Anda di halaman 1dari 34

Sejarah Panjat Tebing Indonesia

Pada sekitar tahun 1960, perkembangan panjat tebing di Indonesia dimulai, dimana Tebing
48 di Citatah, Bandung. mulai dipakai sebagai ajang latihan oleh pasukan TNI AD.

Tahun 1976, merupakan awal mula panjat tebing modern di Indonesia dimulai, yaitu ketika
Harry Suliztiarto mulai berlatih memanjat di Citatah, Bandung dan diteruskan dengan
mendirikan SKYGERS ''Amateur Rock Climbing Group'' bersama tiga orang rekannya, Heri
Hermanu, Dedy Hikmat dan Agus R, yang pada tahun 1977.

Tahun 1979, Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
yang merupakan upaya mempublikasikan olahraga panjat tebing di Indonesia. Skygers
mengadakan Sekolah Panjat Tebing yang pertama pada tahun 1981.

Tahun 1980, Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat. Untuk pertama kalinya dipanjat oleh
team ITB, dan masih pada tahun yang sama Wanadri menjadi team Indonesia pertama yang
melakukan ekspedisi ke Cartenzs ''Pyramide'', mereka gagal sampai puncak, namun berhasil
di Puncak Jaya dan Cartenzs Timur.

Tahun 1982, terjadi tragedi dengan merenggut korban tewas pertama panjat tebing Indonesia
adalah Ahmad, salah satu pemanjat asal Bandung, tragedi terjadi ketika melakukan
pemanjatan pada Tebing 48 di Citatah.

Pada tahun 1984, Skygers dan Gabungan Anak Petualang memanjat Tebing Lingga di
Trenggalek, Jawa Timur serta Tebing Ulu Watu di Bali.

Tahun 1985, Tebing Sorelo, Lahat, Sumatra Selatan. dipanjat oleh Team Ekspedisi Anak
Nakal.

Pada tahun 1986, Kelompok Gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di
Sulawesi Selatan, Lalu Kelompok Unit Kenal Lingkungan Universitas Padjajaran memanjat
Gunung Lanang di Jawa Timur, Team Jayagiri merampungkan Dinding Ponot di Bendungan,
Si Gura-gura, Sumatra Utara. Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berhasil
dengan menciptakan lintasan baru. Sebagai catatan, bahwa kompetisi panjat tebing pertama
di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, kompetisi dilaksanakan pada tebing alam dan sempat
ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia.
Tercatat pada tahun 1987, Ekspedisi Wanadri yang menyelesaikan pemanjatan di Tebing
Unta di Kalimantan Barat, Kelompok Trupala memanjat Tebing Gajah di Jawa Tengah dan
Skygers memanjat Tebing Sepikul di Jawa Timur. Pada tahun ini pula lomba panjat tebing di
Indonesia yang pertama dilaksanakan, yaitu di Tebing Pantai Jimbaran, Bali.

Tahun 1988, Kantor Menpora bekerjasama dengan Kedutaan Besar Prancis mengundang
empat pemanjat mereka untuk memeperkenalkan dinding panjat serta memberikan kursus
pemanjatan. Pada akhir acara, terbentuk Federasi Panjat Gunung dan Tebing
Indonesia(FPTGI), yang diketuai oleh Harry Suliztiarto. Pada tahun yang sama Aranyacala
Trisakti mengadakan ekspedisi panjat tebing, pada Tower III, Tebing Parang, Jawa Barat.
yang dipanjat oleh kelompok yang kesemua anggotanya putri. Kelompok putranya memanjat
Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor. Sandy Febryanto (Alm) dan Djati Pranoto
melakukan panjat kebut yang pertama dilakukan di Indonesia, di Tower I Tebing Parang,
yang mana merupakan pemanjat tebing besar pertama yang dilakukan tanpa menggunakan
alat pengaman, waktu yang diperlukan adalah empat jam.

Pada tahun ini(1988), Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing memerlukan waktu lima hari
pemanjatan dan menjadi penyebab kagagalan untuk memenuhi target dua hari pemanjatan di
Dinding Utara Eiger, Alpen, Prancis. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil
menciptakan lintasan baru pada dinding yang sama. Keberangkatan Sandy Febriyanto dan
Djati Pranoto ke Yosemite, AS. untuk memanjat Half Dome guna memecahkan rekor Speed
Climbing, pada tahun 1988, dan mengalami kegagalan pula di El Capitan.

Sejarah Panjat Tebing Modern di Indonesia

21 April 1988 14.45 WIB Kaum Pendaki Tebing/Gunung menyatakan Pembentukan Federasi
Pemanjat Gunung Indonesia di Tugu Monas. DOkumen ini pada perjalanannya berubah
menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia. Dan hingga ini federasi pendaki gunung masih
belum keliatan.

Tahun 1989, dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah dengan gugurnya
salah satu pemanjat terbaik: Sandy Febriyanto, terjatuh di Tebing Pawon, Citatah, Bandung.
Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu
pencetakan prestasi panjat tebing di bumi pertiwi ini, seperti: Ekspedisi Putri Lipstick
Aranyacala memanjat Tebing Bambangpuang, lalu dari Arek Arek Young Pioneers (YEPE)
Malang memanjat Tebing Gajah Mungkur di seputaran Kawah Gunung Kelud, Kelompok
Mega dari Univeritas Taruma Negara mengadakan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing yang
merambah tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur dan berakhir di Uluwatu, Bali.
dalam waktu hampir sebulan, ini merupakan marathon panjat tebing pertama di Indonesia.

Pada tahun ini(1989) tak kurang sepuluh kejuaraan panjat tebing diselenggarakan, beberapa
yang besar di antaranya: Unpad Bandung, Tri Sakti Jakarta, ISTN Jakarta, Markas Kopassus
Grup I di Serang, dua kali oleh Trupala Jakarta (Balai Sidang Ancol). Kelompok Kapa Ul dan
Geologi ITB. Di akhir tahun 1989, ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono yang melakukan
pemanjatan solo di Tebing Tower III Parang, ini merupakan artificial solo Climbing pertama
pada tebing besar di Indonesia.

Tahun 1990, Lomba Panjat Dinding Nasional (LPDN) di gelar di Jakarta, dengan ketinggian
15 meter dan dibangun empat sisi. Pada tahun ini pula, Pataga Jakarta mendaki Puncak
Carstenz Pyramide dan Puncak Jaya.

Tahun 1991, Rapat Paripurna Nasional FPTI yang pertama di selenggarakan di Puncak Jabar.
Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia mengirimkan atlit panjat tebing di kejuaraan
Oceania- Australia, empat atlit yang dikirim hanya Andreas dan Deden Sutisna yang
mendapat peringkat keempat dan lima. Dengan keikutsertaan ini membuka mata dunia panjat
tebing Internasional, bahwa Indonesia sudah memepunyai atlit panjat tebing berskala
Internasional. FPTI mengeluarkan peraturan panjat dinding pertama dan Pengda FPTI Jatim
bekerjasama dengan Impala Univeritas Merdeka Malang yang mengadakan Climbing Party di
Lembah Kera, diikuti oleh puluhan pemanjat, membuat jalur-jalur pada Lembah Kera dan
diskusi panjat tebing.

Gabungan tim panjat tebing Putri yang terdiri dari Atlet Aranyacala Trisakati, Mahitala
Unpar dan IKIP Bandung Mengadakan pemanjatan di Half Dome, AS. Ekspedisi pemanjatan
putri tahun 1991 di Cima, Ovest, Italy. Pada tahun ini pula tercatat beberapa kecelakaan di
dinding panjat: Zainudin tewas di Samarinda karena tidak memasang pengaman, tiga
pemanjat lagi jatuh dan cedera (lumpuh dan patah tulang), semua kejadian tersebut
disebabkan oleh tidak diikutinya prosedur keselamatan pemanjatan. Satu prestasi lagi
dilakukan oleh Maully MW Wibowo, melakukan pemanjatan solo (free solo) pertama di
Bambapuang.
Tahun 1992, Kejurnas Panjat Tebing I, di selenggarakan di Padang. Tampil sebagai juara
adalah kontingen dari Jakarta. Ronald Marimbing dan Panji Santoso mengikuti Asian
Championship di Seoul. Sementara Mamay S, Salim dan Maully MW Wibowo mengikuti
kursus Juri dan Pembuat Jalur disambung dengan Rapat CICE Asia. Budi Cahyono, yang
dikontrak oleh perusahaan Rokok, berangkat ke Taiwan untuk melakukan Pemanjatan Iklan.
FPTI diterima secara resmi menjadi anggota UIAA, disusul dengan pengiriman ke Rapay
CICE Asia di Hongkong.

Pada tahun 1994, Tim FPTI gagal berangkat ke Fixroy dan Aconcagua. Secara resmi FPTI
menjadi Anggota KONI yang ke 50. Ronald M dan Nunun Masruruh menduduki peringkat ke
sembilan dan keduabelas di kejuaraan Asia ke III di Jepang, sementara Hendricus Mutter
rapat CICE di Jepang. Mamay S’Salim dan Kresna Huiarna melakukan pembuatan jalur di
tebing-tebing Taiwan.

Tahun 1995, Rapat Paripuma Nasional FPTI III, terselenggara di Kaliurang, Yogyakarta.
Kejumas Panjat Tebing ke III diadakan di Alun-alun Utara Yogyakarta, dan Juara Umum
diboyong oleh DKI Jakarta dengan menggeser kontingen Jawa Barat dan Sumatra Barat.
Dalam Kejumas III ini pula mulai dilombakan kelas panjat Speed yang pertama diadakan di
Indonesia. Masih pada bulan yang sama, tahun 1995, di Yogyakarta diadakan pula kursus Juri
dan Pembuat Jalur, diikuti oleh Pengurus Pengda FPTI series dari ABRI dan Pramuka.

Pada tahun 1997, Asmujiono dan disusul Missirin (Kopassus) yang tergabung dalam expedisi
gabungan sipil dan militer ke Puncak Everest, berhasil mencapai puncak dan berhasil menjadi
orang Asia Tenggara pertama yang mencapai Puncak Everest.

Tahun 2000, panjat tebing resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan
Olahraga Nasional ke XV, di Surabaya sebagai cabang olahraga mandiri. Pada tahun yang
sama, Sekolah Vertical Rescue angkatan pertama diselengggarakan oleh Perguruan Panjat
Tebing SKYGERS Indonesia dengan jenazah Roni Ardhi yang berhasil dievakuasi oleh tim
vertical rescue SKYGERS dari kedalaman 600m di Gunung Cikuray, Jawa Barat.

Tahun 2001, tim vertical rescue SKYGERS terlibat dalam evakuasi dua jenazah di Gunung
Salak, Jawa Barat.
Pada tahun 2003, rekor baru pembuatan jalur panjat tebing alam terbanyak tercipta sebanyak
400 buah jalur pemanjatan oleh Tedi Ixdiana. Tebing Siung di Kawasan Yogjakarta digempur
oleh tim SKYGERS , berakhir dengan terciptanya 45 jalur. Tedi Ixdiana dan Tim MATRA
membuat jalur free climbing pertama di Gunung Krakatau, Selat Sunda.

Pada Tahun 2004, Pemanjatan Tebing Pantai Jawa dan Bali oleh SKYGERS dan Tim
EXPEDITION METRO TV 2004. termasuk pemanjatan Tebing Mandu, Indonesia.

Tahun 2004 panjat tebing resmi menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali di
PON 2004. Sesuai SK FPTI No. 108/SKEP-PPFPTI/07.04 cabang panjat tebing pada PON
2004 memperebutkan 14 medali emas yaitu:

1. Perorangan kesulitan putra


2. Perorangan kesulitan putra
3. Perorangan kecepatan putra
4. Perorangan kecepatan putri
5. Perorangan jalur-pendek putra
6. Perorangan jalur-pendek putri
7. Beregu kesulitan putra
8. Beregu kesulitan putri
9. Beregu kecepatan putra
10. Beregu kecepatan putri
11. Beregu jalur-pendek putra
12. Beregu jalur-pendek putri
13. Beregu ganda-campuran kesulitan
14. Beregu ganda-campuran kecepatan

Tahun 2005, Indonesia menggirimkan Tedi Ixdiana dan Murjayanti untuk mengikuti
kejuaraan panjat tebing alam “International Invitation Tournament”, di Huguan Taihang
Mountain Gorges, Chiangzhi, China. Pada tahun yang sama pula, pemanjatan pada tujuh air
terjun di Indonesia diprakarsai oleh tim EXPEDITION-MERTO TV dan SKYGERS.[2]

Pedoman Kompetisi (PDK) Panjat Tebing Indonesia diterbitkan. PDK berisi peraturan untuk
mempersiapkan dan menjalankan kompetisi panjat tebing yang sangat komprehensif. Isi PDK
mengacu pada Competition Rules yang dikeluarkan oleh UIAA.
Tahun 2006 Sirkuit Panjat Tebing Indonesia pertama kali digelar di Musi Banyuasin.
Amri (Jawa Barat) dan Emi Zainah (DKI Jakarta) sebagai juara untuk nomor lead putra dan
putri. Nomor kecepatan putra dan putri dijuarai oleh Abudzar Yulianto (Jawa Timur) dan Evi
Neliwati (Jawa Timur), sedangkan nomor Jalur-pendek keluar sebagai juara pertama adalah
kembali Abudzar Yulianto dan Hj WIlda keduanya mewakili provinsi Jawa Timur.

Sirkuit Panjat Tebing Indonesia II dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur pada


tanggal 1 September 2006. Pada sirkuit ini pertama kali dilombakan kompetisi untuk para
pemanjat dari kalangan militer/kepolisian dimana Praka Bobby Sahanaya (Denarhanud Rudal
002 Bontang) keluar sebagai juara di nomor kecepatan sedangkan untuk nomor kecepatan
peringkat pertama diraih oleh Agus Setiawan (Brimob Satuan III/Pelopor Kelapa Dua
Jakarta).

Tahun 2007 FPTI menggelar Musyawarah Nasional yang menghasilkan perubahan


Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah menyesuaikan dengan UU Sistem
Keolahragaan Nasional (UU No. 3 tahun 2005).

Evi Neliwati mencatatkan namanya sebagai pemanjat tebing Indonesia pertama yang meraih
peringkat pertama pada Seri Kejuaraan Dunia (World Cup Series) 2007 yang dilaksanakan di
Singapura. Evi menyisihkan saingan terberatkan dari Rusia. Catatan ini seolah menghapus
kutukan bahwa para pemanjat kita seperti Etta Handrawati, Erianto Rojak dan lainnya selalu
kalah dari para pemanjat Rusia. Pada PON 2008 Kalimantan Timur, cabang olahraga panjat
tebing memperebutkan 21 medali emas dari nomor perorangan dan beregu. Guna
meramaikan kembali panjat tebing petualangan serta melengkapi keberhasilan 7 Summits
para pendaki gunung, pada tanggal 10 November 2009, Harry Sulliztiarto dan Yayasan
SKYGERS Indonesia memprakarsai Indonesian 7 Vertical Walls Festival, kegiatan yang
dijadwalkan 2010-2013, hingga kini belum dilaksanakan karena masalah anggaran
pembiayaan. May 2010 Sport Climbing resmi menjadi cabang olahraga resmi SEA Games
2011, hal ini diputuskan dalam Pertemuan the SEA Games Federation di Jakarta 30 May
2010. Berita Gembira merupakan hasil dari perjualan panjang komunitas panjat tebing se-
Asia Tenggara yang dimotori oleh The Southeast Asia Climbing Federaion (SEACF) sejak
terbentukan lembega tersebut tahun 1996 di Jakarta.
Pada 2011 panjat tebing pertama kali menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali
yaitu sebanyak 10 medali emas pada SEA Games 2011 Palembang, Indonesia. Keputusan itu
dihasilkan pada pertemuan the SEA Games Federation Maret 2011 di Bali, Indonesia.

13 Nopember 2011 Aan Aviansyah (21) atlit panjat tebing Indonesi berhasil mengukirkan
namanya sebagai atlit pertama yang meraih medali emas pada cabang olahraga Panjat Tebing
pada ajang SEA Games XXVI 2011 di Jakabaring, Palembang, Sumetara Selatan. Tim panjat
tebing Indonesia meraih 9 dari 10 emas yang diperebutkan, hasil ini menjadi penghalang
utama cabang panjat tebing pada SEA Games berikutnya.

Pemandu WIsata Panjat Tebing: Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
Pemandu Wisata Panjat Tebing terbit sesuai Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi No.194 Tahun 2011. Standar ini sejatinya untuk memastikan bahwa tebing-
tebing Indonesia akan menjadi target tujuan wisata global dan pemandu pemanjatan adalah
anak bangsa sendiri.

Panjat Tebing Post Modern

12 Desember 2012 Tedi Ixdiana, Bey Abdurahman, Johanes Wirasto, Adi Wibowo, Afdal
Firdaus dan Deden Wahyudin meproklamirkan berdirinya Komunitas Panjat Tebing Merah
Putih yang mempunyai fokus kegiatan pada panjat tebing alam antara lain pembukaan dan
pembuatan jalur pemanjatan, pendataan tebing dan jalur pemanjatan, konservasi tebing alam,
pembentukan jejaring vertikal rescue, di bawah satu wadah yaitu INDONESIA CLIMBING
EXPEDITION, dengan misi utamanya adalah Ekspedisi 1000 Jalur Panjat Tebing untuk
Indonesia

30 Desember 2013 Katalog Panjat Tebing Indonesia terbit secara online di media Internet.
Katalog ini berisi data-data kawasan, tebing dan jalur panjat tebing yang ada di seluruh
Indonesia. Pada perjalanannya katalg juga berisi istilah dan dokumen terkait dengan panjat
tebing. Katalog ini merupakan kontribusi dari Komunitas Panjat Tebing Merah Putih dimana
pengumpulan data dilakukan sejak pertengahan tahun 2011.

19-26 Nopember 2013 Komunitas Panjat Tebing Merah Putih membuka kawasan
pemanjatan pertama di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pada kegiatan tersebut
dituntaskan pembuatan Jalur ke-1.000 untuk Indonesia di tebing Mama Painemo, Teluk
Kabui, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

10 Januari 2014 berdiri komunitas panjat tebing di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
dibawah naungan Komunitas Panjat Tebing Merah Putih.

Gerakan post modern ini sepertinya ingin mengembalikan ruh kegiatan panjat tebing pada
tebing alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang jumlahnya ribuan itu, yang
jika tidak mulai dipikirkan hanya akan jadi tontonan tuan rumah.

15 Mei 2014 sudah dipastikan bahwa panjat tebing tidak menjadi cabang olahraga yang
dilombakan pada pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2015 di Singapura. Kepastian
ini berdasarkan hasil pertemuan the SEA Games Federation yang diadakan di Singapura.

23 Agustus 2018 sekitar jam 18.20an Aries Susanti Rahayu pemanjat putri Indonesia
dengan nomor punggung 016 berhasil meraih medali emas pada Asian Games 2018 di nomor
kecepatan perorangan putri, setelah pada babak final mencatatkan waktu 7.61 detik. Catatan
waktu ini tentunya menjadi record Asian Games, karena pada Asian Games 2018 ini panjat
tebing (sport climbing) untuk pertama kali menjadi cabang yang dilombakan dengan 6 medali
emas. Pada babak final Aries lebih cepat 0.37 detik dari pemanjat Indonesia lainnya Puji
Lestari yang mencatatkan waktu 7.98 detik yang berhak atas medali perak. Yang paling
mendebarkan adalah pada babak semi-final, ketika Aries mengalahkan pemanjat China Song
Yi Ling dengan catatan waktu yang sangat ketat yaitu 7.68 dan 7.70, hanya beda 0.02 detik,
dan Puji Lestasi mengalahkan pemanjat China lainnya He Cui Lian dengan catatan waktu
masing-masing 7.84 detik dan 7.94 detik. Dengan hasil semi-final itu terjadilah all
Indonesian final. Terjadi suasana yang sangat emosinal saat berkumandangnya lagu
Indonesia Raya di Jakabaring Sport Complex Palembang, dan raihan Aries ini menjadi
medali emas pertama Asian Games untuk Indonesia untuk semua cabang olahraga Asian
Games 2018 yang digelar di Palembang.

Lembaga Panjat Tebing di Indonesia

1. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)


2. Pengurus FPTI di tingkat provinsi adalah:
1. Pengurus Daerah Provinsi Aceh
2. Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Utara
3. Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Barat
4. Pengurus Daerah Provinsi Riau
5. Pengurus Daerah Provinsi Kepulauan Riau
6. Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Selatan
7. Pengurus Daerah Provinsi Jambi
8. Pengurus Daerah Provinsi Bengkulu
9. Pengurus Daerah Provinsi Lampung
10. Pengurus Daerah Provinsi Banten
11. Pengurus Daerah Provinsi Jawa Barat
12. Pengurus Daerah Provinsi Jawa Tengah
13. Pengurus Daerah Provinsi DI Yogyakarta
14. Pengurus Daerah Provinsi Jawa Timur
15. Pengurus Daerah Provinsi Bali
16. Pengurus Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
17. Pengurus Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
18. Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan
19. Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
20. Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Utara
21. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
22. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Barat
23. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Timur
24. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
25. Pengurus Daerah Provinsi Papua Barat
3. Badan Standarisasi Pemanjatan Indonesia
4. Lembaga Pelatihan dan Sertifikasi Panjat Tebinng Indonesi

DI setiap provinsi ada pengurus tingkat kota atau kabupaten.


SEJARAH PANJAT TEBING

Panjat tebing sudah dikenal sejak sebelum zaman PD I, terutama oleh kalangan militer
Namun dalam perkembangannya kegiatan ini menjadi digemari masyarakat umum.

• SEJARAH PANJAT TEBING DUNIA

– 1910 Kegiatan panjat tebing mulai dikenal pertama kali di kawasan Eropa, tepatnya di
pegunungan Alpen, sebelum PD I di Austria., Teknik pemanjatan tebing dengan
menggunakan tali baru dikenal pada tahun 1920. Tahun 1930 adalah tahun keemasan
pemanjatan di kawasan Alpen. Mulai daritebing kecil, menengah hingga puncak -puncak
tertinggi. Klimaksnya pada saat PD II meletus. PD menyebabkan frekuensi pemanjatan
menurun, akan tetapi setelah PD berakhir membawa pengaruh pesat pada penciptaan dan
pengadaan peralatan panjat tebing yang semakin mudah didapatkan.

– 1970 Panjat Tebing , ketika para pemanjat Amerika mengembangkan teknik-teknik baru di
kawasan Yosemite.
Teknik-teknik ini sampai saat ini masih digunakan dalam pemanjatan tebing-tebing besar.
Rata – rata yang mendomisili pengembangan dunia olahraga ini adalah pemanjat Amerika
dan Inggris yang kemudian menggunakan sistem dan teknik yang sama, yang sebelumnya
terkotak kotak menurut negaranya masing masing. Selain itu juga turut berperan dalam
pengembangan kegiatan ini adalah negara Perancis yang menawarkan teknik pemanjatan
yang mengarah pada olahraga murni.

– 1980 perkembangan panjat tebing semakin meluas mulai dari Eropa, Amerika hingga Asia.
Sehingga membuatnya terlepas dari induknya (mendaki gunung) dan membentuk wujudnya
sendiri yaitu olah raga panjat tebing.

• SEJARAH PANJAT TEBING INDONESIA

– 1960 Di Indonesia panjat tebing dikenal sejak tahun 60`an dimana berdiri beberapa
perkumpulan/kelompok Pecinta Alam Universitas Indonesia dan Wanadri yang mempunyai
akar kegiatan mendaki gunung.

– 1975 kegiatan panjat tebing secara utuh dan tersendiri .


Waktu itu beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tonggak kebangkitan Panjat Tebing
Indonesia antara lain Harry Suliztiarto, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu dan Deddy
Hikmat mulai latihan di tebing Citatah, Jawa Barat.

– 1988 kantor Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Pusat
Kebudayaan Perancis (CCF) mengundang 3pemanjat profesional Perancis yaitu; Patrick
Bernhault, Jean Baptise Tribout dan Corrine Lebrune serta seorang instruktur Teknis Panjat
Tebing Jean Harau yang kemudian memunculkan inspirasi untuk mendirikan FGTI

– 1989FEDERASI PANJAT TEBING GUNUNGINDONESIA (FPTGI) dan melalui ikrar


yang dikeluarkan oleh sekitar40`an orang dari perkumpulan PA yang ada di Jakarta,
Bandung, Padang, Medan, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Ujung Pandang di Tugu
Monas tanggal 21 April 1988.

– 1992FPTGI kemudian berubah nama hanya menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia
(FPTI) dan FPTI diakui menjadi anggota Union Internationale des Assosiations d`Alpinisme
(UIAA) yang mewadahi organisasi panjat tebing dan gunung internasional. UIIA merupakan
organisasi olahraga dunia yangbertaggung jawab pada semua kegiatan olahraga dunia
termasuk Olimpiade.

– 1994 secara resmi FPTI diakui sebagai induk olahraga panjat tebing oleh KONI (Komite
Olahraga Nasional Indonesia)

– 1996 Sejak itu Olahraga Panjat Tebing diikutkan dalam PON


Sejarah Panjat Tebing di Indonesia
Olah Raga

Panjat tebing merupakan jenis olahraga alam yang sebagian besar peminatnya adalah laki-
laki. Namun sekarang ini, dengan peralatan yang semakin lengkap dan canggih, kaum
perempuan pun banyak yang menekuni hoby ekstrem yang satu ini.

Rock Climbing memang mendapat perhatian yang lebih dari kalangan muda terutama Pelajar
dan Mahasiswa. Selain melatih adrenalin , panjat tebing merupakan olahraga GAYA , HOBY
yang tidak semua orang mempunyai mental untuk melakukannya.

Selain enak dilihat , panjat tebing lebih merupakan eksplorasi alam di area bebas yang dapat
menimbulkan rasa puas bagi pemanjat tebing. Tak ada rasa takut , semua ia curahkan untuk
meraih puncak tertinggi dari tebing alam.

Gambar : geograph.org.uk
ASAL MULA OLAH RAGA PANJAT TEBING

Pada dasarnya panjat tebing merupakan bagian dari olahraga Mendaki (Naik) Gunung. Saat
melakukan kegiatan naik gunung, tujuan utama dari pendakian adalah puncak gunung.
Namun tidak selamanya pendakian berjalan mulus , terkadang ada tebing di depan jalur
pendakian yang harus dilewati untuk sampai di puncak Gunung.

Pada awal tahun 1910 , panjat tebing mulai dikenal di kawasan Eropa tepatnya di
pegunungan Alpen. Namun pada waktu itu panjat tebing masih menggunakan cara-cara
primitif (tanpa bantuan alat).

Panjat tebing menggunakan tali dan alat lainnya mulai digunakan sekitar tahun 1920-an.
Sebagian besar peminat olahraga ekstrem ini dari kalangan Militer.

Olahraga ini mengalami kemajuan pesat pada tahun 1930, dimana para pemanjat banyak
melakukan kegiatan menaiki tebing-tebing kecil, menengah hingga besar di kawasan
pegunungan Alpen.

Olahraga ini kemudian terganggu saat terjadi PD II. Jumlah pemanjat mengalami penurunan
drastis. Namun setelah PD II usai, olah raga ini mengalami perkembangan yang cukup
signifikan.

Hal tersebut ditandai dengan semakin banyaknya perlatan panjat yang tersedia di pasaran dan
bagi pemanjat yang butuh peralatan panjat tebing tidak mengalami kesulitan untuk
mendapatkannya.

Sampai pada tahun 1970 - olahraga panjat tebing terus mengalami perkembangan.
Kebanyakan pemanjat dari negara Amerika dan Inggis yang sebelumnya menggunakan
teknik dan sistem yang berbeda-beda tiap negara , namun akhirnya mereka saling bertukar
sistem dan teknik yang kemudian digunakan secara bersama.
Teknik lain yang dikenal pada olahraga panjat tebing adalah teknik yang diperkenalkan oleh
pemanjat dari negara Prancis. Teknik dari Prancis ini lebih mengarah pada seni olahraga
murni panjat tebing yang kemudian teknik ini banyak digunakan dalam olahraga-olahraga
panjat tebing atau panjat dinding.

Pada tahun 1980 olahraga Panjat Tebing resmi lepas dari induknya yaitu Mendaki Gunung
dan membentuk wujudnya sendiri menjadi Olah Raga Panjat Tebing.

PERKEMBANGAN PANJAT TEBING INDNESIA

Panjat tebing mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1960-an yang kemudian berdiri beberapa
kelompok pecinta alam Universitas Indonesia dan Wanadri yang pada awalnya berpokok
pada kegiatan mendaki Gunung.

Baru sekitar tahun 1975-an Panjat Tebing resmi berdiri sendiri. Beberapa orang penting yang
berpengaruh dalam tonggak kebangkitan Panjat Tebing Indonesia antara lain : Harry
Suliztiarto, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu dan Deddy Hikmat.

Mereka mengawali kegiatannya di tebing Citatah, Jawa Barat.

Indonesia mengundang 3 pemanjat tebing proffesional asal Negara Prancis pada tahun 1988
lewat kementrian Negara Pemuda dan Olahraga yang bekerjasama dengan pusat kebudayaan
Prancis (CCF).

Patrick Bernhault, Jean Baptise Tribout dan Corrine Lebrune serta seorang instruktur
Teknis Panjat Tebing Jean Harau yang kemudian memunculkan inspirasi untuk mendirikan
FGT

Pada tahun 1988 kantor Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan
Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) mengundang 3pemanjat profesional Perancis yaitu;
Patrick Bernhault, Jean Baptise Tribout dan Corrine Lebrune serta seorang instruktur Teknis
Panjat Tebing Jean Harau yang kemudian memunculkan inspirasi untuk mendirikan FGTI

Pada tahun 1989 Federasi Panjat Tebing Gunung Indonesia (FPTGI) resmi berdiri. Setelah
sebelumnya sekitar40`an orang dari perkumpulan PA yang ada di Jakarta, Bandung, Padang,
Medan, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Ujung Pandang mengeluarkan ikrar di Tugu
Monas tanggal 21 April 1988.

Pada tahun 1992 FPTGI kemudian berubah nama menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia
(FPTI) dan kemudian FPTI diakui menjadi anggota Union Internationale des Assosiations
d`Alpinisme (UIAA) yang mewadahi organisasi panjat tebing dan gunung internasional.
UIIA merupakan organisasi olahraga dunia yangbertaggung jawab pada semua kegiatan
olahraga dunia termasuk Olimpiade.

Pada tahun 1994 secara resmi FPTI diakui sebagai induk olahraga panjat tebing oleh KONI
(Komite Olahraga Nasional Indonesia)

Olahraga Panjat Tebing diikutkan dalam PON sejak tahun 1996.

Seiring berjalannya waktu olahraga ini terus mengalami peningkatan dalam jumlah peminat
(rockclimber), perlengkapan dan media berlatih yang semakin maju dan canggih juga dalam
hal untuk kepentingan komersil seperti : fotografi, cleaning gedung tinggi dan lain
sebagainya.
Gambar : pixabay

Olahraga ini menyenangkan untuk melatih mental, kekuatan otot tubuh, lengan, kaki, melatih
keseimbangan namun memang cukup berbahaya. Bila ingin mencoba olahraga ini lebih baik
didampingi oleh orang yang berpengalaman dalam hal ini.

Referensi :

1. https://infowanapal.wordpress.com/divisi/tebing/sejarah-panjat-tebing/
2. https://infowanapal.wordpress.com/divisi/tebing/sejarah-panjat-tebing/
3. EJARAH PANJAT TEBING
4. 1492 Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba
untuk memanjat tebing Mont Aiguille (2.097 m), di kawasan Vercors Massif. Tak
jelas benar tujuan mereka, tapi yang jelas sampai beberapa dekade kemudian, orang-
orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu
chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat untuk mata pencaharian,
kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung wallet gua di tebing-tebing
Kalimantan Timur atau Karangbolong Jawa Tengah.
5. 1865 Dinding Selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali melalui lintasan Old
Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Di Alpen bagian tengah, Edward
Whymper dan enam rekannya berhasil mencapai puncak Matterhorn (4.474 m),
Swiss. Tapi empat orang anggota tim yang saling terkait dalam satu tali tewas dalam
perjalanan turun, ketika salah seorang jatuh dan menyeret yang lainnya. Musibah ini
mengakhiri sebelas tahun jaman keemasan. Lebih dari 180 puncak besar telah didaki
dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya dilakukan para
pendaki Inggris.
6. 1874 WA Coolidge mendaki puncak Jungfrau dan Wetterhorn pada musim dingin,
sehingga dijuluki Mr. Winter Climbing. Tahun 1870-an ini muncul trend baru, yaitu
pendakian tanpa didampingi pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan
diantara para pendaki.
7. 1878 Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille de Dru di
Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tidak terlalu
tinggi tetapi cukup curam dan sulit. Banyak orang menganggap peristiwa ini sebagai
kelahiran panjat tebing.
8. 1883 WW Graham menjadi orang pertama yang mengunjungi pegunungan Himalaya
dengan tujuan mendaki gunung sebagai olah raga dan petualangan. Dia mendaki
beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim, India. Konon khabarnya
dia juga berhasil menggapai puncak Changabang (6.864 m).
9. 1910 Carabineer (cincin kait) untuk pertama kali dipergunakan dalam pendakian
gunung oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman. Penggunaannya diilhami oleh
pasukan pemadam kebakaran.
10. 1931 Schimdt bersaudara mencapai puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus
melahirkan demam north wall climbing.
11. 1932 UIAA (Union Internationale Association de Alpinisme) berdiri di Perancis.
1933 Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Laverdo
dikawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing (panjat tebing
menggunakan alat bantu untuk menambah ketinggian) yang pertama.
12. 1934 Dr. Karl Prusik memelopori penggunaan tali kecil dengan simpul khusus untuk
menggantung dan meniti tali yang lebih besar. Sampai sekarang tali kecil dan simpul
ini dikenal dengan istilah prusik. Meniti tali dengan menggunakan tali kecil dan
simpul ini disebut prusiking.
13. 1938 Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil di panjat oleh tim gabungan
Jerman dan Austria. Sebelumnya Hitler menjanjikan mereka medali setingkat medali
emasnya Olimpiade. Mereka adalah Anderl Heckmair, Ludwig Forg, Fritz Kasparek
dan Heinrich Harrer. Tebing maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak
korban dan berlanjut sampai sekarang.
14. 1949 Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown. Mereka menjadi duet
pemanjat terkuat yang pernah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya
Inggris segera menjadi tolok ukur dunia panjat tebing.
Walter Bonatti dkk menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing
pada tebing yang masuk dalam kategori dinding besar (big wall).
Bermula terjadinya revolusi cadas di Inggris, tebing kapur ternyata tidak serapuh yang
diduga selama ini, sehingga tebing ini mulai banyak dipanjat menyaingi tebing granit
dan batuan beku lainnya.
15. 1950 Herman Buhl memanjat solo di dinding timur laut Piz Badile, Swiss dalam
waktu 4 ½ jam. Inilah awal speed climbing (pemanjatan yang mengutamakan
kecepatan). Rekor waktu sebelumnya pada lintasan itu adalah 52 jam, dibuat tahun
1937.
16. 1951 Ekspedisi Inggris sukses mencapai puncak Kanchenjunga, sedangkan ekspedisi
Perancis sukses di Makalu (8.463 m).
Suatu alat berpegas ditemukan, menyaingi fungsi prusik untuk memanjat tali. Nama
alat ini adalah ascendeur (alat untuk naik), tapi sering disebut juga jumar, gabungan
nama penemunya yaitu Adolf Jusi dan Walter Marti, dari Swiss.
17. 1957 Claudio Barbier dari Belgia, mendaki solo 3 (tiga) dinding utara Tre Cima
Laverdo dalam 1 hari, ini adalah pertama kali speed climbing menggunakan teknik
gabungan free dan artificial climbing.
Helm mulai digunakan para pendaki tebing. Sabuk pengaman (harness) menjadi
wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite.
Tebing 48 di Citatah mulai dipakai sebagai ajang latihan oleh pasukan TNI AD.
18. 1961 Puncak Carstenz akhirnya berhasil dicapai oleh tim pimpinan Heinrich Harrer.
Puncak Eidenburg, juga di Irian, berhasil di daki oleh ekspedisi yang dipimpin Philip
Temple.
Baut tebing mulai diperkenalkan penggunaannya di pegunungan Alpen. Pemanjat-
pemanjat Amerika mulai terkenal di Alpen, diawali oleh Hemmings dan Robbins
yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru.
19. 1962 Tim gabungan Inggris dan Amerika memanjat dinding selatan Auguille du Fou,
yang waktu itu dianggap sebagai pemanjatan tersulit di Alpen dengan menggunakan
teknik-teknik aid climbing gaya Amerika.
Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di kalangan pemanjat.
Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan pesawat
terbang kecilnya di Puncak Jaya dekat Carstensz. Untung angin kencang
mengurungkan niatnya, sebab salju tebal disana terlalu lunak untuk landasan. Tapi
dua pesawat pendukung DC-3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian
sekitar 4.300 m. Reruntuhannya masih bisa ditemukan sampai sekarang.
20. 1967 Penggunaan tali kernmantel dipelopori oleh pemanjat Inggris, menggantikan tali
yang terbuat dari bahan nylon. Bagian dalam tali kernmantel terdiri dari beberapa
pilihan serat synthesis, yang memberikan kekuatan pada tali. Bagian pembungkusnya
merupakan anyaman dari bahan yang lentur, tapi tahan gesekan, sehingga melindungi
bagian dalamnya.
21. 1968 Reinhold Messner keluar dari pertapaannya, kembali ke tebing-tebing Alpen
Timur, menyikat dinding es raksasa les Droites dalam waktu 8½ jam solo.
Menumbangkan rekor sebelumnya, yaitu 3 hari.
Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran Alpen, antara lain membuat
lintasan baru di Eiger.
Nomor perdana majalah Mountain mulai beredar, menjadi media pendaki dan
pemanjat yang pertama beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga mempengaruhi
perkembangan melalui perdebatan dan opini.
Pemerintah Nepal membuka kembali wilayahnya bagi pendaki Himalaya, dengan
beberapa peraturan baru dan membatasi pendakian pada puncak-puncak tertentu saja.
Agen-agen pendakian dan trekking tumbuh dan berjibun seperti kutu yak, menggelitik
kelompok-kelompok kecil dari berbagai negara untuk main-main di Himalaya dengan
mudah dan murah.
Soe Hok Gie dan Idhan Lubis gugur di Gunung Semeru, terkena gas beracun.
22. 1969 Dinding Selatan Annapurna di rambah tim dari Inggris, menggunting pita
pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung–gunung besar Himalaya. Tingkat
kesulitan lintasan menjadi lebih penting daripada hanya sekedar mencapai puncak.
Tahun ini lahir cabang olah raga panjat dinding atau panjat tebing buatan. Dinding-
dinding panjat buatan mulai bermunculan. Bentuk-bentuk latihan terpisah dalam olah
raga panjat tebing mulai menggema. Salah satu pelopornya adalah Pete Livesey,
pemanjat yang juga suka speleologi, kano dan lari. Ia tahu benar pentingnya latihan
khusus bagi masing-masing jenis olah raga tersebut, dan mencoba menerapkannya
pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang sebagai kegiatan
atletis, kesan huru-hara sedikit demi sedikit mulai hilang. Semboyan “the best training
for climber is climbing” tidak lagi memadai, apalagi hanya dengan memupuk
kejantanan melalui gelas-gelas bir.
23. 1970 Untuk pertama kalinya olah raga panjat dinding masuk dalam jadwal Olympiade
di Munich, walaupun masih eksebisi.
Mapala UI, diantaranya adalah Herman O. Lantang dan Rudy Badil, berhasil
mencapai Puncak Jaya. Mereka merupakan orang-orang sipil pertama dari Indonesia
yang mencapai puncak ini.
24. 1974 Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8.068 m)
di Karakoram selama 3 hari dengan sistem Alpine Push (tanpa kembali ke base
camp). Pasangan ini juga memecahkan rekor kecepatan pemanjatan di Eiger, yaitu 10
jam.
25. 1975 Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejak Puncak
Everest. Sementara itu China mengirimkan ekspedisi Everest-nya yang pertama, dari
punggungan Timur Laut.
Bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan
Eropa daratan, kebanyakan menyalahkan para pemanjat hijau, yang mengobral kapur
pada lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk penyerak keringat.
26. 1976 Harry Suliztiarto mulai latihan memanjat di Citatah. Patok pertama panjat tebing
modern di Indonesia.
27. 1977 Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan Harry Suliztiarto, Heri
Hermanu, Deddy Hikmat dan Agus R.
Ekspedisi Selandia Baru mencoba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka
Cuma sampai di South Col, tapi seolah memukul gong yang gaungnya merantak
kemana-mana, ekspedisi berdikari, semua perintisan jalur dan pengangsuran
perbekalan dilakukan sendiri oleh anggota ekspedisi. Yang pro menganggapnya
sebagai kejujuran wajib, yang kontra melecehkan sebagai kesia-siaan yang konyol.
Perdebatan ini belum selesai sampai sekarang.
28. 1978 Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Disengaja atau tidak, merupakan upaya pertama di Indonesia untuk mempublikasikan
panjat tebing.
29. 1979 Tebing Parang di Jawa Barat untuk pertama kali dipanjat oleh tim ITB.
Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing angkatan pertama.
Sam Moses, Geoff Tabin dan Bob Saphiro dari AS, menjadi orang-orang pertama
yang memanjat dinding utara Carstensz secara direct (lurus).
Wanadri menjadi tim Indonesia pertama yang berekspedisi ke Carstensz Pyramide.
Mereka gagal mencapai puncak, namun berhasil di Puncak Jaya dan Carstensz Timur.
Sedangkan ekspedisi gabungan Mapala UI dan tim AS mendaki Puncak Trikora.
Pemerintah Nepal membuka kesempatan pendakian musim dingin, di samping musim
semi dan musim gugur. Semakin banyak kaki meratakan jalan-jalan setapak di
pelbagai pelosok Himalaya, semakin banyak pula sampah menumpuk dimana-mana.
Tetapi sebaliknya, konon mata uang asing semakin deras pula mengalir kesana. Tapi
siapa yang bertambah kaya ? Susah !!!!!!
30. 1984 Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu, Bali
dipanjat oleh Skygers dan Gabungan Anak Petualang dari Surabaya.
31. 1985 Tebing Serelo di Lahat, Sumatera Selatan, dipanjat tim Ekspedisi Anak Nakal.
Ekspedisi Mapala UI gagal mencapai Puncak Chulu West (6.584 m) di Himalaya.
Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Gunung Eiger, Swiss. Ekspedisi Jayagiri lainnya,
diantaranya Don Hasman berhasil mendaki Kilimanjaro (5.895 m) di Afrika.
32. 1986 Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di
Sulawesi Selatan. Kelompok Unit Kenal Lingkungan – UNPAD memanjat Gunung
Lanang di Jawa Timur. Tim Jayagiri merampungkan Dinding Ponot di air terjun
Sigura-gura, Sumatera Utara.
Ekspedisi Jayagiri mengulangi pemanjatan Gunung Eiger, Swiss, berhasil dengan
menciptakan lintasan baru.
Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing
alam, sempat ditayangkan oleh TVRI.
33. 1987 Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan
Barat. Kelompok Trupala memanjat Tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Skygers
memanjat Sepikul di Jawa Timur.
Beberapa ekspedisi dari Indonesia di kirim ke luar negeri. Mapala UI ke Puncak
Chimborazo (6.267 m) dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes. Ekspedisi Wanita
Indonesia Mendaki Himalaya ke Imja Tse di Nepal. Ekspedisi Jayagiri Saddle
Marathon, terdiri dari Mamay S. Salim dan Bambang Hertadi Mas mencapai puncak
tertinggi di Afrika, Kilimanjaro, dengan membawa sepeda. Tim ini juga mendaki
Mount Kenya di Afrika dan Imja Tse, tanpa sepeda. Eskepedisi Wanadri gagal
mencapai Vasuki Parbat (6.792 m) di Gharwal, India.
Lomba panjat tebing pertama di Indonesia, dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran,
Bali.
Tiga anggota Aranyacala, Trisakti dan 1 mahasiswa sipil Trisakti tewas terbunuh
dekat Ilaga, dalam perjalanan ke Carstensz.
34. 1988 Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4
pemanjat Perancis yang diundang ke Indonesia atas kerjasama Kantor Menpora
dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan kursus singkat.
Menjelang akhir acara, terbentuk Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia
(FPGTI), diketuai Harry Suliztiarto.
Untuk pertama kali disusun rangkaian kejuaraan memperebutkan Piala Dunia Panjat
Dinding yang direstui dan diawasi oleh UIAA (Union Internationale de Association
de Alpinism), badan internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing
dan pendakian gunung, diawali dengan kejuaraan di Snowbird, AS.
Ekspedisi panjat tebing yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wanita, Ekspedisi Putri
Parang Aranyacala Trisakti, memanjat Tower III Parang. Kelompok putranya
memanjat Gunung Kembar di Citeureup, Bogor.
Ekspedisi UKL Unpad kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang yang
tewas terjatuh di Batu Unta, Kalimantan.
Panjat kebut pertama kali dilakukan di Indonesia oleh Sandy Febiyanto dan Djati
Pranoto di Tower I Parang, dalam waktu 4 jam, sekaligus merupakan pemanjatan
tebing besar pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya
saling dihubungkan dengan tali.
Lomba panjat tebing buatan pertama dilakukan di Bandung, mengambil lokasi di
sebuah gardu listrik.
Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7.145 m)
di Himalaya. Hendricus Mutter dan Vera MW dari Jayagiri mendaki Imja Tse tanpa
sherpa.
Di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu
pemanjatan 2 hari pada dinding utara Gunung Eiger, waktu mereka mulur menjadi 5
hari. Ekspedisi Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru pada gunung yang
sama.
Di Yosemite, AS, Sandy Febiyanto dan Djati Pranoto memanjat Half Dome (gagal
memecahkan rekor waktu John Bachar dan Peter Croft, 4,5 jam) dan El Capitan
(gagal memecahkan rekor waktu 10,5 jam).
35. 1989 Awal tahun ini, dunia panjat tebing merunduk dilanda musibah dengan
gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febiyanto, yang terjatuh di
tebing Pawon, Citatah. Tetapi tidak lama. Semangat almarhum seolah justru
menyebar ke segala penjuru Nusantara, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di
Bumi Pertiwi ini.
Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala Trisakti memanjat Bambapuang, Sulsel, tetapi
musibah menimpa tim ini sebelum mencapai puncak. Ali Irfan Batubara, fotografer
tim, tewas tergelincir dari ketinggian.
Di Himalaya, pendaki top Polandia, Jerzy Kukuczka, tewas dalam upaya memanjat
dinding selatan Lhotse (8.516 m).
Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran
dalam kawah Kelud, sementara tim Jayagiri sedang berlatih dalam rangka persiapan
ekspedisi ke Lhotse Shar di Nepal, tim ini mematok target pemanjatan semua pucuk-
pucuk tebing kawah Kelud, tetapi gagal. Ekspedisinya sendiri batal berangkat.
Kawasan Citeureup kembali dipanjat tim dari Aranyacala, kali ini tebing Rungking.
Tebing Uluwatu, Bali dipanjat ekspedisi putri yang kedua dari Mahitala, Unpar.
Kelompok Mega, Untar melakukan ekspedisi marathon panjat tebing, mulai dari
tebing-tebing di Citatah, Parang, Gajah Mungkur dan berakhir di Uluwatu, dalam
waktu hampir sebulan. Merupakan marathon panjat tebing pertama di Indonesia.
Tahun ini tercatat tidak kurang dari 10 kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di
Indonesia. Beberapa yang besar adalah di Unpar-Bandung, Trisakti-Jakarta, ISTN-
Jakarta, Markas Kopassus Grup I Serang, Trupala-Jakarta (dua kali, di Balai Sidang
dan Ancol), SMA 70 Bulungan-Jakarta, Kelompok KAPPA-UI dan Geologi-ITB.
Mapala UI membuat 2 ekspedisi, ke Mount Cook (3.764 m), Selandia Baru dan
McKinley (6.149 m), Alaska, puncak tertinggi di Amerika Utara.
Empat anggota Wanadri mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier
Mountaineering Institute, AS, kemudian bergabung dengan ekspedisi AS ke
Kangchenjunga.
Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil merampungkan pendakian 5
puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (Perancis), Grand Paradiso, 4.601 m
(Italia), Monte Rosa, 4.634 m (Swiss), Grossglockner, 3.978 m (Austria) dan
Zugspitze, 2.964 m (Jerman).
Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo
di Tower III Parang. Merupakan artificial solo climbing pertama pada tebing besar di
Indonesia.
36. 1990 Lomba Panjat Dinding Nasional (LPDN) di gelar di Jakarta, dengan
menggunakan dinding panjat pertama yang mempunyai empat sisi dengan ketinggian
15 meter. FPGTI berubah nama menjadi FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia),
diketuai tetap oleh Harry Suliztiarto sebagai Ketua Harian dan Setiawan Djody
sebagai Ketua Umum.
Majalah Mountain, majalah pendakian gunung dan panjat tebing yang pertama di
dunia (lahir tahun 1969), tidak terbit lagi. Salah satu rubrik khasnya, Info, diadopsi
oleh majalah High terbitan British Mountaineering Club.
Tomo Cesen, pendaki asal Yugoslavia (Slovenia), berhasil mencapai puncak Lhotse
(8.516 m) di Himalaya dalam waktu 62 jam, lewat dinding selatan yang merenggut
nyawa Jerzy Kukuczka tahun sebelumnya. Ditambah dengan pendakian solonya tahun
sebelumnya di Jannu (7.710 m), Tomo membuka era baru pendakian gunung : solo,
jalur baru dan waktu pendakian yang sangat singkat.
Ekspedisi PPGAD dan Pataga Jakarta mendaki Carstensz Pyramide dan Puncak Jaya.
Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia (EPPI), terdiri dari pemanjat Aranyacala Trisakti,
Mahitala Unpar dan IKIP Bandung, melakukan pemanjatan di Half Dome, AS.
37. 1991 Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan pemanjatnya pada kejuaraan di
luar negeri, yaitu Oceania Cup di Autralia. Dari 4 pemanjat yang dikirim, hanya
Andreas SM dan Deden Sutisna yang mendapat peringkat, yaitu 4 dan 5.
Keikutsertaan ini membuka mata dunia panjat tebing internasional, bahwa ternyata
Indonesia sudah mempunyai atlit panjat tebing.
FPTI untuk pertama kali mengeluarkan Peraturan Lomba Panjat Tebing Buatan.
Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia (EPPI) ’91, terdiri dari 8 pemanjat putri dari
berbagai perhimpunan di Jakarta, Bandung, Yogya dan Menado, berhasil membuat
lintasan baru pada tebing Cima Ovest, Italia.
FPTI Pengda Jatim dan Imapala Unmer Malang, mengadakan Climbing Party di
Lembah Kera, diikuti oleh puluhan pemanjat. Selain memanjat bersama, juga
diadakan diskusi dan evaluasi pembuatan jalur, sehingga menjadikannya sebagai
jambore panjat tebing yang pertama di Indonesia, walaupun sebenarnya tidak disebut
demikian.
Tahun ini tercatat beberapa kecelakaan di dinding panjat. Zainuddin tewas terjatuh di
Samarinda, karena tidak memasang pengaman. Tiga pemanjat lagi terjatuh dan cedera
(lumpuh, patah tulang). Semuanya terjadi karena tidak mengikuti prosedur
keselamatan pemanjatan.
Eskpedisi gabungan PPGAD-Wanadri berhasil memanjat jalur lurus dinding utara
Tower-2 Carstensz, menyelesaikan marathon 5 puncak (Sarwo Edhi, Sumantri,
Soekarno/Puncak Jaya, Puncak Tengah dan Carstensz Timur) serta mendaki Puncak
Mandala untuk pertama kalinya. Tim arus derasnya mengalami musibah di sungai
Van der Wall, dengan korban 7 orang tewas.
Mauly MW Wibowo melakukan pemanjatan bebas solo (free solo) pertama, di
Bambapuang, Sulsel.
Rapat Paripurna Nasional FPTI yang pertama, diselenggarakan di Puncak, Jabar.
38. 1992 Kejuaraan Nasional Panjat Tebing I diselenggarakan di Padang, juara umum
diraih oleh kontingen DKI Jaya. Usai Kejurnas, para pemanjat mengadakan panjat
bareng di Lembah Harau, Bukit Tinggi, menghasilkan beberapa jalur baru.
Ronald N. Mamarimbing dan Panji Susanto mengikuti kejuaraan First Asian
Championship di Seoul, sedangkan Mamay S. Salim dan Mauly MW Wibowo
mengikuti kursus juri dan pembuat jalur dengan instruktur dari Perancis, dilanjutkan
dengan rapat CICE Asia.
Sebelumnya Panji S dan Yereno ET berangkat ke Singapura mengikuti lomba
SAFRA, tetapi terlambat datang. Mereka kemudian diminta melakukan eksebisi dan
mendapat sambutan meriah.
Tim gabungan PPGAD dan Pataga Jakarta melakukan pemanjatan di tebing Grandes
Jorrases, Perancis.
Tim Mapala UI harus rela kehilangan Norman Edwin dan Didiek Samsu, yang gugur
ketika melakukan pendakian ke Aconcagua, puncak tertinggi di benua Amerika.
Mamay S. Salim dan Deden Sutisna membuat beberapa jalur pemanjatan pada tebing-
tebing granit di Pulau Belitung.
Budi Cahyono yang dikontrak oleh sebuah perusahaan rokok, melakukan pemanjatan
di Taiwan, untuk pembuatan iklan.
FPTI diterima secara resmi menjadi anggota UIAA, disusul dengan pengiriman
utusan ke rapat CICE Asia di Hongkong.
Rapat Paripurna Nasional FPTI yang kedua disekenggarakan di Bengkulu.
39. 1993 Kejuaraan Nasional Panjat Tebing II dilaksanakan di Bengkulu, juara umum
diraih oleh Sumatera Barat, menyusul kemudian kejuaraan Piala Menhub di Jakarta
dan lomba yang diadakan Persatuan Pelajar Semen Gresik di Jatim. Ketiganya
diselenggarakan dalam bulan yang sama.
Budi Cahyono, Ronald N.M dan Yusa Kanarohan mengikuti Kejuaraan Asia di
Chancun, RRC. Hasilnya Ronald peringkat II dan Yusa peringkat VI.
Budi Cahyono dan Yusa Kanarohan berhasil meraih juara 1 dan 2 pada kompetisi
Singapore National 2nd Rock Wall Climb Championship.
Dua instruktur dari Perancis datang ke Indonesia dan memberikan kursus lomba
panjat tebing di Bandung
FPTI Pengda Jatim bekerjasama dengan Mahapala D3 Ekonomi Univ. Jember,
mengadakan sekolah panjat tebing di Sepikul, Jatim.
Skygers juga mengadakan sekolah panjat tebing angkatan ke 10.
Tahun ini tiga kegiatan pendidikan alam bebas dilaksanakan hampir bersamaan
waktunya : Gladian Pencinta Alam, Sekolah SAR dan TWKM (Temu Wicara
Kelompok Mahasiswa).
Jambore Panjat Tebing Pertama diselenggarakan oleh FPTI Pengda DKI di Parang.
SH Nasution dan Kamran Ali melakukan pemanjatan di kawasan Phang-Nga dan
Phuket, Thailand.
Kamran dan Oneng memanjat di Malaysia dan Vietnam.
Tim Mapala UI, terdiri dari Tantyo Bangun dan Ripto Mulyono berhasil mencapai
puncak Aconcagua, disusul oleh tim Ekspedisi Putri Indonesia. Sedangkan tim FPTI
gagal berangkat ke Fitzroy dan Aconcagua. Alex Lowe dari AS berhasil mencapai
puncak Aconcagua 3x dalam seminggu.
Aranyacala Trisakti mengirimkan tim ke AS, terdiri dari tim tebing (Half Dome), tim
arung jeram (Colorado) dan tim gunung (Mount Whitney).
Di tanah air, tim Mapala UI berhasil memanjat jalur lurus (direct route) dinding utara
Carstensz Pyramide, namun gagal dalam upayanya memanjat dinding utara Puncak
Jaya.
Awan kelabu kembali menyelimuti dunia petualang alam bebas kita, Dudy Arief
Wahyudi, salah seorang pelopor paralayang di Indonesia, tewas saat melakukan
kegiatan paralayang di pantai Parangtritis, Yogyakarta.
Wolfgang Gullich, pemanjat handal dari Jerman yang menjadi pemeran pengganti
Silvester Stallone dalam film Cliff Hanger, tewas karena kecelakaan mobil.
Catherine Destivelle dari Perancis, memanjat solo dinding utara Eiger.
40. 1994 FPTI secara resmi menjadi anggota KONI yang ke-50.
Ronald N.M dan Nunun Masruroh berhasil menduduki peringkat 9 dan 12 pada
Kejuaraan Asia Ketiga di Jepang, sedangkan Hendricus F. Mutter mengikuti rapat
CICE Asia di Jepang.
Mamay S. Salim dan Kresna Hutama membuat jalur-jalur pemanjatan pada tebing-
tebing di Taiwan.
Mamay S. Salim dan Rahim ABS belajat teknik panjat pohon, kemudian menjadi
asisten peneliti dari Perancis yang mengadakan pengumpulan sample tumbuhan epifit
(pakis, anggrek, dll) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi.
Jambore Panjat Tebing Kedua diselenggarakan oleh FPTI Pengda DKI, lokasinya
masih di Parang.
41. 1995 Lintasan dinding timur laut Everest akhirnya berhasil didaki oleh dua pendaki
dari Jepang. Padahal lintasan ini dipilih juga waktu upaya pendakian Everest yang
pertama tahun 1992.
Budi Cahyono menawarkan pemanduan pemanjatan ke Parang, iklannya masuk pada
majalah Action Asia edisi April/Mei 1995.
SEJARAH PANJAT TEBING
Aktivitas panjat tebing sudah dikenal masyarakat sejak lama bahkan masyarakat tradisional,
mereka melakukan pemanjatan guna mencari sumber kehidupan ataupun perlindungan,
khususnya didaerah pantai dan kawasan karst untuk mencari sarang burung atau sumber
mata air. Tetapi mereka tidak memakai system dan prosedur yang baku seperti dalam
olahraga panjat tebing sehingga faktor keamanan dan tingkat resiko yang dihadapi sangatlah
tinggi.
Panjat tebing pertama kali dikenal di kawasan benua Eropa tepatnya di kawasan pegunungan
Alpen sebelum perang Dunia I. Pada awal tahun 1910 dinegara Austria mulai diperkenalkan
penggunaan peralatan-peralatan yang digunakan untuk menunjang dalam kegiatan panjat
tebing seperti carabiner (cincin kait) dan piton (paku tebing) yang pada saat itu masih terbuat
dari besi baja. Dan berawal dari situlah para pendaki dari Austria dan Jerman mulai
mengembangkan peralatan dan teknik olah raga ini. Seiring waktu yang terus berjalan
peralatan olah raga ini banyak mengalami inovasi, terutama pada bahan pembuatannya, uji
kekuatan gaya tariknya, kepraktisan penggunaan alat serta prosedur keamanan alat yang telah
distandartkan.
Di Indonesia olahraga panjat tebing sendiri telah terbentuk sejak tahun 1988 yang memiliki
organisasi yang pada saat itu bernama FPGTI (Federasi Panjat Gunung Dan Panjat Tebing
Indonesia) yang kemudian berganti nama dengan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia)
sampai sekarang ini.

II. DEFINISI
Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari
sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung
yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan
dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan
pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari
45o dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.
Pada dasarnya olah raga panjat tebing adalah suatu olah raga yang mengutamakan kelenturan,
kekuatan / daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman
setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri. Dalam menambah ketinggian dengan
memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan / celah yang terdapat ditebing tersebut serta
pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan
Pada awalnya panjat tebing merupakan olah raga yang bersifat petualangan murni dan sedikit
sekali memiliki peraturan yang jelas, seiring dengan berkembangnya olah raga itu sendiri dari
waktu kewaktu telah ada bentuk dan standart baku dalam aktifitas dalam panjat tebing yang
diikuti oleh penggiat panjat tebing. Banyaknya tuntutan tentang perkembangan olah raga ini
memberi alternatif yang lain dari unsur petualangan itu sendiri. Dengan lebih mengedepankan
unsur olah raga murni (sport)

Sejarah Panjat Tebing

Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbing
yang sekarang populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi waktu kosong,
hobi ini memang cukup mengasyikkan. Apalagi kalau di sekolah kita disediakan papan
panjat. Tidak heran kalau dari hobi ini sudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall
climbing bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagi kalau
bukan ikut dalam sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.
Sejarah, manusia selalu berusaha mengalahkan alam untuk survive. Begitu juga dengan
panjat tebing, yang lahir dari usaha manusia untuk bertahan hidup di alam bebas.
Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbing yang sekarang
populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi waktu kosong, hobi ini memang
cukup mengasyikkan. Apalagi kalau di sekolah kita disediakan papan panjat. Tidak heran
kalau dari hobi ini sudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall climbing bukan lagi
sekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagi kalau bukan ikut dalam
sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.
Wall climbing tersebut (mungkin sudah banyak yang tahu ya) merupakan modifikasi dari
hobi panjat tebing. Dari namanya sudah ketahuan kalau dua hal ini dibedakan dari medianya;
yang satu berdasarkan papan buatan, sedangkan yang lain beneran tebing dari sebuah gunung
atau bukit.
Nah, panjat tebing tersebut merupakan subbagian dari mountaineering (pendakian gunung),
yaitu climbing yang dapat diartikan sebagai pendakian pada tebing-tebing batu atau dinding
karang yang membutuhkan peralatan, teknik, dan metode-metode tertentu. Sebagai bagian
dari mountaineering atau mendaki gunung, panjat tebing tidak dapat dipisahkan sejarahnya
dari perjalanan panjat dan mendaki gunung.

Ribuan tahun
Kegiatan mendaki gunung ini mulai dilakukan manusia sejak berabad-abad yang lalu.
Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit-bukit atau pegunungan baik untuk melakukan
peperangan atau pun ketika melakukan tuntutan hidupnya. Sejarah yang dapat diketahui dari
hal ini adalah perjalanan Panglima Kerajaan Carthage, Hanibal, yang dilakukan di
pegunungan Alpen di tahun 500 SM. Juga petualangan yang dilakukan Jenghis Khan yang
melintasi pegunungan Karakoran dan Kaukasus untuk menaklukan Asia Tengah. Atau
pendakian Mount Argulle oleh para tentara Perancis pada tahun 1442.
Dalam sejarah yang lebih maju, pendakian yang gemilang pertama kalinya dilakukan pada
tahun 1786, ketika Dr Paccard berhasil mencapai puncak Mount Blanc (4087 m). Saat itu
pendakian dan panjat tebing sudah menjadi hobi atau olahraga.
Dalam babak selanjutnya, puncak-puncak Alpen mulai dijajaki para penggemar olahraga
alam bebas ini. Dan, memang puncak-puncak pegunungan Alpen hanya bisa dipuncaki
dengan mempergunakan teknik-teknik memanjat tebing. Semakin populer ketika Sir Alfred
Willis pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Matterhorn (di Swiss, 3708 m).
Pendakian ini menjadi batu loncatan terbentuknya perkumpulan pendaki gunung tertua di
dunia, British Alpine Club pada tahun 1857. Sejak babak baru itu para pendaki semakin
sering melakukan pendakian menuju puncak-puncak gunung yang lebih tinggi dan
mempunyai tingkat tantangan yang lebih tinggi pula.
Keberuntungan dan anugerah akhirnya datang pada Edmunt Hillary dan Tenzing Norgay
dalam suatu ekspedisi. Ekspedisi yang dipimpin oleh John Hunt pada tahun 1953 tersebut
berhasil memuncaki Everest, sebuah puncak yang menjadi impian para pendaki di dunia.
Rangkaian-rangkaian ini merupakan titik temu bahwa panjat tebing merupakan bagian dari
kegiatan mendaki gunung. Karena kegiatan memanjat tebing merupakan penunjang kegiatan
mendaki gunung.
Olahraga berprestasi
Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan berkembangnya teknik mendaki. Harry
Suliztiarto, seorang mahasiswa Seni Rupa ITB, memperkenalkan panjat tebing pada tahun
1976. Tepatnya ketika memanjat tebing-tebing alam Citatah. Peristiwa ini kemudian menjadi
tonggak sejarah berdirinya organisasi kegiatan alam bebas yang mengkhususkan pada
kegiatan memanjat, dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.
Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing mulai memasuki babak baru, di mana kegiatan ini
bukan lagi bersifat petualangan tetapi telah menjadi olahraga prestasi. Perkembangan ini
dimulai ketika diadakannya lomba panjat tebing alam di tebing pantai Jimbaran Bali pada
tahun 1987.
Nah, di tahun 1988 diperkenalkan deh dinding panjat tebing buatan (wall climbing) yang
langsung diperkenalkan oleh empat pemanjat dari Perancis. Sekaligus membentuk wadah
sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan hobi serta memanajemen kegiatan panjat tebing
agar berjalan dengan baik dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Pada tahun
1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat dinding buatan dengan tinggi papan lima
belas meter yang menjadi awal sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia
sampai
saat ini.
anjat Tebing atau bahasa kerennya dikenal dengan sebutan Rock Climbing adalah salah satu
dari berbagai macam olahraga alam. Rock Climbing merupakan bagian dari kegiatan
mendaki gunung, yang hanya bisa dilakukan menggunakan peralatan dan teknik-teknik yang
khusus untuk bisa melewatinya.

Rock Climbing pada umumnya dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing, dengan
sudut kemiringan lebih dari 45°, dan biasanya setiap tebing berbeda-beda tingkat
kesulitannya.

Di zaman sekarang Rock Climbing telah berevolusi menjadi berbagai macam kegiatan
seperti:

 Olahraga untuk mengejar prestasi


 Para pencinta olahraga pemacu adrenalin, untuk mengejar kepuasan pribadi
 Para pencari nafkah yang bekerja pada ketinggian

Sejarah Panjat Tebing Indonesia

Pada tahun 1960 panjat tebing di Indonesia dimulai, dimana pasukan TNI AD memulai
latihannya di Tebing 48 di Citatah, Bandung. Pada tahun 1976, Harry Suliztiarto mulai
berlatih memanjat tebing 48, dan kemudian ia mendirikan SKYGERS ''Amateur Rock
Climbing Group'' bersama tiga orang rekannya, Heri Hermanu, Dedy Hikmat dan Agus R,
pada tahun 1977. Dimasa inilah awal mula panjat tebing Indonesia dikenal.

Untuk mempublikasikan olahraga panjat tebing di Indonesia, pada tahun 1979, Harry
Suliztiarto memanjat atap Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dan pada tahun 1981,
SKYGERS membuka Sekolah Panjat Tebing pertama di Indonesia.

Tahun 1980, dilakukan ekspedisi ke Cartenzs ''Pyramide'', dan Wanadri menjadi team
Indonesia pertama yang melakukannya, namun mereka gagal sampai puncak, tetapi berhasil
di Puncak Jaya dan Cartenzs Timur.
Pada tahun 1982, Ahmad, salah satu pemanjat asal Bandung tewas, ketika melakukan
pemanjatan pada Tebing 48 di Citatah.

Pada tahun 1986, diadakan kompetisi panjang tebing internasional. Kompetisi yang pertama
di dunia ini diselenggarakan di Uni Soviet. Kompetisi ini dilaksanakan pada tebing alam dan
sempat ditayangkan oleh stasiun TVRI. Dan di tahun 1987, lomba panjat tebing di Indonesia
yang pertama dilaksanakan, bertempat di Tebing Pantai Jimbaran, Bali.

Di tahun 1988, terbentuklah Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia (FPTGI), yang
diketuai oleh Harry Suliztiarto. Setelah diadakan acara di Kantor Menpora yang bekerjasama
dengan Kedutaan Besar Perancis dengan mengundang empat pemanjat mereka untuk
memeperkenalkan panjat dinding (Wall Climbing) serta memberikan kursus pemanjatan.
Daftar Pustaka

https://korpcitaka.wordpress.com/journal-citaka/sejarah-panjat-tebing/

https://id.wikipedia.org/wiki/Panjat_tebing

https://buko-moto.blogspot.com/2016/01/sejarah-panjat-tebing-di-indonesia.html

http://sraksruk.blogspot.com/2012/10/sejarah-mengenal-rock-climbing-panjat.html

https://panjattebing99.wordpress.com/artikel/sejarah-panjat-tebing/

http://bukusakusupri.blogspot.com/2018/01/sejarah-perkembangan-olahraga-panjat.html