Anda di halaman 1dari 19

Pancasila Sebagai

Sistem Filsafat
By: Rose Fitria Lutfiana, M.Pd
Apa yang kalian
pikirkan tentang
gambar tersebut?
Ilustration Portfolio tersebut merupakan salah satu karya dari Marco Melgrati.
Ada kucing yang melihat ekor ular menonjol dari lubang kecil dan kucing tersebut
berfikir kalau itu adalah ekor tikus, maka dia ingin menarik dan mengusik nya hingga
keluar.
Dan makna dibalik itu adalah ....
"Anda tidak akan pernah tahu dengan siapa Anda bermain, jadi tolong hormati satu
sama lain sepanjang sisa hidup Anda“
Dalam kehidupan, apa yang kita lihat hanyalah bagian yang sangat kecil dari kebenaran.
Terkadang, kita berfikir tidak ada yang tahu apa yang kita lakukan, namun
kenyataannya mereka telah lama memperhatikan Anda,
Jadi berhati-hatilah dalam berbicara dan bertindak, karena yang terlihat kecil belum
tentu lemah dan kalo kita lebih besar belum tentu lebih kuat dari dia.
Poin pentingnya adalah saling menghormati dan menghargai karena itulah hakikat yang
sebenarnya dalam hidup ini. Jangan malah menganggu dan mengusik hidup orang lain.
HAKIKAT FILSAFAT

• Apa?
Hakikat filsafat

• Mengapa?
Alasan berfilsafat

• Siapa?
Pelaku filsafat
• Kapan?
Waktu berfilsafat
• Dimana?
Tempat berfilsafat
• Bagaimana?
Proses berfilsafat
Secara etimologis berasal dari bahasa Yunani. “philein”
yang artinya mencintai dan “sophia” yang artinya
Filsafat pengetahuan yang bijaksana. Jadi philosophia bermakna
cinta pada pengetahuan yang bijaksana.
ARISTOTELES
Ilmu pengetahuan adalah
makanan bagi jiwa
PLATO
Kebahagiaan kita tergantung pada
SOKRATES diri kita sendiri
Kebaikan satu-satunya adalah
pengetahuan dan kejahatan satu-
satunya adalah kebodohan
CIRI BERFIKIR
FILSAFAT

Kritis

Radix

Koheren

Rasional

Komprehensif
Universal

Spekulatif

Holistik

Sistematis

Skeptis
CABANG FILSAFAT
Metafisika: filsafat tentang hakikat yang ada
di balik fisika, hakikat yang bersifat
transenden, di luar jangkauan pengalaman
manusia
Logika: Pengkajian sistematis tentang aturan-
aturan untuk menguatkan sebab akibat
mengenai kesimpulan (membuat penarikan
kesimpulan yang benar)
Etika: mempelajari tentang moralitas, baik
dan buruk

Estetika: berkaitan dengan masalah keindahan

Metodologi: berkaitan dengan hakikat metode


ilmian
Epistimologi: Berkaitan dengan hakikat
pengetahuan
ALIRAN FILSAFAT
Eksistensialisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa
filsafat harus bertitik tolak pada manusia yang
kongkret, yaitu manusia sebagai eksistensi, dan
sehubungan dengan titik tolak ini maka bagi manusia
eksistensi itu mendahului esensi.

Pragmatisme, yaitu aliran yang beranggapan bahwa


benar dan tidaknya sesuatu ucapan, dalil, atau teori,
semata-mata bergantung pada berfaedah atau tidaknya
ucapan, dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk
bertindak di dalam kehidupannya

Fenomenologi, yaitu aliran yang berpendapat bahwa


hasrat yang kuat untuk mengerti yang sebenarnya dan
keyakinan bahwa pengertian itu dapat dicapai jika kita
mengamati fenomena atau pertemuan kita dengan
realitas
Positivisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa
filsafat hendaknya semata-mata berpangkal pada
peristiwa yang positif, artinya peristiwa-peristiwa
yang dialami manusia.

Aliran filsafat hidup, yaitu aliran yang


berpendapat bahwa berfilsafat barulah mungkin
jika rasio dipadukan dengan seluruh kepribadian
sehingga filsafat itu tidak hanya hal yang mengenai
berpikir saja, tetapi juga mengenai ada, yang
mengikutkan kehendak, hati, dan iman, pendeknya
seluruh hidup.
ILMU, FILSAFAT,
AGAMA

Persamaan Ilmu VS Filsafat

• Baik ilmu maupun filsafat keduanya merupakan pengetahuan


manusia
• Baik ilmu maupun filsafat keduanya berpangkal pada akal
manusia untuk mencapai suatu kebenaran
• Filsafat sebagai suatu ilmu dengan ilmu pengetahuan keduanya
memiliki syarat-syarat ilmiah, yaitu objek, metode, sistematis
serta memiliki kriteria kebenaran
• Baik ilmu maupun filsafat keduanya merupakan suatu sistem
pengetahuan manusia yang bersifat rasional dan sistematis
Perbedaan Ilmu VS Filsafat

• Filsafat merupakan induk ilmu pengetahuan


• Filsafat bersifat refleksif yaitu mempertanyakan dan
membahas tentang objek termasuk filsafat itu sendiri dan
ilmu pengetahuan tidak bersifat refleksif
• Filsafat membahas sesuatu secara menyeluruh dan universal
sedangkan ilmu hanya membahas pada gejala-gejala yang
sangat khusus dan dari sudut pembahasan yang khusus pula
• Filsafat bersifat spekulatif artinya mengajukan dugaan-
dugaan yang rasional yang melampaui batas-batas fakta.
Adapun ilmu hanya menjalsakan fakta, mendeskripsikan fakta
dengan segala hubungannya.
• Ilmu hanya menjelaskan fakta empiris sedangkan filsafat
memahami, menginterpretasikan dan menafsirkan fakta
secara rasional
Hubungan Filsafat dan Agama

• Filsafat merupakan usaha manusia untuk mendapatkan suatu kebenaran yang hakiki,
melalui akal budinya baik malalui hal-hal yang bersifat fisis maupun non-fisis dan
agama mengemukakan sesuatu kebenaran hakiki tentang segala sesuatu.
• Filsafat berpangkal tolak pada akal budi sedangkan agama kebenarannya bersumber
dari wahyu Tuhan, adapun manusia hanya menerima dengan iman dan takwanya
• Filsafat bersifat rasional, komprehensif, sistematis yang terbatas pandangan hidup
kebenaran secara akal budi manusia. Sedangkan agama tidak bisa dikenakan sistem
kebenarannya berdasarkan hukum-hukum manusia
• Dalam mendapatkan kebenaran hakiki filsafat menggunakan cara mempertanyakan
dan mempermasalahkan segala hal yang dihadapi manusia kemudian diupayakan
mencarai solusi dengan menggunakan akal budinya. Sedangkan kebenaran agama yang
hakiki mutlak didapatkan dari Tuhan.
FILSAFAT PANCASILA

Gambar Apakah itu?

Adakah Makna Dibalik Gambar


Tersebut?
Pembahasan Pancasila secara filsafati, pembahasan
Filsafat Pancasila Pancasila sampai pada hakikat terdalam (sampai inti
yang terdalam)

Pancasila yang terdiri dari lima sila pada hakikatnya


merupakan suatu sistem filsafat. Ciri-cirinya:
Pancasila sebagai • Suatu kesatuan bagian-bagian
• Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-
suatu sistem sendiri
• Saling berhubungan, saling ketergantungan
• Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu
tujuan bersama
• Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks
Kajian Ontologis

Mengetahui hakikat dasar sila-sila Pancasila.


Hakikat dasar ontologis Pancasila adalah
manusia.
Kajian Epistimologis

Hakikat Pancasila sebagai suatu sistem


pengetahuan. Pancasila mendasarkan
pandangannya bahwa ilmu pengetahuan
hakikatnya tidak bebas nilai karena harus
diletakkan pada kerangka moralitas kodrat
manusia serta moralitas religius dalam upaya
mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan
dalam kehidupan manusia.
Kajian Aksiologis

Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem


filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar
aksiologis, sehingga nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya
juga merupakan suatu kesatuan.