Anda di halaman 1dari 10

1.

Pendahuluan

Pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan, untuk menghasilkan output yang
berkualitas tentunya sistem pendidikan yang ada harus terkonsep dengan baik dan
matang. Pendidikan sebagai disiplin ilmu, memiliki lima komponen ilmu yang
membentuk pendidikan itu, yaitu kurikulum, konseling, administrasi, pengajaran, dan
penilaian. Dengan kata lain bahwa pendidikan sendiri masih terdiri dari berbagai
komponen ilmu, yang juga masing-masing berasal dari cabang ilmu-ilmu yang lain. Islam
sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas,
individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan
sosial yang bermoral. Agam Islam memiliki tujuan yang lebih komperehensif dan
integratif dibanding dengan sistem pendidikan sekular yang semata-mata menghasilkan
para anak didik yang pragmatis. Tujuan pendidikan sendiri adalah tujuan hidup manusia,
oleh sebab itulah tujuan pendidikan wajib diberikan kepada orang-orang yang sedang
menghadapi kehidupan.

Dengan berkembangan ilmu teknologi kian hari kian berkembang sangat pesat.
Dalam agama Islam ilmu mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, karena segala
sesuatu pastilah mempunyai ilmunya tersendiri. Namun kita jangan pernah lupa bahwa
semua ilmu juga mempunyai landasan yaitu al-qr’an dan hadits. Dalam sebuah hadits
disebutkan “tuntutlah ilmu dari sejak buaian hinga ke liang lahat” yang artinya betapa
berharganya ilmu sehingga Allah menyuruh seluruh hambanya untuk tidak berhenti
dalam mencari ilmu. Sehingga Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang
mempunyai ilmu.

Dalam makalah ini penulis berusaha menggali dan mendeskripsikan pendidikan


dalam Islam secara induktif dengan melihat dalil-dalil naqli yang sudah ada dalam Al-
Qur’an, juga memadukannya dalam konteks kebutuhan dari masyarakat secara umum
dalam pendidikan, sehingga diharapkan pendidikan dalam Islam dapat diaplikasikan pada
wacana dan realita keikinian.
2. Isi
A. Pengertian pendidikan Islam
Secara etimologis pendidikan diterjemahkan ke dal am bahasa
A r a b “Tarbiyah” dengan kata kerjanya “Robba” yang berarti menga suh,
mendidik,memelihara (Zakiyah Drajat, 1996: 25). Sedangkan pengertian pendidikan
arti luas adalah meliputi perbuatan atau semua usaha generasi tua untuk mengalihkan
(melimpahkan) pengetahuannya, pengalamannya, kecakapan serta keterampilannya
kepada generasi muda, sebagai usaha untuk menyiapkan mereka agar dapat
memenuhi fungsi hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah.(Zuhairini, dkk,
1995:2).
Menurut M.J. Langeveld; “Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa
membimbing yang belum kepada kedewasaan.” Ahmad D.Marimba (1974:20),
merumuskan pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si
pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya
keperibadian yang utama. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
Nomor 2 Tahun1989, “pendidikan dirumuskan sebagai usaha sadar untuk
menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan
bagi perannya dimasa yang akang datang”.

B. Tujuan pendidikan Islam


Ada beberapa ayat yang mengandung tujuan pendidikan islam antara lain:
1. surat al-baqarah ayat 1-5

‫) الذين يؤ منون ن بالغيب و يقيمون‬2( ‫) ذ لك الكتب ال ريب فيه هدى للمتقين‬1( ‫الم‬
‫) والذين يؤ منون بما انز اليك وما انزل من قبلك و با الء‬3( ‫الصلوت ومما رز قنهم ينفقون‬
)5( ‫) او لئك على هدى من ربهم و ا لئك هم المفلحون‬4( ‫خرت هم يو قنون‬

yang artinya:

“1. Alif laam miim.2. Kitab (al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk
bagi rnereka yang bertaqwa, 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib,
yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki, yang Kami anugerahkan
kepada mereka,4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur'an) yang telah
diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu; serta
mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.5. Mereka itulah yang tetap mendapat
petunjuk dari Rabb-nya, dan rnerekalah orang-orang yang beruntung”.Syarh dan
Tafsir singkat- Orang yang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka
untuk menerima petunjuk Ciri orang yang bertaqwa: mengimani yang ghaib,
mendirikan shalat, serta menafkahkan sebagian rezeki.- Yuqinun (yakin) adalah
pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya keraguan
maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. Mereka itulah orang-orang yang
beruntung.

2. surat az-zariyat ayat 56

Pendidikan dalam islam tidak bertujuan untuk menghasilkan uang atau untuk
memperoleh kemegahan dan kegagahan, sebab jika itu yang menjadi tujuan akan
timbul kedengkian, kebencian dan permusuhan. Sebagaimana dalam surah az-
zariyat:56:
‫و ما خلقت الجن واالنسان اال ليعبدون‬
“aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk tujuan akhir atau hasil segala
aktifitasnya sebagai pengabdian kepada-Ku.”(Q.S az-zariyat:56)
Memperhambakan diri kepada Allah sebagai tujuan pendidikan, telah disepakati
pula oleh umumnya para pakar dalam pendidikan islam. Muhammad Natsir misalnya
yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan ialah tujuan hidup manusia.
Memperhambakan diri kepada Allah, akan menjadi hamba Allah inilah tujuan hidup
kita di dunia ini.
Tujuan pendidikan yang dirumuskan oleh Muhammad Natsir itu adalah
berdasarkan pada petunjuk qur’an surat az-zariyat ayat 56 yang juga dijadikan patokan
oleh quraish shihab. Namun demikian, Muhammad Natsir lebih lanjut menjelaskan
bahwa yang dimaksud perkataan “menghambakan diri kepada-Ku” dalam ayat itu
mempunyai arti yang sangat luas dan dalam perkataan itu sendiri yang diucapkan dan
dipakai setiap hari “memperhambakan diri kepada Allah itu mencakup semua ketaatan
dan semua ketundukan pada semua perintah ilahi, yang membawa kepada kebesaran-
Nya dunia dan akhirat.
C. Materi pendidikan

Guna mencapai tujuan tersebuat di atas diperlukan usaha yang diarahkan


kepada pengembangan potensi yang dimiliki manusia secara total, serasi, seimbang
dan selaras sehingga terbentuk manusia seutuhnya. Berkaitan dengan potensi-potensi
yang disebutkan itu terdapat dalam surah al-hijr, 15:29

‫ سجدين‬,‫ ونفخت من رو حي فقعواله‬,‫ ذا سو يته‬،‫فا‬

“bila ia telah Kubentuk dan Kutiupkan “roh-Ku” ke dalam-Nya sujudlah kamu


kepda-Nya.” (Q.S. al-Hijr, 15-29).

Dalam mengajarkan materi pembelajaran, seorang guru juga harus melihat tujuan
dari pengajaran. Tujuan dari pembelajaran tersebut juga harus mengacu pada
kurikulum yang telah ada. Kurikulum merupakan semua pelajaran baik teori maupun
praktek yang diberikan kepada peserta didik selama mengikuti suatu proses
pendidikan. Kurikulum dalam pengertian ini terbatas pada pemberian bekal
pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa untuk kepentingan mereka melanjutkan
pelajaran maupun terjun ke dunia kerja.
Materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didik adalah
1. Pendidikan ketauhidan, artinya anak harus dibimbing agar bertuhan kepada Allah
SWT.
2. Pendidikan akhlak, maksudnya anak didik tersebut harus memiliki akhlak
terpuji, baik kepada Allah atau kepada ciptaan-ciptaan-Nya.
3. Pendidikan amar ma’ruf nahi mungkar, jadi anak didik harus bersifat
konstruktif bagi perbaikan kehidupan masyarakat.
4. Pendidikan kesabaran, artinya harus diupayakan agar anak didik memiliki
kesabaran dan keuletan dalam setiap aktifitasnya.
Namun hal tersebut cenderung berorientasi terhadap kehidupan akhirat saja, agar
materi pendidikan tersebut relevan terhadap perkembangan zaman, maka ada 6
komponen kurikulum yang berorientasi pada masa depan, yaitu memiliki akses
informasi, mampu berpikir kritis, mampu berkomunikasi efektif, memahami
lingkungan manusia, memahami individu dan masyarakat, serta meningkatkan
kompetensi pengetahuan, pendidikan, bertanggung jawab, dan peduli terhadap
kesejahteraan sosial.

D. Ayat-ayat pendidikan
1. Surah Al-Maidah ayat: 67
‫ وهللا‬,‫ياء يها الرسول بلغ ما انزل اليك من ربك وان لم تفعل فما بلغت ر سا لته‬
‫يعصمك من ا لنا س ا ن هللا ال يهدي القوم الكفرين‬
Yang artinya:
“Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika
tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak
menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan)
manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menyuruh Nabi Muhammad agar


tidak perlu merasa gentar terhadap kepada siapa pun dalam menyampaikan
risalah, juga tidak merasa berkecil hati dengan sedikitnya pendukung dan
banyaknya penentang. Perintah balligh dalam ayat itu bukan hanya ceramah dan
setelah itu menerima “amplop” seperti yang terjadi saat ini, tetapi tabligh dalam
arti menyampaikan isi risalah berikut melaksanakannya dengan penuh kesabaran
dan ketabahan. Hikmah Tarbawiyyah yang dapat diambil dari ayat di atas bahwa
metode tabligh adalah metode yang dapat diperkenalkan bagi dunia pendidikan
modern saat ini, yaitu metode pendidikan yang tidak sekedar penyampaian
pelajaran dari guru kepada muridnya, tetapi dalam metode tersebut terkandung
beberapa persyaratan untuk terciptanya efektivitas belajar mengajar, yaitu:
1) Aspek kepribadian guru yang selalu menampilkan sosok keteladanan yang
baik bagi murid-muridnya;
2) Aspek kemampuan intelektual yang memadai;
3) Aspek penguasaan metodologi yang memadai;
4) Aspek keikhlasan;
5) Aspek spiritualitas, dalam arti pengamal agama yang istiqomah.
2. Surah Al-Alaq ayat 1-5
)4( ‫) الذي علم بالقلم‬3( ‫) اقرء وربك االكرام‬2( ‫) خلق االنسان من علق‬1( ‫اقرء باسم ربك الذي خلق‬
)5( ‫علم االنسان مالم يعلم‬
Yang artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang
Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia
mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Q.S Al-alaq ayat 1-5 di atas menunjukkan bukti bahwa Al-Qur’an


mempunyai perhatian besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Ayat ke 1,
Allah memerintahkan manusia membaca (mempelajari, meneliti, dan sebagainya)
apa saja yang telah diciptakan baik ayat-ayatNya yang tersurat (qauliyah) yaitu Al-
Qur’an, maupun ayat-ayat-Nya yang tersirat (kauniyah), maksudnya alam semesta.
Membaca ini harus dengan namaNya, maksudnya harus karena Allah dan selalu
mengharapkan pertolonganNya, dengan demikian tujuan membaca dan mendalami
ayat-ayat Allah itu adalah diperolehnya hasil yang diridlai-Nya, yaitu ilmu yang
bermanfaat bagi manusia. Ayat ke 2, Allah menyebutkan bahwa di antara apa yang
telah Allah ciptakan adalah manusia, yang menunjukkan mulianya manusia dalam
pandanganNya. Allah menciptakan manusia itu dari alaqah (zigot), yakni telur
yang sudah dibubuhi sperma, yang sudah menempel di rahim ibu, yang kemudian
berkembang menjadi manusia. Ayat ke 3, Allah meminta manusia membaca lagi,
yang mengandung arti bahwa membaca yang akan menumbuhkan ilmu dan iman
itu harus dilakukan berkali-kali, minimal dua kali. Bila Al-Qur’an atau alam ini
dibaca dan diselidiki berkali-kali, maka manusia akan menemukan bahwa Allah itu
pemurah, yaitu bahwa Ia akan mencurahkan pengetahuanNya kepadanya dan akan
memperkokoh imannya. Ayat 4-5, di antara kemurahan Allah adalah Ia mengajari
manusia mampu menggunakan alat tulis.
E. Subjek Pendidikan Islam
Dalam surat Ar-Rahman ayat 1-4

)5( ‫) الشمس والقمر بحسبان‬4( ‫) علمه البيان‬3( ‫) خلق االنسان‬2( ‫) علم القرءان‬1( ‫الر حمن‬
“1. (Rabb) Yang Maha Pemurah, 2. Yang telab mengajarkan al Qur'an, 3.
Dia menciptakan manusia, 4. Mengajarnya pandai berbicara.”

AI-BayanSyarh menyatakanbahwa Allah adalah dzat yang Maha Mendidik.


Dalam surat ini digunakan kata ar-Rahman salah satu asma` al-Husna yang berarti
Maha pemurah. Al-Qur'an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh
malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang
beribadah siapa yang membacanya, menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi
Muhammad sawai-Bayan berarti jelas.

F. Pembahasan analisis

Seorang pendidik tidak hanya memberikan sebuah materi umum dan bahan ajar,
tetapi pada setiap materi yang disampaikannya dijelaskan pula nilai-nilai agama dan
nilai moral supaya ilmu dunia dan akhirat dapat seimbang. Dengan demikian,
dijelaskan dalam surat az-zariyat ayat 56 bahwa kalimat “menghambakan diri kepada
Allah” dapat juga berpengaruh kepada timbulnya akhlak yang mulia itulah sebabnya
rumusan lain dari tujuan pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh athiyah al-
abrasy adalah mendidik akhlak dan jiwa anak didik.

Membiasakan mereka dengan kesopanan yang tinggi, mempersiapkan mereka


untuk suatu kehidupan yang suci seluruhnya, ikhlas dan jujur. Dengan dasar ini maka
tujuan pokok dan terutama dari pendidikan islam ialah mendidik budi pekerti dan
pendidikan jiwa. Sehingga mereka akan terbiasa dengan nilai-nilai Islam.
Kaitannya dengan Subjek Pendidikan sebagai berikut:
1. Kata ar-Rahman menunjukkan bahwa sifat-sifat pendidik adalah murah hati,
penyayang dan lemah lembut, santun dan berakhlak mulia kepada anak didiknya dan
siapa saja (Kompetensi Personal). Seorang murid akan meniru semua apa yang guru
bicarakan ataupun apa yang guru lakukan.
2. Seorang guru hendaknya memiliki kompetensi pedagogis yang baik sebagaimana
Allah mengajarkan al-Quran kepada Nabi-Nya.
3. Al-Quran menunjukkan sebagai materi yang diberikan kepada anak didik adalah
kebenaran/ilmu dari Allah (Kompetensi Profesional)
4. Keberhasilan pendidik adalah ketika anak didik mampu menerima dan
mengembangkan ilmu yang diberikan, sehingga anak didik menjadi generasi yang
memiliki kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual.

Dalam surat al-alaq menjelasakan bahwa pada ayat ke 4 dan 5 Mengajari


di sini maksudnya memberinya kemampuan dalam menggunakannya. Dengan
kemampuan menggunakan alat tulis ini, manusia bisa menuliskan temuannya
sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya. Dengan dibaca
oleh orang lain maka ilmu pengetahuan akan berkembang. Dengan demikian
maka manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahuinya, artinya
ilmu itu akan terus berkembang. Demikian besarnya fungsi baca tulis. Kemudian
dalam surah Al-Maidah jelas bahwa dalam pendidikan Islam tidak hanya
memprioritaskan kepentingan materi, tetapi haruslah dapat memperbaiki akhlak
dan sebagai ladang membersihkan jiwa pada diri masing-masing. Menyadari
sebagai makhluk Tuhan yang ditugaskan menjadi khalifah di bumi, tentunya
membutuhkan ilmu yang cukup memadai agar dapat membangun dan mengurus
bumi yang diamanahkan oleh Allah, bukan justru merusak dan membuat Allah
murkah terhadap manusia yang tidak mempunyai kesadaran dalam mengemban
amanah dari Allah. Seyogianya dalam pendidikan modern saat ini metode
pendidikan yang digunakan tidak sekedar penyampaian pelajaran dari guru
kepada muridnya, tetapi dalam metode tersebut terkandung beberapa persyaratan
untuk terciptanya efektivitas belajar mengajar, yaitu:
1) Aspek kepribadian guru yang selalu menampilkan sosok keteladanan
yang baik bagi murid-muridnya;
2) Aspek kemampuan intelektual yang memadai;
3) Aspek penguasaan metodologi yang memadai;
4) Aspek keikhlasan;
5) Aspek spiritualitas, dalam arti pengamal agama yang istiqomah

3. Kesimpulan
Pendidikan dalam Islam tidak bertujuan untuk menghasilkan uang atau untuk
memperoleh kemegahan dan kegagahan, sebab jika itu yang menjadi tujuan akan
timbul kedengkian, kebencian dan permusuhan.Tujuan pendidikan Islam yang sesuai
dengan Al-Qur’an dalam surah az-zariyat pada hakikatnya memperhambakan diri
kepada Allah itu mencakup semua ketaatan dan semua ketundukan pada semua
perintah ilahi, yang membawa kepada kebesaran-Nya dunia dan akhirat.Guna
mencapai tujuan tersebuat diperlukan usaha yang diarahkan kepada pengembangan
potensi yang dimiliki manusia secara total, serasi, seimbang dan selaras sehingga
terbentuk manusia seutuhnya, juga dalam surah Al-Maidah jelas bahwa dalam
pendidikan Islam tidak hanya memprioritaskan kepentingan materi, tetapi haruslah
dapat memperbaiki akhlak dan sebagai ladang membersihkan jiwa pada diri masing-
masing. Menyadari sebagai makhluk Tuhan yang ditugaskan menjadi khalifah di
bumi, tentunya membutuhkan ilmu yang cukup memadai agar dapat membangun dan
mengurus bumi yang diamanahkan oleh Allah, bukan justru merusak dan membuat
Allah murkah terhadap manusia yang tidak mempunyai kesadaran dalam mengemban
amanah dari Allah
Kaitannya surah Al-alaq ayat 1-5 menunjukkan bukti bahwa Al-Qur’an
mempunyai perhatian besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.Allah
memerintahkan manusia membaca (mempelajari, meneliti, dan sebagainya) apa saja
yang telah diciptakan baik ayat-ayatNya yang tersurat (qauliyah) yaitu Al-Qur’an,
maupun ayat-ayat-Nya yang tersirat (kauniyah), maksudnya alam semesta.
Daftar Pustaka

Annas.”ayat-ayat tentang lingkungan pendidikan” dalam


https://www.scribd.com/doc/67587375/Makalah-Ayat-Ayat-Tentang-Lingkungan-Pendidikan-
Islam diakses pada hari Senin, 03 oktober 2015 pukul 15:51

Azra, Azyurmadi.2008. kajian tematik al-qur’an tentang konstruksi sosial. Bandung: angkasa

Manna, Sukiman.2015.“tafsir tentang ayat-ayat” dalam


http://galangfhotocopy.blogspot.co.id/2015/09/makalah-tafsir-tentang-ayat-ayat.htmldiakses
pada sabtu, 02 oktober 2016 pada pukul 15:44

Shobirin. 2011. Tafsir Ilmu Tafsir. Cirebon: CV DHARMA BAKTI