Anda di halaman 1dari 4

1.

1 Infeksi Non- Odontogenik


Infeksi non odontogen merupakan infeksi yang bukan berasal dari gigi. infeksi ini dapat menyebar
melalui :

1. Perkontinuitatum, yaitu penyebaran infeksi langsung dari jaringan menjalar ke jaringan


di sekitamya
2. Limfogen, yaitu melalui pembuluh limfe ke keienjar limfe regional. Bila infeksi terjadi
pada kelenjar limfe, maka akan menyebabkan infeksi sekunder di situ dan menyebar
pula ke jaringan di sekitamya.
3. Hematogen, yairu melalui pembuluh darah. Penyebaran melalui cara ini rclatif jarang

Berdasarkan jenisnya, infeksi non-odontogen terjadi pada:

1.1.1 Osteomyelitis
Osteomyelitis merupakan infeksi sumsum tulang, yang dimulai dari cavitas
medulla, melibatkan tulang spongiosa yang kemudian menyebar ke tulang kortikal
bahkan terkadang sampai ke periosteum. Osteomyelitis dental adalah keadaan infeksi
akut atau kronik pada tulang rahang, biasanya disebabkan karena bakteri.

Penyebab utama osteomyelitis adalah :

 Penyakit periodontal. bakteri yang berperan adalah Staphylococcus aureus.


 Tertinggalnya bakteri di dalam tulang rahang setelah dilakukannya pencabutan
gigi. ini tejadi karena kebersihan operasi yang bruh pada daerah gigi yang
diekstraksi dan tertinggalnya bakteri didalamnya.
 Gangren radix. Setelah gigi menjadi gangren radix yang terinfeksi, diperlukan
suatu prosedur pengambilan, tetapi seringnya tidak komplit diambil dan
tertinggal di dalam tulang rahang, selanjutnya akan memproduksi toksin yang
merusak tulang di sekitarnya sampai gigi dan tulang nekrotik di sekitarnya
hilang.

Selain penyebab osteomyelitis di atas, infeksi ini juga bisa di sebabkan trauma berupa
patah tulang yang terbuka, penyebaran dari stomatitis, tonsillitis, infeksi sinus, furukolosis
maupun infeksi yang hematogen (menyebar melalui aliran darah).

Inflamasi yang disebabkan bakteri pyogenik ini meliputi seluruh struktur yang
membentuk tulang, mulai dari medulla, kortex dan periosteum dan semakin parah pada keadaan
penderita dengan daya tahan tubuh rendah.
Invasi bakteri pada tulang spongiosa menyebabkan inflamasi dan edema di rongga
sumsum (marrow spaces) sehingga menekan pembuluh darah tulang dan selanjutnya
menghambat suplay darah. Kegagalan mikrosirkulasi pada tulang spongiosa merupakan faktor
utama terjadinya osteomyelitis, karena area yang terkena menjadi iskemik dan tulang
bernekrosis. Selanjutnya bakteri berproliferasi karena mekanisme pertahanan yang banyak
berasal dari darah tidak sampai pada jaringan dan osteomyelitis akan menyebar sampai
dihentikan oleh tindakan medis.

Pada regio maxillofacial, osteomyelitis terutama terjadi sebagai hasil dari penyebaran
infeksi odontogenik atau sebagai hasil dari trauma. Ini dapat terjadi dengan ekstraksi gigi, terapi
saluran akar, atau fraktur mandibula/maksila. Invasi bakteri menyebabkan terjadinya inflamasi
diikuti dengan hyperemia dan peningkatan aliran darah ke area yang terinfeksi. Tambahan
leukosit didapatkan ke area ini untuk melawan infeksi. Pus dibentuk ketika suplai bakteri
berlimpah dan debris sel tidak dapat dieliminasi oleh mekanisme pertahanan tubuh. Ketika pus
dan respon inflamasi yang berikutnya terjadi di sumsum tulang, tekanan intramedullary
ditingkatkan dibuat dengan menurunkan suplai darah ke region ini. Pus dapat berjalan melewati
haversian dan volkmann’s canal untuk menyebarkan diseluruh tulang medulla dan cortical.
Point terakhir yang terjadi adalah ketika pus keluar jaringan lunak dari intraoral atau ektraoral
fistulas.

Osteomyelitis selalu dimulai dari daerah metafisis karena pada daerah tersebut
peredaran darahnya lambat dan banyak mengandung sinusoid. Penyebaran osteomyelitis dapat
terjadi; (1) penyebaran ke arah korteks, membentuk abses subperiosteal dan sellulitis pada
jaringan sekitarnya; (2) penyebaran menembus periosteum membentuk abses jaringan lunak.
Abses dapat menembus kulit melalui suatu sinus dan menimbulkan fistel. Abses dapat
menyumbat atau menekan aliran darah ke tulang dan mengakibatkan kematian jaringan tulangg
(sekuester); (3) penyebaran ke arah medula; dan (4) penyebaran ke persendian, terutama bila
lempeng pertumbuhannya intraartikuler misalnya sendi panggul pada anak-anak. Penetrasi ke
epifisis jarang terjadi.

Walaupun maksila dapat terkena osteomyelitis, hal itu sangat jarang bila dibandingkan
dengan mandibula. Alasan utamanya adalah bahwa peredaran darah menuju maksila lebih
banyak dan terbagi atas beberapa arteri, dimana membentuk hubungan kompleks dengan
pembuluh darah utama. Dibandingkan dengan maksila, mandibula cenderung mendapat suplai
darah dari arteri alveolar inferior. Alasan lainnya adalah padatnya overlying cortical bone
menghambat penetrasi pembuluh darah periosteal.
1.1.2 Candidiasis
Disebabkan oleh jamur candida. Memiliki gejala plak putih yang melekat di lidah,
mukosa oral, gingival, palatum dengan eritema dibawahnya.

1.1.3 Actynomicosis
Actynomicosis adalah infeksi yang bermanifestasi supuratif granulomatus,
menyerang jaringan lunak dan tulang. Penyakit ini membentuk sinus yang
mengeluarkan granula sulfur yang menyebar menembus batas anatomi bila bakteri
komensal menginvasi jaringan servikofasial, toraks dan abdomen. Jaringan diserang
melalui ekstensi langsung atau melalui hematogen.
Penyebab penyakit ini adalah Actinomyces isrelii , suatu bakteri gram positif,
mikroaerofili, tidak membentuk spora dan tidak tahan asam. Infeksi oleh aktinomises
terjadi pada jaringan yang rusak atau yang meradang bersama-sama dengan mikroba
lainnya seperti Bacteriocedess. Mikroorganisme masuk ke dalam jaringan lunak secara
langsung atau dengan perluasan dari tulang melalui lesi periapikal atau periodontal,
fraktura dan luka ekstraksi. Kemudian infeksi menyebar dan cenderung muncul pada
permukaan kulit daripada mukosa oral.

1.2 Infeksi Odontogenik

Infeksi odontogenik merupaka infeksi yang berasal dari gigi. Berdasarkan tipe infeksinya,
infeksi odontogen bisa dibagi menjadi :

1. Infeksi odontogen lokal / terlokalisir, misalnya: Abses periodontal akut; peri


implantitis.
2. Infeksi odontogen luas/ menyebar, misalnya:early cellulitis, deep-space
infection.
3. Life-Threatening, misalnya: Facilitis dan Ludwig's angina.