Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

BIMBINGAN DAN KONSELING


Dosen Pengampu : Paul Liesai M.Pd

Nama :Melki A. Nureroan


Nim : 201831011
Prodi : Pendidikan Sejarah
Kelas : B

UNIVERSITAS PATIMURA AMBON


TAHUN AJARAN 2018/2019
1.Pengertian Bimbingan dan Konseling

A.Bimbingan

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada
individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara
optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna
menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan
Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang
yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang
dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan
mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan
berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau
pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau
mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam
kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94),
mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih
mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendir
B.Konseling
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam
mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya,
menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri,
keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan
menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat.
Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan
kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).
Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan
profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat
individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan
dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup
hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.
C.Kesimpulan
Jadi disini saya simpulkan bahwa pengertian bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan
yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang
dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya

2.Pengertian Religius
landasan religius adalah upaya mengaitkan nilai – nilai agama dalam proses layanan
bimbingan dan konseling. Dalam landasan religious BK pada dasarnya ingin menetapkan
konseling sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliaanya menjadi fokus sentral upaya BK
(Prayitno dan Erman Atmi, 2003:233).
Landasan religius dalam BK ditekankan pada 3 hal pokok,yaitu
nManusia sebagai makhluk Tuhan
nSikap yang mendorong perkembangan dari kehidupan manusia berjalan kearah dan sesuai
dengan kaidah agama
nUpaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkanya secara optimal suasana dan
perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi)serta kemasyarakatan yang sesuai
dengan dan meneguhkan kehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahan
masalah.

3.Jelaskan landasan BK, kegiatan pendukung BK dan bidang BK pola 17 plus


Landasan BK yaitu suatu tindakan suka rela dari satu pihak ke pihak lain dengan tujuan
hanya sekedar membantu atau adanya permintaan ke pada pihak lain untuk memenuhi
kebutuhannya. maka dari itu, layanan atau pelayanan itu sendiri secara umum menurut saya
adalah menyediakan segala apa yang di butuh kan orang lain.
Kegiatan pendukung BK yaitu memungkinkan siswa memahami lingkungan baru ,
terutama lingkungan sekolah, objek-objek yang di pelajari untuk mempermudah dan
memperlancar peran siswa.
Bidang BK pola 17 plus yaitu tugas bagi konselor sekolah dalam pelayanan konseling.
Salah satu jenis layanan pada BK pola 17 plus adalah layanan konsultasi. Layanan konsultasi
dalam pola 17 plus merupakan pengembangan dari layanan pada pola 17 plus. Layanan
konsultasi merupakan suatu hal yang baru bagi BK di sekolah, khususnya bagi konselor sekolah.
Untuk itu konselor perlu pemahaman yang mendalam tentang layanan konsultasi agar tercapai
keberhasilan pelaksanaan layanan.