Anda di halaman 1dari 7

SAP

(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

DISUSUN OLEH:

HERIBERTA TABITA MARTA DEWI

1750702001111007

PSIK REGULER 1

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2018
SAP (Satuan Acara Pengajaran)

Pokok bahasan : Luka Tekan

Sasaran : pasien dan keluarga

Tempat : Rumah Sakit

Hari/tanggal : Senin, 9 September 2019

Alokasi Waktu : 10 menit

Pengajar : Heriberta Tabita Marta Dewi

A. Tujuan Instruksional

- Tujuan Umum : setelah dilakukan penjelasan, individu diharapkan mampu


mengenal Luka Tekan dan dapat melakukan pencegahan luka tekan
di rumah.

- Tujuan Khusus : setelah dilakukan penjelasan diharapkan pasien dan keluarga


mampu:

 Menyebutkan pengertian luka tekan


 Menyebutkan tanda gejala
 Menyebutkan faktor penyebab dan cara mencegah luka
tekan

B. Sub Pokok Bahasan

Pencegahan luka tekan

C. Kegiatan Belajar Mengajar

TAHAP WAKTU KEGIATAN PENGAJAR KEGIATAN KLIEN METODE MEDIA


Pendahuluan 2 menit - Memberi - Mendengar ceramah Poster
sambutan kan
- Memperkenalka - menjawab
n diri
- Kontak waktu
- Memberitahuka
n tujuan
Penyajian 5 menit - Menjelaskan - Mendengar Ceramah Poster
apa itu luka kan
tekan - menjawab
- Menjelaskan
poster

Penutupan 3 menit - memberi - mendengar Ceramah dan Poster


kesimpulan kan tanya jawab
- memastikan - bertanya
bahwa klien - menjawab
sudah paham
dengan materi
tersebut
- menawarkan
jika ada
pertanyaan
- mengucapkan
Terimakasih

D. Evaluasi

- Evaluasi proses

 klien dapat memperhatikan selama penjelasan,


 poster dan susana yang mendukung pengajaran

- Evaluasi hasil

 Luka tekan adalah?


 Apa saja yang dapat mempengaruhi timbulnya Luka tekan?
 Apa tanda dan gejala luka tekan?
 Bagaimana cara melakukan pencegahan luka tekan?

E. Materi

(Terlampir)

F. Daftar Pustaka

Setiani, D., 2017. Efektivitas Massage Dengan Virgin Coconut Oil Terhadap Pencegahan Luka
Tekan Di Intensive Care Unit. Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan, 3(8), pp.395-406.
Mirwanti, R., Arifin, M.Z. and Agustina, H.R., 2015. Intensi Perawat Melakukan Pencegahan Luka
Tekan di Ruang Intensif berdasarkan Theory Planned of Behaviour. Jurnal Keperawatan
Padjadjaran, 3(2).
LAMPIRAN MATERI

PPOK

A. DEFINISI
Dekubitus berasal dari kata Latin yang berarti berbaring. Ulkus dekubitus juga
disebut luka tempat tidur atau luka tekan.
Luka Tekan atau Dekubitus merupakan kerusakan kulit yang terjadi akibat
kekurangan aliran darah setempat dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang
menonjol, dimana kulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur, kursi roda, gips,
pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka waktu yang lama. (Mayo Clinic, 2014)

B. Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis


Ulkus dekubitus kebanyakan menyebabkan nyeri dan gatal-gatal; tetapi jika terdapat
gangguan pada indera perasa, ulkus yang dalam pun tidak menimbulkan nyeri.
Ulkus dekubitus dikelompokkan ke dalam beberapa stadium:
a. Stadium 1 : kulit berwarna merah atau merah muda, tetapi belum terbentuk luka.
Pada orang yang berkulit gelap mungkin tidak tampak adanya perubahan warna.
Pada tahap ini, belum terbentuk luka yang sebenarnya.
b. Stadium 2 : muncul lepuhan pada kulit atau terbentuk luka yang dangkal dengan
dasar berwarna merah atau merah muda.
c. Stadium 3 : luka mulai timbul di kulit, menyusup ke lapisan kulit yang lebih dalam,
terkadang hingga mencapai lapisan lemak. Namun otot dan tulang belum terkena
d. Stadium 4 : luka menembus kulit dan lemak, sampai ke otot. Sehingga terjadi
kerusakan pada otot dan tulang.

C. Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penyebab dari berkurangnya aliran darah ke kulit adalah tekanan. Jika tekanan
menyebabkan terputusnya aliran darah, maka kulit yang mengalami kekurangan oksigen
pada mulanya akan tampak merah dan meradang lalu membentuk luka terbuka.
Ulkus decubitus dapat terjadi pada setiap umur, khususnya pada pasien yang
keterbatasan pergerakan fisik secara mandiri
Terdapat Resiko tinggi terjadinya ulkus dekubitus ditemukan pada:
a. Orang-orang yang tidak dapat bergerak (misalnya lumpuh, sangat lemah, dipasung)
b. Orang-orang yang tidak mampu merasakan nyeri, karena nyeri merupakan suatu tanda
yang secara normal mendorong seseorang untuk bergerak. Kerusakan saraf (misalnya
akibat cedera, stroke, diabetes) dan koma bisa menyebabkan berkurangnya
kemampuan untuk merasakan nyeri.
c. Orang-orang yang mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) tidak memiliki lapisan lemak
sebagai pelindung dan kulitnya tidak mengalami pemulihan sempurna karena
kekurangan zat-zat gizi yang penting.
d. Gesekan dan kerusakan lainnya pada lapisan kulit paling luar bisa menyebabkan
terbentuknya ulkus. Misalnya, Baju yang terlalu besar atau terlalu kecil, kerutan pada
seprei atau sepatu yang bergesekan dengan kulit bisa menyebabkan cedera pada kulit
dan terlipatya kulit kibat gesekan badan yang sangat kurus dengan alas tempat tidur,
sehingga seakan-akan kulit “tertinggal” dari area tubuh lainnya.
e. Pemaparan oleh kelembaban dalam jangka panjang (karena berkeringat, air kemih atau
tinja) bisa merusak permukaan kulit dan memungkinkan terbentuknya ulkus.
D. Perawatan PPOK di rumah:
Berikut perawatan pada luka tekan :
a. Jika kulit terluka sebaiknya ditutup dengan perban. Agar tidak melekat pada luka,
gunakan perban yang mengandung jeli minyak. Untuk luka yang lebih dalam, digunakan
perban yang mengandung bahan yang menyerupai gelatin, yang bisa membantu
pertumbuhan kulit yang baru.Jika luka mengalami infeksi atau mengeluarkan nanah,
sebaiknya dibersihkan.
b. Menjaga kebersihan klien khususnya kulit, dengan memandikan setiap hari, dikeringkan
dengan baik lalu digosok dengan lotion, terutama dibagian kulit yang ada pada tonjolan-
tonjolan tulang. Sebaiknya diberikan massase untuk melancarkan sirkulasi darah, semua
ekskreta/sekreta harus dibersihkan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan lecet
pada kulit klien.
c. Merubah posisi pasien setiap 2 jam sekali dan memberi bantal di daerah yang di tekan
untuk menahan bagian tuuh yang tertekan.
E. Pencegahan Luka Tekan
- Menjaga kelembapan kulit, jangan terlalu kering atau basah akibat keringat, luka dll.
- Meningkatkan status kesehatan
- Mengurangi/memeratakan faktor tekanan yang mengganggu aliran darah
1. Alih posisi/alih baring/tidur selang seling, paling lama tiap dua jam.
2. Kasur khusus untuk lebih membagi rata tekanan yang terjadi pada tubuh klien,
misalnya; kasur dengan gelembung tekan udara yang naik turun, kasur air yang
temperatur airnya dapat diatur. (keberatan alat canggih ini adalah harganya mahal,
perawatannya sendiri harus baik dan dapat rusak)
3. Regangan kulit dan lipatan kulit yang menyebabkan sirkulasi darah setempat
terganggu, dapat dikurangi antara lain;
1) Menjaga posisi, apakah ditidurkan rata pada tempat tidurnya, atau sudah
memungkinkan untuk duduk dikursi.
2) Bantuan balok penyangga kedua kaki, bantal-bantal kecil untuk menahan tubuh
pasien.

LAMPIRAN POSTER
LUKA TEKAN