Anda di halaman 1dari 25

PENGOLAHAN ROTI

A. Pengertian Roti
Roti adalah makanan berbahan utama tepung terigu dan air yang difermentasikan
dengan ragi kemudian dimatangkan dengan cara dibakar.
Bahan Utama Pembuatan Roti
1. Tepung terigu
2. Garam
3. Gula
4. Air
5. Ragi

Bahan Tambahan pembuatan roti:


1. Lemak
2. Susu
3. Telur
4. Keju
5. Rempah-rempah
6. Dll

Fungsi bahan dasar dalam pembuatan roti

1. Tepung Terigu
Tepung terigu yang memiliki kandungan gluten (protein yang hanya ada
dalam terigu) yang dapat membentuk kerangkan didalam roti. Tepung terigu
terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan kandungan proteinnya yaitu:
a) Tepung terigu protein rendah
Kandungan protein: 8-9 %
b) Tepung terigu protein sedang
Kandungan Protein : 10-11 %
c) Tepung terigu protein tinggi
Kandungan protein : 12% keatas

2. Garam

Garam akan memberikan rasa gurih pada roti. Pemakaian garam pada roti
tidar boleh kirang atau lebih antar 0,5-1%. Garam dapat menambah keliatan
gluten.

3. Gula

Gula dalam pembuatan roti digunakan sebagai makanan untuk ragi.


Karena ragi memerlukan gula untuk melakukan proses fermentasi. Gula yang
tersisa pada roti disebut gula sisa dan akan membuat rasa manis pada roti serta
memberi warna coklat ketika roti dibakar.

4. Ragi (Yeast)

Ragi adalah mikro organisma hidup yang dapat ditemukan dimana-mana.


Ragi digunakan dalah proses pembuatan roti. Jenis-jenis ragi yang digunakan
dalam pembuatan roti:
a) Compressed Yeast
Mengandung 70% kadar air, disimpan didalam suhu rendah
dibawah 0oC.
Compressed Yeast

b) Active Dry Yeast


Mengandung air 7,5%, disimpan dalam suhu 21-27OC dry yeast akan
bertahan sampai beberapa minggu.

Active dry yeast dan instant yeast

c) Instant Dry Yeast


Memiliki kandungan air yang sama dengan active dry yeast. Sebaiknya
disimpan ditempat yang dingin.
Fungsi ragi dalam pembuatan roti:
a) Sebagai pengembang adonan
b) Memproes gluten sehingga dapat membentuk jaringan yang dapat menahan
gas tersebut.
c) Menambah rasa
d) Menghasilkan aroma roti

B. Metode Pembuatan Roti

1. No-Time-Dough (system cepat)


Waktu yang diperlukan sekitar 3 jam
Ciri-ciri:
a) Pengadukan 1 kali
b) Peragian hanya 0-45 menit
c) Resepnya ada penambahan ragi dan bread improver
d) Roti dapat bertahan selama 3 hari
e) Harinya lebih baik karena hanya kehilangan sedikit berat saat fermentasi

2. Staight Dough (Sistem Langsung)


System langsung yang sering dipakai di Indonesia
Ciri-ciri:
a) Pengadukan 1 kali
b) Peragian 1-3 jam
c) Resep tidak ada perubahan
d) Daya simpan roti selama 5 hari

3. Sponge-Dough (Sistem Biang)


System pembuatan roti yang membutuhkan waktu lama, dan popular dimasa lalu.
Ciri-ciri:
a) Pengadukan dua kali yaitu pengadukan pertama untuk biang atau sponge dan
adukan kedua untuk bahan lain dan spongenya.
b) Peragian 3-6 jam
c) Daya tahan roti selama 1 minggu.

4. Dough Break Roll (Sistem roll)


Sistem pembuatan roti ini dianggap modifikasi dari sisten no time dough:
Ciri-ciri:
a) Adonan mula mula diaduk dengan hanya asal cmapur saja (Sekitar 5 menit) lalu
di roll berkali kali dengan mesin roll khusus sampai kalis.
b) Biasanya tidak ada peragian (fermentasi)
c) Kulit roti agak pucat,

5. Overnight-spoge

Ciri-ciri:
a) System pengadukan sama seperti sponge-dough
b) Peragian 12-24 jam
c) Aroma dan rasa fermentasi lebih kuat

C. Tahapan Dalam Pembuatan Roti

1. Seleksi Bahan – Ingredients Selection


Bahan harus diseleksi supaya layak dipakai. Memiliki kualitas yang baik dn jumlah
yang cukup untuk membuat roti. Kita juga harus mengetahui sifat dari masing-masing
bahan.

2. Penimbangan bahan – Scaling Ingredients


Bahan dalam pembuatan roti harus ditimbang dengan benar. Hindari pemakaian
sendok /cangkir sebagai takaran. Semua bahan harus ditimbang.

3. Pengadukan-Mixing
Tahap dalam pengadukan roti
a) Pick Up : semua bahan tercampur menjadi satu adinan
b) Clean Up : adonan tadi sudah tidak melekat pada bowl
c) Develop : Permukan adonan sudah terlihat licin. Halus dan kering
d) Final : Permukaan adonan licin, halus dan kering
e) Let Down : Adonan mulai Over Mixing, kelihatan basah, lengket dan lembek
f)
4. Fermentasi Awal – Bulk Fermentation
Fermentai awal dengan suhu sekitar selama kurang lebi 10 menit. Ketika
difermentasikan sebainya adonan ditutup supaya tidak kering,

5. Potong/timbang – Dividing/ scaling


Membagi adonan menurut berat yang dikehendaki. Harus dikerjakan sesingkan
mungkin karena proses fermentasi pada adonan masih terjadi.

6. Membulatkan - Rounding
Rounding diperlukan untuk membentuk lapisan pada permukaan roti sehingga dapat
menahan gas yang dihasilkan dari ragi.

7. MFermentasi Lanjut - Intermediate Proof


Membiarkan adonan relax untuk mempermudah perataan. Waktu ang dilakukan untuk
intermediate proos sekitar 2-20 menit. Tetapi rata –rata 6-10 menit.

8. Perataan – Sheeting
Untuk mengeluarkan semua gas didalam adonan dan membentuk suatu adonan
dengan ketebalan yang dikehendaki.

9. Bentuk – Moulding
Memberi bentuk pada adonan sesuai jenis-jenis produk yang dihasilkan

10. Meletakan dalam pan - Panning


Meletakan adonan ditengah-tengah pan dengan sambungan dibagian bawah supaya
tidak terbuka dalam final proof atau waktu pembakaran.

11. Fermentasi Akhir – Final Proofing


Dilakukan untuk mengembangankan adonan mencapai bentuk yang baik.
Temperature proofing 35-44C. waktu yang diperluka untuk proofing sekitar 55-60
menit.

12. Proses pembakaran – Baking


Volume adonaan akan bertambah pada 5-6 menit pertama proses pembakaran. Proses
pembakaran roti dilakukan 20-30 menit dengan suhu pembakaran untuk roti manis
180 C dan roti tawar 200-220 C. suhu pembakaran disesuaikan dengan bentuk dan
jumlah adonan.

13. Mengeluarkan Dari Cetakan - Depanning


Setelah keluar dari oven kemudian roti langsung dikeluarkan dari pan untuk di
dinginkan.

14. Pendinginan - Cooling


Pendinginan dilakukan untuk memungkin pemotongan tanpa mengalami kerusakan.
Biasanya dilakukan 45-70 menit pada udara terbuka.

15. Pembungkusan - Packing


Hal ini dilakukan untuk mencegah tercemarnya roti dari jamur dan kapang yang tidak
dikehendaki. Menghindari pengerasan kulit. Roti yang masih hangat disarankan untuk
tidak dibungkus supaya tidak perjamur.
D. Jenis Jenis Roti
1. Roti Tawar

a) Roti Tawar Open Top


Roti Tawar Open Top adalah roti tawar yang menggunakan cetakan tidak
tertutup dibagian atasnya, sehingga roti tawar ini memiliki ciri khas bagian atasnya
mengembang seperti jamur.

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1 10
Garam 2 20
Gula 5 50
Susu Bubuk 2 20
Bread Improver 0,2 2
Air Es 62 620
Margarine 4 40
Perhitungan bahan dengan bakers percent

Tahapan Pembuatan
1) Aduk semua bahan hingga kalis (Bahan kering, cairan sedikit demi
sedikit, terakhir masukan margarine dan garam)
2) Biarkan adonan difermentasikan 1-2 Jam
3) Bagi Adonan dengan berat timbangan 600 gram. Lalu bulatkan seperti
bola.
4) Diamkan lagi selama 10 menit.
5) Buang gasnya lalu diroll dan digulung kemudian masukan kedalam
cetakan roti tawar.
6) Fermentasikan kembali selama 60 menit di dalam mesin proofing
7) Bakar didalam oven selama 25 menit dengan suhu 215O C.
Roti Tawar Open Top

b) Roti Tawar Sandwich


Roti Sandwich adalah roti tawar yang menggunakan cetakan tertutup
dibagian atasnya, berbeda dengan roti twar open top. Roti tawar sandwich yang
memiliki kualitas baik mempunyai bentuk yang simetris, warna kulit kerak
kecoklatan dan tekstur remah yang halus.

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1 10
Garam 2 20
Gula 5 50
Susu Bubuk 2 20
Bread Improver 0,2 2
Air Es 62 620
Margarine 4 40
Perhitungan bahan dengan bakers percent

Tahapan Pembuatan
1) Aduk semua bahan hingga kalis (Bahan kering, cairan sedikit demi
sedikit, terakhir masukan margarine dan garam)
2) Biarkan adonan difermentasikan 1-2 Jam
3) Bagi Adonan dengan berat timbangan 600 gram. Lalu bulatkan seperti
bola.
4) Diamkan lagi selama 10 menit.
5) Buang gasnya lalu diroll dan digulung kemudian masukan kedalam
cetakan roti tawar dan tutup bagian atasnya.
6) Fermentasikan kembali selama 60 menit di dalam mesin proofing
7) Bakar didalam oven selama 25 menit dengan suhu 215O C.

Roti Tawar Sandwich

c) Roti Tawar Butter Crush


Sama dengan roti tawar Open Top, roti tawar butter crush juga
menggunakan cetakan tidak tertutup diatasnya. Ciri khas dari roti tawar ini adalah
bagian atasnya yang di sayat kemudian disiram dengan mentega cair sebelum
dibakar.
RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1 10
Garam 2 20
Gula 5 50
Susu Bubuk 2 20
Bread Improver 0,2 2
Air Es 62 620
Margarine 4 40
Mentega Cair 5 50
d) Roti Tawar Kismis
Adonan dan cetakan yang digunakan sama seperti roti tawar open top.
Hanya saja roti ini ditambahkan kismis sebanyak 30% dan molasses sebanyak 2%
yang berfungsi untuk menguatkan kerangka roti sehingga dapat menahan beraat
kismis.
RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 2 20
Garam 2 20
Gula 4 40
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Air Es 58 580
Margarine 4 40
Kismis 30 300
Molasses 2 20

Tahapan Pembuatan
1) Aduk semua bahan hingga kalis dan tidak lengket (kecuali kismis)
2) Jika sudak kalis masukan kismis sambil diaduk perlahan-lahan sampai
rata (sebelumnya kismis harus direndam air hangat dulu didalam air
panas)
3) Fermentasikan selama 10 menit
4) Potong timbang adonan sebesar 600 gram dan fermentasikan kembali
selama 10 menit.
5) Buang gasnya lalu di roll dan digulung.
6) Masukan kedalam cetakan roti tawar dan fermentasikan selama 60
menit.
7) Bakar didalam ove selama 25 menit dengan suhu 215OC.
e) Roti Tawar Gandum Penuh (Whole Wheat Bread)

Roti tawar gandum penuh adalah roti tawar yang dalam pembuatannya
menggunakan tepung terigu gilingan pertama yang masih mengandung dedak
gandum. Adonannya dicetak didalam cetakan yang sama seperti roti tawar open
top. Roti tawar jenis ini mengembang tidak terlalu besar hal itu disebabkan oleh
gandum yang merusak kerangka roti tawar menjadi kecil.

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 90 900
Dedak Gandum 10 100
Instant Yeast (ragi) 1,5 15
Garam 2 20
Gula 6 60
Susu Bubuk 6 60
Bread Improver 0,2 2
Air Es 45 450
Margarine 14 140
Perhitungan bahan dengan bakers percent

Tahapan Pembuatan
1) Aduk semua bahan hingga kalis (Bahan kering, cairan sedikit demi
sedikit, terakhir masukan margarine dan garam)
2) Biarkan adonan difermentasikan 1-2 Jam
3) Bagi Adonan dengan berat timbangan 600 gram. Lalu bulatkan seperti
bola.
4) Diamkan lagi selama 10 menit.
5) Buang gasnya lalu diroll dan digulung kemudian masukan kedalam
cetakan roti tawar.
6) Fermentasikan kembali selama 60 menit di dalam mesin proofing
7) Bakar didalam oven selama 25 menit dengan suhu 215O C

2. Roti Manis

Roti manis adalah roti yang memiliki ciri khas menggunakan gula dalam
resepnya dengan kadar minimal 16% dari total tepung terigu yang digunakan. Roti ini
juga mengandung, ragi, telur dan lemak yang tinggi sehingga menghasilkan roti dengan
tekstur yang lembut. Tepung terigu yang digunakan ada dua jenis yakni tepun terigu
protein tinggi dan tepung terigu protein sedang dengan perbandingan 80% : 20%.
Selain itu roti manis juga memiliki pengisi dan penutup untuk menambah cita
rasa dari roti tersebut.

a) Roti isi Coklat dan Keju

Roti manis ini biasanya berbentuk sederhana yakni bulat dan oval.

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Isi:
Selai coklat atau keju
Perhitungan bahan dengan bakers percent

Tahapan Pembuatan
1) Aduk semua bahan hingga kalis (Bahan kering, cairan sedikit demi
sedikit, terakhir masukan margarine dan garam)
2) Biarkan adonan difermentasikan 1-2 Jam
3) Bagi Adonan dengan berat timbangan 50-60 gram. Lalu bulatkan seperti
bola.
4) Diamkan lagi selama 10 menit.
5) Buang gasnya lalu diroll lalu diisi dan dibentuk sesuai yang dikehendaki.
6) Susun diatas Loyang yang sudah dioleh dengan margarine atau mentega.
7) Fermentasikan kembali selama 60 menit di dalam mesin proofing
8) Oleh roti dengan susu evaporate atau kuning telur.
9) Bakar didalam oven selama 10-20 menit dengan suhu 190O C
b) Breaded Bread

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Topping
Sukade 10
Kismis 10

c) Salt roll Bread


Roti ini merupakan modifikasi pengolahan roti manis dengan membentuk
seperti roti gulung bagian dalamnya diisi dengan mayonnaise dan abon. Sementara
bagian atas roti diberi olesan golden sauce yang merupakan campuran dari kuning
telur, mayonnaise daging asap dan daun bawang iris.
RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Golden sauce
Mayones 200
Kuning telur 100
Daun bawang 50
Smoked beef 50

Filling
Mayones 250
Abon 150

d) Sosis bread

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Topping
Sosis sapi
Mayones
Sus sambal
Paprika
Bawang bombay

e) Polo Bread

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Topping
Gula halus 125
Margarin 125
Telur 1 butir
Vanili bubuk ¼ sdt
Tepung terigu protein rendah 200

Potong timbang 50 gram


f) Abon Roti

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Topping
Mayones manis
Abon ayam

Potong timbang sebesar 60 gram

g) Hero Bread

Hero Bread adalah roti manis yang bagian atasnya ditopping dengan adonan
biscuit rasa kopi dan bagian dalamnya diidi mentega asin.
RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Topping
Gula halus 125
Margarin 125
Telur 1 butir
Vanili bubuk ¼ sdt
Tepung terigu protein rendah 200
Coffee instant larutkan dengan 25
50 ml air

Potong timbang 60 gram


h) Saporro Bread

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 80 800
Tepung terigu protein sedang 20 200
Instant Yeast (ragi) 3 30
Garam 1.5 15
Gula 20 20
Susu Bubuk 4 40
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 10 100
Air Es 45 450
Margarine 16 160
Topping

Margarine 300
Icing sugar 300
Medium flour 600

Potong timbang 60 gram


3. Soft Roll
Adonan soft roll adalah adonan roti yang memiliki karakteristik adonan
yang sangat lembut dan memiliki rasa yang tidak terlalu manis. Roti soft roll juga
tidak boleh berkerak dibagian bawahnya.
a. Dinner Roll

Roti ini sering digunakan untuk jamuan table manner yang diletakan
di B&B plate sebagai hidangan selingan sebelum makanan disajikan.

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1.5 15
Garam 1.5 15
Gula 14 140
Susu Bubuk 6 60
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 14 140
Air Es 39 390
Margarine 14 140

Potong timbang sebesar 30 gram


b. Parker Horse

Parker Horse adalah roti soft roll yang berbentuk seperti tapal atau
sepatu kuda. Roti ini memiliki isian mentega asin dan berat adonan dipotong
timbang sebesar 60 gram.
RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1.5 15
Garam 1.5 15
Gula 14 140
Susu Bubuk 6 60
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 14 140
Air Es 39 390
Margarine 14 140
c. Pande Ciosa

Pande Ciosa adalah roti soft roll yang berbentuk seperti roti sobek.
Potong timbang seberat 30 gram.

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1.5 15
Garam 1.5 15
Gula 14 140
Susu Bubuk 6 60
Bread Improver 0,2 2
Telur ayam 14 140
Air Es 39 390
Margarine 14 140

4. Hard roll
Adalah roti yang terbuat dari adonan lean dough. Digunakan sebagain
pelengkap untuk memakan soup.

a. French Bread
French Bread adalah roti dari adonan lean dough dengan bentuk oval.
Potong timbang adonan seberat 250 gram.

RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1 10
Garam 2 20
Bread Improver 0,2 2
Air Es 39 390

Cara Membuat
1. Aduk semua bahan sampai kalis
2. Adonan dipotong dengan berat 250 gram lalu dibentuk sebperti bola.
3. Fermentasikan selama 1 jam
4. Buang gasnya lalu di roll memanjang dan dipulung bentuk memanjang
5. Susun diloyang dan tapburi tepung
6. Fermentasikan kembali selama 60 menit
7. Sebelum di oven sayat bagian atasnya kemudian semprot dengan air.
8. Bakar di oven selama 45 menit dengan suhu 220O C

b. Stick Bread
Stick Bread adalah roti dari adonan lean dough dengan bentuk panjang
dengan potong timbang adonan sebesar 30 gram.
RESEP
Bahan-Bahan % GRAM
Tepung terigu protein tinggi 100 1000
Instant Yeast (ragi) 1 10
Garam 2 20
Bread Improver 0,2 2
Air Es 39 390
1. Campur tepung terigu protein tinggi, serba guna, ragi instan, gula, telur dan 200 cc susu/air
dingin. Aduk rata. Dan mulai uleni. Kalau cairan (susu atau air) dirasa masih kurang tambah
dengan cairan yg tersisa 50 cc sedikit demi sedikit sampai adonan tidak lengket. Tetapi
perhatikan juga akan ada lemak (butter atau margarin) yg dimasukkan yang bisa membaut
adonan lebih basah. Jadi sebaiknya jangan menambahkan cairan terlalu banyak. Karena kalau
nanti terlalu basah mesti nambah terigu. Dan kalau nambah terigu bisa jadi hasil rotinya kurang
lembut.

2. Setelah adonan setengah kalis masukkan lemak (butter atau margarin) dan uleni sampai kalis
dan elastis.

3. Terakhir masukkan garam. Uleni lagi sampai benar-benar garamnya tercampur rata dengan
adonan.

4. Setelah adonan kalis dan elastis bulatkan dan istirahatkan sampai mengembang 2 kali lipat.
Salah satu tips dan trik yang aku gunakan adalah : rebus air sampai mendidih dalam panci.
kemudian masukkan adonan yang sudah kalis dan elatis di dalam tempat yg tertutup, disertai
dengan panci yg berisi air mendidih. uap panas dari air mendidih bisa mempercepat proses
fermentasi.

5. Setelah adonan mengambang 2 kali kempiskan untuk mengeluarkan udara, kemudian bagi
adonan @ 60 gr. Di resep aslinya 1 adonan ini untuk 8 bun. Ujibileeeee deh orang-orang bule itu
soalnya aku bagi adonan menjadi 11 aja (1 adonan kurang lebih @ 80 gr) gede buanget. Trus
setelah aku bagi adonan jadi 14 (berat adonan kurang lebih @ 60 gr) baru terasa pas (untuk mas
Tras yg ukuran orang dewasa).
6. Setelah adonan dibulatkan, tekan adonan sampai pipih supaya hasilnya bun burger akan
melebar dan tidak terlalu naik ke atas/tebal. Setelah itu letakkan dalam loyang yang sudah dioles
dengan mentega. Lakukan terus hingga seluruh adonan habis.

7. Setelah adonan selesai dibantuk tutup dengan serbet dan biarkan lagi hingga mengambang 2
kali lipat. Tips dan trik-nya sama seperti sewaktu mengambangkan adonan yang pertama yaitu
dengan menggunakan uap air panas.

8. Panaskan oven sampai suhu 200 derajat celsius. Siapkan air mendidih.

9. Kalau adonan bun burger sudah mengambang 2 kali, oles bagian atas dengan bahan olesan dan
taburi dengan biji wijen (sesuai selera).

10 Di dalam oven paling bawah letakkan loyang dan beri air panas mendidih. Kemudian
letakkan loyang yang berisi adonan bun burger di rak atas. Oven selama 15 menit. Sesekali putar
loyang sehingga semua mendapatkan aliran panas yang sama.