَتء ترهجدل إصتلى تر ه‬: ‫اه تعننهه يتهقوهل‬ ‫اص تر ص‬ ‫طنلتحةت نبتن هعبتنيِصد ر‬ ‫تعنن ت‬
‫ تهففنل تعلتففري‬: ‫ تقاَتل‬، ‫ت صفي انليِتنوصم تواللرنيِلتصة‬
‫صلتتوا ق‬‫س ت‬ ‫ ” تخنم ه‬: ‫سلرتم‬ ‫اه تعلتنيِصه تو ت‬‫صرلى ر‬
‫اص ت‬‫سوهل ر‬ ‫سأ تهل تعصن اصل ن‬
‫ فتتقاَتل تر ه‬، ‫سلصم‬ ‫ فتإ صتذا ههتو يت ن‬، ‫تول نتنفقتهه تماَ يتهقوهل‬
‫ صإل أتنن‬، ‫ ل‬: ‫ تهففنل تعلتففري تغنيِففهرهه ؟هلل قتففاَتل‬: ‫ قتففاَتل‬، ‫ضاَتن‬
‫شنهصر ترتم ت‬ ‫ تو ص‬: ‫سلرتم‬
‫صتيِاَهم ت‬ ‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫صرلى ر‬ ‫اص ت‬ ‫سوهل ر‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، ‫ صإل أتنن تتطرروتع‬، ‫ ل‬: ‫تغنيِهرههرن ؟هلل تقاَتل‬
‫ فتففأ تندبتتر الررهجففهل‬: ‫ قتففاَتل‬. ” ‫ صإل أتنن تتطرففروتع‬، ‫ ” ل‬: ‫ تهنل تعلتري تغنيِهرتهاَ ؟هلل تقاَتل‬: ‫ فتتقاَتل‬، ‫سلرتم الرزتكاَةت‬‫اه تعلتنيِصه تو ت‬‫صرلى ر‬ ‫اص ت‬‫سوهل ر‬ ‫ توتذتكتر تر ه‬: ‫ تقاَتل‬. ” ‫تتطرروتع‬
(‫ق )رواه الشيِخاَن‬ ‫ ” أتنفلتتح إصنن ت‬: ‫سلرتم‬
‫صتد ت‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫اص ت‬ ‫اص ل أتصزيهد تعتلى تهتذا تول أتننقه ه‬
‫ فتتقاَتل تر ه‬، ‫ص صمننهه‬
‫سوهل ر‬ ‫ تو ر‬: ‫توههتو يتهقوهل‬
Dari Thalhah bin Ubaidillah ra, ia berkata: “Seorang penduduk Najd telah datang menghadap Rasulullah
saw dengan keadaan rambutnya yang kusut. Kami mendengar nada suaranya tetapi tidak memahami kata-
katanya sehingga ia mendekatinya. Dia terus bertanya mengenai Islam. Lalu Rasulullah saw bersabda:
Islam adalah shalat lima waktu sehari semalam. Lelaki tersebut bertanya lagi: Masih adakah shalat lain
yang diwajibkan kepadaku? Rasulullah saw menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukannya
secara sukarela yaitu shalat sunat. Seterusnya kamu hendaklah berpuasa pada bulan Ramadan. Lalu lelaki
tersebut bertanya lagi: Masih adakah puasa lain yang diwajibkan kepada ku? Rasulallah saw menjawab
dengan bersabda: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukannya secara sukarela yaitu puasa sunat.
Rasulullah saw meneruskan sabdanya: Keluarkanlah zakat. Kemudian lelaki tersebut bertanya: Adakah
terdapat zakat lain yang diwajibkan kepadaku? Rasulallah saw menjawab dengan bersabda: Tidak, kecuali
jika engkau ingin mengeluarkannya secara sukarela yaitu sedekah. Kemudian lelaki itu berpaling sambil
berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambah dan menguranginya. Rasulullah saw bersabda: Dia amat
beruntung jika menepati apa yang telah diucapkannya” (HR Bukhari Muslim)

1. Hikmah Shalat

Perintah shalat adalah perintah yang diterima Nabi saw secara langsung dari Allah, tidak melalui
perantaraan Jibri atau wahyu seperti perintah puasa, zakat atau ibadah Haji. Perintah ini diterima oleh
beliau pada saat bertemu dengan Allah dalam perjalanan beliau Isra’ dan Mi’raj
Perintah Allah kepada hambaNya agar bersujud dalam shalat merupakan pernyataan kehinaannya
kepada-Nya. Makanya Allah memerintahkan untuk sujud dalam setiap raka’at shalat sebanyak dua kali,
berlainan dengan rukun- rukun lainya diperintahkan hanya satu kali. Dengan adanya shalat lima waktu
berarti seorang Muslim bersujud kepada Allah 34 kali sehari semalam, dan dengan sujud berarti ia rela
menghambakan dirinya kepada-Nya yang menjadi tujuan hidup bukan suatu penghambaan yang
memberi keuntungan bagi yang disembah, tetapi penghambaan yang mendatangkan kebahagiaan bagi
yang menyembah.
Ibadah shalat merupakan ibadah teragung dalam Islam termasuk ibadah yang kaya dengan kandungan
hikmah kebaikan bagi orang yang melaksanakannya. Karena dengan shalat ia akan tercegah dari segala
bentuk kejahatan dan kekejian. Kenyataan ini membuktikan bahwa orang yang menegakkan shalat
adalah orang yang paling minim melakukan kemaksiatan dan kriminal, sebaliknya semakin jauh
seseorang dari shalat, semakin terbuka peluang kemaksiatan dan kriminalnya.
Dan yang terpenting shalat merupakan ibadah mulia lagi agung. Karena shalat merupakan salah satu
wasiat Allah kepada nabi-nabi dan wasiat nabi-nabi kepada umatnya.
Allah berfirman tentang Musa,
‫توأتقصصم ال ر‬
﴾١٤﴿ ‫صلتةت لصصذنكصري – طه‬
Artinya: “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Qs Thaha ayat:14).
Allah berfirman tentang Ismail,
﴾٥٥﴿ ‫ضيِياَ ر – مريم‬ ‫توتكاَتن يتأنهمهر أتنهلتهه صباَل ر‬
‫صفلتصة توالرزتكفاَصة توتكاَتن صعنتد تربلصه تمنر ص‬
Artinya: “Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang
diridhai di sisi Tuhannya.” (Qs Maryam ayat: 55).
Allah berfirman tentang Ibrahim,
﴾٤٠﴿ ‫صلتصة توصمن هذلريتصتي تربرتناَ توتتقتبرنل هدتعآَصء – ابراهيم‬
‫ب انجتعنلصني همصقيِتم ال ر‬
‫تر ل‬
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya
Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim 40).
Allah berfirman tentang Nabi Muhammad,
‫ص ت‬
﴾١٣٢﴿ ‫طبصنر تعلتنيِتهاَ – طه‬ ‫تونأهمنر أتنهلتتك صباَل ر‬
‫صلتصة توا ن‬
Artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam
mengerjakannya.” (Qs Thaha ayat132).

2. Wajib Shalat

 Muslim

Tidak diwajibkan bagi seorang kafir asli. Jika ia telah masuk ke agama Islam maka tidak wajib
baginya mengulangi (mengqadha) shalat-shalat yang ditinggalkan selama belum masuk islam.
Allah berfirman:
‫هقل لصلرصذيتن تكفتهرونا صإن تينتتههونا يهتغفتنر لتههنم رماَ قتند ت‬
‫سلت ت‬
﴾٣٨﴿ ‫ف – النفاَل‬
Artinya: “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: Jika mereka berhenti (dari kekafirannya),
niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu” (Qs Al-Anfal
ayat: 38)
Dan wajib bagi orang murtad (yaitu berpaling dari agama islam) agar mengulangi (mengqadha)
shalat yang ditinggalkannya selama ia murtad jika ia kembali lagi memeluk agama islam.

 Baligh

Yaitu dewasa (15 tahun). Tidak wajib shalat bagi anak kecil yang belum baligh. Tapi untuk prosses
pembiasaan, anak kecil yang berusia 7 tahun disuruh oleh orang tuanya melakukan shalat
walaupun belum wajib dan dipukul kalau tidak melakukanya jika sudah berusia 10 tahun.
‫ضففصرهبوههنم‬
‫ ت ن‬، ‫سفصنيِتن‬
‫وا‬ ‫صففلصة توههففنم أتنبنتففاَهء ت‬
‫سفنبصع ص‬ ‫ همففهروا أتنولتدهكففنم صباَل ر‬: ‫سففلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، ‫ب تعنن أتبصنيِصه‬
‫شتعنيِ ق‬
‫تعنن تعنمرو بن ه‬
(‫ضاَصجصع )حسن ابو داود وغيِره‬ ‫ توفتلرهقوا بتنيِنتههنم صفي انلتم ت‬، ‫شقر‬ ‫تعلتنيِتهاَ توههنم أتنبتناَهء تع ن‬
Dari Amr bin Syuib dari ayahnya, Rasulallah saw sabda: “Perintahkan anak-anakmu shalat apabila
telah berumur 7 tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat apabila telah berumur 10
tahun dan pisahkan tempat tidur mereka. (HR. Abu Daud dll)

 Berakal yaitu orang yang tidak hilang akalnya (gila) dan orang yang tidak pingsan.

‫ عن ال ر‬:‫ هرفصتع انلقتلتهم تعنن ثلثة‬: ‫سلرتم‬


‫ توتعصن الرناَئصصم تحرتى‬،‫صصبى تحرتى يتنبلهتغ‬ ‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫شةت تر ص‬
‫ تقاَتل تر ه‬، َ‫ضتي اه تعننهها‬ ‫تعنن تعاَئص ت‬
(‫ق )رواه أبو داود و النساَئي و هو حديث حسن‬ ‫ستتنيِقص ت‬
‫ توتعصن انلتمنجهنوصن تحرتى يهصفيِ ت‬،‫ظ‬ ‫يت ن‬
Sesuai dengan hadits Nabi saw dari Aisyah ra: ”Terangkat pena (terlepas dari dosa) atas tiga, anak
kecil sampai baligh, orang tidur sampai bangun dan orang gila sampai sembuh dari gilanya” (HR
Abu Daud dan An-Nasai, hadits hasan)

 Suci (tidak haid atau nifas).

Tidak wajib shalat bagi wanita yang sedang haid dan nifas dan tidak wajib baginya mengulangi
(mengqadha) shalat-shalat yang ditinggalkanya selama haid dan nifas
Tanda Tanda Baligh

 Keluar haidh bagi wanita


 Mimpi bersetubuh bagi laki laki / wanita

 Masuk usia 15 tahun bagi laki laki / wanita


3. Penghalang Shalat

a. Perginya Penghalang

Jika anak kecil masuk baligh atau orang gila telah sembuh dari gilanya atau seorang wanita telah
suci dari haidh dan nifasnya pada akhir waktu shalat atau sebelum keluarnya waktu shalat
(walaupun dengan takbiratul ihram), maka wajib baginya mengulangi (mengqadha) shalatnya dan
shalat sebelumnya.
Misalnya, seorang wanita telah berhenti dari haidnya pada akhir waktu shalat Ashar, dan setelah
selesai mandi masuk waktu shalat Maghrib, maka wajib baginya mengulangi (mengqadha) shalat
Dhuhur dan Ashar, karena waktu Dhuhur dan Ashar dianggap satu waktu (boleh digabungkan disaat
musafir).

b. Datangnya Penghalang

Jika seorang wanita mengeluarkan haidh atau seseorang kena gila pada permulaan masuk waktu
shalat dan ada waktu untuk shalat sampai datangnya penghalang, maka wajib baginya mengulangi
(mengqadha) shalatnya. Tapi jika datangnya penghalang tepat pada waktu shalat maka tidak wajib
mengulangi (mengqadha) shalatnya.
Misalnya, seorang wanita belum melakukan shalat Ashar setelah masuk waktunya. Tiba-tiba datang
haidh. Maka wajib baginya mengulangi (mengqadha) shalat Asharnya setelah suci dari haidhnya.
Tapi jika datangnya haidh tepat pada waktu shalat Ashar maka tidak wajib baginya mengulangi
(mengqadha) shalatnya

4. Waktu-Waktu Shalat
a. Shalat Dzuhur

Waktu sholat dhuhur mulai dari tergelincirnya matahari hingga panjang bayang-bayang sesuatu
sama dengan tingginya.
َ‫لولتففى صمننههتمففا‬‫ظنهتر فصففي ا ه‬‫صرلى ال ل‬ ‫ أترمصني صجنبصريهل صعننتد البتنيِ ص‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫ فت ت‬،‫ت تمررتتنيِصن‬ ‫ضتي اه تعننههتماَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫س تر ص‬‫تعصن انبصن تعرباَ ق‬
‫صففرلى‬ ‫ ثهففرم ت‬،‫صاَئصهم‬ ‫س توأتنف ت‬
‫طتر ال ر‬ ‫شنم ه‬
‫ت ال ر‬
‫ب صحيِتن توتجبت ص‬ ‫صرلى التمنغصر ت‬ ‫ ثهرم ت‬،‫شنيقء صمنثتل صظللصه‬ ‫صتر صحيِتن تكاَتن هكلل ت‬ ‫ ثهرم ت‬،‫شتراصك‬
‫صرلى التع ن‬ ‫صحيِتن تكاَتن الفتنيهء صمنثتل ال ل‬
‫شففنيقء‬‫ظنهتر صحيِتن تكففاَتن صظففلل هكففلل ت‬‫صرلى التمررةت الرثاَنصيِتةت ال ل‬ ‫ق الفتنجهر توتحهرتم الطرتعاَهم تعتلى ال ر‬
‫ تو ت‬،‫صاَئصصم‬ ‫ ثهرم ت‬،‫ق‬
‫صرلى الفتنجتر صحيِتن بتتر ت‬ ‫شف ت ه‬
‫ب ال ر‬‫شاَتء صحيِتن تغاَ ت‬
‫الصع ت‬
‫ب‬‫شاَتء الصخترةت صحيِتن تذته ت‬ ‫صرلى الصع ت‬‫ ثهرم ت‬،‫ب لصتونقتصصه التروصل‬ ‫صرلى التمنغصر ت‬‫ ثهرم ت‬،‫شنيقء صمنثلتنيِصه‬ ‫ ثهرم ت‬،‫س‬
‫صرلى التع ن‬
‫صتر صحيِتن تكاَتن صظلل هكلل ت‬ ‫صصر صباَلتنم ص‬ ‫صمنثلتهه لصتونق ص‬
‫ت التع ن‬
‫ توالتونق ه‬،‫ت التننبصتيِاَصء صمنن قتنبلصتك‬
‫ت صفيِتماَ بتنيِففتن تهففتذنيصن‬ ‫ تهتذا تونق ه‬،‫ تياَ همتحرمهد‬:‫ فتتقاَتل‬،‫ت إصلتري صجنبصريهل‬ ‫ت التنر ه‬
‫ ثهرم انلتتفت ت‬،‫ض‬ ‫صنبتح صحيِتن أت ن‬
‫سفتتر ص‬ ‫ ثهرم ت‬،‫ث اللرنيِصل‬
‫صرلى ال ل‬ ‫ثهله ه‬
(َ‫التونقتتنيِصن )صحيِح أبو داود والترمذي وغيِرها‬
Sesuai dengan hadits dari Ibnu Abbas ra, Rasulallah saw bersabda: “Jibril datang mengimamiku di
sisi Baitullah sebanyak dua kali. Pertama kali, ia shalat dhuhur ketika kadar bayangan matahari
semisal tali sandal. Ia shalat ashar ketika bayangan benda sama dengan bendanya. Ia shalat maghrib
ketika orang yang puasa berbuka. Ia shalat isya ketika syafaq telah tenggelam. Ia shalat fajar
bersamaku ketika makan dan minum telah diharamkan bagi orang yang puasa. kemudian Jibril
kembali shalat dhuhur yang kedua kalinya. Ia shalat dhuhur saat bayangan benda sama dengan
bendanya. Ia shalat ashar saat bayangan benda dua kali bendanya. Ia shalat maghrib seperti waktu
shalat pertama (ketika orang yang puasa berbuka). Ia shalat isya ketika telah berlalu sepertiga
malam. Dan ia shalat fajar ketika bumi kemerah-merahan. Kemudian ia menoleh kepadaku seraya
berkata, “Wahai Muhammad, inilah waktu shalat para nabi sebelummu dan waktunya berada di
antara dua waktu yang ada.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dll)

b. Shalat Ashar

Waktu shalat ashar mulai dari keluarnya waktu shalat dhuhur (hadist tersebut di atas), hingga
terbenam matahari.
‫س فتقتففند أتندترتك‬ ‫ح ترنكتعففةر قتنبففتل أتنن تتنطلهففتع ال ر‬
‫شففنم ه‬ ‫ تمففنن أتندترتك صمففنن ال ل‬: ‫سففلرتم قتففاَتل‬
‫صففنب ص‬ ‫صرلى اهفف تعلتنيِففصه توآلصففصه تو ت‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
(‫صتر )رواه الشيِخاَن‬ ‫س فتقتند أتندترتك انلتع ن‬ ‫شنم ه‬‫ب ال ر‬ ‫صصر قتنبتل أتنن تتنغهر ت‬
‫ توتمنن أتندترتك ترنكتعةر صمنن انلتع ن‬، ‫صنبتح‬
‫ال ل‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda: “Barangsiapa shalat Subuh satu raka’at sebelum
terbit matahari maka ia telah mendapatkannya, dan barangsiapa shalat Ashar sebelum tenggelam
matahari maka ia telah mendapatkanya” (HR Bukhari Muslim)

c. Shalat Maghrib

Waktu shalat maghrib mulai dari terbenam matahari (hadits tersebut di atas) hingga hilang sinar
merah ketika matahari tenggelam.
‫شف ت ه‬
(‫ق )رواه مسلم‬ ‫صتلصة انلتمنغصر ص‬
‫ب تماَ لتنم يتصغنب ال ر‬ ‫ توتونق ه‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫ت ت‬ ‫صرح أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫لصتماَ ت‬
Rasulallah saw bersabda: “Waktu shalat Maghrib sebelum tenggelamnya syafaq” (HR Muslim)

d. Shalat Isya’

Waktu shalat isya’ dimulai jika telah hilang syafaq yaitu sinar merah di langit (hadist tersebut di
atas) sampai terbit fajar shadiq (fajar kedua).
‫ت‬ ‫ن‬
‫ق‬ ‫و‬ ‫ئ‬ِ‫ي‬ ‫س صفي النرنوصم تتنفصريطْد إنرتماَ الترنفصريطْه تعتلى تمنن لتنم يه ت‬
‫صلل الصلةت تحرتي يتصج ن ت ت ه‬ ‫ إنرهه لتنيِ ت‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، ‫تعنن أتصبي قتتتاَتدةت‬
‫سنوهل اص ت‬
(‫انلهنخترى )رواه مسلم‬
Dari Abi Qatadah ra, Rasulallah saw bersabda: “Orang yang ketiduran tidak dikatakan tafrith
(meremehkan). Sesungguhnya yang dinamakan meremehkan adalah orang yang tidak mengerjakan
shalat sampai datang waktu shalat berikutnya.” (HR. Muslim)

e. Shalat Subuh

Shalat subuh dimulai dari terbitnya fajar shadiq yaitu fajar kedua (hadits tersebut di atas) hingga
terbit matahari.
‫س فتقتففند أتندترتك ل‬
‫صففنبتح‬ ‫ال‬ ‫ح ترنكتعةر قتنبتل أتنن تتنطلهتع ال ر‬
‫شنم ه‬ ‫ تمنن أتندترتك صمنن ال ل‬: ‫سلرتم تقاَتل‬
‫صنب ص‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
(‫)رواه مسلم‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda: “Barangsiapa shalat Subuh satu raka’at sebelum
terbit matahari maka ia telah mendapatkannya” (HR Muslim)

5. Menunda Shalat Dzuhur Di Waktu Udara Panas

Disunahkan mendunda shalat dzuhur ketika udara sangat panas dan matahari terik menyengat
hingga udara menjadi lebih dingin, agar orang yang shalat tidak terganggu kekhusuannya karena
udara yang panas. Yang demikian memudahkan bagi orang-orang yang keluar dari rumah untuk
shalat dzuhur di masjid berjama’ah dibawah sengatan sinar matahari kecuali hari Jumat tidak
disunahkan menunda shalat jum’at walaupun udara sangat panas dan matahari terik menyengat.
‫شفردةت انلتحفلر صمفنن فتنيِف ص‬
‫ح تجتهرنفتم‬ ‫شتترد انلتحلر فتأ تنبصرهدوا صباَل ر‬
‫صتلصة فت إ صرن ص‬ ‫ إصتذا ا ن‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫ تقاَتل تر ه‬، ‫ضتي اه تعننهه‬
‫سنوهل اص ت‬
(‫)رواه الشيِخاَن‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda: “Jika udara sangat panas menyengat maka tundalah
shalat, karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api neraka jahannam” (HR
Bukhari Muslim)

6. Udzur Shalat

Tidak ada udhur atau tidak dibenarkan bagi seorang Muslim menunda shalat kecuali bagi-orang
yang mempunyai udzur:

a. Tidur
b. Lupa

c. Terpaksa

d. Musafir yang menggabung shalatnya

‫س صفي النرنوصم تتنفصريطْد إنرتماَ الترنفصريطْه تعتلى تمفنن لتففنم يه ت‬


‫صففلل الصففلةت‬ ‫ إنرهه لتنيِ ت‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
‫ضتي اه تعننهه تقاَتل تر ه‬
(‫ت انلهنخترى )رواه مسلم‬
‫تحرتي يتصجنيِتئ تونق ه‬
Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda: “Orang yang ketiduran tidak dikatakan tafrith
(meremehkan). Sesungguhnya yang dinamakan meremehkan adalah orang yang tidak mengerjakan
shalat sampai datang waktu shalat berikutnya.” (HR. Muslim)

7. Shalat Pada Waktunya

Untuk mendapatkan fadhilah (kelebihan) sholat yang istimewa, hendaklah sholat pada waktunya,
dalam arti lain begitu masuk waktu segera melakukannya, sebab seperti disebutkan dalam hadits di
atas setiap waktu sholat itu ada waktu yang utama dan ada waktu ikhtiar (pilihan). Waktu utama
adalah menyegrakan shalat pada waktunya jangan ditunda-tunda.
Allah berfirman:
﴾٢٣٨﴿ ‫طى توهقوهمونا رلص تقاَنصصتيِتن – البقرة‬
‫س ت‬
‫صلتصة انلهو ن‬ ‫صلتتوا ص‬
‫ت وال ر‬ ‫تحاَفص ه‬
‫ظونا تعتلى ال ر‬
Artinya: “Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah
(dalam salatmu) dengan khusyuk.” (Qs Al-Baqarah ayat: 238)
Allah berfirman di ayat yang lain:
﴾١٣٣﴿ ‫ساَصرهعونا إصتلى تمنغفصترقة لمن رربلهكنم – العمران‬
‫تو ت‬
Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu” (Qs Al-Imran ayat:133)
Pernah suatu kali seseorang bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah! Saya ini sudah tua,
tak kuasa lagi berjihad ataupun melakukan kebaikan-kebaikan lainnya, tapi saya ingin tidak
berkurang pahala dalam mengisi sisa umurku ini”. Jawab Rasul: “Sholatlah engkau selalu pada
waktunya, pahalamu (pahala karena bersegera) sama dengan jihad fi sabilillah”.

8. Membayar (Mengqadha) Shalat

Membayar (mengqadha) shalat yang ditinggalkan hukumnya wajib, baik karena lupa, lalai atau pun
tertidur.
(‫صلل إصتذا تذتكترتهاَ )رواه الشيِخاَن‬ ‫صتلقة أتنو تمنن نت ص‬
‫سيِتتهاَ فتنليِه ت‬ ‫ تمنن تناَتم تعنن ت‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تقاَتل تر ه‬
‫سنوهل اص ت‬
Rasulallah saw bersabda: “Siapa yang tertidur atau lupa shalat, maka shalatlah ketika ingat” (HR
Bukhari Muslim).
Dalam hadits lainya:
‫ توإصرناَ أت ن‬،‫سلرتم‬
‫سترنيتناَ تحرتى هكرناَ صفي آصخصر اللرنيِصل توقتنعتناَ تونقتعةر توتل‬ ‫اه تعلتنيِصه تو ت‬‫صرلى ر‬ ‫ هكرناَ صفي ت‬: ‫اه تعننهه تقاَتل‬
‫سفتقر تمتع النربصلي ت‬ ‫ضتي ر‬ ‫صنيِن تر ص‬‫تعنن صعنمتراتن انبصن هح ت‬
‫ف ثهرم‬
‫ستي تعنو د‬ ‫سلميِصهنم أتهبو ترتجاَقء فتنت ص‬
‫ يه ت‬،‫ظ فهتلدن ثهرم فهتلدن ثهرم فهتلدن‬ ‫س توتكاَتن أتروتل تمنن ا ن‬
‫ستتنيِقت ت‬ ‫ساَفصصر صمننتهاَ فتتماَ أتنيقت ت‬
‫ظتناَ إصرل تحلر ال ر‬
‫شنم ص‬ ‫تونقتعةت أتنحتلى صعننتد انلهم ت‬
َ‫ فتلترما‬،‫ث لتهه صفي نتنوصمصه‬ ‫ستتنيِقصظه صلترناَ تل نتندصري تماَ يتنحهد ه‬
‫سلرتم إصتذا تناَتم لتنم هيوقتنظ تحرتى يتهكوتن ههتو يت ن‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫ توتكاَتن النربصلي ت‬،‫ب الررابصهع‬
‫طاَ ص‬‫هعتمهر نبهن انلتخ ر‬
‫صنوتصصه‬ ‫ستتنيِقتظت بص ت‬ ‫صنوتتهه صباَلترنكصبيِصر فتتماَ تزاتل يهتكبلهر تويتنرفتهع ت‬
‫صنوتتهه صباَلترنكصبيِصر تحرتى ا ن‬ ‫س توتكاَتن ترهجرل تجصليِردا فتتكبرتر توترفتتع ت‬
‫ب الرناَ ت‬ ‫ستتنيِقتظت هعتمهر توترتأى تماَ أت ت‬
‫صاَ ت‬ ‫ا ن‬
‫ساَتر تغنيِتر بتصعيِقد ثهرم نتتزتل‬ ‫أتنو تل يت ص‬- ‫ضنيِتر‬
‫ تفاَنرتتتحتل فت ت‬،(‫ انرتتصحهلوا‬-‫ضيِهر‬ ‫شتكنوا إصلتنيِصه الرصذي أت ت‬
‫ )تل ت‬:‫ تقاَتل‬،‫صاَبتههنم‬ ‫ستتنيِقتظت ت‬ ‫ فتلترماَ ا ن‬،‫سلرتم‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫النربصلي ت‬
(‫ )رواه الشيِخاَن‬،‫صرلى صباَلرناَس‬ ‫صتلصة فت ت‬
‫ي صباَل ر‬‫ضأ ت توهنوصد ت‬
‫ضوصء فتتتتو ر‬ ‫فتتدتعاَ صباَنلتو ه‬
Dari Imran bin Hushain ra, ia berkata: “Pernah kami pada suatu perjalanan bersama dengan Nabi
saw dan kami berjalan malam hari sehingga larut malam. Lalu kami tidur dan tidak ada tidur yang
lebih nyenyak dari itu bagi orang musafir, dan tidak ada yang membangunkan kami selain panas
matahari.
Orang yang pertama bangun adalah Fulan, kemudian Fulan, dan kemudian Fulan (nama-nama orang
itu ada disebutkan oleh Abu Raja’ yang menerima hadits ini dari ‘Imran, tetapi ‘Auf yang menerima
hadits ini dari Abu Raja’ telah lupa), kemudian setelah itu Umar bin Khathab orang yang keempat
bangun.
Nabi saw apabila beliau tidur tidak dibangunkan sampai beliau bangun sendirinya, kami tidak tahu
apa yang sedang terjadi dalam tidurnya. Setelah umar bangun dan dilihatnya apa yang terjadi pada
orang banyak (mereka masih tidur sementara matahari telah tinggi) maka umar yang berkepribadian
keras lalu bertakbir dan dikeraskannya suaranya membaca takbir itu hingga bangunlah Nabi Saw;
Setelah Nabi bangun, mereka mengadukan kepada Nabi hal kesiangan mereka; Jawab Nabi saw:
tidak mengapa dan mari kita berangkat! lalu Nabi berangkat dan setelah berjalan tidak seberapa
jauh, Nabi berhenti dan meminta air untuk berwudhu’, lalu Nabi berwudhu’ dan orang banyakpun
dipanggil untuk sholat, maka sholatlah Nabi bersama mereka (HR. Al-Bukhari Muslim)

9. Waktu Diharamkan Sholat Sunah Tanpa Sebab

Shalat yang terlarang dilaksanakannya pada waktu-waktu tersebut dibawah ialah shalat sunah
mutlaq, yaitu shalat sunah yang dapat dilakukan tanpa sebab tertentu dan kapan saja kecuali waktu-
waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat. Jumlah rakaatnya tidak terbatas dimulai dengan
2 raka’at. Karenanya pada waktu-waktu terlarang ini, boleh mengqadha’ shalat yang terlupakan.
Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat:

a. Setelah sholat subuh sampai terbit matahari


b. Setelah sholat Ashar sampai terbenam matahari.

‫ح تحترففى‬
‫صففنب ص‬
‫س توبتنعففتد ال ل‬
‫شففنم ه‬ ‫صصر تحترففى تتنغففهر ت‬
‫ب ال ر‬ ‫سلرتم نتتهى تعصن ال ر‬
‫صلتصة بتنعتد التع ن‬ ‫ أترن النتبصري ت‬، ‫ضتي اه تعننهه‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن أتصبي هترنيترةت تر ص‬
(‫س )رواه مسلم‬ ‫شنم ه‬‫تتنطفلهتع ال ر‬
Sesuai dengan hadits Rasulallah saw dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya beliau melarang shalat
setelah ashar sampai matahari tenggelam dan setelah shalat subuh sampai terbit matahari” (HR.
Muslim).

c. waktu terbit matahari sampai terangkat naik setinggi tombak


d. Saat tergelincirnya matahari
e. Sejak menguningnya matahari sampai benar benar terbenam.

‫س‬ ‫ صحيِتن تتنطلهففهع ال ر‬:َ‫صللتي صفيِصهرن أتنو أتنن نتنقبهتر صفيِصهرن تمنوتتاَتنا‬
‫شففنم ه‬ ‫اص يتننتهاَتناَ أتنن نه ت‬
‫سوهل ي‬‫ت تكاَتن تر ه‬
‫ساَتعاَ ق‬
‫ث ت‬ ‫ ثتلت ه‬: ‫اه تعننهه تقاَتل‬‫ضتي ر‬ ‫تعنن هعنقبتةت انبصن تعاَصمقر تر ص‬
(‫ب )رواه مسلم‬ ‫ب تحرتى تتنغهر ت‬ ‫س لصنلغههرو ص‬‫شنم ه‬‫ف ال ر‬‫ توصحيِتن تضيِي ه‬.‫س‬ ‫شنم ه‬ ‫ توصحيِتن يتهقوهم تقاَئصهم الظرصهيِترصة تحرتى تتصميِتل ال ر‬.‫تباَصزتغةر تحرتى تتنرتتفصتع‬
Sesuai dengan hadits dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra, ia berkata: “Ada tiga waktu di mana Nabi saw
melarang kami untuk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah
kami, yaitu ketika matahari terbit sampai tinggi, ketika seseorang berdiri di tengah hari saat
matahari berada tinggi di tengah langit (tidak ada bayangan di timur dan di barat) sampai
matahari tergelincir dan ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar
tenggelam.” (HR. Muslim)
Keterangan (Ta’liq):
1-Tidak diharamkan shalat waktu tergelincirnya matahari di hari jumat karena dianjurkan
menunaikan shalat sunnah semampunya pada hari jumat dan tiada yang menghalanginya kecuali
pada waktu datangnya khathib.
‫ه‬ ‫سففتت ت‬
‫طاَتع صمففنن طنهففقر‬ ‫سهل ترهجدل يتنوتم انلهجهمتعصة تويتتتطترههر تماَ ا ن‬
‫ تل يتنغتت ص‬: ‫سلرتم‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬، ‫ضتي اه تعننهه‬
‫سنوهل اص ت‬ ‫سنلتماَن التفاَصر ص‬
‫سلي تر ص‬ ‫تعنن ت‬
‫ت إصتذا تتتكلرتم ا ن صلتماَهم إصرل هغفصتر لتهه تماَ بتنيِنتهه توبتنيِتن‬ ‫ب لتهه ثهرم يهنن ص‬
‫ص ه‬ ‫ق بتنيِتن انثنتنيِصن ثهرم يه ت‬
‫صللي تماَ هكتص ت‬ ‫ب بتنيِتصصه ثهرم يتنخهرهج فتتل يهفتلر ه‬ ‫تويتردصههن صمنن هدنهنصصه أتنو يتتم ل‬
‫س صمنن صطيِ ص‬
(‫انلهجهمتعصة انلهنخترى )رواه البخاَري‬
Dari Salman al-Farisi ra, Rasulallah saw bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at,
lalu bersuci dengan sungguh-sungguh, memakai minyak atau wangi-wangian di rumahnya,
kemudian keluar (dan rumahnya menuju masjid) dan dia tidak memisahkan di antara dua orang
(yang duduk), kemudian shalat semampunya, lalu dia diam ketika khathib (Imam) khutbah,
melainkan pasti diampuni dosa-dosanya yang dilakukan antara Jum’at itu dengan Jum’at
berikutnya.” (HR Bukhari).
2- Semua yang tersebut diatas diharamkan sholat kecuali bagi orang yang berada di Masjidil Haram
Makkah. Hal ini karena kemuliaan dan keagungan tempatnya.
‫ر‬
‫صفلى فصنيِفصه‬ ‫ف بصتهتذا انلبتنيِ ص‬
‫ت أتو ت‬ ‫ف تل تتنمنتهعوا أتتحردا ت‬
‫طاَ ت‬ ‫ تياَ بتصني تعنبصد تمتناَ ق‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ضتي اه تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن هجبتنيِصر نبصن همنطتعقم تر ص‬
(َ‫ساَتعقة صمنن لتنيِقل أتنو نتتهاَقر )مسلم و أبو داود و غيِرهما‬ ‫أت ر‬
‫ي ت‬
Dari Jubair bin Muth’am ra, Rasulallah saw bersabda: “Wahai Bani Abdi Manaf, janganlah kalian
melarang seseorang thawaf di Baitullah ini dan shalat kapan saja, baik malam ataupun siang.”
(HR Muslim, Abu Daud dll).

10. Adzan & Iqamah

Adzan: merupakan tanda masuk waktu yang didengungkan dengan suara yang keras, hukumnya
sunah muakkadah selalu dilakukan Rasulallah saw setiap masuk waktu shalat fardhu.
Syarat Adzan
1- Masuk waktu.
Tidak sah adzan sebelum masuk waktu karena ia merupakan pemberitahuan masuknya waktu
kecuali waktu adzan subuh boleh dilakukan dua kali, pertama sebelum masuk waktu subuh dan
yang kedua pada waktu masuk waktu.
‫شترهبوا تحرتى يهتؤلذتن انبهن أهلم تمكتففوقم )رواه‬
‫ه‬ ‫ن‬ ‫ إصرن بصتلرل يهتؤلذهن بصلتنيِقل فتهكهلوا توا ن‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫ضتي اه تعننههتماَ أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫تعنن انبصن هعتمر تر ص‬
(‫الشيِخاَن‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw dari Ibnu Umar ra: “Sesungguhnya Bilal adzan diwaktu
malam, karena itu makanlah dan minumlah sehingga Ibnu Ummi Maktum adzan”. (HR.
Bukhari Muslim). Adzan yang pertama dianjurkan untuk membangunkan orang dari tidurnya
agar memberikan kesempatan mandi bagi orang junub.
2- Tertib dalam kalimat-kalimatnya
3- Berturut turut / tidak boleh putus
4- Dengan bahasa Arab (untuk keseragaman)
5- Didengar oleh Masyarakat
6- Muadzin (yang beradzan) harus laki laki tidak boleh perempuan
Syarat Muadzin

a. Harus seorang Muslim tidak sah adzan seorang kafir


b. Harus sudah cukup usia sedikitnya 6 tahun

c. Berakal (tidak gila)

Kesimpulannya adzan merupakan ibadah dan mereka yang tidak memiliki syarat (selain tersebut
diatas) bukan ahlinya.
Lafadh Adzan
Lafadh Adzan terdiri dari 17 kalimat
Dari Abu Mahdhurah, ia berkata: “Wahai Rasulullah! Ajarkan aku bagaimana caramu
mengucapkan adzan!” Rasulullah saw memegang kepalaku dan berkata, “Katakan seperti ini:
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar) ‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar) ‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah)
‫( أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah)
‫( أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬Aku bersaksi Muhammad utusan Allah)
‫( أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬Aku bersaksi Muhammad utusan Allah)
Rendahkan dengannya sauramu dan angkat suaramu sewaktu bersyahadat yaitu:
‫( أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah)
‫( أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah)
‫( أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬Aku bersaksi Muhammad utusan Allah)
‫( أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬Aku bersaksi Muhammad utusan Allah)
‫لة‬‫ص ص‬ ‫يِ صعلصىَّ ال ص‬ َ‫( صح ض‬Mari kita shalat)
‫صلةص‬ ‫يِ صعلصىَّ ال ص‬ َ‫(صح ض‬Mari kita shalat)
‫لحَا‬‫يِ صعلصىَّ ابلفص ص‬ َ‫( صح ض‬Mari kita menuju kemenangan)
‫لحَا‬ ‫يِ صعلصىَّ ابلفص ص‬ َ‫( صح ض‬Mari kita menuju kemenangan)
Jika adzan subuh kamu tambah dengan kalimat
‫صلصةأ صخبيرْر رمصن النضَبوم‬ َ‫(صال ض‬Shalat itu lebih baik dari pada tidur)
َ‫ض‬
‫صلصة صخبيرْر رمصن النبوم‬ ‫أ‬ َ‫(صال ض‬Shalat itu lebih baik dari pada tidur)
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( ل إلصهص إلَ ا‬Tiada Tuhan selain Allah) (HR Muslim dan Abu Daud)
Lafadh Iqamah
Iqamah merupakan tanda akan didirikan shalat, lafadhnya terdiri atas 11 kalimat:
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah)
‫( أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬Aku bersaksi Muhammad utusan Allah)
‫لة‬ ‫ص ص‬ ‫يِ صعلصىَّ ال ص‬ َ‫(صح ض‬Mari kita shalat)
‫لحَا‬ ‫ص‬ ‫ب‬
‫يِ صعلصىَّ الف ص‬ َ‫( صح ض‬Mari kita menuju kemenangan)
‫صلصبة‬ َ‫ت ال ض‬ ‫( صقد صقاَصم ر‬Shalat didirikan)
‫صلصبة‬ َ‫ت ال ض‬ ‫( صقد صقاَصم ر‬Shalat didirikan)
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( صاأ اصبكصبر‬Allah Mahabesar)
‫( ل إلصهص إلَ ا‬Tiada Tuhan selain Allah)
(‫صلتةه ” )رواه الشيِخاَن‬ ‫ظ ” قتند تقاَتمنت ال ت‬ ‫ي إصلر لتنف ت‬ ‫ أهصمتر بصلتدل أتنن يه ن‬: ‫ضتي اه تعننهه تقاَتل‬
‫شفصتع التتذاتن توهيوتصتر اصلتقاَتمةت إصلر اصلتقاَتمة أت ن‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: ” Bilal diperintahkan untuk menggenapkan (dua kali-dua kali)
adzan dan mewitirkan (satu kali-satu kali) iqamah, kecuali lafadh-lafadh iqamat, “Qad qaamatish
shalaah, Qad qaamatish shalaah” (HR Bukhari Muslim)
Kisah Adzan dan Iqamah
‫ب بصففصه صللنرففاَ ص‬
‫س لصتجنمففصع‬ ‫ضفتر ت‬ ‫سففلرتم صباَلنرففاَهقو ص‬
‫س يهنعتمففهل لصيِه ن‬ ‫صففرلى ر‬
‫اهفف تعلتنيِفصه تو ت‬ ‫اصفف ت‬ ‫اه تعننهه تقاَتل ‪ :‬لترماَ أتتمتر تر ه‬
‫سوهل ر‬ ‫ضتي ر‬
‫ي تر ص‬ ‫اص بصنن تزنيقد التنن ت‬
‫صاَصر ي‬ ‫تعنن تعنبصد ر‬
‫صففنتهع بصففصه ؟هلل فتقهنلفف ه‬
‫ت ‪ :‬نتففندهعو بصففصه إصلتففى‬ ‫اص أتتتبصيِففهع النرففاَهقو ت‬
‫س ‪ ،‬قتففاَتل ‪ :‬توتمففاَ تت ن‬ ‫ت ‪ :‬تياَ تعنبتد ر‬ ‫ف صبي توأتتناَ تناَئصدم ترهجدل يتنحصمهل تناَهقو ر‬
‫ساَ صفي يتصدصه فتقهنل ه‬ ‫صتلصة ‪ ،‬ت‬
‫طاَ ت‬ ‫ال ر‬
‫شففتههد أتنن تل‬
‫اه أتنكبتهر ‪ ،‬أت ن‬
‫اه أتنكبتهر ر‬
‫اه أتنكبتهر ‪ ،‬ر‬
‫اه أتنكبتهر ر‬ ‫صتلصة ‪ ،‬تقاَتل ‪ :‬أتفتتل أتهدللتك تعتلى تماَ ههتو تخنيِدر صمنن تذلصتك ؟هلل فتقهنل ه‬
‫ت لتهه ‪ :‬بتتلى ‪ ،‬تقاَتل ‪ :‬فتتقاَتل ‪ :‬تتهقوهل ‪ :‬ر‬ ‫ال ر‬
‫صفتلصة ‪ ،‬تحفري‬‫صفتلصة ‪ ،‬تحفري تعتلفى ال ر‬ ‫اص ‪ ،‬تحري تعتلى ال ر‬ ‫سوهل ر‬ ‫شتههد أترن همتحرمردا تر ه‬
‫اص ‪ ،‬أ ت ن‬‫سوهل ر‬ ‫شتههد أترن همتحرمردا تر ه‬‫ا ه ‪ ،‬أت ن‬
‫شتههد أتنن تل إصلتهت إصرل ر‬
‫ا ه ‪ ،‬أت ن‬
‫إصلتهت إصرل ر‬
‫صففتلةت ‪ :‬ر‬
‫اهفف‬ ‫ت ال ر‬‫ستتأنتختر تعلني تغنيِتر بتصعيِقد ‪ ،‬ثهرم تقاَتل ‪ :‬توتتهقوهل إصتذا أتقتنم ت‬
‫اه ‪ ،‬تقاَتل ‪ :‬ثهرم ا ن‬‫اه أتنكبتهر ‪ ،‬تل إصلتهت إصرل ر‬
‫اه أتنكبتهر ر‬
‫ح‪ ،‬ر‬‫تعتلى انلفتتلحص ‪ ،‬تحري تعتلى انلفتتل ص‬
‫صفتلةه ‪ ،‬تقفند تقفاَتمنت‬
‫ح ‪ ،‬تقفند تقفاَتمنت ال ر‬
‫صفتلصة ‪ ،‬تحففري تعتلفى انلفتتل ص‬ ‫شتههد أترن همتحرمردا تر ه‬
‫سوهل ر‬
‫اص ‪ ،‬تحفري تعتلفى ال ر‬ ‫ا ه ‪ ،‬أت ن‬
‫شتههد أتنن تل إصلتهت إصرل ر‬
‫اه أتنكبتهر ‪ ،‬أت ن‬
‫أتنكبتهر ر‬
‫ت ‪ ،‬فتتقاَتل ‪ ” :‬إصنرتهاَ لتهرنؤتياَ تحفف ل‬
‫ق‬ ‫سلرتم فتأ تنخبتنرتههه بصتماَ ترأتني ه‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫اص ت‬ ‫سوتل ر‬
‫ت تر ه‬ ‫ت أتتتنيِ ه‬
‫صبتنح ه‬‫اه ‪ ،‬فتلترماَ أت ن‬ ‫اه أتنكبتهر ‪ ،‬تل إصلتهت إصرل ر‬
‫اه أتنكبتهر ر‬‫صتلةه ‪ ،‬ر‬‫ال ر‬
‫ت أهنلصقيِصه تعلتنيِصه ‪ ،‬تويهففتؤلذهن بصففصه قتففاَتل ‪:‬‬
‫ت تمتع بصتلقل ‪ ،‬فتتجتعنل ه‬ ‫ت فتنليِهتؤلذنن بصصه فتإ صنرهه أتننتدى ت‬
‫صنورتاَ صمننتك ‪ ،‬فتقهنم ه‬ ‫ق تعلتنيِصه تماَ ترأتني ت‬
‫اه ‪ ،‬فتقهنم تمتع بصتلقل فتأ تنل ص‬
‫شاَتء ر‬
‫إصنن ت‬
‫ت صمنثففتل تمففاَ ترتأى فتقتففاَتل‬
‫اصفف لتقتففند ترأتنيفف ه‬
‫سففوتل ر‬ ‫ب ‪ ،‬توههتو صفي بتنيِتصصه ‪ ،‬فتتخترتج يتهجلر صرتداتءهه ‪ ،‬تويتهقوهل ‪ :‬توالرصذي بتتعثتتك صباَنلتح ل‬
‫ق تياَ تر ه‬ ‫سصمتع تذلصتك هعتمهر نبهن انلتخ ر‬
‫طاَ ص‬ ‫فت ت‬
‫سلرتم ‪ :‬فتلصلرصه الحمد )رواه أبو داود بإسناَد صحيِح(‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫اص ت‬ ‫سوهل ر‬ ‫تر ه‬
‫‪Dari Abdullah bin Zed Al-Anshari ra, ia berkata: ” Ketika Rasulullah saw memerintahkan‬‬
‫‪membunyikan lonceng untuk memanggil umat Islam agar melakukan shalat, aku menyaksikan‬‬
‫‪seseorang dalam mimpiku berkeliling dengan lonceng di tangannya. Aku bertanya kepadanya,‬‬
‫‪“Wahai hamba Allah! Apakah kau menjual lonceng ini kepadaku?” Ia bertanya, “Kenapa engkau‬‬
‫‪membutuhkan lonceng ini?” Aku menjawab, “Untuk memanggil orang agar melakukan shalat.” Ia‬‬
‫‪bertanya lagi, “Apakah mau kuajarkan sesuatu yang lebih baik daripada lonceng ini?” Aku berkata,‬‬
‫‪“Ya.” Ia berkata, “ Ucapkan kalimat ini:‬‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر )‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر )‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر‬
‫)‪ (Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah‬أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬
‫)‪ (Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah‬أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬
‫)‪ (Aku bersaksi Muhammad utusan Allah‬أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬
‫)‪ (Aku bersaksi Muhammad utusan Allah‬أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬
‫لة‬‫ص ص‬ ‫يِ صعلصىَّ ال ص‬ ‫)‪ (Mari kita shalat‬صح ضَ‬
‫صلةص‬ ‫يِ صعلصىَّ ال ص‬ ‫)‪(Mari kita shalat‬صح ضَ‬
‫يِ صعلصىَّ ابلفص ص‬
‫لحَا‬ ‫)‪ (Mari kita menuju kemenangan‬صح ضَ‬
‫لحَا‬‫يِ صعلصىَّ ابلفص ص‬‫)‪ (Mari kita menuju kemenangan‬صح ضَ‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر‬
‫)‪ (Tiada Tuhan selain Allah‬ل إلصهص إلَ ا‬
‫‪Kemudian ia berhenti sejenak dan menambahkan, “Ketika engkau berdiri dan hendak melakukan‬‬
‫‪shalat, engkau bisa mengucapkan:‬‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر‬
‫)‪ (Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah‬أبشهصأد أضَن ل إلصهص إلَ ا‬
‫)‪ (Aku bersaksi Muhammad utusan Allah‬أبشهصأد أضَن أمصحضَمصد صرأسوأل ا‬
‫لة‬ ‫ص ص‬ ‫يِ صعلصىَّ ال ص‬ ‫)‪(Mari kita shalat‬صح ضَ‬
‫يِ صعلصىَّ ابلفص ص‬
‫لحَا‬ ‫)‪ (Mari kita menuju kemenangan‬صح ضَ‬
‫صلصةب‬ ‫ت ال ضَ‬ ‫)‪ (Shalat didirikan‬صقد قاَصم ر‬
‫ص‬
‫صلصبة‬ ‫ت ال ضَ‬ ‫)‪ (Shalat didirikan‬صقد صقاَصم ر‬
‫ب‬ ‫ص‬ ‫ص‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬اأ اكصبر‬
‫)‪ (Allah Mahabesar‬صاأ اصبكصبر‬
‫‪ (Tiada Tuhan selain Allah),‬ل إلصهص إلَ ا‬
‫‪Ketika aku bangun paginya, aku menemui Rasulullah saw dan melaporkan mimpiku. Rasulullah‬‬
‫‪saw berkata, “Mimpi itu merupakan suatu kebenaran, atas kehendak Allah, maka pergilah‬‬
‫‪menemui Bilal dan ajarkan dia apa yang kau mimpikan supaya dikumandangkan, sebab ia‬‬
‫‪memiliki suara yang lebih bagus darimu.” Aku pergi menemui Bilal dan mengajarkannya adzan‬‬
‫‪dan ia mengumandangkannya.‬‬
‫‪Umar bin Khathab ra mendengar adzan ini ketika ia berada di rumahnya. Ia keluar dengan rida’nya‬‬
‫‪(selendangnya) terseret di tanah dan berkata, “Aku bersumpah demi Allah yang telah‬‬
memngutusmu sebagai rasul dengan kebenaran bahwa aku juga bermimpi apa yang ia mimpikan.”
Rasulullah saw berkata, “Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)” (HR Abu Daud dengan sanad
shahih)

Sunah Adzan
1- Muadzin harus memiliki sifat amanah, karena ia bertanggung jawab akan masuknya waktu shalat
dan ketepatannya. Juga karena adzan ini sangat berkaitan dengan puasa dan berbukanya kaum
muslimin
2- Disunahkan beradzan dengan suara yang bagus dan lantang. Rasulallah saw dalam hadits di atas
memerintahkan Abdullah bin Zed ra supaya mengajarkan Bilal ra apa yang ia mimpikan (adzan)
sebab ia memiliki suara yang lebih bagus darinya. (HR Abu Daud dengan isnad shahih)
3- Disunahkan beradzan di tempat yang tinggi,
‫صرلى ر‬
‫اه‬ ‫اص ت‬ ‫ فتتقاَتل تر ه‬، ‫ بصتلدل توانبهن أهلم تمنكهتوقم انلتنعتمى‬: ‫سلرتم همتؤلذتناَصن‬
‫سوهل ر‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫ تكاَتن لصتر ه‬: ‫ضتي اه تعننههتماَ تقاَتل‬
‫سوصل ر‬
‫اص ت‬ ‫تعنن انبصن هعتمر تر ص‬
‫ إصرل أتنن يتننففصزتل تهفتذا تويتنرتقفى تهفتذا )رواه‬، َ‫ تولتنم يتهكنن بتنيِنتههتمفا‬: ‫ تقاَتل‬، ‫ تحرتى يهتؤلذتن انبهن أهلم تمنكهتوقم‬، ‫شترهبوا‬
‫ فتهكهلوا توا ن‬، ‫ إصرن بصتلرل يهتؤلذهن بصلتنيِقل‬: ‫سلرتم‬
‫تعلتنيِصه تو ت‬
(‫الشيِخاَن‬
Sesuai dengan hadits dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah saw memiliki dua muadzin, yaitu
Bilal dan Ibnu Ummi Maktum (seorang buta). Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Bilal
adzan pada waktu malam, maka makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan.” Ia
berkata: tidaklah di antara keduanya kecuali yang ini turun sedangkan yang satunya naik “ (HR
Bukhari Muslim)
4- Disunahkan beradzan dalam keadaan berdiri tegak menghadap ke kiblat kecuali ketika sampai ke
“Hayya ’alash Shalah Hayya ’alal falah” disunahkan memutarkan kepala ke kanan dan kiri
sambil meletakan dua jarinya ke dalam dua telinganya.
‫ح لتتوى هعنهقتففهه‬ ‫ح فتأ ترذتن هم ن‬
‫ستتنقبصتل القصنبلتصة فتلترماَ بتلتتغ تحري تعتلى ال ر‬
‫صتلصة تحري تعتلى انلفتتل ص‬ ‫ت بصتلرل تخترتج إصتلى انلتنب ت‬
‫ط ص‬ ‫ ترأتني ه‬: ‫اه تعننهه تقاَتل‬ ‫تعنن أتصبي هجتحنيِفتةت تر ص‬
‫ضتي ر‬
‫يتصميِرناَ تو ص‬
(‫شتماَرل )رواه الشيِخاَن‬
Dari Abu Juhaifah berkata: “Aku melihat Bilal keluar ke Abthah lalu adzan menghadap ke kiblat,
ketika ia sampai ke “Hayyah ’Alash Shalah Hayya ’Alal Falah” ia memutar kepalanya ke kanan
dan kiri” (HR Bukhari Muslim).
(‫صبهتعاَهه صفي أههذنتنيِصه )الترمذي‬
‫ت بصتلرل يهتؤلذهن تويتهدوهر توأتتتتتبرهع تفاَهه تهاَههتناَ توأه ن‬
‫تو صفي صرتوايتقة ترأتني ه‬
Dalam riwayat lain “Aku melihat Bilal adzan dan berputar, mulutnya ke sana dan ke sini,
sementara dua jarinya berada dalam dua telinganya” (HR. At-Tirmidzi)
5- disunahkan muadzin suci dari hadast karena adzan adalah dzikir,
‫ تعلتففى‬:‫ أتنو قتففاَتل‬،‫ات إصرل تعتلى طهنهففقر‬
‫ت أتنن أتنذهكتر ر‬
‫ إصلني تكصرنه ه‬: ‫سلرتم تقاَتل‬ ‫اه تتتعاَتلى تعننهه أترن النتبصري ت‬
‫صرلى اه تعلتنيِصه توآلصصه تو ت‬ ‫ تر ص‬, ‫تعصن انلهمتهاَصجصر نبصن قهننفهقذ‬
‫ضتي ر‬
(‫طتتهاَترقة )أحمد و أبو داود و النساَئي بإساَنيِد صحيِحة‬
Sesuai dengan sabda Rasulallah saw dari al-Muhajir bin Qunfidz ra: “Aku tidak suka bedzikir
kecuali dalam keadaan suci” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai’ dengan sanad shahih).
6- Disunahkan mengucapkan “Asshalatu khairun minnaum” di waktu adzan subuh sesuai dengan
hadist tersebut di atas dari Ibnu Mahdhurah
7- Disunahkan dua kali adzan di waktu subuh, adzan pertama tanda masuk imsak dan adzan kedua
tanda masuk waktu shalat subuh, sesuai dengan hadist trb di atas dari Ibnu Umar ra
8- Disunahkan mengeraskan suara ketika adzan.
‫اه تعننهه تقاَتل لتهه إصلني أتتراتك تهصحلب انلتغنتتم توانلتباَصديتففةت فتففإ صتذا‬
‫ضتي ر‬‫ي تر ص‬ ‫اه تعننهه أترن تأباَ ت ت‬
‫سصعنيِقد الهخندصر ي‬ ‫ضتي ر‬ ‫صتعة تر ص‬‫صنع ت‬ ‫اص بصتن تعنبصد الررنحتمن بصنن اتصبي ت‬ ‫تعنن تعنبصد ر‬
‫شصهتد لتهه يتنوتم انلقصتيِاَتمصة تقاَتل‬ ‫شنيدء إصرل ت‬ ‫س توتل ت‬ ‫ت انلهمتؤلذصن صجلن توتل إصنن د‬
‫صنو ص‬‫ستمهع تمتدى ت‬ ‫صنوتتتك فتإ صنرهه تل يت ن‬‫صتلصة تفاَنرفتنع ت‬ ‫ت صفي تغنتصمتك أتنو تباَصديتتصتك فتأ ترذنن ت‬
‫ت صباَل ر‬ ‫هكنن ت‬
(‫سرلم )رواه البخاَري‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫سوصل ر‬
‫اص ت‬ ‫سصمنعتههه صمنن تر ه‬ ‫أتهبو ت‬
‫سصعيِقد ت‬
Dari Abdullah bin Abdurrahman ibnu Abi Sha’sha’ah ra, sesungguhnya Abu Sa’id Al-Khudri ra
berkata: “sesungguhnya aku melihat kamu senang domba dan padang pasir maka bila kamu
berada di sekitar domba-domba kamu atau padang pasir, dan kamu adzan untuk shalat maka
keraskan suaramu ketika mengumandangkan adzan, karena aku mendengar Rasulullah saw
bersabda: “Tidaklah jin dan manusia dan tidak ada sesuatu pun yang mendengar suara keras
(lantang) seorang muadzin melainkan akan menjadi saksi kebaikan bagi si muadzin pada hari
kiamat”. Abu said berkata: aku mendengar hal ini dari Rasulallah saw (HR. Al-Bukhari)
9- Disunahkan bagi yang mendengar adzan mengikutinya seperti yang dikumandangkan muadzin
kecuali ketika sampai kepada ”Hayya ‘alash shalah, Hayya ‘alash shalah, Hayya ‘alal falah,
Hayya ‘alal falah” disunahkan mengucapkan ”La haula wala quwata illa billah”
10- Disunahkan bagi muadzin mengucapkan lafadz ”Ash-shalatu khairumminan naum” di waktu
subuh, dan orang yang mendengar dianjurkan membaca ”Shadaqta wa bararta” (Engkau Maha
benar dan lagi Maha indah).
11- Disunnahkan juga bagi orang yang mendengar iqamat untuk mengucapkan seperti yang
diucapkan, kecuali pada saat ”Qod qaamatish-shalah”, pendengar dianjurkan membaca:
“Aqamahallahu wa adaamaha ma damatis samawati wal ardhi wa ja’alni min shalihi ahliha”
(semoga Allah selalu mendirikan dan melanggengkan shalat semasih langgengnya langit dan
bumi dan jadikanlah aku dari ahli shalat yang shalih).
12- Disunahkan membaca shalawat atas Nabi saw dan berdoa setelah adzan
‫ توانبتعنثففهه تمتقاَرمففاَ تمنحهمففنوردا الرففصذ ن‬،‫ضففنيِلتتة‬
‫ي توتعففندتتهه إصنرففتك لت تهنخلصفف ه‬
‫ف‬ ‫سنيِلتةت توانلفت ص‬
‫ت همتحرمردا انلتو ص‬
‫ آ ص‬،‫صلتصة انلتقاَئصتمصة‬
‫ توال ر‬،‫ب تهصذصه الردنعتوصة الرتاَرمصة‬ ‫تاللرههرم تر ر‬
‫انلصمنيِتعاَتد‬
Artinya: Ya Allah, Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang
didirikan, Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi
saw) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam
terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji
‫ل‬
‫صففلوا‬ ‫ ثففرم ت‬، ‫ صإذا سصمنعتههم اللنداتء فتهقوهلوا صمنثففتل مففاَ يتقهففوهل‬: ‫سلرتم يتهقوهل‬
‫ه‬ ‫صرلى الرلهم تعلتنيِصه تو ت‬ ‫ص أتنرهه ت‬
‫سصمتع النربصري ت‬ ‫اص نبصن تعنمصرو نبصن انلتعاَ ص‬ ‫تعنن تعنبصد ر‬
‫ فتإ صنرتهاَ تمنصزلتةد في الجنرففصة ل تتننبتصغففي إصلر لتعنبففقد‬، ‫سيِلتةت‬ ‫ ثهرم سهلوا ر‬، ‫شرار‬
‫ات صلي انلو ص‬ ‫صرلى ر‬
‫ا تعلتنيِصه بصتهاَ ع ن‬ ‫صلةر ت‬ ‫صرلى علتري ت‬ ‫ فتإ صنرهه تمنن ت‬، ‫علتري‬
(‫ )رواه مسلم‬.‫شفاَتعهة‬ ‫سأ تتل لصتي انلو ص‬
‫سيِلتةت تحلرنت لتهه ال ر‬ ‫ فتتمنن ت‬، ‫اص توأتنرهجو أتنن أتهكوتن أتتناَ ههتو‬
‫منن صعتباَصد ر‬
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra sesungguhnya ia mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Apabila kalian mendengar seruan (muadzin) mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah
seperti yang ia ucapkan, lalu bacalah shalawat untukku, karena barang siapa membaca shalawat
untukku satu kali, Allah akan mengucapkan shalawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah
wasilah untukku karena itu adalah sebuah derajat di surga yang tidak diberikan kecuali kepada
seorang hamba Allah. Aku berharap akulah hamba tersebut. Barangsiapa memintakan wasilah
kepada Allah untukku, ia berhak mendapat syafaatku.” (HR Muslim)
13- Disunahkan membaca do’a (sesukanya) setelah membaca doa setelah adzan, sesuai dengan
sabda Rasulallah saw:
‫ )حسففن أبففو داود‬.‫ الففلدتعاَهء تل يهففترلد بتنيِففتن انلتتذاصن توا ن صلتقاَتمففصة‬:‫سففلرتم‬ ‫صرلى ر‬
‫اه تعلتنيِصه تو ت‬ ‫ تقاَتل تر ه‬:‫اه تعننهه تقاَتل‬
‫سوهل ر‬
‫اص ت‬ ‫ضتي ر‬ ‫تعنن أتنت ص‬
‫س نبصن تماَلصقك تر ص‬
(‫والترمذي‬
Dari Anas bin Malik ra, Rasulallah saw bersabda: “Do’a antara waktu adzan dan waktu iqamah
tidak ditolak ” (HR Abdu Dawud, At-Tirmidzi)
14-Disunahkan bagi wanita mengucapkan iqamah tanpa adzan. Karena adzan harus
dikumandangkan dengan suara yang keras dan lantang sedang wanita tidak diperbolehkan
mengeraskan suaranya.