Anda di halaman 1dari 6

Bukti-bukti penjualan aktiva tetap, penghentian pemakaian aktiva tetap, dan pertukaran

harus diperoleh auditor untuk memverifikası pengkreditan akun aktiva tetap. Dalam hal ini
auditor perlu melaksanakan prosedur audit untuk menemukan kemungkinan klien tidak mencatat
transaksi penghentian aktiva tetapnya. Prosedur audit yang biasanya digunakan oleh auditor
untuk menemukan adanya penghentian pemakaian aktiva tetap yang tidak dicatat (unrecorded
retirement) adalah sebagai berikut:

1. Carilah informasi mengenai adanya tambahan aktiva tetap yang jumlahnya material di
dalam tahun yang diaudit untuk menentukan apakah aktiva tetap yang lama telah
ditukarkan dan telah diganti dengan aktiva tetap yang baru tersebut.

2. Lakukan analisis terhadap akun Pendapatan di Luar Usaha untuk menemukan adanya
penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap. Jika klıen tidak mencatat penghentian
pemakaian aktiva tetapnya, jurnal yang biasanya dibuat oleh klien hanyalah jurnal
penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap yang telah dihentikan pemakaiannya tersebut,
yaitu:

Kas xx

Pendapatan di Luar Usaha xx

3. Jika dalam tahun yang diaudit terdapat penghentian produksi produk tertentu, selidikilah
perlakuan terhadap aktiva tetap yang semula digunakan untuk memproduksi produk
tersebut.

4. Periksa perintah kerja atau dokumen lain yang menunjukkan adanya otorisasi
penghentian pemakaian aktiva tetap.

5. Selidikilah adanya penurunan jumlah pertanggungan asuransi untuk menentukan


kemung- kinan adanya penghentian pemakaian aktiva tetap.

Periksa Ketepatan Pisah Batas Transaksi Aktiva Tetap

Verifikasi pisah batas dalam pengujian substantif terhadap aktiva tetap tidak sepenting verifikasi
pisah batas yang dilaksanakan oleh auditor dalam pengujian substantif terhadap aktiva lancar.
Verifikasi pisah batas transaksi mutasi aktiva tetap dimaksudkan untuk menemukan kemung-
kinan terjadinya pencatatan transaksi mutasi aktiva tetap yang tidak dalam periode akuntanst
yang seharusnya. Ketidaktepatan pisah batas ini akan mempunyai akitbat penentuan laba dan
rugi di luar usaha (akibat penjualan, pertukaran, atau penghentian pemakaian aktiva tetap) dan
modal kerja

Untuk membuktikan bahwa klien menggunakan pisah batas yang konsisten terhadap
transaksi pemerolehan aktiva tetap, auditor memeriksa bukti kas keluar dan dokumen lapotan
penerimaan barang yang dibuat dan dicatat oleh klien dalam periode sebelum dan sesudah
tanggal neraca. Dengan membandingkan tanggal bukri kas keluar, tanggal laporan penerimaan
barang, dan tanggal pencatatan transaksi pemetolehan di dalam registet bukti kas keluar, auditor
dapat membuktikan apakah transaksi bertamhahnya aktiva tetap yang terjadi dalam periode
sebelum dan sesudah tanggal neraca, telah dicatar dalam periode akuntansi yang seharusnya.
Untuk membuktikan apakah klien menggunakan pisah batas yang konsisten terhadap transaksi

Lakukan rekonsiliasi aktiva tetap tertentu ke dalam buku pembantu aktiva tetap.
Akuntansi aktiva tetap yang baik mensyaratkan agar semua aktiva tetap diberi nomor identifikasi
sehingga memudahkan tekonsiliasi periodik antara fisik aktiva tetap dengan catatan
akuntansinya. Untuk membuktikan eksistensi aktiva tetap, auditor memilih beberapa aktiva tetap
tertentu, mencatat nomot identifikasinya, dan kemudian mengusut aktiva tetap tersebut ke dalam
buku pembantu aktiva tetap.

Hitung kembali jumlah rupiah yang dicatat di dalam akun-akun yang terkait dalam
transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap. Penghentian pemakaian aktiva tetap dicatat
dengan mendebit akun Depresiasi Akumulasian Aktiva Tetap, mengkredit akun aktiva tetap yang
bersangkutan, dan mendebit akun Rugi Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap atau mengkredit
akun Laba Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap. Karena transaksi penghentian aktiva tetap
menyangkut baik akun aktiva tetap maupun akun penilainya, maka auditor perlu menghitung
kembali jumlah rupiah yang dicatat di dalam akun yang terkait dengan transaksi penghentian
pemakaian aktiva tetap.

Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan

Periksa Klasifikasi Aktiva Tetap di dalam Neraca

Aktiva tetap harus disajikan di dalam neraca dalam kelompok aktiva tidak lancar pada kosnya
dikurangi dengan depresiasi akumulasian atau deplesi. Auditor melakukan pemeriksaan terhadap
klasifikasi aktiva tetap di dalam neraca berdasarkan prinsip akuntansi berterima umum dalam
penyajian aktiva tetap di neraca.

Periksa Pengungkapan yang Bersangkutan dengan Aktiva Tetap

Menurut prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian aktiva tetap di neraca, klien
berkewajihan mencantumkan pengungkapan yang memadai mengenai metode depresiasi atau
deplesi yang dipakainya, aktiva tetap yang dijaminkan atau digadaikan dalan penarikan utang,
dan aktiva tetap yang telah habis didepresiasi namun masih digunakan dalam kegiatan
perusahaan.

RANGKUMAN

Aktiva tetap memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik aktiva lancar, yang
berdampak terhadap pengujian substantif terhadap aktiva tetap. Frekuensi transaksi yang
menyangkut aktiva tetap relatif sedikit, maka jumlah waktu yang dikonsumsi untuk pengujian
substantif terhadap aktiva tetap relatif lebih sedikit bila dibandingkan dengan waktu yang
digunakan untuk pengujian substantif terhadap aktiva lancar. Karena ketepatan pisah batas

transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap sedikit pengaruhnya terhadap pethitungan rugi-
laba, maka auditor tidak mengarahkan perhatiannya terhadap masalah ketelitian pisah batas
transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap pada akhir tahun. Pengujian substantif terhadap
aktiva tetap dititikberatkan pada verifikasi mutasi aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang
diaudit. Verifikasi saldo aktiva tetap pada tanggal neraca tidak mendapat perhatian auditor,
karena aktiva tetap disajikan pada kosnya, bukan nilainya pada tanggal neraca seperti halnya
dengan aktiva lancar.

Jika laporan keuangan klien belum pernah diaudit oleh auditor independen lain, dan audit
yang sekarang ini merupakan audit yang pertama kalinya, maka auditor mempunyai kewajiban
untuk memverifikasi saldo awal aktiva tetap, untuk memperoleh keyakinan mengenai kewajaran
saldo tersebut. Verifikasi tersebut dilakukan oleh auditor meliputi periode sejak saat aktiva tetap
tersebut diperoleh sampai dengan awal tahun yang diaudit. Jika laporan keuangan klien tahun
sebelumnya telah diaudit olch auditor independen lain, dan jika laporan keuangan klien diberi
pendapat wajar tanpa pengecualian dari auditor independen sebelumnya, auditor yang baru dapat
langsung menggunakan saldo awal aktiva tetap sebagai saldo awal yang wajar. Bagi auditor yang
baru tersebut, titik berat pengujian substantifnya terhadap aktiva tetap kemudian hanya
dipusatkan pada transaksi mutasi aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang diaudit saja.

Pengujian substantif terhadap aktiva tetap ditujukan untuk: (1) memperoleh keyakinan
tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan aktiva tetap, (2) membuktikan
keberadaan aktiva tetap dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap yang
dicantumkan di neraca, (2) membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tetap yang
dicantumkan di neraca, (3) membuktikan kewajaran penilaian aktiva tetap yang dicantumkan di
neraca (4) membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tetap di neraca. Untuk
mencapai tujuan audit tersebut auditor menempuh berbagai prosedur audit terhadap aktiva tetap
melalui berbagai prosedur audit seperti yang tercantum pada Gambar 17.3

Dalam prosedur audit awal, auditor membuktikan keandalan saldo aktiva tetap dengan
cara membuktikan apakah aktiva tetap yang dicantumkan di dalam neraca didukung dengan
catatan akuntansi yang diselenggarakan dengan mekanisme akuntansi yang dapat dipercaya.
Untuk itu auditor mengusut saldo aktiva tetap yang dicantumkan di neraca ke di dalam akun
aktiva tetap yang diselenggarakan di dalam buku besar, membuktikan ketelitian penghitungan
saldo akun aktiva tetap di dalam buku besar, mengusut saldo awal akun Aktiva Tetap ke kertas
kerja tahun yang lalu, membukikan sumber pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tetap di
dalam buku besar ke dalam register bukti kas keluar dan jurnal umum, dan menmbuktikan
ketelitian catatan aktiva tetap dengan cara melakukan rekonsiliasi akun kontrol aktiva tetap di
dalam buku besar dengan buku pembantu aktiva tetap.
Dalam prosedur analitik, auditor menghitung berbagai ratio: tingkat perputaran aktiva
tetap, ratio laba bersih dengan aktiva tetap, ratio aktiva tetap dengan modal saham, ratio biaya
reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap, untuk kemudian dibandingkan dengan harapan
auditor, misalnya ratio tahun yang lalu, rerata ratio industri, atau ratio yang dianggarkan.
Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan: (1) peristiwa atau transaksi yang
tidak biasa, (2) perubahan akuntansi, (3) perubahan usaha, (4) fluktuasi acak, atau (5) salah saji.

Dalam pengujian transaksi rinci, auditor memeriksa bukti pendukung pencatatan


transaksi penambahan dan Pemeliharaan Aktiva Tetap. Verifikasi keberadaan aktiva tetarp vang
ada di tangan klien pada tanggal neraca dilakukan oleh auditor dengan cara menginspeksi
tambahan aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang diaudit dan mengusut pencatatan tambahan
aktiva tetap tersebut ke dalam buku pembantu akriva tetap. Meskipun tidak sepenting verifikasi
pisah batas transaksi aktiva lancar, verifikasi pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan
aktiva tetap dilakukan . oleh auditor dengan cara memeriksa transaksi mutasi aktiva tetap dalam
beberapa hari menjelang dan setelah tanggal neraca. Tujuan audit ini adalah untuk menemukan
transaksi mutasi aktiva tetap yang seharusnya dicatat dalam tahun yang diaudit oleh klien salah
dicatat dalam tahun sesudahnya atau mutasi aktiva tetap yang seharusnya dicatat dalam tahun
sesudahnya oleh klien salah dicatat dalam tahun yang diaudit.

Dalam pengujian terhadap akun rinci, auditor melakukan inspeksi terhadap aktiva tetap,
memeriksa bukti hak kepemilikan aktiva tetap dan kontrak, dan melakukan review perhitungan
depresiasi. Verifikasi kepemilikan aktiva tetap dilakukan oleh auditor dengan memeriksa
dokumen yang mendukung pemerolehan tambahan aktiva tetap dalam tahun yang diaudit,
melakukan inspeksi polis asuransi aktiva tetap, memeriksa dokumen yang bersangkutan dengan
persewaan atau kontrak leasıng aktiva tetap. Dalam memverifikasi kepemilikan aktiva tetap
auditor juga meminta informasi dari klien mengenai aktiva tetap yang dijaminkan dalam
penarikan utang jangka panjang. Informasi ini bermanfaat bagi auditor untuk memberikan
pengungkapan (disclosure) mengenai kepemilikan klien atas aktiva tetap yang dicantumkan di
aktiva dan review terhadap akun Biaya Reparasi dani pengurangan tetap terhadap neraca

Dalam memverifikasi penyajian dan pengungkapan aktiva tetap di neraca, auditor


membandıngkan penyajian aktiva tetap di neraca dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Informasi mengenai hal ini diperoleh auditor dengan memeriksa klasifikasi aktiva tetap di neraca
dan memeriksa kecukupan pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tetap. Aktiva tetap
disajikan di dalam neraca pada nilai buku yang merupakan selisih kos aktiva tetap dengan
depresiasi akumulasiannya. Kos aktiva tetap dipengaruhi oleh harga pemerolehan tambahan
aktiva tetap, pengeluaran modal (capital expenditure), tevaluasi, penghentian pemakaian dan
penjualan aktiva tetap yang terjadı dalam tahun yang diaudit.. Depresiasi Akumulasian aktiva
tetap dipengaruhi oleh ransaksi mutasi aktiva tetap dan perhitungan biaya depresiasi dalam tahun
yang diaudit. Untuk memverifikasi penilaian aktiva tetap auditor melakukan verifikasi terhadap
dokumen yang mendukung penambahan dan pengurangan kos aktiva tetap dalam tahun yang
diaudit dan memverifikasi penentuan biaya depresiasi aktiva tetap.
SOAL LATIHAN

1. Jelaskan yang dimaksud dengan aktiva tetap.

2. Sebutkan transaksi-transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap dan jelaskan pula
jurnalnya.

3. Jelaskan perbedaan karakteristik aktiva tetap bila dibandingkan dengan karakteristik


aktiva lancar dan jelaskan pula dampak perbedan karakteristik tersebut terhadap
pengujian substantif terhadap ke dua golongan aktiva tersebut.

4. Apa yang harus dilakukan oleh auditor dalam penguian substantif terhadap aktiva tetap
jika audit tersebut merupakan audit yang pertama kalinya atas laporan keuangan klien

5. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian aktiva
terap di neraca.

6. Sebut dan jelaskan tujuan penguiian substantif terhadap aktiva tetap.

7. Untuk membuktikan bahwa unsur aktiva tetap yang dicantumkan di dalam neraca
didukung dengan catatan akuntansi yang memadai. jelaskan prosedur audit yang
ditempuh oleh auditor?

8. Untuk membuktikan eksistensi saldo aktiva tetap yang dicantumkan oleh klien di dalam
neraca, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?

9. Untuk membuktikan hak pemilikan klien atas aktiva tetap yang dicantumkan oleh klien di
dalam neracanya, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?

10. Verifikasi pisah batas terhadap transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap bukan
merupakan fokus pengujian substantif terhadap aktiva tetap. Jelaskan mengapa demikian?

11. Jika auditor melakukan pengujian terhadap pisah batas transaksi yang bersangkutan
dengan aktiva tetap, informasi apakah yang ingin didapatkan oleh auditor tersebur?
Jelaskan pula prosedur pemeriksaannya.

12. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang umumnya ditempuh oleh auditor untuk
menemukan adanya unrecorded retirement aktiva tetap.

13. Untuk menguji kesesuaian penyajian aktiva tetap di dalam neraca dengan prinsip
akuntansi berterima umum, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?

SOAL PILIHAN GANDA

Petunjuk:
Pilih satu jawaban yang benar di antara empat pilihan jawaban yang tersedia dengan cara
melingkari huruf di muka jawsban yang benar.

1. Manakah di antara penyajian aktiva tetap berikut ini yang tidak sesuai dengan prinsip
akuntansi berterima umum dalam penyajian aktiva tetap di neraca?

a. Jumlah depresiasi akumulasian dan biaya depresiasi untuk tahun kini harus
ditunjukkan di dalam laporan keuangan.

b. Metode yang digunakan dalam penghitungan depresiasi golongan besar aktiva


tetap harus diungkapkan di dalam laporan keuangan.

c. Aktiva tetap yang telah habis didepresiasi namun masih digunakan untuk
beroperasi, jika. jumlahnya material, harus dijelaskan.

d. Aktiva tetap harus disajikan di dalam neraca sebesar kos dikurangi dengan biaya
depresiasi

Anda mungkin juga menyukai