Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 2

1. Nadia Alima Fadhilla 18304241032


2. Azizah Nur Isnaini 18304241034
3. Mufti Nurkhasanah 18304241038
4. Reynaldi Desta Prammudya 18304244002
5. Hendrianis Syafira 18304244003
6. Elisa Feby Ifani 18304244019
Kelas : Pendidikan Biologi C
DASAR TEORI
RESPIRASI

Semua sel aktif terus melakukan respirasi, sering menyerap O2 dan melepaskan CO2
dalam volume yang sama. Namun, seperti kita ketahui, respirasi lebih dari sekedar pertukaran gas
secara sederhana (Salisbury dan Ross, 1995:86). Respirasi adalah proses pelepasan energi kimia,
molekul-molekul organik dalam sel pada mitokondria. Pada proses fotosintesis terjadi
pembentukan gula dari molekul CO2 dan H2O dengan bantuan cahaya matahari (Dermawan,
1983). Metabolisme primer pada tumbuhan seperti respirasi dan fotosintesis yang merupakan
proses esensial bagi kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya metabolisme primer, suatu organism akan
terganggu pertumbuhan, perkembangan, serta reproduksinya, dan akhirnya mati. Contoh
metabolisme primer yaitu protein, karbohidrat, lipid, dan asam amino (Paramita, 2010).
Reaksi yang terjadi selama proses respirasi merupakan kebalikan dari reaksi yang terjadi
selama fotosintesis. Hasil akhir dari fotosintesis adalah glukosa, sedangkan pada respirasi adalah
air. Proses terjadinya respirasi terdiri dari tiga tahapan yaitu glikolisis, siklus krebs dan transfer
elektron (Salissbury and Ross, 1995). Umumnya substrat untuk respirasi adalah zat yang tertimbun
dalam jumlah yang relatif banyak dalam sel tumbuhan dan bukan zat yang merupakan senyawa
antara hasil dari penguraian. Karbohidrat merupakan substrat utama respirasi dalam sel-sel
tumbuhan dengan glukosa sebagai molekul pertama. Substrat respirasi yang paling penting di
antara karbohidrat adalah sukrosa (disakarida= glukosa dan fruktosa) dan pati (sering terdapat
dalam sel tumbuhan sebagai cadangan karbohidrat) (Novitasari, 2017:93-94).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi adalah temperatur, perubahan reaksi
sensitif sekali terhadap temperatur dimana bila suhu rendah, asam terlalu tinggi maka kerja enzim
akan lambat. Faktor kedua adalah kadar oksigen dimana O2 yang dibutuhkan dalam siklus kreb
sebagai penerima elektron. Ketiga adalah karbondioksida dan yang terakhir adalah garam-garaman
organik yang berguna untuk transpirasi jaringan tumbuhan untuk ditransfer dari air ke larutan
garam-garaman tersebut (Lakitan,2001).
Jika karbohidrat seperti sukrosa, fruktan, atau pati yang digunakan sebagai substrat pada
proses respirasi dan jika senyawa tersebut teroksidasi secara sempurna, maka jumlah O2 yang
digunakan akan sama persis dengan jumlah CO2 yang dihasilkan. Perbandingan CO2/O2 ini disebut
Kuosien Respirasi, sering disingkat RQ (respiratory quotient). Nilai RQ ini kebanyakan kasus akan
mendekati nilai 1. Namun jika bahan cadangan yang dominan bukan pati, misalnya lemak atau
minyak, maka nilai RQ dapat menjadi lebih rendah. Dengan mengetahui nilai RQ suatu organ atau
jaringan, akan dapat diperkirakan jenis senyawa yang dioksidasi (substrat dari proses respirasi)
pada organ atau jaringan tersebut. Namun perlu diingat bahwa senyawa yang dioksidasi mungkin
terdiri dari beberapa jenis, sehingga nilai RQ yang terukur merupakan rata – rata dari hasil oksidasi
berbagai senyawa tersebut. Jika nilai RQ semakin mendekati 1 maka semakin dominan porsi
karbohidrat sebagai substrat respirasi (Lakitan, 2015:181-182). Respirasi dengan substrat lipida
akan diperoleh RQ<1, dan RQ=1 untuk substrat glukosa (Ai : 32).
DAFTAR PUSTAKA

Ai, Suyitno. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta : FMIPA UNY.

Darmawan dan Baharsjah. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Gramedia.

Lakitan, Benyamin. 2015. Dasar – dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Rajawali Press.
Novitasari, Rahmah. 2017. Proses Respirasi Seluler pada Tumbuhan. Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan Biologi dan Biologi UNY Vol.B,hal 89-96.
Paramita, Octavianti. 2010. Pengaruh Memar terhadap Perubahan Pola Respirasi, Produksi Etilen
dan Jaringan Buah Mangga (Mangifera Indica L) Var Gedong Gincu pada Berbagai Suhu
Penyimpanan. Jurnal Kompetensi Teknik Vol.2, No.1.
Salisbury, Frank B dan Cleon W Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid Dua Biokimia Tumbuhan
Edisi Keempat. Bandung: Penerbit ITB.