Anda di halaman 1dari 10

PT.

MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

4.1 Metode Pendekatan Pekerjaan


Pekerjaan “Kajian Pencapaian Ruang Terbuka Hijau” di Kota Tangerang ini
pada dasarnya adalah upaya untuk memaparkan tentang pencapaian ruang terbuka
hijau pada akhir perencanaan. Dengan mengetahui aspek tentang struktur, fungsi dan
luas RTH terbangun dan RTH potensial ini diharapkan dengan batas waktu
perencanaan wilayah (RTRW/RDTR) dapat diwujudkan RTH 30%.

Pendekatan yang dipakan dalam mengkaji capaian ruang terbuka hijau di Kota
Tangerang adalah pendekatan spasial digunakan untuk melihat obyek atau topik
pekerjaan secara keruangan.

4.2 Metode Pengumpulan Data


Kerangka tahapan pekerjaan meruapakan kerangka yang menggambarkan
tahapan yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Penyusunan tahapan pekerjaan bertujuan untuk mempermudah pemahaman
mengenai pekerjaan “Kajian Pencapaian Ruang Terbuka Hijau” di Kota Tangerang
yang akan dilakukan. Tahapan pekerjaan ini terdiri dari tahap – tahap memilih
pengukuran variabel, alat – alat untuk mengumpukan informasi kemudian editing dan
memprosesnya.

Pada pekerjaan kajian atau penelitian, proses analisis membutuhkan data –


data yang akurat agar setiap analisis yang dilakukan diperoleh hasil yang maksimal
dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Begitu pula pada kajian ini, juga
diperlukan data – data yang mendukung dan valid dari berbagai aspek yang terkait
dalam kajian ini. Kevalidan data tersebut dapat menggambarkan faktualitas dan
keakuratan kondisi lapangan yang sangat menentukan output analisis sebagai dasar
dan pertimbangan dalam kegiatan selanjutnya. Oleh karena itu, dalam kajian ini perlu
disusun suatu desain kebutuhan data serta metode yang digunakan secara sistematis

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.1
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

dan terstruktur untuk memudahkan proses pengumpulan data dan sesuai dengan
target yang ditetapkan.

4.1.1 Kebutuhan Data


Pada pekerjaan ini kebutuhan data diperlukan untuk mengetahui permasalahan
yang terjadi serta karakteristik/kondisi RTH di Kota Tangerang. Adapun data – data
yang dibutuhkan dalam kajian ini disesuaikan dengan sasaran yang akan dicapai.
Data menurut sumbernya dibedakan langsung dari lapangan melalui observasi,
wawancara. Sedangkan data sekunder merupakan data – data yang diperoleh dari
instansi – instansi terkait. Lebih jelasnya lihat pada tabel 4.1.

4.1.2 Tahap Pengumpulan Data


Tahap pelaksanaan survey yaitu kegiatan pengumpulan daya di lapangan
berupa data primer dan data sekunder. Data ini berfungsi sebagai dasar dalam
melakukan analisis terhadap masalah dan menjelaskan realitas yang ada
dimasyarakat, serta mampu menyediakan informasi seakurat mungkin tentang objek.
Dalam pelaksanaan survey harus sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, agar
tidak terjadi pengulangan pelaksanaan survey dilapangan mengingat wilayah studi
yang cukup luas, sehingga dapat meminimalkan waktu dan tenaga seefektif mungkin.

Pencarian data primer dilakukan dengan cara mendistribusikan surveyor ke


lapangan sehingga diharapkan terjadi kontak langsung antara peneliti dengan wilayah
studi dan penduduk agar diketahui keadaan eksisting Kota Tangerang sehingga dapat
disebut bahwa out – put dari pencarian data primer yaitu fakta dan realitas yang ada.
Sedangkan pencarian data sekunder dilakukan dengan mendistribusikan surveyor ke
instansi – instansi atau dinas – dinas pemerintahan guna mengumpulkan informasi
eksisting yang lain dan tersedia dari sumber sekunder, seperti buku, artikel, seri
statistic, peta, laporan, maupun dalam bentuk file.

a. Teknik pengumpulan data


Proses pengumpulan data ini diperoleh secara langsung di Kota
Tangerang. Adapun data tersebut dapat diperoleh dengan cara :
1. Observasi Lapangan

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.2
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

Tabel 4.1 Kebutuhan Data


No Tujuan Sasaran Analisis Data Bentuk Sumber Data Tahun
1. Inventarisasi peraturan Analisis Deskriptif,  Undang – undang  Sekunder  BAPPEDA Terbaru
perundang-undangan terkait Normatif dan dan peraturan  DINAS PU
dengan pencapaian ruang Kuantitatif daerah tentang  BLH
terbuka hijau; RTH  Browsing
 Dokumen rencana : Internet
RTRW, RDTR,
RTBL, RUTRK dan
masterplan RTH
Kota Tangerang
Menyediakan data
2.
pencapaian ruang terbuka
Luas ruang terbuka hijau Analisis Parsial dan  Kepemilikan lahan,  Primer  Studi
hijau public baik kondisi
eksisting; Deskriptif Kualitatif  Penggunaan lahan  Sekunder Sebelumnya 2011-2016
3. eksisting maupun upaya Luas ruang terbuka hijau publik Analisis Deskriptif,  Fungsi RTH  Survey
pencapaiannya sampai berdasarkan arahan RTRW Kota Normatif dan  Luas RTH Lapangan
dengan akhir tahun Tangerang; Kuantitatif  Lokasi RTH  Browsing
4. perencanaan RTRW Kota Identifikasi penggunaan lahan di Analisis Deskriptif,  Vegetasi RTH
Tangerang dalam batas deliniasi pola ruang Normatif dan  Jenis RTH
RTH sebagaimana diarahkan Kuantitatif  Bentuk RTH
dalam RTRW Kota Tangerang;
5. Upaya dan pentahapan Analisis Deskriptif,
pencapaian RTH publik sampai Normatif dan
dengan akhir tahun perencanaan. Kuantitatif

Sumber : Tim Penyusun, 2017

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.3
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

Observasi lapangan ditujukan untuk memperoleh data – data mengenai


kondisi wilayah studi yang tidak dapat diperoleh dari survey instansional.
Observasi langsung di lapangan diharapkan dapat diperoleh gambaran
mengenai karakteristik aktivitas wilayah studi dan kondisi sosial
kemasyarakatan.

b. Teknik pengumpulan data sekunder


Survey sekunder merupakan proses pengumpulan data yang diperoleh
dengan cara mencari data atau informasi dari instasi yang terkait maupun pihak
lain berdsarkan narasumber tertentu. Selain itu, data sekunder juga dapat
diperoleh melalui kajian literature, data dapat berupa data statistic, data peta,
laporan – laporan serta dokumen terkait.
1. Survey instasional
Survey instasional dilakukan pada instansi – instansi yang terkait
penataan penghijauan, penataan ruang dan penanaman jenis vegetasi,
antara lain Bappeda Kota Tangeran, Dinas Kebersihan dan Pertaman
Kota Tangerang, Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang dan Dinas
Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tangerang. Hal ini ditujukan
untuk memperoleh data – data sekunder berupa peta, data kepemilikan
lahan dengan luasannya, dokumen rencana dan data jaringan air dan
lainnya. Data dari kegiatan survey instansi ini berfungsi untuk
melengkapi data yang tidak didapat dalam kegiatan lapangan ataupun
kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat.
2. Kajian literature
Kajian literature ini dilakukan pada literature terkait Ruang Terbuka
Hijau (RTH), kajian ketersedian dan penyediaan RTH dengan jenis
vegetasi sebagai pengisi, antara lain dari buku – buku, jurnal – jurnal
ilmiah, pedoman RTH serta artikel – artikel. Hal ini ditujukan untuk
memperoleh data – data sekunder berupa teori – teori yang mendukung
penelitian “Kajian Pencapaian Ruang Terbuka Hijau Kota Tangerang”.

4.3 Kerangka Pikir Studi


Kajian pencapaian ruang terbuka hijau ini didasari pada undang – undang
nomor 26 tahun 2007 yang mengamanatkan bahwa rencana penyediaan dan

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.4
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

pemanfaatan RTH publik paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari luas wilayah kota.
Penyediaan dan pemanfaatan RTH publik mengacu pada Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008. RTH yang dimaksud adalah RTH yang dikelola
oleh pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang digunakan untuk kepentingan
masyarakat secara umum. RTH menurut pembagian jenisnya dibagi menjadi RTH
Publik dan RTH Privat baik RTH Publik maupun RTH Privat memiliki fungsi utama
yaitu fungsi ekologi serta fungsi tambahan, yaitu, sosial budaya, ekonomi,
estetika/arsitektural. Mengingat RTH publik adalah RTH yang dikelola oleh
pemerintah daerah Kota/Kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat
umum, maka data yang digunakan adalah data Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kota Tangerang. Namun data yang digunakan adalah data eksisting sehingga data
yang digunakan sebagai upaya pencapaian RTH publik 20% belum tersedia. Berlatar
belakan permasalahan ini maka kajian pencapaian ruang terbuka hijau dibuat.

Setelah mengetahui permasalahannya kemudian mengkaji masalah tersebut,


maka didapat tujuan dari kajian/studi dari pekerjaan ini. Menyediakan data pencapaian
ruang terbuka hijau publik baik kondisi eksisting maupun upaya pencapaianya sampai
dengan akhir tahun perencanaan RTRW Kota Tangerang. Dari tujuan tersebut
sasaran yang akan dicapai adalah inventarisasi peraturan perundang – undangan
terkait dengan pencapaian ruang terbuka hijau, luas ruang terbuka hijau eksisting,
luas ruang terbuka hijau publik berdasarkan arahan RTRW Kota Tangerang,
identifikasi penggunaan lahan didalam batas deliniasi pola ruang RTH sebagaimana
diarahkan dalam RTRW Kota Tangerang dan upaya dan pentahapan pencapaian
RTH publik sampai dengan akhir tahun perencanaan.

Pendekatan kualitatif, kuantitatif dan normatif digunakan untuk studi ini, dengan
model deskriptif ini dimaksudkan untuk mengkaji data dan fakta yang digunakan untuk
mengkaji bentuk fisik ruang Kota Tangerang yang sesuai dengan kondisi eksisting
berkaitan dengan pengembangan RTH publik dan privat. Deskriptif kualitatif dimana
langkah menganalisa penggambaran kondisi dan hasil dari data yang dikaji untuk
dapat menginterprestasikan makna dari pencapaian penyediaan RTH di Kota
Tangerang sesuai dengan ketentuan dari pedoman penyediaan RTH dengan
berdasarkan kondisi riil ruang studi. Deskriptif kuantitatif adalah salah satu cara
mendapatkan angka yang berdasarkan acuan normatif tentang kajian pencapaian
ruang terbuka hijau. Sehingga dari hasil kedua analisis ini akan menghasilkan

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.5
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

penemuan terhadap pencapaian RTH di Kota Tangerang sebagai out – put studi ini.
Kerangka pemikiran ini mendasari langkah untuk melakukan kajian yang sesuai
dengan alur yang sudah tersusun secara teknis berdasarkan rasional penyusun.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.1.

UU No. 26 Tahun 2007

Permen PU No. 05/PRT/M/2008

RTH Privat
RTH Publik

Belum tersedia data RTH Publik yang dapat digunakan sebagai usaha
Latar pencapaian RTH Publik 20%

Belakang

Menyediakan data pencapaian ruang terbuka hijau publik baik kondisi eksisting
maupun upaya pencapaianya sampai dengan akhir tahun perencanaan RTRW
Kota Tangerang
Tujuan

Kondisi yang sesuai


penyediaan RTH
Kebijakan Terkait
meliputi ruang publik
RTH
dan privat di Kota
Pencapaian RTH publik dan privat sesuai Tangerang
dengan ketentuan yang representative
dengan kondisi riil di Kota Tangerang
Pencapaian RTH Identifikasi RTH
yang terdapat di Kota publik dan privat
Tangerang Kota Tangerang
Analisis

Pencapaian Ruang Terbuka Hijau

Gambar 4.1 Kerangka Berpikir


Sumber : Tim Penyusun, 2017

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.6
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

4.3.1 Definisi Oprasional


Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008 untuk
RTH yang terbadi berdasarkan kepemilikan privat dan publik di Kota Tangerang dapat
dikriteriakan sebagai berikut :

RTH publik
RTH publik ini ciri – cirinya adalah RTH yang berada pada lahan milik
pemerintah, berupa ruang milik jalan, taman dan pulau jalan. Kemudian RTH hutan
kota atau green belt yang ada pada kawasan tertentu yang sudah ditentukan oleh
pemerintah menjadi kawasan hijau.

RTH privat
RTH privat ini memiliki ciri – ciri yaitu merupakan lahan yang bukan milik
pemerintah yaitu seperti pekarangan, lahan milik industri dan lahan hijau pada
kawasan permukiman di Kota Tangerang.

4.3.2 Metode Analisis Deskriptif


Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu
kondisi fisik lingkungan di Kota Tangerang. Analisis deskriptif dilakukan untuk
mengetahui penyediaan dan jenis vegetasi RTH di ruang publik dan privat yang sesuai
dengan wilayah studi. Berdasarkan pengamatan tentang ketersediaan yang ada di
lapangan dipandang sebagai solusi dalam penyediaan RTH yang sesuai dengan
norma.

Dilakukannya pemetaan sebagai proses bentukan gambar ruang secara detail


dan skalatis pada ruang wilayah penelitian untuk menghasilkan visualisasi kawasan
yang sesuai dengan pencapaian RTH pada wilayah studi. Untuk mempermudah
dalam menganalisis ruang wilayah di Kota Tangerang dibutuhkan software untuk
digitasi peta dan olah image citra sehingga mempercepat kegiatan menganalisis.

4.3.3 Teknik Analisis Deskriptif Kualitatif


Metode analisis kualitatif merupakan metode analisis yang lebih
mengutamakan uraian, penjelasan dan perbandingan, menurut Sugiono (2005),
metode ini digunakan untuk meneliti pada obyek yang alamiah, dimana metode ini

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.7
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

juga digunakan untuk menganalisis data yang berbentuk non numerik atau data – data
yang tidak bisa diterjemahkan dalam bentuk angka – angka, misalnya data mengenai
kondisi fisik alam, keadaan sosial masyarakat, budaya, kebijaksanaan dan politik.
Metode ini digunakan karena dapat dianggap praktis dan mudah dipahami. Selain itu
juga digunakan untuk mendapatkan wawasan tentang suatu yang sedikitpun belum
dipahami (Strauss dan Juliet, 1997). Tetapi kekurangan dari metode ini yakni kurang
mampu menerangkan secara nyata dan sifatnya kadang – kadang terlalu umum untuk
sebagian permasalahan.

Teknik analisis deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik wilayah


studi yang secara riil dapat digali dan kegiatan menganalisis terhadap ketentuan
normatif tentang pencapaian RTH sebagai pedoman untuk mendapatkan kondisi yang
ideal.

4.3.4 Teknik Analisis Deskriptif Normatif dan Kuantitatif


Metode normatif merupakan suati metode kualitatif yang berkaitan dengan
unsur peraturan, kebijakan dan pedoman teknis pengembangan RTH yang bersumber
dari pemerintah pusat dan daerah. Hal ini untuk menentukan suatu kondisi
pencapaian RTH ideal yang sesuai dengan kondisi riil saat ini, kuantitatif adalah
analisis yang menggunakan ketentuan berupa angka yang menjadi salah satu
indikator out –put kajian seperti luas proporsi RTH. Analisis ini mencakup berbagai
macam jenis peraturan yang memiliki ketentuan dan pedoman yang mengatur RTH
dan penyediaannya agar dapat mencapai kondisi yang ideal.

Teknik ini dapat untuk mengetahui ketersediaan RTH dalam bentuk angka pasti
pada penyediaan RTH yang sesuai dengan daerahnya. Dan peraturan ini juga
sebagai pedoman dalam menganalisis RTH di Kota Tangerang. Pada RTH ini
menganalisis data – data dan perhitungan untuk menghasilkan bentuk penyediaan
yang representatif pada wilayah studi.

4.3.5 Teknik Digitasi dan Interpretasi Citra Gambar Satelit


Data gambar citra satelit yang tersedia adalah Citra Ikonos tahun 2015. Jenis
citra satelit ini merupakan true colour atau warna yang sebenarnya. Cara untuk
mengidentifiasi dari citra satelit ini memerlukan alat bantu berupa software ArcGis

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.8
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

10.1. Langkah yang dilakukan pertama yaitu; (1) mendigitasi gambar dan
memisahkanya ke dalam layer yang berbeda berdasarkan jenis objek gambar, (2)
mengskalakan peta berdasarkan jarak yang sebenarnya dilapangan dengan
perbandingan 1 : 1 unit, pada format file peta ArcGis 10.1, sehingga ukuran yang
sebenarnya secara langsung dapat dibuat skala garis. Jadi hasil dari digitasi tersebut
menjadi peta dasar yang berguna sebagai dasar untuk mengolah data gambar
selanjutnya.

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.9
PT. MULTI GUNA KARYA Laporan Pendahuluan

RENSTRA

ARAHAN DAERAH KEBIJAKSANAAN PENGEMBANGAN RUANG


KEBIJAKSANAAN KONSERVASI TERBUKA HIJAU KOTA TANGERANG
PEMBANGUNAN KOTA/ RUTRK,RDTRK, RTRK
DAERAH
ARAHAN KOMPOSISI
TERBANGUN DAN
STANDAR
TIDAK TERBANGUN

KEBUTUHAN RENCANA KEBUTUHAN RTHK


FISIK DASAR RTHK

SOSIAL EKONOMI
KENDALA FISIK KONSEP DISAIN RTHK
KONDISI UMUM POTENSI
PENGGUNAAN LAHAN DAN
MASALAH
SEBARAN DAERAH ALTERNATIF RTH DAERAH
UTILITAS KHUSUS KHUSUS

JENIS DAN FUNGSI JENIS TANAMAN YANG


SESUAI
POTENSI ARAHAN JENIS TANAMAN
JUMLAH DAN
KONDISI RTH JENIS TANAMAN
MASALAH
LUAS KHAS/KHUSUS

LOKASI
KETERSEDIAAN SDM ARAHAN ASPEK
KELEMBAGAAN

KETERSEDIAAN DANA

KELEMBAGAAN DAN
REPELITADA
PERTAMANAN POTENSI PENCAPAIAN RUANG
PROGRAM
PEMBANGUNAN APBD PERTAMANAN
DAN
MASALAH
KETERSEDIAAN SARANA TERBUKA HIJAU

PARTISIPASI
MASYARAKAT

DATA ANALISIS RENCANA

Gambar 4.2 Kerangka Analisis


Sumber : Tim Penyusun, 2017

Kajian Pencapaian
Ruang Terbuka Hijau IV.10