Anda di halaman 1dari 3

STASE III - VC (VRIES COUPE) ROOM

 Sampel diperoleh dari ruang operasi dan diperiksa pada saat operasi berlangsung. Pasien dapat
berasal dari Bagian Kirana, Kencana, Urologi, dan IGD.
 Ruang VC RSCM terdiri dari satu orang teknisi yang biasanya bekerjasama juga dengan PPDS
dan konsulan.
 Pada saat pengerjaan sampel diharuskan untuk memakai APD lengkap (masker, apron, sarung
tangan, dan google.
 Di ruangan VC terdapat pass-box, yaitu tempat untuk mentransfer jaringan dari ruangan operasi
ke ruangan VC.

1. ALUR SAMPEL
a) Sampel jaringan yang masih segar diterima dari kamar operasi bersama form pemeriksaan.
b) Periksa deskripsi jaringan, yaitu asal, bentuk, warna, dan keadaan (padat, rapuh, kenyal, dll).
c) Pemotongan sampel dilakukan sesuai permintaan ahli bedah atau observasi sendiri
berdasarkan tampilan makroskopik (batas sayatan atau bagian yang dicutigai).
d) Pengambilan sampel dilakukan sesuai kebutuhan, yaitu 1-5 kup atau lebih.
e) Sisa sampel dikirim ke laboratosium sitohistopatologi melalui loket untuk dilakukan
pemeriksaan selanjutnya. Pengambilan jaringan dari ruangan VC oleh petugas loket dilakukan
dua kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore haril.
f) Hasil pemeriksaan VC dan sitohistopatologi diarsipkan.

2. TEKNIK POTONG BEKU

Jaringan diproses dengan menggunakan alat Cryotome FSE.

a. Pengertian
Frozen Section (potong beku) merupakan teknik pemotongan jaringan secara cepat pada suhu
rendah. Untuk pembuatan sediaan jaringan payudara suhunya -20C sedangkan untuk kista
ovarium dan jaringan lainnya suhunya -25C. Frozen Section bertujuan untuk mengetahui
adanya keganasan atau tidak pada jaringan yang diperiksa. Frozen section digunakan untuk
pemeriksaan histologi yang mana hasil harus segera dikeluarkan karena pasien sedang di meja
operasi. Waktu tunggu hasil dikeluarkan setelah penerimaan sampel maksimal adalah 20
menit.
b. Tujuan
1. Untuk mengetahui ada tidaknya sel-sel keganasan pada jaringan yang diperiksa.
2. Untuk menentukan batas sayatan.
3. Untuk menentukan tingkat keganasan.
c. Prinsip

d. Prosedur Kerja
1) Processing
a) Atur suhu alat sesuai dengan kebutuhan. Apabila suhu terlalu rendah, jaringan akan
pecah. Apabila suhu terlalu tinggi, jaringan akan lembek dan tidak dapat dipotong.
Suhu yang digunakan untuk membekukan jaringan ikat adalah 18-20oC. Jaringan
yang mengandung banyak lemak dipotong dengan suhu lebih rendah.
b) Pilih potongan jaringan yang representatif. Pemotongan dilakukan dari bagian yang
terkecil ke yang terlebar dan dari bagian yang terkeras dan terlunak.
c) Sediakan cariocassette, beru Cryomatrix, letakkan cryocassette pada crobar.
d) Letakkan jaringan di atasnya dan dibiarkan beku selama kurang lebih 2 menit.
e) Potong jaringan sampai diperoleh ketebalan 5-7 m.
f) Meletakkan jaringan yang sudah dipotong pada objek glass.
2) Pewarnaan HE

3. PEWARNAAN HE

a. Prinsip
Hematoxylin akan mewarnai seluruh permukaan jaringan. Bluing akan mewarnai inti sel
dengan jelas yang berguna untuk melihat struktur inti apabila terdapat kemungkinan
keganasan. Pewarna banding (Eosin) yang akan menimbulkan warna pada sitoplasma,
sehingga warna inti lebih kontras. Metode yang dipakai adalah Hematoxylin Eosin.
b. Prosedur
Jaringan yang telah dipotong lalu diwarnai dengan pewarna Hematoxylin Eosin. Prosedurnya
adalah sebagai berikut:
1) Slide direndam dalam alkohol 95% selama 1 menit.
2) Slide diangkat lalu dicelupkan dalam air sebanyak 2x.
3) Slide direndam dalam Hematoxylin selama 1 menit.
4) Bilas dengan air sampai bersih.
5) Slide direndam dalam Eosin selama 30-60 detik.
6) Slide dicelupkan dalam alkohol 70% sebanyak 10x.
7) Slide dicelupkan dalam alkohol 90% sebanyak 10x.
8) Slide dicelupkan dalam alkohol absolut sebanyak 10x.
9) Slide dicelupkan dalam xylol I sebanyak 10x.
10) Slide dicelupkan dalam xylol II sebanyak 10x.
11) Slide diangkat dan ditetesi 1 tetes Entellan lalu ditutup dengan cover slip.
12) Beri sticker yang tertuliskan identitas sampel (tanggal pemeriksaan, nama pasien, tempat
dan tanggal lahir pasien, dan keterangan jaringan.

4. IMPRINT

a) Prosedur

1) Jaringan yang diterima dibelah lalu dibersihkan dengan kain kasa.


2) Kaca benda ditempel pada bagian jaringan yang telah dibelah atau dikerok kemudian
difiksasi dengan alkohol 96% secepatnya selama 60 detik serta diwarnai dengan pulasan
HE.