Anda di halaman 1dari 22

LANJUTAN MODUL

PKK KELAS XII


TBSM ( Jasa Servis Ganti Oil )SMKN 1 GEMPOL
TKR ( Penjualan Spare Part ) SMKN 1 BLORA
PEMASARAN E-COMMERCE

3.17 Menentukan media promosi 3.17 Membuat media promosi


berdasarkan segmentasi pasar

BAB 5 MEDIA PROMOSI


A. Tujuan
B. Indikator pencapaian Kompetensi
C. Uraian materi
1. Memilih media promosi
a. Jenis-jenis media promosi
b. strategi promosi berdasarkan segementasi pasar
c. media promosi yang efektif dan efisien
2. Membuat akun media promosi
a. Merancang desain media promosi
b. Membuat media promosi yang efektif dan efisien
D. Aktifitas Pembelalajaran
E. Latihan/Kasus/Tugas
F. Rangkuman
G. Umpan balik dan tindak lanjut

3.18 Menyeleksi strategi 3.18 Melakukan pemasaran


pemasaran

BAB 6 TRATEGI PEMASARAN


A. Tujuan
B. Indikator pencapaian Kompetensi
C. Uraian materi
1. Seleksi alternatif pemasaran
a. Memilih strategi pemasaran
b. Stategi pemasaran yang dipilih
2. Melakukan pemasaran
a. Kegiatan promosi
b. Praktek pemasaran produk melalui on line
D. Aktifitas Pembelalajaran
E. Latihan/Kasus/Tugas
F. Rangkuman
G. Umpan balik dan tindak lanjut

3.19 Menilai perkembangan usaha 4.19. Membuat bagan


perkembangan usaha

BAB 7 PERKEMBANGAN USAHA


A. Tujuan
B. Indikator pencapaian Kompetensi
C. Uraian materi
1. Kegiatan Usaha
2. Perkembangan Usaha
3. Membuat laporan manajemen usaha
D. Aktifitas Pembelalajaran
E. Latihan/Kasus/Tugas
F. Rangkuman
G. Umpan balik dan tindak lanjut

UJI SEMESTER AKHIR......................................................................................................................


DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................................
BAB 5
MEDIA PROMOSI

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan Mengamati, Menanya, Menalar, Mengeksplorasi, Mencoba, Menganalisis,
Mengasosiasi, Mengkomunikasikan, Menggeneralisasi informasi dan Networking siswa dapat :
1. Siswa dapat merinci jenis-jenis media promosi
2. Siswa dapat mengklasifikasi jenis-jenis media promosi yang sesuai
3. Siswa dapat menemukan strategi promosi berdasarkan segmentasi pasar
4. Siswa dapat menemukan dan membuat media promosi yang efektif dan efisien

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.17.1 Mengklasifikasikan jenis – jenis media promosi
3.17.2 Memilih jenis jenis media promosi yang sesuai
3.17.3 Menentukan strategi promosi berdasarkan segementasi pasar
3.17.4 Menentukan media promosi yang efektif dan efisien

2. Indikator KD pada KI keterampilan


4.17.1 Merancang desain media promosi
4.17.2 Membuat media promosi yang efektif dan efisien

C. Uraian Materi

pengertian promosi dan tujuannya. Kata atau istilah promosi sudah sering kita dengar dalam
kehidupan ini. Kata atau istilah ini sering digunakan saat ada produsen yang akan menjual produk
ataupun jasanya dengan cara terlebih dahulu membuat produk atau jasanya dikenal oleh masyarakat
luas. Supaya dapat dikenal oleh masyarakat atau konsumen maka dilakukanlah kegiatan promosi.
Nah…, pada kesempatan ini kami akan memberikan penjelasan kepada teman-teman mengenai apa
itu Promosi.

A. Beberapa penjelasan promosi


Promosi adalah suatu aktivitas komunikasi dari pemilik produk atau jasa yang ditujukan kepada
masyarakat, dengan tujuan supaya produk atau jasa, merek dan nama perusahaan dapat dikenal
masyarakat sekaligus mempengaruhi masyarakat supaya mau membeli serta menggunakan produk
atau jasa perusahaan.

Promosi yaitu kegiatan dari pemasaran maupun penjualan dalam rangka untuk meninformasikan dan
mendorong permintaan konsumen terhadap produk atau jasa dari suatu perusahaan dengan
mempengaruhi konsumen supaya membeli produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan.
Promosi merupakan cara yang dilakukan oleh pemasar untuk meninformasikan dan mempengaruhi
para konsumen atau masyarakat sehingga dapat tertarik untuk membeli serta menggunakan produk
ataupun jasa yang dipasarkannya.

Apa yang dimaksud dengan promosi??


Promosi yaitu kegiatan yang bertujuan untuk meyampaikan informasi mengenai produk atau jasa
kepada pasar, sehingga produk atau jasa tersebut dapat dikenal dan mendorong konsumen untuk
membeli serta menggunakannya. Promosi juga sangat berguna untuk memberikan informasi
mengenai kelebihan, kegunaan produk dan dimana produk tersebut dapat diperolehnya.
Baca juga: Pengertian marketing dan fungsinya beserta konsepnya lengkap.

Itulah bebrapa penjelasan promosi, teman-teman dapat memilih yang mana saja karena jika
diperhatikan semuanya memiliki inti atau maksud yang sama.

B. Tujuan promosi secara jelas


Adapun tujuan dari promosi yang diantaranya sebagai berikut ini:

 Untuk menyebarkan informasi produk atau jasa perusahaan kepada pasar.


 Untuk memperoleh konsumen baru dan menjaga kesetiaan dari konsumen. Jadi konsumen tetap
setia untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa perusahaan.
 Untuk meningkatkan penjualan sehingga pendapatan perusahaan meningkat.
 Untuk memberi pembeda dan mengunggulkan produk perusahaan dibanding dengan produk para
pesaing.
 Dan untuk membentuk citra produk ataupun jasa dan nama perusahaan dimata para konsumen.

Baca juga: Pengertian advertising dan fungsinya atau tujuannya.

C. Buruan promosi (Promotional Mix)


Yang dimaksud dengan buruan promosi adalah gabungan dari berbagai macam jenis promosi untuk
produk atau jasa yang sama supaya hasil dari kegiatan promosi yang dilakukan dapat membuahkan
hasil semaksimal mungkin. Sebelum melakukan kegiatan promosi alangkah baiknya terlebih dahulu
melakukan perencanaan sebaik mungkin yang mencangkup buruan promosi sebagai berikut ini:

 Iklan, misalnya seperti meniklankan pada radio, koran, majalah, bilboard dan lain-lain.
 Promosi dari mulut ke mulut secara positif, karena cara ini merupakan salah satu cara promosi yang
baik.
 Promosi dengan penjualan, misalnya seperti membagikan sample, ikut serta dalam pameran di pasar
yang di targetkan dan lain-lain.
 Publisitas positif semaksimal mungkin dari pihak-pihak eksternal.
 Public relation yaitu mengupayakan produk yang dijual diterima oleh masyarakat dan Personal selling
yaitu penjulan yang dilakukan dengan cara bertatap mukan langsung.

SEGMENTASI PASAR

Segmentasi pasar merupakan pembagian kelompok pembeli yang memiliki perbedaan kebutuhan,
karakteristik, ataupun perilaku yang berbeda di dalam suatu pasar tertentu. Segmentasi pasar bisa juga
diartikan sebagai pengidentifikasian analisis perbedaan para pembeli di pasar.
Segmentasi pasar menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong adalah pembagian sebuah pasar menjadi
beberapa kelompok pembeli yang berbeda. Segmentasi pasar dapat dimaksudkan sebagai pembagian
pasar yang berbeda-beda (heterogen) menjadi kelompok-kelompok pasar yang homogen, di mana setiap
kelompoknya bisa ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan,
ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar tersebut.
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
 Dapat diukur (measurable)
Ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat tertentu.
 Dapat dijangkau (accessible)
Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
 Cukup besar (substantial)
Segmentasi pasar cukup besar atau cukup memberi laba yang dapat dilayani. Suatu segmen
merupakan kelompok homogen yang cukup bernilai untuk dilayani oleh progam pemasaran yang
sesuai.
 Dapat dibedakan (differentiable)
Differentiable berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
 Dapat dilaksanakan (actionable)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang
dimiliki perusahaan.
Manfaat Segmentasi Pasar
Begitu luasnya karakteristik yang terdapat di pasar, maka segmentasi pasar perlu dilakukan, berikut
adalah manfaat dan tujuan secara lebih detail:
1. Pasar lebih mudah dibedakan
Sangat sulit bagi perusahaan untuk terus-menerus mengikuti selera konsumen yang selalu
berkembang di keadaan pasar yang heterogen. Oleh karenanya perusahaan cenderung mencari
kelompok konsumen yang sifatnya homogen agar lebih mudah untuk memahami selera
konsumen, agar produk yang dihasilkan perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen sehingga produk yang dibuat pun dapat diterima dengan baik oleh
konsumen.
2. Pelayanan lebih baik
Ada empat hal penting yang diinginkan oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu
kualitas, harga, pelayanan, dan ketepatan waktu. Namun dari keempat hal penting itu, pelayanan
merupakan hal yang paling dominan. Sedang harga dan kualitas seringkali menjadi nomor dua
dibanding pelayanan. Oleh karena itu segmentasi pasar harus dilakukan agar bisa memberikan
pelayanan yang mengarah dan tepat kepada pasarnya.
3. Strategi pemasaran lebih terarah
Dengan melayani pasar yang sifatnya homogen, maka dalam merencanakan strategi pemasaran,
penyusunan bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi produk, harga, distribusi, dan
promosinya dapat lebih terarah dan lebih tajam.

4. Menemukan peluang baru


Perusahaan yang memiliki pemahaman atas segmen pasar yang baik tentunya akan sampai pada
titik di mana ia menemukan peluang, meski peluang yang ditemukan tidak selalu besar.
5. Faktor penentu desain
Dengan adanya pemahaman terhadap kebutuhan segmen-segmen pasar, maka pemasar dapat
mendesain produk sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut dan desain yang dibuat pun lebih
responsif terhadap kebutuhan pasar.
6. Strategi komunikasi lebih efektif
Komunikasi bisa menjadi efektif apabila komunikator tahu persis siapa komunikan yang diajak
berkomunikasi olehnya; apa kesukaan, kebiasaan, latar belakang, dan lain sebagainya. Dalam hal
ini perusahaan sebagai komunikator akan berkomunikasi dengan cara yang berbeda-beda dan
melalui media yang berbeda pula yang disesuaikan kepada segmen pasar yang ditergetnya.
7. Melihat kompetitor dengan segmen yang sama
Dengan mengetahui siapa yang menjadi segmen bagi sebuah perusahaan, tentunya perusahaan itu
juga bisa melihat apabila ada perusahaan-perusahaan lain (perusahaan kompetitor) yang
menawarkan produk / jasa yang sama, yang juga menargetkan segmen pasar yang sama dengan
yang ditargetnya, dan kegiatan apa saja yang dilakukan perusahaan-perusahaan kompetitor itu
untuk merebut perhatian pasar dalam usaha memenuhi kebutuhan segmen pasar tersebut.
8. Evaluasi target dan rencana bisnis
Setelah mengetahui siapa dan bagaimana karakteristik segmen pasar yang ditarget, maka
perusahaan bisa melakukan evaluasi atas efektif tidaknya kegiatan pemasaran yang sudah
dilakukan selama periode tertentu, apakah sudah sesuai dengan karakteristik pasar yang
ditargetnya, dan juga perusahaan bisa mempelajari apa yang lebih dan kurang dari strategi yang
sudah berjalan, untuk dibuat perencanaan bisnis selanjutnya di depan.

Prosedur melakukan Segmentasi Pasar


Dalam mengidentifikasi segmen pasar, ada tiga tahap prosedur yang harus dilakukan, yakni:
1. Tahap Survey
Pada tahap ini dilakukan wawancara kepada target segmen pasar untuk mendapatkan pemahaman
terhadap sikap, motivasi, dan perilaku konsumen. Wawancara bisa dalam bentuk kuesioner, di
mana data kuesioner yang terkumpul bisa dijadikan informasi atas atribut-atribut yang
dibutuhkan.
2. Tahap Analisis
Di tahap ini, data yang mengandung variabel-variabel berkorelasi tinggi dibuang, kemudian
dilakukan analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah maksimum segmen yang berbeda.
3. Tahap Pembentukan
Di tahap ini dibentuklah kelompok berdasarkan perbedaan sikap, perilaku, demografis,
psikologis, psikografis, dan pola media. Dari sifat dominan yang ditemukan pada kelompok
tersebut, diberikanlah nama profil pada kelompok segmen itu.
Jenis-jenis Segmentasi Pasar

Dalam pengadaan segmentasi pasar, maka pembagiannya dibagi berdasarkan sembilan kategori:
1. Segmentasi Pasar berdasarkan Geografi
Pada segmentasi ini, pasar dibagi ke dalam beberapa bagian geografi seperti negara, wilayah,
kota, dan desa. Daerah geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan akan menjadi
target operasi perusahaan.
2. Segmentasi Pasar berdasarkan Demografi
Pada segmentasi ini pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian usia,
jenis kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan.
3. Segmentasi Pasar berdasarkan Psikografi
Segmentasi psikografi menelaah bagaimana konsumen dengan segmen demografi tertentu
merespon suatu stimuli pemasaran.
4. Segmentasi Pasar berdasarkan Sociocultural
Sebagai dasar lebih lanjut untuk segmentasi pasar, segmentasi sosiokultural yang memiliki
variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) dibagi dalam segmen yang sesuai tahap
pada:
 Daur hidup keluarga
 Kelas sosial
 Budaya dan sub budaya
 Lintas budaya atau segmentasi pemasaran global
5. Segmentasi Pasar berdasarkan hubungan secara ekstrim
Merupakan bentuk efektif segmentasi bagi penggunaan merek, seperti:
 Tingkat penggunaan: beda segmentasi terletak pada pengguna berat, pengguna sedang, dan pengguna
ringan. Bukan pengguna sebuah produk, jasa, atau merek khusus.
 Tingkat kesadaran: kesadaran konsumen pada produk, kesiapan membeli produk, atau apakah konsumen
membutuhkan informasi tentang produk tersebut.
 Loyalitas merek: Loyalitas konsumen pada merek dijadikan perusahaan sebagai identifikasi karakteristik
konsumen di mana mereka bisa langsung menjadi pendukung promosi ke orang dengan karakteristik yang
sama namun dengan populasi yang lebih besar.
6. Segmentasi berdasarkan situasi penggunaan
Kesempatan atau situasi bisa menentukan apakah konsumen akan membeli atau mengkonsumsi.
Segmentasi ini dibuat untuk membantu perusahaan memperluas penggunaan produk.
7. Segmentasi berdasarkan benefit
Bentuk segmentasi yang mengklasifikasikan pembeli sesuai dengan menfaat berbeda yang
mereka cari dari produk merupakan bentuk segmentasi yang kuat. Sebuah studi yang melakukan
pengujian apakah yang mengendalikan preferensi konsumen terhadap micro atau craftbeer,
teridentifikasi lima keuntungan strategic brand, yaitu:
 Fungsional (contoh kualitas)
 Nilai uang
 Manfaat sosial
 Manfaat emosi positif
 Manfaat emosi negatif
8. Segmentasi hybrid
Segmen ini dibentuk berdasarkan kombinasi beberapa variabel segmen yang membentuk sebuah
segmen tunggal. Sebagai contoh segmen geodemografis, sangat berguna untuk menemukan
prospek terbaik bagi seorang pengiklan atau pemasar dalam menemukan kepribadian, tujuan, dan
ketertarikan dan diisolasikan di mana mereka hidup.
9. Segmentasi Pasar berdasar Tingkah Laku
Segmentasi ini dikelompokkan berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau reaksi pembeli
terhadap suatu produk.

Contoh Segmentasi Pasar


Segmentasi pasar Aqua

Di segmentasi geografisnya, Aqua menujukan semua pasar yang ada di wilayah Indonesia. Tidak hanya di
perkotaan, tapi kita juga bisa menemukan produk Aqua di pinggiran kota, bahkan pedesaan.
Secara demografis, Aqua menargetkan orang-orang di semua kalangan dan jenis kelamin. Produk Aqua
diproduksi untuk semua kalangan dan untuk dikonsumsi siapa saja.
Secara psikografis, Aqua ditujukan untuk kalangan kelas sosial menengah. Tapi bisa juga untuk kelas
kalangan bawah mengingat ada harga kemasan yang bisa dijangkau kelas kalangan bawah dengan harga
pasar Rp 500,- dan Rp 3000,- Selain itu Aqua diperuntukkan bagi orang-orang dengan gaya hidup praktis
dan sehat dengan kemasan yang mudah didapat dan dibawa, sehingga Aqua cocok bagi orang aktif
dengan mobilitas yang tinggi.

Segmentasi pasar Coca-cola


Secara geografis, Coca-cola menjual produk minuman tertentu yang hanya ada di Jepang, yaitu
Sokembicha (non-karbonat, ginseng, dan teh), Lactia (fermentasi susu).
Pada segi segmentasi psikografi, Coca-cola memiliki jenis varian yang berbeda; Coca-cola Zero yang
diproduksi tanpa gula yang rendah kalori, diperuntukkan bagi konsumen dengan gaya hidup sehat.
Coca-cola juga membagi segmentasi pasarnya ke dalam segmentasi demografis, yaitu remaja baik itu
laki-laki maupun perempuan dengan usia 15-21 tahun.

Segmentasi pasar Samsung Galaxy Young


Sesuai dengan namanya, Samsung Galaxy Young ditujukan bagi mereka yang berjiwa muda, khususnya
pelajar dan mahasiswa. Didukung dengan desain yang tipis dan pilihan warna yang cukup banyak, ponsel
ini ditujukan bukan hanya untuk kaum wanita saja, tapi juga untuk kaum laki-laki. Dengan dilengkapi
kamera sebesar 2MP ponsel ini mengincar mereka yang senang berfoto. Selain itu browser HTML dan
jaringan 3G network dan datanya diciptakan agar pengguna bisa terus up-to-date dengan dunia internet
yang terus membooming dan tidak ketinggalan berita. Dan dari harganya yang hanya satu jutaan, secara
demografis, ponsel ini mengincar pasar kelas menengah ke bawah. Namun juga tidak menutup
kemungkinan bagi kelas di atasnya karena desainnya yang mewah.
Pada segi geografis, produk Samsung ini sudah di seluruh Indonesia dan juga di beberapa berkembang
lainnya sepeti Malaysia, Singapura, India, dan negara lainnya.
Secara psikografis, ponsel ini ditujukan bagi orang-orang yang selalu ingin terhubung dengan internet
dengan kecepatan tinggi, gemar berfoto dan multimedia, juga untuk kebutuhan kerja karena dapat
membuka file dokumen.

Segmentasi pasar Honda Beat


Honda Beat merupakan jenis kendaraan bertipe skuter otomatis, berada di harga Rp 12,5 juta. Secara
demografis, Honda Beat menargetkan pelajar dan mahasiswa sebagai segmen pasarnya. Secara
psikografis, Honda Beat ditujukan untuk anak muda yang senang kenyamanan dan praktis, serta bergaya
hidup trendi dan modern. Dan secara geografis, Honda Beat yang berada pada segmen 110 CC memiliki
konsentrasi pemasaran di kota-kota besar di Indonesia dan di daerah-daerah, di mana di daerah perkotaan
cenderung menggunakan velg racing dan sedangkan di daerah cenderung menggunakan velg jari-jari.

JENIS MEDIA DAN BENTUK PROMOSI

Berdagang, berbisnis, atau berjualan hanya pasrah menunggu datangnya pembeli, kondisi ini sudah pasti
tidak baik. Membuka bisnis dan orang lain tidak mengetahui produk atau jasa apa yang di pasarkan, Tentu
hal ini berbahaya. Kita mengenal bahasa penawaran dalam bentuk yang beragam yang disebut dengan
iklan.

Promosi merupakan upaya yang sangat penting untuk melakukan pemasaran atau menawarkan produk
atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Tanpa terlepas
dari berbagai arti, jelas untuk kemajuan sebuah bisnis yang dibangun sudah pasti produk harus terjual
kepada konsumen.

Apapun langkah dan upaya seorang usahawan untuk menjual produk dan jasa yang mereka jadikan
komoditi yaitu dengan Langkah tepat dalam melakukan promosi, jawabannya sudah pasti dengan
memasang iklan.

Media periklanan adalah bentuk komunikasi baik langsung maupun tidak langsung yang digunakan untuk
mempengaruhi individu untuk membeli produk atau jasa selain itu juga dapat bersifat untuk membujuk
calon pelanggan untuk membeli atau mengkonsumsi merek tertentu produk atau jasa.
Pada aplikasinya, media iklan ada dua macam yaitu:

media iklan dalam ruang (Indoor advertising) : iklan televisi.radio,surat kabar, majalah maupun
media iklan luar ruang (Outdoor advertising) : billboard, banner, spanduk, baliho, neon box, shop sign
branding, dll.
Iklan
Media luar ruang adalah media yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan promosi, dengan karakter
visualisasi yang menarik perhatian memudahkan orang untuk mengenal suatu produk dan mudah dalam
mengingatnya karena biasa ditempatkan di tempat-tempat strategis dan mudah dilihat orang. Dan pastinya
biayanya lebih murah.

Berbagai macam contoh media komunikasi visual adalah:

Billboard
Billboard merupakan reklame yang berbentuk bidang yang dapat terbuat dari kayu, logam, fiberglas, kain,
kaca, plastik, dan sebagainya yang pemasangannya berdiri sendiri, menempel bangunan dengan
konstruksi tetap, dan reklame tersebut bersifat permanen.

Baliho
Baliho merupakan media promosi luar ruang yang digunakan untuk memberikan informasi/promosi
jangka pendek mengenai acara (event) tertentu dan pelincuran produk baru atau kegiatan yang bersifat
insidentil. Perbedaan baliho dengan billboard terletak pada konstruksinya yang semi permanent.

T- Banner,Umbul-Umbul dan Spanduk


Suatu bentuk media promosi yang sangat efektif dan sering digunakan karena dibanding media promosi
luar lainnya T-banner,Umbul-Umbul dan Spanduk lebih terjangkau dan menarik perhatian karena biasa di
pasang di suatu tempat yang terpusat namun dengan jumlah yang banyak,namun disisi lain memiliki
jangka waktu pemasangan yang relatif pendek

Branding
Branding adalah sebuah proses pengenalan suatu ‘brand’ tertentu sehingga dapat dikenal oleh masyarakat,
Branding sendiri biasanya dilakukan seperti: Branding pada mobil/kendaraan umum (iklan berjalan),
Branding pada toko, kios atau warung.

Dari paparan diatas, berikut adalah manfaat dan tujuan beriklan, antara lain :

Mengingatkan konsumen dan prospek konsumen, mengenai manfaat dari produk atau jasa yang
ditawarkan.
Membangun dan mempertahankan identitas perusahaan
Meningkatkan reputasi perusahaan
Mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak
Menarik konsumen baru untuk mengganti konsumen yang hilang
Membantu meningkatkan penjualan
Mempromosikan dan memperkenalkan bisnis ke konsumen, investor, dan pihak-pihak lainnya
Tujuan beriklan
Menciptakan Awareness
Membangun Pengetahuan
Membangaun Persepsi
Pembelian (purchase)
Membangun Loyalitas Konsumen

STRATEGI PROMOSI

Kegiatan promosi dilakukan perusahaan untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan kepada
konsumen dengan mempengaruhi konsumen agar membeli produk tersebut. Untuk dapat efektifnya
promosi yang dilakukan perusahaan, maka terlebih dahulu ditentukan unsur-unsur promosi apa yang
sebaiknya digunakan dan bagaimana pengkombinasian perusahaan menggunakan unsur-unsur bauran
promosi (Promotional Mix) yang terdiri atas sebagai berikut:
1. Advertensi/periklanan, merupakan suatu bentuk penyajian dan promosi dari gagasan, barang atau jasa
yang dibiayai oleh sponsor tertentu yang bersifat non personal. Media yang sering digunakan dalam
advertensi adalah radio, televisi, majalah, surat kabar, billboard.
2. Personal Selling, merupakan penyajian dalam suatu pembicaraan dengan seseorang atau lebih calon
pembeli, dengan tujuan dapat menghasilkan penjualan.
3. Promosi penjualan, merupakan kegiatan pemasaran yang merangsang pembelian oleh konsumen dan
efektifitas penyalur, melalui pameran, pertunjukan, demonstrasi, peragaan.
4. Publisitas, merupakan usaha untuk merangsang permintaan suatu produk secara non-personal, dengan
memuat berita komersial tentang produk tersebut didalam media cetak atau lainnya, mapun hasil
wawancara yang disiarkan dalam media tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi agarpromotional mix yang optimal dapat dicapai, sebagai berikut :
1. Dana
Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatan promosinya akan lebih efektif dibandingkan dengan
perusahaan yang memiliki sumber dana terbatas.
2. Sifat pasar
Untuk pasar yang luas dan tidak terkonsentrasi, maka unsur promosi yang lebih efektif adalah advertensi,
publisitas. Sedangkan untuk pasar terbatas/kecil dan terkonsentrasi, maka unsur promosi lebih efektif
menggunakan personal selling.
3. Jenis produk
Promosi barang konsumsi (barang convenience, shooping, atau special) pada umumnya dengan advertensi
yang didistribusikan secara luas dan tidak memerlukan demonstrasi atau penjelasan khusus. Promosi
barang industri pada umumnya menggunakan personal selling, dan promosi penjualan.
4. Siklus kehidupan produk.
Pada tahap perkenalan, menggunakan advertensi untuk memberitahukan kepada calon pembeli potensial
tentang adanya suatu produk baru dan manfaat yang diperoleh bila memakai/membeli produk tersebut.
Pada tahap pertumbuhan, mungkin pembeli potensial sudah pernah mencoba produk tersebut sehingga
advertensi masih digunakan untuk mengingatkan akan produk tersebut. Disamping itu juga menggunakan
personal selling, promosi penjualan untuk memperluas daerah penjualan dan penyaluran.
Pada tahap kedewasaan, terdapat peningkatan jumlah saingan sehingga promosi harus lebih bersifat
membujuk, dengan menggunakan personal selling dan promosi penjualan, yang diperkuat advertensi dan
publisitas.
Pada tahap penurunan, jumlah dana untuk promosi dikurangi karena perusahaan mengurangi/menekan
biaya-biaya agar tetap untung. Dalam hal ini produk tersebut mungkin masih dapat diterima oleh
konsumen/pelanggan tertentu, sehingga kegiatan promosi yang dilakukan terbatas dan ditujukan terutama
untuk mempertahankan dan mencapai konsumen/pelanggan yang masih tersisa.

1. Advertensi/Periklanan
Dalam kegiatan periklanan terdapat 2 (dua) keputusan penting yang harus diambil, yaitu:
1) Menentukan iklan apa yang harus disampaikan kepada pasar yang dituju.
2) Memilih media yang paling sesuai.

Periklanan dapat dibedakan dalam 2 (dua) golongan berdasarkan apakah ditujukan kepada
pembeli/konsumen akhir atau kepada penyalur.
a. Pull Demand Advertising
Adalah periklanan yang ditujukan kepada pembeli akhir agar permintaan
produk meningkat.
Konsumen membeli produk tersebut ke penjual terdekat. Pull demand advertising disebut juga consumer
advertising.
b. Push Demand Advertising
Adalah periklanan yang ditujukan kepada penyalur agar bersedia meningkatkan permintaan produk
dengan menjual sebanyak-banyaknya kepada pembeli. Produk yang diiklankan berupa barang industri.
Pushdemand advertising juga disebut trade advertising. Adapun tujuan pokok periklanan adalah untuk
meningkatkan permintaan produk, dengan cara :

 Meningkatkan jumlah pembeli, di mana periklanan untuk memberitahukan kepada pembeli baru
yang berasal dari pembeli produk merk pesaing, tentang adanya produk baru dari perusahan.
 Meningkatkan tingkat penggunaan produk pada pembeli yang ada, dimana periklanan untuk
mengingatkan pembeli untuk selalu menggunakan produk merek perusahaan, atau menyadarkan
pembeli tentang penggunaan baru produk tersebut.

Beberapa manfaat yang diperoleh perusahaan dengan melakukan periklanan, yaitu :

1. Mendukung program personal selling.


2. Dapat menjangkau orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan dalam jangka waktu
tertentu.
3. Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
4. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik pelanggan baru.
5. Memperkenalkan produk baru.
6. Menambah volume penjualan.
7. Mencegah timbulnya barang-barang tiruan.
8. Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan melalui perbaikan periklanan.

Kegiatan periklanan dalam pemasaran produk ditujukan untuk:

 Memberikan informasi.

Periklanan memberitahu tentang adanya produk, kegunaannya, sifatnya, harganya, di mana produk
tersebut tersedia dan dapat dibeli.

 Membujuk dan mempengaruhi.

Seringkali periklanan tidak hanya bersifat memberitahu saja, tetapi juga bersifat membujuk terutama
kepada pembeli-pembeli potensial, dengan menyatakan suatu produk lebih baik daripada produk lain.

 Menciptakan kesan.

Dalam hal ini, pemasang iklan selalu berusaha untuk menciptakan iklan sebaik-baiknya, misalnya dengan
menggunakan warna, ilustrasi, tata letak yang menarik.

 Memuaskan keinginan.

Iklan dapat mempengaruhi pembeli untuk membeli produk karenaadanya informasi tentang produk
tersebut yang dapat diharapkan memuaskan pembeli.

 Sebagai alat komunikasi.

Periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli, sehingga
keinginan mereka dapat terpengaruhi dengan cara efisien dan efektif. Dalam hal ini komunikasi dapat
menunjukkan cara untuk melakukan pertukaran yang saling memuaskan.

Jenis media yang seringkali digunakan sebagai alat untuk media iklan produk adalah :

 Surat kabar

Kelebihannya yaitu relatif tidak mahal dan dapat dinikmati lebih lama.
Kekurangannya mudah diabaikan dan cepat basi.

 Majalah

Kelebihannya dapat dinikmati lebih lama, pembacanya lebih selektif dan dapat menampilkan gambar
yang menarik.
Kekurangannya yaitu biayanya relatif tinggi dan fleksibilitasnya rendah.

 Televisi

Kelebihannya dapat dinikmati oleh siapa saja, waktu dan acaranya pasti, dan dapat memberikan
kombinasi antara suara dengan gambar.
Kekurangannya biayanya relatif kebih tinggi dan kurang fleksibel.

 Radio
Kelebihannya dapat dinikmati oleh siapa sajadan biayanya relatif lebih rendah.
Kekurangannya waktu terbatas dan tidak ada gambar.

Dalam rangka pemilihan kombinasi jenis media ayng akan digunakan dalam mengiklankan produk,
beberapa hal berikut ini harus diperhatikan perusahaan:

 Sifat Media.

Perusahaan harus dapat memilih media yang paling menguntungkan dan yang efisien untuk konsumen
yang dituju.

 Produk.

Perusahaan harus dapat menentukan media yang paling menguntungkan dan yang terbaik untuk
memperagakan produknya. Tiap jenis media mempunyai keunggulan yang berbeda-beda untuk peragaan,
penggambaran, warna, penerangan.

 Pesan.

Tiap pesan berbeda dalam waktu pemasangan yang diinginkan dan dalam jenis informasi/data jenis teknis
yang akan disampaikan.

 Biaya

Tiap media berbeda dalam tarif pemasangan iklannya.

2. Pesonal Selling
Personal selling dilakukan secara lisan atau tatap muka, dalam bentuk percakapan antara penjual dan
calon pembeli dengan tujuan terjadi transaksi penjualan.

3. Promosi Penjualan
Promosi penjualan merupakan kegiatan promosi yang dapat mendorong pembelian oleh konsumen dan
dapat meningkatkan efektifitas penyalur, dengan mengadakan pameran, eksibisi, peragaan/demonstrasi,
display, contoh gratis, kemasan khusus, yang dilakukan sewaktu-waktu dan tidak bersifat rutin.

4. Publisitas
Publisitas merupakan dorongan permintaan terhadap produk dengan
memuat berita komersial yang menarik mengenai produk dan perusahaan
sehingga dapat menjadi perhatian umum.

Media-Media Promosi

Promosi adalah salah satu cara untuk memperkenalkan produk usaha kita. Dengan promosi maka produk
akan lebih mudah dikenal masyarakat dan mudah mencapai ke target konsumen. Oleh karena itu promosi
sangatlah penting bagi perkembangan sebuah usaha. Tidak ada bisnis yang sukses tanpa
melakukan promosi.
.Promosi Media Cetak
Promosi melalui media cetak adalah cara promosi yang paling banyak digunakan. Promosi ini biasanya
dilakukan dengan membuat spanduk, banner, iklan di koran, majalah, buku, sticker, pamflet, flyer, dan
lain sebagai. Promosi jenis ini sangat mudah dijangkau oleh masyarakat kalangan atas hingga bawah.
Biaya untuk promosi menggunakan media cetak ini cukup terjangkau dan dapat menghemat biaya.

Promosi Media Elektronik


Media elektronik juga menjadi salah cara ampuh untuk melancar pemasaran produk. Dengan
menggunakan televisi misalnya, atau melalui radio. Promosi menggunakan media elektronik ini
membutuhkan budget yang tidak sedikit.

Promosi Media Internet


Ini adalah kemajuan dari promosi melalui media elektronik. Promosi menggunakan media internet ini
dilatarbelakangi oleh meningkatnya pengguna internet di jaman sekarang ini. Perkembangan teknologi
telah merubah segalanya termasuk dalam bidang bisnis. Namun ini sangat menjadi kemudahan untuk
melancarkan proses jual beli. Beriklan melalui media internet ini biasanya melalui media banner website
dan juga program iklan berbayar lainnya seperti Google AdWordsd dan facebook ads.

Promosi Media Produk


Maksud adalah promosi yang dilakukan melalui sebuah produk seperti tas, kaos, topi, dll. Nah, biasanya
ketika Anda mengikuti seminar, Anda akan mendapatkan sebuah tas dengan logo sebuah perusahaan. Itu
selain sebagai souvenir juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi. Biasanya tas-tas semacam ini
bisa dipesan di pabrik tas, sehingga dapat memesan sesuai selera.

D. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
 Memberikan salam pembuka
 Memeriksa kehadiran siswa
 Guru menayangkan materi ajar, kemudian memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengamatinya
 Guru membentuk kelompok-kelompok kerja, Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b. Kegiatan Inti (60 menit)


 Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang media promosi
 Mengumpulkan data tentang media promosi
 Mengolah data tentang media promosi
 Mengomunikasikan tentang media promosi

c. Penutup (20 menit)


 Siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran dengan dibantu guru
 Evaluasi untuk mengukur ketercapaian pembelajaran
 Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
 Guru menyampaikan informasi mengenai tugas klasifikasi proses produksi
 Menyampaikan informasi mengenai materi yang akan disampaikan pada pertemuan
mendatang. Kegiatan diakhiri dengan salam

2. Pertemuan Kedua:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
b. Kegiatan Inti (... menit)
c. Penutup (… menit),
3. dan pertemuan seterusnya.

E. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
2. Instrumen Penilaian
2.1. Penilaian Sikap-Jurnal
2.2. Penilaian Pengetahuan
2.3. Penilaian Keterampilan
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
3.1 Remedial
3.2 Pengayaan
▪ Soal Uraian :

2. Uraikanlah pengertian promosi menurut pendapat tokoh ekonomi dan menurut pendapat
kamu ?
3. Uraikanlah tujuan promosi !
4. Jelaskan menurut pendapat anda kenapa didalam pemasaran produk (barang / jasa ) perlu
melakukan promosi dalam suatu masyarakat!
5. Uraikan bentuk-bentuk promosi yang anda ketahui 1
6. Jelaskan kegiatan dan rencana yang bisa dilakukan untuk mengkomunikasikanproduk dan
merek selain promosi !
BAB 6
TRATEGI PEMASARAN

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan Mengamati, Menanya, Menalar, Mengeksplorasi, Mencoba, Menganalisis,
Mengasosiasi, Mengkomunikasikan, Menggeneralisasi informasi dan Networking siswa dapat :
1. Siswa dapat menggunakan beberapa alternative strategi pemasaran
2. Siswa dapat merumuskan strategi pemasaran yang dipilih
3. Siswa dapat melakukan dan mempraktekkan pemasaran produk melalui online

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


3. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.18.1 Memilih beberapa alternatif strategi pemasaran
3.18.2 Menganalisis strategi pemasaran yang dipilih

4. Indikator KD pada KI keterampilan


4.18.1 Melakukan pemasaran melalui kegiatan promosi
4.18.2 Mempraktekkan pemasaran produk melalui on line

C. Uraian Materi

Konsep Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran 4P (Marketing


Mix)
Pengertian Strategi Pemasaran
Sebelum penjelasan lebih lanjut mungkin sebaiknya kita harus paham dan mengerti terlebih dahulu
mengenai apa itu strategi pemasaran. Perencanaan strategi pemasaran produk memberikan dasar bagi
perusahaan untuk mengambil langkah yang efektif untuk masa yang akan datang.

Strategi Pemasaran menurut W. Y. Stanton adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang
berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual
maupun potensial

Hal-Hal perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan Strategi Pemasaran Produk


Menerapkan Strategi pemasaran di awali dengan menganalisa secara keseluruhan dari situasi
perusahaan Pemasar harus melakukan analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan
(strengths [S]), kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats [T])
perusahaan secara keseluruhan
 Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif
yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya ;
 Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan internal dan faktor situasional negatif yang
dapat menghalangi performa perusahaan ;
 Peluang (Opportunities) adalah faktor atau tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal
yang dapat digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan ;
 Dan ancaman (Threats) adalah faktor pada lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan
yang menghadirkan tantangan bagi performa perusahaan.
Formatted: Font: (Default) Arial, 10 pt, Border: : (No
border), Text Outline

Strategi Pemasaran berorientasi menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan membangun hubungan
relationship dengan pelanggan
Menciptakan nilai tambah dengan memahami kebutuhan pasar meliputi keinginan pelanggan, melakukan
riset pelanggan dan pasar, menata informasi pemasaran dan data pelanggan, membangun metode
pemasaran yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah, membangun hubungan yang saling
menguntungkan dalam menciptakan kepuasan pelanggan

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam Strategi Pemasaran


Dalam strategi pemasaran, ada bebarapa faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan
yaitu :
1. Siklus Daur hidup produk, Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup,
yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran ;
2. Tingkat persaingan perusahaan di pasar, Strategi pemasaran harus bisa disesuaikan
dengan posisi perusahaan dalam tingkat persaingan, apakah dalam kategori memimpin,
menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari ceruk pasar ;
3. Keadaan ekonomi, Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi,
perusahaan harus memandang ke depan dan mengembangkan strategi jangka panjang untuk
memenuhi kondisi yang sedang berubah dalam industri mereka dan memastikan kelangsungan
perusahaan pada jangka panjang.

Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemasaran


Penerapan Strategi Pemasaran melalui langkah-langkah sebagai berikut:
 Segmentasi Pasar (Market Segmentation), adalah tindakan membagi pasar menjadi kelompok
pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan
produk atau bauran pemasaran terpisah ;
 Penetapan Target Pasar (Market Targeting), yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-
masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani, penetapan sasaran pasar
terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat,
atau sebuah perusahaan besar mungkin memutuskan untuk menawarkan ragam produk yang lengkap
dalam melayani seluruh segmen pasarnya, sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan
melayani segmen tunggal, dan jika hal ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen ;
 Diferensiasi dan Posisi Pasar (Differentiation & Positioning), perusahaan harus memutuskan
bagaimana mendiferensiasikan penawaran pasarnya untuk setiap segmen sasaran dan posisi apa yang
ingin ditempatinya dalam segmen tersebut, posisi produk adalah tempat yang diduduki produk relatif
terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen, pemasar ingin mengembangkan posisi pasar unik bagi
produk mereka. Jika sebuah produk dianggap sama persis dengan produk lainnya di pasar, konsumen
tidak mempunyai alasan untuk membelinya.

Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Terintegrasi


Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka perusahaan diharapkan untuk menerapkan dan
merencanakan rincian bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan kumpulan alat pemasaran taktis
terkendali – produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan
respons yang diinginkan di pasar sasaran.

Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi
permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” yaitu:
 Produk (product) , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar
sasaran meliputi : ragam, kualitas, desain. fitur, nama merek, dan kemasan ;
 Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh
produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit ;
 Tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran
meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik ;
 Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk
pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
Program pemasaran yang efektif harus dapat memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam
suatu program pemasaran terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan
dengan menghantarkan nilai bagi konsumen.

Sebelum membangun dan menerapkan 4 P diatas, pemasar sebaiknya memikirkan terlebih dahulu
“empat C” seperti yang diungkapkan oleh Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM, dalam bukunya Marketing Plan!
Perlukah Managing Marketing Plan? yang terdiri dari:
 Solusi Pelanggan (Customer Solution), Produk dapat membantu dan mampu memecahkan
masalah konsumen ;
 Biaya Pelanggan (Customer Cost), Harga yang dibayarkan konsumen untuk membeli produk
tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya ;
 Kenyamanan (Convenience), Produk tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah
diperoleh di mana-mana ;
 Komunikasi (Communication), Produsen melakukan komunikasi produk kepada konsumen
secara benar dan tepat sasaran.

D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesatu:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
 Memberikan salam pembuka
 Memeriksa kehadiran siswa
 Guru menayangkan materi ajar, kemudian memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengamatinya
 Guru membentuk kelompok-kelompok kerja, Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b. Kegiatan Inti (60 menit)


 Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang strategi pemasaran
 Mengumpulkan data tentang strategi pemasaran
 Mengolah data tentang strategi pemasaran
 Mengomunikasikan tentang strategi pemasaran

c. Penutup (20 menit)


 Siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran dengan dibantu guru
 Evaluasi untuk mengukur ketercapaian pembelajaran
 Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
 Guru menyampaikan informasi mengenai tugas klasifikasi proses produksi
 Menyampaikan informasi mengenai materi yang akan disampaikan pada pertemuan
mendatang. Kegiatan diakhiri dengan salam

Pertemuan Kedua:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
b. Kegiatan Inti (... menit)
c. Penutup (… menit),
dan pertemuan seterusnya.

 Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
2. Instrumen Penilaian
3.1. Penilaian Sikap-Jurnal
3.2. Penilaian Pengetahuan
3.3. Penilaian Keterampilan
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
3.1 Remedial
3.2 Pengayaan
BAB 7
PERKEMBANGAN USAHA

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan Mengamati, Menanya, Menalar, Mengeksplorasi, Mencoba, Menganalisis,
Mengasosiasi, Mengkomunikasikan, Menggeneralisasi informasi dan Networking siswa dapat :
1. Siswa dapat merencanakan kegiatan usaha
2. Siswa dapat merumuskan perkembangan usaha
3. Siswa dapat menampilkan laporan manajemen usaha

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.18.3 Menganalisis kegiatan usaha
3.19.2 Menilai perkembangan usaha

2. Indikator KD pada KI keterampilan


4.19.1 Menyusun perkembangan usaha
4.19.2 Membuat laporan manajemen usaha

C. Uraian materi

MANAJEMEN DAN STRATEGI PENGELOLAAN USAHA


Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna menjalankan sebuah usaha
bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan
dalam rangka tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain
sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.
Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan
perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah
resiko usaha bisnis.

Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya
dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business
plan.
Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek,
diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya.
Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara
maksimal.
Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik,
hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan
rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan
utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:

1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun
bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi
menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu
menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.

2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta
tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya
untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen
pemasaran.
Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami
kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital
terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris
apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu
dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.

3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun
pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka
marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen
sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah
perusahaan.

4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi
keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan
mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak
mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih
amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah
usaha bisnis sulit ditentukan.
Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis
yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik,
maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan
pemiliknya.

STRATEGI:
- Berada pertama dipasar dengan produk atau jasa baru
- Posisikan produk dan jasa baru tersebut pada relung pasar ( niche market ) yang tidak terlayani
- Fokuskan barang dan jasa pada relung yang kecil tetapi bisa bertahan
- Mengubah karakteristik produk, pasar atau industri

ATAU STRATEGI LAINNYA :


- Pertahanan Bersaing Mencoba untuk produk yang menjadi “Andalan Utama Yang Baru” dan
tidak berkonsentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada Mengambil langkah
positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci ahli teknik profesional yang selalu
diikutsertakan dalam pembentukan keberhasilan perusahaan
-

Perencanaan dan Studi Usaha


Perencanaan dan studi lapangan selalu diperlukan setiap kali kita ingin menjalankan sebuah
usaha. Tidak peduli seberapa besar atau kecil sebuah usaha, perencanaan dan studi lapangan
adalah sebuah hal yang mutlak. Hal yang sering terjadi adalah kegagalan sebuah usaha karena
lemah pada perencanaan dan studi lapangan. Warnet, adalah sebuah usaha yang terlihat
sederhana namun kenyataannya mulai dari perencanaan hingga pengelolaan warnet ternyata
menuntut konsentrasi yang tinggi dari pelaku usaha warnet.

Studi Lapangan
Yang mana duluan, Perencanaan atau studi lapangan? Saya menyarankan supaya yang dilakukan
adalah studi lapangan. Kita mulai dengan lokasi. Kita harus menentukan kriteria sebuah lokasi
yang memenuhi syarat sebagai tempat yang sesuai untuk mendirikan sebuah warnet. mis:
1. Carilah lokasi yang mudah diakses oleh calon pelanggan anda. Lokasi yang
dilewati kendaraan umum atau tidak jauh dari akses kendaraan umum.
2. Perhatikan di sekitar lokasi tersebut apakah terdapat komplek pemukiman
penduduk, sekolah/universitas, Bank, Perkantoran, mini market. Kemampuan
ekonomi adalah faktor yang menentukan. Sebuah lokasi yang terdapat faktor-
faktor yang disebutkan di atas menunjukkan potensi sebuah lokasi untuk
mendirikan warnet.
3. Tersedia tempat parkir minimal bagi mereka yang menggunakan kendaraan
sepeda motor. Jika tersedia tempat untuk parkir mobil akan lebih bagus.
4. Bagaimana kondisi lokasi ketika malam hari? Apakah cukup terang? Ingatlah
bahwa warnet umumnya beroperasi hingga malam hari, lokasi yang gelap akan
membuat warnet anda tidak menarik dikunjungi.
5. Cobalah mencari informasi tentang kondisi keamanan lokasi tersebut, jika tingkat
keamanan lokasi tersebut rendah kemungkinan anda perlu biaya tambahan untuk
faktor keamanan dan biaya asuransi.
Bagaimana jika di lokasi tersebut sudah ada atau banyak warnet? Jika sudah banyak warnet di
lokasi tersebut, maka sebaiknya carilah lokasi lain. Kecuali warnet yang anda dirikan memiliki
sebuah keunggulan dibanding warnet lain, maka mendirikan sebuah warnet di lokasi dimana
sudah banyak terdapat warnet (bahkan hingga berderet-deret warnet semua) cenderung akan
memancing persaingan yang tidak sehat.
Jika lokasi ideal (atau mendekati ideal) sudah didapatkan, maka kita lanjutkan dengan
melakukan perencanaan usaha.
Perencanaan Usaha / Business Plan
Setelah studi lapangan selesai dan sudah terbayang model usaha yang sesuai, maka
rencanakanlah besar investasi yang diperlukan, jangka waktu investasi akan kembali, perkiraan
besar keuntungan, biaya operasional, tenaga kerja, hingga model promosi. Semuanya harus
dengan perencanaan terlebih dahulu.
Rumusan umum dalam melakukan perencanaan usaha adalah sesederhana menghitung biaya
investasi (capex), biaya operasional (opex), prediksi penghasilan kotor(bruto) dan bersih (netto),
Waktu Titik Impas Investasi (Break Even Point) . Misalkan titik impas direncanakan adalah 2
tahun (=24 bulan) , maka rumusannya adalah sbb:

Bruto – (Opex + (capex/24)) = Netto


disini
 Bruto = penghasilan kotor selama 24 bulan
 Opex = biaya operasional bulanan (rata-rata)
 capex = biaya investasi
 netto = penghasilan bersih.
Ini adalah rumusan yang paling sederhana. Jika ingin rumusan yang lebih rumit kita bisa
melakukan apa yang dikenal sebagai menghitung IRR (investment return ratio) untuk
mengetahui apakah investasi yang kita lakukan termasuk yang menguntungkan atau tidak.
Sebuah perhitungan yang rumit sudah memasukkan faktor-faktor seperti bunga bank, depresiasi
dan inflasi. Perhitungan yang rumit ini dianjurkan jika investasi yang dilakukan sudah bernilai
besar dan melibatkan pihak bank.

Ada dua pendekatan yang bisa kita gunakan dalam melakukan perencanaan usaha, yaitu
berdasarkan nilai investasi atau berdasarkan kapasitas usaha yang diinginkan. Berdasarkan nilai
investasi biasanya dilakukan jika modal yang tersedia sudah dipatok pada nilai tertentu. Mis: si
A memiliki uang senilai Rp 70 juta dan dia ingin membuat warnet berdasarkan uang yang
dimilikinya. Sedang berdasarkan kapasitas, si A merencanakan untuk membuat warnet dengan
kapasitas 20 PC di sebuah lokasi yang sesuai dengan keinginannya. Kedua cara ini sah-sah saja
digunakan tergantung modal ataupun keinginan anda. Tentu saja, sesuaikan rencana dengan
konsep dan pasar yang dituju.

PENGELOLAAN USAHA

Perencanaan Usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue print) yang berisikan tentang misi
usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian financial, strategi usaha, peluang pasar yang
mungkin diperoleh, dab kemampuan serta keterampilan pengelolaannya. Perencanaan usaha
mempunyai dua fungsi penting, yaitu :
1. Sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha, dan
2. Sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.
Perencanaan bisnis memuat sejumlah topic, yang meliputi :
 Ringkasan eksekutif
 Pernyataan misi
 Lingkungan Usaha
 Perencanaan pemasaran
 Tim Manajemen
 Data financial
 Aspek-aspek legal
 Jaminan Asuransi
 Orang-orang penting
 Pemasok
 Risiko

PENGELOLAAN KEUANGAN
Tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan :
1. Aspek sumber dana
2. Aspek rencana & penggunaan dana
3. Aspek pengawasan atau pengendalian keuangan.
Sumber-sumber keuangan perusahaan :
 Dana yang berasal dari perusahaan (pembelanjaan internal)
 Penggunaan dana perusahaan
 Penggunaan cadangan
 Penggunaan laba yang tidak dibagi
 Dana yang berasal dari luar perusahaan (pembelanjaan eksternal)
 Dana dari pemilik atau penyertaan.
 Dana yang berasal dari pinjaman, baik jangka panjang atau jangka pendek.
 Dana bantuan program pemerintah dari pusat dan daerah.
 Dana dari teman atau keluarga yang menanamkan modalnya.
 Dana ventura (investasi dana dari perusahaan besar)
Perencanaan Keuangan & Penggunaan dana, hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Biaya awal, adalah biaya yang diperlukan ketika perusahaan akan berdiri.
2. Proyeksi atau rancangan keuangan meliputi :
 Neraca harian
 Laporan laba rugi
 Laporan arus kas
 Analisa pulang pokok

TEKNIK & STRATEGI PEMASARAN


Pemasaran yaitu kegiatan meneliti kebutuhan & keinginan konsumen (probe/search),
menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen(product),
menentukan tingkat harga (price), mempromosikannya agar produk dikenal konsumen
(promotion), dan mendistribusikan produk ke tempat konsumen (place).
Tujuan pemasaran adalah bagaimana barang & jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan dan
dibeli oleh konsumen.
Perencanaan Pemasaran meliputi beberapa langkah, yaitu ;
1. Menentukan kebutuhan & keinginan pelanggan ( dengan melakukan riset pasar).
2. Memilih pasar sasaran khusus. Ada 3 jenis pasar sasaran khusus :
 Pasar individual
 Pasar khususSegmentasi pasarMenempatkan strategi pemasaran dalam persaingan. Ada
enam strategi pemenuhan permintaan dari lingkungan (juga masuk dlm strategi dari bauran
pemasaran):
1. Berorientasi pada pelanggan.
2. Kualitas
3. Kenyamanan
4. Inovasi
5. Kecepatan ( penempatan produk & respon keinginan consumer)
6. Pelayanan & kepuasan pelanggan.
PRODUK
Produk memiliki siklus hidup yang terdiri dari tahap pengembangan, pengenalan, pertumbuhan,
penjualan, kematangan, kejenuhan dan penurunan.

HARGA
Factor-faktor yang harus dipertimbangkan antara lain ;
1. Biaya barang dan jasa
2. Permintaan & penawaran pasar
3. Antisipasi volume pasar
4. Harga pesaing
5. Kondisi keuangan
6. Lokasi usaha
7. Fluktuasi musiman
8. Faktor psikologis pelanggan
9. Bunga kredit dan bentuk kredit
10. Sensitivitas harga pelanggan (elastisitas permintaan)

STRATEGI PEMASARAN (BAGI USAHA BARU)


1. Penetrasi pasar, dengan memperbesar volume penjualan dan periklanan
2. Pengembangan pasar, peningkatan penjualan dengan pengenalan produk pada pasar baru.
3. Pengembangan produk, modifikasi produk yang sudah ada untuk meningkatkan
penjualan.
4. Segmentasi pasar, pemasaran produk berdasarkan segmennya.

TEKNIK PENENTUAN HARGA


Produk baru, bertujuan untuk :
1. Menghasilkan produk yang dapat diterima oleh konsumen potensial, tidak peduli berapa
banyaknya.
2. Memelihara pangsa pasar sebagai akibat tumbuhnya persaingan.
3. Memperoleh laba.
Untuk barang konsumsi :
1. Harga dibawah pasar untuk produk yang sama
2. Harga di atas harga pasar
3. Harga sama dengan harga pasar.
Untuk barang industri:
1. Strategi Cost-Plus Pricing
Dengan menambahkan margin laba terhadap biaya-biaya langsung.
1. Biaya langsung & formulasi harga
Tidak termasuk biaya overhead pabrik
1. Penentuan Harga jual model pulang pokok
Dengan menghitung besar persentasi tertentu dari total penjualan yang digunakan untuk biaya
variable.
1. Untuk jasa
Menentukan harga berdasarkan material yang digunakan untuk menyediakan jasa, tenaga kerja
dan untuk memperoleh laba.

PROMOSI
Bertujuan :
1. Menginformasikan barang/jasa yang dihasilkan pada konsumen
2. Membujuk konsumen agar mau membeli barang/ jasa yang dihasilkan.
3. Mempengaruhi konsumen agar tertarik terhadap barang/ jasa yang kita hasilkan.
Beberapa jenis promosi ;
1. Iklan (media cetak & elektronik)
2. Promosi penjualan (pameran)
3. Wiraniaga (dengan produk sampel ke konsumen)
4. Pemasaran langsung (langsung menghubungi konsumen)
5. Humas ( mempublikasikan barang melalui pamflet dsb)

KIAT PEMASARAN USAHA BARU


1. Peluang Pasar
1. Barang dan jasa apa yang paling dibutuhkan konsumen?
2. Berapa banyak yang mereka butuhkan?
3. Kualitas mana yang paling tepat?
4. Berapa banyaknya?
5. Tempat yang tepat
6. Banyak barang yang dibutuhkan
7. Target yang hendak dicapai

TEKNIK PENGEMBANGAN USAHA


 Pengembangan skala ekonomis
Dengan menambah skala produksi, tenaga kerja, teknologi, system distribusi, dan tempat usaha.
 Perluasan Cakupan Usaha
Dengan menambah jenis usaha baru, produk dan jasa baru yang sekarang diproduksi
(diversifikasi), serta teknologi yang berbeda.

MANAJEMEN DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN


Manajemen kewirausahaan semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-
betul eksis.
Strategi kewirausahaan Kesesuaian kemampuan internal dan aktivitas perusahaan dengan
lingkungan eksternal.
Strategi kewirausahaan, meliputi beberapa keputusan strategis, yaitu :
1. Perubahan produk barang dan jasa.
2. Strategi menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversifikasi produk dan jasa,
integrasi regional, atau ekspansi usaha.
3. Kemampuan untuk memperoleh modal investasi .
4. Analisa sumber daya manusia.
5. Analisa pesaing untuk memantapkan strategi bersaing.
6. Kemampuan menopang keunggulan strategi perusahaan dan modifikasi strategi.
7. Penentuan harga barang atau jasa, untuk jangka pendek dan jangka panjang.
8. Interaksi perusahaan dengan masyarakat luas.
9. Pengaruh pertumbuhan perusahaan yang cepat terhadap aliran kas.

Wirausaha yang berfungsi sebagai manajer perusahaan, harus memiliki kompetensi yaitu :
1. Berfokus pada pasar bukan pada teknologi.
2. Meramal pendanaan untuk menghindari tidak terdanainya perusahaan.
3. Mambangun tim manajemen.
4. Memberikan peran khusus bagi penemu.

D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesatu:**)
A Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
 Memberikan salam pembuka
 Memeriksa kehadiran siswa
 Guru menayangkan materi ajar, kemudian memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengamatinya
 Guru membentuk kelompok-kelompok kerja, Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b. Kegiatan Inti (60 menit)


 Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang perkembangan usaha
 Mengumpulkan data tentang perkembangan usaha
 Mengolah data tentang perkembangan usaha mengomunikasikanTentang perkembangan
usaha

c. Penutup (20 menit)


 Siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran dengan dibantu guru
 Evaluasi untuk mengukur ketercapaian pembelajaran
 Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
 Guru menyampaikan informasi mengenai tugas klasifikasi proses produksi
 Menyampaikan informasi mengenai materi yang akan disampaikan pada pertemuan
mendatang. Kegiatan diakhiri dengan salam

Pertemuan Kedua:**)
d. Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
e. Kegiatan Inti (... menit)
f. Penutup (… menit),
dan pertemuan seterusnya.

E. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
2. Instrumen Penilaian
3.4. Penilaian Sikap-Jurnal
3.5. Penilaian Pengetahuan
3.6. Penilaian Keterampilan

F. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


3.1 Remedial
3.2 Pengayaan